Minggu, 22 Juli 2012

Ranting Jangan Mudah Patah


Apakah kau pernah mengalami jatuh cinta? Merasakan hari-harimu diselimuti ungkapan-ungkapan indah: sayang, rindu yang terbalas, sempurna. Menjadi orang paling bahagia di dunia. Diperlakukan istimewa, diperhatikan setiap hari. Memiliki teman berbagi setiap waktu. Manis.

Bagaimana dengan patah hati, apakah kau juga pernah mengalaminya? Merasakan kerinduan yang menyesakkan dada. Perpisahan tanpa penjelasan. Terjaga dengan berbagai tanya, terlelap karena terlalu lelah menangis. tak mampu berpikir jernih, walau sedetik. Pahit.
Sabilla sama sepertimu. Gadis itu pernah merasakan keduanya. Bertahun-tahun Runo, lelaki yang ia janjikan, memberikan manis dan pahit datang-pergi, silih berganti. Lantas, apakah ia menyerah begitu saja, atau bertahan dengan sisa cintanya? Apa pun itu, percayalah, tak ada yang salah. tak ada yang salah dengan bagaimana cara kita memanjakan hati. bagaimana denganmu?

***

Mengapa ada sepasang kekasih yang akhirnya berpisah? Mungkin tidak ada kecocokan dalam dirinya. Mengapa ada sepasang kekasih yang akhirnya merasa dikhianati? Mungkin ada salah satu pihak yang tak dapat menyelesaikan masalahnya dengan cara yang lebih bijak. Mengapa ada sepasang kekasih yang selalu menyalahkan keadaan? Mungkin mereka tak sanggup menyalahkan dirinya sendiri. Mengapa ada sepasang kekasih yang tak dapat mempertahankan yang mereka susun?  Karena mungkin... pikiran jernih tak bekerja setiap detik. Mengapa ada sepasang kekasih yang tak pernah puas menerima kekasihnya apa adanya? Klasik. Karena manusia tak pernah puas. Dan mereka tak pernah sadar bahwa apa yang mereka miliki adalah yang terbaik.
Pertama-tama yang saya bahas adalah covernya, keren yah, saya suka sekali, hehe. Mungkin mengartikan bahwa hati adalah sebuah ranting, berharap ranting itu kokoh oleh terjangan angin, begitu pula dengan hati, berharap kuat akan masalah yang selalu menerpa kita. Buku ini kecil, tampilannya juga menarik. Ada selipan fotografi penulis di tiap bab, bagus sekali, saya juga sangat menyukainya, gambar jari tangan dan jari kaki yang indah dan mungkin syarat makna. Diksinya juga indah, tak perlu diragukan lagi, kita akan terlena oleh bahasanya yang puitis. Beralih ke ceritanya, sebenernya cukup simple dan udah umum. Sabilla sangat bahagia ketika pacarnya Runo ingin melangkah ke hubungan yang serius yaitu menikah, sayangnya di tengah perjalanan menggapai kebahagiaan itu Runo menghilang tanpa kabar, sebelum orangtua Runo melamar, pacar yang sudah bertahun-tahun bersamanya itu memutuskan berpisah tanpa alasan yang jelas dan menghilang. Sabilla galau karenanya, dia memikirkan kembali apa yang salah dengan hubungan mereka, apa yang salah dengan dirinya, sambil melalui hari demi hari dia mengenang kembali masa lalu ketika bersama dengan Runo.
Aku tahu tak mudah untuk mengubah seseorang menjadi seperti apa yang kita mau, maka dari itu, aku belajar bagaimana caranya menerima apa yang ada dalam dirinya, sekalipun tak dapat kuharapkan ia akan melakukan hal yang sama. Karena aku percaya bahwa sebuah hubungan akan terjalin baik bukan karena dua pribadi yang sejalan, tetapi dua pribadi yang saling melengkapi.
Kelebihan buku ini ada pada yang sudah saya sebutkan diatas tadi, covernya, diksi penulisnya dan ilustrasi foto yang disisipkan penulis. Sayangnya saya tidak terbuai dengan ceritanya, terlalu biasa dan hanya berputar tentang perasaan Sabilla yang ditinggalkan tanpa penjelasan. Saya mengharapkan cerita yang luas lagi, bukan hanya kenangan ketika pertama kali bertemu dengan Runo yang akhirnya mereka bubar, kemudian Runo datang kembali dan selesai, sempit sekali. Overall, saya cukup menikmati buku ini, dan sekali lagi, saya sangat suka ilustrasinya!

2.5 sayap untuk kesempatan kedua.


Ranting Jangan Mudah Patah
Penulis: Ericka Citra Sejati
Cover: tjoret creative studio
Penerbit: Mahaka Publishing
ISBN: 978-602-98883-7-9
Cetakan pertama, November 2011
215 halaman

2 komentar:

  1. Entah kenapa, terpukau sama coverny ;))

    BalasHapus
  2. Kata-kata yg sangat indah "Aku tahu tak mudah untuk mengubah seseorang menjadi seperti apa yang kita mau, maka dari itu, aku belajar bagaimana caranya menerima apa yang ada dalam dirinya, sekalipun tak dapat kuharapkan ia akan melakukan hal yang sama. Karena aku percaya bahwa sebuah hubungan akan terjalin baik bukan karena dua pribadi yang sejalan, tetapi dua pribadi yang saling melengkapi".

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...