Rabu, 02 Mei 2012

Unlucky Loser


Kalo sekarang, buku ini bisa dimasukkan ke dalam ketegori Gagas Duet :)).

Ditulis oleh dua penulis yang berbeda namun memiliki benang merah, bagaimana kisahnya?

Dimulai dari karya Erry Santy:
Sashi, bekerja di sebuah perusahaan iklan bertaraf internasional, seorang art director dan berstatus jomblo. Walaupun disibukkan dengan dunia kerja, dia tak pernah menyerah untuk mendapatkan jodoh. Mulai dari comblangan kakak sepupunya yang mengantarkan Sashi kepada a man in the uniform yang berakhir dengan membayar makan sendiri-sendiri karena si cowok tersebut duitnya pas-pasan, sering sms lucu dengan Andre yang beranan satu, sempat pacaran dengan Radian, kliennya sendiri, yang diawal-awal hubungan harus merahasiakan status mereka atas nama profesiaonal tapi akhirnya kandas karena sifat Radian yang sangat tegas, sedikit galak, keras kepala, dan tidak mau mengalah. Kemudian menjalin cinta dengan Nino, brondong yang ngaku berumur 27 tahun dan sedang mengambil program S2 jurusan sistem informatika padahal aslinya dia baru berumur 23 tahun dan masih kuliah S1. Anehnya, Nini sering banget meminjam celana jeans Sashi sampai-sampai Sashi harus ngumpetin celananya karena sering kehabisan stock, parahnya Nino pengen cepet-cepet kawnin sama Sashi. Dan terakhir ada Jodi, laki-laki berdarah campuran, muda, pintar, cakep, baik, kaya dan pewaris tunggal! Siapa yang nggak mau dilamar sama dia? Sayangnya, Sashi harus menelan pil pahit lagi soal kisah asmaranya, tiba-tiba Jodi membatalkan pernikahan dan hilang tanpa kabar.

Dunia Sashiana Nardi Sanggulmaromas hancur lebur karena cinta, apakah dia akan lelah mencarinya?

Karya Shinta Indrasari:
Indra Putro Rahardjo, bekerja di sebuah perusahaan desain grafis, dia sukses di karir namun berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya, dia sering kali dibodohi cewek. Indra punya cewek bernama Ocha, suka dijadiin sopir dan kambing congek kalo sang pacar lagi asik sama sohibnya.
"Mungkin memang inilah esensi sebuah hubungan. Sewaktu kita memulai, rasanya selalu indah dan terasa mesra. Apa saja yang pacar lakukan bakal terlihat sempurna. Sampai-sampai kalau ngedengerin suara kentutnya pun, kita bakal tertawa terbahak-bahak."
Beberapa bulan pertama hubungan mereka indah, manis, menggemaskan dan mesra namun lama kelamaan seperti neraka. Perhatian Ocha semakin hari semakin bertambah dan cenderung posesif. Ocha akan terus dan terus menghubungi Indra kalo dia tidak segera membalas telepon atau sms-nya, sahabatnya pun kadang jadi sasaran teror Ocha. Indra tetap mengabaikan yang akhirnya menjadi perang besar, setelah itu tidak ada kabar lagi gimana status hubungan mereka. Indra menghibur diri dengan bersenang-senang dengan temannya, sewaktu di louge, dia berkenalan dengan Mel, hubungan mereka berlanjut di apartemen Mel. Keesokan harinya, Ocha menelepon dan meminta maaf, mengganggap kalau mereka masih pacaran. Nggak mau bikin Ocha kalap lagi, Indra menjalani hari-hari biasanya berpacaran dengan Ocha, dan hari tidak biasanya dihabiskan di apartemen Mel. Bau busuk pun tercium, Ocha tahu kalo dia diduain dan langsung minta putus. Apesnya, Indra juga memergoki Mel bercumbu dengan laki-laki lain, yang ternyata adalah cowoknya. Nggak tega melihat sahabatnya terpuruk, Winda mencomblangkan Indra dengan temannya yang berprofesi sebagai pramugari DAN pragawati, yang akhirnya disesali Indra karena cewek tersebut narsis banget. Nggak butuh waktu lama, Indra berkencan dengan kliennya, Maureen, seorang cewek yang punya posisi penting di perusahaannya, Indra sering ditinggal karena Maureen lebih sering ke luar negeri. Suatu ketika, nggak sengaja Indra ketemu Maureen di Mal (padahal sebelumnya Maureen mengaku sedang berada di luar negeri karena urusan kerja) yang sedang menggandeng seorang anak kecil dan didampinggi oleh laki-laki yang ternyata adalah ayah dari anak tersebut dan suami Maureen!
Kenapa kisah cintanya selalu apes???

"Mereka datang, berkencan, dan kalah!"
Di mana benang merah kedua cerita ini? Kamu akan mendapatkannya di ending cerita ini, yang berada di tengah-tengah halaman buku ini :D

Yang membuat penasaran sama buku ini adalah covernya. Memiliki dua sisi gambar yang berbeda, satu sisi gambar seorang cewek yang ditulis oleh Erry Santy dan sisi lainnya gambar seorang cowok yang ditulis oleh Shinta Indrasari. Sebenarnya mau saya tampilin kedua sisi covernya tapi nggak ada setelah aku ubek-ubek google. Cerita mereka berdiri sendiri dan mau baca cerita yang mana dulu oke, karena tampilan buku ini kayak dua buku yang menjadi satu.

Tulisannya asik, sama-sama kocak, tapi saya lebih menyukai tulisan Shinta dengan adanya karakter Indra yang 'semau gue', ceritanya agak sedikit vulgar daripada cerita yang dibuat Erry, tapi nggak berlebihan kok. Kedua cerita mempunyai pesan kalau nggak gampang mencari cinta sejati, butuh proses lama dan penyaringan yang benar-benar tepat. Pengen ada lanjutan buku ini, endingnya bikin penasaraaaaaan.

3 sayap untuk si benang merah.

Unlucky Loser
Penulis: Erry Santy dan Shinta Indrasari
Editor: Valiant Budi
Cover: Nana Arieswari
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-237-x
Cetakan pertama, 2008
292 halaman

1 komentar:

  1. Karya Shinta Indrasari: cerita bagus, quote keren, kocak
    karya Erry Santy: ceritanya keren krn ada yg ngaku2 umurnya lebih tua

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...