Kamis, 15 Januari 2015

Inferno by Dan Brown | Book Review

Inferno - Neraka
Penulis: Dan Brown
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani
Desain cover: Maria Carella
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-7888-55-5
Cetakan IX, Juli 2014
644 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Tempat tergelap di neraka

dicadangkan bagi mereka

yang tetap bersikap netral di saat krisis moral.


Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos atas bantuan Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode-kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatik yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis—Inferno karya Dante. Ciptaan genetis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.

Sang master, Dan Brown, sekali lagi menunjukkan kegeniusannya mengolah sejarah, seni, kode, dan simbol dalam sebuah kisah yang tak terlupakan. Setelah Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol, Inferno kembali menegaskan kejayaan Dan Brown sebagai perajut kisah luar biasa.

Terbangun dalam keadaan amnesia, Robert Langdon mendapati dirinya berada di Florence, Italia, padahal terakhir yang diingat, dua hari yang lalu, dia sedang berjalan sendirian melintasi kampus Harvard menuju serangkaian kuliah sabtu malam. Langdon didiagnosis amnesia retrograde yang biasanya terjadi pada trauma kepala sehingga ingatan dalam beberapa hari kacau bahkan ada yang hilang. Tidak berselang lama setelah sadar, ada kegaduhan di rumah sakit tempat dia di rawat, ada seorang perempuan berambut duri yang tiba-tiba menembak dokter yang merawatnya, mencari Robert Langdon dan ingin membunuhnya.

Setelah dr. Marconi tewas, dr. Sienna Brooks, yang kebetulan sedang bertugas bersamaan langsung membawa sang profesor, sang sejarahwan seni dan simbolog dari Harvard University itu melarikan diri, Sienna membawa ke apartemennya. Di sana Sienna mengatakan kalau Langdon membawa sebuah benda, sebuah stempel silinder yang tersimpan di dalam tabung-bio, memiliki ukiran berbunyi Tujuh Dosa Besar (kesombongan, keserakahan, hawa nafsu, kecemburuan, kerakusan, kemarahan, dan kemalasan). Dan didalamnya lagi terdapat lukisan Map of Hell mahakarya Renaisans Italia, Sandro Botticelli.

Map of Hell terinspirasi dari karya besar Inferno. Inferno sendiri adalah bagian pertama dari tiga buku yang menyusun The Divine Comedy (Inferno, Purgatorio, Paradiso) karya Dante Alighieri (1265-1321), sastrawan dunia yang lahir di Florence, Italia. Divine Comedy adalah sebuah puisi epik 14.233 baris yang menggambarkan turunnya Dante secara brutal ke dunia bawah, perjalanan melewati penembusan, dan kedatangannya di surga. Dari ketiga buku tersebut, Inferno-lah yang paling banyak dibaca dan diingat, bercerita tentang hukuman di akhirat yang mengerikan. Visi neraka menurut Dante ini menginspirasi banyak seniman, salah satunya Botticelli, yang kemudian membuat Map of Hell, lukisan tersebut menggambarkan peta menuju neraka, neraka versi Dante..

Dari lukisan tersebut, Langdon menemukan klu demi klu yang akhirnya membawa dia ke dua hari sebelumnya, dua hari yang tidak dia ingat. Kenapa dia di Florence? Bagaimana dia bisa ke negara lain tanpa paspor? Kenapa ada orang yang memburunya? Ditemani si misterius dan jenius Sienna, Langdon mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Italia, misalnya saja; Palazzo Pitti,  melihat mural yang membentang di Hall of the Five Hundred - Palazzo Vecchio, The Baptistry of San Giovanni - tempat Dante dibaptis. Selain tempat-tempat besejarah di Florence, Italia, kita juga akan mengunjungi Venesia sampai Istanbul. Dan Brown mengajak pembaca keliling dunia.
"Nah, seperti yang Anda semua ketahui sebagai penulis, tidak ada yang lebih dihargai oleh penulis daripada pujian -semacam pujian satu baris dari seorang individu yang berpengaruh, yang dirancang agar orang-orang mau membeli karya Anda. Dan, di Abad Pertengahan, pujian semacam itu juga ada. Dan Dante mendapat beberapa di antaranya."
WOW, itulah kesan saya seusai membaca buku ini, buku yang tidak pernah saya pikirkan untuk dibaca. saya bukan penggemar cerita mystery atau thriller, tetapi saya sangat menikmati buku ini, walau butuh waktu yang lama dalam membangun mood dan menyelesaikannya. Dan Brown pintar menarik perhatian, kondisi di mana Robert Langdon amnesia membuat saya sangat penasaran akan apa yang terjadi sebelumnya sampai ingin cepat-cepat menyelesaikan cerita, walau klise, ternyata manjur juga.

Saya juga terkesima dengan cara bercerita Dan Brown, bisa dibilang konten cerita yang dia usung cukup berat, terlebih bagi saya yang awam akan sejarah seni dunia. Tetapi, Dan Brown, lewat tokoh rekaannya yang seorang profesor seni dan seorang simbolog, Robert Langdon seperti memberi kuliah yang mudah dipahami tentang karya termasyur Dante, bahkan latar belakang Dante sendiri. Yang awalnya tidak tahu menahu sama sekali akan Dante, pengetahuan saya bertambah. Selain itu penulis sangat detail, khususnya penggambaran setting cerita, pembaca seperti dibuat menyusuri harta karun, penuh teka teki, memang alur lambat yang dibutuhkan untuk menyempurnakan adegan demi adegan agar pembaca seperti mengikuti pertualangan Robert Langdon secara langsung, ikut penasaran dan ikut menebak. Menakjubkannya lagi ada banyak twist di buku ini, beberapa kali saya dibuat kecele oleh penulis. Banyak karakter yang 'menipu' dan saya salah menebak akan seksualitasnya Bertrand Zobrist, banyak sekali kejutan yang membuat saya tak habis pikir :D.

Terjemahannya bagus banget, salut deh bisa mentrasfer apa yang ada di pemikiran Dan Brown. Covernya juga kece, ada lukisan Dante yang terkenal. Oh ya sebagai saran, karena banyak tempat yang dikunjungi dan sejarah seni yang dibahas, bagi yang tidak tahu menahu seperti saya, sabar aja, jangan sedikit-sedikit mencari info sebenarnya, baca aja pelan-pelan, begitu selesai silahkan mencari semua fakta yang penulis sisipkan. Kalau sedikit-sedikit googling, percaya deh pasti bakalan bingung, selain itu merepotkan juga, keasyikan membaca jadi terganggu. Berikut beberapa gambar tempat yang menjadi setting cerita Inferno ini, jadi pengen ke sana deh :p

Palazzo Pitti

Palazzo Vecchio

Hagia Sophia, Istanbul

Ada yang suka banget dengan buku ini, ada juga yang sebaliknya. Kebanyakan menganggap karya terbaru Dan Brown ini tidak ada bedanya dengan sebelumnya, masih mengusung cerita 'diburu dan memburu', ada perempuan cantik yang menemani, mencampurkan cerita misteri dengan fakta sejarah dunia. Mungkin karena ini kali pertama saya membaca buku Dan Brown dan hanya sekali menonton film Da Vinci Code yang agak lupa gimana ceritanya, saya menganggap buku ini sangat bagus. Mencampuradukkan kisah misteri dengan fakta sejarah bisa dibilang adalah ciri khas dari Dan Brown, identitasnya di dunia penulisan, jadi ketika dia bertele-tele menceritakan sejarah seni yang ada di Florence, saya tidak terganggu sama sekali, saya begitu menikmatinya, justru itulah yang dibutuhkan pembaca untuk memahami cerita yang dia bangun secara pelan-pelan. Mungkin kalau penulis tidak sedetail ini saya hanya akan melongo tidak mengerti apa yang dia ceritakan. Selain itu, Bertrand Zobrist sangat terobsesi akan Dante, tidak heran kalau penulis sedikit banyak membahas tentang seniman tersebut, hal-hal yang berhubungan dengan dirinya, buku ini kan terispirasinya dari Dante juga. Tidak jauh beda dengan Botticelli yang membuat Map of Hell, Dan Brown membuat Inferno karena dia juga mengagumi Dante.

Bertrand Zobrist, seorang perekayasa genetika spesialis grem-line yang memiliki pemikiran sinting untuk mengatasi ledakan penduduk di masa depan. Zobrist menganggap kalau masalah overpopulasi ini tidak segera ditangani maka dunia akan seperti Inferno-nya Dante.
Nerakanya Dante bukanlah fiksi... itu ramalan!
Kesengsaraan yang luar biasa. Penderitaan yang menyiksa. Inilah gambaran hari esok.
Umat manusia, jika tidak terkendali, berfungsi seperti wabah, seperti kanker... jumlah kita meningkat pada setiap generasi hingga kenyamanan duniawi yang pernah menyehatkan hidup dan persaudaraan kita menyusut sampai habis... mengungkapkan monster-monster di dalam diri kita... yang bertempur hingga mati untuk memberi makan keturunan kita.
Inilah neraka sebilan-lingkaran Dante.
Inilah apa yang menanti.
Ketika masa depan datang menggilas, dipicu oleh perhitungan metematis Matlhus yang tak tergoyahkan, kita berdiri goyah di atas lingkaran pertama neraka... bersiap terjun lebih cepat daripada yang pernah kita bayangkan.
Bagi penggemar mystery dan sejarah dunia, wajib baca buku ini, bagi yang mudah penasaran wajib juga baca buku ini :p. Oh ya, buku ini akan difilmkan seperti buku Dan Brown yang lain, recananya sih akan rilis akhir tahun, masih dibintangi oleh Tom Hanks, kita tunggu aja ya semoga seseru bukunya :D

4 sayap untuk Dante.


8 komentar:

  1. Aku suka buku-bukunya Dan Brown xD buku-bukunya asik, ngaitin seni sama sejarah. Setuju banget sama kak sulis deh hehe
    Review ku ttg ini ngendap di laptop kak, entah kenapa masih kurang pd buat posting #curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dilanjutin biar aku bisa baca balik :)

      Hapus
  2. Ada juventus oyyy di buku ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hah? Sebelah mananya? Aku g merhatiin --"

      Hapus
  3. Aku udah baca semua bukunya Dan Brown, kecuali ini yang masih di timbunan dari tahun lalu x)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dibaca, seruuuuu, setelah baca ini jadi pengen baca yang lain :p

      Hapus
  4. Aaakkk.. Aku juga sempet skeptis di awal krn banyak yg bilang Inferno mbosenin, ternyata salah besaarrr.. Inferno malah menempati tempat kedua karya Dan Brown terfavorit versiku, setelah Angel and Demons ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woh, aku jadi tertarik baca Da Vinci Code sama Angel & Demons nih jadinya, katanya dua buku tersebut yang paling disuka pembaca :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...