Selasa, 20 Januari 2015

Alpha by Nathalia Theodora | Book Review

Alpha
Penulis: Nathalia Theodora
Penyunting: Dyah Utami
Perancang sampul: Fahmi Fauzi
Penerbit: Moka Media
ISBN: 979-795-944-9
Cetakan pertama, 2014
260 halaman
Buntelan dari @mokabuku
Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu. Ia adalah android. Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.
 
Selama ribuan tahun, suku Makaros dan suku Gruev bermusuhan dan saling berebut kekuasaan. Suku Gruev sangat ingin menguasai dunia sehingga tidak segan-segan menghancurkan yang menghalangi keinginan mereka. Suku Gruev yakin dapat menguasai dunia dengan menggunakan seekor monster raksasa yang tertidur dan menunggu dibangkitkan. Tentu saja suku Makaros tidak membiarkannya begitu saja.

Suku Makaros mempunyai kekuatan untuk tetap menidurkan monster tersebut, para Makary. Selama Makary masih hidup, maka moster tersebut akan tetap terbelenggu. Dalam setiap generasi lahir tiga belas orang Makary yang dipilih karena takdir, fungsi mereka sama semua yaitu mengunci monster suku Gruev agar tetap tertidur selama Waktu Kosong, yang muncul setiap delapan belas tahun setiap generasi. Dalam Waktu Kosong kemampuan suku Makaros untuk melahirkan para Makary menghilang dan suku Gruev mempunyai kesempatan untuk membangkitkan monster mereka. Maka selama delapan belas tahun lah para Makary bertugas sampai muncul Makary baru. Tugasnya sangatlah ringan, berusaha bertahan hidup.

Tentu saja kelemahan suku Makaros ini diketahuim oleh suku Gruev, mereka mengincar nyawa para Makary. Jumlah suku Gruev tidak sebanyak suku Makaros tetapi mereka pintar. Sang pemimpin suku, Profesor William, menciptakan para android untuk menambah jumlah mereka dan bertujuan melenyapkan suku Makaros. Ada dua jenis android; Red Android yang biasa disebut Alpha dan Blue Android, sang Beta. Para android ini memiliki fisik seperti manusia, diciptakan sempurna tanpa cela, tidak bisa membedakan apakah mereka manusia atau android. Yang paling berbahaya adalah Alpha, mereka memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari manusia, mereka diciptakan memiliki perasaan dan bisa berkembang. Sedangkan para Beta tak jauh berbeda dari robot biasa.

Ketika Hari Hutan, waktu di mana para Makary boleh meninggalkan tembok raksasa yang menjadi perlindungan selama ini, ditemani oleh para pengawal masing-masing untuk jalan-jalan di hutan, Violet, salah seorang Makary bertemu dengan salah satu Alpha. Antara bingung karena tidak bisa melawan android tersebut, Violet menyerahkan nyawanya, mempersilahkan Alpha tersebut untuk membunuh dirinya. Alih-alih membunuh, sang android malah menyuruh Violet pergi. Keesokan harinya ketika Violet kehilangan benda berharga, dia nekat kembali ke hutan sendirian lewat tembok rahasia yang diatemukan bersama sahabatnya yang lain, Debra, seorang Makary juga. Dia bertemu lagi dengan Jesse, nama dari android yang pernah mencoba membunuhnya. Sejak pertemuan kedua, ada lagi pertemuan-pertemuan berikutnya, membuat mereka dekat, membuat mereka saling jatuh cinta. Mereka melupakan kenyataan kalau seharusnya Jesse membunuh Violet.

Kelebihannya dulu ya :p. Saya suka covernya, mencerminkan isi cerita. Kemudian ide ceritanya juga keren, nggak mainstream banget, penulis juga sudah cukup bagus mengembangkan ide tersebut. Karakternya terbangun dengan baik, para pemeran pembantunya juga mempunyai porsi yang pas. Intinya, cerita di buku ini nggak kopong. Ada dua suku yang bermusuhan, dua orang dari masing-masing suku yang bermusuhan tersebut saling jatuh cinta. Menarik bukan?

Untuk karakter, saya cukup menyukai Jesse, saya suka bagian dia merasakan kebingungan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, dia tidak diprogram untuk jatuh cinta, dan ketika dia merasakan perasaan tersebut dia bingung menentukan apa yang seharusnya dia lakukan, di mana akhirnya dia lebih memilih mengikuti kata hatinya. Sayangnya, Jesse terlalu melow, dia kurang garang dan sadis, hehehe. Untuk Violet sendiri, dia termasuk perempuan yang tak kenal rasa takut, karakternya cukup menarik. Twist penghianat di buku ini boleh lah :D

Kekurangannya nggak banyak, hanya perlu lebih diperdalam lagi akan dunia ciptaaan penulis, setting waktu dan tempatnya nggak tertera, saya hanya bisa membayangkan satu kawasan yang tertutup di dalam hutan, yang dihuni oleh suku Makaros, kemudian di pinggir hutan tersebut hiduplah suku Gruev. Bagi saya, kalau ini menciptakan dunia dystopia atau dunia rekaan lainnya, yang paling penting adalah deskripsi lengkap akan dunia tersebut, sehingga pembaca tidak dibuat bingung dan bisa membayangkannya. Kedua adalah saya kurang sreg bagian di mana Violet bertemu pertama kali dengan Jesse dan ketika Jesse disetting ulang programnya sehingga tidak mengenali Violet lagi, terlalu kecepeten kalau menurut saya, sehingga adegan yang seharusnya dramatis malah berlalu begitu saja, alhasil chemistry yang mereka bangun kurang kuat. Deskripsi untuk masing-masing suku kurang lengkap, hanya dijelaskan kenapa mereka bermusuhan.

Well, semoga makin banyak karya anak negeri yang nggak kalah dengan produk luar. Buku ini recommended bagi penyuka cerita fantasy dan kisah cinta antara seorang pembunuh dan korbannya :p

3 sayap untuk Red Android.


5 komentar:

  1. settingnya campur-campur yah, sci fi iyah, fantasy iyah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. plot line star crossed lover gak pernah basi yah :D
      Tapi kalau gak ada sebab akibatnya musuhan jadinya kurang logis.

      Hapus
    2. Hahaha, iya, kalau cinta-cintaanya kayak gitu pasti banyak yg minat :p
      Iya, latar belakang suku di cerita ini kurang di eksplore, tapi lumayan lah :)

      Hapus
  2. Aaah. Formula novel-novel YA. :D
    Covernya lumayan oke menurutku. Kapan-kapan cari pinjeman ah. ((pinjeman))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku paling suka tubuhnya si cowok, dibikin seperti android, MokaMedia cukup oke menurutku untuk urusan cover :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...