Kamis, 31 Mei 2012

The Hobbit


2795109



Penulis: J.R.R Tolkien
Alih Bahasa: A. Adiwiyoto
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-686-769-2
Cetakan pertama, April 2002
348 halaman

Sinopsis:
Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas Kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang Pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta karun Kurcaci di masa lampau.
Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasukan goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan cincin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar berkorbar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Wrag.

My review:
Tertarik baca ini karena ada yang bilang kalau ada tokoh Peri Hutan yang jahat, wakks nggak percaya dong kalau belum di buktiin sendiri. Kedua karena akhir tahun filmnya akan rilis, jadi nggak mau nonton kalau belum baca bukunya. Saya sangat sangat menyukai film the Lord of The Ring (TLOTR), salah satu film yang membuat saya terngangga dan tidak bosan menontonnya, saya belum baca bukunya karena kadung nonton filmnya dulu (kebiasaan jelek saya kalau nonton film yang diangkat dari sebuah buku tapi belum membaca bukunya terlebih dahulu maka saya tidak berselera membaca lagi).
Sempat mandeg baca buku ini, di awal menurut saya alurnya lambat dan cukup bertele-tele, terlebih bagian perkenalan para Kurcaci, yaelah kapan ini selesainya? Trus alasan lain adalah karena nggak ada tokoh Legolas di sini jadi nggak semangat baca deh :)). Baru ketika memasuki bab Teka Teki dalam Gelap, wo-ho tidak bisa berhenti! Biar kecil Bilbo itu pinter banget ngelesnya, nyaingin saya! Saya kasih bocoran salah satu teka teki yang paling yahud:
Benda ini makan segalanya:
Burung, binatang, pohon, dan bunga;
Mengerat besi, menggigit baja;
Batu keras pun digilingnya;
Membunuh raja, menghancurkan kota,
Meruntuhkan gunung sampai rata.
Dan jawabannya adalah "Beri aku waktu! Beri aku waktu! Bilbo memang dikaruniai keberuntungan yang sangat besar.
Bilbo Baggins, dia sangat cerdik, kecerdikan yang melebihi ukuran badannya dan memiliki nasip yang sangat baik, saat kekepet dalam bahaya pun dia bisa memikirkan cara meloloskan diri dari para musuhnya yang silih berganti. Seperti salah satu judul di bab ini, Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya Kesasar di Kandang Singga Terjebak di Sarang Gorilla rintangan Bilbo untuk menemukan harta karun seperti nggak ada habisnya, yah memang itu inti ceritanya sih, selain menceritakan asal mula cincin dasyat itu, cincin yang nantinya berpengaruh besar pada cerita TLOTR.
Kurang sreg dengan gaya flash back-nya, contohnya ketika Thorin di tangkap para Peri, kasian banget kisah dia diceritakan ketika teman-temannya baru sadar kalau dia tidak ada di gerombolan, sedikit kehilangan efek kejut sih, itu aja, tapi kadang jadi lucu kok cara penuturannya.
Yah, buku ini memang ringan, walau sedikit membosankan di awal, petualangan Bilbo cukup seru.
Oh ya, aku kasih bukti ya kalau Peri Hutan itu nggak jahat, ada kok di halaman 197, ini saya tuliskan faktanya:
Memang yang berpesta  di waktu malam itu adalah Peri-Peri Hutan, tapi mereka bukan makhluk yang jahat. Satu-satunya kesalahan mereka hanyalah tidak percaya pada orang asing. Walaupun pengaruh sihir mereka kuat, tapi mereka selalu berhati-hati. Sifat mereka berbeda dengan Peri Tinggi dari Barat; mereka lebih berbahaya dan kurang bijaksana. Peri Hutan keturunan peri purba yang tidak pernah pergi ke dunia Peri di Barat, sedangkan Peri Cahaya, Peri Air, Peri Laut sudah pergi dan tinggal lama di barat selama berabad-abad; di sana mereka menjadi lebih indah dan lebih terpelajar. Kemampuan sihir mereka dimanfaatkan untuk membuat benda-benda indah dan ajaib, sebelum beberapa di antara mereka kembali ke Dunia Luas. Peri Hutan selalu tinggal di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan bulan, dan mereka lebih menyukai cahaya bintang. Mereka suka mengembara di hutan-hutan lebat yang pohonnya tinggi-tinggi, di negeri-negeri yang sekarang sudah lenyap. Mereka kebanyakan tinggal di tepi hutan. Kadangkala mereka pergi berburu atau menunggang kuda di padang luas, dalam sinar rembulan atau bintang. Sejak kedatangan manusia, Peri mencari kediaman yang lebih jauh masuk ke hutan. Tapi sebenarnya bangsa Peri makhluk yang baik.
Tuh, jadi nggak bener kalau Peri Hutan itu jahat.
Sekian review dari saya, maaf kalau ngaco dan nggak menceritakan ceritanya lebih lengkap, saya harus cepat-cepat karena dikejar Gollum, dadah.

3 sayap untuk ketiga belas Kurcaci: Balin, Dwalin, Kili, Filli, Dori, Nori, Ori, Oin, Gloin, Bifur, Bofur, Bombur, dan Thorin.

NB: Film The Hobbit akan rilis akhir tahun ini, katanya sih dibagi menjadi dua part dan agak berbeda dari bukunya. Yah, harapanya sih film garapan Peter Jackson ini sedasyat film sebelumnya, berikut trailer filmnya:
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=G0k3kHtyoqc]

12 komentar:

  1. aku mabok baca buku ini. Semoga filmnya nanti bakal jauh lebih bagus dari bukunya. :D

    BalasHapus
  2. mmm ... masih masuk dalam tumpukan yang belum sempat terbaca, mungkin nanti menunggu 'dekat-dekat' filmnya mau main hehe. Adaptasi TOLR by Peter Jackson is my number 1 favorite for long time, hope The Hobbit yang dibuat juga oleh beliau sama bagusnya :D O'ya, copas linknya buat di fanpage BBI ya :D

    BalasHapus
  3. sudah punya bukunya, tinggal baca #entahkapan

    BalasHapus
  4. wah, jadi pengen baca buku ini lagi deh, dl pernah baca tp agak lupa...kayaknya filmnya bakal seruuuu =)

    BalasHapus
  5. Nunggu filmnya main aja kali ya. Moga2 ga banyak yang diubah. Baca narnia aja udah pusing, apalagi buku ini, hmpfh :))

    BalasHapus
  6. stefanie_sugia31 Mei 2012 18.43

    Ahhh uda ngejadwal buat baca ini bulan Juni :))dan ngga sabar juga nunggu filmnya keluar ;D

    BalasHapus
  7. aku stress baca kemuraman di buku ini. duh padahal ceritanya nggak muram muram banget, apalagi waktu ketemu Naga. mungkin karena kebawa pengaruh covernya kali ya?

    BalasHapus
  8. Nyahaha... peri hutan di The Hobbit itu jangan2 keluarga yg terpisah dari peri_hutan ya?Keke, aku baca The Hobbit waktu kelas 6 SD dan menjadi salah satu buku terberat yg pernah aku baca semasa hidup *tsahGa sreg sama gaya bahasanyaaaaa >.<

    BalasHapus
  9. Ya ampyun segitu penasarannya membuktikan Peri Hutan nda jahat, hihihi.. Buku ini emang jauh lebih ringan daripada trilogi Lord of The Rings, Bilbonya emang bikin seru ya? Banyak akal.. Bru tau kl mau dibikin filmnya.. Pasti nonton deh :D

    BalasHapus
  10. dion_yulianto2 Juni 2012 11.12

    Ini buku fantasi terjemahan kedua yang saya baca setelah Harpot 1, dan langsung suka sampe2 saya jadikan sebagai bahan skripsi saya ... terutama ttg penerhemahan lirik lagi dalam novel iniawalnya emang agak lambat, tapi ending perangnya seru juga lo ... bener2 pembuka ke TLoTR

    BalasHapus
  11. @aleetha hahaha, awalnya ak juga mabok baca ini, lambat sekali@hobby buku: aku juga suja filmnya, kata temenku buku dan filmnya sama-sama bagus@tezar dibaca sebelum filmnya nonggol aja mas :)@astrid berharap seseru TLOTR mb :)@r3n87 haha ak belum pernah baca Narnia@stefanie ditunggu reviewnya :)@alvina nggak muram sih sebenernya, apa ya, kalo aku sih lebih ke bertele-tele tapi petualngannya cukup seru kok mb :)@oky iya ky, ak anak yang terbuang :(@annisa gyahaha g percaya aja mb kalo peri hutan jahat #halah. cukup ringan dan Bilbo emang banyak akal, hehe.@dion yup, ak menikmati buku ini setelah cicin itu nggak segaja ditemukan Bilbo, setelah itu cerita mulai menarik, baca ini bikin pengen lanjut ke TLOTR :))

    BalasHapus
  12. butuh waktu cukup lama bagiku menyelesaikan buku ini *ketimbang trilogi LOTR yang emang superb*Aku juga suka pada bagian yang teka-teki :))

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...