Jumat, 23 Mei 2014

[Book Review] Fire by Kristin Cashore

Fire (Graceling Realm #2)
Penulis: Kristin Cashore
Penerjemah: Angelic Zaizai
Editor: Primadonna Angela
Desain sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-9548-1
Cetakan pertama, 2013
504 halaman
Buntelan dari Pemburu Singa Mati di IRF 2013

Dells bergolak. Di King City, Raja Nash yang masih muda harus menghadapi para bangsawan yang ingin menggulingkannya. Pegunungan dan hutan penuh dengan mata-mata dan pencuri. Di sinilah hidup Fire, gadis yang dianggap monster karena dapat mengontrol pikiran siapa pun di sekitarnya. Namun, ia menyimpan kemampuannya, karena tak ingin mencuri rahasia-rahasia orang. Apalagi karena ia sendiri punya begitu banyak rahasia.


Lalu Pangeran Brigan membawanya ke King City. Keluarga kerajaan membutuhkan Fire untuk mengungkapkan rencana menentang Raja. Tetapi, Fire mulai menyadari bahwa kemampuannya ternyata jauh lebih hebat daripada yang ia bayangkan.



Kalau ia mau menjadi monster seperti ayahnya.


Saya nggak akan banyak membahas isi buku ini karena saya sendiri bingung mau nyeritain gimana, jujur aja ada bagian yang saya skip saking boringnya. Mungkin benar apa kata mbak Maria, seharusnya buku ini menjadi buku pertama dari seri Graceling, setting ceritanya jauh sebelum setting buku kedua. Di bagian prolog kita akan mendapatkan masa lalu dari sang antagonis di buku pertama, si Raja Leck setelah itu dia menghilang tanpa bekas, Katsa dan Po tidak diceritakan sama sekali. Mungkin itu saja yang menjadi benang merah, dan kenapa seharusnya buku ini menjadi buku pertama? Selain setting ceritanya tadi, buku ketiga adalah kelanjutan dari buku pertama, menceritakan Raja Leck dan Bitterblue, jadi urut gitu.

Graceling adalah orang yang mempunyai bakat atau keahlian khusus yang melampaui kemampuan orang normal. Kebanyakan raja pasti punya satu Graceling, misalnya di dapur, ada orang yang pandai membuat roti, anggur dengan kemahiran yang fenomenal. Raja yang beruntung bisa mendapatkan prajurit dengan bakat bertarung memakai pedang. Bakat lainnya bisa berupa memiliki pendengaran yang luar biasa tajam, berlari secepat singa gunung, menghitung angka dalam jumlah besar di luar kepala, bahkan merasakan apakah makanan mengandung racun. Selain bakat yang menguntungkan, ada juga bakat yang tidak berguna misalnya saja memutar pinggang sepenuhnya atau makan batu tanpa menderita sakit. Ada pula bakat yang menyeramkan seperti bisa melihat masa depan sebelum terjadi, memasuki benak orang lain dan melihat hal-hal yang bukan urusan mereka, bisa mengetahui apakah seseorang pernah melakukan kejahatan dengan hanya menatap wajahnya.

Yang menarik dari seri ini adalah Gracelingnya sendiri serta kejelian penulis dalam mendeskripsikan tempat, buat yang susah mencerna tidak usah khawatir karena seperti buku pertama, buku ini pun ada denah wilayah jadi kita bisa dengan mudah mengikuti ceritanya bersetting di mana. Berbeda dengan buku sebelumnya, setting utama buku ini adalah Kota Dells, tempat di mana banyak makhluk-makhluk unik tinggal, para monster yang ditakuti manusia, salah satunya adalah gadis cantik jelita berambut api yang bernama Fire.

Fire adalah keturunan Cansrel, monster jahat yang mempunyai kemampuan mengelabui dan mempengaruhi raja sehingga dia dibenci banyak orang dan sering kali menyebabkan peperangan. Fire adalah anak dari hasil kejahatan ayahnya yang lain, pemerkosa. Fire lahir dengan bakat yang sama dengan ayahnya yaitu bisa mengendalikan pikiran orang lain, beda dengan ayahnya yang bertujuan jahat dengan kemampuannya, Fire justru sama sekali tidak ingin seperti ayahnya, dia ingin mencegah pemberontakan dan terjadinya peperangan di kerajaan yang dulu dihasut oleh ayahnya.

Aksi, bisa dibilang nggak ada sama sekali. Mungkin ada tapi bagi saya tidak menarikdan nggak kerasa. Konflik utama buku ini adalah banyak pihak yang mengincar Fire karena kekuatan yang dimilikinya itu, keahlian yang sangat berguna di medan perang.

Kisah cintanya nggak seru sama sekali. Fire tinggal bersama Archer, sahabatnya sejak kecil. Archer sendiri memendam perasaan terhadap Fire sejak lama, karena tidak ingin terikat Fire tidak menyambut perasaan Archer. Archer pun melampiaskan patah hatinya kepada perempuan lain, kepada banyak perempuan sampai ada yang menghasilkan anak dan dia tidak mau bertanggung jawab. Lelaki lain adalah Brigan, adik dari raja yang sekarang. Bisa dibilang dia tidak suka dengan Fire karena dia adalah anak dari si penghancur raja lama, tapi lama kelamaan Brigan bisa tahu siapa Fire yang sebenarnya dan benih-benih cinta pun tumbuh. Bisa dibilang sek bebas bertebaran di buku ini, tidak eksplisit diceritakan tapi dilihat dari latar belakang semua tokoh laki-laki di buku ini. Sebenernya interaksi terbanyak adalah antara Fire dengan Archer, melihat sifat Archer saya jadi ilfil sama dia, sedangkan dengan Brigan, nggak ada bagian yang benar-benar romantis.

Kekecewaan terbesar saya adalah minimnya orang-orang  Graceling yang dimunculkan, hanya Fire dan Raja Leck saja, padahal orang yang punya bakat istimewa inilah yang membuat saya melirik seri Graceling. Semoga saja di buku terakhir ceritanya lebih bagus dari yang sebelumnya, sayang banget karena premis ceritanya sebenernya keren.

Sepertinya saya bisa menebak kenapa penulis memunculkan tokoh Immiker atau Raja Leck kecil di bagian prolog padahal selanjutnya dia tidak muncul lagi, bakat istimewa yang dia miliki sama dengan yang dipunya Fire. Immiker digambarkan sangat jahat bahkan tega sekali dengan ayahnya, begitu pula dengan ayah Fire. Mereka bisa memilih perihal tentang bakat mereka, apakah ingin dipakai buat kebaikan atau sebaliknya.

Yang suka banget dengan cerita seperti X-Men, Shatter Me atau orang-orang dengan bakat istimewa buku ini bisa menjadi pilihan.

2 sayap untuk Graceling.

Seri Graceling Realm:

  1. Graceling
  2. Fire
  3. BitterBlue


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...