Selasa, 27 Januari 2015

Across The Universe by Beth Revis | Book Review

Across The Universe - Melintasi Batas (Across The Universe #1)
Penulis: Beth Revis
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Editor: Ariyantri E. Tarman
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1187-6
Cetakan pertama, 2014
488 halaman
Harga: 83k (off 25% di @HobbyBuku)
Amy adalah remaja yang dibekukan secara kriogenik di dalam pesawat angkasa luar Godspeed. Dia dan kedua orangtuanya akan menuju planet baru, Bumi-Centauri, tiga ratus tahun di masa depan. Tetapi 50 tahun sebelum Godspeed dijadwalkan mendarat, ruang krio 42 dibuka secara misterius, dan Amy terbangun dari tidur bekunya.

Seseorang mencoba membunuhnya

Kini Amy terjebak di dalam pesawat itu. Seluruh penumpang Godspeed yang berjumlah 2.312 orang dikendalikan oleh Eldest, pemimpin yang otoriter dan menakutkan. Tetapi ada Elder, remaja pemberontak yang akan menjadi penerus Eldest. Elder terpesona pada Amy, sekaligus ingin membuktikan dirinya sanggup menjadi pemimpin.

Amy sangat ingin memercayai Elder. Tapi bisakah dia menaruh keyakinan pada anak lelaki ini, yang tidak pernah tahu kehidupan di luar dinding-dinding kapal yang dingin? Amy hanya tahu dia dan Elder harus segera mengungkap rahasia-rahasia Godspeed sebelum orang yang telah membangunkannya mencoba membunuhnya lagi.
Financial Resource Exchange, sebuah persekutuan multinasional mendanai serta menyediakan sumber daya bagi sekelompok ilmuan dan awak kapal militer terpilih untuk melakukan perjalanan melintasi alam semesta, penjelajahan antarbintang untuk pertama kalinya dalam misi mencari lebih banyak sumber daya alam, mencari penganti Bumi. Bumi sudah dianggap tidak layak untuk ditempati oleh manusia lagi. Para orang terpilih tersebut nantinya bertugas mengubah planet baru yang ditemukan NASA menjadi serupa Bumi. 

Orangtua Amy termasuk orang penting, ibunya adalah seorang ahli rekayasa Biologi dan ayahnya memiliki jabatan penting di militer, Amy hanya tambahan, dia bisa ikut dalam perjalanan ke luar angkasa karena orangtuanya tidak ingin mereka berpisah, walau sebelum proses pembekuan ayah Amy memberi kebebasan untuk ikut atau memilih tinggal di Bumi. Amy memilih dibekukan seperti kedua orangtuanya. Perjalanan ke planet baru, Bumi-Centauri, memakan waktu 300 tahun, oleh karena itu semua awak kapal dibekukan secara kriogenik, mereka ditidurkan di dalam sebuah peti, diberi nomor dan pesawat angkasa luar Godspeed akan mengantarkan ke tempat tujuan.

Godspeed sendiri tenyata juga memiliki kehidupan di dalamnya. Mereka tidak memiliki ras, mereka monoetnis, semua orang di pesawat memiliki warna kulit zaitun kelam, rambut dan mata berwarna cokelat. Emosi mereka dikontrol oleh obat-obatan sehingga tidak akan terjadi pemberontakan atau perkelahian, semua mematuhi peraturan. Ada musim untuk berkembang biak, perkawinan mereka sudah ditentukan. Ada juga hewan-hewan dan pertanian sebagai sumber makanan yang dikembangkan secara genetis. Mereka hidup layaknya manusia biasa, tetapi kehidupan yang hanya mereka tahu adalah kehidupan di dalam besi raksasa, mereka tidak pernah melihat bintang, tidak pernah menginjak tanah. 

Walau Godspeed dijalankan secara autopilot, tidak perlu dioperasikan, tetap ada pemimpin yang mengatur dan menjaga keberlangsungan hidup manusia di dalamnya, dia disebut Eldest. Eldest selalu ada tiap generasinya, mereka digolongan dalam dua generasi, generasi lebih muda yang berusia dua puluhan dan generasi tua yang berusia empat puluhan. Elder adalah calon Eldest dari generasi muda, seharusnya dia dilatih oleh Eldest sebelumnya, tetapi karena meninggal dia dilatih oleh Eldest tertua yang masih hidup, yang sangat keras, seorang diktator dan menakutkan. Elder tidak puas dengan latihan yang diberikan Eldest, banyak yang disembunyikan darinya. 

Elder berbeda dari yang lain, dia pemberontak dan selalu melakukan apa yang dia suka. Ketika berkelana di dalam pesawat dia menemukan sebuah tempat rahasia, tempat yang tidak terdata di dalam peta baru, tempat berisikan peti-peti bernomor. Ketika itulah dia menemukan ruang krio bernomor 42 terbuka secara misterius, seorang gadis muda yang amat cantik, berambut merah, bermata hijau dan sedang meregang nyawa. Dia dibangunkan dengan tidak semestinya, untung kedatangan Elder dan Doc tepat waktu kalau tidak, Amy tidak akan pernah bangun lagi. Masalahnya, Amy dibangunkan tidak pada waktunya, dia bangun 50 tahun lebih awal dari semestinya dan dia tidak bisa dibekukan lagi, dia menjadi lebih tua dari orangtuanya atau ketika orangtuanya terbangun dari tidur beku, Amy sudah meninggal. Amy merasa asing dan tidak diterima di pesawat, walau Elder dan Harley perkecualian, dia mencoba beradaptasi.

Selain itu, tidak berhenti di ruang krio nomor 42 saja, ada tiga kotak lagi yang tiba-tiba terbuka, satu selamat dan belum terlambat untuk dibekukan lagi. Tetapi dua meninggal dan harus dibuang ke luar angkasa. Ketiganya adalah orang penting, orang militer yang nantinya berperan penting dalam kehidupan di planet baru. Lalu, kenapa kotak Amy dibuka? Padahal dia bukan orang penting, dia hanya tambahan, kedua orangtuanya lah yang penting, kenapa ada orang yang mengincar nyawanya dan semua orang yang dibekukan?
"Aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku tidak tahu kalau akhirnya aku malah menghancurkan seluruh hidupmu."
Genre science fiction sepertinya lagi naik daun, hati-hati saja posisi dystopia akan sedikit tergeser :D. Dari segi tema tentu saja menarik sekali dan baru bagi saya, bisa dibilang ini pertama kali saya membaca buku yang berlatar luar angkasa, walau tema mencari planet baru pengganti bumi kedengarannya sudah usang. Diceritakan dari dua sudut pandang, Amy dan Elder, sambung menyambung, di awal alurnya cukup lambat tetapi makin kebelakang makin cepat kok. Kedua karakter menceritakan kehidupan mereka secara detail. Lewat Amy kita akan disuguhkan proses pembekuan yang cukup rumit dan mengerikan, tentang perasaanya ketika dia dibekukan tapi dia seperti tidak pernah tidur. Lewat Elder kita akan menjelajahi Godspeed, bagian Elder cukup seru karena semua hal penting di buku ini ada di porsinya. Tenang saja, selain menjelajah bersama Elder, buku ini dibekali denah pesawat Godspeed agar kita tidak tersesat kok :D.

Selain setting yang menarik, karakter yang diciptakan penulis juga cukup unik, masing-masing punya karakter yang khas, terlebih orang-orang yang hidup di Godspeed. Selain Elder, karakter yang saya suka adalah Harley, bagian dia merindukan bintang-bintang cukup mengharukan. Yah, walau bisa dibilang minim kisah cinta, bagian mencari siapa dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi di Godspeed cukup seru, malah membawa ke rahasia yang selama ini disembunyikan oleh Eldest. Walau saya sudah bisa menebak siapa dalangnya, tetapi twist satunya cukup mencengangkan dan romantis :p

Bisa dibilang penggambaran karakter, setting dan konfliknya cukup jelas -walau penyelesaiannya terlalu cepat, hanya saja masih ada yang menjadi pertanyaan di benak saya. Misalnya saja kondisi bumi yang tidak digambarkan secara detail, seperti apa sih Bumi-Centauri? Bagaimana caranya bisa ditemukan dan kenapa memerlukan waktu yang sangat lama ke sana? Bayangan saya sih kayak alasan waktu menonton Interstellar. Makanya, saya nggak sabar untuk baca lanjutannya :p

Bagi yang ingin mencicipi cerita di luar angkasa, coba deh baca buku ini, cukup menyegarkan akan maraknya cerita dystopia dan malaikat yang terbuang :D

3.5 sayap untuk Bumi-Surya, semoga aman-aman aja ya, saya masih cinta sama tempat kelahiranku ini :D


Series Across The Univers:
1. Across The Univers
2. A Million Suns
3. Shades of Earth

2 komentar:

  1. Aaah aku pengen baca ini dari dulu... Ini yang cover aslinya tiba-tiba berubah kan? Pengen beli tapi kalo semuanya udah terbit aja. Biar ga lupa dan bisa pollll bacanya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak tahu soal cover, yang jelas ketiga serienya covernya nggak mecing --" Lanjutannya akhir noverber ini katanya mau terbit kok, semoga yang ketiga cepet nyusul :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...