Jumat, 15 November 2013

#5BukuDalamHidupku Day 4: Sang Guru Cinta


Tinggal satu hari lagi! Buat yang ikut masih semangat kan? Nanggung banget kalau nggak diterusin proyek mudik bareng ke blog sendiri ini :D. Sedikit flasback kalau ada yang baru baca postingan saya, untuk episode sebelumnya bisa dibaca: Buku Pertama Posting Bareng BBI, Rekaman Kematian, Sampai Kota Seberang Pun Aku Akan Mengejarmu. Agak telat posting karena biasanya saya posting terjadwal setiap jam sembilan pagi, dua hari ini jaga pagi dan sepulangnya capek (males) online, tapi demi bisa konsisten saya enyahkan godaan tersebut. Saya juga sempat bingung mau pilih buku apa karena banyak buku yang berkesan buat saya (terlebih yang dapet buntelan :p), setelah nemu malah bingung cari judul kece untuk postingan kali ini, hahahaha, emang drama saya ini karena saya lagi belajar gimana caranya bikin judul yang menarik, yang cetar membahana, yah semoga saja nggak lebay :p.

Bisa ditebak postingan kali ini akan membahas buku apa, yap, cinta. Emang nggak akan ada habisnya kalau ngomongi satu kata tersebut, apalagi di blog ini, dari nama blognya aja udah ketauan kalau blog ini membahas genre yang umum disukai orang, berhubungan dengan cinta. Genre romance memang genre favorit saya, kalau ditanya apa alasannya coba tanya ke orang yang juga suka dengan genre ini, pasti hampir sama jawabannya, ceritanya ringan, emang agak klise tapi serunya di sana. Genre romance dipilih karena nggak mau membaca buku yang terlalu mikir banget, yang happy ending, yang ceritanya manis dan banyak adegan romantis. Selain itu, kalau di kehidupan nyata lagi sumpek banget, genre romance bisa dijadikan pelarian, sebagai hiburan.

Banyak yang bilang kalau genre romance adalah genre yang ecek-ecek atau nggak berbobot, eh jangan salah ya, walau kayaknya ringan genre romance bisa menjadi cerita yang kompleks. Salah satu sub genre romance favorit saya adalah domestic romance atau domestic drama, genre yang membahas kehidupan rumah tangga. Nggak mudah membuat cerita kalau penulis belum pernah mengalaminya sendiri atau butuh riset agar ceritanya terasa nyata. Permasalahan yang diambil pun bisa luas banget seperti contohnya tekanan sudah menikah bertahun-tahun belum juga dikasih momongan, kedua pasangan yang nggak saling cinta, mengurus anak, pemeneuhan kebutuhan seksual, dalam tahap perceraian, masalah dengan mertua, ekonomi dan masih banyak lagi. Selain itu genre romance merupakan genre yang banyak sekali memiliki sub genre atau dikategorikan sesuai tema cerita, seperti yang sering kita jumpai: mainstream romance (cerita yang di set sejak awal kalau tokoh utama perempuan berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya), contemporary romance (kisah cinta jaman sekarang), young adult romance atau teenlit yang membahas kehidupan remaja, bahkan yang sedang booming sekarang terlebih di luar sana, erotica (genre yang memiliki muatan seksual sangat kental) :p.

Saya nggak akan membahas genre, karena lain waktu akan saya posting tersendiri. Yang ingin saya share kali ini adalah buku pertama apa yang saya baca sehingga sangat mengilai genre ini? Jawabannya adalah:

Pertama terbit aja saya belum lahir :p
Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat
Penulis: Mira W
Penerbit: Gramedia
Cetakan kedua: Februari 1984
244 halaman

Sinopsis:

Delapan tahun yang lalu karena takut ketinggalan kereta, Arini telah menumpang kereta yang salah. Kereta api yang menjerumuskannya ke jurang penderitaan. 

Tetapi penderitaan yang bagaimanapun beratnya tidak menjerumuskan perempuan sederhana yang polos dan bodoh seperti Arini ke lembah kenistaan. Dia tidak membiarkan dirinya jatuh ke dalam pelukan laki-laki. Atau terkapar menangisi nasibnya di tempat tidur. 

Dengan sisa-sisa kekuatannya sendiri, Arini berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Bertekad menjadi seorang wanita terhormat, agar tidak seorang pun berani menghinanya lagi. 
Dia menempa dirinya menjadi seorang wanita karier yang sukses, meskipun untuk itu dia terpaksa mulai dari tempat yang paling bawah sekali. 

Di ujung suksesnya, ia mengira tak ada lagi kereta yang akan melintasi hidupnya. Tetapi dalam sebuah kereta api cepat di daratan Eropa, kereta api terakhir yang menuju Stuttgart, Arini berjumpa dengan Nick. Dan di dalam diri laki-laki yang sepuluh tahun lebih muda ini, Arini menyadari, masih ada kereta api yang akan lewat. Kereta yang membawanya ke Jakarta. Mempertemukannya kembali dengan Helmi, laki-laki yang pernah menjadikannya seorang istri pulasan, demi menutupi skandal cintanya dengan Ira, teman Arini yang telah menikah. 

Dendam yang membara di hati Arini nyaris menemukan pelampiasannya ketika ia melihat apa yang telah dilakukan Helmi terhadap anak perempuan mereka selama ini. Dan di dalam diri anaknya yang telah ditinggalkannya begitu saja selama tujuh tahun, yang lebih memilih ibunya daripada Arini, dia kembali dihadapkan pada suatu dilema.

Sinopsisnya sangat jelas kan ceritanya kayak gimana? Nggak usah saya ceritakan ulang, sekilas emang sinetron banget, hahahaha. Saya pertama kali baca pas SD, lupa kelas berapa, antara kelas lima atau enam. waktu itu lagi iseng buka-buka lemari abah untuk cari harta karun (kenangan masa lalu orang tua) dan menemukan buku ini, bisa dibilang ini buku fiksi pertama saya, waktu SD saya nggak terlalu suka baca, baru kuliah hobby saya sesungguhnya ketahuan :p. Entah dirasuki apa saya coba baca, ehhhh ternyata agak berbau dewasa, hahaha, semacam melakukan tindakan ilegal XD.

Yang saya ingat setelah baca ulang beberapa tahun yang lalu, yang membuat saya suka buku ini adalah banyak konflik yang bisa terjadi di kehidupan cinta orang dewasa, gagal menikah karena calon suami menghianati dengan menghamili adiknya sendiri, cinta beda usia, dan masalah rumah tangga dalam merawat anak. Dan yang membuat terharu perjuangan untuk mempertahankan cinta tersebut agar nggak hilang lagi. Saya langsung menyimpan buku ini, lihat aja bukunya sampe lecek dan kertasnya udah kecokelatan. Buku ini dicetak pertama kali pada tahun 1982 dan yang saya punya adalah cetakan kedua tahun 1984. Saya aja belum lahir waktu pertama terbit, menjadi buku yang sangat berharga, dilihat dari usia terbit dan sejarah saya menemukannya. Sejak membaca buku ini saya jadi mencari permasalahan apa saja yang dihadapi orang dewasa, kisah cinta orang lain, menjadi sebuah obsesi saya untuk mengumpulkan berbagai macam kisah cinta :D.


Buku ini udah dicetak ulang beberapa kali, cover yang paling kece tentu yang gambar terbaru, gambar kereta :p. Saya pun nggak kehitung baca buku ini XD, buku ini mengajari saya bahwa cerita cinta itu asik banget, penuh konflik dan drama, nggak pernah bosan membaca cerita yang sama terus. Saya pernah sekali nyoba buku ini yang cetakan terbaru dan ternyata ada bedanya sama punya saya, banyak yang di sensor, untung punya yang full adegan dewasanya =)).

Adakah yang punya pengalaman seperti saya, buku yang membuatmu suka dengan genre tertentu? Pengalaman pertama memang tak terlupakan :D


6 komentar:

  1. Waduh bukunya kucel banget. Tandanya saking seringnya dibaca yah?
    Hmm, tapi aku belum pernah baca bukunya?
    Mungkin bisa dijadikan dalam wishful nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dan faktor usia juga, bisa dibilang ini buku Mira W yang paling aku suka :)

      Hapus
  2. Bener banget, Kak, baca buku romance itu emang bisa dijadikan dari kesumpekan dunia nyata hahahaha. Btw itu buku tahun 1984 masih ada aja, hebat nih Kak Sulis sampe nyimpen buku rkance yang jadul

    BalasHapus
  3. waaahh lama juga yah bukunya.. pantasan udah kelihatan kucel beda banget dengan cetakan ulangnya.. tapi tetap saja biar udah kecel jadi kenangan berharga:)

    BalasHapus
  4. Wah mba punya cetakan pertama, bisa jd buku langka tu klo dijual kpd kolektor buku ^^

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...