Senin, 24 Maret 2014

S.C.H.O.O.L.: Chemistry


TANYA:

“Kak Editor, novel S.C.H.O.O.L: Chemistry-nya aL Dhimas ini tentang apa sih?” –Pembaca


JAWAB:

Tentang seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya.

Tentang tim olimpiade yang dibentuk oleh sekolah.

Tentang seorang cewek yang merasa paling unggul dibandingkan anggota kelompoknya yang lain.

Tentang gebetan dari klub renang yang terlihat menakjubkan sekali dalam celana renang Speedo-nya.

Tentang cinta pada pelajaran Kimia.


POKOKNYA KAMU HARUS BACA!

(pssst, kalau ada yang penasaran tentang novel ini, bilang aja, “Ceritanya kayak yang pernah terjadi di sekolah kita lho!”)


Enjoy!

—Editor S.C.H.O.O.L.


Chemistry (S.C.H.O.O.L #1)
Penulis: aL Dhimas
Editor: Yooki
Desain dan ilustrasi cover: Levina Lesmana
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-701-0
Cetakan pertama, 2014
214 halaman
Harga: 50k off 30% (nitip @destinugrainy di @bukubukularis)

Kayaknya saya nggak perlu cerita panjang lebar tentang jalannya cerita novel ini karena persis dengan sinopsis di atas. Tentang seorang gadis yang nggak ingin kalah dengan sang kakak kemudian memilih menguasai bidang yang merupakan kelemahan si kakak, tentang clique yang dicemburui seseorang, tentang cinta pada tetangganya dan masalah sepele yang membuat clique mereka renggang. Garis besarnya itu.

Alasan kenapa buku ini 'minta ditendang' banget:

  1. Saya pernah dengar entah dari mana saya lupa kalau seri School ini seperti seri Glam Girls tapi versi cowok alias pov dari para cowok. Begitu baca pada lembaran pertama, kok?
  2. Di seri School ini bersetting di Batam dan ada sekolah kece namanya Minerva, mirip VIS tapi tanpa keglamorannya. Bedanya, semua murid sibuk mengejar prestasi, meraih popularitas bukan dengan membully tapi melalui prestasi. Pengaruh budaya Jakarta nggak kerasa tetapi lebih ke Melayu dan Singlish karena dekat dengan Singapura. Tapi saya tetap merasakan aura hedonnya melalui gambaran sang tokoh utama yang walaupun cerdas tapi juga fashionable, walau barang bermerk sudah cukup di rem di sini. Saya nggak pernah tinggal di Batam jadi nggak tau apakah sekolah di sana emang terkenal dengan prestasinya, ini juga merupakan pertanyaan besar saya kenapa Batam? Saya nggak merasakan aura Batam karena nggak dijelaskan juga secara detail dari segi settingnya.
  3. Ceritanya emang cerita yang sering kita temui dikehidupan sehari-hari di sekolah, mungkin sebagian besar pernah mengalami, maka dari itu kesannya biasa aja, nggak ada yang beda, nggak ada sesuatu yang baru, tentang olimpiade Kimia-nya pun juga nggak kerasa, seperti tempelan saja, malah lebih fokus ke retaknya persahabatan Marsha -sang tokoh utama- dengan clique-nya karena masalah sepele.
  4. Para karakternya kurang digambarkan dengan detail, alhasil, saya nggak hapal para clique-nya Marsha yang berjumlah.... lima orang kan?
  5. Saya nggak pinter dalam bidang Kimia, saya juga sudah lupa sama pelajarannya, boro-boro pelajaran SMA, pelajaran waktu kuliah aja sedikit yang diingat, jadi kalau yang dikatakan mbak Desti di reviewnya  benar, penulis melakukan kesalahan cukup fatal, sama saja dengan memberikan informasi yang nggak benar, kebohongan publik #tsah. Coba kalau yang membaca anak SMA dan baru mulai belajar Kimia, pengaruhnya bisa besar. Sarannya, kalau nggak ahli dibidang yang bukan keahlian kita, riset.
  6. Kisah cintanya juga biasa aja, saya nggak mendapatkan chemistry diantara kedua tokoh utama.
Alasan kenapa buku ini 'minta dipeluk' banget:
  1. Covernya kece.
  2. Saya suka ilustrasi isinya, banyak yang bisa dicoret-coret dan seru banget, saya serasa kembali ke jaman SMA *emang kamu udah dewasa, Lis?* :p. Misal ada lembaran buku tulis, jadwal mata pelajaran, mata pelajaran yang kita sukai (kalaupun saya isi bagian ini pasti kosong), mata pelajaran yang tidak kita sukai (tiga kolom saja kurang!), menceritakan prestasi yang pernah diperoleh di sekolah (juara pertama berturut-turut lomba makan kerupuk dihitung tidak?), selain dicoret-coret, kita juga bisa menempelkan foto kita bersama para sahabat kita, dan masih banyak lagi, idenya bener-bener seru. Dan bagian terakhir ada games yang bisa kita jawab dan kunci jawabannya ada di seri selanjutnya. Bah, saya nggak perlu kunci jawaban, bisa semua dong (--,)
  3. Saya suka Phil. 
  4. Saya suka bagian penulis mencampurkan pelajaran Kimia dengan kehidupan sehari-hari sehingga menjadi quote yang keren.
Ya. Para sahabatku adalah partikel koloid, elektroda adalah kesibukan mereka masing-masing, dan penggumpalan koloid adalah apa yang trjadi pada kami saat ini. Aku merasa, sekarang kami benar-benar mulai berpisah.
Selesai membaca buku ini saya masih belum menemukan jawaban sebenernya seri ini mau dibawa kemana? Beda dengan serial Glam Girls yang langsung kerasa kalau seri tersebut bercerita tentang popularitas dan cewek gaul, selain itu univers VIS jelas sekali. Sedangkan Minerva, saya masih belum mendapatkan gambaran lengkap sekolah itu seperti apa, apakah emang sekolah yang isinya orang-orang pintar dan sering ikut olimpiade? Kalau dari judulnya dan cerita di buku ini, mungkin seri ini berhubungan dengan keseharian kita di sekolah, tentang kecintaan kita terhadap salah satu pelajaran di sekolah, mungkin juga buku selanjutnya akan berhubungan dengan Matematika atau yang lain, yang jelas, saya belum menemukan yang special dari seri ini.

"Orang yang nggak pernah gagal itu sebenarnya orang yang nggak pernah nyobain apa pun."

Semoga seri berikutnya jauh lebih bagus dan universnya mulai jelas. Kabarnya bakalan ada Winna Efendi dan Nina Ardianti yang ikut menulis serial ini, saya suka tulisan mereka dan semoga saja saya nggak dikecewakan lagi. Btw, ketiga penulis yang menulis seri ini juga yang menulis seri Glam Girls, apakah akan ada enam atau tujuh seri? Apakah penulisnya sama dengan penulis seri Glam Girls? Kalau beneran, saya ingin baca karya Tessa Intanya lagi, dia lama banget vakum :p

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang masih unyu-unyu deh :p

2 sayap untuk chemistry.


6 komentar:

  1. Kayaknya saya juga pernah dengar kalau SCHOOL itu versi cowoknya Glam Girls.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bener kan, aku malah seneng kalau dari pov si cowok, kalau kayak gini kan nggak jauh beda sama Glam Girls

      Hapus
  2. Aku tadinya mau beli soalnya aku kesemsem sama karya Al Dhimas yang Magni n Flavor of love. tapi waktu nemu review di goodreads hihi jadi underestimate duluan terus Kak Sulis juga cuma kasih 2 sayap hihi.... Nunggu karya Winna sama Ninanya aja deh wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, coba aja baca siapa tau pendapatnya beda, kalau mau koleksi seri ini mau nggak mau baca buku ini kan biar lengkap :p

      Hapus
  3. Clique nya Marsha 4 kali Mbaaaaaaaaaaaaaak hahahaha :p Roro, Mel, Sarah, sama Alvie :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, ya maaf, habis nggak hapal karena karakternya nggak nyantol XD

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...