Senin, 02 Juli 2012

Kelas Empat di Malory Towers


Penulis: Enid Blyton
Alih bahasa: Djokolelono
Cover: Eric Alexander
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-4766-4
Cetakan kedelapan: Juli 2010
228 halaman

Ada tiga anak baru, si lemah jantung dan si kembar.

Kali ini Darrell tak hanya berangkat dengan Sally, kali ini dia datang ke sekolah yang dielu-elukan itu dengan adiknya, Felicity. Darrell sangat gembira begitu pula dengan Felicity karena kakaknya sering bercerita tentang sekolah asrama itu. Darrell ingin mengajak Felicity berkeliling Malory Towers, sayangnya setelah sampai di sekolah Darrell lupa akan adiknya, dia terlalu senang bertemu teman-temannya lagi. Jadinya Felicity berteman dengan June, sepupu Alice dan Darrell tidak suka dengannya.

Connie dan Ruth: si kembar yang aneh, semua kegiatan mereka Connie yang menghandle, bahkan dalam berbicara pun Ruth tidak memiliki kebebasan, selalu Connie yang menjawab, membuat murid-murid Malory Towers kesal padanya.

Clarissa Carter: penampilannya culun dan buruk rupa, dia juga lemah jantung, tidak boleh melalukan kegiatan yang terlalu berat, misalnya olahraga. Gwendoline langsung mendekati Clarissa dan menjadikannya sahabat dan dia mencontoh kelemahan Clarissa, berpura-pura lemah jantung agar bisa tidak mengikuti olahraga dan ujian.

Semester ini Darrel yang menjadi ketua kelas, Felicity sangat bangga padanya.
Selalu ada kata bijak dari Nona Grayling:
Suatu hari kau akan meninggalkan sekolah ini dan terjun ke kehidupan sebagai seorang wanita muda. Kau harus membawa serta kemampuan untuk bisa mengerti apa saja, menerima tanggung jawab, penampilan sebagai wanita yang patut dicintai dan dipercayai. Bagiku, muridku kuanngap berhasil bukan karena ia bisa lulus ujian. Walaupun hal ini juga cukup berarti. Seseorang yang kuanggap sanggat berhasil adalah dia yang belajar untuk memiliki hati yang lembut, otak yang cerdas, kepribadian yang bisa dipercaya… seseorang yang bisa dijadikan tumpuan harapan orang disekelilingnya.
Tantangan terberat Darrell sebagai ketua kelas adalah selain menggurus Felicity, dia harus menjaga Clarissa agar tidak terpengaruh akan bualan Gwendoline. Membuat Ruth angkat bicara sendiri, tidak ingin membiarkan Connie bertingkah seperti pelayan Ruth saja.

Yang asik di semester ini: Belinda masih saja menggumpulkan cemberut, pesta tengah malam, muslihat gelembung kecil yang muncul dari tablet yang diolesi cairan yang nantinya meletus dengan suara “Ping!”
June yang menyebalkan dengan mulut besarnya dan aksi bals dendam yang ingin dia lakukan terhadap Alicia, yang bisa merugikan teman-teman Alicia yang lain. Kali ini Darrel tidak bisa mengontrol amarahnya menghadapi June, siasat Gwendoline agar bisa lepas dari ujian, siasat Connie agar dia bisa terus bersama Ruth.

Semua itu menjadi tantangan Darrell di kelas empat ini.

3 sayap untuk pesta tengah malam.

1 komentar:

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...