Rabu, 31 Juli 2013

Wishful Wednesday [33]

Hai hoooo, bulan yang penuh estra tenaga, kerjaan lagi menjadi-jadi, entah kenapa bulan puasa malah banyak yang sakit. Tapi nggak membuat semangat saya surut, yah walau saya jadi jarang update. Yang rindu sama tulisan saya ada review terbaru di blog ini dan Kubikel Romance, silahkan meluncur :D.

Yang jadi WW kali ini adalah buku terjemahan yang aslinya terbit awal tahun kemaren, Dan masih ada satu lagi dong, hahahaha, itung-itung menebus nggak bisa setiap minggu ngeblog jadi saya jadikan satu aja. Keinginan yang terpendam itu tidak baik kalau disimpan sendiri :p

18213205The Ocean at The End of The Lane by Neil Gaiman

Genre: Fantasy

Harga: 50k

Sinopsis:

Samudra di Ujung Jalan Setapak adalah fabel yang membentuk ulang kisah fantasi modern: menggugah, menakutkan, dan puitis—semurni mimpi, segetas sayap kupu-kupu, dari pencerita genius Neil Gaiman.

Kisahnya dimulai empat puluh tahun silam, ketika pemondok di rumah keluarga sang Pencerita mencuri mobil mereka dan bunuh diri di dalamnya. Peristiwa ini membangkitkan kekuatan-kekuatan purba yang seharusnya dibiarkan tak terusik. Makhluk-makhluk gelap dari dunia seberang kini lepas, dan sang Pencerita harus mengerahkan segala daya upayanya agar bisa bertahan hidup: ada kengerian yang nyata di sini, dan kuasa jahat yang terlepas—di dalam keluarganya dan dari kekuatan-kekuatan yang bersatu untuk menghancurkannya.

Yang bisa melindunginya hanyalah tiga perempuan yang tinggal di pertanian ujung jalan. Perempuan yang paling muda menyatakan kolam bebeknya adalah samudra. Perempuan yang paling tua mengaku pernah menyaksikan peristiwa Ledakan Besar.

18052202Beauty Sleep by Amanda Inez

Genre: Romance

Harga: 43k

Sinopsis:

Tuan Putri,

Kita berasal dari tempat yang berbeda.

Aku berasal dari Amerika, sementara dirimu gadis Indonesia penyuka bunga matahari. Kita dipertemukan oleh surat-surat dan kartu pos dari ibumu yang berhasil diselamatkan dari sebuah Kantor Pos yang terbakar. Setelah itu, hari-hari kita lebih berwarna, meski matamu hanya melihat kegelapan.

Namun kini, aku bahkan tak bisa melihatmu tersenyum. Dirimu disekap tidur panjang tanpa tahu kapan akan membuka mata.

Aku merindukanmu, Putri. Kumohon, bangunlah!

Pilih Neil Gaiman karena saya berencana ngoleksi buku-bukunya, yang saya suka itu idenya luar biasa, lain daripada yang lain. Kalau Beauty Sleep tertarik karena ada embel-embel dongengnya, yap saya suka banget cerita putri-putrian, walau nggak persis sama tapi saya suka inspirasinya. Semoga sesuai ekspetasi saya. Dan semoga suatu saat bisa terkabul, ada yang mau bagi THR sama saya dengan buntelin buku-buku di atas? :p
wishful-wednesday2

Apa Wishlist kamu? yuk ikut meme ini, caranya:

  1. follow  Books To Share atau tambahkan di blogroll/link blogmu

  2. buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran minggu ini, mulai dari yang bakal dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist.

  3. meninggalkan link Wishful Wednesday di Mr. Linky (ada di bawah postingan mb  Astrid). Kalau mau tambahkan button Wishful Wednesday di postingan.

  4. udah tinggal blogwalking sesama blog yang ikut share wishlist :)

Manxmouse

10908273
Manxmouse
by Paul Gallico
Penerjemah: Maria Lubis
Cover: Ella Elviana
Penerbit: Media Klasik Fantasy (a division of Mahda Books)
ISBN: 978-602-97067-3-4
Cetakan pertama, April 2011
227 halaman
Buntelan dari @MahdaBooks

Perkenalkan, namanya Manxmouse, dia adalah mahakarya gagal seorang perajin keramik asal Buntingdowndale, London. Dia kira dia telah membuat tikus paling indah dan paling halus yang pernah diciptakan, ketika dia membuka tungku, dia melihat bahwa yang diciptakan bukanlah makhluk super, tetapi suatu bencana, yang tidak pernah ada sepanjang sejarah pembuatan keramik.

Tikus itu warnanya bukan kelabu tetapi biru terang. Makhluk itu memiliki tubuh mungil yang gemuk seperti seekor opossum -hewan kecil berkantung yang bisa tinggal di pepohonan. Kaki belakangnya mirip kaki kanguru, cakar depan mirip monyet, lalu, telinganya mirip telinga kelinci. Namun, yang paling buruk dari semuanya adalah makhluk itu tidak memiliki ekor, hanya sebuah tonjolan kecil yang mungkin merupakan pangkal sebuah ekor. Perajin keramik merasa gagal total.

What Happened to Goodbye


Dari satu kota ke kota lainnya, dari satu rumah ke rumah lainnya, dari satu sekolah ke sekolah lainnya, namun tak satu pun di antaranya meninggalkan jejak gadis itu; Mclean. Gadis yang dulu mempunyai restoran bersama kedua orangtuanya, gadis biasa saja yang dulu hidup normal dan mencintai basket, gadis yang dulu hanya "Mclean"-sebelum kedua orangtuanya bercerai. Semuanya begitu berbeda, sampai-sampai pada kali pertama pindah, aku merasa tak perlu harus ikut berbeda.

Jadi satu-satunya hal yang kuubah adalah namaku; Eliza, Lizbet, dan Beth, untuk setiap kota yang berbeda-beda. Namun di Lakeview, semua berantakan. Dave, nama pemuda itu, sosok genius yang bisa membuatnya ingin kembali menjadi "Mclean".

Mclean yang tak takut memiliki sahabat, Mclean yang tak takut memiliki kekasih, Mclean yang tak takut memiliki hubungan dekat dengan siapa pun, Mclean yang sederhana... Mungkinkah Mclean kembali menemukan jati dirinya di kota kecil yang menyimpan berjuta pengalaman manis itu?


Editor's Note
Sarah Dessen, pengarang novel remaja: That Summer, Someone Like You, Keeping The Moon, dan Dreamland. Keempat novel itu terpilih sebagai Best Books for Young Adults oleh American Library Association, dan juga menuai banyak penghargaan lainnya. Dessen mengajar kelas menulis kreatif di University of North Carolina di Chapel Hill. Dia dan suaminya, Jay, tinggal di Chapel Hill.

Surat Balasan Untuk Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya

Ada surat panjang yang terlambat sampai.
Tanpa nama pengirim, dan hampir basah oleh tempias hujan.

*

Sejak kecil kita berdua merasa diri kita adalah alien-alien yang tersesat ke Bumi.

Pria itu sudah melupakan seorang teman masa kecilnya saat sebundel amplop itu sampai di beranda rumah.

Kalau kau perlu tahu, aku hanya punya satu macam mimpi. Aku ingin tinggal di rumah sederhana dengan satu orang yang benar-benar tepat. Bila memang aku harus mencurahkan seluruh perhatianku, kepada satu orang itulah hal itu akan kulakukan.

Ia bahkan sudah melupakan mimpi-mimpi masa kecil mereka.

Berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan sejak kali pertama bertemu, aku telah memilihmu dalam setiap doaku. Sesuatu yang tak pernah kauketahui bahkan hingga hari ini. Dan bila kau suruh aku pergi begitu saja, di usiaku yang lebih dari empat puluh ini, aku mungkin telah terlambat untuk mencari penggantimu.

Dan ia tak tahu teman masa kecilnya itu masih mencintainya.

*

Surat-surat itu menarik pria itu ke masa lalu.
Hingga ia tahu, semuanya sudah terlambat.


Kamis, 18 Juli 2013

Wishful Wednesday [32]

Hai hoooo, beberapa minggu ini nggak update WW, huhuhu padahal banyak wishlist yang menunggu. Baiklah, di postingan kali ini akan lebih dari buku yang jadi incaran *perasaan tiap WW deh, Lis*. Jadi, plissssss peri buku, kabulin permohonan hamba sahaya ini karena bulan ini niatnya mau puasa beli buku tapi bukan puasa dapet butelan *sembur amin*

18051536Fahrenheit 451 by Ray Bradbury

Genre: Dystopia

Harga: 39.800

Sinopsis:

Guy Montag adalah seorang pemadam kebakaran. Ironisnya, yang dilakukannya bukan memadamkan api melainkan menyulut api dan membakar rumah yang berisi buku-buku. Ia menikmati pekerjaannya.

Sepuluh tahun menjadi seorang pemadam kebakaran, ia tidak pernah bisa menjelaskan betapa dirinya merasa bergairah setiap kali menyaksikan api melahap lembaran-lembaran buku. Suatu malam, Guy Montag bertemu dengan seorang gadis yang menceritakan padanya tentang orang-orang di masa lalu, orang-orang yang begitu berbeda pada masanya..

Dan dia pun bertemu seorang profesor yang mengatakan padanya bahwa semua orang seharusnya menggunakan waktu mereka lebih banyak untuk berpikir, dan menghayati hidup. Sejak saat itu Guy Montag sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu. Untuk menyelamatkan dunia...



18141434Revenge of the Girl with the Great Personality by Elizabeth Eulberg

Genre: Young Adult

Harga: 49k

Sinopsis:

Saatnya melakukan perubahan!

Hidupku dikelilingi putri-putri cantik. Adikku, Mac, ratu kecantikan cilik. Ini gara-gara Mom yang ketagihan mendaftarkannya ke semua kontes. Alyssa, pacar dari gebetanku juga bintang fashion show. Cantik dan populer tentu saja!

Mereka, selalu sempurna di mata banyak orang. Apa kabar orang-orang sepertiku? Di dunia itu, aku merasa ada yang salah. Semuanya tampak dipaksakan, dan … palsu. Seharusnya, orang merasa sempurna bukan hanya karena penampilan yang kece, melainkan juga punya kepribadian yang mengagumkan.

Aku harus melakukan ini, gerakan orang-orang berkepribadian mengagumkan! Lihat apa yang akan kulakukan. Mau ikut denganku?



18160714Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa by Maggie Tiojakin

Genre: fiction, short stories

Harga: coming soon

Sinopsis:

SELAMAT, ANDA TERSESAT!

Tarik napas.
Tahan.
Pikirkan hal-hal yang paling Anda syukuri.
Bayangkan perjalanan jauh Anda dari rumah.
Tahan.
Jika Anda bisa menemukan jalan keluar, apa yang akan Anda lakukan?
Tahan.
Berdoalah.
Gantungkan harapan setinggi-tingginya.
Tahan.
Tenang, Anda belum mati.
Lihat sekeliling Anda, perhatikan.
Sesak?
Jangan khawatir, pada titik ini seharusnya Anda sadar: semua orang tersesat.
Sekarang lepaskan napas Anda.
Dan ambillah langkah pertama menuju petualangan baru.
Semoga suatu hari Anda bisa menemukan jalan pulang, atau kalau tidak—
Teruslah melangkah.

Perhatian:
Jangan baca buku ini di tempat umum guna mencegah terjadinya reaksi yang tak diinginkan. Bawa pulang buku ini, sembunyikan, baca diam-diam waktu tengah malam sambil ditemani kopi panas. Atau teh. Atau... Pilih candumu sendiri.



18163180London by Windri Ramadhina

Genre: Romance

Harga: 52k

Sinopsis:

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
EDITOR



Plisssssss, semoga ada peri buku baik hati yang mau ngabulin wishlist saya. Fahrenheit udah jadi wishlist lamaaaaaaa banget pengen dibaca, Elizabeth Eulberg dan Windry Ramadhina adalah salah dua penulis favorit saya dan bukunya wajib dibaca! Sedangkan untuk bukunya Maggie, suka banget saya covernya dan katanya ceritanya absurd, dan saya suka!


wishful-wednesday2

Apa Wishlist kamu? yuk ikut meme ini, caranya:

  1. follow  Books To Share atau tambahkan di blogroll/link blogmu

  2. buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran minggu ini, mulai dari yang bakal dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist.

  3. meninggalkan link Wishful Wednesday di Mr. Linky (ada di bawah postingan mb  Astrid). Kalau mau tambahkan button Wishful Wednesday di postingan.

  4. udah tinggal blogwalking sesama blog yang ikut share wishlist :)

Rabu, 17 Juli 2013

Haru Syndrome’s Waiting Room

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan email dari Penerbit Haru yang berisi ajakan kerja sama untuk para reviewer. Tiga bulan ini saya menjadi salah satu anggota BBI yang berkesempatan mendapatkan buku-buku terbaru dari Haru dan mereviewnya, yah walau kadang sedikit terlambat posting saya berusaha menyelesaikannya ^^. Haru Syndrome's Waiting Room adalah ruang tunggu yang dibuat khusus buat semua pembaca novel Haru yang sudah terkena Haru Syndrome. Haru Syndrome sendiri berarti sebutan bagi para pecinta buku Haru (kalau tidak salah :p), mulai tahun 2013 kemaren di setiap pembatas buku Haru ada sebuah material atau kupon yang bila dikumpulkan akan mendapatkan placebo dari Haru, untuk lebih lengkapnya tentang Haru Syndrome ini silahkan kunjungi penerbitharu.com.

Nah, blogger yang bisa masuk ke Haru Syndrome's Waitng Room ini adalah blogger yang Haru undang (tidak menutup kemungkinan nanti akan ada pendaftaran) yang sudah mereview novel Haru untuk diajak bercakap-cakap tentang buku yang sudah direview. Asiknya, kita nggak hanya menjawab pertanyaan dari Haru tapi kita juga boleh bertanya tentang Haru, tentang buku yang sudah diterjemahkan dan tentang profil penerbit Haru sendiri. Berikut isi wawancara saya dengan Haru kemaren, wawancaranya saya copas dari note fb penerbit Haru: 


Minggu, 14 Juli 2013

Explicit Love Story

Explicit Love Story
Penulis: Lee Sae In
Penerjemah: Dimitri Dairi
Cover dan ilustrasi: Angelina Setiani
Penerbit: Haru
ISBN: 878-602-7742-20-8
Cetakan pertama, Juli 2013
386 halaman
Buntelan dari @penerbitharu
Semua orang menganggapku ahli dalam berpacaran. Bahkan, pertanyaan mendetail tentang cara berciuman dan melakukan hubungan intim juga datang menghampiriku. Sejujurnya, aku merasa sedih setiap kali pertanyaan seperti itu muncul karena sebenarnya aku adalah "tong kosong yang nyaring bunyinya". Ucapan vulgar yang keluar dari mulutku sesungguhnya adalah hasil dari pengetahuan yang kudapat melalui Internet dan majalah.

Lalu, suatu ketika... saat sedang menonton film sendirian di klub film yang kuikuti, film yang tak kuketahui judulnya itu tiba-tiba macet. Sialnya, adegan yang tampil adalah adegan dewasa yang bisa membuat malu siapa pun yang melihatnya.

Sialnya lagi, satu-satunya cara mematikannya adalah mencabut colokan kabel listrik TV yang berada tepat di belakang TV berukuran besar ini. Saat aku sedang bersusah payah memeluk TV itu untuk memindahkannya, seorang pria tiba-tiba masuk.

Mati aku! Mau ditaruh di mana mukaku?

Sabtu, 13 Juli 2013

Who are Your Dream Casts for Restart?

Hai hooooo, beralih dari review dulu ya, kali ini saya mengikuti challenge dari Nina Ardianti, penulis buku Restart, Fly To The Sky, Imposible, Glam Girl dan Simple Lie. Hampir aja lupa kalau kemaren nggak diingatkan lewat twit dari penulis, maklum saya emang orangnya pelupa, kebetulan saya follow blognya via email jadi langsung tahu kalau ada update-an terbaru. Awalnya mau saya masukin ke meme Character Thursday berhubung paling lambat besok minggu jadi langsung buat mumpung sempat dan ingat :D.

Aturan mainnya gampang banget, kita disuruh memilih siapa yang paling tepat memerankan tokoh-tokoh yang ada di Restart. Tokoh yang harus ada di dalam list adalah; Fedrian Arsjad, Syiana Alamsjah, Aulia Astrawinata, Edyta Fauz, dan salah satu tokoh pilihan pembaca sendiri. Pilihan saya jatuh pada *jenk jenk jenk* Ardian! Walau nggak banyak dibicarakan di buku tapi namanya sedikit disinggung, lagian kalau ada Edyta nggak lengkap tanpa Ardian :D

Kamis, 11 Juli 2013

Amba

15995172Amba
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Desain sampul dan isi: Ari Prameswari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8879-2
Cetakan kedua, November 2012
494 halaman
Buntelan dari mbak @kenpetung


Sinopsis:

Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang---ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh 'komunis' oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.


Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin... Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali.


My Review:

Alasan kenapa pengen baca buku ini adalah tema yang sama dengan buku Pulang, tentang G30SPKI yang melatari cerita. Nggak sama plek, cukup berbeda sebenarnya kecuali peristiwa berdarah yan pernah terjadi di Indonesia. Kalau Pulang bercerita tentang orang-orang yang tidak bisa pulang buku ini lebih ke pencarian seseorang, tentang pulau Buru, tempat yang pernah menjadi pengasingan tapol.

Cerita diawali dengan ditemukannya dua perempuan yang sepertinya habis 'bertempur'. Perempuan pertama dilukai perempuan kedua dan tak sadarkan diri, tidak tahu siapa dia sebenarnya, darimana asal usulnya, sedangkan perempuan kedua yang mencoba membunuhnya adalah warga asli Waeapo, pulau Buru. Kejadian itu membuat geger seluruh kampung. Perempuan pertama ditemukan di tengah hutan dengan mendekap sebuah gundukan tanah. Baru setelah seorang laki-laki bernama Samuel datang, misteri demi misteri mulai terungkap. Perempuan pertama itu bernama Amba, dia datang ke pulau Buru untuk mencari suaminya yang hilang pada peristiwa 1965, empat puluh satu tahun yang lalu.

Sejak kecil Amba sudah terlihat feminis, dia berbeda dengan kabanyakan perempuan yang hanya selalu menurut, dia sulung dari tiga bersaudara, anak dari seorang bapak yang menjadi kepala sekolah dan ibu yang mengabdikan sepenuhnya untuk keluarga, mereka tinggal di Kadipura, Kediri. Bukannya cepat-cepat menikah dia malah ingin melanjutkan pendidikan ke universitas, Amba memang cerdas dan punya pendirian yang kuat, tak peduli pendapat orang lain, dia juga tidak percaya akan pernikahan. Di usianya yang kedelapan belas, orang tua Amba terlebih ibunya sangat mengkhawatirkan status putrinya itu, umur delapan belas belum menikah sudah memasuki gelar perawan tua, Amba pun tak kuasa menolak ketika orang tuanya mengenalkannya pada Salwa, pemuda yang mengambil hati kedua orang tua dan saudara  Amba, yang juga menyukainya. Mereka tidak langsung menikah karena Amba diterima di fakultas sastra Gadjah Mada, mereka bertunangan.

Pada pertengahan 1965 Salwa mendapatkan pelatihan guru di Universitas Airlangga selama setahun, di satu sisi Salwa tidak ingin berpisah dengan Amba di sisi lain Salwa tahu kalau Amba belum siap menikah, mereka pun menjalani hubungan jarak jauh dengan saling berkirim surat. Amba tidak ingin hanya berdiam diri menunggu Salwa menyelesaikan pelatihannya, sebuah iklan di surat kabar membawanya ke sebuah rumah sakit di Kediri, menjadi penerjemah dokumen medis seorang dokter lulusan luar negeri.



"Seorang lelaki harus dibikin jatuh cinta selamanya pada seorang perempuan agar ia tak pergi. Tapi, ia tak mengucapkannya: ini adalah rahasia terdalam.


Bhisma Rashad, dialah sang dokter, dialah yang akan memporak-porandakan kehidupan Amba. Cinta mereka membara di tengah panasnya politik saat itu, Bhisma dicurigai menjadi salah satu yang kiri dan perpisahan mereka pada malam itu, pada malam penyerbuan di Universitas Res Publica, menjadi perpisahan selama-lamanya.



"Tentu saja, ia amat akrab dengan cerita itu. Bagaiamana tidak, dengaan namanya. Sebagaimana adik-adiknya. Amba tumbuh bersama kisah Putri Amba yang pada suatu hari, bersama kedua adik kembarnya Ambika dan Ambalika, diculik oleh Bhisma dari sebuah sayembara. Mereka akan dikawinkan dengan Raja Wichitawirya dari Kerajaan Hastinapura. Amba menyaksikan bagaimana tunangannya, raja muda Salwa, dipermalukan setelah ia menantang Bhisma dan dikalahkan di tengah hutan, di hadapan pasukannya. Setelah itu, kegilaan. Amba menyaksikan begaimana rasa kehormatan laki-laki mengalahkan semua emosi di muka bumi -dan ia, putri kerajaan, dicampakkan setelah kekalahan itu, karena Salwa malu, karena Salwa punya harga diri yang lebih tinggi ketimbang cintanya. Tapi putri itu jga ditolak oleh penculiknya, karena Bhisma, ksatria luhur itu, ingin membuktikan rasa bakti yang tinggi, lebih tinggi ketimbang rasa kemanusiaannya. Para dalang kemudian bercerita bahwa Putri Amba menyimpan dendam kesumat sebesar samudra. Seluruh hidupnya adalah persiapan pembalasan terhadap kaum laki-laki."

"Amba." Ia tersenyum. "Dalam cerita wayang, nama itu nama tokoh wanita yang dicampakkan oleh dua lelaki."



Kalau Pulang terispirasi kisah nyata, sepertinya buku ini juga, terispirasi dari seorang dokter ahli bedah keturunan Tionghoa, Dr. Oey yang mengapdikan diri seumur hidupnya di Irian Jaya, setelah kembali dari Stuttart, di buku ini Bhisma juga mengabdikan diri di Pulau Buru, dan lulusan dari Leipzig. Untuk kisah pewayangannya, kalau Pulang mengambik Drupadi dan Bima sebagai inspirasinya, di buku ini Amba dan Bhisma, saya lupa Amba ini apakah pernah disebutkan di buku The Palace of Illution - Divakaruni yan pernah saya baca, yang jelas kisah cinta yang saya tahu adalah Srikandi dan Bhisma, apakah Srikandi reinkarnasi dari Amba? Saya lupa. Srikandi dibuku ini digambarkan adalah anak dari Amba dan Bhisma.

G30SPKI, terinspirasi dari kisah nyata, dan ada kisah pewayangan yang disisipkan, itulah sedikit kesamaan dengan Pulang. Mau nggak mau saya menyamakan dan membandingkannya, tapi seperti yang saya katakan di awal, kedua buku ini berbeda. Peristiwa '65 hanya 'tempelan' saja di Pulang, tema utama yang diusung penulis adalah kisah keluarga dan kisah cintanya pun sangat terasa, berbeda dengan Amba, bisa dibilang kebalikan dari Pulang, kisah cintanya hanya 'tempelan', buku ini banyak bercerita tentang keadaan sebelum dan sesudah '65 meledak, bercerita tentang orang-orang yang tidak tahu apa-apa namun menjadi tersangaka peristiwa '65, sedikit keadaan para tahanan di pulau Buru dan yang paling utama adalah pencarian untuk berdamai dengan masa lalu.

Jujur saja, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini karena kisah cintanya tidak menonjol, hahahaha, saya emang mudah bosan baca buku sejarah, harus ada penyemangatnya dan buku ini sedikit sekali memberi dorongan, berbeda dengan Pulang yang alasannya bisa dibaca di reviewnya :p. Bukan berarti tidak menarik, melihat bagaimana penulis melakukan riset (sampai ke pulau Buru) tentu membuat buku ini wajib dikoleksi bagi pengumpul sejarah. Diksinya pun oke, kadang menyisipkan bahasa jawa atau asing yang pada tempatnya.




"Bukankah berpisah, mengucapkan selamat tinggal adalah salah satu kritis terhebat dalam kehidupan manusia?"


Saya sebenernya sebel banget sama Bhisma, sikapnya yang nggak tegas, mengantung perasaan Amba dan merasa tidak ada tempat tujuan pulang ketika sudah 'enak' di Buru sangat sangat menyebalkan. Yah, melihat kisah aslinya di buku Mahabharata, bukannya Bhisma memang diceritakan berjanji tidak akan menikah? Kadang kita harus menerima cerita yang memang semestinya berakhir adanya.

3 sayap untuk kisah cinta Amba dan Bhisma.

Katarsis

17786536

Katarsis
Penulis: Anastasia Aemilia
Editor: Hetih Rusli
Desain dan ilustrasi cover: Staven Andersen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-9466-8
Cetakan pertama, April 2013
264 halaman
Pinjem @ndarow


Sinopsis:

Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?


My Review:


Sinting. Sinting. Sinting.
Itulah yang saya rasakan ketika memahami hampir semua karakter tokoh yang ada di buku ini. Jujur saja, saya bukan pecinta thriller terlebih buku ini masuk kedalam ketegori genre psychology thriller, di mana masih agak asing ditelinga saya karena saya tidak bisa menginggat apakah ada buku dari penulis Indonesia yang pernah mengambil tema yang sama. Biasanya saya lebih suka menikmati versi visualnya, lebih mudah bagi saya untuk menebak siapa dalang semua kejadian. Tapi, melihat cover buku ini yang simple memudahkan saya mengetahui siapa pelaku sebenarnya dari awal saya membaca.

Seorang pemuda ditemukan tubuhnya termutilasi dan potongan tubuhnya berceceran di sekitar rumahnya, ibunya Sasi Johandi dan pamannya Bara Johandi tewas dengan banyak luka tusukan di tubuh mereka. Suami Sasi, Arif Johandi masih dalam keadaan kritis. Hanya satu orang yang ditemukan hidup walau dalam keadaan dehidrasi dan syok berat karena ditemukan di dalam kotak perkakas, dia adalah keponakan dari Sasi dan Arif, sepupu Moses, anak Bara, dia gadis berumur 18 tahun yang sekarang tinggal di Rumah Sakit Jiwa, dia bernama Tara Johandi.

Cerita tidak berhenti akan misteri pembunuhan keluarga Johandi dan siapa yang menaruh Tara di kotak perkakas selama dua hari sampai ditemukan pihak berwajib, muncul kembali psikopat yang menaruh korbannya di kotak perkakas beserta koin lima rupiah setalah bertahun-tahun absen.

Awalnya saya mengira kalau pelakunya hanya 'dia' ternyata semakin kebelakang semakin tak terduga, cerita mleber kemana- mana, tapi, karena penulis mengambil sudut pandang orang pertama dan ada dua orang yang menceritakannya secara langsung, cerita di buku ini mudah sekali diprediksi ditambah dengan adanya alur flashback yang sangat memperjelas. Mungkin tujuan utama penulis bukanlah memberi kejutan siapa pelakunya tapi lebih menampilkan sisi psikologis para tokohnya. Tara hidup dengan keluarga yang broken home, sejak kecil dia sudah melihat perlakuan keji ayahnya yang sering memukul ibunya dan selingkuh dengan orang lain, menyebabkan dari kecil Tara tidak mau dipanggil dengan namanya dan tidak mau memanggil kedua orang tuanya dengan ayah dan ibu, membenci kedua orang tuanya.

Kekurangan buku ini atau yang disayangkan dari buku ini adalah minimnya kisah cinta, hahahaha tetep ya. Sebenarnya saya berharap banyak dengan Alfons -dokter jiwa yang merawat Tara- hanya saja sejak kemunculan Ello, teman masa kecil Tara tiba-tiba datang kembali dan membuat saya bingung akan perasaan Tara. Di satu sisi, Alfons adalah satu-satunya orang yang bisa dipercaya Tara, yang bisa membuatnya tenang, di sisi lain, dengan kemisteriusan Ello, Tara dibuat klepek-klepek, inginnya sih Tara lebih konsisten siapa yang dia suka, yasudahlah, namanya juga buka novel romance, Lis.

Saya baru kali pertama ini membaca novel dari Anastasia Aemilia, sebelumnya saya pernah membaca cerpennya di buku antologi Autumn Once More, ternyata selain piawai menulis kisah cinta, buku pertamanya yang bergenre psycology thriller ini sama sekali tidak mengecewakan, ide pembunuhan yang meletakkan para korban di kotak perkakas itu jenius dan sinting sinting sinting!

Buat kamu yang ingin mencoba membaca genre pcycology thriller dalam negeri, coba di mulai dari buku ini, kalau selanjutnya ketagihan, bukan tanggung jawab saya loh dan yang ngaku thriller freak, buku ini pantes kok untuk nambah koleksi buku bergenre thrillermu :D

4 sayap untuk daun mint.

June Book Haul

book haulPostingan telat yang kedua kalinya ^^

Bulan lalu lumayan lah buntelannya, lumayan juga beli bukunya, bulan ini saya mau ngerem beli buku, diganti dengan cari pinjaman aja XD. Berikut buku-buku yang menjadi newbi di lemari saya:

198234_10201233306698592_1274117014_nBuntelan dari mbak Jia Effendie, makasih banget, padahal saya cuman minta Melbourne eh dibonusin satu buku lagi My Cup of Tea *seneng kejer*, dan sudah di review semuanya ya :D

969672_10201273145894547_1764184155_nAkhirnya dateng juga ini buku, hadiah dari kang Rovan, satu-satunya giveaway yang dimenangin dari BBI Blog Hop beberapa bulan kemaren, banyak yang bilang ini buku bagus banget, sudah difilm-in dan akhirnya punya, saya lagi seneng ngoleksi buku yang diadaptasi ke film, lumayan nambah daftar :D

1005721_10201290119558878_100067806_nBeli di Sang Cerpenis Bercerita, totalnya kalo g salah 137k, hemat sehat :D

996169_10201320584600485_841223710_nBeli di Parcel Buku, Ther Melian; 35k, Kisses from Hell; 27k, The Devil In Black Jeans; 33k, murehhhhhh banget. Ther Melian udah jadi wishlist saya dari tahun lalu berhubung harganya mahal nunggu diskonan dulu deh, kurang seri ketiga nih padahal pengen cepet baca :(, Yang suka ngikutin WW saya pasti tahu kalo saya juga pengen ngoleksi seri in hell, lumayan kurang dua. Sedangkan untuk The Devil in Black Jeans sebenernya udah baca pinjem mbak Desty, karena kebiasaan punya kebiasaan; pinjam dulu beli yang murah, jadi kalo ada teman yang punya buku yang pengen saya baca saya pinjem, kalau buku itu didiskon gede atau ada sekennya baru dibeli, hemat sehat :D

1004568_10201353226536513_292942752_nHore! hore! akhirnya punya Amba *bekep kak Roos*. Jadi ceritanya, waktu kak Roos di Solo nganter adiknya operasi dia ngajak ketemuan, pas banget, kebetulan waktu itu saya juga ada rencana ke Solo buat nonton film Iron Man 3, ehehehe. Ngobrol-ngobrol lah kita dengan berbagai macam hal, bulai dari buku, goodreads sampai ke penulis. Saya cerita kalau suka banget sama Pulang-nya Leila S. Chudori dan bulan itu juga klub buku goodreads lagi ngadain resensi berhadiah buku Amba, sayangnya kak Roos bukan bagian koordinatornya jadi nggak bisa ngrayu-ngrayu deh, hahahaha. Trus dia cerita kalau agal ilfil sama penulisnya dikarenakan suatu sebab, nawarin ke saya,"Sulis mau bukunya?" langsung deh mau mau mau :D

Buku-buku yang di dapat bulan Juni:



  1. My Cup of Tea by Nia Nurdiansyah

  2. Melbourne by Winna Effendie

  3. The Help by Kathryn Stockett

  4. Restart by Nina Ardianti

  5. Bangkok by Moemoe Rizal

  6. Notasi by Morra Quatro

  7. Melepas Ranting Hati by Sanie B. Kuncoro

  8. Ther Melian: Genesis by Shienny M.S

  9. Kisses from Hell by Khristin Cast, dkk

  10. The Devil in Black Jeans by aliaZalea

  11. Amba by Laksmi Pamuntjak

Bacaan Bulan Juni 2013

bacaan bulan juniHai hoooo, ada yang kangen nggak nih sama saya? hehehe, maaf banget beberapa minggu ini nggak update blog dikarenakan ada kepentingan keluarga yang nggak bisa ditinggalkan #jiah. Jadi maklum kalau postingan bacaan tiap bulan telat karena baru bisa online komputer sekarang ini. Bulan lalu nggak banyak buku yang dibaca, moodnya lagi pengen baca romance, bahkan ada beberapa buku yang saya baca ulang saking bosennya. Ada 13 buku yang berhasil saya tuntaskan, ada satu lagi sih sebenarnya tapi buku itu udah saya baca berulang-ulang jadi nggak saya masukkan XD. Berikut listnya:



  1. Les Miserables 2: Cosette by Victor Hugo (Historical Fiction Reading Challenge)

  2. Melbourne by Winna Efendi (Indonesian Romance Reading Challenge)

  3. Celoteh Perempuan by Angly, dkk (Indonesian Romance Reading Challenge)

  4. The Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald (Finding New Author Reading Challenge, Historical Fiction Reading Challenge, What’s In A Name Reading Challenge)

  5. My Cup of Tea by Nia Nurdiansyah (Finding New Author Reading Challenge)

  6. The Lonely Hearts Club by Elizabeth Eulberg

  7. Prom and Prejudice by Elizabeth Eulberg

  8. Bangkok by Moemoe Rizal (Indonesian Romance Reading Challenge)

  9. Katarsis by Anastasia Aemilia

  10. Restart by Nina Ardianti (Indonesian Romance Reading Challenge)

  11. Notasi by Morra Quatro (Indonesian Romance Reading Challenge, Historical Fiction Reading Challenge)

  12. Baby Proposal by Dahlian [baca ulang] (Indonesian Romance Reading Challenge)

  13. Dongeng Patah Hati by penulis Gagasmedia (Indonesian Romance Reading Challenge)

Itu saja bacaan yang sanggup saya tuntaskan bulan lalu, semoga bulan ini lebih banyak lagi dan direview semua ^^

Prom and Prejudice


From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn A...more From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn Academy become obsessed with the prom. Lizzie Bennet, who attends Longbourn on a scholarship, isn't interested in designer dresses and expensive shoes, but her best friend, Jane, might be - especially now that Charles Bingley is back from a semester in London.
Lizzie is happy about her friend's burgeoning romance but less than impressed by Charles's friend, Will Darcy, who's snobby and pretentious. Darcy doesn't seem to like Lizzie either, but she assumes it's because her family doesn't have money. Clearly, Will Darcy is a pompous jerk - so why does Lizzie find herself drawn to him anyway?


Konspirasi Dalam Kematian (In Death #8)


Pembunuh berantai yang memiliki keahlian sekelas ahli bedah nomor satu kini berkeliaran untuk memangsa orang-orang yang dianggapnya sebagai sampah masyarakat. Korban pertama: gelandangan yang ditemukan mati di gubuk kardusnya. Tidak ada memar, tidak ada tanda-tanda pergulatan. Hanya lubang bulat sempurna sebesar kepalan tangan di dada yang tadinya berisi jantung. Setelah jatuh korban berikutnya, penyelidikan yang dikepalai Detektif Eve Dallas mendadak mendapat tekanan dari seorang senator untuk dipetieskan, dan kemudian dialihkan kepada penyelidik swasta. Ketika Eve tidak menghiraukan ancaman itu, karena merasa telah berada di jalur yang benar, giliran dirinya yang menjadi korban birokrasi. Dia dituduh mengancam dan membunuh salah seorang polisi yang berseteru dengannya, sehingga departemen kepolisian mencabut sementara lencananya. Kini dihadapkan pada pilihan yang pelik: terus memperjuangkan keadilan bagi para korban, namun dengan risiko mengorbankan kariernya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...