Kamis, 31 Mei 2012

The Hobbit


2795109



Penulis: J.R.R Tolkien
Alih Bahasa: A. Adiwiyoto
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-686-769-2
Cetakan pertama, April 2002
348 halaman

Sinopsis:
Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas Kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang Pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta karun Kurcaci di masa lampau.
Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasukan goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan cincin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar berkorbar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Wrag.

My review:
Tertarik baca ini karena ada yang bilang kalau ada tokoh Peri Hutan yang jahat, wakks nggak percaya dong kalau belum di buktiin sendiri. Kedua karena akhir tahun filmnya akan rilis, jadi nggak mau nonton kalau belum baca bukunya. Saya sangat sangat menyukai film the Lord of The Ring (TLOTR), salah satu film yang membuat saya terngangga dan tidak bosan menontonnya, saya belum baca bukunya karena kadung nonton filmnya dulu (kebiasaan jelek saya kalau nonton film yang diangkat dari sebuah buku tapi belum membaca bukunya terlebih dahulu maka saya tidak berselera membaca lagi).
Sempat mandeg baca buku ini, di awal menurut saya alurnya lambat dan cukup bertele-tele, terlebih bagian perkenalan para Kurcaci, yaelah kapan ini selesainya? Trus alasan lain adalah karena nggak ada tokoh Legolas di sini jadi nggak semangat baca deh :)). Baru ketika memasuki bab Teka Teki dalam Gelap, wo-ho tidak bisa berhenti! Biar kecil Bilbo itu pinter banget ngelesnya, nyaingin saya! Saya kasih bocoran salah satu teka teki yang paling yahud:
Benda ini makan segalanya:
Burung, binatang, pohon, dan bunga;
Mengerat besi, menggigit baja;
Batu keras pun digilingnya;
Membunuh raja, menghancurkan kota,
Meruntuhkan gunung sampai rata.
Dan jawabannya adalah "Beri aku waktu! Beri aku waktu! Bilbo memang dikaruniai keberuntungan yang sangat besar.
Bilbo Baggins, dia sangat cerdik, kecerdikan yang melebihi ukuran badannya dan memiliki nasip yang sangat baik, saat kekepet dalam bahaya pun dia bisa memikirkan cara meloloskan diri dari para musuhnya yang silih berganti. Seperti salah satu judul di bab ini, Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya Kesasar di Kandang Singga Terjebak di Sarang Gorilla rintangan Bilbo untuk menemukan harta karun seperti nggak ada habisnya, yah memang itu inti ceritanya sih, selain menceritakan asal mula cincin dasyat itu, cincin yang nantinya berpengaruh besar pada cerita TLOTR.
Kurang sreg dengan gaya flash back-nya, contohnya ketika Thorin di tangkap para Peri, kasian banget kisah dia diceritakan ketika teman-temannya baru sadar kalau dia tidak ada di gerombolan, sedikit kehilangan efek kejut sih, itu aja, tapi kadang jadi lucu kok cara penuturannya.
Yah, buku ini memang ringan, walau sedikit membosankan di awal, petualangan Bilbo cukup seru.
Oh ya, aku kasih bukti ya kalau Peri Hutan itu nggak jahat, ada kok di halaman 197, ini saya tuliskan faktanya:
Memang yang berpesta  di waktu malam itu adalah Peri-Peri Hutan, tapi mereka bukan makhluk yang jahat. Satu-satunya kesalahan mereka hanyalah tidak percaya pada orang asing. Walaupun pengaruh sihir mereka kuat, tapi mereka selalu berhati-hati. Sifat mereka berbeda dengan Peri Tinggi dari Barat; mereka lebih berbahaya dan kurang bijaksana. Peri Hutan keturunan peri purba yang tidak pernah pergi ke dunia Peri di Barat, sedangkan Peri Cahaya, Peri Air, Peri Laut sudah pergi dan tinggal lama di barat selama berabad-abad; di sana mereka menjadi lebih indah dan lebih terpelajar. Kemampuan sihir mereka dimanfaatkan untuk membuat benda-benda indah dan ajaib, sebelum beberapa di antara mereka kembali ke Dunia Luas. Peri Hutan selalu tinggal di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan bulan, dan mereka lebih menyukai cahaya bintang. Mereka suka mengembara di hutan-hutan lebat yang pohonnya tinggi-tinggi, di negeri-negeri yang sekarang sudah lenyap. Mereka kebanyakan tinggal di tepi hutan. Kadangkala mereka pergi berburu atau menunggang kuda di padang luas, dalam sinar rembulan atau bintang. Sejak kedatangan manusia, Peri mencari kediaman yang lebih jauh masuk ke hutan. Tapi sebenarnya bangsa Peri makhluk yang baik.
Tuh, jadi nggak bener kalau Peri Hutan itu jahat.
Sekian review dari saya, maaf kalau ngaco dan nggak menceritakan ceritanya lebih lengkap, saya harus cepat-cepat karena dikejar Gollum, dadah.

3 sayap untuk ketiga belas Kurcaci: Balin, Dwalin, Kili, Filli, Dori, Nori, Ori, Oin, Gloin, Bifur, Bofur, Bombur, dan Thorin.

NB: Film The Hobbit akan rilis akhir tahun ini, katanya sih dibagi menjadi dua part dan agak berbeda dari bukunya. Yah, harapanya sih film garapan Peter Jackson ini sedasyat film sebelumnya, berikut trailer filmnya:
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=G0k3kHtyoqc]

Selasa, 29 Mei 2012

Vandaria Saga: Kristalisasi


Kristalisasi


Penulis: Alexia Deechen, Melody Violine, Aryo Pratomo, Harbowoputra, Andry Chang, Pratama Wirya, Rynaldo C. Hadi, Iris Aegis, Ami Raditya, Hand J. Gumulia.
Ilustrasi: Yohan Power, Ecky Oesjady, Rama Indra
Perancang sampul: Yohan Power
Pencipta hikayat: Ami Raditya
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-8321-1
Cetakan pertama, 2012
255 halaman

Pertama kali kenal Vandaria adalah ketika saya mengikuti kuis Tentang Vandaria yang menyebabkan saya mengulik http://www.vandaria.com/ guna memamahi sebenarnya apa Vandaria itu? Sebelumnya saya tidak pernah tahu atau mungkin lebih tepatnya belum tertarik dengan Vandaria sendiri. Bermula dari itu saya menjadi sedikit paham kalau Vandaria adalah dunia fantasi yang sangat kompleks, dunia yang bisa dikembangkan oleh siapa saja. Kemudia saya membaca kalimat sang pencipta hikayat yang ada di Vandaria Newsletter edisi pertama yang berbunyi: Saya menyimpulkan univers adalah sebuah setting dunia parallel yang cukup kompleks, dan banyak cerita lahir dari univers tersebut. Mungkin perbandingan yang paling mudah adalah Marvel Universe, di mana para Super Hero hebat, diciptakan oleh berbagai artis, namun berkomitmen dalam satu dunia, sehingga bisa bertemu (cameo) dan saling mendukung. Pada poin tersebut, saya ingat saya punya Vandaria. Sebuah univers yang sangat kompleks. Membayangkan seperti Marvel, oke, The Avengers! Mulai sedikit jelas. Belum puas, saya memcoba salah satu produk yang sudah ada, yaitu buku. Ternyata sudah ada empat cerita yang berdiri sendiri namun tetap tidak menghilangkan ciri khas Vandaria yaitu Harta Vaeran, Ratu Seribu Tahun, Takdir Elir, dan Kristalisasi.

Dan untuk mengenal lebih dekat dengan Vandaria saya mencoba mencicipi Kristalisasi terlebih dahulu, kumpulan cerpen dari para pemenang kontes cerita yang bersetting Vandaria dan penulis yang sebelumnya sudah membuat cerita bersetting Vandaria sendiri, juga tidak ketinggalan cerpen dari sang pencipta hikayat. Untuk permulaan, sepertinya saya tidak salah memilih Kristalisasi.

Di halaman awal kita akan disuguhi cerita tentang terbentuknya Vandaria dengan ilustrasi yang keren, jelas bagi pembaca pemula seperti saya ini sangat sangat membantu. Kemudia ke daftar isi, ditampilkan cukup unik dengan adanya peta, setting di mana cerita terjadi, sayangnya tidak ada halaman, hanya tahun terjadinya cerita. Kalau di lihat dari peta, mayoritas cerita terjadi di Tanah Utama, dua cerita terjadi di benua Elir (Pentagon) dan Acro (Beri kami Damai). Berikutnya ada daftar istilah umum, istilah-istilah yang merupakan ciri khas dari Vandaria sendiri.


Peta_vandaria


Masuk ke menu utama, sinopsis 10 cerpen yang ada di buku ini:

Bisikan Sang Angin by Alexia Deechen
Sangat tepat sekali cerpen ini diletakkan paling awal, cerpen yang membuat saya antusias untuk segera menuju ke cerpen selanjutnya.

Evander Evrard, komandan pasukan Isfaris bertempur melawan pasukan Edonion sampai titik darah penghabisan. Isfaris yang terkenal gigih dan kebal terhadap sihir tumbang oleh serangan ribuan frameless. Tidak ingin melihat prajuritnya mati sia-sia, dia menyuruh menyerah dan maju sendirian menantang komandan Zetoist, si penguasa angin. Tiga hari kemudian, Evander tersadar dengan tubuh penuh perban. Dia diselamatkan oleh Heleine, seorang gadis separuh frameless, seseorang yang mungkin Evander sesali karena pernah diselamatkannya.

Salah satu cerpen favorit saya, bernuansa dark, bau perangnya kerasa sekali,. Karakter tokohnya juga sangat kuat dan menarik. Saya jatuh cinta dengan Evander yang sangat pemberani, rela berkorban demi bangsanya. Selain itu tokoh lainnya juga tidak kalah menarik, Heleine yang sangat misterius, juga adik Evander yang sangat lucu, Mirea dan Rein. Rein lebih penakut padahal dia cowok sedangkan Mirea mirip seperti kakaknya, pemberani. Ada efek kejut di akhir cerita yang mungkin mudah ditebak, tapi endingnya benar-benar membuat penasaran setengah modar, ingin lanjutannya!

Padamnya Bintang-Bintang Vaeran by Melody Violine
Jujur saja, awalnya saya bingung membaca cerpen ini, yang saya tangkap adalah Vaeran menganggap Melviola bukan bintangnya lagi, terus? Saya membaca ulang. Ternyata setelah saya connect, sebenernya cerpen ini berbau fantasi romantis, walau tidak secara langsung tetap saja mendengar genre itu saya antusias untuk membaca.

Vaeran Irvaanah, si penyihir alam, meminta Charnd Darion, seorang manusia, seorang penyair, salah satu bintangnya, untuk menemaninya mengembara. Charnd mencintai Melviola, gadis pemain viola di Edenion yang menghilang lima tahun lalu. Kenangan gadis itu tidak pernah sirna, bahkan dia hafal di luar kepala surat-surat perpisahan darinya. Charnd setuju menemani Vaeran karena dia ingin menanyakan kabar Melviola, kelanjutan Vaeran akan pencarian Melviola. Tapi Charnd tidak pernah menyangka kalau Vaeran menuduh Charnd sebagai penyebab kepergiannya, penyebab padamnya bintangnya karena Charnd jatuh cinta pada Melviola.

Cinta sepihak tersirat dalam cerpen ini.
Sebenarnya gampang memahami cerpen ini. Baca saja surat dari Melviola, menjelaskan semuanya. Dari awal penuh teka-teki, kepiawaian penulis merangkai kata membuat cerita tidak bisa ditebak, kita harus jeli membacanya. Tokoh yang menarik buat saya adalah Melviola, sangat misterius, dan berharap kisah cintanya lebih banyak dibahas :p.

Cerpen ini merupakan prekuel dari Harta Vaeran yang sudah terbit terlebih dahulu. Hebat bisa membuat cerita yang sudah ada sebelumnya, ditulis oleh orang lain pula. Ada efek kejut di endingnya, pengen segera membaca Harta Vaeran!

Batu Filsuf by Aryo Pratomo
Hamon tinggal di kastil Deimos bersama gurunya. Sebulan sekali mereka mendapat kiriman anak manusia yang dipakai sebagai tumbal untuk membuat batu filsuf yang mengandung Jiwa Dunia. Batu tersebut mempunyai kemampuan mengubah sesuatu menjadi wujud lain, seperti logam menjadi emas dan memberikan kehidupan abadi bagi makhluk hidup.

Sebelumnya Hamon tidak peduli kenapa gurunya mengumpulkan batu tersebut, dia hanya ingin menjadi alkemis hebat seperti gurunya. Tapi semuanya berubah ketika hamon bertemu dengan Cecil, salah seorang calon tumbal. Ada perasaan anuh yang mendorong Hamon untuk melindungi anak itu.

Ceritanya cukup menarik, menceritakan asal mula batu filsuf (menginggatkan saya akan batu bertuahnya Harry Potter). Sayangnya endingnya membuat cerita ini terasa biasa, tidak ada efek kejut, membuat saya tidak ingin membaca lanjutannya karena saya anggap sudah tamat sampai di sini. Coba kalau cerita berakhir di bagian ini: “Yang tersisa dari apa yang sebelumnya merupakan sebuah kastil hanyalah tanah kosong.” Mungkin membuat cerita akan lebih misterius, penasaran petualangan apa yang akan dilakukan Hanom selanjutnya.

Musim Gugur by Herbowoputra
Pagi hari di awal musim gugur Lena terbagun dan mendapati seekor naga di dekat kakinya. Naga itu tidak menyeramkan seperti di cerita-cerita, Lena justru menyayanginya, mengganggapnya seperti binatang peliharaan. Kosai, nama yang langsung tercetus untuk si naga bening tersebut, naga yang bisa dipanggil dengan merapalkan sihir yang ada di buku Kematian Ia yang tidak Bisa Mati, naga yang tidak hidup tidak pula mati. Kosai pernah berkata pada seseorang di masa lalu kalau Cakram Pualam bisa menyelamatkan dirinya dengan memberikan cakram tersebut ke seekor hewan yang tertidur atau menari. Tapi, kalau salah memberikannya bisa memnyebabkan Kosai terbunuh.

Yelen harus memilih, Lena pun juga, 500 tahun berikutnya giliran Ivan.
Cerpen ini juga unik, bersetting di dua zaman yang berbeda tapi mempunyai konflik yang sama, mencari Cakram Pualam. Bagia Lena tidak ada masalah, sangat jelas. Sayangnya saya agak bingung dengan bagian Ivan, entah saya yang tidak connect lagi atau memang ceritanya membingungkan. Ivan bersama dua orang temannya mencari Cakram Pualam untuk memenangkan sebuah permainan, permainan apa? Kenapa mereka harus memilih Merah untuk Vilas si Rusa Menari dan Putih untuk Salke si Kelinci Tidur? Kenapa tidak ada Kosai yang mengikuti Ivan? Kenapa?

Nyanyian Alam by Andry Chang
Cerita yang ringan dan mempunyai pesan moral yang jelas.
Fyanei, seorang gadis yang bisa berbicara dengan tanaman mencoba mencegah temannya Geoff untuk tidak menebang pohon yang ada di lereng gunung karena bisa menyebabkan banjir dan tanah longor. Geoff percaya kalau nyanyian dan music yang selalu dilantunkan Fyanei bisa membuat subur tanaman, tapi kalau berbicara dengan pohon? Geoff tentu tidak percaya. Walau temannya sejak kecil itu tidak mempercayainya, Fyanei tetap melakukan segala upaya agar Desa Phonari, desa tempat tinggalnya tidak mengalami bencana alam.
Komen saya hanya tidak sabar menunggu petualangan apa lagi yang akan dilalui Fyanei dan Geoff J

Padang Hijau Atap Merah by Pratama Wirya
Gael Grifon, seorang manusia yang terobsesi menjadi seorang penyihir. Dia pun mencari seorang frameless untuk dijadikan gurunya. Tidak mudah, dia selalu diusir dan dicap sebagai penganggu. Bukan gael namanya kalau mudah menyerah, dengan berbagai usaha dia lakukan untuk menarik perhatian si penyihir, mulai dari mengambil kayu untuk perampian sampai dia ikhlas menjadi kelinci percobaan mantra si frmeless. Melihat usaha kerasnya penyihir Aedon pun membocorkan cara menjadi penyihir yaitu dibutuhkan pengetahuan dan kekuatan sihir. Pengetahuan bisa didapatkan dengan membaca buku-buku sihir, sedangkan untuk manusia biasa tidak mudah mendapatkan kekuatan sihir, dia harus mempunyai media yang dialiri kekuatan sihir, contohnya adalah tongkat sihir. Dan untuk kekuatan sihirnya, Gael membutuhkan jantung naga!

Cerpen ini benar-benar kocak, sifat tidak pantang menyerah dan kepolosan Gael menjadi magnet cerpen ini. Naga yang kelihatannya seram dibuat tertawa oleh Gael. Selain itu, saya pengen nguyel-nguyel si naga :p. Oh ya, frameless juga digambarkan jelas di sini. Tidak sabar menunggu kemunculan Gael Grifon di novel Telinga Rashnu :D.

Relik Agung Gallizur by Reynaldo C. Hadi
Alianor sang ahli sejarah, Rowan sang ahli relik dan sandi, Terrowin sang ahli material dan senjata, mereka adalah Sang Pencari tiga relik agung Gallizur yang tersebar di seluruh penjuru Vandaria. Mereka menemukan salah satu relik, pedang Angheu Glas (pedang yang dipakai Gallizur saat melawan Semiazas/ jendral Deimos yang keji) yang dipegang oleh seorang pemuda yang amnesia. Athalos, nama pemuda itu, bersama ketiga Sang Pencari, mereka mencari sisa relik agung Gallizur, yang tidak mudah tentunya.

Saya suka sekali dengan ide cerita ini, pencarian tiga relik, sayangnya ketika bertemu dengan Jendral Letholdus ekspetasi saya berubah. Nggak jadi deh petualangannya, malah lebih berat ke masa lalu Athalos.

Di Bawah Bulan Separuh by Iris Aegis
Saya bingung dengan cerpen ini. Yang saya tangkap hanya seorang anak kecil yang kelaparan di sudut kota Zarkand kemudian bertemu dengan lelaki tua yang diramal oleh seorang frameless kalau dia akan bertemu dengan anak kecil, seorang pencuri, kemudian dia menyerahkan sebuah benda yang berkilau sebesar cincin yang katanya milik anak kecil tersebut. Hubungan antara frameless dan manusia juga digambarkan di sini, selain itu saya tidak tahu mau dibawa kemana cerita ini.

Beri Kami Damai by Ami Raditya
Arwena adalah seorang penyair yang terkenal, seorang pengarang cerita, syair-syairnya dianggap sebagai berkah bagi angkatan bersenjata Meridiz, semangat juang para rakyat. Selalu berada di garis terdepan medan perang. Tugas Arwena adalah menceritakan perjuangan gagah berani prajurit di medan perang, menggambarkan kejadian di medan perang bagi warga ibu kota. Warga tidak tahu seperti apa sebenarnya perang itu, mereka hanya membayangkan dari syair-syair indah Arwena. Hanya ada satu orang yang tahu keadaan yang sebenarnya, Abel, tentara bayaran , sang pengawal setianya. Misi Abel kali ini adalah melindungi Arwena sampai menyelesaikan tugas terakhirnya sebagai seorang penyair.

Pesan yang sangat jelas di cerpen ini adalah tidak ada dampak baik yang dihasilkan oleh perang, hanya ada kesedihan, penderitaan, dan kehilangan.

Suka cara penulis bercerita, runtut dan tidak membuat bingung, semua dijelaskan dengan perlahan, tidak basa basi. Suka sekali dengan karakter Abel, misterius dan keren ketika di medan perang. Tidak sabar menunggu sepak terjangnya yang katanya akan menjadi tokoh sentral di komik Linimasa dan Zephyrion, Go Abel!

Pentagon by Hans J. Gumulia
Rozmerga, Sigmar, Liarra, Pangeran Althor, Panggeran Xaliber, cerita mereka berdiri sendiri namun memiliki benang merah di masa depan. Cerita ini adalah prekuel dari Chronicles of Elir (Takdir Elir, Masa Elir, dan Roda Elir) yang ditulis oleh penulis yang sama.
Sumpah, saya penasaran tingkat Deimos membaca cerpen ini, tidak sabar membaca Takdir Elir. Acungin jempol Zelaien Zaindari untuk kata penghubung cerita satu dengan cerita yang lainnya, keren!
Cerpen ini menjadi penutup yang manis untuk Kristalisasi.

Sebenarnya ada baik dan buruk ketika membaca buku ini. Baiknya adalah pilihan saya tepat memulai pengenalan dengan Vandaria, beberapa cerpen menjadi prekuel buku yang sudah terbit terlebih dahulu, sehingga akan menjadi lengkap ketika saya akan membaca seri Vandaria lainnya. Buruknya adalah saya penasaran dan nggak sabar baca cerita Vandaria lainnya, huhuhu belum punya. Kebanyakan cerpen di buku ini mendukung untuk dibuat lanjutannya dan entah itu kapan, mungkin seri Kristal Merah akan menjadi jawabannya.

Sedikit kekurangan buku ini adalah ada beberapa cerita yang cara penyampaianya kurang luwes dan berbelit-belit sehingga membuat saya bingung dan harus membaca ulang guna memahami maksudnya.
Salah satu yang khas dari Vandaria dan sangat menarik buat saya adalah Frameless, kaum yang wujudnya seperti manusia namun memiliki kemampuan merapalkan sihir secara alami. Ciri mereka adalah berkulit dan berambut pucat dan heterokrom (iris mata kiri dan kanan berbeda warna). Jadi membayangkan bagaimana kalau warna mata saya kiri dan kanan berbeda :p.

Tokoh favorit saya adalah Evander Evrard dan Abel *kibas pedang*.
Quote favorit saya adalah
Sesungguhnya tak ada satu pun yang baik dari sebuah perang.
Bagian favorit saya adalah ending tiap cerpen.
Untuk cover dan ilustrasinya, kasih jempol Gorken! Saya selalu iri dengan orang yang bisa menggambar karena saya menggambar garis lurus saja mencong, jadi saya hanya bisa menikmati karya orang lain. Suka sekali yang menjadi model cover, Abel! Dan Heleine, yah walau saya berharap sama Evander juga sih ;p tapi bener-bener keren, membuktikan kalau produk dalam negeri tidak kalah hebat dari produk luar. Ah, jadi ingin menyicipi versi komiknya juga.

Buku ini wajib dibaca buat yang ngaku pecinta fantasi.
Apakah akan ada The Avengers versi Vandaria? :D

4 sayap untuk V for Vandaria.


NB: Ingin mengenal lebih dekat dengan Vandaria?
Kunjungi saja:
Dan untuk mengetahui berita terbaru tentang Vandaria silahkan download Vandaria Newsletter secara gratis:
Vandaria Newsletter #1 (Februari 2012): Mengkristal Bersama Vandaria
Vandaria Newsletter #2 (Maret 2012): Jelajah Benua Elir
Vandaria Newsletter #3 (April 2012): Vandaria Wars AVALON
Vandaria Newsletter #4 (Mei 2012): Kristalisasi Kisah Vandaria
Vandaria Newsletter #5 (Juni 2012): Seri Kristal Merah

Kamis, 24 Mei 2012

Chronicle (Ther Melian #2)


Setelah rahasia identitas Aelwen diungkap Rion, Vrey terombang-ambing di antara dua pilihan yang sama menyakitkannya. Memaafkan Aelwen, walaupun dusta yang telah ditumpuknya dan membuat hati Vrey terluka, atau menyerahkan seseorang yang telah menjadi sahabatnya selama tiga tahun kembali pada nasib yang membuat Aelwen melarikan diri dari masa lalunya.

Sementara itu, Valadin bertekad menuntaskan misinya, apa pun akibatnya. Dia harus menaklukkan Templia-Templia yang tersisa untuk mendapatkan Relik Elemental sambil terus berupaya menghindari kecurigaan bangsanya sendiri. Tapi semua itu tidak sebanding dengan kenyataan pahit yang menanti Valadin. Dia harus kembali berhadapan dengan Vrey untuk merebut kembali Relik Safir.

Kali selanjutnya, mereka harus memilih; mengenang masa lalu yang manis, atau saling bertarung demi masa depan yang diimpikan masing-masing. Kejar-mengejar dan pertarungan kedua belah pihak tak terelakkan lagi, KISAH mereka pun berlanjut...

Editor’s Note
- Lanjutan dari buku pertama, Ther Melian: Revelation.
- Ceritanya semakin menarik dengan begitu banyak rahasia yang terkuak satu per satu. Alurnya yang menarik dan membuat penasaran membuat cerita ini sulit diletakkan sebelum halaman terakhir.

Penulis: Shienny M.S
Cover art: Shienny M.S
Comic art: Shienny M.S
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-00-0227-9
Cetakan pertama, 2011
461 halaman


ALLERT: tidak disarankan membaca review ini bagi yang belum membaca buku pertama dikarenakan mengandung spoiler buku pertama, jadi WASPADALAH!

Rabu, 23 Mei 2012

SeoulMate


SeoulMate
Penulis: Lia Indra Andriana
Penyunting: O Lydia Panduwinata
Design & Ilustrasi Cover: Tom Kuu
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-98325-0-1
Cetakan pertama, 2011
Harga: Rp 45.000
289 halaman


Kim Sun, seorang guide tour, seorang manusia biasa yang mempunyai kemampuan melihat hantu (mate). Dia terpaksa menerima tawaran Siwon bergabung dengan organisasi bernama SeoulMate karena diiming-imingi akan dipertemukan dengan teman yang sudah lama dicarinya, Gill Dong, padahal dia sangat membenci kemampuannya itu. Dong adalah orang yang mengajari Sun untuk mengasah kemampuannya melihat hantu, Dong dan Siwon adalah pendiri organisasi SeoulMate. Tugas seorang mate adalah menjaga serta membantu soul atau hantu untuk melaksanakan proposal dari para klien SoulMate. Proposal adalah sebuah skenario penawaran yang diberikan para klien yang ingin menyewa jasa mate (manusia) dan soul (hantu).

"Kita, manusia yang bisa melihat hantu adalah Soulmate...pasangan jiwa bagi hantu yang tepat."


Mate dan soul butuh kerjasama yang solid, selagi seorang soul melaksanakan tugas, mate lah yang memberikan energi. Soul menyerap energi mate. Cara lain untuk mendapatkan energi tanpa membunuh atau menakuti adalah dengan menolong manusia. rasa terima kasih manusia dapat diserap oleh soul jika ini ditujukan padanya. Disini jugalah fungsi mate, untuk mengarahkan rasa terima kasih tersebut, karena para klien tidak bisa melihat soul. Jadi, selain menjadi penjaga dan penyalur energi, mate juga menjadi perantara antara klien dengan soul.

Setiap mate akan menjaga satu soul, kalau lebih dari satu makan akan menguras energi si mate. Siwon membawa Sun ke Hanok (markas SeoulMate), ada tiga mate dan tiga soul. Tetapi sebulan yang lalu Siwon menemukan hantu baru yang kebingunggan dan kehilangan arah, lalu dia mengajaknya bergabung. Inilah alasan Siwon mencari Sun, untuk menjadi mate hantu kesasar tadi.

Pasangan soul dan mate di tempat tersebut adalah Siwon dengan Betty, hantu berkewarganegaraan Amerika yang meninggal di Itaewon, sebuah distrik yang dulunya berada dekat dengan camp militer Amerika, hantu wanita setengah baya dengan rambut bergelombang yang terlihat elegan. Pasangan selanjutnya adalah Lee Joon dengan Narae, hantu yang sangat cantik. Dan terakhir adalah Lee Miju dengan Minho, hantu pria besar berotot dan berpotongan rambut tentara.

Lalu siapakah yang akan menjadi pasangan Sun? Dia adalah hantu amnesia yang baru ditemukan Siwon, hantu yang dengan bodohnya menyalakan ondol di cuaca yang sangat panas, seorang pemuda yang memakai hoodie berwarna hitam, hantu yang tidak bisa menginggat kehidupan manusianya, hantu yang tidak ingat siapa namanya dan meminta Sun memberinya nama dan merongrong Sun agar menemukan jati dirinya. Karena sebal dengan kecerewetannya, Sun pun memberinya nama Nanta yang berarti berisik dan tidak mau diam. Tapi hantu itu tidak terima dan dengan asal menamai dirinya Jang Geun Seok.

"Hujan...untuk menginggatmu. Aku perlu sesuatu untuk mengginggatmu. Setiap ada hujan, aku akan menginggatmu...karena kamu benci hujan. Dan kamu, ditengah kebencianmu, kamu akan mengginggatku."

Walaupun sering berantem, mau tidak mau mereka harus bekerja sama dan melaksanakan proposal. Proposal pertama yang dikerjakan Sun dan Jang adalah menggantikan kliennya menyanyi. Waktu melaksanakan proposal ini, Sun sangat terpukau dengan suara Jang. Proposal kedua berlabel R yang berarti Romance. Klien mereka meminta Jang untuk menjadi teman kencannya di hari specialnya. Masalahnya, Jang tidak tahu caranya berpacaran :)).

"Inti dari SeoulMate adalah menolong. Menolong klien dengan proposalnya. Menolong soul supaya mereka masih merasa diperlukan di bumi, saat mereka belum bisa menyelesaikan urusan tertinggal mereka. Selain itu, menolong mate juga. Kemampuan melihat hantu memang bukan sepenuhnya anugerah. Ada saat dimana kita merasa takut dan tidak ingin menjadi orang yang lebih tahu."

Proposal berikutnya berlabel D yang berarti Drama. jang harus menakut-nakuti hewan, lebih tepatnya membantu kambing melahirkan. Haha, bagian ini kocak sekali, apalagi Sun menyuruh Jang berekspresi menakutnya, malah sebaliknya kocak sekali. Tahu makna covernya dari proposal ini. Proposal selanjutnya adalah jang harus menjadi koki di Gosh Only, di sini Sun mendapatkan kejutan yang tidak dia harapkan. Dan proposal terakhir adalah berlabel A atau Action. Label yang cukup sulit, Sun dan Jang harus menghadapi hantu lain, Arang. Selain itu, hantu berusia ratusan tahun ini mengetahui kapan Jang meninggal.

Apakah mereka akan berhasil melawan Arang? Lalu bagaimana nasip masa lalu Jang, apakah dia akan menginggat kembali? Dan bagaimana dengan Sun sendiri, apakah dia akan merasa kehilangan Jang kalau hantu berisik itu bisa mengingat masa lalunya? kamu harus membaca sendiri cerita berbau horor, romance dan komedi ini :D.

Ide ceritanya sangat unik, baru pertama kali ini saya membaca cerita tentang kerjasama hantu dan manusia, untuk mengatasi masalah manusia itu, mendapatkan honor lagi. Ceritanya juga sangat kocak sekali, selalu tersenyum dengan tingkah laku Jang. Sebenarnya dia kasian sekali, dia selalu ditindas oleh Sun, selalu kena omel. Sun memang sifatnya kasar dan sinis, lebih suka sendiri. Berkebalikan dengan Jang yang polos, ramah dan gampang berbaur dengan orang hantu lain. Saya juga sangat tertarik dengan penghuni Hanok yang lain, sayangnya info tentang mereka tidak terlalu banyak, mungkin akan ada seri lainnya yang akan menceritakan kisah mereka :). Tugas melaksanakan proposal juga seru, mungkin bagian itu adalah magnet dari buku ini. Covernya lucu, yang menggiring kambing itu pasti Sun, keliatan dari mukanya kalau sebal, dia memang pemarah sih XDD. Minim typo, alurnya cepat dan tidak bertele-tele. Seperti buku bertema Korea lainnya, selalu ada kebudayaan Korea yang terselib, baik itu berupa bahasa atau kebiasaan sehari-hari. Di halaman terakhir buku ini ada tambahan dari penulis berupa kamus SeoulMate, istilah Seoulmate, dan setting cerita ini, selain itu ada penjelasannya juga serta gambar lokasinya, pengetahuan kita Korea bertambah deh dengan membaca buku ini.

Kekurangan buku ini sebenarnya saya tidak menemukan, mungkin romancenya aja yang menurut saya sudah terlalu biasa, marah-marah trus berubah jadi cinta. Selain itu pada awal-awal saya baca buku ini, saya agak bingung dengan konsep soul dan mate, baru sampai tengah halaman kebelakang saya mengerti, terlebih dengan adanya proposal. Berkaitan dengan proposal, ada yang mengganjal, sebenarnya ada berapa label dalam proposal tersebut? Yang saya tahu adalah label A (action), D (drama), R (romance). Untuk proposal menyanyi dan menjadi koki termasuk yang mana? Ada baiknya penulis juga menjelaskan tipe-tipe atau label dalam proposal ini, karena bagian proposal ini sangat menarik buat saya. Mungkin itu saja yang mengganjal dari saya.

Untuk adegan favorit saya adalah ketika Sun pergi ke Pulau Nami, ketika ia memejamkan mata, dan menginggat adegan drama Winter Sonata, mengucapkan kalimat khas drama tersebut, "Lihat, mereka berciuman!" dan ketika Sun membuka matanya, ia merasakan seseorang memegang kepalanya dengan lembut. Kemudia jang mengulang kalimat yang baru saja Sun lafalkan, romantis sekali :)).

Quote favorit saya adalah:
"Harapan...itulah yang membuat kita bisa menggapai apa yang kita inginkan. Sebuah harapan dan kepercayaan."
3 sayap untuk soul dan mate.


Lihat juga book trailernya ^^


NB: Ternyata eh ternyata, buku ini ada lanjutannya loh. Mau tahu konflik apa yang akan menghiasi buku kedua ini? intip sinopsisnya yuk :D.


SeoulMate is You
Penulis: Lia Indra Andriana
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Romance, fantasy
Kategori: Fiksi, novel asli
Tebal: 320 halaman
Harga: Rp 45.000
Terbit: Mei 2012






Sinopsis:

Jika kebenaran itu beresiko, mampukah kau mengatakannya?

Sebagai seseorang yang diberi kemampuan bisa melihat hantu, diikuti oleh seorang hantu adalah hal yang lumrah bagi Kim Sun. Namun saat kekasihnya dibuntuti oleh seorang Hantu Rambut Mie mengerikan siang dan malam, Sun tahu ia harus melindungi kekasihnya itu.

Belum sempat mengusir Hantu Rambut Mie yang suka berteriak itu, Siwon -ketua organisasi 'penyalur hantu' bernama SeoulMate tempat Sun bekerja- mengatakan bahwa ada sebuah organisasi bernama Memory Maker yang berusaha mengacaukan kehidupan hantu dan manusia. Dan sepetinya, kehadiran hantu Rambut Mie ini berhubungan dengan Memory Maker. Apakah itu artinya kekasih Sun juga dalam bahaya?

Sekarang, saatnyalah untuk memberitahu kekasihnya bahwa ia memiliki kemampuan bisa melihat hantu. tapi, apakah itu langkah yang tepat?




Revelation (Ther Melian #1)


Vrey, pencuri andal anggota komplotan Kucing Liar,terbiasa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. 
Valadin, Elvar terhormat yang menjalani hidupnya sebagai seorang Eldynn,kesatria suci yang bersumpah melindungi sesamanya.

Kisah mereka terjalin di Ther Melian,sebuah benua tropis kecil yang diselimuti kabut dan misteri.

Vrey memburu harta legendaris yang diimpikan setiap pencuri. Sedang Valadin menjalankan misi rahasia untuk mengembalikan kejayaan bangsanya. Pencarian masing-masing membawa mereka dalam petualangan yang luar biasa, dan pada akhirnya mempertemukan mereka....

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Akankah mereka berakhir sebagai teman atau musuh?

Inilah PEMBUKAAN dari kisah mereka....

Editor’s Note: Merupakan kisah fantasi lokal, yang ceritanya berpusat pada sebuah benua bernama Ther Melian yang karakteristiknya mirip dengan Indonesia; seperti terletak di khatulistiwa, dengan hutan, tanaman, dan satwa khas Indonesia (komodo).

Dunia Ther Melian didiami berbagai ras, dengan berbagai satwa mistis, dan bentang alam yang memukau (dilengkapi peta). Ceritanya tentang seorang gadis pencuri dan seorang kesatria Elvar yang rela mengobankan apa pun untuk mencapai apa yang mereka impikan. Ini adalah buku pertama dari tetralogi Ther Melian.

Penulis: Shienny M.S
Cover art: Shienny M.S
Comic art: Shienny M.S
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-979-27-9866-1
Cetakan pertama, 2011
391 halaman


Hari ini saya akan merepost beberapa review yang dulu ada di Kutu Bokek, emang sebagian besar udah saya pindah ke sini, tapi ada yang hilang ada juga yang formatnya kacau, hiks. Untuk itu saya posting ulang, selain untuk memperbaiki tampilan, guna menyambut review lanjutan buku yang saya review, kali ini adalah seri Ther Melian. Dulu saya hanya mereview sampai buku kedua, sekarang sudah mempunyai keempat serinya, yeay (dan  Ther Melian Short Stories Anthology yang buntelannya belum dateng juga). Semoga saya cepat bacanya sehingga reviewnya bisa saling berurutan ^^.


Senin, 21 Mei 2012

Memori


Saya ingat sekali, pertama kali kenal dengan karya Windry Ramadhina ketika saya sedang liburan di Jogja dan seperti biasa, saya suka mengunjungi toko buku di sana, salah satunya Toga Mas, siapa tahu mendapatkan buku yang tidak ada di kota Solo yang seringnya tidak lengkap. Saya lupa tepatnya tahun berapa, yang jelas waktu itu saya iseng mencomot buku Orange, di mana mungkin sedikit buku terbitan Gagas yang masih bersisa di toko buku yang selalu diskon itu. Kadang saya memilih buku untuk dibawa pulang seperti itu, saya baca sinopsisnya dan kalau sepertinya menarik saya akan beli, tanpa melihat itu buku bestseller atau siapa penulisnya, apakah baru atau sudah menelurkan karya berpuluhan, hanya bermodalkan asal ambil. Dan tidak jarang, dengan metode asal ambil itu saya malah merasa berjodoh.

Untuk buku keduanya Metropolis saya agak telat menyadari kalau sudah ada buku terbaru karya Windry. Seperti yang saya bilang tadi, toko buku di kota saya kurang update. Kali ini saya lupa kapan dan di mana mendapatkan buku Metropolis, yang saya ingat ketika melihat pertama kali tidak perlu ragu saya langsung membawanya ke kasir.

Setelah itu, saya tidak menemui buku karya Windry Ramadhina lagi.

Normal is Boring


Normal_is_boring

Normal is Boring
Penulis: Ira Latief
Desainer: Hariadhi
Ilustrator: Milla Andriana
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-8347-1
Cetakan pertama, 2012
138 halaman

Normal is Boring adalah buku tentang cara-cara pikir di luar kebiasaan yang bisa memicu Anda untuk membuat terobosan-terobosan kreatif (Creativity Breaktrough) baru dalam hidup Anda.
Judulnya unik ya, awalnya saya kira buku ini berisi tentang bagaimana cara menjadi kreatif atau seperti buku motivasi yang sangat jarang sekali saya lirik itu, mungkin ada benarnya juga, tapi saya merasa penulis lebih ingin berbagi pengalaman orang-orang kreatif yang pernah dia tahu atau jumpai, sehingga kita nantinya bisa menarik kesimpulan sendiri bagaimana menjadi kreatif itu. Sesuai dengan tagline di sampul belakang buku ini ‘kreativitas bisa diciptakan dari hal sederhana dan “tidak normal” bukanlah suatu kesalahan,’ menjadi kreatif itu sebenarnya tidaklah susah, kreativitas bisa diasah.
Siapakah orang kreatif yang nagkring di buku ini?
David Tan, seorang eksekutif muda di Malaysia melamar pacarnya dengan membuat iklan di billboard.
Saat Anda menyadari bahwa Hidup ini adalah sesuatu yang Luar Biasa, Anda tak akan ragu lagi melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup ini, bahkan jika itu termasuk untuk menunjukkan rasa cinta.
Alain Robert, sang pendaki gedung pencakar langit di seluruh dunia, The Real Spiderman.
Yoris Sebastian, penggagas strategi “I Don’t Like Mondays” menjadi “I Like Mondays.”
Berpikir terbalik adalah strategi jitu dalam menghasilkan sebuah karya kreatif.
Tricia, hobi travelling keliling dunia dengan cara mengunjungi suatu tempat apabila tempat tersebut baru saja terjadi suatu kejadian tidak mengenakan atau bencana alam, sehingga dia tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.
Lady Gaga, dia tidak peduli apakah cantik atau jelek, yang penting dia harus terlihat nyentrik dan unik.
Orang-orang yang kreatif tidak pernah takut terlihat berbeda. Karena berbeda itu Aset.
Rumah sakit mungkin sudah tidak asing lagi dong, tapi kalau Rumah Sehat? Change the perspective.
Arief Rahman, membuat CV (Curriculum Vitae) di sebuah radio dengan cara berbeda dan unik, dia menuliskan CV-nya dengan format sebuah “cerpen” sepanjang satu halaman yang menceritakan segala hal unik tentang dirinya, ditulis dengan gaya santai dan humor. Hasilnya? Ia menjadi salah satu broadcaster andalan di radio tersebut.
Orang-orang kreatif tidak merasa perlu berkompetisi dengan banyak orang. Mereka menciptakan hal baru yang bisa memudahkan dirinya keluar sebagai pemenang.
Sheridan Simove, ketika dia kehabisan ide untuk menulis buku Apa yang Dipikirkan Pria Selain Seks, ia malah menerbitkan buku itu dengan 200 halaman kosong. Hasilnya? Buku tersebut berhasil mengalahkan penjualan Harry Potter dan Da Vinci Code di penjualan buku amazone.com.
Apakah sebuah kartu nama harus berbentuk kotak?
Hanya orang-orang kreatif yang punya ide gila dan bisa mewujudkannya menjadi sebuah hal yang digilai banyak orang.
Apakah hanya itu saja contoh orang kreatif di buku ini? Tentu masih banyak lagi, bahkan di luar sana pun banyak orang kreatif yang bisa kita jumpai, baca dan temukan sendiri :D.
Kegeniusan seseorang itu bukan hanya dilihat dari seberapa banyak pengetahuannya atau pemahamannya terhadap sesuatu. Kegeniusan seseorang itu bisa dilihat dari seberapa besar GAIRAH yang ia punya dalam melakukan hal yang ia cintai.
Dari contoh-contoh orang kreatif di atas kita bisa menarik kesimpulan bagaimana sebenarnya menjadi kreatif itu: be different, berpikir terbalik, berpikir luas, mengubah persepsi terhadap sesuatu, be uniqe, jangan takut berbuat gila, dan jangan takut meninggalkan zona nyaman.
Selain itu, penulis juga menuliskan bagaimana memancing kreativitas, hambatan menjadi kreatif, cara mendapatkan ide, dan tips kreativitas.
Sangat-sangat suka buku ini, tipis dan tidak butuh waktu yang lama untuk membacanya. Cara penulisannya pun asik, lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata sehingga membuat buku ini lebih mudah dipahami. Pokoknya, kasih jempol gajah buat ilustrasinya. Buku ini sedikit kata-kata tapi banyak makna.
Lalu, hal kreatif apa yang telah dilakukan penulis? Salah satunya adalah penulis menerbitkan buku yang judulnya bisa diisi sendiri oleh pembacanya :D.

Normal_is

DOSA bukanlah GAGAL dalam melakukan sesuatu. DOSA adalah MENYESAL karena TIDAK BERANI melakukan sesuatu.
Dan sepertinya review ini juga tidak perlu panjang-panjang, nanti malah jadi boring bacanya :p.
4 sayap untuk Abnormal.

NB: launcing buku ini juga unik loh, di Kuburan :D.

Kamis, 03 Mei 2012

Shit Happens


Penulis: Christian Simamora & Windry Ariestanty
Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-171-3
Cetakan ketiga, 2008
288 halaman

Sinopsis:
Shit does happen in their life. But, still, life must go on…
Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn pround of themselves, boast about their freedom of life as an individual.

‘till one question ruins their [un]perfect life.

Lula: I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue?
Sebastian: Mangoli (nikah)… Cuma itu yang ada dipikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. You marriage isn’t a picture of happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?
Langit: We were a perfect couple. ‘till, I found out about this affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my big question mark, WHY??

So, this is not a story about a perfect life.
They just try HARD to make it perfect.


Rabu, 02 Mei 2012

Unlucky Loser


Kalo sekarang, buku ini bisa dimasukkan ke dalam ketegori Gagas Duet :)).

Ditulis oleh dua penulis yang berbeda namun memiliki benang merah, bagaimana kisahnya?

Dimulai dari karya Erry Santy:
Sashi, bekerja di sebuah perusahaan iklan bertaraf internasional, seorang art director dan berstatus jomblo. Walaupun disibukkan dengan dunia kerja, dia tak pernah menyerah untuk mendapatkan jodoh. Mulai dari comblangan kakak sepupunya yang mengantarkan Sashi kepada a man in the uniform yang berakhir dengan membayar makan sendiri-sendiri karena si cowok tersebut duitnya pas-pasan, sering sms lucu dengan Andre yang beranan satu, sempat pacaran dengan Radian, kliennya sendiri, yang diawal-awal hubungan harus merahasiakan status mereka atas nama profesiaonal tapi akhirnya kandas karena sifat Radian yang sangat tegas, sedikit galak, keras kepala, dan tidak mau mengalah. Kemudian menjalin cinta dengan Nino, brondong yang ngaku berumur 27 tahun dan sedang mengambil program S2 jurusan sistem informatika padahal aslinya dia baru berumur 23 tahun dan masih kuliah S1. Anehnya, Nini sering banget meminjam celana jeans Sashi sampai-sampai Sashi harus ngumpetin celananya karena sering kehabisan stock, parahnya Nino pengen cepet-cepet kawnin sama Sashi. Dan terakhir ada Jodi, laki-laki berdarah campuran, muda, pintar, cakep, baik, kaya dan pewaris tunggal! Siapa yang nggak mau dilamar sama dia? Sayangnya, Sashi harus menelan pil pahit lagi soal kisah asmaranya, tiba-tiba Jodi membatalkan pernikahan dan hilang tanpa kabar.

Dunia Sashiana Nardi Sanggulmaromas hancur lebur karena cinta, apakah dia akan lelah mencarinya?

Karya Shinta Indrasari:
Indra Putro Rahardjo, bekerja di sebuah perusahaan desain grafis, dia sukses di karir namun berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya, dia sering kali dibodohi cewek. Indra punya cewek bernama Ocha, suka dijadiin sopir dan kambing congek kalo sang pacar lagi asik sama sohibnya.
"Mungkin memang inilah esensi sebuah hubungan. Sewaktu kita memulai, rasanya selalu indah dan terasa mesra. Apa saja yang pacar lakukan bakal terlihat sempurna. Sampai-sampai kalau ngedengerin suara kentutnya pun, kita bakal tertawa terbahak-bahak."
Beberapa bulan pertama hubungan mereka indah, manis, menggemaskan dan mesra namun lama kelamaan seperti neraka. Perhatian Ocha semakin hari semakin bertambah dan cenderung posesif. Ocha akan terus dan terus menghubungi Indra kalo dia tidak segera membalas telepon atau sms-nya, sahabatnya pun kadang jadi sasaran teror Ocha. Indra tetap mengabaikan yang akhirnya menjadi perang besar, setelah itu tidak ada kabar lagi gimana status hubungan mereka. Indra menghibur diri dengan bersenang-senang dengan temannya, sewaktu di louge, dia berkenalan dengan Mel, hubungan mereka berlanjut di apartemen Mel. Keesokan harinya, Ocha menelepon dan meminta maaf, mengganggap kalau mereka masih pacaran. Nggak mau bikin Ocha kalap lagi, Indra menjalani hari-hari biasanya berpacaran dengan Ocha, dan hari tidak biasanya dihabiskan di apartemen Mel. Bau busuk pun tercium, Ocha tahu kalo dia diduain dan langsung minta putus. Apesnya, Indra juga memergoki Mel bercumbu dengan laki-laki lain, yang ternyata adalah cowoknya. Nggak tega melihat sahabatnya terpuruk, Winda mencomblangkan Indra dengan temannya yang berprofesi sebagai pramugari DAN pragawati, yang akhirnya disesali Indra karena cewek tersebut narsis banget. Nggak butuh waktu lama, Indra berkencan dengan kliennya, Maureen, seorang cewek yang punya posisi penting di perusahaannya, Indra sering ditinggal karena Maureen lebih sering ke luar negeri. Suatu ketika, nggak sengaja Indra ketemu Maureen di Mal (padahal sebelumnya Maureen mengaku sedang berada di luar negeri karena urusan kerja) yang sedang menggandeng seorang anak kecil dan didampinggi oleh laki-laki yang ternyata adalah ayah dari anak tersebut dan suami Maureen!
Kenapa kisah cintanya selalu apes???

"Mereka datang, berkencan, dan kalah!"
Di mana benang merah kedua cerita ini? Kamu akan mendapatkannya di ending cerita ini, yang berada di tengah-tengah halaman buku ini :D

Yang membuat penasaran sama buku ini adalah covernya. Memiliki dua sisi gambar yang berbeda, satu sisi gambar seorang cewek yang ditulis oleh Erry Santy dan sisi lainnya gambar seorang cowok yang ditulis oleh Shinta Indrasari. Sebenarnya mau saya tampilin kedua sisi covernya tapi nggak ada setelah aku ubek-ubek google. Cerita mereka berdiri sendiri dan mau baca cerita yang mana dulu oke, karena tampilan buku ini kayak dua buku yang menjadi satu.

Tulisannya asik, sama-sama kocak, tapi saya lebih menyukai tulisan Shinta dengan adanya karakter Indra yang 'semau gue', ceritanya agak sedikit vulgar daripada cerita yang dibuat Erry, tapi nggak berlebihan kok. Kedua cerita mempunyai pesan kalau nggak gampang mencari cinta sejati, butuh proses lama dan penyaringan yang benar-benar tepat. Pengen ada lanjutan buku ini, endingnya bikin penasaraaaaaan.

3 sayap untuk si benang merah.

Unlucky Loser
Penulis: Erry Santy dan Shinta Indrasari
Editor: Valiant Budi
Cover: Nana Arieswari
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-237-x
Cetakan pertama, 2008
292 halaman

The Boy in the Striped Pyjamas


Anak-lelaki-berpiama-garis2


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"
Sinopsis:
Kisah tentang Anak Lelaki Berpiama Garis-Garis ini sulit sekali digambarkan. Biasanya kami memberikan ringkasan cerita di sampul belakang buku, tapi untuk kisah yang satu ini sengaja tidak diberikan ringkasan cerita, supaya tidak merusak keseluruhannya. Lebih baik Anda langsung saja membaca, tanpa mengetahui tentang apa kisah ini sebenarnya.
Kalau Anda membaca buku ini, Anda akan mengikuti perjalanan seorang anak lelaki berumur sembilan tahun bernama Bruno (Meski buku ini bukanlah buku untuk anak kecil). Dan cepat atau lambat. Anda akan tiba di sebuah pagar, bersama Bruno.
Pagar seperti ini ada di seluruh dunia. Semoga Anda tidak pernah terpaksa dihadapkan pada pagar ini dalam hidup Anda.

My Review
Buku ini bener-bener bikin sesek sewaktu membacanya. Sulit menceritakannya. Seperti To Kill a Mockingbird, buku ini diambil dari sudut pandang seorang anak kecil, kepolosannya sangat terasa sekali.
Bruno, bocah laki-laki berusia 9 tahun, lahir pada tanggal 15 April 1934, tinggal dengan nyaman di rumah besarnya di Berlin bersama Ayah, Ibu, dan kakaknya Gretel. Karena tugas sangat penting yang diberikan oleh The Fury (pelesetan dari The Fuhrer, sebutan untuk Adolf Hitler. Fuhrer berarti pemimpin yang memegang kekuasaan penuh. Sedangkan Fury berarti angkara murka) ayah Bruno harus pindah, berserta semua keluarganya. Sebenarnya Bruno tidak rela pindah karena dia mempunyai sahabat dan kehidupan yang nyaman di Berlin, dia tidak ingin susah payah mencari sahabat lagi.

Kekesalah Bruno bertambah setelah sampai di Out-With (yang dimaksud adalah Auschwitz, situs kamp konsentrasi Nazi terbesar, tempat 1,4 sampai 4 juta orang Yahudi atau keturunan Yahudi dibunuh antara tahun 1941-1945. Kamp tersebut terletak di bagian Selatan Polandia, di tenggara Katowise) rumah barunya tidak sebesar dan semewah yang ada di Berlin, keputusan sudah bulat, Bruno mau tidak mau harus menerima kepindahan keluarganya.

Pada sore pertama di Out-With, Bruno dan Gretel menatap ke luar jendela, mereka melihat berbagai macam orang memakai piama bergaris-garis berada di balik pagar kawat besar selebar rumah mereka, memanjang  di kedua sisinya, memanjang jauh sampai tak terlihat. Pagar itu sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari rumah tempat mereka tinggal, lalu ada tiang-tiang kayu besar, seperti tiang telegraf, di sepanjang pagar kawat itu, menyangganya. Di bagian atas pagar terdapat gulungan besar kawat duri, terjalin membentuk spiral. Siapa orang-orang itu? Dan apa yang mereka lakukan di situ? Itu adalah pertannyaan terbesar Bruno.
Karena bosan dan rindu dengan teman-temannya, Bruno menginggat kembali apa yang sering dia dilakukan di rumah lama, ada satu kegiatan yang bisa dia lakukan sendiri yaitu menjelajah. Menatap ke luar jendela kamarnya, menembus pagar berkawat.
Sebenarnya apa perbedaanya? tanya Bruno dalam hati. dan siapa yang menentukan mana orang-orang yang harus memakai piama garis-garis dan mana yang harus memakai seragam?
Tidak tahan lagi, Bruno pun melupakan larangan Ibu dan Ayahnya, tidak boleh berada di dekat pagar atau kamp itu, dan lebih penting, sama sekali dilarang menjelajah di Out-With. Penjelajahannya berakhir ketika dia bertemu dengan bocah laki-laki, bocah yang lebih kecil dari Bruno, duduk di tanah dengan mata menerawang sedih, dia memakai piama garis-garis, tidak memakai sepatu atau kaos kaki, Dia memakai ban lengan bergambar bintang, lahir pada tanggal dan tahun yang sama seperti Bruno.

Merasa tidak kesepian lagi dan akhirnya mempunyai teman, Bruno secara sembunyi-sembunyi mendatangi pagar berkawat itu, bertemu dengan sahabat barunya Shmuel yang berada di balik pagar tersebut. Mereka bercerita berbagai macam hal, asal Bruno dan Shmuel sendiri, bagaimana bisa sampai di kamp ini, tentang rumahnya, tentang teman-teman lamanya, orang yang mereka kenal di sini, memberikan makanan enak kepada Shmuel, semua diceitakan dengan polos, seperti anak kecil yang bermain dengan teman sebaya pada umumnya. Salah satu contohnya adalah percakapan yang lucu tapi sebenarnya sangat tragis:

"Dan setiap kali kami meninggalkan rumah, ibuku memberiahu bahwa kami harus memakai salah satu ban tangan ini."
"Ayahku juga memakai ban tangan," kata Bruno. "Di seragamnya. Ban tangan itu sangat bagus. Warnanya merah menyala dengan desain hitam putih di atasnya." Dengan jari Bruno menggambar di tanah berdebu, di sisi pagar tempatnya berada.

Bagian yang paling saya sukai adalah ketika Shmuel melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan selama ini - dia mengangakat bagian bawah pagar kawat seperti yang selalu dilakukan Bruno ketika membawakannya makanan, tapi kali ini Shmuel menjulurkan tangannya ke luar dan menunggu sampai Bruno melakukan hal yang sama; kedua bocah itu berjabat tangan dan tersenyum pada satu sama lain. Pertama kali mereka bersentuhan.

Puncak paling nyesek dari buku ini adalah ketika ayah Bruno mengatakan kalau mereka akan kembali ke Berlin, Bruno tidak gembira dengan kabar itu, dia tidak ingin berpisah dari Shmuel. Tapi tentu saja Bruno tidak bisa menolaknya, sebagai perpisahan, mereka ingin merayakannya dengan bermain bersama, menembus batas pagar.

Buku ini bener-bener bikin sesek, sedih banget sewaktu membacanya. Sejak Bruno bertemu dengan Shmuel dan mendapati pagar pemisah mepunyai celah, saya membayangkan suatu saat Bruno akan melewati pagar tersebut dan memakai pakaian yang sama dengan Shmuel agar bisa bermain bersama. Sangat menyesal ketika tebakan saya benar :((.

Ini adalah pengalaman pertama saya membaca buku tentang Holocaust, rezim Hitler, dan gara-gara buku ini saya tertarik membaca buku lainnya yang bertema sama. Dalam buku ini kita akan merasakan kebingungan Bruno tentang lingkungan disekitarnya, dimulai dengan pekerjaan ayahnya, rumahnya, pelayannya, orang-orang disekitarnya, sampai ke pertanyaan terbesar: untuk apa pagar itu dibuat? sesuai dengan pemikiran anak kecil, kepolosannya. Kita serasa menjadi Bruno, ikut bertanya-tanya.

Sepertinya saya harus membuka kembali buku sejarah, kembali ke tahun 1941-1945 dan mencari tahu apa yang telah dilakukan oleh Hitler.

4.5 sayap untuk pagar berkawat.

The Boy in the Striped Pyjamas (Anak Lelaki Berpiama Garis-Garis)
Penulis: John Boyne
Alih Bahasa: Rosemary Kesauli
Cover: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-22-2982-5
Cetakan pertama, Juli 2007
231 halaman
Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/anak-lelaki-berpiama-garis-garis-the-boy-in-t...

NB: Sebagai tambahan tentang buku ini baca juga Auschwitz dan Holocaust

Udah pernah dibuat filmnya pada tahun 2008, selengkapnya bisa dibaca di sini.

Dan ini trailer filmnya:
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=CkzIC_bwxT8]

-Layang-Layang Biru-


Sinopsis:

Malam itu aku memimpikan Edward. Kami bertemu di pantai. Dia mengenakan kaus putih dan celana bermuda kotak-kotak. Kepalanya dibungkus bandana merah kesayangannya. layang-layang biru ada di tangannya. Kemudian dia menggerakkan tangannya, berbicara dalam bahasa isyarat. Mengacungkan kelingking. tangan menyilang di dada. Kemudian ditiupkannya sebuah ciuman padaku. Apa artinya?

Empat belas tahun yang lalu Elizabeth meninggalkan Indonesia dengan hati hancur. Dia harus melepas tunangannya ke tangan adiknya, yang hamil oleh lelaki itu. Kini Adriana di ambang maut. Elizabeth gundah, karena hatinya pecah antara dendam dan kasihan. Jika dia pulang dan menjengauk adiknya, dia teringat lagi pada penghianatan mereka. Tapi kalau tidak pulang, mungkin ini kesempatannya yang terakhir untuk menatap adiknya.

Di tengah kebimbangannya Elizabeth berkenalan dengan Edward, pemuda yang usianya hampir separo usianya. Justru anak muda itulah yang memberinya pelajaran tentang hidup, tentang cinta. anak muda yang meluruhkan kekerasan hatinya. Anak muda yang sok dewasa dan menganggap Elizabeth seperti kekasihnya. Anak muda yang ingin menciumnya walaupun Elizabeth pantas menjadi ibunya...

My Review

Pernah baca Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat karya Mira W? Cerita di buku ini mirip sama cerita tersebut :))

Bagian yang paling saya suka adalah ketika Edward menceritakan tiga harapannya kepada Elsa.
"Pertama, obat kanker akan ditemukan. Kedua cinta, kesetiaan, dan persahabatan akan hidup berdampingan selamanya. Ketiga, Mickey Mouse tidak akan dilupakan."
"Tetapi mengapa...Mickey Mouse?"
"Karena dia memiliki kegembiraan yang tidak pernah padam. Pribadi yang mungil dan sederhana, namun memiliki hati seluas bentangan langit. rendah hati menerima semua kebahagiaan, tetapi juga lapang dada meghadapi semua kesulitan. Dunia selalu memerlukan teladan seperti dia. karena itu kita tidak boleh melupakannya."

Quote favorit saya adalah:
"Emosi adalah salah satu aset pribadi manusia yang paling berharga. Bersyukurlah kau masih merasakan pasang surut emosi, karena itu berarti kau kau masih manusia dan kau masih hidup."
dan
 "Dengan satu atau lain cara, dalam suatu atau lain waktu, semua harapan akan menjadi kenyataan."
Ceritanya indah, kalau gaya bahasa dan ceritanya sih mirip-mirip tulisan Mira W, yang biasa baca pasti ngerti :).Suka dengan karakter Elsa dan Edward, mereka sama-sama rapuh tapi juga bisa kuat menghadapi konflik yang mereka alami. Mereka menjadi penyemangat satu sama lain. Sayangnya, saya berharap jalinan kasih mereka lebih tergambarkan, namun cerita lebih banyak menitik beratkan pada konflik keluarga Elsa, padahal kekuatan sinopsisnya ada pada hubungan Elsa dan Edward. Baca untuk yang kedua kalinya, awalnya sempet lupa tapi kok perasaan udah baca, hehe kebiasaan kalo nggak direview lupa sama ceritanya. Satu-satunya buku Meiliana yang pernah saya baca, kalau melhat karya lainnya, sepertinya kebanyakan cerita bertema kehilangan.

3 sayap untuk Layang-layang Biru.


Layang-Layang Biru
Penulis: Meiliana K. Tansri
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-22-2545-5
Cetakan pertama, Desember 2006
220 halaman

Layang-Layang Biru


Sinopsis:

Malam itu aku memimpikan Edward. Kami bertemu di pantai. Dia mengenakan kaus putih dan celana bermuda kotak-kotak. Kepalanya dibungkus bandana merah kesayangannya. layang-layang biru ada di tangannya. Kemudian dia menggerakkan tangannya, berbicara dalam bahasa isyarat. Mengacungkan kelingking. tangan menyilang di dada. Kemudian ditiupkannya sebuah ciuman padaku. Apa artinya?

Empat belas tahun yang lalu Elizabeth meninggalkan Indonesia dengan hati hancur. Dia harus melepas tunangannya ke tangan adiknya, yang hamil oleh lelaki itu. Kini Adriana di ambang maut. Elizabeth gundah, karena hatinya pecah antara dendam dan kasihan. Jika dia pulang dan menjengauk adiknya, dia teringat lagi pada penghianatan mereka. Tapi kalau tidak pulang, mungkin ini kesempatannya yang terakhir untuk menatap adiknya.

Di tengah kebimbangannya Elizabeth berkenalan dengan Edward, pemuda yang usianya hampir separo usianya. Justru anak muda itulah yang memberinya pelajaran tentang hidup, tentang cinta. anak muda yang meluruhkan kekerasan hatinya. Anak muda yang sok dewasa dan menganggap Elizabeth seperti kekasihnya. Anak muda yang ingin menciumnya walaupun Elizabeth pantas menjadi ibunya...

My Review

Pernah baca Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat karya Mira W? Cerita di buku ini mirip sama cerita tersebut :))

Bagian yang paling saya suka adalah ketika Edward menceritakan tiga harapannya kepada Elsa.
"Pertama, obat kanker akan ditemukan. Kedua cinta, kesetiaan, dan persahabatan akan hidup berdampingan selamanya. Ketiga, Mickey Mouse tidak akan dilupakan."
"Tetapi mengapa...Mickey Mouse?"
"Karena dia memiliki kegembiraan yang tidak pernah padam. Pribadi yang mungil dan sederhana, namun memiliki hati seluas bentangan langit. rendah hati menerima semua kebahagiaan, tetapi juga lapang dada meghadapi semua kesulitan. Dunia selalu memerlukan teladan seperti dia. karena itu kita tidak boleh melupakannya."

Quote favorit saya adalah:
"Emosi adalah salah satu aset pribadi manusia yang paling berharga. Bersyukurlah kau masih merasakan pasang surut emosi, karena itu berarti kau kau masih manusia dan kau masih hidup."
dan
 "Dengan satu atau lain cara, dalam suatu atau lain waktu, semua harapan akan menjadi kenyataan."
Ceritanya indah, kalau gaya bahasa dan ceritanya sih mirip-mirip tulisan Mira W, yang biasa baca pasti ngerti :).Suka dengan karakter Elsa dan Edward, mereka sama-sama rapuh tapi juga bisa kuat menghadapi konflik yang mereka alami. Mereka menjadi penyemangat satu sama lain. Sayangnya, saya berharap jalinan kasih mereka lebih tergambarkan, namun cerita lebih banyak menitik beratkan pada konflik keluarga Elsa, padahal kekuatan sinopsisnya ada pada hubungan Elsa dan Edward. Baca untuk yang kedua kalinya, awalnya sempet lupa tapi kok perasaan udah baca, hehe kebiasaan kalo nggak direview lupa sama ceritanya. Satu-satunya buku Meiliana yang pernah saya baca, kalau melhat karya lainnya, sepertinya kebanyakan cerita bertema kehilangan.

3 sayap untuk Layang-layang Biru.


Layang-Layang Biru
Penulis: Meiliana K. Tansri
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-22-2545-5
Cetakan pertama, Desember 2006
220 halaman

Selasa, 01 Mei 2012

One Night With A Prince


Sinopsis:

Lady Christabel tak pernah mengira dirinya harus berpura-pura menjadi kekasih gelap Gavin Byrne - pemilik gentlemen's club termewah seantero London. Menurut rumor Gavin Byrne memiliki sederet wanita sekaligus penjudi ahli. Namun, sandiwara ini memang harus dilakukan, karena hanya Gavin yang bisa membantu Cristabel menyelamatkan ayahnya.

Awalnya Gavin Byrne setuju membantu Lady Christabel semata-mata demi pembalasan dendam. Lagi pula, ia yakin wanita itu takkan bisa menjadi kekasih gelap, meskipun hanya pura-pura. Tetapi Gavin benar-benar terkejut ketika menyadari bahwa penampilan biasa Lady Christabel tersembunyi sosok yang sangat menarik. Akhirnya, Gavin harus menghadapi pilihan sulit: membalas dendam atau melindungi wanita yang -mungkin saja- ia cintai.

My Review

Seri Royal Brotherhood paling favorit! Suka banget sama karakter Gavin, dia bukan hanya pemilik gentle men's club, dia emang bener-bener gentle XDD. Gavin seneng banget dong ketika Christabel menawarkan dirinya sebagai kekasih gelap dengan tujuan agar dia mendapatkan undangan ke pesta judinya Stokely, bukan, bukan untuk main kartu, Christabel ingin mencari surat yang telah di jual mendiang suaminya kepada temannya Gavin itu, surat yang akan menyelamatkan ayahnya. Awalnya Gavin kaget, karena dulu dia pernah mempunyai pengalaman buruk dengan Chistabel, perempuan itu pernah menembakkan peluru ke arah Gavin gara-gara dia mau menagih hutang ke suaminya, hahaha. Gavin pun memberikan beberapa syarat kepada Christabel agar aktingnya sebagai kekasih gelap sempurna, diantaranya adalah memilihkan baju yang harus dipake Christabel (bisa ditebak dong seleranya yang gimana), dan mengajarinya bermain kartu. Bagian yang paling suka ketika Gavin dan Christabel bermain Wish for The Wicked :)).

Konfliknya adalah Gavin nggak setuju kalo Christabel mengendap-endap mencari surat itu sendirian, terlalu berbahaya dan selain itu Gavin ingin mengunakan surat tersebut untuk kepentingan pribadinya, dia meyakini kalau surat itu bisa menghancurkan Prinny, membuat Gavin dan Christabel berseteru. Ditambah, Stokely mengundang mantan orang yang dicintai Gavin, orang yang dulu pernah dilamarnya, Anna. Dan, Stokely sendiri mengincar Christabel.

Bukunya kocak, seru deh. Nggak butuh waktu lama Christabel takluk sama pesona Gavin. Apalagi perhatian Gavin yang begitu besar, nggak salah kalo langsung klepek-klepek.Yang nggak aku suka adalah ketika Gavin mengajak Christabel melihat permainan kartu pertama kalinya, bertemu dengan teman-teman Gavin dan mantan kekasih gelapnya. Ada pasangan suami istri yang saling bertukar pasangan, yuks, nggak banget deh. Trus bagian para kekasih gelap gavin membicarakan kebiasaan Gavin di tempat tidur, seharusnya mereka menyimpannya, sangat sangat personal kalo menurut saya. Cuma itu yang agak menganjal, lainya suka, suka ketika Gavin membelikan baju untuk Christabel, suka ketika pandangan mata Gavin nggak bisa beralih dari Christabel, suka ketika Gavin cemburu sama Stokely. Suka ketika mereka berada di.... Yah untuk adegan hotnya kasih deh 3.5 sayap. Covernya juga keren, sebuah bar, cocok dengan usaha yang dirintis Gavin :D

4 sayap untuk kisah para anak haram Pangeran Wales :))


One Night With A Prince (Semalam Bersama Sang Pangeran)
Penulis: Sabrina Jeffries
Alih Bahasa: Anggraini Novitasari
Cover: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-979-22-7918-4
Cetakan Pertama, Januari 2012
451 halaman

Semester Pertama di Malory Towers


Sinopsis:
Darrell Rivers mulai bersekolah di Malory Towers - sekolah berasrama di tepi pantai yang kegiatan utamanya adalah tenis dan renang. Di sekolah khusus anak perempuan ini Darrell dengan cepat menyesuaikan diri. Ia memperoleh beberapa teman baru, termasuk Alicia yang nakal tapi cerdas dan gemar melakukan berbagai muslihat untuk menjebak guru-gurunya. Namun, dalam semester pertamanya Darrell tidak selamanya bergembira. Banyak persoalan pelik yang harus dihadapinya: sifatnya yang suka tak bisa mengendalikan diri bila marah, sikap Sally Hope yang aneh, dan godaan keterlaluan terhadap Mary-Lou.

My Review
Sebenernya review ini ditujukan untuk posting bareng BBI yang bertema buku anak entah kapan itu, bacanya sih tepat waktu hanya saja reviewnya yang sangat ngadat :(.

Baca buku ini mengingatkan saya pada Alice-Miranda at School pengalaman pertama bersekolah di asrama. Awalnya kita sangat antusias, tapi ketika banyak masalah yang muncul dengan banyaknya cewek di sekolah yang sama mungkin akan berpikir ulang, ternyata nggak seindah bayangan kita.

Darrell bertemu murid-murid Malory Tower lainnya, yang memiliki sifat berbeda-beda. Sepuluh anak  di asrama kelas satu di Menara Utara selain Darrell adalah Alicia yang sangat ceria, pede, berlidah tajam. Sally Hope yang penyendiri, mandiri dan seperti tidak butuh orang lain.Gwendoline yang mengesalkan, tidak bisa berpisah dari ibunya dan sangat manja. Ada juga Marry-Lou yang sangat penakut. Katherine sang kepala kamar merangkap ketua kelas patut menerima jabatan itu karena dia memang adil. Irene yang sangat pandai tapi sangat tolol di luar pelajaran. Jean, anak yang rajin dan pandai memegang uang untuk keperluan sekolah. Emily, pendiam dan rajin, selain itu juga pandai merajut. Violet, dia sering tidak diajak dalam berbagai hal, dia tidak tertari.

Darrel sangat mengagumi Alicia, mengagumi kecerdikannya dan keusilannya, dia ingin sekali menjadi sahabat Alicia, tapi apakah benar dia bisa menjadi sahabat yang baik bagi Darrell? Darrell tidak suka dengan Gwendoline, dia suka membual dan sangat kejam terhadap temannya sendiri, sampai-sampai Darrell kehilangan kesabaran menghadapi tingkah lakunya. Darrell sebal dengan Marry-Lou, sebal karena dia sangat penakut, Darrel ingin membuat dia lebih berani. Darrell tidak tahu kenapa Sally tidak mau dibantu, hidupnya penuh tanda tanya.

Itulah permasalahan yang dihadapi Darrell di musim pertamanya di Malory Tower. Darrel mencoba mengatasinya sendiri karena dia belum tahu siapa yang pantas menjadi sahabatnya, di tengah membantu masalah-masalah temannya, dia bisa menentukan siapa yang pantas.
Quote favorit:
Tetapi karena malu saja ia takkan bisa mengumpulkan keberaniannya. Tak akan ada yang bisa membuatnya berani kecuali dirinya sendiri - Sally.
Menginggatkan saya waktu sekolah dulu, kita mengagumi orang yang pintar dan populer dan ingin sekali berteman dengannya, tapi kadang orang tersebut tidak menaggapi maksut kita, dia juga penggenya berteman dengan orang yang sama-sama populer. Itu yang saya rasakan pada diri Darrell, teman sejati itu nggak harus pintar dan populer tapi dia benar-benar tahu siapa diri kita, memahami dan menerima kita apa adanya. Lambat laun dia bisa menentukannya dengan munculnya permasalahan yang dihadapinya dan juga teman-temannya.

Baru kali ini baca bukunya Enid Blyton, ada ilustrasi yang jadul tapi mungkin memang menggambarkan masanya Darrell, hehe. Yang kurang saya suka adalah ada bahasa yang cukup kasar dan tingkah laku yang tidak pantas ditiru, padahal ini buku anak-anak jadi yah perlu bimbingan orang tua kalau anak kecil membacanya. Saya belum merasakan greget buku ini, mungkin karena lebih ke perkenalan sekolah dan teman-teman Darrell sehingga belum banyak konflik yang muncul. Berharap buku selanjutnya akan lebih seru.
3 sayap untuk Malory Tower

Semester Pertama di Malory Tower
Penulis: Enid Blyton
Alih bahasa: Djokolelono
Cover: Eric Alexander
ISBN: 978-979-22-4727-5
Cetakan kesebelas, Juli 2010
248 halaman

Hot Chocolate




Berlian pusing dengan pekerjaannya dan untung saja Bondang sang script editor selalu ada disampingnya. tanpa dirasa oleh Bondan, semua masalah yang dialami berlian terselesaikan, mulai dari ipod sampai roti brownies, Berlian mempercayainya. Berlian dan Bondan memang cukup dekat, terlebih mereka bekerja dalam satu ruangan. hanya saja yang yang pernah diketahui Berlian tentang Bondan adalah identitas pacarnya. Misteri yang ingin diungkap Berlian.

Suatu waktu, Bondan menghilang dengan alasan ingin menyelesaikan masalah pribadinya. Perbuatannya itu menambah beban pikiran Berlian, semua orang bertanya di mana Bondan kepadanya, terutama masalah pekerjaan yang tidak bisa ditanganinya sendiri. Trus ada gosip kalau Belinda Sang Supermodel mau menikah dengan Bondan. Kenapa Bondan tidak pernah cerita? Dan kenapa setiap kali Berlian deket dengan Bimo, bondan seperti tidak rela? gampang ditebak.

Kalau nggak salahpernah baca dua kali karya Kinoysan dan pendapatnya sama, terlalu biasa. Gaya bahasanya kayak anak ABG, kadang malah lebay. Yang lebih mengganggu itu ucapan-ucapan dari Bu Chandra atasan berlian, sinetron banget. Sebnernya suka dengan tokoh Bondan, tipe cuek tapi diam-diam memperhatikan, hanya saja aksi menghilanganya untuk menyelesaikan masalah nggak banget. Sinopsis belakang sampulnya juga agak melenceng, di sana diceritakan kalau gimana caranya bisa bersaing dengan supermodel untuk mendapatkan orang yang kita cintai, nyatanya cerita lebih banyak mengulas kesemrawutan dunia kerja Berlian dan aksi menghilangnya Bondan.

Nyruput cokelat panas dulu dan kasih deh dua sayap.

Hot Chocolate
Penulis: Kinoysan
Penerbit: Cinta
ISBN: 979-3800-50-x
Cetakan pertama, November 2006
261 halaman












Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...