Kamis, 18 September 2014

[Book Review] Will You Marry Me? by Fatma Sudiastuty Ocataviani

Will You Marry Me?
Penulis: Fatma Sudiastuty Octaviani
Ilustrasi dan desain cover: eMTe
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 979-22-2699-0
Cetakan pertama, Februari 2007
208 halaman

Pernah nggak sih merasa sepi karena nggak punya pacar?Ini juga yang dialami Selma, gadis mungil yang penuh semangat. Boro-boro pacar, gebetan aja dia nggak punya. Meskipun begitu, dia nggak mau dong jadi benalu buat temannya yang pada mau nge-date. 


Tapi tahu-tahu pada suatu hari Tuhan ngasih surprise yang nggak bakal pernah dilupain Selma... seorang Prince Charming datang menjemput dan... MELAMARNYA. Padahal Selma sama sekali nggak kenal sama cowok bernama Nathan itu. Dan Nathan MELAMARNYA. Dan dia serius dengan ajakannya menikah itu.

Impian kebanyakan para gadis adalah bertemu pangeran berkuda putih yang membawa setangkai mawar dan adegan romantis lainnya. Selma tidak pernah menyangka kalau impiannya akan terkabul, bahkan sangat detail, sama persis dengan apa yang dituliskan di buku diary-nya dulu. Suatu sore, ketika Selma pulang sendirian, di mana dia tidak ingin mengganggu acara date sahabatnya Iren dan Bagas, ada suara asing yang memanggilnya. Selma ingat wejangan dari Bunda dan pembantunya kalau jangan mudah percaya kepada orang asing, Selma hanya mendengar suara orang yang memanggilnya, karena ketakutan dia pun langsung lari.

Cowok yang memanggilnya tadi ikut mengejar, sampai Selma jatuh dan kakinya terkilir, dia menyerah. Awalnya Selma mengira cowok tersebut adalah penguntit dan pemerkosa, bahkan cowok tersebut langsung melamarnya! Jelas Selma terkejut dan tak habis pikir, mereka saja baru pertama ketemu. Memang bukan langsung menikah, cowok tersebut meminta agar mereka pacaran dulu, menyelesaikan sekolah. Karena kaki Selma terkilir, cowok misterius yang bernama Nathan mengendong Selma sampai rumah dan membuat taruhan kalau dia bisa menaklukkan hati Bunda, maka Selma bersedia menjadi pacarnya.

Kejutan lain, Nathan tahu semua keluarga dan sahabat Selma, bahkan tanpa sepengetahuan Selma, Nathan sudah lama meminta ijin kepada Bunda kalau sebenarnya mereka pacaran tetapi backstreet. Niat baik dari Nathan itulah yang membuat hati Bunda luluh dan mempercayakan Selma padanya. Nathan tahu tentang Selma melebihi dirinya sendiri, tahu apa yang dia suka dan impikan, sebaliknya, Selma tidak tahu apa-apa tentang Nathan, hanya satu info yang dia dapatkan dari kakaknya Randy, kalau Nathan bersekolah di SMA Teitan Internasional, sekolah khusus kalangan elite.

Dengan bantuan Iren dan Bagas, Selma mulai menyelediki identitas Nathan, tindakanya tersebut malah membawa Selma berhadapan dengan Natasya, cewek paling populer di SMA Teitan dan mengaku kalau tunangannya Nathan.

Entah kenapa akhir-akhir ini minat baca saya kembali ke masa lalu, ingin bernostalgia, baca teenlit contohnya, padahal timbunan saya masih banyak. Saya ingat pertama kali baca buku ini, hahahahha, sinetron abis tapi sangat menghibur, mungkin karena tema yang diambil sangat mewakili impian para gadis semasa kecil dulu. Siapa sih yang nggak ingin dipuja sama pangeran tampan nan kaya raya? Meteor Garden deh pokoknya XD.

Kalau dilihat dari segi kekurangannya, banyak banget dan terkesan lebay, nggak perlu saya contohkan deh, hampir semuanya. Kelebihannya, penulis sanggup memikat pembaca di dua puluh halaman pertama, bikin penasaran dan ingin melanjutkan sampai selesai. Buku ini cukup tipis, sekali duduk saja selesai, coba penulis lebih mengeksplore karakter Nathan lagi, latar belakang keluarga contohnya, dijamin tambah seru, karena buat saya sosok Nathan masih sangat misterius, pengin baca masa lalunya yang kelam.

Buat yang ingin baca cerita yang mirip dengan impian kalian waktu kecil (cewek khususnya), buku ini bisa mewakili, dijamin pengin punya pacar kayak Nathan :p

3.5 sayap untuk Nathan yang romantis.

4 komentar:

  1. Hahaha. Aku juga kadang kayak gitu. Sudah tahu bukunya banyak kekurangan, tapi selama aku enjoy bacanya, ratingnya tetep dikasih bagus. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang kita baca karena nyari seneng bukannya malah mikir ini gimana seharusnya gimana, kalau bukunya menghibur, kenapa tidak? :))

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya, emang romantis kok bukunya :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...