Sabtu, 14 Maret 2015

Kismet by Nina Addison | Book Review

Kismet
Penulis: Nina Addison
Editor: Dini Novita Sari & Harriska Adiati
Ilustrasi sampul: Alfi Zachkyelle
Ilustrasi naskah dan foto: Nina Addison
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1487-7
Cetakan pertama, Maret 2015
296 halaman
Buntelan dari @ninaddison
kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?
Tak disangka sebuah layangan tinju bisa mempunyai dua arti berbeda. Layangan tinju pertama membuat Alisya bertemu dengan Cia, yang akhirnya membuat mereka bersahabat. Layangan tinju kedua membuat hubungan mereka menjadi retak.

Alisya Amerie Irwanto pertama kali bertemu dengan Cialisa Marina di sebuah toko buku di Manhattan, waktu itu Cia menolong Alisya yang diganggu oleh orang asing di tempat dia bekerja, kemudian dalam perjalanan pulang gantian Alisya menolong Cia, yang kebetulan diganggu balik oleh orang asing yang sama. Awalnya mereka sama-sama tidak tahu kalau berasal dari negara yang sama, Alisya blasteran Indonesia-Amerika sedangkan Cia keturunan Cina, sampai tak sengaja telinga Alisya mendengar Cia berbicara bahasa Indonesia dengan temannya di telepon, mereka pun langsung akrab dan Cia menawari agar mereka tinggal bersama, berbagi apartemen. Karena dalam masa susah, Alisya pun menyambut baik tawaran Cia.

Cia menganggap kebetulan-kebetulan yang terjadi antara dirinya dengan Alisya adalah sebuah kismet, takdir, fate. Alisya mengangap konyol, tetapi setelah berbagai macam kejadian dan kemiripan hubungan mereka, seperti sama-sama seorang the runaway sister, bila nama mereka digabungkan maka menjadi pas 'AliCialisa', sampai tanggal ulang tahun mereka yang bersebelahan, mungkin benar apa yang dikatakan Cia kalau takdir mempertemukan mereka berdua dan menjadikan seperti saudara, takdir pula yang membuat mereka mencintai lelaki yang sama. 
"Cinta itu brengseknya gitu, Al. Dia bisa nemplok di hati tanpa seizin lo."
Cia dan Alisya mempunyai sebuah tantangan di hari ulang tahun mereka, yaitu membuat satu kebaikan, membantu orang lain. Di salah satu ulang tahunnya, Alisya ingin membantu seorang pelanggan yang setengah mabuk di tempat dia bekerja, yang sangat putus asa. Alisya pun menjadi pendengar yang baik untuk Mr. Gajah, panggilan kepada orang yang ditolongnya, sedangkan Mr. Gajah memanggil Alisya dengan sebutan Bartender Girl. Pertemuan tersebut bukan terakhir, beberapa kali Mr. Gajah menemui Alisya dan bercerita, masih tanpa menunjukkan identitas asli. Mr. Gajah sangat tertarik dengan Alisya dan menurutnya dia sangat cocok dengan adiknya, yang menurut Alisya cowok begundal, yang dimanja dan tidak pernah mengemban tanggung jawab, yang menjadi masalah ketika mereka pertama bertemu karena sang adik masuk penjara. Suatu ketika Alisya ingin bertemu dengan istri Mr. Gajah yang sedang mengandung, Mr. Gajah pun menyetujui tapi dengan syarat dia juga harus bertemu dengan adiknya. Tapi pertemuan tersebut tidak pernah terjadi, dan Alisya tidak pernah bertemu dengan Mr. Gajah lagi, tanpa tahu identitas dia yang sebenarnya. 

Bertahun-tahun kemudian, ketika Alisya mengunjungi Jakarta untuk urusan bisnis dan menghadiri ulang tahun Hope, anak Cia, dia bertemu dengan seorang lelaki yang sangat menarik hatinya, yang rasanya familier, Raka. Raka hanya menganggap Cia sebagai teman tapi sebaliknya, Cia sangat menyukai Raka dan berharap dia menjadi ayah Hope. Alisya hanya bisa memendam perasaanya karena dia tidak ingin menyakiti hati sahabatnya, tapi Alisya tidak bisa berbohong ketika Raka mengungkapkan perasaanya, bahwa ternyata mereka sama-sama saling menyukai. Itulah awal mula terjadinya layangan tinju kedua. Yang menghancurkan hidup Alisya, yang membuatnya harus memilih persahabatan atau cinta. Alisya tidak yakin lagi, apakah semua kejadian yang dia alami ini hanya kebetulan semata atau memang takdir?
"Lo pikir di dunia ini yang namanya cinta sejati tuh kayak apa? Yang penghuninya nggak pernah berantem? Yang mulus dan lancar, macam 'a walk in the park? Salah, Al! Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang."
Kesan pertama setelah selesai membaca buku ini adalah akhirnya menemukan metropop yang bagus lagi! Sudah lama sekali saya tidak membaca novel metropop dari penulis yang bukan itu-itu saja alias favorit saya seperti Ika Natassa, aliaZalea, Karla M Nashar, Mia Arsjad atau Ilana Tan. Saya belum menemukan cerita favorit dan butuh kesegaran dari penulis baru. Buku ini memang bukan kali pertama saya membaca tulisan dari Nina Addison, sebelumnya saya pernah membaca Morning Brew dan cerpennya berjudul Perkara Bulu Mata di antologi Autumn Once More, tapi di buku inilah saya menempatkan Nina Addison sebagai penulis metropop yang karyanya akan selalu saya nantikan.

Dari segi cerita sebenarnya simple dan mainstream, cinta segi tiga. Hanya saja penulis menambahkan bumbu yang berbeda, berbagai kebetulan yang masuk akal. Kebetulan-kebetulan atau takdir yang menjadi premis cerita ini sangat mengalir dan tidak ada kesan dipaksakan sehingga dengan mudahnya kita akan terhanyut dengan ceritanya, akan menantikan kejutan apa lagi yang akan disuguhkan penulis. Kejutan favorit adalah ketika tokoh Raka muncul, sebenarnya latar belakangnya menjadi tebakan saya dan ternyata tidak meleset :D

Alurnya flashback dan sangat cepat, diceritakan dari sudut pandang orang pertama, dari Alisya. Pembuka cerita ini sangat pas dengan alur yang dipilih penulis karena membuat saya tidak bisa berhenti membaca, membuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Walau alurnya cepat, penulis tidak melupakan klu penting, sebuah kejutan di mana jawabannya dia siapkan di akhir, seperti kehadiran Mr. Gajah. Gaya bahasa yang dipilih penulis pun juga simple, santai, dan nggak berbelit-belit. Banyak bahasa Inggris bertebaran melihat setting cerita ini di luar negeri tapi saya suka cara penulis mengalihkannya ke bahasa Indonesia, tidak terkesan dipaksakan, sesuai situasi dan kondisi.

Untuk karakternya sendiri, saya sangat menyukai Raka! Langsung jatuh cinta ketika dia muncul. Tapi kadang agak sebal juga sih karena Raka gampang menyerah soal hubungannya dengan Alisya, bukan tipe pemaksa :D. Ethan juga cute banget, pinter masak lagi, suka hubungannya dengan Alisya, sang kakak. Mereka saling melengkapi dan saling menyayangi satu sama lain, selalu ada dan saling memberi semangat ketika ada masalah. Cia juga tidak kalah asik, tipe perempuan feminis dan pemberontak. Sedangkan Alisya adalah tipe cewek yang tidak kenal lelah mengejar mimpi, selalu bersemangat dan tak kenal takut. Adegan favorit adalah ketika Raka pertama kali bertemu dengan Alisya dan ketika Alisya kecelakaan naik ojek, Raka langsung datang menumuinya padahal dia lagi di luar negeri :D

Untuk kekurangan buku ini, sebenarnya tidak banyak, yaitu soal karakternya. Saya merasa penulis kurang detail menggambarkan para tokohnya soalnya tidak banyak detail yang saya ingat akan karakternya, cuma Raka aja yang ganteng dan seorang CEO sekaligus sukses di usia muda :p. Kemudian, bagian Alisya dan Raka kurang banyak, walau chemistry mereka dapat, interaksinya kurang. Terakhir bukunya kurang tebal XD.

Overall, saya sangat menikmati membaca buku ini, ilustrasi dan fotonya juga bagus, megambarkan suasana kota New York yang ramai dan bising, coba tiap bab ada ilustrasinya akan tambah bagus banget dan perbanyak gambar Raka, hahaha, dijamin saya tambah suka :D. Oh ya, di sampul belakang buku ini ada label dewasa, sebenarnya nggak ada adegan yang vulgar banget kok, ciuman pun juga nggak bertebaran di tiap bab, cuma memang ada kata-kata kasar dan wajar aja, melihat setting cerita di kota besar.

Buku ini bercerita tentang takdir yang tidak bisa kita tebak dan ketika datang, kita tidak bisa menghindarinya.

Bagi yang kangen baca metropop yang bagus, buku ini recommended banget.

4 sayap untuk destiny :p


2 komentar:

  1. ceritanya menarik nih :9 pertama saya bingung arti kismet itu apa, tahunya takdir. semoga saya ditakdirkan membeli dan membaca buku ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnn, hahahaha. Aku tahu arti Kismet juga dari novel ini kok :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...