Senin, 24 Februari 2014

Wallbanger

Wallbanger (Cocktail #1)
Penulis: Alice Clayton
Alih bahasa: Yunita
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 978-62-02-2987-4
Cetakan pertama, 2014
600 halaman
Harga: Rp 74.800 (30% off beli di TM Jogja)

Malam pertama di apartemen impian di San Fransisco, Caroline memperoleh kejutan istimewa. Dari balik dinding tipis apartemennya, Caroline mendengar suara tempat tidur yang berderak serta jeritan kepuasan tanpa henti. 


Malang bagi Caroline yang sedang dalam 'masa hiatus kencan'. Tetangganya yang jelas-jelas mempunyai daya tarik 'mematikan' bagi wanita membuat fantasi Caroline tetap terbangun sepanjang malam. Maka ketika suara derak tempat tidur mengancam dirinya--secara harafiah--Caroline tahu dia harus bertindak...

Caroline berharap di apartemen barunya, yang diperoleh dari bosnya, Jillian, dia dan kucing kesayanganya, Clive bisa mendapatkan kedamaian dan merasakan apa itu rumah idaman, sayangnya tiga malam berturut-turut dia malah tidur tak nyenyak karena merasakan benturan-benturan dari dinding tipis tetangga sebelah. Jelas sangat mengganggu karena benturan tersebut berupa aktivitas yang Caroline sendiri lama tidak merasakannya, dia sudah lama kehilangan Orgasme-nya dan mendengar setiap malam tetangganya bercinta dengan tiga wanita yang berbeda membuat dia tidak bisa mendapatkan kedamaian. Gadis pertama dipanggil Spanx karena selalu minta dihukum, gadis kedua dijuluki Caroline dengan sebutan Purina karena dia sering mengeong ketika mendapat kepuasan dan membuat Clive tergila-gila padanya, dan yang terakhir adalah Giggler karena dia sering terkikik.

Kesabaran Caroline meledak ketika fantasinya buyar merasakan benturan lagi dan erangan kenikmatan dari tetangga sebelah, padahal dia sedang mencari O-nya. Dengan hanya menggunakan baju tidur berwarna pink dia melabrak tetangganya. Ternyata tetangganya itu adalah lelaki menawan idaman para wanita, awkward moment terjadi karena lelaki tersebut terburu-buru membuka pintu dan hanya menggunakan selimut yang menutupi bagian pinggangnya dan ada bagian yang masih berdiri =)).

Sejak pertemuan pertama tersebut mereka selalu ribut, ketika di pesta perayaan rumah baru Julian dia bertemu dengan Simon lagi, tetangganya yang suka membentur dindingnya itu. Ternyata Simon adalah teman dekat dari Benjamin, tunangan Jillian. Mereka seperti frenemis, keduanya saling tertarik namun sama-sama gengsi untuk mengungkapkan ketertarikannya itu, bahkan mereka sempat berciuman di pesta tersebut karena saking terpesonanya, setelah itu ribut lagi deh. Hubungan mereka menjadi dekat ketika Caroline memasakkan makanan buat Simon, Caroline pandai memasak dan kalau Simon pulang dari pekerjaannya dia akan menyempatkan diri ke apartemen Caroline demi roti zucchini. Simon pun membalas kebaikan Caroline dengan mengajaknya menonton film horor, alhasil Caroline ketakutan dan mencuri-curi kesempatan =)).

Mereka juga bekerja sama untuk mencomblangkan sahabat mereka yang salah memilih pasangan pada liburan di rumah nenek sahabat Caroline, di sana juga Caroline berani mengungkapkan hasratnya sayangnya ditolak oleh Simon. Simon ingin spesial bagi Carorine tapi Caroline menganggap dirinya tidak diinginkan.

Sebenarnya buku ini kadar humornya tinggi, entah kenapa saya nggak bisa mendapatkan feel-nya, jadinya saya nggak bisa ngakak di bagian yang lucu banget. Ada beberapa bagian yang emang bisa membuat saya tertawa tapi rasanya tetap nggak bisa lepas. Entahlah, dari segi terjemahan sebenarnya nggak jelek-jelek amat, hanya ada beberapa kalimat yang emang terdengar aneh seperti Cewek Daster Pink, selebihnya masih bisa dinikmati. Untuk covernya, saya lebih suka versi terjemahan daripada versi aslinya.

Mungkin karena saya kurang puas juga dengan interaksi kedua tokoh utamanya, konfliknya kurang nendang, hanya di awal benci jadi cinta terus saling lihat, saling tertarik, malu-malu, udah selanjutnya bisa ditebak sendiri. Justru bagian yang menarik itu ketika mereka berdua menyadarkan para sahabat yang salah memilih pasangan. Tapi Simon tetep cute kok *ih kenapa kalau ada tokoh yang namanya Simon nikah-able banget sih*. Dia rela 'berpuasa' ketika sudah dekat dengan Caroline, menjaga perasaanya dan ingin membantunya menperoleh kenikmatan yang selama ini hilang dengan sabar =)).

Oke, spoiler dikit aja ya untuk adegan hotnya, nggak banyak kok, bagian tersebut adanya malah di akhir-akhir, kalau saya ngasihnya 2 kipas untuk adegan uhuk-uhuknya dan dijamin kocak :D

Buku ini saya rekomendasikan bagi yang lagi nyari buku romance comedy, dan nggak sabar nih pengen baca lanjutannya di buku Rusti Nailed, kayaknya konfliknya lebih dalam, tapi sepertinya masih lama karena buku ini belum terbit, hauhau.

3 sayap untuk Mr. Wallbanger :p



6 komentar:

  1. Bulan kmaren aku baca ebook bahasa inggrisnya. Soalnya katanya terjemahannya ga begitu bagus wekekek
    Lumayan sih bisa mesem mesem baca buku ini xD
    Suka juga gaya ceritanya mba Alice, enak dibaca ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, gaya bahasanya sebenarnya enak, sering menyisipkan lulucon dan kayaknya dia emang ahli dibidang rom-com, semoga saja terjemahan selanjutnya lebih bagus lagi :D

      Hapus
  2. Aku malah nggak terlalu suka nama Simon *lah*
    Alice Clayton kalo nulis humornya dapeeeeet ya, meskipun agak-agak menjurus :))
    Udah suka Wallbanger ini dari jaman masih fanfic hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, soalnya aku ngefans berat sama Simon Marganda di Memori :p kayaknya nama tokoh langanan cowok para penulis itu kalo nggak Will, Adam, terus apa lagi ya? :)
      lucunya emang di situ :))
      wah, penggemar lama nih :)

      Hapus
  3. Ini yg nitip mba desty kemarin itu ya mba. Lah kenapa ga baca aslinya aja mba, kayaknya lebih ngena aslinya tuh kalo liat komen2 diatas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo baca aslinya bakalan lama bacanya, sering nggak mood kalo baca ebook :(

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...