Jumat, 17 Februari 2012

If You Deceive (MacCarrick Brothers #3)


Sinopsis


Setelah sepuluh tahun mendendam, Ethan MacCarrick menemukan cara untuk melampiaskan kemarahan kepada bangsawan yang telah memukuli dan merusak wajahnya atas kesalahan yang tak pernah dia lakukan. Dia menemukan rencana balas dendam yang sempurna: menikahi putri musuhnya. 


Madeline Van Rowen mendapati keluarganya jatuh miskin dan terpuruk dalam aib yang memalukan. Sekuat apa pun dia bertahan, Madeline sadar dirinya membutuhkan pertolongan. Jadi, ketika ada tangan yang terulur kepadanya, bagaimana mungkin dia bisa menolak? Highlander itu memang memiliki luka di wajah yang menakutkan, tetapi hatinya bersih. Madeline tak bisa menyangkal, dia mulai jatuh cinta. 


Ethan berencana akan menikahi Madeline, lalu membuangnya seperti sampah dan membuat putri musuhnya itu lebih terpuruk lagi dari sebelumnya. Namun kemudian, gairah membuatnya mengurungkan niat itu. Madeline membuatnya bertekuk lutut; panas cinta mereka membakar habis dendam yang bertumpuk di dada laki-laki highlander itu. Sayangnya, Madeline kemudian mengetahui semuanya dan tak mau lagi percaya kepadanya. Kini, Ethanlah yang harus meyakinkan lady itu, sebelum semua yang telah mereka bangun menjadi runtuh seperti istana kartu.


Review


Suka banget. Seri MacCarrick favorit saya.


Ethan itu urangnya kasar, kejam, karna masa lalunya dia mempunyai dendam yang membara. Di wajahnya ada luka, penyebabnya adalah ibu Madeline. Dulu, Ethan pernah menjadi selingkuhan ibunya tapi entah kenapa dia kehilangan minat, Sylvie tidak terima ditolak dia pun mengaku mau diperkosa ketika suaminya memergoki mereka berdua. Karena mabuk, Ethan tidak bisa melawan, sehingga sewaktu dikurung oleh ayah Madeline, ada bekas luka yang panjang dan mengerikan pada wajahnya, menyebabkan dia membenci dan akan balas dendan kepada keluarga Van Rowen.


Sudah lama Ethan tidak tertarik dengan perempuan, sampai ketika pesta liar yang didatanginya menyebabkan pandangan matanya terpaku pada sosok gadis dengan topeng diwajahnya, dia begitu amat tertarik, dan bertekad akan mendapatkannya. Dia tidak tahu kalau gadis yang diincarnya itu adalah anak dari orang yang telah memberikan bekas luka diwajahnya.


Suka banget sama karakter Ethan, kejam tapi ada perasaan menyayangi juga di dalam hatinya. Setelah mengetahui identitas Madeline yang sebenarnya, dia tetap menginginkannya. Madeline sendiri hidup menderita, tinggal dilingkungan kumuh, sehingga menyebabkan Ethan tidak tega dan menawarkan sebuah perkawinan padanya, yang tentu saja mempunyai makna terselubung. Konfliknya lumayan banyak dengan alur yang unik, kalau sudah membaca buku kedua pasti tahu maksud saya, yap, seperti menyambung bagian Ethan di dalam buku tersebut. Ditambah kehidupan Madeline yang "berat", dan adegan hotnya bikin kipas-kipas, hehehe. 4 sayap deh kasih :D.


Buku ini hukumnya wajib dimiliki *semoga ada yang mau ngasih seri ini* hehehe
5 sayap untuk Ethan yang pendendam


If You Deceive (Buai Aku dengan Cintamu)
penulis: Kresley Cole
penerjemah: Gema Mawardi
penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-516-6
cetakan pertama, 2011
432 halaman

Kamis, 16 Februari 2012

The Warlock (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #5)


Warlock

Sinopsis:
Scathach, Joan of Arc, Palamedes, Saint-Germain, dan Shakespeare terjebak di waktu dan tempat yang sangat luar biasa. Mereka ada di Danu Talis, sebelum pulau tersebut mengalami kehancuran. Mereka berlima, serta beberapa Tetua, mengemban misi yang luar biasa penting bagi kelangsungan hidup seluruh alam bayangan.

Sementara itu si kembar dalam legenda telah terpisah, salah satunya lebih memercayai Dr. John Dee, dan siap membantu sang Doktor dalam mencapai tujuannya -menghancurkan dunia. Bersama Virginia Dare, Niccolo Machiavelli, dan Billy the Kid, mereka berencana melepaskan monster-monster buas ke San Francisco, untuk menghancurkan humani.
Namun, dua dari lima orang ini akhirnya berubah pikiran, dan menyatakan diri sebagai Warlock - pengingkar janji.

Nicholas Flamel sendiri sedang sekarat. Dia mungkin tak akan sanggup melewati hari ini, padahal pertarungan pamungkas sudah di depan mata. Mampukah Perenelle Flamel mempertahankan suaminya?

Review
Kembali ke kata seru :D
Menemukan kembali efek kejut ditiap ending bab. Setelah adem ayem di buku keempat, saya merasakan kembali semangat membaca buku ini. Yah, walaupun tidak banyak tokoh baru yang muncul, semua pertanyaan dari buku pertama mulai terkuak. Setting waktunya cuman berlangsung sehari Rabu 6 Juni, sama sekali tidak terasa.

Sophie sangat terluka dengan penghianatan saudara kembarnya, atau malah sebaliknya?
Mars Ultor telah dibebaskan kembali, oleh istrinya Zephaniah untuk melawan Dee. Dia juga bertemu kawan lama, Isis dan Osiris. Zephaniah bilang kalau dunia memerlukan kehadiran Warlock lagi. Tidak hanya Mars Ultor saja yang ingin membunuh Dee, dengan alasan karena dia telah mencoba membangkitkan Coatlicue yang dahulu kala telah banyak membunuh teman Mars Ultor, ada juga Odin dan Hel yang juga mempunyai dendam kusumat pada Dee. Selain itu Isis dan Osiris telah menyatakan Dee sebagai Utlaga, menawarkan keabadian, kesejahteraan, dan pengetahuan yang tak terhitung kepada siapa pun yang berhasil membawa Dee hidup-hidup. Setelah sampai di  Brodway dan Scott Street dia dijemput oleh Rajawali Hitam, yang sebelumnya telah diperintahkan oleh Tetuanya Kulkukan untuk menjemput Odin dan Hel, membawa mereka kekediaman Tsagaglalal sang Pengawas.

Nicholas sekarat, dia akan mati, Perenelle mengunakan sisa hidupnya untuk membuat suaminya bertahan hidup, untuk mati bersama-sama. Bersama Niten, Prometheus dan Sophie, pasangan Flamel mengajak mereka untuk menemui Tsagaglalal, selain alam bayangan Prometheus akan runtuh. Di sana Perenelle meminta bantuan Sophie untuk memberikan sedikit auranya guna menyalurkan ke tubuh Nicholas melalui scarab, sebuah ukiran kumbang yang apabila disentuh akan berpendar, berdenyut dengan cahaya hijau hangat. Mars Ultor, Odin, Hel dan Rajawali Hitam sampai dikediaman Tsagaglalal dan bereuni dengan Prometheus dan Niten. Prometheus, Niten dan Pasangan Flemel akan menghadapi Lotan yang akan menghancurkan kota, sedangkan Mars Ultor, Odin dan Hel akan pergi ke Alcatraz untuk melawan Dee yang akan menghancurkan dunia dengan diantar oleh Rajawali Hitam. Lalu Sophie yang ingin sekali bertemu dengan saudara kembarnya apakah bisa bertemu kembali dan menyadarkannya?

Dee, Dare dan Josh pergi ke Alcatraz untuk membangkitkan monster jahat. Dee berhasil menciptakan gerbang ley dengan menggunakan pedang-pedangnya. Mereka bertiga berhasil ke Alcatraz dan bertemu dengan Marchiavelli dan Billy the Kid. Dee meminta Nereus untuk membangkitkan Lotan dengan menghisap darahnya agar dia mematuhi perintah Dee, melepaskan binatang buas pemakan daging dan peminum aura untuk menghancurkan kota. Haha, ngakak waktu Billy bilang, "Bodoh adalah nama tengahku." Dia masih saja kocak. Ada satu lagi bagian yang saya suka, ada di halaman 64:

"Billy," ujarnya cepat, "aku akan menjadikanmu murid dan mengajarimu semua yang aku tahu - dengan satu syarat, " lanjutnya.
"Apa?" tanya Billy hati-hati.
"Kau harus menutup mulutmu selama sepuluh menit ke depan."
Bahkan saat Marchiavelli belum berhenti berbicara, bau busuk menyengat dari ikan dan gangang busuk menyerbu masuk ke dalam terowongan.
Dan sesosok monster muncul dari keremangan.
Billy the Kid tanpa sadar melangkah mundur. "Astaga, jelek sekali--"
"Billy!"

Hahahaha, Billy memang cerewet sekali, tidak bisa diam, suka deh :))
Dengan melalui tiga belas gerbang Alam bayangan, Scathach, Joan of Arc, Saint-Germain, Palamedes, William Shakespeare dan Marethyu (laki-laki bertangan kait) sampai di Danu Talis, sebelum mengalami keruntuhan. Apa sebenarnya tujuan mereka? Temukan sendiri XDD. Perjuangan mereka tidaklah mudah karena mereka harus melawan Anpu yang berada di dalam Vimana atau piring terbang terbesar, mereka ditangkap dan dipenjara di atas gunung berapi aktif. "Tidak ada satu pun penjara di dunia ini yang bisa menawanku" kata Scatty. Bahkan Scatty yang selalu bisa meloloskan diri kehilangan ide untuk mempertahankan gelarnya tersebut.

Kasih bocoran sedikit deh, Sophie berhasil menguasai sihir Tanah dan Josh juga sudah menguasai sihir Udara, lalu siapa yang membangkitkannya? Baca sendiri.

Oh ya, selain Mars Ultor yang mempunyai julukan sebagai Warlock, akan ada tambahan tiga orang lagi yang akan mempunyai gelar itu, satu tokoh di masa lalu, dan duanya di masa sekarang, tambah penasaran kan? :D
Catatan penulis dalam buku ini adalah tentang Vimana dan Pesawat, pengen tahu dong "asal usul" piring terbang.

Banyak rahasia yang mulai terbongkar, ramalan-ramalan, kisah masa lalu, semua mulai terkuak di sini. Hanya saja ada yang kurang, mungkin bisa dibilang perasaan saya ketika membaca buku ini sama halnya dengan apa yang dipikirkan Sophie, bingung dengan keadaan yang menimpanya. Setelah selesai membaca pun saya masih bertanya-tanya, ini akhirnya akan gimana? Saya benar-benar tidak bisa menebak bagaimana akhir dari seri Nicholas Flamel ini, memang ada yang bisa saya tebak, seperti siapa sebenarnya Isis dan Osiris yang mengacu pada identitas Tsagaglalal di dunia para humani. Asiknya buku ini adalah kejeniusan penulis mengobrak abrik tokoh dunia, sejarah yang ada, mencampurkannya menjadi cerita yang kaya akan pengetahuan. Jujur saja, sebelum baca seri ini pengetahuan saya tentang mitologi dunia nol besar, saya tidak suka dengan sejarah, sukanya ya dari membaca buku fiksi seperti ini :D. Selain para tokohnya, buku ini menawarkan rasa yang berbeda, bagian yang seharusnya menegangkan dibuat konyol seperti membangkitkan elemen yang saya menganggap biasa saja, sampai adegan pertarungan yang seharusnya heboh dengan makhluk buas pun tidak ada baunya. Penjahat yang tidak terlihat jahat, yub duo Marchiavelli dan Billy the Kid adalah penjahat favoritku, haha mereka konyol sekali.
Harga dari cinta adalah apa pun... sekaligus segalanya.
Untuk cover, lingkaran yang mengelilingi kotak saya artikan sebagai lambang Mars Ultor (kiri atas), Codex (kanan atas), lelaki bertudung/laki-laki bertangan kait/ Marathyu (kiri bawah), yang kanan bawah nggak tahu artinya, hehe, kayaknya sih berbau mitologi mesir, tapi apa? Kemudian ada kumbang hijau yang menceritakan penyaluran aura yang dilakukan Perenelle untuk suaminya agar tetap hidup. Yah, hanya itu saja yang saya tahu :p.

Untuk terjemahannya, saya merasa tidak konsisten, di buku sebelumnya nama Rajawali Hitam adalah Elang Hitam, buku Abraham Sang Mangus menjadi Abraham Sang Magi, dan bunyi ramalan menjadi "Dua yang satu harus menjadi satu yang semua. Satu untuk menyelamatkan dunia, satu untuk menghancurkannya." Agak membingungkan kan dari ramalan yang saya tulis di buku pertama?
Di samping kesalahan yang sedikit itu, buku ini tetap wajib dibaca buat penggemar seri Nicholas Flamel, bisa dibilang buku ini adalah pintu masuk untuk menuju ruang utama.
Sangat berharap  The Enchantress (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel, #6) segera terbit, udah nggak sabar nunggu endingnya T.T

4.5 sayap untuk sang pengingkar janji.

The Warlock (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #5)
penulis: Michael Scott
penerjemah: Mohammad Baihaqqi
penerbit: Matahati
ISBN: 602859039-8
cetakan pertama, Januari 2012
471 halaman.

If You Desire (MacCarrick Brothers #2)


Sinopsis:


Setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka bertemu lagi. Waktu berbeda, situasi berbeda, tetapi rasanya tetap sama. Saat Hugh MacCarrick menatap Jane Weyland, setiap jengkal kenangan dan percakapan-percakapan menggoda yang masih terasa semanis gula kembali menyesaki benaknya. Hugh tak menyesal telah memutuskan untuk meninggalkan Jane. Tapi bukan berarti dia lantas berhenti mencintainya...


Saat mengetahui orang yang dibayar untuk melindungi dirinya dari musuh-musuh ayahnya, Jane Weyland tak bisa menyembunyikan sakit hatinya. Ya, dia marah. Marah karena perasaan hancur saat Hugh meninggalkannya dulu. Marah karena dia sempat yakin laki-laki itu akan menikahinya. Tentu saja semua itu bohong, dan Hugh pendusta yang dulu itu tak ada bedanya dengan lelaki yang kini berada di hadapannya.


Tapi... panas apa yang Jane rasakan sekarang? Tubuhnya tegang saat menyadari sentuhan tangan Hugh di permukaan kulitnya. Seperti terhipnotis, Jane mendapati dirinya kembali mengingginkan Hugh. ia memberontak, mencoba menyangkali dirinya. Namun, api itu kian membesar, dan tanpa lady itu sadari, dia dan Hugh terbakar bersama dalam kobaran cinta...


Review:


Ceritanya sebenarnya bagus, Hugh yang memendam ketertarikan yang amat dalam pada Jane karena statusnya. Dia hanya bisa bertindak sebagai teman, padahal Jane sudah memberikan sinyal suka padanya dari dulu. Karna suatu sebab, Hugh meninggalkan Jane bertahun-tahun tanpa kabar, membuat hati Jane terluka.


Hugh diperintahkan untuk melindungi Jane karena nyawanya terancam bahaya. Dia terancam dibunuh oleh Grey, mantan anak buah ayahnya. Grey tahu kalau Hugh dari dulu menyukai jane, tapi karena kutukan di keluarganya diapun enggan menunjukkannya. Jane marah karena tiba-tiba Hugh mengagalkan rencananya bersama para sepupunya. Dia marah karena Hugh datang lagi, menghancurkan hatinya lagi. Tapi, Hugh menawarkan sebuah pernikahan, sebuah syarat yang diminta ayah Jane. Hugh tidak bisa menolaknya. Dalam pelarian, rasa cinta diantara mereka tumbuh lagi, lebih mengebu-gebu.


Tidak terlalu suka dengan seri kedua ini, konfliknya kurang banyak dan adegan heroiknya biasa saja. Adegan hotnya tidak seseru dibuku pertama, hehehe. 3 sayap deh untuk yang itu. Khasnya MacCarrick adalah dimana si heroin mengalami bahaya dan sang hero akan selalu berusaha melindunginya. masih ada typo, tapi masih bisa dinikmati kok. Tidak banyak yang akan saya katakan pada seri ini.
Recomendasi saya adalah, koleksilah seri ini!


3 sayap untuk Hugh yang cuek tapi mau.


If You Desire (Bujuk aku dengan Cintamu)
penulis: Kresley Cole
penerjemah: Gema Mawardi
penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-517-4
cetakan pertama, 2011
444 halaman.

Rabu, 15 Februari 2012

If You Dare (MacCarrick Brothers #1)


Sinopsis:


Sekelompok prajurit bayaran di bawah pimpinan Courtland MacCarrick terang-terangan menyatakan perang terbuka terhadap Jenderal Reynaldo Pascal. Jenderal tiran itu menyambut tantangan tersebut dengan senang hati dan memerintahkan tentaranya membunuh Court. Namun, di bawah belas kasih dewi keberuntungan, Court berhasil meloloskan diri dan membalas dengan menculik tunangan sang jenderal. 


Lady Annalia Tristan Llorente, tunangan Jenderal Reynaldo, sama sekali tak menginginkan semua ini. Dia harus menikah dengannya. Kalau tidak, saudara laki-lakinya yang disekap Reynaldo akan dibunuh tanpa pikir panjang. Dia rela melakukan semua ini... sampai Highlander lancang dan tak tahu terima kasih itu menculiknya dari kediaman sang jenderal. 


Perasaan Court terhadap Annalia tak lebih dari serigalayang menginginkan seekor domba. Namun, belakangan dia menyadari, bahwa Annalia menggiring perasaannya ke arah lain. Bisakah sang serigala mencintai sang domba? Beranikah Court menempatkan orang yang dia cintai dalam situasi yang membahayakan nyawa mereka berdua?


Review:


Kepada Carrick kesepuluh:
Istrimu akan mempersembahkan tiga orang putra kegelapan.
Ketiganya akan memberimu tawa sampai mereka 
membaca kitab ini.
Kata-kata yang terbaca akan merenggut 
garis keturunanmu pada usia muda.
Kau akan mati ketakutan karena mereka akan menjadi 
orang-orang terkutuk, berjalan bersama maut 
atau berjalan sendirian.
Takdir mereka adalah tidak mengenal cinta, 
keterikatan, dan perkawinan;
keturunanmu akan menemui ajal
tanpa sempat memiliki anak.
Kematian dan siksa bagi siapa pun yang menjadi 
pendamping mereka.


Itu adalah ramalan untuk MacCarrick bersaudara, sehingga menyebabkan mereka tidak percaya cinta.


Courtland terluka parah dan dia diselamatkan oleh gadis bernama Annalia. Di masa penyembuhan itu dia mulai tertarik dengan gadis yang hobi berkuda itu. Courtland penasaran kenapa dia tinggal sendirian di tempat terpencil seperti ini. Dengan kuda yang dimiliki Annalia, Courland memberi kabar kepada anak buahnya kalau dia selamat.


Annalia bingung, dia harus menyelamatkan kakaknya, satu-satunya cara adalah meminta bantuan Courtland untuk menikahinya, tapi tentu saja laki-laki itu tidak mau menikah. Jadi, dia datang kekediaman Pascal demi menyelamatkan kakaknya, sayangnya usahanya gagal karena dia diculik oleh Courland. Courland mengira kalau kakak Annalia sudah mati karena tidak ada di penjara pascal, padahal dia berada di kediaman Pascal bersama anaknya yang memberi penawaran bagus.
Selama Courland membawa Anna pergi, muncullah perasaan yang tidak akan pernah diduganya.


Suka sama buku ini, Courland yang seorang tentara bayaran, memiliki poster tubuh yang bagus, gagah dan tentu saja tampan menjadi magnet buku ini. Dia sedikit protektif dan pencemburuan, terharu ketika dia dengan sangat berat hati menyerahkan Anna kepada kakaknya. Dia juga rela melakukan apa saja demi keselamatan Anna. Adegan heroiknya lumayan banyak, nyawa Anna terancam sehingga Coerland harus selalu berada di dekatnya.


Nggak perlu dijelasin kekurangan buku ini apa, pasti sudah tahu kalau gagasmedia selalu hebat dalam cover tapi sedikit mengecewakan di typo dan terjemahannya. Tapi, sejauh ini buku ini tetap enak dinikmati karena ceritanya bagus, adegan hotnya aku kasih 3.5 sayap deh, hehehe.


Pecinta HisRom saya recomendedkan untuk membaca buku ini.


4 sayap untuk si Courland sang tentara bayaran.


If You Dare (Rebut Aku dengan Cintamu)
penulis: Kresley Cole
penerjemah: Gema Mawardi
penerbit: gagasmedia
ISBN: 979-780-515-8
cetakan pertama, 2011
455 halaman

Selasa, 14 Februari 2012

The Necromancer (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #4)


The_necromancer


Sinopsis:
Saat terjadi Litha semakin dekat.
Para Tetua Gelap semakin kuat.
Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke San Francisco, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London. Mereka menyadari bahwa ada lebih dari sekedar butiran kebenaran dari setiap mitos dan legenda. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, membuat keduanya bingung akan seluruh masa depan mereka. Si kembar belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah.
Sementara itu di London, Dr. John Dee, yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun, Dee memiliki rencananya sendiri untuk menguasai dunia.

Review
Kurang seru
Entah ya, buku keempat ini serasa biasa aja, efek kejutnya sedikit sekali, alurnya masih cepet, setting waktunya pun juga sama hanya berselang dua hari, Selasa 5 Juni dan Rabu 6 Juni. Sama seperti sebelumnya juga, jika ada musuh yang baru maka akan ada peran protagonis yang baru. Hanya saja menurut saya perpindahan tokoh ditiap bab jaraknya kadang terlalu lama sehingga "rasa" kejutannya mulai hilang. Adegan pertempurannya pun juga tidak terlalu seru. Saya akan menulisnya kejadian yang dialami tiap tokoh.
Nicholas dan Flamel kembali ke toko buku mereka Small Book Shop yang sudah porak poranda, mengambil senjata rahasia mereka yang tertinggal. Sedangkan Josh dan Sophie kembali ke rumah bibi Agnes, di sana mereka bertemu dengan Aoife sang bayangan, saudara kembar Scathach dan laki-laki Jepang bernama Niten, si Ahli Pedang, dikenal juga sebagai Miyamoto Musashi. Sophie "diculik" oleh Aoife dan Niten, sehingga Josh terpaksa meminta bantuan pasangan Flamel. Dengan mudah mereka mengetahui lokasi keberadaan Sophie, Aoife hanya ingin berbincang-bincang dengan Sophie tanpa ada gangguan, walau hubungannya dengan saudara kembarnya tidak akur, dia dapat merasakan kalau ada bahaya yang mengancam Scatty dan dia merasa kalau kembarannya "pergi". Oh ya, mereka juga menemui Prometheus, untuk membangkitkan sihir Api milik Josh. 
Dr. John Dee nasipnya terancam karena telah gagal menjalankan tugas dari para Tetua, dia menjadi buronan, sudah diadili, dia pun mengarungi Xibalba untuk melarikan diri, yang biasa dikenal dengan Persimpangan, Sarang rasa takut, salah satu Alam bayangan kuno, daerah netral yang digunakan saat para Tetua dan tetua Gelap dari berbagai Alam Bayangan perlu mengadakan pertemuan. Dee juga dikejar oleh para Cucubuth (sangat langka, keturunan vampire dan Torc Madra, tentara bayaran, pemburu, peminum darah) dan dua burung gagak raksasa, Huginn dan Muninn. Mereka tak hidup dan tak mati, berada diantaranya, kedua burung itu adalah makhluk abadi yang bisa bicara seperti manusia, diciptakan oleh Dewi Berwajah Tiga Hekate, sebagai hadiah bagi Tetua bermata satu Odin. Yub, Odin ingin balas dendam karena Dee telah membunuh Hekate. Pengejaran mereka untuk menangkap Dee tidaklah mudah karena dia mendapat sekutu, wanita dengan seruling mautnya, Virginia Dare.
Joan of Arc dan Schtach masih terjebak di zaman Pleistosen, melawan makhluk-makhluk buas dengan kekuatan yang tersisa. Saint-Germain pun meminta bantuan temannya, Ksatria Saracen atau Palamedes menemui Tetuanya agar bisa membawanya kembali pada istri tercintanya. Bersama Shakespeare, mereka pergi ke Hutan Sherwood untuk menemui Mater Tammuz, si Manusia Hijau, untuk mengirim ke masa lalu. Tapi, sang Tetua tidak bisa membawa mereka kembali, hanya bisa mengantarkan, hanya Cronos, sang Penguasa Waktu yang bisa membawa mereka kembali. Dan ketika mereka sampai ke masa lalu, Sait-Germain tidak hanya bertemu dengan Joan dan Scatty saja, dia bertemu dengan orang yang sudah mengajarinya mencuri sihir Api milik Prometheus dan yang mengajari Sang Alchemist menerjemahkan Codex, Lelaki bertudung yang mempunyai nama Marethyu, yang berarti kematian. Marethyu membawa mereka mengarungi dunia lain lagi, Danu Talis.
Nasip Marchiavellie dan Billy the Kid lebih mujur daripada Dee, walau gagal membunuh Perenelle, mereka ditugaskan untuk membangkitkan monster-monster yang terkurung di Alcatraz. Billy the Kid meminta bantuan temannya Ma-ka-tai-me-she-kia-kiak atau panggilan mudahnya adalah Elang Hitam. Elang Hitam membawa mereka pada seorang Tetua, Quetzalcoatl sang Ular Berbulu atau Kukulkan (saya sering sekali salah menyebutnya dengan kalkunkan :P) untuk membangkitkan monster tersebut. Ada perkataan Marchiavellie yang saya suka, begini bunyinya ketika Billy bertanya pada Marchiavelli:
"Apakah kau pernah terpikir untuk membunuh majikanmu?"
"Tidak pernah" jawab Marchiavelli.
"Mengapa tidak?" tanya Billy.
"Siapa tahu akan datang suatu hari saat aku menginginkan keabadianku dicabut, satu hari saat aku ingin menua dan mati."
Satu hal yang saya dapat dari buku ini adalah, bahwa keabadian itu tidak melulu menyenangkan.
Konflik di buku ini adalah ketika Dee meminta bantuan Mars Ultor untuk mempengaruhi Josh yang baru dibangkitkan sihir Apinya untuk berpihak pada Dee. Dee memberi iming-iming pada Josh bahwa dia akan mengajari sihir pembangkit mayat atau nama bekennya Necromancer. Dee ingin Josh memanggil seorang Archon, Coatlicue, Induk dari Segala Dewa, Coatlicue adalah vampire pertama, musuh para Tetua.
Apa yang sebenarnya direncanakan Dee, lalu kepada siapa Josh akan berpihak? Bagaimana nasip Scatty dan kawan-kawannya? Apakah Marchieavelli dan Billy the Kid berhasil membangkitkan para monster di Alcatraz? Apakah pasangan Flamel masih bisa bertahan hidup dengan sisa waktu yang dimiliki mereka? Banyak sekali pertannyaan yang belum terjawab.
Bagian yang paling seru dari buku ini ada di akhir cerita, ketika Josh memanggil Coatlicue. Yak, hanya itu yang paling seru. Biasanya diawal cerita penulis akan menyuguhkan aksi heroik tapi saya tidak menjumpainya, sedikit kejutan ketika kakak adik Newman bertemu dengan Aoife dan Niten. Mungkin karna terlalu cepat alurnya atau terlalu cepat berpindah tokoh, tiap bab tidak terlalu banyak sehingga kayak nangung. Empat pedang berkekuatan besar -Durendal, Joyeuse, Clarent dan Excalibur- tidak terlihat kehebatannya, saya berharap banyak akan ada aksi mencengangkan dari keempat pedang tersebut, tapi nihil juga. Josh kurang mempelajari sihir Udara dan Tanah, sedangkan Sophie tinggal sihir Tanah, oh ya ada satu sihir tambahan lagi deng yaitu sudah saya sebutkan direview buku sebelumnya :D. Saya juga berharap penulis tidak lupa untuk merampungkan penguasaan sihir yang dilakukan Newman bersaudara dan berharap kekuatan itu akan sangat berguna dan terlihat dibuku selanjutnya. Bagi yang sudah membaca pasti tahu gaya penulisan Scott yang membuat adegan "biasa" dari kekuatan tersebut dan ketika melawan para musuh.
Biacara soal cover, salah satu yang menarik dari buku ini. Saya masih penasaran dengan lambang-lambang atau apa namanya dari cover buku ini. Saya hanya bisa menabak-menabak kalau gambar tengkorak melambangkan "senjata rahasia" yang dimiliki Perenelle, bulatan kiri bawah melambang
kan cemeti punya Perenelle yang diberikan kepada Sophie, yang tebuat dari rambut Medusa, dan kanan bawah hufur Jepang yang tidak saya tahu artinya tapi memahami dengan munculnya tokoh dari mitologi Jepang, Miyamoto Musashi. Dan pancaran yang keluar dari mata tengkorak adalah lambang dari sihir api yang sukses dipelajari Josh, apakah benar? Hehehehe, saya hanya menebak dan hanya itu saja yang saya tahu, mungkin ada yang mau menjelaskannya kepada saya? :D
Untuk terjemahan sebenarnya tidak terlalu masalah, hanya saja saya melihat penerjemahnya berbeda-beda sehingga ada kata-kata yang berbeda pula. Di buku sebelumnya dituliskan sihir Udara sedangkan dibuku ini sihir Angin, nah jadi bingung kan?
Untuk tokoh, kali ini yang menjadi favorit saya adalah duo penjahat Marchiavelli dan Billy the Kid, hahahaha mereka sumpah kocak banget, obrolan mereka itu loh, coba baca sendiri bagian mereka, pasti akan paham apa maksud saya XD, mereka adalah penjahat fovorit saya.
Salut sama Dee, dia sebenarnya tidak terlalu kuat, mujur aja nasibnya, dia benar-benar penghasut ulung!.
Kali ini penulis menyisipkan sejarah tentang Alcatraz, tempat Perenelle disekap, tempat tinggal hantu de Ayala, tempat para monster mengerikan dipenjara.
Untuk melanjutkan buku setelahnya harus membaca buku ini dulu biar tidak bingung :D
3.5 sayap untuk tengkorak kristal.

The Necromancer (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #4)
penulis: Michael Scott
penerjemah: M. Baihaqqi
penerbit: Matahati
ISBN: 602859025-8
cetakan kedua, Februari 2011
484 halaman



Fate




Sinopsis:
Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.
Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengarkan wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.
Jang Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Jang Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.
Demi mendapat segala kekayaan Keluarga jang di Indonesia, dua putra Keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati, dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak beradik ini lebih mirip seperti orang asing.
Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, ternyata nasip berkata lain.
Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak bisa diubah dengan tangan manusia.
Bagaimana Jang Min Ho dan Jang Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahknya?

Review:
Entah kenapa makin lama membaca karya Orizuka makin gampang sekali ditebak, terutama para tokohnya. Membaca buku ini serasa membaca Summer Brezze dan Oppa & I. Konfliknya juga terasa biasa, amarah yang melingkupi Jang Min Hwan karena diusir dan hidup susah di Korea sedangkan saudaranya hidup enak membuat dia cuek, sinis, dan gampang marah, berbeda dengan Jang Min Ho yang baik hati, dan Dena yang perhatian, ingin mengembalikan hubungan yang harmonis sewaktu masih kecil menginggatkan saya akan tokoh-tokoh di Sumer Brezze. Sedangkan hubungan Min Hwan dan Min Ho yang memburuk, di mana Min Hwan sangat membenci Min Ho dan sebaliknya, menginggatkan saya akan tokoh kakak beradik Jae di Oppa & I, alasan rengangnya hubungan mereka pun sama sepelenya juga, salah paham. Rahasia keluarga yang disembunyikan ayah mereka dan isi wasiat agak terlalu aneh, terlebih harus mengulang kuliah padahal Min Ho sudah lulus S2. Belum lagi banyak sekali catatan kakinya, membuat saya bolak balik menatap ke atas dan kebawah untuk mencari arti dari bahasa Korea yang sangat banyak dibuku ini. Memang ada manfaatnya sih kita bisa menambah kosa kata bahasa Korea hanya saya terlalu banyak, membacanya jadi nggak nyaman. Yang sangat saya sesali adalah kenapa nasip akhir Min Ho harus seperti itu? Terlalu dipaksakan. Minim typo, tahu arti covernya ketika Dena membuat gantungan kunci untuk mereka bertiga, yang melambangkan shio masing-masing para tokoh, oh ya cover kedua di atas adalah cover buku terbaru, bagusan mana coba? :D. Diakhir cerita ada kamus mini dan info tentang kuliner khas Korea, nambah pengetahuan sedikit tentang Korea, nah kenapa ada catatan kaki juga kalau dibelakang ada kamusnya? Walau gampang ditebak sifat para tokohnya, tetap si cuek, sinis yang menjadi favorite saya, Min Hwan. Bagi yang belum bosan membaca karya Orizuka, buku Korea pertama yang ditulisnya ini mungkin bisa menjadi koleksi.

Fate
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Book
ISBN: 978-602-96894-0-2
Cetakan pertama, 2010
288 halaman

Senin, 13 Februari 2012

Fantasy Fiesta 2011

13322562

  1. Bentala-Imaji by Fredrik Nael
  2. Bhupendra Gagan (Juara 3) by Salvirius Sandy
  3. Dongeng Kanvas (Juara 2) by Luz Balthasaar
  4. E [Epsilon] by Klaudiani
  5. Enam Belas Menit (Juara 5) by Shao An
  6. Hari Terakhir Ishan by Cloverwitch
  7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (Juara 1) by F.A Purawan
  8. Kembali ke Morova by R.D Villam
  9. Kisah Sang Kerudung Merah by Serpentwitch
  10. Leyl – Hasrat Bebas by Elbintang
  11. Menuju Akhir Masa by Shienny M.S
  12. Misteri Pulau Goudian by Rickman Roedavan
  13. Neil/Lien by Magdalena M. Amanda
  14. Noel by Feby Anggra
  15. Oris (Juara 4) by I.B.G Wiraga
  16. Petra by Bonmedo Tambunan
  17. Selamanya Bersamamu by Fachrul R.U.N
  18. Selamat Datang di Wonderland by Kristy S. Tjong
  19. Tukang Sapu by Erwin Ardiansyah
  20. Wanita Pembisik by Xeno

Itulah daftar 20 cerpen terbaik yang terkumpul dalam buku Fantasy Fiesta, di mana sebelumnya telah melalui proses pemilihan yang panjang, 500 cerpen  masuk kemudian disaring lagi menjadi  332 cerpen lolos menjadi peserta lomba. Belum banyak cerita fantasy dalam negeri yang saya baca, bisa dibilang agak pemilih. Ada rasa takut kalau cerita itu kebanyakan berkiblat pada fantasy luar, yah namanya fantasy dalam negri tentunya saya ingin mendapatkan cerita yang khas, belum pernah ada sebelumnnya, dan kalau bisa menyenggol sedikit tentang kebudayaan kita.
Saya agak lama mencerna cerita fantasy karena mau tidak mau saya akan berimajinasi, membayangkan seperti apa yang ingin disuguhkan penulis, kecuali kalau cerita itu memang benar-benar asik, bahkan kadang saya mendapatkan feel dari buku fantasy setelah membaca sampai setengah halaman buku. Beda dengan membaca romance, hanya membutuhkan perasaaan agar dapat mencernanya :p. Apalagi buku ini adalah kumpulan cerpen, 20 cerita berbeda, konsentrasi saya pun benar-benar terkuras, hehe. Jujur saja tidak semua cerita saya mengerti, ada beberapa cerpen yang saya ulang baca karena tidak tahu apa maksudnya, ada juga yang setelah bolak balik dibaca tidak ngerti juga. Bukan berarti jelek, yah mungkin karna saya yang terlalu lemot, penulisan berbelit-belit atau waktu membaca buku ini saya tidak terlalu mood, bisa jadi itulah yang membuat saya tidak bisa terlalu berkonsentrasi pada buku ini. Oh ya, cerpen dibuku ini termasuk panjang-panjang, hehehe, tidak ada cerpen yang sangat singkat. Ada beberapa cerpen yang ketika saya baca saya langsung suka dan setelah selesai masih membekas, inilah cerpen favorit saya:
Bhupendra Gagan
Ceritanya unik ditambah ada peta lokasi Negeri Gagandra, cerpen pertama yang saya suka.  Seorang raja dari Negeri Gagandra memerintahkan semua orang untuk mengharamkan kata ‘aku’ lalu menggantinya dengan Brahman (Tuhan), siapa yang menggucapkan kata ‘aku’ maka kepalanya akan dipenggal. Sial bagi salah seorang Letnan yang bernama Mehal (namanya berarti Awan, panggilannya Me, di mana Me sendiri berarti aku, sebuah kata yang harus dimusnahkan), semua orang yang memanggilnya dibunuh, bahkan keluarganya mati semua, dengan penuh dendam dia melarikan diri ke gunung terpencil untuk merencanakan balas dendam. Tapi, perintah dari Bhupendra tidak sejelek yang dibayang orang-orang.
Quote fave-ku
“Dalam perdamaian, semua orang menjadi pemenangnya.”
Enam Belas Menit
“Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi?”
Langsung suka, sebenarnya serasa dejavu membaca cerpen ini, kita akan berulang-ulang mendapatkan alur yang sama, mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan orang yang kita cintai, setiap kita mengulang peristiwa yang akan membunuh orang yang kita cintai itu, maka rasa tidak ingin kehilanganpun akan bertambah besar. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya dan selalu menjaganya.
Kisah Sang Kerudung Merah
Bisa dibilang ini adalah fanfic dari cerita yang sudah tidak asing lagi itu. Milly Anne demi ingin menyembuhkan neneknya yang sekarat, tidak ada obat yang bisa mengobatinya. Tapi, dengan kerudung merahnya, Anne melangkahkan kaki ke Hutan Elderoot, hutan yang sangat dilarang, di mana ada serigala pemakan ingatan tapi di sana ada rumput merah yang akarnya berduri, Rumput Emil, obat untuk penyakit neneknya.
Suka ceritanya, apalagi dengan datangnya serigala Walfreid dan Gromfelt :D.
Menuju Akhir Masa
Awalnya cerita ini membuat saya bingung, tapi saya suka endingnya ada efek kejut, jadinya saya membaca ulang agar lebih memahami. Gimana ya ceritanya, haha bingung mau menulisnya, intinya sih kayak kita ketemu sama iblis yang membangkitkan sang Amarah, nah iblis yang bernama Anom ini akan memberi kita kesempatan kedua kepada Ray di mana dia mati karena kecelakaan yang dilakukan oleh segerombolan orang, dia ingin merekalah yang mati, tapi ada Azrael, sang malaikat kematian dan kehancuran yang melarang Ray untuk membuat pilihan yang akan disesalinya nanti. Nah, apakah dengan menghindari takdir akan berujung baik?
Misteri Pulau Goudian
Dmitri ingin melakukan ekspedisi ke pulau Goudian, pulau yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, hanya orang terkutuk yang dapat melihatnya, pulau itu hanya bisa dilihat orang yang berlumuran darah. Setelah menemukan pulau yang dicarinya dengan susah payah, Dmitri tahu sebutan apa lagi untuk pulau itu, Pulau Serakah. Yak, adik-adik, yang namanya serakah, tamak itu tidak baik, hanya akan membutakan mata kita, jangan ditiru yah.
Selamanya Bersamamu
Sadis, inilah yang saya dapatkan dari buku ini. Kita bisa sangat mencintai seseorang sekaligus berbuat jahat padanya. Suka sama cara penulis menggambarkan tokoh Margarita, psicopat .
Yak. Itulah cerpen fave saya, ternyata ada enam :), bukan berarti yang lain jelek, cuman masalah selera saja. Lalu, mana sinopsis untuk cerpen lainnya? Baca aja sendiri XDD.
Kalau ditinjau dari keaslian, rata-rata kumcer ini bisa dibilang masih asing, jarang saya menemui cerita yang sama sebelumnya kecuali Kisah Sang Kerudung Merah dan Hikayat Pungguk Merindukan Bulan, mungkin dari judulnya saja kita tidak akan asing tapi hebatnya penulis memberikan bumbu yang berbeda. Ada beberapa cerpen yang mungkin penulisannya kurang luwes sehingga itu tadi, yang menyebabkan saya tidak cepat mencerna inti cerita. Typo masih ada beberapa, kalau masalah cover saya hanya bisa menebak beberapa tokoh dalam cerpen apa, haha imajinasi saya memang tidak terlalu tinggi. Salah satu cerpen yang ingin sekali saya baca sebagai novel adalah Enam Belas Menit, saya sangat penasaran bagaimana kalau cerita itu dibuat sangat panjang, gimana akhirnya :D. Buat yang suka fantasy, boleh kok buku ini menjadi koleksi, apalagi karya dalam negeri yang pantas diacungin jempol. Semoga setiap tahun aka nada terus, dan makin banyak cerita fantasy yang bermutu dan beda :D.
3.5 sayap untuk 6 cerpen favorit
Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
Penulis: Villam, Klaudiani, Bonmedo, dkk
Penerbit: Adhika pustaka
ISBN: 978-979-19991-5-1
Cetakan I, Desember 2011
325 halaman

Jumat, 10 Februari 2012

Mockingjay

Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi dia belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun kini ia dalam lindungan Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun orang-orang yang dicintai Katniss aman karena Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay... bagaimanapun caranya.


"Buku terakhir dari trilogi Hunger Games ini adalah yang terbaik. Novel yang dirancang indah dan cerdas pada setiap tingkat.."Publishers Weekly

"Memesona, memukau, dan mengerikan."Los Angeles Times

"Plot cerita ini menegangkan, dramatis, dan seru."School Library Journal

"Menegangkan... bahkan orang dewasa ingin buru-buru membacanya hingga tamat."USA Today

"Trilogi ini merangkum gerakan politik dari novel 1984, kekerasan yang tak terlupakan dari buku A Clockwork Orange, nuansa imajinasi The Chronicles of Narnia and daya cipta nan cerdas dari Harry Potter."New York Times Book Review


Penghargaan:
#1 New York Times Bestseller
#1 Publishers Weekly Bestseller
A 2010 Booklist Editors' Choice
A 2010 Kirkus Best Book of the Year
A Publishers Weekly Best Book of 2010
#1 USA Today Bestseller

Selasa, 07 Februari 2012

Little Bee


13402843


Sinopsis (Goodreads)
Kami tidak ingin memberi tahu Anda APA YANG TERJADI di dalam buku ini. 
Karena KISAHNYA BEGITU ISTIMEWA dan kami tidak ingin merusak kenikmatan Anda membaca. 
MESKI BEGITU, Anda perlu tahu sedikit untuk mau membelinya, jadi inilah yang akan kami katakan: 
Ini adalah kisah dua orang perempuan. Kehidupan mereka bersilang jalan suatu hari, dan salah seorang dari mereka harus membuat pilihan yang mengerikan, jenis pilihan yang kami harap tidak akan pernah Anda hadapi. Dua tahun kemudian, mereka bertemu kembali–dan kisahnya dimulai dari sini…. 
Setelah Anda membacanya, Anda pasti ingin memberi tahu teman Anda tentang kisah ini. Ketika Anda menceritakannya, tolong jangan beri tahu mereka apa yang terjadi. Keajaiban kisah ini terletak pada bagaimana ia terkuak.

Review
Saya akan memberitahu apa yang terjadi, tentu tidak semuanya. Jadi, inilah yang akan saya katakan:
Sering kali, aku berharap menjadi sekeping koin Inggris senilai satu pound dan bukan seorang gadis Afrika. Semua orang akan senang melihatku datang.
Sekeping koin satu pound bisa pergi ke mana pun yang baginya paling aman.
Sekeping koin satu pound juga bisa serius. Ia bisa menyamar menjadi kekuasaan, atau properti, dan tidak ada yang lebih serius ketika kalian bertemu seorang gadis yang tidak memiliki keduannya.
Koin satu pound bebas bepergian menuju tempat yang aman, dan kita bebas melihatnya pergi.
Cerita bermula dua tahun yang lalu ketika Sarah ingin memperbaiki rumah tangganya dengan Andrew ke Nigeria, liburan gratis. Sarah merasa bersalah karena berselingkuh dengan Lawrence, sejak menikah dengan Andrew, dia merasa mereka bukan pasangan yang cocok maka ketika ada brosur liburan gratis dia ingin memperbaiki semuanya.
Di Nigeria, tepatnya di sebuah pantai mereka bertemu dengan dua orang gadis yang ingin ikut ke tempat mereka, salah satu dari mereka bilang kalau mereka sedang diburu dan akan dibunuh. Andrew tidak percaya dan meminta agar mereka tidak mengikutinya. Pengawal Sarah dan Andrew memaksa dua pasangan itu untuk segera kembali ke hotel karena keadaan negara tersebut ternyata tidak aman, tapi Sarah tetap ingin jalan-jalan. Hingga datanglah para pemburu, para pemburu itu memaksa untuk menyerahkan dua gadis itu tapi Sarah tidak mau, kemudian para pemburu itu akan membiarkan salah seorang dari mereka hidup kalau ada yang mau mengorbankan jari tengahnya untuk dipotong. Sarah meminta Andrew untuk melakukannya, tapi ketika dia hampir melakukannya dia tidak mau. Lalu Sarah memotong jari tengahnya sendiri.

Dua tahun kemudian, waktu pemakaman Andrew- yang mati bunuh diri- Little Bee, salah seorang gadis yang ditemui Sarah di pantai Nigeria dulu ada di depan pintu rumahnya. Dia bilang dia tidak punya kenalan kecuali pasangan O'Rourke yang ditemuianya dua tahun lalu dan dia mendapatkan alamat mereka  dari SIM Andrew yang jatuh di pantai. Little Bee bilang kalau dia melarikan diri dari Black Hill Immigration Removal Center, ya, Little Bee adalah imigran gelap dan dia tidak mau pulang ke negaranya.
Well, saya bingung mau ngomong apa tentang inti cerita ini, mata saya berkaca-kaca ketika membaca bagian akhir. Cerita ini sedih, tapi ada juga kebahagiannya, walaupun sedikit. Alurnya maju mundur, point of view dari dua orang yaitu Litle Bee dan Sarah, bergantian di tiap bab. Walaupun maju mundur tidak membuat saya bingung, ceritanya seperti acak tapi ketika kita membaca lembar demi lembar, kita akan memahami apa yang terjadi antara Little Bee dan Sarah.

Little Bee, gadis berusia enam belas tahun ini berhasil lolos dari buruan para pemburu, dia diburu karena melihat mereka membunuh orang-orang di desanya, banyak yang mati di desanya, ada gambaran tentang Nigeria yang tampak luar tanpa konflik, penghasil minyak bumi  dan pengekspor terbesar  ke delapan di seluruh dunia ternyata di dalamnya sangat sangat mengerikan, banyak perempuan yang diperkosa setelah itu dibunuh. Dia mencoba bertahan hidup, menciptakan dunia baru dengan nama Little Bee.
Lebah itu kecil dan ia mendarat di setangkai bunga pucat, lalu lebah itu terbang lagi, tanpa membuat keributan. Little Bee tidak menyadari keberadaan bunga itu sebelum si lebah datang, tetapi kini ia melihat bahwa bunga itu indah.
Sarah, wanita yang sukses dengan pekerjaanya tapi sayangnya tidak dengan rumah tangganya. Sebenarnya tidak seburuk itu, dia mempunyai anak Charlie yang lucu dan mengaku sebagai Batman dan hubungan dengan Andrew juga harmonis, hanya saja dia lebih cocok dengan Lawrence dan setelah kejadian di Nigeria itu hubungan mereka tidak bisa diakhiri. Andrew lebih cenderung merasa depresi, tidak tahu alasan kenapa dia bunuh diri, saya berasumsi karena dia tidak bisa melindungi Sarah, bukan dia yang berkorban untuk memotong tangannya, dia suka menyendiri dan sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin juga dia merasa gagal menjadi suami untuk Sarah, ada perkataan Sarah dan Andrew yang membuat saya bersimpati:

"Charlie menginginkan kau kembali, Andrew."
Hening.
"Andrew?"
"Charlie mengingginkan itu ya?"
"Ya."
"Bagaimana denganmu? Apa kau meningginkan aku kembali?"
"Aku ingin apa yang Charlie inginkan."

Walau berselingkuh -di mana saya tidak suka dengan sikap ini- saya tidak bisa membenci Sarah. Dia menjadi tokoh favorit saya, dan saya sangat menikmati ketka dia yang bercerita. Mungkin karena dia tetap mau membantu Little Bee, mengorbankan jarinya agar dia tetap hidup di pantai itu, dia juga bersikeras agar Little Bee tinggal di rumahnya dan mencoba membuat statusnya menjadi legal, dia juga sangat mencintai Charlie, anaknya, saya sampai ikut khawatir ketika Charlie hilang ketika mereka berjalan-jalan, ikut memohon Charlie tidak kenapa-kenapa. Yang tidak saya suka dari Sarah adalah ketika suaminya meninggal dia tetap menjalin hubungan dengan Lawrence, di satu sisi dia merasa kehilangan di satu sisi dia tidak ingin melepaskan Lawrence, saya tidak bisa memahaminya. Satu lagi tokoh favorit saya, Charlie, yub, bocah yang sering memakai kostum Batman ini lucu dan polos. Suka ketika jika berkata salah makan Sarah akan membenarkan ucapannya, kemudian Charlie akan mengulangi perkataannya. Saya juga suka ketika Little Bee bisa 'menangani' kenakalannya. Hubungan mereka unik, sulit untuk diungkapkan. Penulis benar-benar bisa membawa perasaan saya ikut hanyut di cerita ini. Buku ini bercerita tentang kehilangan dan penerimaan.

Kekurangan buku ini terletak pada cover, terjemahan dan masih banyaknya typo. Sebenarnya tidak terlalu buruk, hanya saja ketika memasuki bab 3 saya sangat merasa aneh dengan bahasanya, saya menilai bagus jeleknya terjemahan dari kenyamanan saya membaca, saya tidak tahu benar atau salah terjemahannya karena saya tidak membaca versi aslinya, jadi kalau saya nyaman dengan bahasanya maka tidak ada masalah. Diskripsinya oke, saya nyaman tapi ketika memasuki bagian dialog merasa sangat jangal, mungkin penerjemah bermaksud agar bahasanya tidak terlalu formal, tapi sangat berbeda dengan bab lainnya, bab lainnya di bagian dialog tidak seperti di bab tiga, sehingga selain saya tidak nyaman terjadilah banyak typo. Contohnya di halaman 105, "Oh, coba liat kondisi kita ini, Bug. Apa yang kita akan kita buat pada diri kita sendiri?" rasanya aneh dan kadang saya mengulang membaca agar paham. Untuk cover, saya tidak terlalu suka dengan terbitan Gagas ini, saya lebih suka cover yang ini:


Littlebee
Quote favorite saya adalah:
Kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa diambil orang dari rak, itu sesuatu yang harus diusahakan seseorang.

4 sayap untuk koin satu pound.


Little Bee
penulis: Chris Cleave
penerjemah: -
editor: Samira
cover: Jeffri Fernando
penerbit: gagasmedia
ISBN: 979-780-524-7
cetakan pertama, 2011
383 halaman

NB: Tentang Penulis

374590
Chris Cleave adalah seorang novelis dan kolumnis untuk koran The Guardian di London.
Novel best seller miliknya, Incendiary diterbitkan di dua puluh negara, memenangi Somerset Maugham Award 2006, masuk daftar pendek untuk Commonwealth Writer's Prize 2006, memenangi United States Book-of-the-Month Club's First Fiction Award, dan juga memenangi Prix Special du Jury di French Prix des Lecture 2007.
Terinspirasi dari kenangan masa kanak-kanaknya di Afrika Barat dan sebuah kunjungan tak sengaja ke sebuah kamp konsentrasi Inggris, Little Bee adalah novel keduanya.
Ia tinggal di London dengan istrinya yang berkebangsaan Prancis dan dua anak keturunan Anglo-Prancis yang nakal-nakal.
Kunjungi dia di www.chriscleave.com atau di twitter @chriscleave



Jumat, 03 Februari 2012

The Sorceress (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3)


7363955


Sinopsis:
Sophie dan Josh Newman tiba di London, bersama Nicholas Flamel, untuk mencari seseorang yang dapat mengembangkan kemampuan sihir mereka. Namun, London adalah kota kekuasaan Dr. John Dee. tak ayal kedatangan mereka segera disambut oleh sergapan makhluk-makhluk suruhan Dee.
Sementara itu, Perenelle Flamel masih terperangkap di Alcatraz. Bersama si Laba-Laba Tua, dia mencari cara untuk bisa keluar dari pulau itu, tempat Dee menidurkan sekian banyak monster dan makhluk aneh di dalam sel-sel penjara.
Para Tetua Gelap memberi Dee kesempatan terakhir untuk menangkap Flamel dan si Kembar serta merebut dua lembar terakhir Codex, sementara Machiavelli ditugaskan untuk menangani sang Sorceress di Alcatraz.
Si Kembar dengan kekuatan yang semakin berkembang harus mengawal lembaran terakhir Codex itu demi kelangsungan hidup manusia. Bersama sang Alchemyst yang semakin menua, mereka harus menghadapi serangan Dee yang didukung penuh para Tetua Gelap.

Review
Dan jika aku menyerahkan Buku Abraham, maka Tetua Gelap akan kembali ke dunia. Bumi akan merasakan arti sebenarnya dari kata Armageddon. Membuka Alam Bayangan akan mengirim gelombang kejut ke seluruh penjuru dunia, mengakibatkan angin topan, gempa bumi, tsunami. Jutaan orang akan mati. Pythagoras pernah memperhitungkan bahwa mungkin setengah dari populasi dunia akan hancur hanya oleh kejadian awalnya saja. lalu para Tetua Gelap akan kembali ke dunia ini. Jika mereka sampai kembali ke planet ini, akan terjadi melapetaka yang menghancurkan keseimbangan dunia.
Makin seruuuuu.
Makin banyak tokoh baru, makhluk baru, konflik baru, makin banyak kejutan, puas deh bacanya.
Sama seperti sebelumnya, setting waktunya hanya berlangsung dua hari, yaitu pada hari Senin, 4 Juni dan Selasa, 5 Juni. Buku pertama lokasi di Amerika, buku kedua di Paris, dan di buku ketiga ini setting tempatnya di London, daerah kekuasaan Dee, di mana banyak mahkluk dan manusia abadi yang mengabdi pada Tetua Gelap sehingga rombongan Nicholas pun harus susah payah melarikan diri.
Scathach sang Bayangan, si Gadis Petarung entah ke mana ketika bertempur dengan Dagon sehingga dia terpisah dengan Flamel, Josh dan Sophie. Rombongan Flamel berhasil ke London dengan mengunakan gerbang ley, tapi Dee sudah memikirkan semuanya, dia meminta bantuan Genii Cucullati atau The Hooded Ones-Kaum Bertudung, Pemakan Jasad untuk menghadang. Dengan kekuatan yang sedikit tersisa, Flamel berhasil meloloskan diri dan atas bantuan Francis atau Saint-Germaint datanglah taxi yang menjemput mereka dan sang penolong adalah Palamedes, Ksatria Sarcen yang berpostur sangat besar dan berotot. Palamedes membawa rombongan Flamel ke dalam wilayahnya yang berupa kastil dari mobil-mobil bekas, banyak makhluk yang menghuni seperti larve dan lemur (yang tidak mati dan yang tak bisa mati), Noctural Spirit (roh-roh penghuni malam), Gabriel Hounds- Anjing-Anjing Gabriel atau Rachet (yang bisa berubah bentuk menjadi laki-laki muda seperti manusia) dan di sana mereka bertemu dengan mantan murid Nicholas Flamel, mantan kaki tangan Dee, William Shakespeare yang tidak pernah mandi, kalau marah dia akan melampiaskannya dengan memasak, yub, penyair yang legendaris itu. Flamel ingin Sophie dan Josh menguasai semua elemen, baik air, api, udara, dan tanah, dan ternyata bukan hanya empat ada satu lagi elemen, yaitu Aether, sihir kelima. Tujuan mereka ke London adalah untuk bertemu manusia abadi tertua di dunia, sang Leluhur Zaman, Penguasa Air, Gilgamesh sang Raja, dia gila, kadang lupa siapa namanya dan dia ingin sekali mati.

Kali ini Dee tidak main-main, dia sudah diancam oleh para Tetua kalau gagal lagi maka keabadiannya akan diambil, dia pun meminta bantuan Cernunos, Dewa Bertanduk (salah sutu Archon yang melegenda, ras Tetua, jauh lebih tua) untuk bertempur dengan Flamel-cs.
Perenelle Flamel masih terjebak di penjara Alcatraz bersama Laba-Laba Tua, energi mereka terkuras habis ketika melawan berjuta-juta lalat yang dikirim oleh Bily tha Kid/ Henry McCarty di mana menjadi manusia abadi ketika berusia 22 tahun dan sekarang bersama dengan Marchiavelli harus membunuh Perenelle. Kejadian tersebut membuat Areop-Enap harus tidur untuk menyembuhkan diri dari lalat-lalat beracun yang mengigitnya. Dia masih terperangkap bersama makhluk peminum darah dan pemakan daging; vetala, minotaur, Windigo, oni, troll, cluricaum dan sphinx yang sangat berbahaya bagi Perenelle karena dia penghisap energi sihir dan dia tidak bisa melarikan diri karena laut sudah dikuasai oleh Nereid liar, Sea Nymph-peri laut. Marchiavellie merencanakan menghidupkan seluruh makhluk buas yang terpenjara tersebut dan membunuh Perenelle yang terjebak di sana.

Kabar baik: ehmm, tidak akan saya ceritakan XD.

Kabar Buruk: Dee berhasil merebut pedang Clarent, sehingga dia mempunyai semua pedang berkekuatan besar, dia menggabungkan Excalibur dengan Clerent sehingga menjadi pedang yang sangat hebat. Scatty dan Joan berencana menyelamatkan Perenelle, sayangnya mereka malah terlempar ke zaman di Kala Pleistosen, masa diantara satu koma delapan juta tahun yang lalu hingga mungkin sekitar sebelas ribu lima ratus tahun lalu, ulah Marchievelli yang sihir pada gerbang ley di Notre Dame dan akan aktif pada Titik Nol Paris.
Quote Favorit:
Pada saat tak seorang pun menginggatmu lagi itulah saat kau benar-benar musnah. Itu adalah kematian yang sebenarnya.
Buku ini benar-benar penuh ketengangan, saya pun sudah bisa menebak gaya penulisan Michael Scott karena dibuku ketiga mempunyai alur yang sama dengan buku sebelumnya. Di awal dia akan langsung memunculkan konflik, pertempuran, musuh yang menyerang Flamel kemudian diakhir bab yang sedang genting itu dia akan cool down dengan menganti bab atau cerita bagian Perenelle, begitu sebaliknya, sehingga sukses membuat pembaca penasaran. Yang sangat saya sukai dengan tulisan Scott adalah dia membuat cerita yang penuh dengan mitologi, sejarah, tokoh terkenal dunia, alurnya cepat, banyak efek kejut di akhir cerita, dan kadang lucu. Bahkan, dibuku ini dia memunculkan William Shakespeare sebagai  salah satu tokoh pendatang baru. Di setiap buku, Scott juga akan memunculkan konflik baru yang menegangkan dengan makhluk-makhluk dan tokoh baru juga, dan di setiap setting tempatnya, dia juga bercerita tentang lokasi beserta sejarahnya, untuk buku ini sejarah yang diangkat adalah Stoneghenge dan Titik Nol. Nggak heran kalau dia dijuluki sebagai ahli mitologi.

Beberapa bagian yang membuat saya terkikik:
  • waktu Josh mengira kalau melawan werewolf itu dengan peluru perak, ternyata salah! Flamel dan Will membagi tipsnya hanya dengan menyemprotkan cuka, lemon, dan merica, dan ketika mereka berhenti untuk bersin-bersin, itulah waktu yang tepat untuk melarikan diri. 
  • Hal. 319, Ketika Dewa Bertanduk memandangi mereka satu persatu, dan berhenti di Alchemist. Ia menegakkan tubuh, mengangkat tongkat dinosaurusnya dan menunjuk pada Flamel. "Makan malam," katanya, ujung tongkat itu bergerak menunjuk ke Palmedes. "Makan siang." Tongkat itu berbalik melewati sang Alchemist dan menunjuk ke Shakespeare. "Kudapan." "Kurasa itu suatu penghinaan," gerutu si Penyair.
  • Dan yang terakhir adalah ketika Perenelle mencuri perahu Marchievelli dan Billy, hahaha saya benar-benar ngakak waktu membacanya, sebenarnya pengen saya ceritakan tapi nanti malah spoiler XD.
Untuk karakter tiap tokohnya, Perenelle, dia wanita yang sangat cerdik dan hebat, menguasai berbagai macam sihir dan ketika keadaannya tersudut pun dia tetap bertahan dan masih bisa merencanakan strategi, sedangkan Nicholas, walaupun masih penuh teka teki, dia juga hebat, akan mengunakan energin
ya yang sudah sangat melemah untuk melindungi si kembar, bagaimana pun caranya akan melindungi mereka, dan dia juga sangat mencintai Perenelle, jika mati dia ingin berada di samping istrinya. Sophie semakin kuat dan semakin menguasai elemen sihirnya, Udara dan Api, sedangkan Josh yang baru dibangkitkan belum tahu cara mengontrol diri, belum menguasai elemen apa pun, dia hanya memiliki pedang Clarent yang membuat dirinya merasa kuat dan hebat, ada keirian sewaktu kekuatannya belum dibangkitkan, dan Sophie tahu, bahkan Sophie tahu kalau Josh sangat menyukai kekuatan barunya sedangkan Sophie ingin kembali seperti semula, manusia biasa, saya sangat suka kedekatan mereka, saling melindungi dan akan berbuat apa saja demi keselamatan satu sama lain. Josh juga tambah membenci Nicholas ketka tahu banyak anak kembar sebelumnya yang mati karena disangka sang terpilih. Oh ya, di buku sebelumnya Josh diberi hadiah oleh Mars Ultor, dan hadiah tersebut berupa, keahlian dalam berperang, ahli strategi. Untuk pemeran antagonisnya, Dee, yak dia ambisius, seluruh hidupnya dipakai untuk memburu pasangan Flamel, tidak ada kata menyarah, sombong dan selalu memakai cara kasar untuk menjalankan misinya. lain halnya dengan Marchievellie, bisa dibilang dia penjahat baik, dia selalu memakai cara halus, dan tidak suka jika tindak kejahatannya memakan banyak korban humani, dia juga mengeluh waktu Hetake dibunuh oleh Dee, dia juga lucu :D.

Masih kurang tiga seri lagi dan sudah tidak sabar ingin membaca seri terakhir yang kabarnya terbit tahun ini, sepertinya harus menunggu setahun lagi untuk membaca terjemahannya. Masih sama, saya akan sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca bagi pecinta fantasi :D
5 sayap untuk Gilgamesh yang gila.

The Sorceress (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3)
penulis: Michael Scott
penerjemah: Mohammad Baihaqqi
cover: Michael Wagner
penerbit: Matahati
ISBN: 602859010-x
cetakan pertama, Maret 2010
613 halaman.

Rabu, 01 Februari 2012

The Magician (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2)


The_magician


Sinopsis (Goodreads)
Nicholas Flamel, sang Alchemyst, manusia abadi, kembali ke tanah kelahirannya: Paris, Prancis. Bersama Scathach dan si kembar, Sophie dan Josh Newman, kedatangan mereka disambut oleh sang pakar kebohongan, manipulator handal, seorang lelaki Italia ambisius yang juga manusia abadi, Niccolò Machiavelli. Konon, ia jauh lebih berbahaya dari Dee. 
Sementara itu Perenelle Flamel ditawan di Alcatraz, dalam penjagaan ketat sphinx. Tapi jika Perenelle menyangka hanya sendirian di pulau kosong itu, ia salah. Alcatraz adalah pulau para hantu. Dan Perenelle bukan satu-satunya tahanan di sana. 
Di dua tempat terpisah, Paris dan Alcatraz, mereka harus berjuang mempertahankan dunia dari cengkeraman para Tetua Gelap. Dapatkah mereka berhasil melawan makhluk-makhluk yang hanya muncul dalam mimpi buruk, sementara Flamel semakin menua setiap harinya dan Dee tak kenal kata menyerah.

Review
"Aku pernah sekilas membaca mantra-mantra dalam kitab yang bisa meluluhlantakkan dunia ini jadi abu, manta yang bisa membuat gurun-gurun bersemi. Tapi Josh, bahkan jika aku bisa menggunakan mantra-mantra itu-dan aku tidak bisa- isi buku itu bukan milikku untuk dipakai."
"Perenelle dan aku hanyalah Penjaga Buku. kami hanya menyimpan buku itu sampai bisa menyerahkan pada pemilik yang sah. Mereka akan tahu bagaimana menggunakannya."
"Tapi, di mana pemilik sah buku itu? Di mana mereka?"
"Yah, aku berharap, mereka adalah kau dan Sophie." 

Seru. Seru. Seru.
Kalau di buku pertama kejadian pada hari Kamis, 31 Mei dan Jumat, 1 Juni, di buku ini tidak berselang lama, yaitu Sabtu, 2 Juni, Minggu, 3 Juni dan Senin, 4 Juni. Buku setebal 574 halaman ini hanya berlangsung selama tiga hari dan tak terasa secepat itu.

Setelah bertempur melawan mayat hidup di Ojai, rombongan Flamel, Scatty, Jobs dan Sophie terbang ke Paris melalui Gerbang ley. Masih merasakan jetlag, mereka tidak bisa berleha-leha karena Dee tidak buang awaktu, dia meminta bantuan sekutunya untuk menahan mereka, Niccolo Marchiavelli -makhluk abadi paling berbahaya di Eropa- mengerahkan seluruh kekuasaannya sebagai kepala DGSE, badan inteligen di Prancis untuk mengepung mereka dan menciptakan Tulpa -moster lilin yang dihidupkan dengan kekuatan imaginasi- untuk menahan mereka. Sayangnya usaha Marchiavellie tidak membuahkan hasil, Sophie berhasil menciptakan kabut gelap sehingga nyaris tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka.

Kalau Dee punya Marchiavellie sebagai sekutu, maka Flamel pun juga punya, atas bantuan penyihir Endor, mereka dibantu oleh Comte de Saint-Germain, mantan murid Flamel, yang mempunyai spesialis menciptakan batu permata, seorang musisi kenamaan di Prancis dan sang penguasa api. Oh, ditambah satu lagi, istri Saint-Germain, Jeanne d'Arc, Perawan dari Orleans, atau Joan of Arc, sahabat Scatty. Jeanne adalah humani terakhir yang juga mempunyai aura perak seperti Sophie walau tidak sekuat milik Sophie, dia mengajarinya mengontrol aura dan memilah antara ingatannya dengan ingatan penyihir Endor. Selain itu, Flamel meminta Saint-Germain untuk melatih Sophie menguasai elemen api. Lalu bagaimana dengan Josh? Flamel tahu kalau dia sudah dihasut oleh Dee sewaktu di Ojai sehingga membenci dan tidak mempercayai Flamel, tapi Flamel malah memberi dia dua lembar terangkir Codex untuk menjaganya dan memberinya pedang legendaris, Clarent.

Ada empat pedang berkekuatan besar, masing-masing dihubungkan dengan suatu elemen: tanah, udara, air, api. Konon, pedang-pedang ini ada sebelum munculnya para Tetua. Pedang-pedang itu mempunyai banyak julukan, Excalibur (pedang es yang dimiliki Dee yang pernah digunakan untuk menghancurkan Pohon Dunia/Yggdrasill) dan Joyeuse, Mistelteinn dan Curtana, Durendal dan Tyrfing. Nah, pedang yang diberikan Flamel kepada Josh adalah pedang kembarannya Excalibur, Clarent: Pedang Api. Hanya pedang itu yang bisa mengalahkan Excalibur. Semua takut kepada Clarent, dijuluki Pedang Pengecut, senjata jahat dan terkutuk, pernah digunakan Mordred untuk membunuh pamannya, Raja Arthur.

Selagi Saint-Germain melatih kekuatan elemen api Sophie, Dee dan Marchiavellie merencanakan akan menyergap kediaman mereka, untuk menghadapi Scatty, mereka mengundang Valkyre/Disir/ Perawan Ksatria/Musuh bebuyutan Scatty. Para Disir membawa petarung-petarung yang terlepas ketika Pohon Dunia hancur, Nidhogg, Pelahap Bangkai (bayangkan dinosaurus + ular). Pertempurannya seru, yah Dee dan Marchiavellie hanya ongkang-ongkang melihat rumah Saint-Germain hancur karena Nidhogg yang menerkam Scatty dan John berusaha menyelamatkannya dengan pedang Clarent dan merasa sangat hebat (walaupun memegang saja susahnya minta ampun), Jeanne dan Sophie yang menghadapi para Disir, Flamel yang tenaganya terkuras, sedangkan Saint-Germain asik mendengarkan musik dengan earphone sehingga tidak tahu kejaian yang ada di dapur rumahnya, benar-benar seru. Apalagi ketika Dee berhasil membujuk Josh untuk ikut bersamanya, Dee menawarkan kekuatan Josh akan dibangkitkan, dan tentu saja Josh langsung mau, karena memang itu yang diharapkannya, kekuatannya bangkit. Dee dan Marchiavellie membawa Josh ke Kotakombe, tempat yang dulunya tambang batu kapur dan sekarang berisi tulang belulang, Kota Orang Mati dan di sana hidup Sang Tetua, Mars Ultor, Dewa Perang.
Lalu bagaimana nasip Perenelle? Dia berhasil lolos dari penjagaan para Sphinx (yang mampu menyedot kekuatan sihir) dibantu penguasa pulau Alcatraz, hantu Juan Manuel de Ayala. Perenelle juga mengetahui kalau banyak moster yang mengerikan yang berada di penjara itu, dan dia juga mendapati banyak sekali sarang laba-laba, dia menelurusi bersama de Ayala dan mendapati kalau Dee juga menangkap Aerop-Enap, Tetua laba-laba.

Yak, yak, yak, seru banget pokoknya. Yah, walau di awal alurnya agak lambat tapi tidak mengurangi keseruannya. Di buku ini banyak tokoh baru, mahkluk-makhluk baru, konfliknya pun lumayan banyak. Sophie sudah menguasai elemen udara dan api, sedangkan Josh kekuatannya baru dibangkitkan dan saya penasaran sekali hadiah apa yang diberikan oleh Mars Ultor kepadanya. Setiap ada musuh baru maka ada juga tokoh baru yang akan membantu Flamel, makin banyak mitologi-mitologi dan sejarah yang disisipkan. Benar-benar salut sama penulisnya, pengetahuannya benar-benar luas, membuat cerita dari tokoh sejarah paling masyur pada masanya. Di catatan penulis dia juga menuliskan fakta tentang Kotakombe (kalau di buku pertama menceritakan tentang Nicholas Flamel), membaca buku ini pengetahuan kita tentang sejarah dunia bertambah deh. Selain itu, keteganggan juga mewarnai buku ini, ketika cerita berada pada bagian genting dan berganti bab, maka cerita akan beralih sejenak ke Perenelle, begitu sebaliknya, mengejutkan. 

Sophie pemikirannya lebih dewasa, sebaliknya dengan Josh, kadang sebel karena dia lebih mempercayai Dee daripada Flamel. Scatty masih sangat kuat dan senang ketika banyak musuh yang memburunya (sangat penasaran apa saja sepak terjang dia dulu sehingga banyak orang yang ingin membunuhnya), sedangkan Flamel semakin melemah, tapi dia tetap jenius dan punya rencana yang tidak ketebak. Saya suka ketika dia menjelaskan kepada Josh kenapa dia tidak pernah memberi informasi lengkap pada siapa pun, 
Kalau kau katakan semuanya pada seseorang, kau merampas kesempatannya untuk belajar.
Kekurangan buku ini hanya endingnya nangung, haha jelas lah ya karena masih ada lanjutannya, enam seri lagi dan ini buku kedua, masih panjang. Nggak ada keluhan untuk terjemahan ataupun cover. Untuk masalah cover saya penasaran akan simbol-simbol itu bacanya apa ya? Pokoknya, yang suka fantasy tidak akan bisa melewatkan cerita yang satu ini, ayo baca! :))
5 sayap untuk pedang Clarent.

The Magician (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2)
penulis: Michael Scott
penerjemah: Novia Stephani
cover: Michael Wagner
penerbit: Matahati
ISBN: 979-1141-36-3
cetakan pertama, Maret 2009
574 halaman.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...