Selasa, 31 Juli 2012

Sarah's Key


Sarahs_key


Penulis: Tatiana De Rosnay
Alih bahasa: Lily Endang Joeliani
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-00-0923
Cetakan pertama, 2011
329 halaman

Paris, Juli 1942
Gadis itu bingung, gadis itu ketakutan, ada polisi Prancis (yang disinyalir mereka melakukanya atas perintah Jerman) yang sedang mencari ayahnya, ibunya cemas, ayahnya bersembunyi di gudang bawah setiap malam, dan dia pernah menguping pembicaraan kalau suatu saat akan ada pengumpulan besar-besaran, tetapi dulu ayahnya bilang hanya kaum laki-lak saja yang terancam bahaya, bukan kaum perempuan, apalagi anak-anak. Ibunya berbohong kepada polisi kalau suaminya entah pergi kemana, dan mereka menyuruh ibu dan si gadis untuk bersiap-siap ikut dengan mereka. Lalu si gadis ingat kalau adik lelakinya, Michel masih tidur, dia membangunkannya dan menyuruhnya bersembunyi di lemari yang panjang dan dalam serta tersembunyi di dinding kamar, mereka tidak akan tahu. Di lemari itu ada senter, beberapa bantal. mainan, buku-buku dan sebotol air. Adiknya tidur sambil memeluk boneka beruang kesayangannya. Dia yakin ayahnya akan tahu di mana adiknya bersembunyi kalau dia sendiri sudah keluar dari persembunyiaannya. Si gadis sangat percaya adiknya akan aman di situ, lalu dia menguncinya dari luar, dan berjanji akan menjemputnya nanti.

Tapi perkiraannya salah, si ayah menyusul mereka, meninggalkan adiknya sendirian di rumah, terkunci di lemari rahasia. Membawa kunci yang tersimpan rapat di sakunya.

Paris, Mei 2002, Enam Puluh Tahun Kemudian
Julia Jarmond, seorang wartawan Amerika yang sudah bertahun-tahun hidup dan berkeluarga di Paris. Dia ditugasi menyelidiki peristiwa enam puluh tahun yang lalu, peristiwa yang tabu dibicarakan oleh orang-orang Prancis, peristiwa yang ingin dilupakan. Peringatan ke enam puluh tahun Vel' d' Hiv', pengumpulanbesar-besaran di Velodrome d;Hiver, sebuah stadion indoor terkenal tempat diadakannya perlombaan sepeda. Tapi malam itu digunakan untuk menyekap ribuan keluarga Yahudi selama berhari-hari dalam kondisi mengenaskan, yang kemudian akan dikirim ke Auschwitz dan dimasukkan ke dalam kamar gas. Julia ditugaskan untuk menemukan orang-orang yang slamat dari peristiwa tersebut, mencari fakta apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak mudah dalam pencariannya, orang Prancis tidak suka membicarakan peristiwa enam puluh tahun yang lalu itu. Kemudian ada temannya yang mengenalkannya kepada Guillaume, neneknya adalah salah satu yang selamat dari peristiwa itu, dia meengatakan tentang Vel' d'Hiv', yang sebenarnya adalah sebuah kode nama: Operasi Angin Musim Semi. Pemerintah Jerman meminta polisi Prancis untuk mengirimkan sejumlah orang Yahudi antara usia enam belas dan lima puluh tahun, polisi menangkapi anak-anak yang lahir di Prancis. Anak-anak Prancis. Polisi berpikir anak-anak Yahudi itu tetap saja Yahudi, akhirnya mereka mengirimkan hampir delapan puluh ribu orang yahudi ke kamp-kamp kematian. Hanya beberapa ribu yang bisa kembali dengan selamat, dan hampir tidak ada anak-anak yang selamat. Julia menyusuri tempat-tempat terjadinya kejadian, mulai dari Vel' d'Hiv' sampai ke stasiun Austerlitz.

Pencariannya buntu, tidak ada saksi mata yang benar-benar bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, sampai suatu ketika dia mengunjungi Mame, nenek dari sang suami di panti jompo, dia bercerita tentang masa lalunya dan tempat tinggalnya, apartemen yang akan di huni Julia bersama keluarganya, apartemen rue de Saintonge. Mame berkata mereka menemukan apartemen itu dengan mudah, pada akhir Juli tahun 1942, ketika ada penangkapan besar-besaran.

Seperti mendapatkan clue utama, Julia beralih mencari siapa keluarga yang dulunya tinggal di apartemen rue de Saintonge sebelum ditinggali keluarga suaminya, Dan nama keluarga itu adalah Starzynski. Ada tiga nama, kedua orang tua dan satu anak. Tapi ada yang berbeda dari data yang didapat Julia, si anak tidak pernah sampai di Drancy, dia hanya sampai di kamp penahanan di Beaune-la-Rolande. Dan dia juga mendapati foto Sarah yang usianya hanya setahun lebih muda dari anaknya sendiri. Pencariannya berubah, Julia ingin mengetahui apa yang terjadi pada anak perempuan itu, Sarah Starzynski.

"Papa," katanya, "berapa lama kita di sini?"
"Aku tidak tahu, manisku."
"Mengapa kita berada di sini?"
Gadis itu meraba tanda bintang kuning yang dijahit di depan bajunya.
"Karena ini, bukan?" ujarnya. "Semua orang di sini punya tanda ini."
Ayahnya tersenyum, senyum yang muram dan sedih.
"Ya," jawabnya. "Karena itu."
Gadis itu mengerutkan dahi.
"Tidak adil, Papa," desisnya. "Ini tidak adil."

Tidak adil, itu juga yang saya rasakan ketika membaca kisah Holocaust, buku kedua tentang kekejaman para Nazi setelah The Boy In The Striped Pyjamas. Sampai sekarang saya tidak tahu ada apa dengan orang Yahudi? Apa salah mereka? Kenapa pada tahun 1940an mereka dibasmi? Yeah ketahuan sekali kalau nilai sejarah saya memang jeblok.

Miris, sedih sekali ketika membaca bagian Sarah. Setelah kejadian itu dia berubah, tidak lagi menjadi seorang anak kecil tapi menjadi orang tanpa semangat hidup. Di kamp dia melihat ibu dan anak bunuh diri, anak-anak kelaparan, mati, ibu melahirkan seorang diri, semua hal yang tidak pantas dilihat oleh anak kecil. Terlebih dia selalu bertanya kepada ayahnya sebenarnya apa yang akan terjadi dengan mereka? Apakah mereka akan pulang dan membuka kunci lemari? Apa yang terjadi dengan adik kecilnya Michel? Dia menggenggam erat kunci itu supaya tidak hilang, supaya dia, ayah dan ibunya kembali ke pelukan Michel.
Pantang menyerah, itulah Julia, dengan masalah pribadi yang sedang melandanya dia tetap bertekad mencari Sarah, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan dia walaupun semua keingintahuannya ini ditentang oleh suami dan keluarganya, hanya Zoe, anaknya yang mendukung pencariannya tentang Sarah, mencarinya sampai dapat.

Buku ini benar-benar menguras emosi. Bayangkan kalau kejadian itu terjadi pada diri kita, mungkin kita akan seperti Sarah, tidak punya tujuan hidup lagi, tidak punya semangat. Saya tidak bisa berhenti membacanya, narasi yang bergantian dari Sarah ke Julia, begitu terus sampai langkah Sarah berhenti, sampai cerita hanya dari bagian Julia saja. Saya seperti Julia, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana nasip Sarah selanjutnya, terus membuka halaman, terus dan terus. Miris, sedih, ngilu, berkaca-kaca, itu yang saya dapat.
Buku ini amazing! Seperti yang tertera di belakang sampul buku, Tatiana de Rosnay menawarkan kisah yang memikat, masa lalu yang tragis, masa kini yang tercabik-cabik, dan masa depan yang diubah tanpa dapat ditarik kembali. Dengan berbagai kepiluan yang terjadi di masa lalu, terbukti sampai sekarang kesedihannya masih membekas, bagi yang pernah dekat dengan kematian dan kebrutalan, bagi yang menyentuh kisah mereka.

Suka sekali dengan buku ini. Saya ingin cepat-cepat menyelesaikannya saking penasarannya dengan nasib Sarah, terlebih bagaimana nasib Michel. Saya suka penulis membuat sudut pandang dari Sarah dan Julia, kisah mereka terasa lebih dekat dan kita bisa memahami perasaannya. Walau kisah Sarah berhenti di tenggah-tenggah, itu malah membuat penasaran saya berlipat ganda. Saya juga suka sekali dengan endingnya. Tidak ada masalah dengan terjemahannya, saya membaca mengalir lancar, tidak peduli dengan typo, saya sangat menikmati membaca buku ini. Covernya tidak jelek.
Buku i

ni sudah difilmkan pada tahun 2010, di sutradarai oleh Gilles Paquet-Brenner, peran Julia dimainkan oleh Kristin Scott Thomas dan si kecil Sarah dimainkan oleh Melusine Mayance. Wajib ditonton!

Sarahs_key_movie

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=-QD094eWK6c]

4.5 sayap untuk si kecil Michel.

Minggu, 29 Juli 2012

A Tale Dark & Grimm


11974615


Penulis: Adam Gidwitz
Penerjemah: Khairil Rumantati
Penerbit: Atria
ISBN: 978-979-024-477-1
Cetakan I: Juni 2011
226 halaman

Sinopsis:
Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.
Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilau seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.
Masuklah. Mungkin menakutkan dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kau ketahui, yang ini sungguhan.
Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

My Review:

Ceritanya tentang dua bocah -anak perempuan bernama Gretel dan anak laki-laki bernama Hansel- yang berkelana di dunia magis dan mengerikan. Cerita tentang dua bocah yang berjuang, dan gagal, lalu berhasil. cerita tentang dua bocah mencari makna berbagai hal.

Sebelumnya saya belum pernah membaca dongeng karya Grimm bersaudara, mereka saja saya tidak tahu terlebih karya-karyanya, oh mungkin tahu tapi tidak tahu kalau mereka berdualah pembuatnya. Karena penasaran saya mencari info mereka berdua di tante wiki: Grimm bersaudara merupakan kakak beradik Jakob dan Wilhelm Carl Grimm ialah dua orang akademik berkebangasaan Jerman yang terkenal karena menerbitkan kumpulan cerita rakyat dan dongeng. Mereka kemungkinan sekali merupakan pengarang novella paling masyhur dari Eropa, memungkinkan meluasnya pengetahuan kisah-kisah seperti Puteri Salju, Rapunzel, Cinderella, Hansel dan Gretel.

Lalu apa hubungannya dengan buku ini? klik klik sedikit, buku karya Adam Gidwitz ini kayak fanficnya dongeng-dongeng Grim Bersaudara, hanya saja dibuat lebih dark, atau kalo dilihat dari font yang berbeda, Gidwitz seperti sedang membacakan cerita kepada pembaca, bahasa kerennya narator. Jadi nggak salah kalau judulnya A Tale Dark & Grimm, membaca sinopsisnya saja kita sudah tahu kalau dongeng ini nggak biasa dan darah akan berceceran. Kalau dibilang buku anak-anak memang cocok tapi bagian berdarah-darahnya memang perlu pengawasan dari orang tua, tapi ada baiknya juga kalau anak-anak diperkenalkan dengan cerita yang tidak melulu 'halus' dan bahagia. Ada sembilan bab, entah ini merupakan novel atau kumpulan cerpen, yang jelas masing-masing bab bisa berdiri sendiri. Mari kita intip masing-masing bab-nya.

Johannes yang Setia
Dahulu kala, ada seorang raja yang berpesan kepada pelayannya yang setia, Johannes, sebelum dia meninggal yaitu: menyuruhnya setia kepada anaknya atau Raja Muda sebagaimana dia setia kepadanya dan menunjukkan seluruh warisan kerajaan, seluruh negeri kecuali satu ruangan. Ruangan berisi lukisan wajah puteri emas. Setelah bosan dengan berbagai kekayaan yang telah dinikmatinya, Raja Muda penasaran dengan satu ruangan yang tidak boleh disentuhnya, dia  mengamuk dan Johannes yang Setia pun tidak tega melihatnya lalu menunjukkan ruangan itu. Ruangan itu berisi lukisan seorang perempuan yang sangat cantik tapi terlihat sedih. Dia dikutuk, setiap kali menikah suaminya mati, anak-anaknya ditakdirkan untuk memiliki nasib yang lebih buruk dari kematian.

Raja langsung jatuh cinta padanya, dia pun mengumpulkan emas, sesuatu yang paling disuka Puteri, mereka menikah dan mempunyai dua anak, Hansel dan Gretel. Bagaimana dengan kutukannya? Johannes yang Setia mendengar percakapan gagak yang meramalkan kejadian-kejadian yang akan menimpa Raja-nya. Sayangnya, usaha yang dilakukannya demi menyelamatkan Rajanya dianggap penghianatan dan dia mendapat hukuman mati. Sebelum ajalnya tiba, dia menceritakan percakapan para gagak itu kepada sang Raja, hasilnya? tubuhnya menjelma menjadi batu mulai dari jantung sampai puncak kepalanya. Ada satu cara untuk membebaskan Johannes yang setia dari kutukan batu tersebut, sang Raja harus memenggal kepala anak kembarnya dan melumuri patung Johannes dengan darah mereka.

Hansel dan Gretel
Mereka kecewa dengan kedua orang tuanya lalu memutuskan kabur dari istana dan memasuki dunia luas nan liar. Keduanya memutuskan menghukum orang tuanya dengan pergi dan mencari sebuah keluarga yang baik, sebagaimana sebuah keluarga seharusnya. Mereka berjalan tak tentu arah dan kelaparan. Ketika mereka melihat rumah di tengah rawa di mana dindingnya sewarna kue coklat dan atapnya seperti lapisan gula, mereka tidak tahan memakannya. Si pemilik rumah alias si pembuat kue kasihan kepada mereka lalu meyuruh mereka tinggal dan menyediakan makanan yang enak, tidak memberi mereka tugas, membuat mereka gemuk, lalu memakannya!

Tujuh Burung Layang-Layang
Ada seorang pria yang tinggal bersama istri dan tujuh anak laki-lakinya. Sang ayah merasa kebahagiannya tidak lengkap karena dia mengingginkan seorang anak perempuan. Lalu suatu malam pintu rumah mereka diketuk dan mendapati seorang anak laki-laki dan perempuan yang bertanya apakah mereka boleh tinggal dengan mereka. Pria itu senang sekali, tidak peduli kalau sebelumnya mereka bercerita baru saja melarikan diri dari orang tua yang ingin memenggal kepala mereka dan perempuan sinting yang mencoba menyantap mereka, pria itu mengganggap Hansel dan Gretel seperti anaknya yang lain, bahkan lebih.
Ayah baru mereka sangat bahagia, tapi tidak dengan sang ibu, karena merasa sangat menyayanginya, Gretel mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak bisa mematuhi perintah ayahnya ketika menyambut kedatangan Hansel dan Gretel pertama kali, tujuh anak laki-laki itu dikutuk menjadi burung. Karena merasa sangat bersalah, Gretel bersama saudaranya mencari ke tujuh burung layang-layang itu demi mengembalikan kebahagiaan si ibu, yang menyebabkan Gretel kehilangan jari tengahnya.

Kakak-Beradik
Mereka kecewa dengan orang tua, ayah mereka sendiri tega memenggal kepala mereka, perempuan pembuat kue mencoba menyantap mereka, dan ayah baru mereka bwerharap anak-anaknya menjelma menjadi burung. Mereka memutuskan hidup berdua saja, mereka tidak butuh orang tua. Mereka mengelana lagi hingga sampai di Hutan Labenwald, Hutan Kehidupan, rumah baru mereka. Sang pohon yang menyambut mereka berpesan agar mereka tidak mengambil tak lebih dari yang mereka butuhkan, menjaga keseimbangan hutan. Mereka membangun rumah dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan, mereka merasa bahagia. Sayangnya Hasel melupakan pesan si pohon, dia ketagihan berburu, banyak hewan yang mati dia menjadi gelap mata dan meniggalkan Gretel sendirian.

Senyuman Semerah Darah
Gretel mengelana sendirian, saudaranya telah mati dibunuh pemburu. Dia berhenti di sebuah desa yang terlindungi hutan lebat lainnya, hutan yang gelap, mengancam dan mati, Hutan Schwarzwald -Hutan Kegelapan. gretel tidak pergi ke hutan itu tapi ke desa yang ramai, tapi perasaannya tidak seperti suasana desa, dia sedih, kelaparan, dan menangis. lalu ada penolong, seorang perempuan yang mengundangnya masuk kerumahnya. Beberapa minggu Gretel serumah dengan wanita itu, menjalani kehidupan seperti yang lainnya, dan jatuh cinta. Dia jatuh cinta kepada pemuda yang sangat tampan, baik hati, ceria dan sangat misterius. Gretel penasaran kemana pemuda itu pergi, keluar dari desa seorang diri. Ketika hubungan mereka sudah sangat dekat, pemuda itu mengajak Gretel melihat rumahnya di hutan, hutan kegelapan. Gretel ragu, pemuda tampan itu tidak mengacuhkannya ketika berkunjung ke desa, sampai Gretel setuju pergi darinya. Gretel tidak tahu kalau dia berteman dengan kematiannya.

Tiga Helai Rambut Emas
Seorang Duke sangat senang dengan hasil buruannya, bin
atang langka, seperti setengah serigala dan setengah manusia, setengah beruang dan setengah bocah laki-laki. Dan apa yang terjadi ketika binatang itu selesai dikuliti? seorang bocah laki-laki yang telanjang dan berlumuran darah, masih bernapas. Hansel menjadi anak seorang lord dan lady, memiliki orang tua dan hidup nyaman, sayangnya dia tidak bahagia karena tidak ada Gretel, dia akan menemukan Gretel dia berjanji akan menjadi anak yang baik. Ternyata ada sesuatu yang tidak diketahui Hansel tentang ayahnya, ternyata dia gemar berjudi dan sering kalah, orang asing yang menjadi lawannya itu berkata sang lord akan mendapat kembali uangnya jika dia mau mempertaruhkan apa pun yang berdiri di depan perapian perpustakaannya, dan yang berdiri pada saat itu adalah Hansel.

Hansel telah digadaikan pada iblis, dia menyuruh Hansel untuk pergi ke neraka tiga hari lagi kalau tidak sang iblis akan membanjiri seluruh desa dengan api dan semua orang akan mati. Hansel terpaksa mematuhinya. lalu ada seorang laki-laki tua yang berkata Hansel bisa keluar dari neraka kalau dia memiliki tiga helai rambut emas Iblis.

Hansel, Gretel, dan Kerajaan yang Hancur
Hansel, Gretel, dan Sang Naga
Hansel, Grretel, dan Orang Tua Mereka

Mana cuplikan ketiga bab terakhirnya??? hehehe sebenarnya saya sudah sedikit capek menceritakannya panjang kali lebar kali tinggi review ini, selain itu ketiga cerita terakhir itu adalah pamungkas dari buku ini jadi sebaiknya dibaca sendiri. Oke, saya kasih bocoran sedikit, Johannes berhasil menemukan Hansel dan meminta mereka kembali kepada orang tuanya, dia juga mengatakan kalau kerajaan mereka kacau, ibu mereka diculik naga. Hansel pun mencari Gretel dan berusaha menyelamatkan kerajaan dan juga orang tuanya.
Tamat.
Kau, tahu, untuk menemukan hikmah tebijak seseorang harus melalui masa-masa tergelap. Dan untuk melalui masa-masa tergelap itu tak disertai pemandu. Ya, tak ada pemandu, kecuali keberanian.
Suka sekali, aroma dark-nya terasa, kebetulan saya lagi menggandrungi cerita berbau dark jadi kalau disajikan cerita berdarah-darah seperti ini antusias sekali. Covernya dark, mendukung isi cerita, sedikit berbeda dari cover aslinya, walaupun sama-sama sangat bagus. Cara Gidwitz menjadi narator pun sangat unik, membuat serita sedikit panjang dan tidak tamat-tamat tapi malah membuat penasaran dan lebih bayak darah di endingnya. Dari segi ceritanya sendiri walaupun kelam sebenarnya mengandung makna bahwa orang tua itu sangat diharapkan oleh anaknya, terlebih kasih sayang. Selain itu ikatan darah memang kuat, lihat bagaimana Hansel dan Gretel melalui petualangan mereka bersama-sama, mencari orang tua yang mereka harapkan dan menyayangi mereka, saling menjaga, percaya, dan mencintai. Ahhhh, saya jadi penasaran dengan cerita Hansel dan Gretel yang ditulis oleh Grimm bersaudara, berharap akan banyak darah lagi :).

A_tale_dark_and_grimmHansel_dan_gretel

Kesetiaan itu penting. Memahami itu penting. Tapi, tak ada yang lebih berharga selain anak. Tak ada.

4 sayap untuk Hansel dan Gretel.

Sabtu, 28 Juli 2012

The Invention of Hugo Cabret


Hugo

Penulis: Brian Selznick
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Cover: Brian Selznick
Ilustrasi isi: Brian Selznick
Penerbit: Mizan Fantasy
ISBN: 978-979-433-681-6
Cetakan I, Januari 2012
535 halaman

Sinopsis:
Kehadirannya bagaikan hantu. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-ngendap di bawah temaram lampu stasiun kota. tak seorang pun tahu, Hugo menyembunyikan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depan. Namun, semua berubah ketika dia berjumpa seorang pria tua berwajah muram yang selalu berusaha menguak rahasia besar Hugo. Apa hubungannya antara pria tua itu dengan rahasia Hugo?
The Invention of Hugo Cabret, sebuah sajian unik yang bukan hanya memukau pembaca lewat jalinan kisah mengagumkan, tetapi juga menghibur lewat goresan ilustrasi yang matang dan kaya makna. Bertutur tentang rahasia yang hilang dan kekuatan mimpi, karya spektakuler ini layak disimak.

Penghargaan:
Quill Award
Finalis National Book Award
Finalis 2007 Borders Original Voices
Los Angels Times Favorite Children's Book of 2007
Publishers Weekly Best Book of 2007
Caldecott Medal 2008
New York Times Best Illustrated Book of 2011
An American Library Association Notable Children's Book
An American Library Association Best Book for Young Adults

My Review:
Buku ini Amazing!!! Baru pertama kali ini saya membaca buku dengan dua intepretasi sekaligus, ilustrasi gambar hitam putih dan tulisan. Buku ini tebal tapi dijamin sehari saja sudah selesai membacanya karena itu tadi, ilustrasinya lebih dominan dan tulisannya singkat, walau ada beberapa yang panjang. Kalu bisa, sebenarnya pengen juga membuat review ini dengan tulisan dan gambar, tapi saya payah sekali soal menggambar, biarlah dengan kata-kata saja :)

Bersetting tahun 1931 di kota Paris, Hugo Cabret seorang anak yatim piatu yang pandai memperbaiki jam tinggal di sebuah lorong stasiun, di balik jam-jam. Buku catatannya, buku yang sangat penting darinya diambil oleh kakek pemilik kios mainan yang mengira Hugo seorang pencuri dan mencuri buku itu dari seseorang. Hugo selalu membuntuti agar buku catatan tersebut kembali ke tangannya. Dia meminta seorang gadis yang pernah ditemuinya di stasiun, cucu dari kakek yang dia sebut Papa George itu tapi dia menolaknya bahkan malah menuduh Hugo lah yang seorang pencuri. Buku catatan itu adalah peninggalan almarhum ayahnya yang meninggal akibat kebakaran di museum, buku catatan itu berisi gambar-gambar tentang automaton.

Automaton adalah patung putar, seperti kotak musik atau mainan, hanya saja lebih rumit. Automaton itu bisa menulis karena dia berwujud manusia yang sedang memegang pena dan duduk di meja, benda itu bekerja bila ada kunci yang memutarnya, letakkan selembar kertas di meja, dan diyakini ada pesan yng ingin ditunjukkan oleh automaton itu. Benda itu rusak sehingga ayah Hugo membawa pulang dan mencoba memperbaikinya karena dia pembuat jam (horologis) dan pasti mesin automaton tidak jauh berbeda dengan mesin jam, sayangnya sebelum selesai ayahnya meninggal karena kebakaran. Hugo menemukan automaton tersebut dan berusaha melanjutkan usaha ayahnya dengan membaca gambar yang dibuat di buku catatannya, berharap ada pesan dari ayahnya, dia mewarisi keahlian ayahnya sebagai pembuat dan memperbaiki jam, dia berusaha menguak apa yang akan ditulis mesin itu. Bersama Isabelle, anak angkat Papa George, mereka berdua berusaha mencari tahu apa yang dirahasiakan oleh mesin automaton itu.
Kamu tahu, tidak pernah ada bagian yangberlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu di sini juga untuk tujuan tertentu.

Hugo1Hugo2Hugo3Hugo4Hugo5Hugo6

Waktu tidak akan berhenti. Bahkan tidak meskipun kita sangat menginginkannya.
Bagian menguak automaton itu seru sekali, saya membayangkan visualnya pasti keren sekali. Filmnya tentu saja sudah ada, diadaptasi oleh sutradara Martin Scorsese dan diberi judul Hugo, bahkan sukses meraih 11 nominasi Oscar 2012, paling banyak dan berhasil memboyong 5 kategori untuk Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Art Directions, Best Visual Effects, dan Best Cinematography. Karakter tokoh-tokohnya pun tidak berlebihan, Hugo tidak besar kepala karena menjadi pemeran utama kalau dia harus mempunyai sifat sempurna, tidak. Dia dibesarkan hanya dengan seorang ayah kemudian setelah ayahnya meninggal dia terpaksa hidup dengan pamannya yang pecandu alkohol yang tinggal di stasiun dan bertugas merawat jam-jam. Selain itu, paman Claude juga mengajarinya mencuri, dan setelah pamannya menghilang, keahlian barunya itu digunakan untuk bertahan hidup, mencari makan. Isabelle juga hanya anak angkat, membuat mereka sama-sama kuat dalam menjalani hidup dan melakukan petualangan. Dengan banyaknya ilustrasi membuat alur buku ini cepat, konfliknya tidak banyak, tapi buku ini penuh misteri, penuh sulap dan penuh tentang film. Buku ini bisa dibilang mempunyai dua genre, children book dan biografi Georges Melies.

Hugo_posterHugomovieHugomovie2






Telah lama aku ingin menulis kisah tentang Georges Melies, tetapi cerita ini baru terbentuk setelah aku membaca buku berjudul Edisin's Eve: A Magical History of The Quest for Machanical Life (Kisah Hawa Edison: Sejarah Menakjubkan tentang Pencarian Kehidupan Mekanis) karya Gaby Wood. Buku tersebut membahas koleksi automata karya Melies, yang disumbangkan kepada sebuah museum, yang di sana koleksi itu ditelantarkan di loteng yang lembab dan akhirnya dibuang. Aku membayangkan bahwa seorang bocah menemukan mesin-mesin itu di tempat sampah, dan pada saat itu, Hugo dan kisah ini lahir.
Georges Melies (1861-1938), salah satu sineas perfilman pertama di dunia,sewaktu ayahnya masih hidup, dia sering sekali mengajak Hugo nonton film, salah satunya film kesukaan ayahnya adalah A Trip To The Moon (1902), film saint-fiksi pertama di dunia dengan gambar roket yang menabrak bulan yang berwajah sehingga hanya mempunyai satu mata. Diawali dengan petualangan dan diakhiri dengan sejarah awal mula film ada.
Pembuat film George Melies memulai kariernya sebagai pesulap dan ia memiliki teater di Paris. Pekerjaannya sebagai pesulap membantunya memahami kemampuan media baru ini. Ia adalah salah satu orang pertama yang menunjukkan bahwa film tidak harus mencerminkan kehidupan nyata. Ia segera menyadari bahwa film memiliki kekuatan untuk mewujudkan mimpi. Melies mendapat banyak pengakuan karena menyempurnakan tipuan pengganti, atau efek khusus, yang memungkinkan benda-benada muncul dan menghilang di layar secara tiba-tiba, seolah-olah disulap. Hal ii mengubah tampilan film untuk seterusnya.

Triptothemoon

Perjalanan ke Bulan, film Melies yang paling terkenal, mengisahkan sekawanan petualangan yang pergi ke bulan, berperang melawan penghuni bulan, dan kembali membawa tawanan, lalu mendapat banyak pujian. Jika suatu hari kelak manusia benar-benar dapat terbang ke bulan, kita harus berterima kasih kepada Georges Melies dan film-filmnya karena membantu kita memahami bahwa jika kita memimpikan hal-hal besar, segalanya dapat tercapai. Sayangnya Georges Melies meninggal tidak lama setelah Perang Besar, dan banyak, kalau tidak semua, film buatannya hilang.
Cukup membingungkan kenapa ada dua unsur penting di dalam satu buku yaitu tentang petualangan bocah berusia 12 tahun dan sejarah film? Tidak perlu takut karena semua yang dilakukan Hugo bersama Isabelle di awal ada benang merahnya di akhir cerita. Mungkin buku ini dibuat Brian Selznick akan kerinduannya tentang awal dunia film terbentuk dan dengan bakatnya sebagai ilustrator dan desainer dia ingin menggabungkan keduanya.

4 sayap untul ilustrasinya yang keren banget.

NB: kunjungi
<a href="http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm,
http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm, </p>
http://www.theinventionofhugocabret.com/slideshow_flash.htm
http://www.theinventionofhugocabret.com/brian_speech_video.htm
dan temukan kejutannya.

Hex Hall


Hex_hall


Penulis: Rachel Hawkins
Penerjemah: Dina Begum
Cover: Jennifer Jackman
Penerbit: Ufuk Publishing House
ISBN: 978-602-9346-10-7
Cetakan pertama, Oktober 2011
420 halaman

Sinopsis:

Saat ulang tahunnya yang kedua belas, Sophie Mercer mendapati kalau dirinya ternyata seorang penyihir. Tiga tahun kemudian, akibat mantranya mengacaukan pesta dansa di sekolah, dia diasingkan ke Hex Hall, sekolah bagi anak-anak bandel Prodigium -penyhiir, peri, vampir, warlock, dan shapeshifter.

Pada akhir hari pertama berada di antara sesama remaja aneh di Hex Hall, Sophie mendapati hal yang mengesankan: naksir kepada cowok warlock ganteng, bermusuhan dengan tiga cewek yang berwajah bagaikan supermodel, terus dibuntuti hantu menyeramkan, dan tinggal sekamar dengan orang yang paling dibenci dan satu-satunya vampir di sekolah. Lebih buruk lagi, Sophie segera mengetahui kalau ada makhluk misterius yang menyerang murid-murid, dan satu-satunya teman yang dimilikinya merupakan tersangka nomor satu.

Sementara serangkaian misteri yang mengerikan mulai terungkap, Sophie bersiap-siap menghadapi ancaman yang paling besar: kelompok rahasia kuno yang bertekad untuk menghancurkan semua Prodigium, khususnya dirinya.

My Review:

Penyihir amatiran, itulah Sophie Mercer, demi menolong temannya yang menangis karena ingin berkencan dengan cowok populer di sekolah, Sophie pun melancarkan mantra cinta yang kacau balau, sialnya dia malah dikucilkan dan dikeluarkan dari sekolah. Ibunya pun mengambil langkah hebat karena Sophie bukan pertama kali ini mencelakakan orang lain karena kekuatannya, menyekolahkan Sophie di tempat yang tepat, sekolah yang jauh dari peradaban manusia, sekolah penyihir, Hecate Hall, Lembaga permasyarakatan untuk remaja Prodigium, remaja yang lain daripada yang lain.
Tujuan dari Hecate Hall adalah melindungi dan mengajar shapeshifter -makhluk yang dapat berubah wujud, penyihir, dan anak-anak peri yang telah menimbulkan risiko memaparkan kemampuan mereka, dan membahayakan masyarakat Prodigium secara keseluruhan.
Kebalikan dari Ibunya yang senang Sophie berada di tempat yang aman, dia merasa seperti dipenjara. Apalagi ayahnya sendiri yang seorang Warlock (penyihir laki-laki) juga seorang Dewan (sekelompok orang tua yang membuat semua peraturan Prodigium) yang menghukum atas kelalaiannya menggunakan kekuatan dan mengirimnya ke Hecate Hall sampai dia berusia delapan belas tahun.

Hari pertama bersekolah pun sangat menyebalkan bagi Sophie, dia hampir saja diterkam werewolf dan dihina sebagai penyihir menyedihkan, Archer, cowok yang katanya tidak keren-keren amat dan gosipnya dia melakukan Pemunahan (ritual besar melenyapkan kekuatan sihir). Sekamar dengan Jeniffer-Jenna-Talbot, seorang vampire yang dituduh membunuh teman sekamarnya sendiri, bertemu dengan trio gadis yang menyebut diri mereka sendiri Penyihir Hitam; Anna, Chaston, dan Elodie dan mengajak Sophie untuk bergabung dengan mereka. Dalam satu hari, Sophie berteman dengan orang buangan di sekolah, membuat jengkel gadis-gadis ngetop di Hecate, naksir cowok paling ganteng.

Konflik terbesar yang dihadapi Sophie adalah dia tidak tahu apa-apa tentang sihir walau dia memiliki kekuatannya, menghadapai ancaman dari L'Occhio di Dio-Mata Tuhan, sekelompok pembunuh elit yang hanya bertujuan menghancurkan seluruh Prodigium. Hampir dibunuh oleh orang yang dianggap dicintainya, dan apa yang dilakukan oleh Penyihir Hitam? Semua petualangan seru itu didapatkan Sophie berminggu-minggu kemudian, sejak menginjakkan kaki pertama kali di Hecate Hall atau lebih kerennya Hex Hall.

Pertama kali membaca agak mirip dengan Harry Potter dan Vampire Academy. Dunia sihir memang selalu menarik dan menggiurkan untuk dinikmati, apalagi tidak hanya tentang sihir saja yang dibahas, banyak makhluk mortal di dalamnya, begitulah seri Hex Hall ini. Seperti kebanyakan buku berseri, buku pertama lebih menonjolkan pengenalan tokoh dan setting, begitu pula dengan Hex Hall. Tidak banyak yang disorot, hanya beberapa orang yang memang berhubungan dengan konflik yang terjadi saja. Banyak pertanyaan tentang buku ini, Sophie yang belum benar-benar menguasai sihir, Justin, werewolf yang menyerang Sophir di hari pertamanya sekolah tidak banyak di bahas, padahal saya kira dia tokoh cowok utamanya, banyak makhluk Prodigium yang belum digambarkan dengan jelas, hanya beberapa kali disinggung, identitas ayah Sophie sendiri yang sangat samar tapi sepertinya memiliki peran penting, bahkan Sophie sendiri belum pernah bertemu ayahnya dan seperti apa dia, Acher yang juga menyimpan banyak rahasia akan identitasnya dan tiba-tiba menghilang, kelompok L'Occhio di Dio yang sepertinya pemeran antagonis di buku ini juga sedikit disinggung. Banyak yang belum terungkap, mari baca buku lanjutannya, Demonglass!

Suka covernya! Awalnya saya kira ini buku dongeng cinta-cintaan kayak Cinderella, taunya.... Covernya kayak menggambarkan dua dunia yang berbeda yang dialami si gadis, dua kebribadian. Mungkin pas, karena awalnya Sophie hidup bersama dengan manusia dan menyembunyikan identitasnya sebagai penyihir. Minim typo dan nggak ada masalah sama terjemahannya, cuman agak asing dengan kata Pemunahan dan Mata Tuhan, hehe. Ceritanya asik kok, Sophie yang sinis kadang bikin meringis, Archer yang manis tapi misterius, sangat menantikan bagaimana kisah mereka berdua, semoga saja lebih banyak rahasia-rahasia yang terbongkar, banyak konflik, banyak adegan mereka berdua #eaaa

3 sayap untuk Prodigium.


Jumat, 27 Juli 2012

Sempurna


Buku ketiga Nonier yang saya baca setelah Smash! dan Dia. Lumayan paham gaya penulisannya dia sih, biasanya si tokoh cewek tersakiti sama si tokoh cowok lalu ada cowok yang dekat hubungannya dengan si cowoknya itu menghiburnya. Namun di buku ini agak berbeda, konfliknya bukan berasal dari si tokoh utama tapi dari peran pembantunya. Dari konflik tersebut bertemulah dua tokoh utamanya, bingung ya? hehehe, langsung keceritanya saja kalau begitu.

Awang dimintai tolong oleh Uti-nya untuk mencari Watik, seorang gadis desa yang mau dinikahi oleh Nandar, suami dari saudara jauhnya Awang. Sebenarnya Awang ogah repot mengurusi masalah orang lain, karena yang menyuruh Uti mau nggak mau dia harus menjalankannya. Uti meminta agar Watik tidak mengganggu rumah tangga orang lain, semua keluarga nggak setuju kalau Nandar menikah lagi. Selain masalah itu, Uti juga berniat menjodohkan Awang dengan seseorang gadis bernama Hanum, yang ternyata teman sekolahnya dulu. Awang paling males kalo membahas masalah ini, dia belum bisa melupakan dan masih sakit hati ditinggal nikah sama mantan pacarnya, Nanda.

Kejora galau akan hubungannya dengan Dimas, dianggap pacar bukan, teman biasa juga bukan, tanpa status. Sahabatnya, Jena menyarankan untuk mencari orang lain, tapi yasudahlah. Diantara pikirannya yang kalut itu, ternyata ada yang lebih kalut lagi yaitu Watik, pembantunya. Dia mau dinikahin sama tuan takur eh orang kaya di desanya, orangtuanya berhutang sama orang itu dan ingin membayarnya dengan menikahkan Watik. Belum selesai cerita ada orang ganteng yang mencari Watik dan mengaku cowoknya! Kontan Kejora ngeles kalau Watik nggak ada dan berusaha menjauhkan Watik dari orang itu. Kejora nggak nyangka ternyata orang yang mau dinikahkan sama Watik cakep banget, sangkanya.

Males ribet dan ingin masalah cepat selesai, Awang mengaku sebagai cowoknya Watik, tidak disangka malah memperumit keadaan, Kejora selalu menghindar dan menyembunyikan Watik. Si Awang jadi nguber-nguber Kejora. Tanpa disadari mereka, pertemuan yang awalnya kesalah pahaman itu nantinya akan membuat mereka menjadi dekat. Masalah nggak sampai disitu aja, setelah Awang menjelaskan ke orangtua Kejora kalau dia datang ingin menyelesaikan masalah Watik, yang punya masalah malah menghilang bersama pacarnya. Mereka berdua mencari dan setelah ketemu Watik ternyata menghilang lagi dan nggak tau ada di mana. Watik si biang kerok nih, masalah menjadi semakin rumit. karena merasa mempunyai hutang pribadi sama Watik, kejora ingin membantu masalah Watik sampai selesai dan yang hanya bisa membantunya adalah Awang, karena dia tahu desa Watik tinggal. Di mulailah perjalanan mereka, menemui masa lalu Awang dan muncullah percikan cinta diantara mereka #jiah.
"Aku tidak mau, tapi kau tidak juga mau pergi dari kepalaku. aku sudah meyakinkan diriku sendiri kalau kau hanyalah intermezzo. Pelarian. Tak ku sangka hatiku juga kau bawa lari."
Sebenernya ceritanya cukup unik, jarang penulis menghadirkan konflik orang lain dalam ceritanya. Seperti yang saya katakan di awal, konflik orang lain ini mendekatkan kedua tokoh utamanya, menciptakan chemistry keduanya. Selain itu penulis tidak melupakan konflik tokoh utamanya sendiri, dari pencarian Watik kita akan tahu kalau ada orang yang dulu pernah dicintai Awang dan perempuan itu ingin kembali ke pelukan Awang, itu membuat Kejora sedikit cemburu dan tidak berharap padanya sehingga dia lebih memilih fokus ke Dimas, yang akhirnya berani meminta ketegasan status hubungan mereka dengan sedikit memanasi dengan adanya Awang. Walau banyak konflik ceritanya mengalir lancar kok, kita nggak akan bingung. Suka sama karakter Awang walaupun kadang dia nyebelin, tegaan sama Kejora, tidak pedulian, semaunya sendiri. Awalnya sih Kejora bukan tipenya tapi kok gadis itu nggak bisa lepas dari pikirannya? Suka tiap kali dia bilang Nosey, yang malah disebelin sama Kejora, hehe.
"Ada batasan antara orang yang suka menolong dengan orang yang suka turut campur urusan orang. kamu itu keduanya. Nosey," potong Awang.
Dari awal cerita bermula dari kesalah pahaman sampai akhir pun juga begitu. Penulis menganut open ending, kedua novel sebelumnya pun juga begitu, jadi pembaca bisa memilih sendiri endingnya seperti apa.

3 sayap untuk Nosey.


Sempurna: Sebab Mencintaimu Tak Membutuhkan Alasan
Penulis: Nonier
Editor: eNHa
Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-561-1
Cetakan pertama, 2012
325 halaman

Kamis, 26 Juli 2012

Marriageable

Namanya Flory. usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.
"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara belom kawin?!"
Karena elo punya kantong rahim, Darling," jawab Dina kalem. "Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."
"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."
Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.
Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina sahabatku.
"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"
Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"
See??
"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"
Yup!
That's my reason, Darling!

***

Baca sinopsisnya aja udah seru kan? Salah satu lagi buku favorit saya sepanjang masa. Jangan ditanya berapa kali saya baca, khatam!

Saya paling suka jika dari awal kedua tokoh utama sudah muncul dan menciptakan konflik. Buku ini seperti itu. Flory memasuki usia kritis untuk menikah, umur sudah lebih dari 30 tahun. Dia pun terpaksa berkenalan dengan cowok yang rencananya dijodohkan dengannya, Vadin. Vadin sendiri tidak keberatan, tidak ada salahnya untuk mencoba. Dia tipe anak yang patuh, manut sama orangtua terlebih ibunya, yeay anak mami. Flory masih nggak terima dan menyangkal, dari awal ketemu dia sudah bilang sama Vadin kalau dia tidak tertarik untuk menikah, dia tidak bisa menikah kalau tidak saling cinta, dia tidak ingin seperti orangtuanya. Beberapa kali ketemu tanpa sengaja, Vadin menyukai Flory, dia pun mengajak Flory untuk menikah. Nggak langsung setuju begitu aja, Flory emang plin plan, dia nggak bisa mutusin sendiri apa yang terbaik buat dia, dia pun minta pendapat teman-temannya, dan apa kata mereka? Hahahaha dijamin ngakak deh, saya kasih percakapan mereka ya:
"Ada daftar cekal calon suami?!" Pekik Ara terkejut.
"Elo nggak tahu?" tanya Dina tidak kalah terkejut. tapi kemudian dia kembali mengalihkan tatapannya kepadaku.
"Politisi, pengacara dan dokter kandungan."
"Dokter kandungan?' protes Ara. "Apa salahnya? Mereka kaya! Bayangin, manusia nggak pernah berhenti berproduksi. Itu sumber uang abadi selain kondom.'
"Mungkin elo bener, Cinderella," sahut Kika acuh. "Tapi masalahnya adalah... dia lebih ngerti vagina daripada elo."
"What??" pekikku terkejut. Sepertinya mulutku sudah mengangga sebesar terowongan kereta api mendengar jawaban Kika.
"Ngomong-ngomong soal vagina, gue jadi ingat satu profesi yang juga masuk dalam daftar cekal calon suami," ujar Dina menimpali ucapan Kika. "Seksolog."
"Karena mereka tahu lebih banyak tentang jurus bercinta?" gerutu Ara sebal.
"Karena mereka tahu terlalu banyak, Honey," sahut Dina kalem yang diamini oleh Kika." Saking banyaknya sampai-sampai kita nggak bisa pura-pura orgasme."
...
"Jadi gue mesti kawin sama siapa?" tanyaku bingung.
"Arkeolog," jawab Dina mantap."Yang ngurus candi-candian?" tanya Ara dengan mulut menahan tawa.
Kika menganggukakan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Ara penasaran.
Dina menatap Ara dengan wajah mencela. "Karena semakin kita tambah tua dia pasti semakin tertarik."
"..."
"Emangnya gue fosil!"
*ngakak njungkel*
Bagian yang membuat saya ngekek terus, sampai-sampai nih ya, Flory harus bolak balik diskusi sama temennya ketika Vadin nggak sengaja ketemu mereka dan menanyakan apakah Flory sudah memikirkan lamarannya. Mau tau apa kerjaan Vadin? Yang jelas dia terlatih mendebat dan memprotes bahkan dalam kondisi paling bergairah sekalipun XDD. Setelah diskusi lagi sama temennya, akhirnya Flory memutuskan setuju menikah dengan Vadin tapi ada syaratnya: tidak ada have sex diantara mereka. Dengan alasan mereka tidak saling mencintai
"Darling, kalau tanpa seks jadi buat apa elo kawin?"
Aku mendengus sebal mendengarnya. "Kenapa dalam setiap pernikahan harus ada seks?"
"Karene seks adalah harga yang harus dibayar seorang perempuan untuk pernikahan,"jawab Kika ketus.
"Yeah..." cemooh Gerry. "Sementara pernikahan adalah harga yang harus dibayar seorang lelaki untuk mendapatkan seks."
Tentu saja membuat kaget Vadin, tapi mau gimana lagi dia udah SUKA sama Flory, jadi terpaksa harus puasa dulu :). Flory akan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri tapi dia ingin melihat apakah Vadin serius dengan dirinya, dia takut kalau diselingkuhin, dan katanya laki-laki itu mudah jenuh, bahkan soal seks, makanya mereka gemar selingkuh, Flory tidak ingin mengalaminya. Dan apa jawaban Vadin?
"Berapa lama probation time-nya?" tanya vadin putus asa.
"Kenapa?"
"Kalau cukup lama, aku mau tuker tambah penisku sama HP baru aja untuk sementara, " jawab vadin sebal.
"Are you sure?" ejekku sambil berusaha menahan tawa.
"Ya," jawab vadin acuh. "Kalau mau pipis doang mendingan aku pakai kateter aja."
Kampret!
Bagian tawar menawar tentang pernikahan mereka adalah yang paling gokil. Bisa ketahuan dong gaya penulisan Riri gimana dari cuplikan yang udah saya berikan, vulgar, kocak, ceplas ceplos, dan kadang bisa romantis banget dari bahasanya yang biasa itu. Soal romantis ada bagian yang saya suka banget tapi nggak akan saya tuliskan di sini, bagian di mana Flory mencoba apakah Vadin mencintai dia yaitu dengan ciuman. Ciuman adalah detektor cinta. pokoknya bagian ini seru banget, hehehe.
Lalu konflik terpanasnya di mana? Flory tahu kalau klien Vadin adalah mantan pacarnya, dan dia nggak mau kalau Vadin berurusan dengannya, Flory tidak mau mengaku kalau dia cemburu. Dia takut Vadin akan kembali dengan mantannya itu dan menghianatinya, Flory pun membalas dendam dengan memanas-manisi Vadin kalau dia dekat dengan mantan pacarnya dulu, Gilang.
"Selalu ada harga yang besar untuk sebuah kejujuran."
Dari lembar pertama buku ini saya sudah suka, sampai di lembar terakhir saya semakin suka. Saya suka covernya, saya suka alurnya yang cepat, saya suka dengan ide cerita ini yaitu tentang pernikahan, saya suka dengan karakter yang diciptakan penulis. Flory yang berhati-hati dalam mengambil langkah masa depannya sedangkan Vadin yang easy going dengan hidupnya. Vadin yang mencoba membuat Flory percaya padanya, percaya kalau dia mencitainya. Sahabat-sahabat Flory yang kaya sifat. Dina yang bitch, Kika si feminis, Ara yang percaya akan cinta, dan Gerry yang gay dan sangat mengerti perasaan teman-temannya. Semuanya melengkapi buku ini, membuat cerita berwarna, kocak, dan romantis.
Saya langsung menjadikan Riri Sardjono sebagai salah satu penulis favorit saya, dan saya kangen akan tulisannya, berharap dia produktif lagi.

"Kadang-kadang, gue pikir cinta cuma slogan ciptaan Hollywood untuk bikin filmnya laku."
"Fokus sama apa yang elo mau raih dalam hidup lo, bukan sama ketakutan lo."

Buku ini cocok dibaca oleh orang yang menyukai kisah perjodohan dan persahabatan.

5 sayap untuk Wine dan susu Ultra.

Marriagable
Penulis: Riri Sardjono
Editor: Windy Ariestanty
Cover: Riri Sardjono
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-3600-34-9
Cetakan kedua, 2006
356 halaman

Rabu, 25 Juli 2012

Wishful Wednesday [4]: The Godfather

Sebenernya udah ada daftar wislist yang pengen saya posting, banyak malah, karena alasan kesibukan (lagi) saya nggak sempat, jadi kadang saya posting dua wishlist sekaligus. Tapi kali ini agak beda soalnya di Wisful Wednesday si empunya meme sudah memasuki poatingan ke-20 (saya masih magrok di angka 4 T.T) dan dia mengadakan giveaway, yeay :)). Untuk detail gimana cara agar bisa dapetin giveawaynya silahkan meluncur ke Perpus Kecil.
Wishful sebelumnya:
Wishful Wednesday #1
Wishful Wednesday #2
Wishful Wednesday #3
Dan alhamdulillah untuk wishful ketiga saya ada yang mau ngabulin, hehehe dapet giveaway dari blognya Ren dan saya memilih One Day, kurang Juliet nih :p. Untuk kali ini semoga ada yang ngabulin juga :))
Wishlist saya kali ini adalah

Godfather

The Godfather by Mario Puzo
Pertama kali sih tertarik nonton filmnya, kata orang film cowok yang wajib ditonton, hehehe. Sayang keinginan dari SMA untuk nonton filmnya belum kesampean sampe sekarang, udah kadaluwarsa lama sekali :). Trus tahu kalo ada bukunya jadi saya memutuskan untuk membaca bukunya dulu. Baru aja dicetak ulang ganti cover sama penerbit Gramedia.
Udah nggak asing lagi dong sama Godfather, menceritakan tentang keluarga mafia, alasan standar kenapa pengen baca buku ini karena populer, hehehe. Nggak ada alasan lain lagi, biasanya kalau saya udah memutuskan pengen baca itu, terlebih random, intuisi saya biasanya bagus *duileh*
Untuk lebih lanjut di mana bisa beli bisa klik di sini: Buka Buku
Untuk Review lengkap di sini: Goodreads


Dan buat yang ingin ikut meme yang diprakarsai oleh mb Astrid bisa membaca aturan maennya:

  1. follow  Book To Share atau tambahkan di blogroll/link blogmu
  2. buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran minggu ini, mulai dari yang bakal dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist.
  3. meninggalkan link Wishful Wednesday di Mr. Linky (ada di bawah postingan mb  Astrid). Kalau mau tambahkan button Wishful Wednesday di postingan.
  4. udah tinggal blogwalking sesama blog yang ikut share wishlist :)

The Devil Loves Cinnamon

Widya kaget melihat sosok laki-laki di hadapannya. laki-laki berkaus pink itu adalah setan. ya, setan sungguhan meski dia berkaus pink dan senang sekali mencium aroma kayu manis. Namun, jika sosok itu memang bisa mengabulkan permintaannya gadis ini akan melakukan apa saja. Bunda tercintanya, yang sedang koma, harus sadar dengan cara apa pun.

Permintaan yang cukup sulit -bagi si setan sekalipun. Setan yang berwujud laki-laki itu malah terjebak di dunia manusia, dalam kehidupan Widya. Dia baru bisa pulang jika permintaan Widya dikabulkan. Saat mereka sibuk mencapai kata sepakat, diam-diam, Widya sadar kalau dia mulai jatuh cinta kepada Setan penggemar kayu manis itu.

***


Salah satu buku teenlit favorit forever ever, entah sudah berapa kali baca tapi nggak bosan-bosan juga. Awal baca sih biasa aja, bercerita tentang seorang gadis manja yang baru lulus kuliah, sangat menyayangi bundanya dan ayahnya yang workaholic. Lalu sepulangnya dari wisuda, bunda mengalami kecelakaan dan koma. Kabar yang meremukkan hati Widya karena dia amat menyayangi bundanya. Untuk menghibur Widya, salah satu sahabatnya, Kasandra, mengajak dia jalan-jalan untuk membeli vas, setibanya dia malah dicuekin karena si sohib sibuk sendiri. Sambil menunggu sohibnya selesai dia melihat keadaan sekitar dan menemukan  seorang bapak penjual buku bekas. Bapak tersebut terlihat kelelahan sekali lalu Widya memberikannya minuman dan si bapak menawarkan dagangannya kepada Widya, dia pun langsung membeli untuk dia ceritakan kepada bundanya selain itu harganya murah banget, karena kebaikannya si bapak memberikannya satu buku gratis, sebuah buku bersampul hitam. Tidak ada tulisan apa-apa baik dibagian maupun belakangnya, kertasnya sudah menguning, hufurnya pun sebagian besar sudah mulai pudar, tulisannya sulit dibaca, dia membuka-buka lalu menemukan gambar lingkaran pemanggil setan yang bisa mengabulkan permintaan. Cukup menarik dan tak ada salahnya mencoba, siapa tahu bisa menyembuhkan bundanya. Tak disangka percobaan iseng dengan kayu manis dan coklat leleh ternyata bisa memanggil setan beneran! Dia datang telanjang dan akan mengabulkan permintaanmu.

Bisa ditebak apa yang diminta Widya, meminta agar bundanya sadar dari koma. Sayangnya ada beberapa hal yang tidak bisa dikabulkan oleh si Setan, yaitu:  mencampuri urusan nyawa manusia dan menginjakkan kaki di rumah Tuhan. Kalau melanggar dia akan dibuang ke bumi. Si Setan tidak bisa pulang sebelum Widya meminta bantuannya, dan Widya ingin balas dendam karena si setan tidak mengabulkan permintaannya. Si Setan pun terus membuntuti Widya sampai dia meminta bantuannya. Nggak hanya menghadapi kecerewetan si setan aja, ternyata ada wujud manusia si Setan dan dia bernama Ananta Putra Wildansyah, tunagannya.

Yang membuat saya suka banget sama buku ini adalah ide ceritanya dan sosok si Setan, dia cerewet banget dan ngganggu banget, tapi letak serunya di situ, apalagi dialog-dialog dia sama Widya, ceplas ceplos. Apalagi pas bagian-bagian akhir tuh, makin jatuh cinta sama Ananta ^^. Covernya keren, suka banget. Bagian yang saya suka ketika si Setan bertanya pada Widya: "Sayang, tuh, kayak gimana, sih?" Kerasa banget kalau dia udah mulai sayang sama Widya, yeah, setan juga punya hati :).

Quote favorit di buku ini:
Kita rela berkorban demi orang yang kita sayang.

4 sayap untuk Ananta Putra Wildansyah ^^

The Devil Loves Cinnamon
Penulis: Ima Marsczha
Editor: Widyawati Oktavia
Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-300-7
Cetakan pertama, 2009
241 halaman

Selasa, 24 Juli 2012

The White Tiger


White_tiger


by Aravid Adiga
Penerjemah: Rosemary Kasauly
Editor: Benedicta Rini W.
Desain sampul: Ellen R. Sasaham
Penerbit: Sheila
ISBN: 978-979-29-1286-9
352 halaman

Hanya ada tiga negara yang tidak pernah membiarkan wilayah mereka dijajah orang asing: Cina, Afghanistan, dan Abyssinia. Hanya tiga negara inilah yang saya kagumi.
Karena saya menghormati sifat orang Cina yang sangat mencintai kebebasannya dan karena saya percaya bahwa masa depan dunia terletak di tangan orang-orang berkulit kuning serta berkulit cokelat setelah mantan penguasa kita, orang-orang kulit putih, tidak lagi berdaya akibat seks anal, penggunaan ponsel, dan kecanduan narkoba, maka saya menawarkan diri untuk memberikan informasi sebenarnya tentang Bangalore, gratis. Dengan menceritakan kisah hidup saya.
Pernah nonton film Slumdog Millionaire? Seorang pemuda miskin india yang berasal dari daerah kumuh berhasil menjadi pemenang Who Wants To Be a Millionaire? versi India, dia menjawab tiap pertannyaan di mana jawabannya berhubungan dengan masa lalunya. Buku ini tidak jauh berbeda dengan film itu. Bedanya adalah penulis menorehkan kisah hidup seorang laki-laki muda bernama Balram yang awalnya dari desa miskin, putus sekolah hingga akhirnya menjadi entrepeneur sukses. Sama-sama bercerita tentang bobroknya negara mereka. Saya penasaran sama buku ini karena label Winner of The Man Booker Prize, selain itu banyak review di Goodreads yang bilang buku ini bagus, sebuah satir kehidupan seorang pemuda di India. Jodohnya lagi, saya diminta teman untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya, karena bosan dengan bacaan saya kala itu saya mencuri baca (lagi!), dan karena saya sangat menikmatinya, saya mencari buku ini dan membelinya untuk koleksi, nanti saya akan ceritakan kenapa buku ini layak dikoleksi. Oh, tidak lupa juga, bagi kamu yang ingin menjadi enterpreneur yang sukses juga wajib membaca buku ini.
Kisah bagaimana saya dibesarkan menunjukkan seseorang yang setengah matang dibentuk.
Tapi, perhatikan baik-baik, Pak Perdana Menteri, orang-orang yang terbentuk sempurna setelah menghabiskan dua belas tahun dibangku sekolah dan tiga tahun di bangku kuliah, semuanya berjas, bekerja kantoran, menghabiskan seumur hidup di perintah orang lain.
Para entrepreneur dicatak dari tanah liat setengah matang.
Buku ini di mulai dari surat seorang pemuda yang mempunyai julukan "Sang Harimau Putih" yang ditujukan kepada Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, yang rencananya akan bertandang ke India, kota Bangalore, dia ingin mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang bangalore, dia ingin bertemu dengan beberapa enterpreneur India dan mendengarkan kisah sukses mereka secara langsung. Di mulailah cerita tentang kota tersebut atau lebih tepatnya kisah hidup Sang Harimau Putih. Dari tempat tinggalnya, penduduknya, semua dibeberkannya dengan jujur.
Sudah merupakan adat orang di negara saya untuk memulai sebuah cerita dengan berdoa kepada Yang Kuasa. Yang Mulia, saya rasa saya juga harus memulai dengan "menjilat bokong dewa." Masalahnya, dewa yang mana? Ada begitu banyak pilihan.
Kaum Muslim punya satu Tuhan.
Orang Kristen punya tiga Tuhan.
Sementara, kami Penganut Hindu punya 36.000.000 dewa-dewi.
Jadi, saya harus memilih dari total 36.000.004 bokong suci.
Munna (yang berarti anak laki-laki) yang nantinya akan bernama Balram Halwai, Ashok Sharma, tidak sempat mempunyai nama. Ibunya sakit keras sehingga tidak mempunyai waktu untuk memberi nama, ayahnya penarik rickshaw tidak punya waktu untuk memberi nama, semuanya tidak punya waktu. Sang gurulah yang akhirnya memberi nama ketika mengabsen di kelas. Dia tinggal di kegelapan, desa miskin yang bernama Laxmangarh di distrik Gaya. Tiang listrik tidak berfungsi, keran air rusak, anak-anak kurus kekurangan gizi. Ada satu anggota keluarga balram yang paling penting, tergemuk, diktator di rumah, yaitu: Kerbau. Di desa kegelapan, para binatanglah yang paling makmur.
Singkat cerita pada masa lalu, ada sekitar seribu kasta serta garis nasib di India. Sekarang ini, hanya tinggal dua: Kasta Perut Buncit dan Kasta Perut Rata. Dan hanya ada dua nasib: makan atau di makan.
Keluarga Balram miskin seperti kebanyakan keluarga di india, dan lucunya ada adat yang mengharuskan apabila seorang perempuan dipersunting, maka keluarga perempuan itu harus memberikan mahar yang tak terkira pada keluarga mempelai laki-laki, pesta pernikahan yang meriah. Ada sepupu Balram yang dipersunting dan tamatlah riwayat keluarganya, dia harus berhutang pada di tuan takur aka tuan tanah aka si Bangau. Seperti di Indonesia, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, orang kaya yang ada di desa Balram adalah tuan tanah si Kerbau, si Bangau, si Gagak Hitam, si Babi Hutan mereka paling berkuasa, mempunyai kekayaan melimpah dan rumah mewah, rakyat miskin harus membayar upah kepada mereka. Hal ini membuat Balram berhenti sekolah karena tidak sanggup membayar biaya dan harus bekerja kepada si Bangau untuk melunasi hutang keluarganya. Kakanya Kishan menyeretnya dari sekolah untuk bekerja di kedai teh, memecah batu bara, mengelap meja. Balram berasal dari kasta gula-gula sehingga dia hanya bisa bekerja di kedai teh, membuat gula-gula. Kakaknya juga putus sekolah akibat saudari sepupu lainnya menikah. Balram menjadi ejekan teman-temannya, karena sebelumnya ada seorang inspektur yang memuji kepandaian Balram dan memberikannya julukan Harimau Putih.
"Nak, kau anak yang cerdas, jujur serta, serta paling bersemangat di tengah segerombolan bocah lamban dan tolol ini. Di hutan, hewan apakah yang paling langka -sosok yang hanya muncul sekali dalam satu generasi?"
Saya berpikir sebentar, lalu menjawab, "Harimau putih."
"Kau bagai harimau putih di tengah hutan ini."
Lalu, ada kalimat Kishan yang membuat saya ngakak setelah menyerat Balram:
"Bayangkan setiap potong batu bara ini adalah batok kepalaku:pasti kau akan lebih mudah memecahkannya."
Tibalah saat Balram bangkit, dia ingin keluar dari kegelapan dan memiliki hidup yang lebih baik. Pergi ke Dhandad sampai Delhi. Dengan berbagai usaha dia belajar menyetir mobil dan menawarkan jasanya dari rumah ke rumah. Hingga kerja kerasnya itu mempertemukannya dengan Mr. Ashok, anak dari si Bangau, menjadi sopir pribadi pengusaha batu baru tersebut, yang mungkin tak akan pernah dipikirkannya, kalau suatu hari nanti orang yang dipercayanya itu akan menggorok leher majikannya sendiri.
Suka banget dengan buku ini, perasaan ketika membacanya adalah miris, ironi, ngakak, semuanya ada. Saya akan mencoba menuliskan beberapa poin yang ingin ditunjukkan penulis.
  • Desa kegelapan, mungkin tidak hanya di India saja, di Indonesia masih banyak desa kecil yang tak tersentuh tangan pemerintah. Rakyat miskin, tidak ada listrik dan air, anak-anak kekurangan gizi, sekolah yang mahal, miris sekali.
  • Binatang yang dianggap suci. Para wanita lebih 'giat' memberi makan kerbau daripada anaknya sendiri. 'Mereka' lebih gemuk, lebih sehat daripada manusia.
  • Perbedaan kasta. Di jaman yang semakin maju ini masih saja ada perbedaan yang melarang kita untuk menjalani hidup secara bebas, contohnya memilih pekerjaan. Balram yang kastanya hanya seorang pembuat gula-gula dia kebagian menjadi sopir kedua, dia mengemudikan mobil Maruti Suzuki, mobil yang kalah hebat dengan Honda City yang hanya boleh dikemudikan oleh si sopir nomor satu, Ram Pershad.
  • Minimnya fasilitas kesehatan. G
    eez saya miris sekali membaca ketika ayah Balram terkena tuberkulosis dan di mana rumah sakit? Mereka harus menyeberangi sungai, berkilo-kilo meter di tempuh setelah sampai apa yang di dapat? rumah sakit seperti kandang binatang, tahi kambing berceceran di lantai, kaca pecah, orang-orang sakit tak terurus, dokter datang tak tentu, rumah sakit gratis? bah!
  • Wanita lebih berkuasa. Benar-benar tradisi yang aneh, hanya demi pernikahan yang meriah orang-orang rela berhutang. Sial bagi keluarga yang mempunyai anak perempuan karena harus memberikan mahar dan pesta pernikahan itu. Selain itu, nenek Balram, Kusum, juga menguasai semua penghasilan anak cucunya. Balram harus menyerahkan setengah lebih gajinya untuk diberikan sang nenek.
  • Perbedaan agama. Ngakak sih waktu Balram memata-matai Ram Parshad, sopir nomor satu di keluarga si Bangau. Ram harus berpura-pura menjadi Hindu agar bisa bekerja, dia memajang gambar dewa-dewi di kamarnya dan sok religius, padahal dia seorang muslim dan dia ketahuan ketika Balram mengikutinya sholat di masjid, dan itu membuat dia terdepak dari posisi sopir nomor satu. Sampai segitukah, kita tidak memiliki kebebasan beragama? Di mana hak asasi manusia?
  • Korupsi meraja lela. Yeah, nggak cuman di Indonesia kalau politik itu penuh dengan uang haram. Di buku ini juga diceritakan kalau rakyat kecil tidak pernah memilih sendiri ketika pemilu, The Power of Duit.
  • Polisi yang gemuk. Berbuat suatu kejahatan? Sumpal saja mulut si polisi dengan uang, maka kesalahanmu akan dilimpahkan ke orang lain atau akan dilupakan begitu saja. 
  • Tuan takur. Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, kamu yang nggak punya kedudukan, jangan macam-macam!
Bagian yang nyesek selain mengetahui kondisi rumah sakit di India, ada lagi yang membuat miris yaitu para penegak hukumnya. Nyesek banget ketika membaca bagian ketika ada pendukung partai lain yang sedang berpromosi di partai lawan dia dipukuli habis-habisan oleh pemimpin partai lawan tersebut dan seorang polisi, tidak ada yang menolong, penegak hukum, hah?
Kalau saya boleh kembali menyinggung soal poster DICARI itu, Yang Mulia. Disebut pembunuh tidak apa-apa, tidak masalah, itu fakta, saya seorang pendosa, manusia bejat, tapi, disebut pembunuh oleh seorang polisi! Omong kosong besar.
Lalu ketika istri sang majikan Mr. Ashok, Pinky Madam yang ngotot ingin mengemudikan mobil ketika sedang mabuk yang akhirnya menabrak seseorang, siapa yang di salahkan? tentu saja si sopir yang hanya bisa menurut, ingin menjerit tidak terima tapi apa kedudukannya? hanya dari kasta rendahan. Dia dipaksa menandatangani bahwa dialah pelaku yang menabrak orang itu. Itulah awalnya Balram berani bangkit, berani memimpikan masa depan yang lebih terang, berani membuat rencana menggorok leher majikannya dan membawa tas merah berisi tujuh ratus ribu rupe, dan merintis karir sebagai entepreneur sukses.
Penjara Delhi penuh dengan sopir yang terkurung di balik jeruji karena mereka menanggung kesalahan yang diperbuat majikan kelas menangah mereka yang orang baik-baik. Kami sudah meninggalkan desa tapi para majikan tetap menguasai kami, tubuh, jiwa, dan bokong kami.
Ya itu benar. Kami semua hidup dalam demokrasi paling luar biasa di dunia.
Omong kosong besar.
Saya suka cara penulis bercerita, dia menuliskan kisah perjalanan hidup Balram dengan alur flashback, Balram seolah mengirim surat dan menceritakan bagaimana dia yang awalnya seorang pesuruh hingga akhirnya menjadi seorang entrepreneur sukses kepada orang Cina, orang yang dipercaya suatu saat nanti menguasai dunia, walaupun kita tahu sebenarnya dia bercerita secara monolog. Penulis menuliskan kisah Balram dengan kocak, dengan sarkasme, penuh ironi akan kenyataan yang ada. Saya jadi memikirkan Indonesia yang nasipnya tidak jauh berbeda, koropsi meraja lela, HAM yang entah sekarang apakah masih dianggap penting. Yang terpenting dari buku ini adalah bagaimana Balram bisa keluar dari kandang ayam.
Terjebak dalam kandang ayam, mereka tahu merekalah korban berikutnya. Namun, mereka tidak memberontak, tidak berusaha melarikan diri dari kandang.
Balram ingin keluar dari kandang ayam, ketika hanya ada satu cara yang dipikirkannya, dia terus maju, tidak peduli akan bahaya di belakangnya, yang terpenting dia berani mencoba, berani keluar dari kungkungan hidup.
Buku ini layak dikoleksi, buku ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur sukses.

4 sayap untuk sang sopir.

Stiletto Merah, Senyawa Cinta, Alasan Sentimentil


Teori senyawa cinta menyebutkan persenyawaan dua insan pecinta menghasilkan se(buah)nyawa turunan. Teori ini eksis dari zaman primitif hingga mungkin akhir zaman, di sebelah bumi mana pun. Termasuk pria disebelahku, si dia tercinta. Sayangnya tidak diriku.

Sampai seorang wanita dengan se(buah)nyawa berusia balita mencuri perhatian si dia. Aku pun melakukan sesuatu yang melibatkan stiletto merah yang kumasukkan dalam salah satu unsur senyawa cinta kami (lupakan killing effect pada kaki. Catat: barang seksi untuk aktivitas seksi). Namun teori senyawa cinta klasik telah terwariskan. Dan wanita berikut turunannya itu menjadi duri dalam daging.

Aku harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang lebih dari stiletto merah. Jatuh hatiku kemudian pada si kecil Malda di rumah asuh mengarahkan si dia pada anggapan aku telah sudi untuk meramu se(buah)nyawa turunan bersama di masa mendatang. Namun trauma masa silam terlalu depresif untuk diabaikan, sementara membuat si dia pergi jelas bukan pilihan. Aku bimbang.

Ekses dari kuatnya cinta tidak selamanya menyenagkan(ku).

***

Ada dua penulis metropop yang awalnya saya suka namun makin banyak karyanya saya makin kehilangan sihir tulisannya. Yang pertama adalah Retni SB, saya lebih suka karya-karya perdana dia, begitu juga dengan Lusiwulan. Dua buku terakhir mereka membuat saya kecewa, begitu juga dengan buku ini.

Runa, karena masa kecilnya yang buruk menjadikannya tidak ingin memiliki seorang anak, dia tidak ingin sang anak nantinya menderita seperti dirinya dulu, walaupun kehidupan pernikahannya dengan Dandre terhitung bahagia. Orangtuanya bercerai ketika Runa berusia sembilan tahun, ayahnya menghilang bersama wanita lain, kemudian ibunya menikah dengan duda yang delapan belas lebih tua darinya. Sejak kecil Runa hidup pas-pasan, dia bisa melanjutkan sekolah sampai universitas karena mendapat beasiswa karena dia pandai. Bahkan ngekos pun dia menumpang di apartemen temannya, Javin, yang melonggarkan dia akan biayanya. Di sanalah awal mula dia bertemu dengan Dandre, kakak Javin.
Aku tidak mau membuat fotokopi diriku hadir di dunia ini. tanpa disayangi salah satu orangtua.
Salah seorang teman memberi masukan bahwa kehadiran anak ibarat investasi untuk masa tua kelak, pengaman sosial saat kita semakin lemah dan memerlukan penjaga atau mungkin pemberi subsidi guna menjaga kelangsungan hidup, saat tak mampu mencari nafkah sendiri. Jika pendapat tersebut yang menjadi dasarku memiliki anak, maka panggilah aku manusia egois yang hanya ingin melahirkan seorang calon pengasuh lansia, bukan makhluk yang kehadirannya memang diinginkan dari sanubari dan mengganggapnya sebagai anugerah terbesar dalam hidup.
Lama berpacaran dan hidup satu atap, akhirnya mereka menikah, namun Runa belum siap memiliki anak. Berlawanan dengannya si dia sudah menunjukkan gelagat kalau ingin segera memiliki anak. Runa berlagak cuek, hingga datanglah klien Dandre yang bernama Selina, dia janda dengan anak yang masih unyu, sering mengajak Dandre ketemuan dengan alasan bisnis tapi membawa si kecil demi menggaet Dandre. Runa tidak bisa membiarkannya, dia pun membuat stratergi agar Dandre tidak berpaling darinya.

Sebenernya ceritanya luas, nggak hanya berpusat pada Runa dan Dandre saja, ada selingan masalah Javin dengan pacarnya, adiknya yang memutuskan menikah dengan bule dengan alasan finansial, kemudian ada anak yang sedikit merubah keputusan Runa dalam hal memiliki anak, entah saya kurang bisa menikmati buku ini. Tampilannya oke, nggak seperti metropop biasanya, covernya saya kurang suka, Saya suka judul tiap bab yang dibuat penulis, ada bab yang pendek ada yang panjang namun itu tidak masalah buat saya, malah serasa cepat bacanya. Mungkin benar kata bang Ijul, eksekusinya kurang jleb, biasa aja bacanya, nggak ada gregetnya, datar. Dandre menurutku juga kurang begitu muncul. Terlihat sih kalau dia sangat mencintai Runa, apalagi tahu kalau dari awal dia udah menaruh perhatian dan jatuh cinta padanya, sayangnya saya kurang suka adanya pihak ketiga, saya rasa dengan konflik keinginan mempunyai anak sudah cukup mempengaruhi hubungan rumah tangga mereka. Selain itu penulis kurang gamblang menuliskan cara Runa menggoda Dandre *dikeplak*. 

2.5 sayap untuk senyawa cinta yang meletup-letup.


Stiletto Merah, Senyawa Cinta, Alasan Sentimentil
Penulis: Lusiwulan
Editor: Raya Fitrah
Cover: Marcel AW.
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-8212-2
Cetakan pertama, 2012
189 halaman

Senin, 23 Juli 2012

Si Kembar di Sekolah yang Baru


Si_kembar

by Enid Blyton
Alih bahasa: Agus Setiadi
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-5298-9
Cetakan kedelapan: Juli 2010
262 halaman

Sinopsis:
Pat dan Isabel sebal sekali ketika harus bersekolah di St. Clare -sekolah putri berasrama. Mereka yakin mereka tak akan senang di sana. tapi setelah mereka benar-benar masuk St. Clare dan berkenalan dengan Hillary, Janet, Kathleen, Sheila, dan lain-lainnya, yang terjadi justru sebaliknya.
Tanpa mereka sadari, mereka jatuh cinta pada St. Clare. Ini bisa dimaklumi. St. Clare memang sekolah yang penuh kegiatan dan keriangan. Dan juga keramaian, kerena gadis-gadis tanggung murid-murid sekolah itu berhobi sama: berbuat iseng. Yang jadi korban tentu saja para guru. tapi sebetulnya mereka gadis-gadis yang baik dan berbakat. Lihat saja prestasi mereka pada akhir semester.

Review:
Bisa dibilang buku ini kebalikannya Malory Towers, maksudnya tokoh utamanya pada mulanya dibenci sama temen-temennya, yah anggap aja kayak Gwendolin. Pat dan Isabel membenci sekolah barunya, tidak keren. Satu kamar di huni oleh banyak murid, tidak ada olahraga tenis, ditambah mereka harus melayani dan patuh akan perintah kakak kelas, Pat yang emosian tentu tidak sudi, sedangkan Isabel yang kalem dan penurut mau saja diperintah semena-mena. Karena membangkang dan mereka terkesan sombong, banyak anak yang tidak suka sama mereka. Selain itu mereka terlalu meremehkan pelajaran, di sekolah mereka yang dulu mereka bisa dibilang anak yang gemilang dan bebas, dengan aturan St, Clare yang ketat dan pelajaran yang sulit mereka benar-benar keteteran, tidak jarang dihukum sama guru. Lama-lama St. Clare merubah sifat mereka.

Buku ini alur mirip banget sama Malory Towers, karakter tokohnya pun tidak jauh berbeda, hanya beda nama. Keusilan-keusilan yang dilakukan kepada guru, pesta tengah malam, karakter murid-muridnya mirip. Karena habis membaca seri Malory Towers saya jadi membanding-bandingkan dan bosan membacanya, bisa ditebak. Seru sih, tapi saya jenuh. Mungkin kalau bacanya pas saya masih kecil jatuhnya beda. Pesan moral di sini adalah kekompakan, kerja sama, ketika salah satu berbuat salah maka kesalahan itu akan ditanggung bersama-sama karena semua juga ikut menikmatinya. Jadi buat adek-adek yang suka sama buku anak dan bercita-cita masuk sekolah asrama, saya sarankan membaca buku ini :). Saya suka covernya!

2.5 sayap untuk St. Clare

Twivortiare (Nulis Buku)


Sambil menanti versi dari Gramedia-nya terbit, saya mau mereview yang edisi dari Nulis Buku dulu yah, nanti kita lihat apa perbedaannya ^^. Kaget waktu liat rating yang saya berikan pada Divortiare di Goodreads: dua sayap! Padahal saya sudah baca ulang itu buku beberapa kali, kalo diingat-ingat sih mungkin rating pas pertama kali baca. Kemudian saya ingat-ingat lagi kenapa bisa cuman dua sayap padahal bukunya bagus? 1. Saya merasa kemunculan Beno sedikit sekali, saya sedikit memahami Beno dari Alex yang lebih banyak menceritakan dia, bukannya Beno yang muncul dan bilang, "Gini lo aku, dokter yang sibuk sampe-sampe istri dicuekin dan akhirnya minta cerai." Saya butuh kehadiran Beno lebih banyak! 2. Endingnya ngantung.

The Wind in The Willow

8194264
The Wind in The Willow: Embusan Angin di Pohon Dedalu
by Kenneth Grahame
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Cover: Ella Elviana
ISBN: 970-979-19926-4-0
Cetakan I: April 2010
Penerbit: Mahda Books

Selamat hari anak, hari ini saya akan mereview buku khusus anak, semoga bisa menjadi referensi ^^

Sinopsis:
Terjual lebih dari 100 juta kopi dan telah dicetak lebih dari 250 edisi dalam berbagai versi, The Wind in The Willow -pertama terbit tahun 1908- merupakan buku fabel terbaik sepanjang masa. Karya Kenneth Grahame ini tidak hanya bercerita mengenai petualangan seru, tetapi juga nilai-nilai persahabatan.

Kisah tentang persahabatan antara tikus tanah yang polos, tikus air yang mencintai sungai, luak yang bijaksana, serta katak yang ceroboh. Di tepi sungai yang indah dan hutan belantara yang angker, kisah mereka terjalin dengan indah dan mendebarkan.

Boss Man


Di mata para penduduk Jacobsville, Blake Kemp adalah pria dengan reputasi menakutkan. Dia keras kepala, pemarah, dan tidak segan-segan melempar klien keluar dari kantor. Meskipun begitu, semua itu tidak menghalangi Violet Hardy untuk mencintai atasannya. Sayangnya, Violet tidak pernah menyangka bahwa ketika Blake menganggap Violet akan lebih cepat melupakan dirinya jika bekerja untuk orang lain. Namun akhirnya Violet bertekad akan melakukan apa pun untuk membuat pria itu menginginkannya kembali. Menjadi sekretaris sekaligus kekasih pria itu. ia pasti bisa menaklukkan pengacara.

***

Lumayan lah buku ini, dari awal konflik udah terlihat. Blake masih belum bisa melupakan mantannya dan ia tidak ingin terluka lagi, oleh karena itu dia sok judes pada Violet, padahal dia tertarik juga. Nggak tahan dengan omongan Blake yang terlalu ceplas ceplos, mengatakan kalau ia gendut dan melukai perasaannya, Violet memetuskan resign, awalnya Blake nggak mau soalnya dia sudah gonta ganti sekretaris dan nggak ada yang bertahan lama kecuali Violet, demi harga diri dia pun terpaksa melepaskan Violet. Violet pun melamar pekerjaan kepada musuh bebuyutan Blake, Duke Wright, sempet membuat keki karena kedua orang itu sering cekcok, Blake juga terbakar apai cemburu karenanya, dia pun mulai mendekati Violet pelan-pelan, mencoba melupakan masa lalunya.

Karakter Blake nyebelin, sok berkuasa dan kadang omongannya nylekit, bodohnya mau aja Violet bertahan kerja bareng dia, yeah demi cinta. Alurnya lumayan cepet, karena konflik udah muncul di awal di pertengahan sampai akhir cerita penulis tinggal memperluas aja. Adegan hotnya kasih 2.5 deh, Violet cukup gampangan, hehehe. Untuk keseluruhan ceritanya cukup menarik.

3 sayap untuk si pengacara yang judes.


Boss Man: Menaklukkan Sang Pengacara
Penulis: Diana Palmer
Alih bahasa: Lingliana
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-3938-6
Cetakan pertama, Agustus 2008

Minggu, 22 Juli 2012

Ranting Jangan Mudah Patah


Apakah kau pernah mengalami jatuh cinta? Merasakan hari-harimu diselimuti ungkapan-ungkapan indah: sayang, rindu yang terbalas, sempurna. Menjadi orang paling bahagia di dunia. Diperlakukan istimewa, diperhatikan setiap hari. Memiliki teman berbagi setiap waktu. Manis.

Bagaimana dengan patah hati, apakah kau juga pernah mengalaminya? Merasakan kerinduan yang menyesakkan dada. Perpisahan tanpa penjelasan. Terjaga dengan berbagai tanya, terlelap karena terlalu lelah menangis. tak mampu berpikir jernih, walau sedetik. Pahit.
Sabilla sama sepertimu. Gadis itu pernah merasakan keduanya. Bertahun-tahun Runo, lelaki yang ia janjikan, memberikan manis dan pahit datang-pergi, silih berganti. Lantas, apakah ia menyerah begitu saja, atau bertahan dengan sisa cintanya? Apa pun itu, percayalah, tak ada yang salah. tak ada yang salah dengan bagaimana cara kita memanjakan hati. bagaimana denganmu?

***

Mengapa ada sepasang kekasih yang akhirnya berpisah? Mungkin tidak ada kecocokan dalam dirinya. Mengapa ada sepasang kekasih yang akhirnya merasa dikhianati? Mungkin ada salah satu pihak yang tak dapat menyelesaikan masalahnya dengan cara yang lebih bijak. Mengapa ada sepasang kekasih yang selalu menyalahkan keadaan? Mungkin mereka tak sanggup menyalahkan dirinya sendiri. Mengapa ada sepasang kekasih yang tak dapat mempertahankan yang mereka susun?  Karena mungkin... pikiran jernih tak bekerja setiap detik. Mengapa ada sepasang kekasih yang tak pernah puas menerima kekasihnya apa adanya? Klasik. Karena manusia tak pernah puas. Dan mereka tak pernah sadar bahwa apa yang mereka miliki adalah yang terbaik.
Pertama-tama yang saya bahas adalah covernya, keren yah, saya suka sekali, hehe. Mungkin mengartikan bahwa hati adalah sebuah ranting, berharap ranting itu kokoh oleh terjangan angin, begitu pula dengan hati, berharap kuat akan masalah yang selalu menerpa kita. Buku ini kecil, tampilannya juga menarik. Ada selipan fotografi penulis di tiap bab, bagus sekali, saya juga sangat menyukainya, gambar jari tangan dan jari kaki yang indah dan mungkin syarat makna. Diksinya juga indah, tak perlu diragukan lagi, kita akan terlena oleh bahasanya yang puitis. Beralih ke ceritanya, sebenernya cukup simple dan udah umum. Sabilla sangat bahagia ketika pacarnya Runo ingin melangkah ke hubungan yang serius yaitu menikah, sayangnya di tengah perjalanan menggapai kebahagiaan itu Runo menghilang tanpa kabar, sebelum orangtua Runo melamar, pacar yang sudah bertahun-tahun bersamanya itu memutuskan berpisah tanpa alasan yang jelas dan menghilang. Sabilla galau karenanya, dia memikirkan kembali apa yang salah dengan hubungan mereka, apa yang salah dengan dirinya, sambil melalui hari demi hari dia mengenang kembali masa lalu ketika bersama dengan Runo.
Aku tahu tak mudah untuk mengubah seseorang menjadi seperti apa yang kita mau, maka dari itu, aku belajar bagaimana caranya menerima apa yang ada dalam dirinya, sekalipun tak dapat kuharapkan ia akan melakukan hal yang sama. Karena aku percaya bahwa sebuah hubungan akan terjalin baik bukan karena dua pribadi yang sejalan, tetapi dua pribadi yang saling melengkapi.
Kelebihan buku ini ada pada yang sudah saya sebutkan diatas tadi, covernya, diksi penulisnya dan ilustrasi foto yang disisipkan penulis. Sayangnya saya tidak terbuai dengan ceritanya, terlalu biasa dan hanya berputar tentang perasaan Sabilla yang ditinggalkan tanpa penjelasan. Saya mengharapkan cerita yang luas lagi, bukan hanya kenangan ketika pertama kali bertemu dengan Runo yang akhirnya mereka bubar, kemudian Runo datang kembali dan selesai, sempit sekali. Overall, saya cukup menikmati buku ini, dan sekali lagi, saya sangat suka ilustrasinya!

2.5 sayap untuk kesempatan kedua.


Ranting Jangan Mudah Patah
Penulis: Ericka Citra Sejati
Cover: tjoret creative studio
Penerbit: Mahaka Publishing
ISBN: 978-602-98883-7-9
Cetakan pertama, November 2011
215 halaman
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...