Jumat, 10 Oktober 2014

[Book Review] Deep Rooted Tree #2 by Lee Jung-myung

Deep Rooted Tree #2
Penulis: Lee Jung-myung
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Agung Wulandana
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-11-1
Cetakan I, Maret 2014
412 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Chae Yoon akhirnya berhasil menguak rahasia besar dibalik kasus pembunuhan para cendekiawan Jiphyeonjeon. Sebuah rahasia yang dapat menjungkirbalikkan Negeri Joseon dan mengundang amarah Negeri Myeong. 


Chae Yoon yang berusaha menyelamatkan nyawa Yang Mulia Raja Sejong malah ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Namun sebelum ia dihukum, Chae Yoon masih sempat mengungkap siapa dalang pembunuhan yang sebenarnya. Di tengah ketidakberdayaannya, Chae Yoon teringat Dayang So Yi, wanita yang diam-diam ia cintai … Akankah Chae Yoon meninggalkan dunia ini tanpa sempat menyampaikan perasaannya? 



Temukan akhir yang mencengangkan dan mengharukan dari kisah dibalik pembuatan Hangul, aksara Korea yang saat ini kita kenal. Novel Deep Rooted Tree telah diangkat menjadi drama dan mendapat berbagai penghargaan (SBS Drama Awards) di tahun 2011, diantaranya Best Drama dan Best Actor.

Seperti yang saya utarakan di Deep Rooted Tree #1 buku ini kental sekali dengan aroma historical fictionnya. Bukti-bukti yang ditemukan Chae Yoon mulai menemui ujung permasalahan, dia mencurigai seseorang menyangkut kematian para cendekiawan Jiphyeonjeon. Pencarian Chae Yoon membawa dirinya ke sejarah lokasi-lokasi di istana, masa lalu perempuan misterius yang menggetarkan hatinya, si dayang bisu So Yi, sampai ke masa lalu Raja Sejong. Di buku inilah huruf Hangul tercipta dengan banyak korban yang memperjuangkanya untuk ada.

Chae Yoon punya asumsi kalau para cendekiawan tergabung dalam organisasi rahasia, melihat tato yang ada di tubuh mereka, mereka melakukan tugas rahasia yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Mereka meninggal berdasarkan prinsip lima elemen. Salah satu bukti terkuat adalah ditemukannya tato di setiap tubuh korban yang mengarah pada kotak rahasia. Cha Yoon tidak sengaja menemukan gambar kotak ajaib ketika sedang mempelajari aritmetika, gambar tersebut ada di buku mesum. Gambar kotak ajaib tersebut berisi angka yang melambangkan lima elemen. So Yi lah yang bisa mengungkapkan atau membaca isi dari kotak ajaib tersebut.
Ada dua motif jahat dalam tindak kriminal. Yang pertama adalah mengambil sesuatu yang diinginkan dari yang memiliki hal itu. Yang kedua adalah balas dendam kepada seseorang yang melakukan sesuatu yang semestinya tidak dilakukan.
Chae Yoon pun meminta sekali lagi kepada So Yi untuk mengisi kotak ajaib 3x3 yang dibuat Jang Seong Su (korban pertama) sebelum mati, dia berusaha sekuat tenaga untuk meghapus gambar tersebut tetapi jejak gambar tersebut masih tersisa. Jang Seong Su meninggal karena tahu arti dari gambar tersebut. So Yi pun luluh dengan kerja keras Chae Yoon, dia menuliskan sebuah simbol yang tidak Chae Yoon mengerti, So Yi menyuruhnya untuk menemui Seong Sam Moon. Simbol tersebut adalah simbol-simbol yang menjadi dasar tulisan baru. Simbol-simbol tersebut digabungkan untuk memperlihatkan wujud semua bunyi di dunia.
"Yang Mulia menciptakan aksara baru melalui prinsip Yin dan Yang, serta lima elemen. Aksara merupakan jiwa sebuah negara, wadah untuk menyimpan pengetahuan. Karenanya, aksara bisa membuat orang bodoh menjadi orang bijak dan membuat petani tidak punya pikiran menjadi orang intelek. Jika masyarakat kelas rendahan pun mengenal aksara, zaman yang damai akan tercipta karena semua orang bisa mempelajari ilmu pengetahuan dan ilmu alam yang tidak memiliki batas. Petani bisa meningkatkan hasil panen. Pandai besi bisa memperbaiki cara mengeraskan logam. Prajurut bisa mencatat taktik perang agar selalu menang di setiap perang."
Jika Jonseon mempunyai aksara baru -di mana sebelumnya menggunakan aksara Cina, Negeri Myeong tidak akan tinggal diam, sama saja dengan bentuk perlawanan terhadap Cina. Oleh karena itulah Yang Mulia mendirikan Jiphyeonjeon dan mengisinya dengan cendekiawan muda untuk meneliti aksara baru, beliau memberikan pendidikan rahasia kepada mereka. Tetapi tentu saja ada orang yang tidak setuju, ada orang yang tidak ingin ada perubahan, yang tidak ingin negaranya mempunyai bahasa sendiri, seseorang yang berpikiran kolot dan takut akan perubahan besar.

Aksara tersebut bernama Hunminjeonggeum. Raja Sejong beranggapan kalau aksara Cina tidak selaras dengan bahasa yang mereka gunakan, bahasa mereka berbeda dengan bahasa Cina. Sehingga rakyat menjadi bodoh karena ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak bisa menyampaikan maksudnya. Beliau pun menciptakan dua puluh delapan huruf, agar setiap orang bisa melafalkan bahasa mereka dengan mudah dan menuliskannya. Lokasi huruf tersebut sesuai dengan struktur mulut yang berfungsi mengeluarkan bunyi. Total huruf ada tiga puluh, huruf tersebut saling terkait dan bisa digabungkan untuk menuliskan seluruh suara di dunia.

Misteri masih saja ada, dari ketiga puluh huruf tersebut masih ada dua huruf yang belum diketahui, huruf-huruf tersebut juga menunjukan tiga puluh cendekiawan berdasarkan jurnal Kantor Pasukan Patroli Kerajaan, di mana berarti ada dua orang cendekiawan Jiphyeonjeon yang tidak diketahui siapa. Selain mencari pelaku sebenarnya pembunuhan berantai di istana, tugas Chae Yoon bertambah untuk menemukan siapa dua cendekiawan yang identitasnya masih rahasia.
"Dalam pertarungan ada yang berhenti ada yang bertarung sampai akhir. Perang Yang Mulia bukanlah pertarungan dengan mereka yang menolak. Itu adalah petarungan dengan zaman. Pertarungan untuk melepaskan cengkraman masa lalu di pergelangan kaki. Pertarungan dengan masa kini yang ingin mundur begitu saja asal tubuh terpuaskan. Ini adalah pertarungan untuk masa depan yang lebih baik."
Kalau di buku pertama saya suka dengan Garion, maka di buku ini saya terkesima akan sosok Raja Sejong. Saya suka dengan misi besarnya membawa Dinasti Joseon, yang sekarang kita kenal dengan Korea, mempunyai identitas sendiri, mempunyai bahasa dan aksara sendiri, menciptakan ilmu pengetahuan baru. Usahanya memang tidak mudah, dia harus mengorbankan orang yang disayanginya untuk membawa negara yang dia cintai ke peradaban baru, di mana ada saja yaang beranggapan kalau sesuatu yang baru tersebut dapat mengancurkan.

Dari segi cerita, buku ini adalah tipe buku yang harus dibaca dengan seksama, saya tidak bisa membacanya cepat-cepat karena bisa saja saya melewatkan rahasia atau pelaku yang sebenarnya, kita seperti diajak Chae Yoon untuk mengungkap kasus secara bersamaan. Kalau di buku pertama sejarah Hangul masih samar, di buku inilah penjelasan lengkapnya, mulai dari prinsip dasar pembuatan sampai letak huruf tersebut di mulut kita. Lebih kental intrik politik daripada misteri pembunuhan. Sama halnya dengan buku pertama, di buku ini masih disisipkan gambar lokasi istana dan ada catatan kaki yang berisi istilah Korea, di mana cukup menambah pengetahuan kita. Di bagian akhir ada lampiran tafsir Hunminjeongeum atau Hangul, saya tidak mengerti sama sekali, hahahahaha.


Untuk segi cover, saya suka banget! Tumben nih mizan buat cover kece :p Cover buku pertama dan kedua berkesinambungan, cuma warna saja yang membedakan, entah maksudnya apa, hehehehe. Dari segi terjemahannya buat saya tidak ada masalah, saya bisa mengerti dengan mudah. Hanya saja kelemahan saya membaca buku Korea-lit adalah saya kesusahan menghafal nama para tokoh, ini membuat saya bolak balik atau lama berpikir ketika memahami siapa yang dibicarakan. Dari segi typo saya rasa mulus.

Membaca buku ini saya jadi penasaran dengan serial drama televisinya, katanya lebih menyorot masa lalu Raja Sejong dan Chae Yoon. Buku ini benar-benar minim kisah cinta, fokusnya lebih ke sejarah. Dari segi cerita sangat menarik. Karena dengan membaca buku ini kita akan tahu dibalik kisah terbentuknya aksara Korea, di mana Raja Sejong membuat perubahan besar pada masa dirinya berkuasa yang akan mengubah Korea menjadi sekarang ini.

Buku ini benar-benar recomended bagi yang ngaku pecinta drama Korea, K-Pop atau apalah sebutannya. Bagi kamu yang menyukai genre thriller, misteri, historical fiction dan sastra asia.

3.5 sayap untuk Raja Sejong


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...