Selasa, 03 Juli 2012

Kelas Lima di Malory Towers


Penulis: Enid Blyton
Alih bahasa: Djokolelono
Cover: Eric Alexander
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-4798-5
Cetakan kedelapan: Juli 2010

236 halaman


Ada tiga anak baru, Maureen, Catherine, dan Moira si pemarah dan keras kepala. Dua diantara mereka adalah anak yang tinggal kelas di kelas lima.


Maureen: sekolahnya ditutup karena kepala sekolahnya meninggal dunia, dia terlalu banyak bicara, sifatnya mirip sekali dengan Gwendoline, suka menyombongkan diri.

Catherine Gray: ia terlalu alim, tidak pernah berkata buruk tentang orang lain, suka melakukan apa saja bagi siapa saja sampai-sampai dijuluki Santa Catherine.

Moira Linton: keras kepala, selalu ingin berkuasa, dia terlalu muda untuk kelas enam, sehingga sekolah memutuskan untuk tinggal kelas.

Bill sekarang bersahabat dengan Clarissa, mereka datang ke sekolah dengan naik kuda. Kalau Gwendoline bisa ditebak, setiap tahun ada aksi tangis-tangisan dengan ibu dan gurunya. Gwendoline datang terlambat, teman-teman membuat Maureen memuja Gwendoline karena merasa mereka akan cocok.

Tantangan semester ini adalah menyelenggarakan hiburan Natal yang harus dikerjakan sendiri, mulai dari ketua penyelenggara sampai para pemain.

Moira yang menjadi ketua kelas karena dia dianggap lebih dewasa. Irene membantu dibidang musik, Belinda di bidang dekorasi, Janet di kostum, Mavis di nyanyian. Sedangkan Alicia, Darell, Sally dan Moira menjadi pengurus organisasi. Pertunjukan yang mereka pilih adalah Pantomim yang berkisar pada kisah Cinderella.

Tahun ini menjadi tahun tersibuk Darrel, selain membuat pertunjukan Natal, dia juga menjadi kapten pertandingan, bertanggung jawab untuk melatih dan membentuk anak-anak kelas rendah. Darrel tidak sendirian, ada Sally yang selalu menemani dan mendukung.

Selain sebagai anggota, Darrel juga ditugaskan membuat naskah pantomim. Di sela-sela kesibukannya, Darrel harus berhadapan dengan June yang merasa tidak puas dengan keputusan memilih regu-regu pertandingan.

Muslihat kali ini datang dari June, di mana dia menggembungkan diri sendiri.
Gwendoline sebal dengan Maureen, mereka bersaing mendapatkan peran sebagai Cinderella, yah mereka memang terlalu pede, emraa bisa melakukan apa saja jauh lebih baik dari siapa saja. Anak-anak kelas lima mempunyai siasat untuk membuat Maureen jera akan sikapnya yang memuja diri sendiri, terlalu menilai tinggi diri sendiri, mengasihani diri sendiri.

Masalah terbesar adalah kekeras kepalaan Moira dan Alicia yang membuat pertunjukkan terancam batal, selain itu ada surat kaleng yang ditujukan untuk Moira.
Kau abndel, kau sulit diatur, kau keras kepala, kau suka menentang, dan kau sedikit pun tidak memiliki rasa hormat pada siapa pun. Mungkin kau berpikir itu semua gagah dan berani. Sama sekali tidak. itu adalah tanda-tanda suatu pribadi yang kuat tetapi menyeleweng, menjurus ke arah keliru. Dan lebih dari semua, ternyata sebetulnya seorang pengecut. Sebab hanya seorang pengecut saja yang menulis surat kaleng.
Selain June yang melakukan muslihat, ada Mam'zelle yang akan menghibur murid-muridnya dengan muslihat yang dia buat, muslihat apakah itu? baca sendiri :)

3 sayap untuk Pantomim Cinderella. 

3 komentar:

  1. Jadi ingat masa lalu :). Karya-karya Enid Blyton memang tiada duanya :)

    BalasHapus
  2. setujuu.. bacaan masa SD saya nih hahaha, masih keinget terus ceritanya, apalagi yg bagian pesta tengah malam itu :D

    BalasHapus
  3. Waduh isi surat kalengnya menyakitkan banget. Sebel sih boleh saja. Tapi jangan segitunya juga. Dan menurutku justru yang pengecut itu bukan Moira tapi si penulis surat kaleng yang bisanya nulis surat kaleng doank. Gak gentle!

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...