Minggu, 12 April 2015

New Adult | Genres


Postingan terakhir saya dalam event Around the Genres. Kalau kalian mengikuti postingan grup fantasy, maka kalian pasti tahu kalau mereka menerangkan beberapa sub genre fantasy. Nah, grup romance pun juga sama, kita akan membahas macam-macam sub genre romance. Dulu saya punya wacana akan memposting tentang berbagai macam sub genre yang saya ketahui, baru ada satu postingan ketika mengikuti meme Top 5 Wednesday yang bertema Genres, semoga saja bisa berlanjut terus ya :D

Genre yang saya pilih untuk event ini adalah New Adult, salah satu genre baru yang beberapa waktu bahkan sampai sekarang masih hangat diperbicarakan. Genre ini muncul pertama kali pada tahun 2009 diciptakan oleh St. Martin's Press, sebuah penerbit yang berlokasi di New York. Mereka ingin menerbitkan sebuah buku yang bisa diterima pasar, bisa dinikmati banyak kalangan, khususnya anak muda dan dewasa, yang mengisahkan peralihan masa remaja ke dewasa.

Menurut Goodreads:
New Adult fiction bridges the gap between Young Adult and Adult genres. It typically features protagonists between the ages of 18 and 26.
Menurut NA Alley:
We view New Adult fiction (NA) as a category of literature—meaning, it gives readers content expectations, but it does not dictate genre-based criteria. Typically, a novel is considered NA if it encompasses the transition between adolescence (a life stage often depicted in Young Adult fiction) and true adulthood.

Protagonists generally fall between the ages of eighteen and twenty-six, though exceptions may apply. NA characters are often portrayed experiencing: college, living away from home for the first time, military deployment, apprenticeships, a first steady job, a first serious relationship, etc.
Menurut Cora Carmack:
There could not be a better way to describe the turbulent years between adolescence and adulthood, that terrifying in-between. Whether you're at college or moving out on your own or working your first full time job-your life seems to change radically overnight. And yet for most people in that age group (18-25ish), you're still not completely on your own. Your parents are still a large part of your life. You're not a child anymore, but you're also not quite an adult. You may call yourself an adult (as will others), but deep down in side you are petrified because you don't feel like one.

Young Adult books are about surviving adolescence and coming of age. New Adult is about how to live your life after that. New Adult is the "I'm officially an adult, now what?" phase. 
 Just like growing up, that life stage is different for everyone, but I do think there are some things that are constant.
Patokan saya, protagonisnya biasanya berumur 18-26 tahun, berada di tengah-tengah antara genre Young Adult dan Adult Fiction, mudahnya masa kuliah sampai memasuki masa kerja, seputar proses pendewasaan. Konfliknya lebih kompleks dan kisah cintanya lebih intens. Jadi jangan kaget ya kalau kebanyakan cover new adult ini agak vulgar dan provokatif, ceritanya memang nggak remaja banget dan nggak dewasa banget, ada adegan dewasa yang masih bisa diterima pembaca muda. Saya sangat menyukai genre ini mungkin dikarenakan sesuai usia saya, selain itu konfliknya biasanya agak 'dark', tema cerita yang selalu saya suka. Tema utamanya biasanya tentang pencarian jadi diri, perkenalan dengan seksualitas, masalah keluarga, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, tinggal jauh dari rumah untuk pertama kalinya dan merasa dirinya memiliki harga diri rendah. Pesan moral yang diusung dari genre ini adalah perjuangan untuk terus menjalani hidup.

Saya akan memberikan gambaran sedikit tentang tema yang bisanya diusung sama genre ini, misalnya saja dalam buku Slammed karya Colleen Hoover, di sini kedua tokoh utamanya yang masih kuliah tiba-tiba saja dipaksa oleh keadaan menjadi single parent, merawat adik mereka. Dalam buku Hopeless karya penulis yang sama juga, tokoh utamanya mempunyai masa lalu yang kelam, pernah mengalami pelecehan seksual. Di buku Interlude karya Windry Ramadhina, tokoh utamanya pernah menjadi korban pemerkosaan.

Beberapa contoh buku new adult antara lain; Beautiful Disaster by Jamie Maguire, Hopeless by Colleen Hoover, The Coincidence of Callie and Kayden by Jessica Sorenso, Real by Katy Evans, On Dublin Street by Samantha Young, Fallen Too Far by Abbie Glines, Collide by Gail McHugh, Easy by Tammara Webber, The Edge of Never by J.A. Redmerski, Losing It by Cora Cormack, dan dari dalam negeri sendiri ada Interlude by Windry Ramadhina.





Nah, masihkah ada yang bingung dengan genre ini? Kalian bisa tanya-tanya di kolom komentar atau bagi yang sering baca genre ini menurut kamu buku bergenre new adult itu seperti apa? Berikan juga contoh bukunya ya biar pengetahuan saya bertambah juga :D

Sampai jumpa di genre berikutnya :)


Referensi lain:
New Adult Fiction





25 komentar:

  1. @vivicynthia buku diatas semua saya belum punya.ternyata windy rahmadian ada keluarin buku genre young adult/new adult.tertarik buat baca sih.kalau karya dastan yg historical romance range umur tokoh utama 18-28
    Termasuk genre new adult?makasih info buku diatas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Historical romance masuk sub genre romance yang lain, bisanya setting waktunya jaman dulu, era-era victoria gitu jadi beda dengan new adult yang setting waktunya biasanya sekarang atau contemporary :)

      Hapus
  2. Aaaak..., bener banget, vulgarnya nggak nahan. >_<
    Sampai-sampai malu sendiri. Biasanya, kalau aku melihar buku yang coverna begini, aku suka nggak bakal pegang di toko buku. Malu sama temen-temen atau pengunjung lain. Hahahaa....

    Jadi aku masih belum pernah baca buku yang covernya begitu. Hanya saja, terkadang aku menemukan novel yang isinya ada adegan dewasa-nya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau diterjemahin biasanya covernya lebih sopan kok :)

      Hapus
  3. Perfect Chemistrynya Simon ELekeles juga kayanya masuk NA yah. Aku jujur ngga demen2 amat sama NA atau YA karena masih masuk nanggung, wkwkwk.

    Sukanya kalau nggak children lit yah sekalian adult lit. Kalau in between rasanya gimana yah, galau-galau githu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka baca children lit kak @arynity salam kenal @vivicynthia

      Hapus
    2. Hihihi, emang balik lagi ke selera sih, ak nggak begitu suka children lit tapi nggak menutup kemungkinan juga nggak ada yang favorit, tergantung juga sama ceritanya :)

      Hapus
  4. New Adult contohnya kalau di Indonesia novel apa? :3
    Cover dari luar......lumayan ngeri hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Interlude - Windry Ramadhina :)

      Hapus
  5. Aku termasuk baru sih dengan genre NA. Dari yang Mbak Sulis sebutin di atas baru baca beautiful disaster dan Fallen to far. Sejauh ini aku merasa NA bukan genre favorit, entah karena baca yg versi inggris atau memang masalah selera aja
    Atau malah salah milih judul karna 2 judul yang kubaca isi ceritanya setipe.
    Lupa-lupa ingat juga sih ama isi ceritanya #komen apa sih belibet banget xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka, iya kalo soal genre mah tergantung selera masing-masing :)

      Hapus
  6. Genre New Adult di dunia perbukuan Indonesia emang masih termasuk jarang ya sepertinya, yang kutahu sik Interlude-nya mbak Windry Ramadhina termasuk genre New Adult.
    Semoga ke depannya genre New Adult bisa masuk kategori sendiri di sini, kayak Young Adult yang sudah jadi label sendiri di GPU.

    *penasaran baca Hopeless, dari dulu udah masuk wishlist T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga makin banyak, Colleen Hoover mah salah satu penulis New Adult yang bukunya wajib dibaca :)

      Hapus
  7. Saya jarang sih baca yg terjemahan, dan saya nggak tahu contoh pasti novel dalam negeri mana yg termasuk genre ini kalo ada yang sudah pernah saya baca. Belum baca Interlude juga padahal udah ngebet banget pengin itu. :(
    Kayaknya saya nusti baca Interlude dulu deh baru bisa mengkategorikan novel mana yang termasuk new adult di novel-novel sebelumnya. Hehe.
    Jadi yang cover begini new adult toh? Saya sering lihat tapi tak kira genre eksotik adult gitu. Karena pernah lihat di blog orang yang ikutan challenge baca genre ini. Atau mungkin jenis cover-nya aja yang sama. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak semua cover new adult kayak gini kok, ada beberapa yang sendiri :p

      Hapus
  8. baru hari ini tau ada genre new adult. kupikir kalau range umur 18-26 masuk young adult. jadi bingung nih bedain dua genre itu ._. eh tunggu. kupikir hopeless itu tokohnya masih sekolah lho. ternyata kuliah ya? udah baca tapi kok gak gitu merhatiin *plak* eniwei, kover novel new adult hot banget!! langsung blushing ini liatnya. apalagi yang losing it >///<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih sekolah tapi di tahun terakhir, mungkin beberapa penulis menganggap tahun terakhir di SMA masuk genre new adult :)

      Hapus
  9. Covernyaaaa omaigat ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜Œ mungkin belum waktu nya buat aku baca hahaha :'D
    Interlude aku belum bacaa :( pengen nyoba baca The Edge Of Never ah, kalo ada adegan dewasa nya sih gapapa, kan ga akan ketauan ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha, biasanya ada bebebrapa adegan dewasa tapi g vulgar banget, tapi baiknya udah cukup umur kalau mau baca genre new adult ini :)

      Hapus
  10. baru tau tentang genres ini... dilihat dari covernya kok sedikit ngeri ya hahahahaha... tapi jadi makin penasaran dng Hopeless #loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terintimidasi sama covernya =))

      Hapus
  11. Dari semua buku di atas baru baca hopeless, fallen too far, on dublin streer. Aku suka banget sama genre NA. Kalo dulu bacanya teenlit mulu, begitu umur makin nambah makin minat ke lebih dewasa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyensuaikan umur juga kali ya, sekarang malah jarang baca teenlit, aku seneng baca NA karena usianya emang pas dengan usiaku, selain itu konfliknya lebih luas dan kompleks :)

      Hapus
  12. Sempat baca Slammed, tapi berakhir di pertengahan buku. Pernah skimming Losing It juga. Aku suka tokoh-tokoh utama dari New Adult yang dalam masa peralihan ini. Mereka kuat dan mampu melewati masa tersebut. Tapi kadang aku jenuh dengan masalah yang diangkat dari NA ini. Ya, seperti yang dibahas Mbak Sulis, masalah-masalah masa peralihan itu. Meskipun jenuh, tetep penasaran dan suka dilahap juga sih bukunya kalau ada di depan mata xD

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...