Rabu, 14 Agustus 2013

Mahogany Hills


Mahogany Hills
Penulis: Tia Widiana
Cover: Cynthia Yanetha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-9584
Cetakan pertama, Mei 2013
344 halaman
Pinjem @noninge


Jagad Arya dan Paras Ayunda mendapatkan kehidupan yang mungkin diharapkan oleh semua pasangan pengantin baru. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Mahogany Hills, di pelosok pegunungan Sukabumi yang sejuk dan indah.

Yang membedakan Jagad dan Paras dengan pasangan pengantin lainnya adalah mereka menikah bukan karena cinta. Baik Jagad maupun Paras punya rahasia yang mereka pendam. Kesepian, amarah, dan penyesalan bercampur aduk dengan rasa rindu dan kata cinta yang tak pernah terucapkan—semua itu senantiasa menggelayuti Mahogany Hills.

Dengan caranya masing-masing, Jagad dan Paras berjuang untuk menghadapi satu pertanyaan yang pada suatu titik harus mereka jawab: Sanggupkah mereka bertahan dalam pernikahan yang tak sempurna itu?


Singkat aja ya. Setelah menikah dengan Jagad, Paras di boyong ke Sukabumi, kesebuah pondok yang indah sekali, dibelakangnya ada bukit dan tanah yang masih lapang. Paras berharap pernikahan mereka akan berhasil, dia mencintai Jagad sudah dari kecil dan dia memilih pahlawannya waktu kecil itu menjadi suaminya. Berbeda dengan Jagad, dia sama sekali tidak menyukai perjodohan yang diterimanya, mungkin awalnya tidak masalah tapi setelah Nadia -orang yang diam-diam dicintainya- batal menikah dengan sahabatnya dia berjanji akan mempersuntingnya. Jagad besikap kasar dan  tak acuh terhadap Paras agar dia tidak betah menjadi istrinya dan menuntut cerai. Tapi, berkat kesabaran Paras dan perhatiannya, lama-lama Jagad mulai luluh, dia hampir saja menggagalkan rencananya dengan Nadia.

Tidak ada sesuatu yang baru di buku ini, perjodohan, cinta semasa kecil, mantan yang hadir kembali, memancing kecemburuan untuk menunjukkan apakah ada rasa cinta dan yang paling parah amnesia. Bagian itu emang menganggu sekali, rasanya ingin jedukin kepala ke bantal, "Hari gini masih ada adegan amnesia?" Nggak cukup kalau di sinetron aja? Yasudahlah. Typonya masih ada. Untuk karakternya, saya merasa agak berbeda versi kecilnya Paras-Jagad dengan versi dwewasanya *yaiyalah*. Jagad waktu jadi ketua OSIS pas SMA itu cool banget, penuh wibawa gitu, kalau capek ya tidur di UKS :)) Nah, gedenya dia agak nyebelin, bertekuk lutut sama cewek matre. Untuk Paras sendiri, waktu kecil dia terkesan lemah tapi gedenya dia tegar luar biasa. Kalau nadia porsinya cukuplah secara dia dalang konflik di buku ini, sedangkan untuk adrian, mantan pacar Paras yang psikopat, agak kasian sih karena dia muncul sebentar, numpang lewat aja.

Nggak berarti nggak ada yang bagus, saya bisa merasakan emosi paras terhadap Jagad, bagaimana dia sangat mencintai Jagad dan tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, terlebih mengurus rumah dan menyiapkan makanan, bahkan sambil kucing-kucingan dengan Jagad agar dia tidak terlalu sakit hati. Perjuangannya patut diacungin jempol. Kedua, penulis mendeskripsikan tempat atau suasananya cukup detail, membuat saya pegen punya rumah kayak Mahogany Hills. Ketiga, saya suka covernya, jadi nggak susah ngebayangin Mahogany Hills kayak gimana. Kalau emang bener buku ini yang paling bagus dari 673 novel yang ikut lomba dengan suara bulat para juri, rasanya saya nyari pinjaman aja untuk juara kedua dan ketiga.

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang suka cerita tentang perjodohan.

3 sayap untuk rumah di kaki bukit.

8 komentar:

  1. kirain bakal kasih bintang 1 juga :D

    aku suka banget buku ini lis, terlepas dr tema basi amnesia aku suka gimana cara tia bercerita di buku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, jadi bisa ngrasain apa yang dialami tokohnya :D

      Hapus
  2. Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang suka cerita tentang perjodohan.

    *ahaha, that's me that's me ~~ tunjuk tunjuk kepala sendiri :3*

    ceritanya standar, nothing new, gampang ketebak, tapi damn so sweet....
    yep, as everyone else said, penulisnya ngga menulis dengan keruwetan bahasa sastra, melainkan bahasa lugas yang santun dan mengena di hati, easy reading :)

    sebenernya ... kalau buat saya mah, ini masuk list romance terbaik tahun ini (haha, ketauan banget kalo jiwa telenovela saya akut) :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, wajar, banyak cewek yang suka cerita manis, aku pun juga gitu :)

      Hapus
  3. Itu saya , mbaak =)) yang suka baca buku perjodohan, udah semangat belinya eh taunya adegan amnesia mengacaukan segalanya x_x

    BalasHapus
    Balasan
    1. *puk-puk* semoga nggak kapok baca buku bertema perjodohan :))

      Hapus
  4. Covernya bagus, cuma menurutku ceritanya gampang ketebak banget tapi enaknya bacanya easy mudah mengalir :D

    BalasHapus
  5. Aku kira Mahogany Hills itu novel terjemahan, taunya novel Indonesia.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...