Sabtu, 28 Juli 2012

Hex Hall


Hex_hall


Penulis: Rachel Hawkins
Penerjemah: Dina Begum
Cover: Jennifer Jackman
Penerbit: Ufuk Publishing House
ISBN: 978-602-9346-10-7
Cetakan pertama, Oktober 2011
420 halaman

Sinopsis:

Saat ulang tahunnya yang kedua belas, Sophie Mercer mendapati kalau dirinya ternyata seorang penyihir. Tiga tahun kemudian, akibat mantranya mengacaukan pesta dansa di sekolah, dia diasingkan ke Hex Hall, sekolah bagi anak-anak bandel Prodigium -penyhiir, peri, vampir, warlock, dan shapeshifter.

Pada akhir hari pertama berada di antara sesama remaja aneh di Hex Hall, Sophie mendapati hal yang mengesankan: naksir kepada cowok warlock ganteng, bermusuhan dengan tiga cewek yang berwajah bagaikan supermodel, terus dibuntuti hantu menyeramkan, dan tinggal sekamar dengan orang yang paling dibenci dan satu-satunya vampir di sekolah. Lebih buruk lagi, Sophie segera mengetahui kalau ada makhluk misterius yang menyerang murid-murid, dan satu-satunya teman yang dimilikinya merupakan tersangka nomor satu.

Sementara serangkaian misteri yang mengerikan mulai terungkap, Sophie bersiap-siap menghadapi ancaman yang paling besar: kelompok rahasia kuno yang bertekad untuk menghancurkan semua Prodigium, khususnya dirinya.

My Review:

Penyihir amatiran, itulah Sophie Mercer, demi menolong temannya yang menangis karena ingin berkencan dengan cowok populer di sekolah, Sophie pun melancarkan mantra cinta yang kacau balau, sialnya dia malah dikucilkan dan dikeluarkan dari sekolah. Ibunya pun mengambil langkah hebat karena Sophie bukan pertama kali ini mencelakakan orang lain karena kekuatannya, menyekolahkan Sophie di tempat yang tepat, sekolah yang jauh dari peradaban manusia, sekolah penyihir, Hecate Hall, Lembaga permasyarakatan untuk remaja Prodigium, remaja yang lain daripada yang lain.
Tujuan dari Hecate Hall adalah melindungi dan mengajar shapeshifter -makhluk yang dapat berubah wujud, penyihir, dan anak-anak peri yang telah menimbulkan risiko memaparkan kemampuan mereka, dan membahayakan masyarakat Prodigium secara keseluruhan.
Kebalikan dari Ibunya yang senang Sophie berada di tempat yang aman, dia merasa seperti dipenjara. Apalagi ayahnya sendiri yang seorang Warlock (penyihir laki-laki) juga seorang Dewan (sekelompok orang tua yang membuat semua peraturan Prodigium) yang menghukum atas kelalaiannya menggunakan kekuatan dan mengirimnya ke Hecate Hall sampai dia berusia delapan belas tahun.

Hari pertama bersekolah pun sangat menyebalkan bagi Sophie, dia hampir saja diterkam werewolf dan dihina sebagai penyihir menyedihkan, Archer, cowok yang katanya tidak keren-keren amat dan gosipnya dia melakukan Pemunahan (ritual besar melenyapkan kekuatan sihir). Sekamar dengan Jeniffer-Jenna-Talbot, seorang vampire yang dituduh membunuh teman sekamarnya sendiri, bertemu dengan trio gadis yang menyebut diri mereka sendiri Penyihir Hitam; Anna, Chaston, dan Elodie dan mengajak Sophie untuk bergabung dengan mereka. Dalam satu hari, Sophie berteman dengan orang buangan di sekolah, membuat jengkel gadis-gadis ngetop di Hecate, naksir cowok paling ganteng.

Konflik terbesar yang dihadapi Sophie adalah dia tidak tahu apa-apa tentang sihir walau dia memiliki kekuatannya, menghadapai ancaman dari L'Occhio di Dio-Mata Tuhan, sekelompok pembunuh elit yang hanya bertujuan menghancurkan seluruh Prodigium. Hampir dibunuh oleh orang yang dianggap dicintainya, dan apa yang dilakukan oleh Penyihir Hitam? Semua petualangan seru itu didapatkan Sophie berminggu-minggu kemudian, sejak menginjakkan kaki pertama kali di Hecate Hall atau lebih kerennya Hex Hall.

Pertama kali membaca agak mirip dengan Harry Potter dan Vampire Academy. Dunia sihir memang selalu menarik dan menggiurkan untuk dinikmati, apalagi tidak hanya tentang sihir saja yang dibahas, banyak makhluk mortal di dalamnya, begitulah seri Hex Hall ini. Seperti kebanyakan buku berseri, buku pertama lebih menonjolkan pengenalan tokoh dan setting, begitu pula dengan Hex Hall. Tidak banyak yang disorot, hanya beberapa orang yang memang berhubungan dengan konflik yang terjadi saja. Banyak pertanyaan tentang buku ini, Sophie yang belum benar-benar menguasai sihir, Justin, werewolf yang menyerang Sophir di hari pertamanya sekolah tidak banyak di bahas, padahal saya kira dia tokoh cowok utamanya, banyak makhluk Prodigium yang belum digambarkan dengan jelas, hanya beberapa kali disinggung, identitas ayah Sophie sendiri yang sangat samar tapi sepertinya memiliki peran penting, bahkan Sophie sendiri belum pernah bertemu ayahnya dan seperti apa dia, Acher yang juga menyimpan banyak rahasia akan identitasnya dan tiba-tiba menghilang, kelompok L'Occhio di Dio yang sepertinya pemeran antagonis di buku ini juga sedikit disinggung. Banyak yang belum terungkap, mari baca buku lanjutannya, Demonglass!

Suka covernya! Awalnya saya kira ini buku dongeng cinta-cintaan kayak Cinderella, taunya.... Covernya kayak menggambarkan dua dunia yang berbeda yang dialami si gadis, dua kebribadian. Mungkin pas, karena awalnya Sophie hidup bersama dengan manusia dan menyembunyikan identitasnya sebagai penyihir. Minim typo dan nggak ada masalah sama terjemahannya, cuman agak asing dengan kata Pemunahan dan Mata Tuhan, hehe. Ceritanya asik kok, Sophie yang sinis kadang bikin meringis, Archer yang manis tapi misterius, sangat menantikan bagaimana kisah mereka berdua, semoga saja lebih banyak rahasia-rahasia yang terbongkar, banyak konflik, banyak adegan mereka berdua #eaaa

3 sayap untuk Prodigium.


2 komentar:

  1. Aku ada download dari epubbud mba.... serinya ada 4 klo ga salah.... cuma bahasa inggris lg agak cape bacanya ^^

    BalasHapus
  2. suka dg cover dan ceritanya
    tapi kok cuma dikasih rating 3?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...