Rabu, 04 Maret 2015

Fifty Shades of Grey | Movie Review


Fifty Shades of Grey
Sutradara: Sam Taylor-Johnson
Produser: Michael De Luca, Dana Brunetti, E.L James
Pemain: Jamie Dornan, Dakota Johnson, Rita Ora, Luke Grimes, Maria Gay Harden, Eloise Mumford, Jennifer Ehle, Victor Rasuk, Max Martini
Produksi: Focus Features
Durasi: 125 menit
Khusus dewasa

Based on E.L James book, Fifty Shades of Grey.
Anastasia Steele adalah mahasiswi akhir sastra Inggris dan pekerja paruh waktu di sebuah toko perkakas, seorang wanita berusia 22 tahun yang polos nan lugu. Suatu hari dia dimintai tolong oleh teman sekamarnya, Kate (Eloise Mumford) untuk mewawancarai seorang miliader muda berusia 27 tahun, Christian Grey (Jamie Dornan) untuk majalah kampus, kebetulan Christian akan berpidato di hari kelulusan mereka. 

Ana langsung terpesona ketika bertemu dengan Christian, dia begitu sensual, tampan dan kaya raya. Awalnya pertemuan mereka terasa kaku, Ana agak takut dalam memberikan pertanyaan tetapi Christian bersikap santai dan membuat keadaan menjadi nyaman. Tapi Ana sadar, semua yang dimiliki Christian membuat apa yang dibayangkannya tidak akan pernah terjadi, ketertarikannya hanyalah angan-angan semata. Christian begitu dingin, sangat mengintimidasi dan tak tersentuh, dia yakin tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. 


Diluar dugaan, selang beberapa hari sejak pertemuan pertama mereka, Christian tiba-tiba saja membeli beberapa peralatan rumah tangga di tempat Ana bekerja. Setelah itu hubungan mereka berlanjut, Christian mengajak Ana minum kopi, bersedia foto untuk melengkapi wawancara sebelumnya, dan Christian memberikan sinyal akan ketertarikannya pada Ana, dia tidak akan menyentuh Ana sebelum dia menandatangani dokumen rahasia antara mereka berdua. Dibalik ketampanan dan kekayaannya, Christian menyimpan rahasia yang tidak diketahui oleh siapa pun, bahwa dia mempunyai kelainan seksual.

Karena sangat terpikat dengan Christian, Ana pun menerima dokumen tersebut dan mempelajari terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Dalam perjanjian tersebut, Christian menyebutkan dirinya adalah seorang dominan, ada aturan pokok, dia tidak pernah tidur seranjang dengan pasangannya dan tidak pernah bercinta, yang dilakukannya adalah melakukan permainan seksual. Dia mempunyai kamar bermain yang disebut Red Room Pain, berbagai macam sex stuff tersedia di kamar tersebut, dan sudah ada 15 wanita yang pernah bermain di sana dengan Christian. Dan apabila Ana membuat kesalahan, maka Christian akan memberika hukuman.

Bisa dibilang Ana cukup terkejut, merasa sedikit takut, dia belum pernah mengalami ini sebelumnya tetapi dia juga sangat mengingginkan Christian. Setelah Christian mengenalkannya pada keluarganya, di mana sebelumnya tidak pernah terjadi, Ana pergi menemui ibunya yang tinggal di Georgia bersama ayah tirinya. Di sana dia memikirkan apa yang ditawarkan Christian.

Keputusan diambil, Ana akan mencobanya sebelum menandatangi dokumen rahasia, Ana sudah jatuh cinta pada Christian sehingga tidak bisa melepaskan lelaki tersebut. Di sisi lain, Christian tidak bisa melupakan Ana, dia ingin Ana ada di sisinya, dia banyak melanggar prinsip yang selama ini sudah dijalaninya demi mendapatkan Ana. Dia berharap Ana mau, karena begitulah dirinya.

Apakah Ana akan menandatangi dokumen perjanjian tersebut? Di saat dia memulai hubungannya dengan Christian, dia berharap hubungan mereka bisa senormal orang lain.



Akhirnya kesampean juga nonton film yang membuat saya penasaran, walau saya dapat film yang sudah disensor. Komentar saya setelah selesai melihat film ini adalah gitu aja? Mana yang katanya erotis? pfffft. Emang sih saya agak kecewa kenapa juga disensor, padahal kan pengen ngitung juga berapa banyak dan berapa lama, wakakakakaka. Yang membuat saya penasaran ketika film yang diadaptasi dari buku laris berjudul sama karangan E.L James ini adalah apakah akan sama persis dengan versi buku? Di mana muatan pokoknya adalah adegan seksual, kisah cinta hanya menjadi bumbu penyedap. Yap, kebalikan dari cerita yang biasanya kita dapatkan kalau membaca buku romance dewasa. Buku tersebut bergenre erotica dan memuat unsur BDSM (Bondage Domination Sadism Masacochism) sehingga sangat yakin kalau filmnya tidak akan tayang di bioskop sini untuk dikonsumsi umum.

Jujur saja saya agak lupa dengan detail yang ada di buku, tapi secara keseluruhan cerita hampir tidak menyimpang dari versi buku, bisa dibilang alurnya lebih cepat (bahkan adegan uhuk-uhuknya juga cepat gara-gara disensor, wakakakaka), kecuali dibagian awal film yang bikin geregetan. Beberapa scene yang saya sukai adalah ketika Christian tiba-tiba saja mengambil bahan pertanyaan ketika mengantar Ana masuk lift pasca wawancara, sepertinya di buku tidak ada. Dan ketika Christian lari pagi. Ini saya juga lupa apakah ada di buku.

Yang tidak saya suka, cukup banyak. Pertama pemilihan karakter tokohnya. Dakota Johnson oke, dia tidak buruk memerankan Ana yang polos, diam-diam memuja Christian, malu-malu tapi mau. Tapi aktingnya waktu menggigit pensil, menggigit bibir atau memutar bola mata yang membuat Christian klepek-klepek menurut saya tidak sesensual yang saya bayangkan. Sedangkan untuk Jamie Dornan, ternyata tidak sekece yang saya kira. Sekilas dia ganteng rupawan tapi kalau sudah terbiasa dengan mukanya ternyata ya gitu deh, njelehi. Eh tapi dada dan punggungnya pelukable XD. Menurut saya dia belum bisa menjadi sosok Mr. Grey yang dipuja-puja. Di buku dia terkesan dingin, misterius, penuh luka masa lalu, saya nggak mendapatkannya ketika diperankan oleh Jamie. Ketika Jamie mengucapkan 'laters baby' nggak seksi sama sekali. Yang terpenting dan sangat disayangkan adalah saya tidak mendapatkan chemistry antara Jamie dan Dakota, sehingga sangat susah untuk percaya kalau mereka berdua sangat tergila-gila satu sama lain sebagai Ana dan Christian.

Pemeran lainnya pun juga tidak menarik buat saya, bahkan Rita Ora, yang hanya saya kenali di deretan pemainnya terkesan aneh. Pemeran lainnya tidak begitu banyak mendapatkan tempat, hanya beberapa kali muncul dan sudah. Kebanyakan memang bagian Ana dan Christian tapi itu pun tidak seromantis yang saya harapkan. Misalnya saja bagian chating lewat email, kalau di buku mereka lebih terbuka, Ana lebih berani mengutarakan perasaanya, sedangkan di film rasanya flat, datar aja, nggak jadi menarik. Dan yang paling parah menurut saya adalah unsur BDSM-nya nggak kerasa sama sekali, bagian pengenalan Red Room Pain kurang lama, saya belum sempat menghafalkan semua, wakakakaka. Memang mustahil apabila dibuat sama persis dengan buku karena jatuhnya nanti jadi film biru, yang jelas adegannya nggak sevulgar yang ada di buku. Di film lebih banyak membahas kegalauan Ana akan tawaran Christian untuk menjadi submissive-nya.


Mungkin banyak yang sudah tahu kalau Fifty Shades of Grey ini adalah fan fiction dari buku Twilight karya Stephenie Meyer. Awalnya berjudul Master of Universe ditulis E.L James di sebuah situs fan fiction dengan nama pena Snowqueen's Icedragon. Memang banyak kesamaan, tetapi alur ceritanya sedikit berbeda. Kalau Twilight membahas kisah cinta manusia dan vampir, Fifty Shades of Grey ini lebih membahas kelainan seksual yang dimiliki Christian Grey, di mana menjadi sandungan bagi Anastasia Steele. 

Saya cukup suka dengan bukunya, bukan karena banyaknya adegan seksual yang mengisi cerita tetapi lebih tentang Christian Grey sendiri, dia sosok misterius dan mempunyai masa lalu yang membuatnya trauma, sosok yang sangat memikat. Saya tertarik penyebab kenapa dia menjadi seperti itu, dan inilah yang ingin diungkap oleh Anastasia Steele, untuk mengenalnya lebih dalam, untuk memahaminya. Setidaknya E.L James membuat Fifty Shades Darker dan Fifty Shades Freed lebih berwarna, tidak hanya berfokus pada adegan seksual tetapi banyak aksi dan pengenalan karakter Christian Grey.

Bagi yang penasaran dengan film ini apakah sesuai dengan bukunya silahkan menonton, tapi ingat umur kalian ya, sudah pantas apa belum. Walau nggak vulgar banget tetap saja film ini khusus dewasa. Jangan berharap lebih dengan adegan atau akting para pemainnya, untuk mengobati rasa penasaran aja :D

1 sayap untuk visualisasi Mr. Grey.


8 komentar:

  1. Balasan
    1. Memang khusus dewasa :)

      Hapus
    2. belum nonton filmnya karena belum dewasa #buangkatepe

      Hapus
  2. Iya bener nih, di bioskop indonesia kagak ditayangin... wah jadi penasaran pengin nonton

    BalasHapus
  3. woah. udah nonton aja :D

    BalasHapus
  4. jadi, jadi, ahem ahem uhuk nya nggak gitu greget? oke keluarin dari wishlist donlotan.. x)

    BalasHapus
  5. woahhh hihi aku punya versi uncensored-nya tapi belum berani nonton ;((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurutku sih nggak vulgar banget kok, masih agak disamarkan, paling Anna-nya aja yg polos :D

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...