Jumat, 27 April 2012

My Partner



Penulis: Retni SB
Cover: maryna_design@yahoo.com
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8017-3
Cetakan I, Februari 2012
281 halaman

Sinopsis:

Sudah jatuh, ketimpa tangga, ketumpahan cat, kepeleset, terjungkal masuk sumur, lecet benjol, berdarah-darah, kemudian dicaplok buaya nganga. Begitulah perumpamaan kisah hidup Tita sekarang. Jungkir balik, berantakan secara mengerikan.

Ini bukan mimpi! Papanya dianggap koruptor, jadi tumbal dan masuk penjara. Efeknya? Mama harus dirawat karena depresi, adik mogok sekolah, pacar menghilang, sahabat menjauh, dan ujung-ujungnya, semua aset keluarga disita guna membayar ganti rugi negara. Seperti belum cukup, dia masih harus berhadapan dengan Dido: cowok keren berkedok dewa yang nyaris melahapnya!

Ini bukan sinetron! Karenanya Tita tak sampai banjir air mata hingga ratusan episode. Dia harus tetap berdiri tegak untuk melanjutkan hidup. Dia harus bisa tertawa cerah bagai mercusuar di gelap kehidupan keluarganya. Apalagi akhirnya dia tahu, ada seseorang yang tak membiarkannya sendirian tergulung badai. Seseorang yang tanpa disadarinya, selama ini telah menjaganya!

My Review:

"Mengapa dia tak boleh lari menyerah? Siapalah dia tanpa harus bisa sekuat Superman? Dia kan hanya seorang Tita, gadis muda yang terbiasa hidup nyaman aman damai. Mana mungkin dia bisa tampil gagah perkasa dengan senyum lebar jika di belakangnya ada Papa yang mendekam di lapas selama 6 tahun, membayar kerugian negara 110 milliar, membayar denda tiga puluh juta rupiah subsider tiga bulan kurungan. Mama bermata kosong di Panti, Nena yang lebih berani untuk rapuh duluan, Om Anton yang sudah berkali-kali dapat surat peringatan, nenek yang tak bisa banyak membantu karena ketidakpahamannya soal carut marut dunia hukum, Harry yang bisa mencampakannya seenaknya, Vio dan Lala yang hengkang menjauh. Jodik yang sedang membuat invoice, Pak Amal yang harus digaji, biaya operasional rumah yang harus dibayar tiap bulan, perutnya yang harus diberi makan tiap hari, mobil yang harus diisi."

Itulah masalah besar Tita setelah ayahnya masuk penjara. Hanya Sani dan Butet yang setia menemaninya. Oh ya ada juga Junot yang diam-diam selalu mengawasinya, menawarinya pekerjaan tapi Tita menganggap dia tidak berguna di perusahaan kecil yang baru dirintis Junot itu. Dia malah lebih memilih tawaran Harry untuk bekerja di perusahaan besarnya dengan tempat yang mewah dan gaji yang wah, namun ada udang di balik rempeyek sikap baik harry tersebut.

Setelah kecewa dengan novel sebelumnya Dimi is Married, saya berharap banyak sama novel ini, tapi ternyata sama saja. Udah nggak asing lagi sih sama tema yang diambil, jatuh miskin karena sang ayah dituduh korupsi lalu ada pangeran yang diam-diam memperhatikan dan datang membantu. Saya suka karakter Junot, kelihatannya cuek tapi menaruh perhatian yang besar terhadap orang yang dicintainya. saya juga suka usaha Tita untuk bangkit karena keterpurukan yang dialami keluarganya, dia tidak tinggal diam dan langsung mencari pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Covernya! Satu lagi yang saya suka dari buku ini, untuk judulnya, saya paham waktu baca di akhir-akhir cerita kenapa diberi nama My Patner :)

3 sayap untuk Junot yang seorang arsitek :p

6 komentar:

  1. wah, aku baru aja beli buku ini...
    sepertinya biasa aja ya isinya hehe

    BalasHapus
  2. tergantung selera juga Sab, aku sih biasa aja, malah suka buku-bukunya mbak Retni yang dulu-dulu :))

    BalasHapus
  3. baru aja selesai baca buku ini. ceritanya klise banget ya? :D - tapi aku sempet tiba-tiba kepikiran sama keluarga para koruptor di 'kehidupan nyata'. pastinya ada yang jauh lebih buruk daripada nasibnya Tita

    BalasHapus
    Balasan
    1. ak jadi inget kasus ibunya Alanda Kariza yg dituduh salah satu koruptor di bank yang sedang booming waktu lalu, baca tulisannya Alanda tentang curhatannya ngilu, kadang memang ada yang dijebak dan nggak mendapat keadilan yg sepantasnya

      Hapus
  4. Duh kasian banget deh nasib Tita. pukpukpuk
    Tapi baca review-nya memang klise banget sih. *setuju dg pendapat mbak ferina yg komen di atasku

    BalasHapus
  5. Makasih reviewnya mba Sulis, aku pengen baca koleksi Mba Retni SB yg lainnya jg ^^

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...