Rabu, 17 September 2014

[Book Review] Good Fight by Christian Simamora


Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.



Puaskah kau dengan cinta seperti itu?

Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?


Berhentilah mengabaikanku.

Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.



Hanya aku—bukan dia.


Good Fight
Penulis: Christian Simamora
Editor: Gita Romadhona
Desain sampul: Jeffri Fernando
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-780-545-6
Cetakan pertama, 2012
514 halaman
Harga: 57k

Saya masih ingat dua pertanyaan yang ditanyakan salah satu followers GagasMedia ketika ada live tweet bersama Christian Simamora, pertanyaan tersebut adalah kenapa covernya bergambar kancing dan lensa? Dan kenapa judulnya Good Fight? Jawaban Christian Simamora secara garis besar adalah karena kedua tokoh utamanya bekerja dibidang fashion dan fotografer, cover tersebut mencerminkan pekerjaan mereka, sedangkan kenapa Good Fight? Karena kedua tokoh utama buku ini sama-sama loser dalam masalah cinta. Kali ini, Christian Simamora mengambil premis cerita benci jadi cinta dan memposisikan seorang selingkuhan sebagai pemeran utama.

Tere, dia adalah senior fashion editor di majalah Mascara, salah satu majalah fashion dan liferstyle untuk wanita perkotaan. Sedangkan Jethro Liem, adalah fotografer untuk majalah Manner dan Mascara, kalau Mascara untuk majalah wanita, Manner adalah majalah khusus pria metroseksual. Kedua majalah tersebut berdiri di bawah naungan Tiara Group, hanya berbeda lantai saja, sehingga tidak heran kalau Tere sering sekali bertemu dengan Jet, apalagi bekerja sama untuk membuat sebuah artikel. Masalahnya, Tere benci sekali dengan Jet, dia itu pengganggu, selalu saja usil mengoda dirinya, Jet adalah musuh besarnya.

Puncak kemarah Tere ketika Jet mencampuri hubungannya dengan Indra, pacar Tere di mana sudah bertunangan dengan orang lain. Jet tidak ingin Tere hanya diberi waktu sisa dari Indra, Tere selayaknya bahagia. Dia bukannya sok tahu dan sok baik, kenyataanya, Jet juga selingkuhan seorang wanita yang lebih tua darinya, seorang istri di mana suaminya sedang merengang nyawa. Mereka berdua memang mengenaskan.

Dari saling jujur itulah kedekatan mereka mulai terjalin, walau kadang masih bermusuhan, mereka mengerti perasaan satu sama lain, Jet sangat terlihat kalau dia ada perasaan untuk Tere, sedangkan Tere tidak bisa melupakan Indra walau kini hatinya terbagi dengan Jet, cowok nyebelin tapi perhatian setengah mati padanya. Mereka berdua capek merebut kebahagiaan orang lain, mereka berdua ingin mempunyai kebahagiaan sendiri.

"Ya, mau gimana juga, Re. Posisi orang ketiga kan emang selalu dianggep miring. Lo dan gue emang nggak ngarep buat dibela, cuman kalau makin dipojokkan pula sama orang-orang setelah semua rasa bersalah yang menumpuk di dada, ah, nggak sanggup aja gue ngedepinnya."
FYI, Good Fight adalah novel dari Christian Simamora paling favorit dan paling tebal, puas banget bacanya :). Selain itu, kisah buku ini juga yang paling pelik dari semua cerita mainstream yang ChrisMor pernah angkat. Pertama adalah status selingkuhan, di mana-mana, di kehidupan nyata pun posisi ini adalah yang selalu disalahkan dan di cap sebagai penghancur kebahagiaan pasangan lain, ChrisMor memberi gambaran kalau sebenarnya yang salah bukan hanya dari pihak si selingkuhan tetapi yang mau dan tetap saja ingin menjalin hubungan dengan si selingkuhan. Jadi selingkuhan itu nggak enak kok, Tete menceritakan kisah hidupnya dengan detail, di mana hanya 'waktu sisa' yang dia dapat, tidak bisa setiap waktu bisa berhubungan, selalu menjadi yang kesekian, tidak pernah menjadi prioritas.

sumber: dari reviewnya bang ChrisMor di goodreads :p

Tema kedua adalah benci jadi cinta, salah satu tema mainstream favorit saya, nggak akan ada bosannya kalau nemu cerita yang seperti ini, hahahaha. Saya suka interaksi Tere dan Jet, saling ejek dan nyindirnya lucu banget, chemistry mereka berdua sangat terasa ketika 'pura-pura benci' :D. Oh ya, karakter Jethro adalah karakter #jboyfriend favorit saya, akkkkk pengen deh dipeluk Jet dari belakang, tato tribalnya nggak nguatin :p. Selebihnya masih seperti gayanya ChrisMor, banyak bahasa gaul yang bertebaran tapi nggak separah buku-buku selanjutnya (buku ini adalah seri #jboyfriend no.2 ) kok, sahabat-sahabat yang care dan pasangan homoseksual.

Seperti kebanyakan novel ChrisMor yang lain, hampir semuanya belabel dewasa, buku ini cukup banyak adegan uhuk-uhuk yang butuh kipas, jadi buat yang belum dewasa nggak boleh baca buku ini ya :D. Saya kasih 3 kipas buat interaksi Jet dan Tere yang cukup hot.

Buku ini baru saja cetak ulang, covernya pun diseragamkan dengan seri #jboyfriend di mana cowok-cowok hot yang jadi modelnya, ada bonus paperdoll juga, jadi pengen punya lagi nih, huhuhu, walaupun cover yang ini pun juga nggak kalah cakep, tapi kan, biar seragam juga di rak buku saya *cari buntelan* *nyengir*

Buat yang suka cerita happy ending dan sedikit dewasa, buku ini wajib dikoleksi :D

5 sayap untuk si seksi Jet :p


4 komentar:

  1. Aku sampe sekarang belum pernah baca karyanya chrismor mbak. Kadang penasaran, tapi tiap mau beli kok selalu enggan gara2 inget banyaknya komentar ttg tema yg 'mainstream'.
    Mau cari pinjeman aja aah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walau mainstream tetap asik untuk diikuti, kok, cuman ya agak dewasa :)
      Sebenernya pun nggak ada yang baru di dunia romance, yang membuat beda adalah gimana penulis meramunya, dalam hal ini ChrisMor nggak usah diragukan lagi :)

      Hapus
  2. Kalo aku, buku ini nomor 2. Nomor satu-nya teteup Pillow Talk. :">

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita kebalikan kang, kalau aku Pillow Talk no. 2 :))

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...