Rabu, 04 Juni 2014

[Book Review] It's Not Summer Without You by Jenny Han

It's Not Summer Without You (Summer #2)
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Chefida Inda P
Penyunting: Nunung Wiyati
Desain sampul: Ellina Wu
Penerbit: Gradien Mediatama
ISBN: 978-602-208-051-0
Cetakan pertama, April 2012
296 halaman
Pinjem @asdewi

Seorang gadis
Dua lelaki bersaudara

Kepada siapa ia akan

melabuhkan hatinya?



Hari-hari untuk bermalas-malasan bagi Isabel (Belly), telah usai. Musim panas panjang yang hangat di rumah pantai sahabat keluarganya, telah berakhir. Musim panas kali ini, menjadi musim panas yang berbeda.


Conrad, lelaki impian seumur hidup Belly, yang kepadanyahatinya selalu tergetar, tidaklah mudah direngkuh. Suatu ketika, lekaki itu menghilang begitu saja. Membawa serta hatinya. Sementara Jeremiah, adik Conrad yang rupawan, selalu menjadi sahabat terbaik Belly. Namun, benarkah persahabatan sudah cukup baginya?

Tak ada yang lebih diinginkan Belly selain kerinduanagar segala sesuatunya tidak pernah berubah. Namun, kenyataan hidup berbicara lain. Tak terelakkan baginya, Ia harus milih dan menempuh persimpangan jalan.

Musim panas kali ini akan sangat berbeda dengan yang sebelumnya karena Belly tidak akan menghabiskan di Cousins Beach lagi, Susanah sudah meninggal, tidak ada alasan bagi dirinya juga keluarganya untuk menghabiskan musim panas di sana. Hubungannya dengan Conrad yang sempat mengalami kemajuan pasca musim panas sebelumnya pun hanya bertahan dua bulan, gara-gara Belly memergoki Conrad berpelukan dengan pacar pertamanya. Kabar baik buat Tylor karena sejak dulu ia ingin Belly menghabiskan musim panas dengan teman-temannya, melupakan Conrad karena hanya akan membuat patah hati, menghapus pemuda itu dari pikiran dan ingatan Belly, bersenang-senang layaknya remaja pada umumnya, salah satunya adalah berkencan, dia menjodohkan Belly dengan salah satu temannya sayangnya tidak digubris oleh Belly. Walau dia marah dengan Conrad, hatinya masih miliknya.
Dulu aku selalu percaya. Dulu aku selalu berpikir bahwa kalau aku sungguh-sungguh menginginkannya, sungguh-sungguh berharap, segala sesuatu akan terjadi seperti yang kuharapkan. Takdir, itulah yang selalu dikatakan Susanah. Aku mengucapkan pengharapan akan Conrad di setiap ulang tahunku, di setiap bintang jatuh yang kulihat, di setiap helai bulu mata yang hilang, bahkan untuk setiap keping mata uang di sebuah air mancur, selalu kudedikasikan kepada orang yang kucintai. Kupikir keadaanya akan selalu seperti itu.
Berbeda dengan Jeremiah, dia seperti kehilangan dobel, ibunya dan keluarga Belly. Masalah yang menimpa Conrad mau tidak mau membawa dia menyeret Belly juga, Conrad menghilang dari kampus dan tidak mengikuti kelas musim panasnya. Kematian ibunya berdampak besar bagi dia dan juga Conrad, Jeremiah tetap ceria dan masih bisa menjalani hidup walau kadarnya sedikit berkurang, sedangkan Conrad lah yang paling parah, dia lebih pendiam dan menarik diri. Belum lagi ketika dia bersama Belly mencari Conrad, perasaanya semakin dalam, dia tidak ingin hanya sekadar menjadi sahabat.

Ada sesuatu yang disembunyikan oleh Conrad, alasan kenapa dia lebih murung dan menghilang. Dia tidak tahu kalau Jeremiah, terlebih lagi Belly menemukannya di rumah musim panasnya. Kejadian terakhirnya dengan Belly membuat hubungan mereka menjadi tidak baik, Conrad tahu kalau hubungannya dengan Belly tidak akan mudah, dia selalu seperti anak-anak dan tidak ingin memahami atau mendengarkan penjelasan ketika dia berbuat salah, selalu ada alasan. Dia ingin terus melakukan tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun, menghabiskan musim panas di Cousins Beach, walau sekarang tidak akan sama lagi. Dia harus memperjuangakan rumah tersebut ketika tahu ayahnya ingin menjual rumah yang penuh kenangan bersama ibunya dan juga keluarga Belly, dia tidak akan menyerah.

Di buku kedua ini sudut pandangnya masih orang pertama, hanya saja kita akan mendapatkan narator baru selain Belly, yaitu Jeremiah. Cukup seru karena kita akan tahu lebih dalam perasaan dan karakter dari Jeremiah. Dari dia kita akan juga tahu pandangan perasaan Conrad terhadap Belly. Alurnya masih lambat, kadang akan kembali ke masa lalu tapi berbeda dengan buku pertama, flashbacknya tidak terlalu dominan, sedangkan dalam masalah konflik mengalami kemajuan, setidaknya lebih jelas dari masalah di buku pertama dan perasaan para tokoh pertamanya pun tidak menggantung, kisah asmaranya sudah terasa. Ketika kita membaca bagian akhirnya, dijamin pembaca akan lebih bingung lagi memilih Conrad atau Jeremiah :D.

"Setiap orang harus melupakan cinta pertamanya, itulah ritual kehidupan ini."
3 sayap untuk musim panas yang galau.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...