Jumat, 11 Juli 2014

[Book Review] Legend by Marie Lu


Legend
Penulis: Marie Lu
Penerjemah: Lelita Primadani
Penyunting: Prisca Primasari
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-724-0
Cetakan pertama, 2012
382 halaman
Harga: 20k (Beli di @RereBookShop)

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.


Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.



June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

Pada tahun 2130, Amerika Utara terpecah menjadi dua; Republik dan Koloni. Buku ini bersetting di Los Angeles, salah satu wilayah Republik. Militer sangat berpengaruh besar dalam pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Elector (posisinya sama dengan presiden). Pemerintah mempunyai kebijakan di mana anak yang berusia sepuluh tahun wajib mengikuti ujian. Kalau mempunyai nilai sempurna 1500 poin, di mana sangat jarang ada yang mendapatkan nilai ini, maka dia diprediksi akan sangat merepotkan kemiliteran. Nilai 1450-1499, sangat bagus, memudahkan mendapatkan pendidikan di sekolah ternama dan Kongres akan mempekerjakan sehingga tidak sulit mendapatkan kekayaan. Nilai 1250-1449, nilai yang cukup baik baik, bisa melanjutkan sekolah dan masuk perguruan tinggi. Nilai 1000-1249, cukup buruk. Kongres akan menghalagi untuk sekolah, bergabung dengan orang miskin. Dan yang paling buruk adalah tidak lulus atau nilai dibawah 1000. Anak-anak yang tidak lulus biasanya berasal dari sektor kumuh, mereka akan dikirim ke kamp buruh Republik alias akan dilenyapkan selamanya. Anak tak cerdas dengan gen buruk tidak berguna bagi negara.

Salah satu anak yang tidak lulus dan berhasil menghindar dari kamatiannya adalah Day, itu nama samarannya, nama jalanannya. Dia adalah burunan kelas kakap pemerintahan, kriminal paling dicari, tidak ada yang pernah melihatnya, dia sangat pandai menyamar di jalanan, gerakannya gesit, tak tersentuh, hanya sidik jarinya yang diketahui. Dia dikenal sebagai pahlawan dari rakyat miskin, dia mencuri, merusak properti militer, menghambat upaya perang, semua perbuatannya dilakukan untuk membantu rakyat miskin di sektor kumuh. Dia hanya pemuda lima belas tahun yang melakukan kebaikan dengan caranya sendiri. Day mempunyai aturan dalam aksi heroiknya, dia tidak membunuh. Keluarganya mengganggap kalau dia sudah meninggal setelah menerima hasil ujian, hanya kakaknya, John, yang tahu kalau Day masih hidup dan secara sembunyi membantu kebutuhan hidup mereka dari petualangan di jalanan. Suatu hari tentara menyinggahi wilayahnya, mengecek rumah-rumah untuk mendeteksi adakah wabah yang menjangkit warga. Ketika sampai di rumah Day, setelah melakukan pemeriksaan, pintu rumah mereka diberi tanda X, yang berarti ada yang terjangkit wabah dan dia adalah adik Day, Eden.

Harga obat wabah sangat mahal, terlebih untuk warga miskin, hanya kalangan atas yang selalu mendapatkan vaksin sehingga mereka terhindar dari wabah, sedangkan untuk yang tidak punya uang, mereka akan dikarantina, baik dipakai untuk penelitian atau malah dilenyapkan. Day sangat menyayangi keluarganya, terlebih adiknya akan menghadapi ujian pertamanya, dia masih terlalu kecil untuk menerima penderitaan. Dengan tekat yang kuat, dia menyamar dan akan mencuri vaksi di rumah sakit milik pemerintah, tidak mudah tentunya karena dijaga oleh para tentara. Dalam insiden itulah dia dituduh membunuh seorang pimpinan tentara, Kapten Metias Iparis.
Aku akan memburumu. Aku akan menjelajahi jalanan Los Angeles untukmu, kalau perlu mencarimu di seluruh penjuru Republik. Aku akan menipu dan mencurangimu, berbohong, mengelabui dan mencuri untuk menemukanmu, menyeretmu keluar dari tempat persembunyianmu, dan mengejarmu sampai kau tidak punya tempat lagi untuk sembunyi. Aku berjanji padamu: hidupmu adalah milikku.
June Iparis, dia berasal dari kalangan elite pemerintah, dia adalah satu-satunya orang di seluruh Republik yang mendapatkan nilai sempurna 1500 dalam ujian. Di usinya yang kedua belas tahun, dia sudah bersekolah di universitas papan atas, empat tahun lebih cepat dari seharusnya, dia memang sering lompat kelas karena kapandaiannya. June memiliki gen bagus, semakin bagus gen akan menghasilkan tentara yang lebih baik serta kesempatan yang lebih besar untuk melawan Koloni. June sangat mengagumi Day yang terkenal hebat dalam segala aksinya, June tidak mau kalah. Dia pandai menganalisis, ahli menggunakan senjata, pandai bertarung, dia adalah aset berharga yang dimiliki Republik, June bercita-cita ingin seperti kakaknya yang sangat dikaguminya. Sampai kabar mengenaskan yang dialami oleh kakaknya terdengar, kekagumannya memudar, sekarang Day adalah musuhnya. June berjanji akan membalas dendam kematian kakaknya.

June langsung direkrut menjadi agen termuda untuk memburu Day, menjalankan misi pertamanya. Lewat kepandaian dan analisisnya yang tajam di tempat kejadian perkara pembunuhan, dia tahu motif dan bagaimana membuat Day muncul. Karena tidak ada yang tahu wujud Day yang sebenarnya, terpaksa harus memancing dengan sebuah kode, di mana hanya Day yang akan memahaminya.

Mereka pertama kali bertemu di sebuah kedai minuman, mereka sama-sama menyamar dan tidak tahu satu sama lain identitas yang sebenarnya. June menolong Tess, sahabat Day di jalanan untuk menggantikannya bertarung, dia menyamar untuk mencari Day. Lewat pertarungan tersebut June terluka dan ditolong oleh Day. Pada masa itulah mereka menyadari ketertarikan satu sama lain, mereka saling mengagumi dan perasaan yang muncul tidak bisa terhindari. Hingga June menyadari siapa anak jalanan yang menolongnya, membuat Day kehilanggan harta yang paling berharga.

Sewaktu dipenjara, June mengintrogasi Day, apakah benar dia yang membunuh kakaknya? Day punya aturan yang tidak akan pernah dilanggarnya, yaitu larangan membunuh. June pun menyelidiki ulang proses kematian kakaknya sehingga membawanya ke beberapa rahasia penting yang disembunyikan pemerintah. Yang pertama adalah fakta bahwa tidak hanya June saja yang mendapatkan nilai sempurna, ada satu orang remaja genius lagi yang coba dilenyapkan pemerintah. Kedua, mereka mempunyai senjata biologis untuk memusnahkan gen buruk. Siapa musuh yang sebenarnya?
"Setiap hari berarti 24 jam yang baru. Setiap hari berarti segalanya kembali mungkin. Kau hidup pada saat ini, kau mengambil itu semua dalam satu hari, dalam satu waktu." Dia melihat keluar dari pintu gerbong yang terbuka, ke arah lapisan air gelap yang menyelimuti dunia. "Kau mencoba berjalan dalam cahaya."

Legend adalah buku pertama terbaik yang saya baca tahun ini, deg-degan bacanya dan nggak bisa berhenti, sangat nggak nyangka dari covernya yang kacrut ini ternyata tersimpan cerita yang luar biasa, hahahaha. Jujur saja, saya sangat kecewa dengan cover pilihan Mizan, sangat nggak mencerminkan Day. Day itu rambutnya pirang panjang, bermata biru, tampan, seorang kaukasia, liar, pemberani dan pemberontak, lah yang di cover? Bikin ilfil. June pun diceritakan rambutnya sering dikucir ponytail, lah ini? Berbanding terbalik dengan cover aslinya, sangat-sangat keren! Mencerminkan dunia Legend di mana militer sangat berperan penting. Cover yang seperti lambang tersebut juga terkesan wah. Yah, saya tahu pasti beli covernya mahal banget tapi plis, ini udah berulang-ulang, kalau ingin pakai model cowok, tolong pilih yang cakep, enak dipandang mata :p.

Alasan kenapa saya sangat menyukai buku ini adalah pertama, karakter kedua tokoh utamanya. Day dan June sama-sama sangat kuat, mereka mempunyai kelebihan yang hampir sama, walau saya melihat sebenarnya June lebih unggul karena dia mengenyam pendidikan militer sedangkan Day hanya kemampuan yang dia dapat dari bertahan hidup di jalanan. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama di mana Day dan June saling bergantian setiap bab, kita bisa lebih mengenal karakter mereka. Walau sempurna, mereka juga punya kelemahan tersendiri, June yang kerap kali merasa kesepian sedangkan Day yang kadang kurang jeli menghadapi suati masalah. Bersama-sama mereka menjadi kuat, tak terkalahkan. Kedua, premis cerita utamanya, benci jadi cinta, si kaya jatuh cinta pada si miskin, mencintai musuh/buronannya sendiri. Seru banget, jadi yah selain intrik yang mereka sedang hadapi ada perasaan yang sama-sama nggak bisa dibohongi. Katanya sih Marie Lu mendapatkan ide cerita ini dari Les Miserables, di mana seorang polisi yang keukeh ingin menegakkan keadilan memburu seorang buronan yang kerap membantu orang miskin, lalu dikembangkan lewat dunia dystopia post apocalyptic.

Ketiga, analisis yang digunakan penulis lewat karakter yang dibuatnya, misalnya saja ketika June memutar kembali ingatannya sewaktu kakaknya meninggal. Kunci utamanya adalah sebuah pisau, lewat pisau tersebut June bisa tahu siapa pembunuh yang sebenarnya atau ketika mengamati gerak gerik Day di mana June sadar kalau Day bukanlah orang biasa, dia sangat pintar, jenius banget! Rasanya kayak baca buku detektif dan semuanya cukup masuk di akal. Keempat, lewat dunia ciptaan penulis, walau hanya Republik saja yang diceritakan setidaknya setting tempatnya sudah cukup jelas (untuk lengkapnya kita akan mengetahui di buku selanjutnya), dan untung ada tulisan tahun cerita ini terjadi. Kelima, porsi romance dan aksinya cukup seimbang, sama kayak Divergent, poin ini penting buat saya melihat saya cepat bosan kalau baca cerita yang nggak ada kisah cintanya :p. Kekurangannya hanya covernya saja, terjemahannya bagus, nggak ada masalah, saya bisa menikmatinya.

Bagian yang paling saya suka adalah ketika June pertama kali ketemu sama Day, sumpah, deg-degan banget. Bagian yang paling sedih, banyak sih, nanti spoiler bila saya ceritakan :(

Buku ini recommended banget buat kamu pecinta dystopia, yang suka unsur militernya kental banget, yang suka baca buku tentang perang, dan tentu saya yang suka baca cerita cinta di mana menyukai musuhnya sendiri :D

4.5 sayap, dikurangi karena cover terjemahannya kurang nendang :p

Legend Series:

  1. Legend
  2. Prodigy
  3. Champion

2 komentar:

  1. Aku lagi baca Mockingjay, dan suka banget sama adegan perangnya. Mungkin aku juga bakalan suka banget sama buku ini. Nabung dulu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku yakin kamu bakalan suka deh, percaya :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...