Kamis, 04 September 2014

[Book Review] Cewek!!! by Esti Kinasih

Cewek!!!
Penulis: Esti Kinasih
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 979-22-1515-8
Cetakan pertama, Agustus 2005
424 halaman
Milik pribadi (lupa harganya :p)

Susah deh kalo punya cowok pencinta alam. Malam Minggu tetep aja ngejomblo, soalnya mereka lebih memilih ngapelin gunung daripada ngapelin pacar!


Coba aja tanya pada Langen, Fani, dan Febi. Langen si keras kepala, pendukung emansipasi. Fani yang manis sebenarnya berjiwa pemberontak. Dan Febi yang ayu, masih berdarah ningrat. Apesnya, ketiganya berpacaran dengan tiga cowok gunung di kampus mereka.


Langen dan Rei jadian karena cinta, tapi lama-lama sering ribut. Fani pacaran dengan Bima karena terpaksa, lebih banyak ributnya daripada mesranya. Sedangkan hubungan Febi dan Rangga adem ayem aja.
Masalahnya: Rei, Bima, dan Rangga, tak pernah mengajak cewek mereka naik gunung, tapi bersedia jadi bodyguard Stella yang supergenit dan Josephine yang berbodi yahud. Jelas Langen jadi "gerah" dicuekin Rei.

Akhirnya, Langen cs menantang Rei cs kebut gunung alias dulu-duluan sampe puncak! Berhasil? Wah, emangnya cuma cowok yang jagoan? Tul, nggak?

Siapa bilang mendaki gunung hanya untuk cowok? Sekarang bukan jamannya lagi kegiatan yang memicu adrenalin hanya bisa dilakukan oleh para cowok, cewek pun mampu kok. Langen menganggap Rei tidak adil pada hubungan mereka, sebagian besar waktunya dia habiskan untuk kegiatan pecinta alam, sama sekali tidak ingin melibatkan dirinya, bercerita pun jarang, malam minggu selalu absen diganti malam jumat, emang Langen itu kunti apa? Bagi Rei, gunung itu bukan untuk cewek, sarat akan bahaya, cukup diam di rumah saja. Tetapi, kenapa setiap Maranon (nama klub pecinta alam di kampus mereka) mengadakan acara pasti ada Stella, si cewek centil yang sudah terkenal reputasinya penggoda cowok? Kenapa malah pacar sendiri dijauhkan dari hobi sang pacar? Langen tidak terima, sebagai penggemar berat ibu RA Kartini, jiwanya sebagai pembela harkat dejarat seorang wanita tersentil. Terlebih, Rei akan melakukan maraton naik gunung yang da di pulau jawa, itu berarti waktu untuk mereka akan sangat berkurang karena tentu Rei harus mempersiapkan fisik.

Langen pun mengajak Fani, sahabatnya sejak SMA, pacar dari Bima -sahabat Rei sejak bayi- untuk memprotes atau menunjukkan kalau meeka juga mampu. Langen juga mengajak Febi, pacar dari Rangga, new comer dalam pertemanan Rei-Bima untuk bergabung, karena Langen takut Febi akan membocorkan rencananya, melihat Febi orangnya sangat kolot, memang sudah tercermin di darah birunya yang keturunan keraton, dia orangnya sopan, jujur dan tidak neko-neko, berbanding terbalik dengan Langen yang meledak-ledak, susah diatur. Tidak mudah mengajak Febi, Langen sampe harus meminta bantuan teman SMA-nya.

Rencananya, Langen akan menantang Rei cs untuk kebut gunung atau dulu-duluan sampai ke puncak dengannya. Bagaimana bisa? Langen tidak pernah mendaki gunung sebelumnya, apalagi Febi yang lemah banget. Langen sudah memikirkannya dengan matang, dia tidak akan kalah dari Rei. Dia ingin menunjukkan kepada Rei kalau dia juga bisa. Bukan cowok aja yang bisa.

Saya sudah baca ulang novel ini entah ke berapa kali, salah satu teenlit favorit sepanjang masa. FYI, novel Esti Kinasih adalah novel pertama yang menyebabkan saya menggandrungi dunia buku, sebelumnya saya pembaca komik. Gara-gara baca novel pertama penulis, saya beralih bacaan, yang mulanya suka banget baca komik berganti ke novel. Dulu inget banget, gara-gara teman cerita tentang novel pertamanya yang berjudul Fairish, saya meminta kakak untuk membelikannya, langsung suka dan berlanjut ke teenlit lain. Bahkan novel Fairish saya sempat hilang karena dipinjam teman kakak, dan dia lupa siapa yang pinjam. Akhirnya dibeliin lagi deh. Sejak itu saya selalu menantikan karya-karya dari Esti Kinasih.

Pemeran utama buku ini adalah tiga pasangan; Langen - Rei, Fani - Bima, dan Febi - Rangga. Rei cs kuliah di jurusan perminyakan sedangkan Langen cs kalau nggak salah sih akutansi. Mereka sama-sama satu kampus. Sejarah hubungan mereka tidak dijelaskan dengan lengkap, hanya Fani-Bima saja yang cukup lengkap karena dari ketiga pasangan tersebut memang hubungan merekalah yang bermasalah. Fani sebenarnya nggak suka dengan Bima, Bima terkenal playboy dan mematahkan hati para mantannya, tampang dia juga cadas, brewokan, mukanya ada codet, rambut gondrong dan banyak bulunya, pokoknya khas anak gunung deh yang penampilannya sembarangan. Fani suka memanggil dia dengan sebutan gendruwo. Fani terpaksa menerima hubungannya dengan Bima karena Bima mengganggap Fani menjadi orang ketika hubungan Langen-Rei karena dia sering nempel Langen jadi membuat Rei tidak nyaman, itu sih alasan Bima. Bima juga orangnya nekat dan Fani takut menolaknya, jadinya yah, walau status mereka pacar, Fani kalau bisa jauh-jauh dari Bima.

Hubungan Febi sendiri tidak ada masalah dengan Rangga, dia cewek penurut jadi jarang komplen. Hubungan Langen - Rei lah yang menjadi fokus utama, karena gara-gara Rei sering cabut pas malam minggu, Langen nggak terima dan menunjukkan protes. Fani selalu ikut atau searah dengan Langen, dia mendukung aja. Dia juga ingin mengalahkan Bima agar dia nggak macam-macam dengannya. Dari ketiga pasangan tersebut, favorit saya adalah Langen - Rei. Saya emang suka banget sama Rei, dulu pengen banget ada satu lanjutan lagi yang membahas hubungan Lengen - Rei di buku ketiga, karena buku kedua lebih menyorot hubungan Fani -Bima dan sangat emosional sekali, saya ingin merasakan juga pada hubungan Langen - Rei. Walau fokus hubungannya memang Langen tetapi banyak detail tentang Fani, jadi saya merasa kurang. Saya penasaran dengan kakak-kakak Lengan, pengen deh ada cerita tersendiri tentang mereka :p

Buku ini tidak membahas romantisme, tetapi berbau petualangan, karena settingnya sebagian besar memang di gunung. Lewat persiapan yang dilakukan Langen kita jadi tahu juga apa sih yang dibutuhkan ketika ingin mendaki gunung, yang pasti fisik dan sumber tenaga, misalnya makanan. Saya sangat menikmati buku ini karena seru, seseru Rei kalau naik gunung, hehehehe. Banyak banget adegan lucu, penasaran, deg-degan dan kadang romantis, campur aduk jadi satu. Bahkan, untuk ukuran teenlit, buku ini sangat tebal, mungkin yang paling tebal malah, tapi saya tidak pernah bosan, nggak akan kerasa kalau tiba-tiba udah ending dan pengin nagih lagi. Iya, buat saya masih kurang tebal XD

Btw, saya pernah mencoba sekali ikut mendaki gunung, dan kapok, itu aja nggak sampe puncak karena saya tumbang di pos pertama. IYA, BARU POS PERTAMA. Udah cukup deh ngerasain sekali aja, padahal pengen banget sampe ke puncak. Mungkin harus ada orang kayak Rei dulu kali ya baru saya ikut lagi #eaaaaa

Yang ingin membaca teenlit yang seru banget, coba deh baca Cewek!!! Dijamin bikin nagih.

4.5 sayap untuk Rei yang ganteng :p


2 komentar:

  1. Nah kan itu lah hebatnya cewek.. Kalo marah gunungpun bisa di daki hehehehe :D

    BalasHapus
  2. wahh, mampir ke book reviewku juga yuk.. mohon komentarnya:) http://magicalsalma.blogspot.com/2014/07/sharing-your-moment-with-twiries-apa.html?showComment=1409822173118#c410178097570149903

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...