Senin, 24 November 2014

[Book Review] Cheeky Romance by Kim Eun Jeong

Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania
Penyunting: NyiBlo
Design Cover: COKROID ifulution@gmail.com
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-42-0
Cetakan kelima, November 2014
447 halaman
Buntelan dari @penerbitharu
Wanita yang tingkahnya tidak terduga, “si ibu hamil nasional”, vs laki-laki yang selalu dianggap sempurna,“si dokter nasional”.


Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syuting, muncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala

Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan.



Yoo Chae tidak menyangka ketika dia menemani sahabatnya, So Yeong untuk memeriksakan kandungan ke rumah sakit akan berakibat sial bagi kehidupan dan karirnya sebagai reporter TV. Yoo Chae sedang berusaha memperoleh acara tetap, ketika ada kesempatan bagus meliput masakan di sebuah restoran, tiba-tiba saja ada seorang lelaki memarahi dirinya, seharusnya dia tidak boleh makan makanan yang berbahaya bagi kandungannya, terlebih minum alkohol. Padahal acara tersebut disiarkan secara live, sontak insiden tersebut dilihat oleh semua warga Korea, Yoo Chae pun mendapat julukan Ibu Hamil Nasional.

Kesialan Yoo Chae tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah acara kuliner gagal dia dapatkan, dia dipindah tugaskan ke daerah terpencil, ke kantor cabang. Belum lagi pasca putus dari pacarnya yang berselingkuh dengan wanita di tempat kerjanya, Yoo Chae tidak sengaja mengunggah status hubungannya tersebut di jejaring sosial, memaki-maki mantan pacarnya sehingga menyebabkan kehebohan di kantor. Yoo Chae dianggap merusak nama baik reporter di tempat kerjanya.

Berkebalikan dengan Yoo Chae yang sial terus, Yoon Pyo malah menjadi terkenal dan menjadi idola dokter kandungan di rumah sakit dia bekerja, dia bahkan mendapatkan julukan Dokter Nasional. Dia memang terkenal tidak sabaran tetapi sangat peduli pada pasiennya, memperhatikan pasiennya sampai ke hal-hal yang sepele sekalipun, bahkan dia hapal hari keseratus atau ulang tahun bayi yang pernah ditolongnya. 

Gara-gara aksinya di TV yang menegur ibu hamil makan makanan yang buruk bagi kesehatan janin, citra bagian spesialis kandungan di rumah sakit Taejo jadi semakin membaik. Kepala rumah sakit pun mengalihkan tawaran dari sebuah stasiun TV untuk membuat acara dokumenter kedokteran, sekalian untuk mempromosikan rumah sakit yang awalnya akan difokuskan ke spesialis bedah ke spesialis kandungan, Yoon Pyo yang menjadi pemeran utama dan penanggung jawab acara tersebut dari pihak rumah sakit.

Tingkah polah Yoo Chae dianggap lucu oleh media dan dia menjadi semakin terkenal, apalagi julukannya sebagai Ibu Hamil Nasional. Atasannya pun melihat dampak kesialan Yoo Chae sebagai peluang untuk menaikkan rating acara. Dia pun dipindah tugaskan lagi menjadi reporter di sebuah rumah sakit untuk acara dokemunter kedokteran. Bisa ditebak, Yoo Chae dan Yoon Pyo bertemu lagi, keseruan kisah mereka baru saja dimulai :D
Zaman dulu, kalau seseorang ingin mengungkapkan kesalahan orang lain, maka dia harus berpikir lebih dari sepuluh kali. Tapi sekarang sepertinya orang langsung berkata begitu saja dan banyak orang yang tidak tahu bahwa ini adalah bentuk peringatan yang paling jujur.
Sepertinya Kim Eun Jeong memang piawai merangkai kisah romantic comedy, lewat buku So, I Married the Anti-fan saya dibuat mesam-mesem nggak karuan ketika baca, dibuku ketiganya yang sudah cetakan kelima ini, kesan sama saya dapatkan. Ceritanya sebenernya simple banget, semua berawal dari kesalah pahaman. Hanya mendengar percakapan sekilas Yoo Chae di telpon dan secara bersamaan dia berada di rumah sakit bagian kandungan, drama kehidupan mereka pun bergulir.

Buku ini tidak hanya berisi kisah cinta antara seorang reporter dan dokter kandungan, banyak bagian yang coba penulis paparkan lewat acara dekomenter kedokteran, banyak kisah baru bermunculan tanpa keluar jalur. Misalnya saja, lewat acara tersebut kita akan melihat realita sesungguhnya di rumah sakit, bagaimana dokter dan tenaga kesehatan lain berusaha keras untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, menghadapai keluarga yang komplain akan integritas mereka, banyak informasi seputar dunia kesehatan, khususnya bagian maternitas yang bisa kita dapatkan.
"Sekarang aku tidak bisa jika tidak ada kau. Aku adalah tujuan terakhir bagimu, dan kau adalah tujuan terakhir bagiku."
Selain itu penulis juga menyinggung keluarga Yoo Chae yang ramai dan mempunyai masalah bermacam-macam. Bibinya yang galak dan tidak menikah, ayahnya yang sigle parent, neneknya yang mengidap gejala alzheimer, adiknya yang berandalan tetapi mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Hubungan Yoon Pyo yang tidak baik dengan ibunya pun tidak luput dari perhatian penulis. Karakternya pun sebagain besar juga menyenangkan, Yoon Pyo yang tidak sabaran tetapi dia sangat perhatian dan juga sangat romantis, Yoo Chae sering bersikap konyol, blak-blakan, tanpa bisa diduga, perpaduan sifat mereka menjadikan cerita buku ini terasa humoris.

Salah satu adegan yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal adalah ketika Yoo Chae sedang kesusahan buang air besar, dia mengejan seperti orang yang ingin melahirkan, begitu bisa melampiaskannya, dia mendesar seperti orang yang kepuasan. Saat itulah Yoon Pyo mendengar desahan tersebut, dan menggangap kalau tetangganya di rental house tersebut adalah pusat prostitusi, hahahahaha. Ada juga bagian romantis yang saya suka, banyak malah, sebagai contoh saya kasih bosoran satu adegan saja ya :p
"Kau tahu tidak, kapan perempuan tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta?" Yoon Pyo bertanya sambil tersenyum.
"...Ya?"
Yoo Chae yang panik dan terkejut hendak membalikkan badannya. Namun tiba-tiba, Yoon Pyo kembali menangkap lengannya. Tatapan mata Yoon Pyo  di depan hidungnya itu seolah akan menelannya dan napas Yoo Chae terhenti dibuatnya.
"Saat mereka merajuk seperti anak kecil."
Seketika itu juga, rasanya wajah Yoo Chae memerah karena panik.
"Lalu, kau tahu kapan laki-laki sadar kalau dirinya sedang jatuh cinta?"
Yoon Pyo menatap mata Yoo Chae dalam-dalam. Yoo Chae tidak berkata apa-apa dan hanya berkedip sambil memandangi matanya yang semakin lama semakin mendekat itu.
"Saat laki-laki itu bertindak seperti orang bodoh karena ucapan perempuan itu."
Bahkan kisah cinta Yoo Chae dan Yoon Pyo melalui banyak ujian, mulai dari dokter Oh Hye Rong yang tidak menyukai dirinya dan sepertinya dia mempunyai hubungan dekat dengan Yoon Pyo. Yoo Chae sering dianggap sebagai orang kedua kalau Hye Rong tidak bisa menemani Yoon Pyo, membuatnya tidak yakin apakah Yoon Pyo benar-benar mencintainya. Donor sperma yang dilakukan sahabatnya, sampai masalah sakit perut yang ternyata berakibat serius menguji cinta Yoon Pyo untuk Yoo Chae.
"Yang paling penting adalah dirimu. Baru masalah anak. Di dunia ini, masih banyak cara untuk mendapatkan anak selain melahirkan secara langsung. Kalau ada laki-laki yang melepaskan wanita yang dia cintai hanya karena masalah ini, itu berarti dia bodoh. dan tentu saja aku ini bukan orang bodoh."
Bungkus Yoon Pyo satu dong? :p
Bagi penggemar korama dan romantic comedy, wajib baca buku ini. Bagi yang ingin mendapatkan keseruan di rumah sakit juga tidak boleh melewatkan yang satu ini.

4 sayap untuk Ibu Hamil dan Dokter Nasional.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...