Kamis, 11 Juli 2013

Prom and Prejudice


From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn A...more From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn Academy become obsessed with the prom. Lizzie Bennet, who attends Longbourn on a scholarship, isn't interested in designer dresses and expensive shoes, but her best friend, Jane, might be - especially now that Charles Bingley is back from a semester in London.
Lizzie is happy about her friend's burgeoning romance but less than impressed by Charles's friend, Will Darcy, who's snobby and pretentious. Darcy doesn't seem to like Lizzie either, but she assumes it's because her family doesn't have money. Clearly, Will Darcy is a pompous jerk - so why does Lizzie find herself drawn to him anyway?



Buku ketiga Elizabeth Eulberg yang saya baca setelah Take A Bow dan The Lonely Hearts Club, sama seperti buku-buku sebelumnya di mana masih berhubungan soal musik, namun kali ini yang menjadi tema terbesar adalah kisah cinta si kaya dan si miskin. Tema yang paling saya suka selain tentang keluarga dan pernikahan, hahaha. Bisa dibilang buku ini adalah fanfic-nya Pride and Prejudice, novel tersohor yang mungkin sebagian besar orang tau dan sudah baca, well, jujur saja saya termasuk dari sedikitnya orang yang belum baca, saya kira terlalu berat, setelah membaca buku ini saya jadi kepengen baca buku yang mengispirasi buku ini *cari pinjeman*.

Bercerita tentang Elizabeth Bennet alias Lizzie yang awal-awal masuk kuliah menjadi target operasi bullying karena dia termasuk anak biasiswa di Akademi Logbourn. Di lempar milk shake sebagai perkenalan, samponya ditukar dengan losion perontok rambut, mendapati obat pencahar di jus jeruknya, dan semua kejahilan anak orang kaya pernah dia alami. Lizzie berhasil melewati semester pertamanya demi impiannya, dia mendapatkan beasiswa musik dan mengukuhkan diri sebagai pianis nomor satu di kampus, keberadaan dua teman sekamarnya, Jane -anak oang kaya yang baru saja bangkrut- dan Carlotte - anak buangan seperti dirinya- menambah suntikan semangat agar bersemangat mengabaikan sindiran orang-orang yang tidak tahu bagaimana dia berusaha mendapatkan beasiswa itu.

Saat menghadiri pesta gebetannya Jane, Charles, Lizzie bertemu dengan satu orang yang sangat membenci anak beasiswa, cowok congak dan sangat membenci orang miskin itu bernama Will Darcy. Ada alasan kenapa Darcy sangat membenci anak beasiswa, dia bernah berurusan dengan satu anak beasiswa yang mencoba menghancurkan kehidupan adiknya, sayangnya Lizzie sudah kepalang benci sama Darcy, dia sama sekali tidak ingin berurusan dengan Darcy lagi. Sebaliknya dengan Darcy, sejak pertama dia sudah terpesona dengan Lizzie walau enggan mengakui. Dan dia tidak akan menyerah mendapatkan hati Lizzie yang tidak tertarik dengan dirinya dan uangnya.

Sukaaaaa banget! Dulu pernah nonton film Pride and Prejudice, karena nggak suka sama tokoh yang meranin Darcy saya kurang puas akan filmnya, dan sepertinya saya harus membaca bukunya, fanficnya aja seru gini apalagi cerita aslinya? Temanya emang klise banget, udah banyak sekali cerita yang mengambil tema si kaya dan si miskin, contohnya Meteor Garden, hahahaha, dulu saya salah satu orang yang tergila-gila sama serial itu. Percaya deh, kisah cinta si kaya dan si miskin nggak akan lekang oleh waktu, semua cewek pasti memimpikan pangeran berkuda putih, dan hei, ini fiksi kan?

Nggak akan bicara soal kekurangannya, ya karena saya sangat menikmati membaca buku ini. Saya akan lebih banyak membicarakan bagian-bagian yang membuat saya klepek-klepek. Ketika waktu liburan Darcy mengantar Lizzie membeli buku dan dengan lantang Lizzie mengatakan nggak tertarik sama uangnya Darcy dan sanggup membayar sendiri dengan semua yang ada di dompetnya, ketika Darcy diam-diam membelikan mantel Lizzie yang hilang di pesta, ketika Darcy walau ditolak berkali-kali tetap datang ke Java Juction kafe demi bisa bertemu Lizzie barang beberapa menit saja, bahkan ungkapan cinta yang tetap terasa meremehkan pun buat saya romantis banget, Darcy oh Darcy.
cover asli

Buku ini remaja banget, tema bullying pun juga di sisipkan penulis, covernya yang manis dan pembatas bukunya yang kece membuat buku ini sangat menarik, terjemahannya juga oke, nggak kaku dengan pemilihan bahasa sehari-hari, berasa kita membaca buku teenlit dalam negeri, typonya tidak terlalu memperhatikan :D.

Buat yang belum pernah baca novel yang tersohor itu a.k.a Pride and Prejudice, bisa banget dengan mengawalinya dengan buku ini, dijamin pengen baca aslinya :D

4 sayap untuk Darcy yang nyebelin tapi ngangenin :p.

Prom and Prejudice
Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Retno Retnadi
Penyunting: Dhewiberta
Perancang sampul dan isi: Itsna Hidayatun
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-9397-01-7
Cetakan pertama, 2012
216 halaman
Pinjem
@nurauliaafina

5 komentar:

  1. wakakakakakak ada fanfic pride and prejudice..aku baru tau..trimakasih reviewnya sulis..jadi ada referensi baru. Tpi buku ini jadi kayak teenlit gitu gk sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang bukunya teenlit, esy, remaja banget malah :D

      Hapus
  2. Buku ini remaja abis. haha
    Berasa ababil lagi dah

    BalasHapus
  3. Temanya ringan sih nggak berat dan covernya jua unyu-unyu bangetkayak mau minta dibaca

    BalasHapus
  4. Bentang belia ringan2 banget bacaannya... serasa balik remaja klo baca buku2nya....

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...