Jumat, 14 Juni 2013

The Lonely Hearts Club


Mana yang lebih penting? Pacar atau sahabat?

Setelah dikhianati Nate, Penny Lane bersumpah nggak akan mau dekat-dekat apalagi sampai pacaran sama manusia berlabel cowok. Sohibnya, Diane meninggalkan Penny juga demi cowok. Gimana Penny nggak makin kebakaran?

Penny nggak sendiri. Banyak cewek di sekolah punya pengalaman sama: korban cowok nggak penting! Penny akhirnya mendirikan sebuah klub cewek jomblo The Lonely Heart Club.

Peraturan utamanya ekstrim: nggak boleh pacaran! Hufft…apa bisa aturan gila ini ditaati?

Masalah lalu muncul saat Ryan Bauer-cowok populer di sekolah mendekati Penny. Sementara itu ikatan diantara sohib cewek The Lonely Heart Club makin kuat.

Mampu nggak sih Penny Lane menahan godaan untuk nggak nge-datesama Ryan yang super cool? Siapa yang akan dipilih Penny? Cowok yang jadi rebutan cewek satu sekolah atau klub berisi sohib yang super asyik?


Pernah patah hati? Biasanya apa yang dilakukan setelah itu? Menangis-nangis? atau langsung move on? Penny Lane memilih yang kedua. Penny sakit hati ketika melihat sahabat sedari kecilnya, teman musim panasnya kepergok berduaan dengan cewek di kamarnya, di rumah keluarga Penny. Padahal Penny sudah siap memberikan sesuatu yang lebih, sesuatu yang diinginkan Nate. Penny mengira Nate orangnya, tapi dia salah. Sejak saat itu Penny sangat membenci yang namanya cowok, mereka hanya bisa berbohong dan menyakiti hati cewek-cewek.

"Kita semua pernah tersandung polisi tidur beberapa kali dalam perjalanan."
Aku bukan tersandung polisi tidur. Aku menubruk tembok bata.
Dan, aku tak pernah mau merasakan sakit itu lagi.

Hanya empat cowok yang tidak akan pernah membuatnya sedih; John, Paul, George, dan Ringo. Penny besar dengan orangtua penggemar fanatik The Beatles dan menurun ke anak-anaknya, semua anaknya diberi nama sesuai judul lagu grup band yang berasal dari Inggris itu. Lucy in the Sky with Diamonds, Lovely Rita, dan Penny Lane. Tidak berhenti sampai disitu kegilaan orangtua Penny berhubungan dengan The Beatles, kalau liburan mereka akan mengunjungi Liverpool, Inggris, Penny menebak ibunya memilih tanggal 7 Februari untuk tanggal lahirnya karena pada tangal itu Beatles pertama kali datang ke Amerika, tidak membolehkan anak-anaknya menonton konser band yang membawakan lagu-lagunya The Beatles, bahkan mereka memaksa anak-anaknya menjadi vegetarian karena Paul McCartney juga seorang vegetarian! Hahahaha, baru kali ini saya baca keobsesian seseorang dengan band favoritnya, benar-benar garis keras.

Penny pun membuat cara agar tidak lagi dikhianati, dibohongi, dan dimanfaatkan. Dia mendirikan The Lonely Hearts Club, nama tersebut diambil dari salah satu judul album The Beatles; Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band. Dia tidak akan lagi mengencani cowok pecundang, akan menikmati menjadi lajang, memfokuskan pada diri sendiri, menghabiskan sisa-sisa SMA dengan banyak teman. Penny Lane Bloom, pendiri dan anggota tunggal The Lonely Hearts Club.

Secara teori, mungkin kedengaran depresif. Tapi sama sekali tak ada yang depresif dalam musiknya.
Tidak, The Lonely Hearts Club ini tidak membuat depresi sedikit pun. Dia hidup.

Awalnya memang hanya Penny anggotanya, menyusul Diane Monroe, mantan sahabatnya, cewek populer di sekolah. Dulu mereka bersahabat dekat, tapi setelah berpacaran dengan Ryan, cowok terpopuler di sekolah. Diane melupakan teman-temannya, tidak akan mendahulukan teman ketimbang Ryan. Pada hari pertama masuk setelah libur musim panas, Diane tiba-tiba saja mendekati Penny dan memakai kaos The Bestles (ritual yang dulu sering mereka lakukan kalau masuk hari pertama), tidak lama terdengar gosip panas kalau Diane dan Ryan putus. Karena The Lonely Hearts Club berfungsi menampung cewek-cewek yang patah hati, dan melihat kesungguhan Diane untuk berteman kembali, dia diterima sebagai anggota kedua, menyusul Tracy, sahabat pleknya di mana laki-laki dalam daftarnya brengsek semua, dia menjadi anggota ketika, menyusul beberapa orang setelahnya dan akhirnya club tersebut menjadi terkenal di sekolah.

Lama-kelamaan klub tersebut tidak hanya menampung hati cewek yang terluka, tetapi lebih kenilai persahabatan, saling membantu dan memberi semangat, seperti ketika Diane meninggalkan team cheleaders dan memilih basket, minatnya. Anggota The Lonely Heart Club sangat mensupport. Ketika rapat anggota setiap malam minggu, ada dua orang yang meminta ijin belajar karena akan mengikuti tes, Penny menyediakan kamarnya agar mereka berdua bisa belajar dengan tenang, melakukan penggalangan dana untuk pembelian seragam team basket cewek, di mana kepala sekolah memblacklist club mereka karena banyak orang terlebih cowok mengeluh, pacar-pacar mereka lebih memilih bergabung dengan The Lonely Hearts Club daripada berkencan dengan mereka, The Lonely Hearts Club tidak boleh menggunakan fasilitas sekolah.

Dilema mulai datang, Penny mendengar pengakuan Tyson kalau dia diam-diam menyukai Morgan tapi harapannya pupus karena syarat pertama menjadi anggota The Lonely Hearts Club adalah dilarang berkencan. Penny tahu kalau Tyson cowok baik dan dia tulus, terlebih Morgan dari dulu menyukai Tyson, gayung bersambut. Yang membuat galau lagi, Ryan mulai mendekati dirinya, menunggu di loker untuk saling menyapa, mengajak berdansa, dan mengajak nonton konser tribut The Beatles, kegiatan yang sangat dibenci orangtuanya.

Sukaaaaa, sejak baca Take A Bow saya menjadi penggemarnya Elizabeth Eulberg, semua tulisannya berbau musik, salah satu yang disukainya, kali ini dia menyisipkan The Beatles. Nambah wawasan banget, soalnya bisa dibilang saya buta sama The Beatles, saya nggak besar dengan lagu-lagu mereka, tapi setelah membaca buku ini saya jadi penasaran sama lagu-lagunya, terlebih yesterday dan Penny Lane. Bagian favorit adalah ketika Ryan nyanyi lagu Penny Lane, romatis banget. Bukunya remaja banget, terjemahannya juga mendukung, nggak kaku dan nyantai, kayak kalau kita ngomong sehari-hari. Covernya cuteeeee banget, tapi berasa seperti buku anak-anak, kalau disuruh milih dengan cover asli saya akan memilih aslinya yang mirip dengan poster The Beatles, bukan berarti jelek, bangus kok, ya itu terkesan anak-anak banget, tapi tetap menjual :D.

Kekurangannya, saya setuju sama reviewnya mbak Peni (hihihi namanya sama yak) kalau agak nggak logis ketika kepala sekolah melarang The Lonely Hearts Club gara-gara para cowok mengadukannya, orangtuanya dipanggil ke sokolah pula dan orangtua Penny mengganggap tidak masalah dengan The Lonely Hearts Club, lebay deh kepala sekolahnya :D.

Buat kamu yang ngaku pecinta The Beatles dan baru patah hati, coba deh baca buku ini dijamin bikin senyum-senyum :D


3.5 sayap untuk klub patah hati.


The Lonely Hearts Club
Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Rini nurul Badariyah
Penyunting: Dhewiberta, Dila Maretihaq Sari
Perancang sampul dan isi: Utsna Hidayatun
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-9397-00-0
Cetakan pertama, 2012
282 halaman
Pinjem @nurauliaafina

5 komentar:

  1. udah pernah mention penulisnya blm?
    baik banget loh! :D

    Lihat di reviewku:
    http://luckty.wordpress.com/2012/02/19/review-the-lonely-hearts-club/

    BalasHapus
  2. Sebenarnya kurang sreg sama Peni lebih pilih cowonya daripada teman. Trus pas putus mw balik lagi sama The Lonely Hearts Club. Begitu udah masuk club ktemu cowo mikir lagi mau jadian atau gak? huhu kesel

    BalasHapus
  3. Lucu juga ya kalo di sekolah ada geng "The Lonely Heart" jomblo-jomblo sekolah ntar pada ikutan juga lagi hahaha

    BalasHapus
  4. Lagu2 The Beatles bagus2 mba.... yesterday agak mellow.. hey jude bagus mba, trus yg ceria when i saw her standing there ^^

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...