Jumat, 08 Agustus 2014

[Book Review] Amy and Roger's Epic Detour by Morgan Matson

Amy and Roger's Epic Detour (Perjalanan Panjang)
Penulis: Morgan Matson
Penerjemah: Nina Andiana
Desain sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0470-0
Cetakan pertama, Juni 2014
480 halaman
Available at www.getscoop.com

Ayah Amy baru-baru ini meninggal karena kecelakaan mobil. Ibunya memutuskan pindah jauh untuk memulai hidup baru. Dan Amy harus menyusul ibunya dengan naik mobil... ditemani Roger.


Ia sebetulnya tak terlalu bersemangat, karena harus melakukan perjalanan panjang dengan cowok yang sudah bertahun-tahun tidak ditemuinya tersebut.



Perjalanan ini mungkin terasa canggung––terutama karena persahabatan mereka lantas berkembang ke arah baru. Tetapi, bersama-sama, Amy dan Roger akan menemukan jalan-jalan baru untuk melanjutkan hidup.




"Bacaan musim panas nyaris sempurna yang akan membuat pembacanya mendambakan perjalanan dan kisah cinta."
–– Publishers Weekly; Starred Review


RUTE
Awal: Raven Rock, California
Malam Pertama: Gallup, New Mexico
Malam Kedua: Tulsa, Oklahoma
Malam Ketiga: Terre Haute, Indiana
Malam Keempat: Akron, Ohio
Akhir: Stanwich, Connecticut

Tiga bulan sebelumnya, Amy Curry mempunyai kehidupan yang cukup menyenangkan. Tinggal di daerah pinggiran Los Angeles, tepatnya di Raven Rock bersama kedua orangtuanya yang seorang dosen. Ayahnya adalah dosen sejarah sedangkan ibunya dosen bahasa Inggris. saudara kembarnya, Charlie, yang sering sekali teler tetapi mempunyai kecerdasan yang mengagumkan. Berkencan dengan anak kuliahan Michael Young, mempunyai sahabat walau sekarang sudah pindah ke Florida, Julia. Dan Amy sendiri akhirnya mendapatkan peran utama di drama sekolah yang dia ikuti. Semuanya tampak normal dan sempurna, sampai kejadian naas yang menimpa keluarganya. Ibunya memutuskan untuk pindah ke Conneticut, memulai kehidupan baru dan menjual rumah mereka, kenangan mereka.

Ibu Amy pergi terlebih dahulu ke Connecticut dengan dalih mengejar kelas musim panas, saudaranya Charlie dikirim ke North Carolina untuk menjalani rehabilitasi. Rencananya Amy akan menyusul ibunya setelah menyesesaikan tahun ajaran dengan mengendarai mobil Jeep Liberty warna merah milik ibunya. Masalahnya, Amy tidak bisa menyetir, lebih tepatnya tidak mau menyetir. Ibu Amy meminta putra dari temannya untuk menyetir, dia juga membuatkan rute perjalanan dari Raven Rock ke Conneticut yang memakan waktu empat hari saja, seharusnya.
Kamarku seolah  berubah jadi penginggat akan hidupku SEBELUMNYA. Dan aku masih tidak percaya segala hal dalam hidupku telah berubah, bahwa hidupku bisa saja berganti jadi periode SETELAHNYA, meski semua gambar di dinding kamar dan semua sampah di belakang lemariku tetap sama.
Roger Sullivan, si pemain Sput, hanya itu yang diingat Amy, waktu kecil mereka memang pernah bermain bersama tetapi karena tidak pernah bertemu lagi ingatan Amy tentang Roger menjadi samar, yang jelas Roger yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu, sekarang dia benar-benar keren. Roger sendiri bersedia membantu Amy menyetir sampai Connecticut karena dia juga akan menemui ayahnya di Philadelpia, di mana lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat ibunya Amy tinggal. Awalnya mereka akan mengikuti rute yang sudah dibuat, berhenti di kota yang sudah ditentukan dan menginap di hotel yang sudah dipesan oleh ibunya Amy. Di sela-sela obrolan dan saling berbagi camilan, Roger bertanya kepada Amy apakah dia pernah mengikuti road trip? Roger berpendapat kalau perjalanan mereka akan menjadi sebuah perjalanan road trip yang sesungguhnya, melihat tempat-tempat yang lebih menarik, memilih rute sendiri.
Aku memikirkan apa yang baru saja kubaca dalam buku ayahku. Tentang pergi dan menyetir tanpa rencana, dan bahwa kau hanya bisa melakukannya saat masih muda.
Amy ingin mempunyai rencana perjalanan sendiri, tidak ingin semua apa yang dilakukannya harus didekte oleh ibunya, dan dia ingin mendokumentasikan, membuat kenangan baru. Toh tidak ada salahnya mengambil rute yang berbeda asalkan sampai ditempat tujuan hanya dalam waktu empat hari seperti yang ibunya rencanakan. Roger punya cara agar perjalanan mereka tepat waktu walau pergi ke tempat-tempat lain. Amy menyadari kalau ibunya tahu tentang pengalihan rute ini dia pasti akan marah besar, apa yang dilakukannya ini lebih mirip dengan sifat Charlie, tapi dia hanya punya satu kesempatan, bermodal empat ratus dolar di sakunya, Amy ingin sekali ini saja bisa membeli kebebasannya.
"Jadi, kalau ini benar-benar akan jadi road trip," katanya, mundur dari parkiran dan mengarah ke pintu keluar, "kita perlu membeli beberapa keperluan esensial road trip."
"Misalnya bensin?"
"Bukan," katanya. "Yah, ya," ia mengoreksi, menunduk ke arah meteran bensin. "Tetapi ada dua hal yang amat sangat diperlukan jika kau akan memulai road trip."
"Apa itu?"
Roger tersenyum padaku selagi mobil berhenti di lampu merah."Camilan dan lagu," katanya. "Meskipun tidak harus dalam urutan itu."
Petualangan mereka tidak sama seperti jalan bebas hambatan, ada kalanya melalui tikungan tajam dan berkelok. Setiap tempat yang mereka kunjungi meninggalkan kesan yang mendalam, pun dengan orang-orang yang ditemui. Destinasi pertama adalah Taman Nasional Yosemite, selain menginap mereka juga hiking bersama, ada pemberitahuan kalau harus hati-hati menyimpan barang karena siapa tahu dimakan Beruang. Kemudian melewati Highway 50, yang mempunyai julukan Jalanan Paling Sepi di Amerika, mereka harus menempuh berkilo-kilometer perjalanan dalam suasana sepi sampai akhirnya bertemu dengan kota Eureka, kota superkecil, kota paling bersahabat di Jalanan Paling Sepi di Nevada. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Colorado, mereka beristirahat di Delta, kota pertama di Utah pada Highway 50, mereka menginap di hotel dengan menyamar sebagai pasangan suami istri yang membatalkan pesanan -yang untungnya belum dipesan orang lain, karena kamar penuh mereka terpaksa mengaku sebagai pasangan tersebut dan menginap di suite bulan madu.
"Mengucapkan selamat tinggal bisa dibilang merupakan undangan untuk tidak bertemu orang itu lagi.  Itu artinya membuatnya tidak apa-apa meskipun itu percakapan terakhirmu dengan orang tersebut. Jadi kalau kau tidak mengatakannya -kalau kau membiarkan percakapan itu terbuka- itu artinya kau bakalan bertemu mereka lagi."
"Don Quixote tidak pernah menemukan Dulcinea-nya, bukan? Dia tidak menemukannya. Terkadang hanya ada perbedaan tipis antara perjalanan seorang kesatria dan pekerjaan sia-sia."
Ketika sampai di Colorado Springs, ternyata ada alasan kenapa Roger mengajak Amy untuk mengambil rute yang berbeda, Roger mendengar kalau mantan pacarnya ada di sana, dia ingin menemui Hadley, yang meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Dia ingin tahu apa yang salah dengan hubungan mereka, kenapa Hadley tiba-tiba menghindarinya? Mereka menginap di Asrama Internasional, salah satu teman Roger yang gila belanja sedikit menyadarkan Amy akan pilihan hidupnya yang dia ambil pasca kecelakaan naas yang menimpanya yaitu memilih menutup diri akan dunia luar, menampilkan apa yang bukan dirinya sebenarnya.

Setelah tahu kalau Hadley tidak ada di Colorado melainkan di rumahnya, Kentucky, Amy tahu Roger ingin sekali pergi ke sana, berarti perjalanan mereka akan berubah lagi, rute yang diambil semakin jauh dari Connecticut. Mereka harus melewati Kansas-Missouri-Illinois-Indiana, sampai akhirnya Kentucky. Selain Roger yang mempunyai tujuan tertentu dalam perjalanan mereka, Amy pun akhirnya ingin sekalian mengunjunggi beberapa tempat yang sangat berarti baginya, yang pertama adalah ke negara bagian Tennessee. Dia ingin ke Memphis untuk melihat Graceland, wilayah Elvis Presley, sebuah tempat yang dulu ingin dikunjungi dia, ayahnya dan Charlie. Kedua adalah negara bagian North Carolina, di Asheville, Amy ingin bertemu dengan Charlie, dia ingin menyelesaikan masalah yang selama ini mengganjal hubungan mereka.
"Ini rumahmu, man. Kau harus bangga pada rumahmu. Kau adalah asalmu. Kalau tidak, kau akan selalu tersesat."
...
"Tapi, bagaimana kalau rumahmu hilang?"
...
"Kurasa, kalau begitu, rumahmu adalah orang-orang yang tinggal di dalamnya," kata Drew. "Keluargamu."
"Tapi bagaimana kalau mereka juga hilang?" tanyaku, memandang lurus ke depan ke arah rerumputan hijau, bukan pada Drew atau Roger, memaksa diriku mengucapkannya, menjaga suaraku tetap tenang. "Maksudku, bagaimana kalau keluargamu juga tidak ada?" Drew memandangku sekilas, dan aku melihat rasa terkejut serta sedikit rasa iba di wajahnya.
"Kalau begitu, kurasa kau harus membuat rumah baru," ujarnya. "Benar, kan? Kau menemukan hal lain yang terasa seperti rumah."
"Kau tahu apa yang biasa dikatakan nenekku?"
"Tidak ada tempat senyaman rumah?" tanyaku, sekali lagi berusaha tersenyum, yang lebih tidak gemetar dari yang pertama.
"Bukan," katanya, masih tampak serius, masih memegangi ujung CD. "Besok akan lebih  baik."
"Bagaimana kalau tidak?" tanyaku.
Walcott tersenyum dan melepaskan CD itu. "Kalau begitu, kau mengatakannya lagi besok. Karena itu mungkin terjadi. Kau tak pernah tahu, kan? Di satu titik, besok pasti akan lebih baik."
Perjalanan yang seharusnya memakan waktu hanya empat hari saja menjadi berhari-hari. Perjalanan yang tak terencana tersebut membuka mata Amy, dia melihat Amerika, yang sebelumnya tak pernah dia bayangkan sama sekali, seumur hidup dia tidak pernah keluar dari California. Dia mengingat kembali kenangan bersama keluarganya, bersama ayahnya dan Charlie, apa yang menyatukan mereka sampai akhirnya hancur. Lewat orang-orang yang baru dikenalnya, Amy mencoba memaafkan diri sendiri, melenyapkan ketakutan terbesar, membuat kenangan baru bersama orang yang tidak dikenalnya. Tanpa mereka sadari, perjalanan yang berdalih pengalihan rute tersebut membuka hati mereka masing-masing, menemukan tujuan yang sebenarnya.

Biasanya, sebuah buku travelling lebih menekankan pada akhirnya, apa saja yang ada di sana atau tempat yang akan dituju, sedangkan buku ini lebih menekankan pada perjalanannya, prosesnya. Dan saya lebih cocok dengan model road trip seperti ini, berbeda tipis memang. Saya merasakan nikmatnya perjalanan yang diperpanjang, tanpa tujuan yang jelas, tak terencana. Banyak pengetahuan baru yang bisa kita dapatkan, baik melalui orang asing yang tak sengaja kita temui atau tempat-tempat eksotis yang tak sengaja kita kunjungi, menikmati alunan lagu favorit ditemani camilan, menyusuri jalanan berkilo-kilo meter. Seperti kata Morgan Matson dalam Seni Jalan-Jalan dibagian akhir, "Karena itulah istimewanya jalan-jalan -bahkan saat kaupikir kau sudah tahu akan ke mana, perjalanan itu selalu punya cara untuk mengubahmu."

Bisa dibilang buku ini semi non fiksi atau cerita fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata, melihat penulis benar-benar melakukan perjalanan yang dilakukan oleh Amy dan Roger, bedanya rute penulis berkebalikan dengan Amy dan Roger, yaitu dari Conneticut menuju California. Penulis juga menyisipkan berbagai foto tentang tempat yang sudah dikunjunginya; misalnya saja Haighway 50, Hotel Brown, Yosemide, bahkan mobil yang dikendarai pun sama. Selain itu penulis juga menunjukkan struk makanan yang dibeli Amy dan Roger di minimarket setiap kali mereka berhenti beristirahat atau makan. Semua detail yang ditunjukkan penulis membuat novel ini benar-benar realistis. Lewat buku ini kita juga akan mendapatkan informasi tentang negara-negara bagian di Amerika, karena setiap singgah, Amy menuliskan detail negara bagian tersebut. Misalnya saja; julukan yang dimiliki, moto, besarnya wilayah, fakta-fakta tentang negara bagian tersebut sampai tambahan catatan dari kacamata Amy (atau penulis) sendiri.

Kelebihan buku ini menurut saya adalah kepiawaian penulis dalam mendiskrisikan baik karakter ataupun setting secara detail. Saya bisa merasakan putus asa-nya Roger ketika tidak kunjung menemukan Hadley, merasa bersalah-nya Amy akan perbuatan yang dianggapnya kesalahan terbesar, merasa sendiri, merasa ditinggalkan oleh ibunya dan tidak diperhatikan Charlie. Merasakan asiknya bertemu dengan teman-teman Roger yang unik dan menyenangkan, mereka sungguh menginspirasi. Emosi yang penulis bangun lewat karakter yang dia ciptakan dan konflik yang dihadapi mereka bisa dengan mudahnya dirasakan pembaca. Belum lagi dengan playlist-nya Roger dan Amy yang bisa menjadi referensi kita kalau ingin melakukan perjalanan sendiri, ada beberapa yang saya suka juga seperti Owl City dan Snow Patrol :D.

Banyak bagian favorit, setiap tempat yang mereka lewati sangat berkesan dan membuat saya ingin mengunjungi juga. Misalnya saja katika melewati Jalanan Paling Sepi di Amerika, saya ikut merasa ngeri. Saya nggak bisa membayangkan kalau kehabisan bensin atau ban mobil bocor? Jaraknya jauh sekali dari peradaban dan hanya ada daratan kosong, mobil yang lewat pun juga bisa dihitung dengan jari. Kemudian ketika Amy menemui Charlie, saya sangat terharu, bisa merasakan kalau sebenarnya mereka saling sayang dan menyimpan perasaan yang besar untuk ayah mereka. Tapi waktu tidak bisa diputar, dan Charlie hanya bisa menjalani dan berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Buku ini memang tidak berfokus pada kisah cinta, tetapi konflik keluarga, tentang penemuan baru, baik itu kisah perjalanan ataupun proses penerimaan dan memaafkan diri sendiri.

Saya cukup suka dengan cover terjemahannya, sedikit banyak menggambarkan tempat-tempat atau apa yang sudah dilewati Amy & Roger di buku ini, nggak kalah kece dengan cover asli. Walau masih ada sedikit typo, tidak terlalu mengganggu kok, terjemahannya juga enak. Di bagian akhir kita juga akan mendapatkan tips dan lagu untuk jalan-jalan dari Morgan Matson. Saya berharap semoga ada lanjutannya, saya ingin menikmati perjalanan mereka lagi, berikutnya Eropa, mungkin? Kita berdoa saja semoga Morgan Matson mendapatkan rejeki lebih sehingga bisa melakukan perjalanan dan membuat cerita lagi :D.
KEDATANGAN dan KEBERANGKATAN ditulis begitu berdekatan. Karena kadang-kadang, seperti pada momen itu, keduanya bisa berarti hal yang sama.
"Penemuan terbaik selalu terjadi pada orang-orang yang tidak mencarinya. Columbus dan Amerika. Pizon, yang tak sengaja menemukan Brasil saat sedang mencari Hindia Barat. Stanley menemukan Victoria Falls. Dan kau. Amy Curry, waktu aku sama sekali tidak menduganya."
Buat yang suka travelling atau yang suka baca buku tentang kisah perjalanan, kamu akan rugi kalau melewatkan yang satu ini, selain bisa menikmati kisah cinta Amy dan Roger, kita akan mendapatkan kisah perjalanan lain daripada yang lain.

4.5 sayap untuk Perjalanan Panjang.


Negara yang Sudah Dikunjungi ...
Negara bagian #1: California - The Golden State
Nagara bagian #2: Nevada -  The Silver State
Negara bagian #3: Utah - The Beehive State
Negara bagian #4: Colorado - The Centennial State
Negara bagian #5: Kansas - The Sunflower State
Negara bagian #6: Missouri - The Show-me State
Negara bagian #7: Illinois
Negara bagian #8: Indiana - The Hoosier State
Negara bagian #9: Kentucky - The Bluegrass State
Negara bagian #10: Tennessee - The Volunteer State
Negara bagian #11: North Carolina - Tar Heel State
Negara bagian #12: Virginia - The Old Dominion
Negara bagian #13: Maryland - The Old Line State
Negara bagian #14: Pennsylvania - The Keystone State
Nagara bagian #15: Connecticut

9 komentar:

  1. aku baru beberapa hari yang lalu menghabiskan novel ini (ebooknya). perjalanannya seru, aku suka sama orang2 & hal-hal baru yang mereka temuin.
    dan ngiler banget untuk bisa ngedengerin sebagian mixtape buatan Roger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama :)
      tau deh kalau Zy baca buku ini yg dilirik lagu-lagunya, emang cukup lawas tapi dengerable XD

      Hapus
  2. Aku sukaaaaa banget sama buku Amy & Roger ini. Bener-bener ngebangkitin keinginan buat roadtrip dan jalan-jalan juga, sayangnya kalo di Indonesia rutenya masih banyak yg amburadul yah :))
    Yg bikin spesial emang playlist, facts, receipts, dan segala pritilan lainnya itu, ya. Keliatan bahwa Morgan Matson emang perhatian banget sama ceritanya yg satu ini.
    Mudah-mudahan buku-bukunya yg lain (terutama Second Chance Summer) juga ikut diterjemahin. Bukan cerita roadtrip juga sih, tapi sama bagusnya dan lebih menyentuh <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pengen banget buku itu diterjemahin, Tir dan aku juga sukaaaaaa banget sama buku ini :D

      Hapus
  3. Halo, wah... senangnya ada yang mereview buku ini :) saya sudah mengincar buku ini dari lama, tapi sayang, harganya sedikit mahal ya. Tapi, kalau melihat tebal bukunya, memang setimpal. Dan saya senang sekali pas tahu, ada bocoran romannya di novel ini. Gak tahan pengin beli ke toko buku sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain tebal ada foto-foto perjalanan juga, mungkin itu yang membuat nilai jual menjadi tinggi :)

      Hapus
  4. Makasih reviewnya Sulis :D jadi pengen baca.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga nanti suka ya :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...