Senin, 12 Maret 2012

Believe


"Kalau..., kalau doa kepada Tuhan itu diamini dengan tulus oleh empat puluh orang saja, insyaAllah akan diijabahkan kan? Karena itu orang mengadakan istigasah, kan.. berdoa bersama-sama?
"Semakin banyak amin untuk sebuah doa, semakin besar kemungkinan doa itu terkabul, kan...?
"Tuhan mengabulkan doa just when He feels like it, Biru, you know what i mean. Ada doa-doa yang pasti terkabul, memang, seperti doa para mujahid atau doa orang yang teraniaya. Empat puluh memang angka yang istimewa... Tapi, kamu tahu, untuk sebuah doa satu amin aja cukup kalau Dia menghendaki..."
"Aku akan mengumpulkan amin dari empat puluh orang."
"Forty amens from forty people," kataku. "I don't know it's gonna work or not. But i'm gonna do it. That's all i'm wishing for my life now." 
Ceritapun dimulai, proses mengumpulkan amin.

Sejak baca Forgiven, saya mulai tertarik dengan tulisan Morra. Tulisannya beda, contohnya di buku ini, temanya sudah sangat biasa, cinta jarak jauh atau bahasa bekennya LDR. Bedanya adalah Morra menyuguhkannya dari cerita-cerita para pemeran pembantunya, menunjukkan kisah cinta yang dialami setiap orang, bittersweet.

"Kairo itu jauhnya nyaris setengah linkar planet ini. tapi, aku bisa merentangkan hatiku lebih jauh dari setengah lingkar planet ini untukmu, Biru."
Demi membahagiakan ibunya, Langit mengikuti tradisi yang sudah berjalan di keluarganya, mendapatkan gelar master dari Al-Azhar, seperti semua laki-laki di rumahnya. Langit terbang ke Kairo meninggalkan Biru (yang sebenarnya bernama Layla Ashqa).  Sudut pandang yang diambil adalah dari kedua tokoh utama, dengan alur maju mundur, mengurai dari awal mereka bertemu sampai dengan adanya jarak diantara mereka.

Langit bercerita melalui masa kecilnya, melalui sahabat sampai saudara-saudaranya. Mulai dari Aji, teman seperjuangannya dimana Langit merasakan kecemburuan, sebelum keberangkatannya Aji diantar oleh pacarnya dan dia menghibur agar sang pacar tidak bersedih akan kepergiannya. Langit menunggu Biru yang tak kunjung datang.
"Gue  bakal gantung aja Waktu di atas pohon. Biar dia berlalu sebagaimana mestinya. Melewati musim, melewati kehidupan. Biar gue jalani semua rintangan demi ketemu puteri. Biar dia nungguin gue di sana. Kalo udah saatnya pisah, biar tiba saatnya tiba. Biar semua itu terjadi untuk menguji cinta kami. Toh, gue bakal tetap cinta dia, kok."
Langit bercerita tentang Aziz, sahabat kecilnya yang sangat menyukai bola dimana ketika dia bercita-cita sebagai pemain sepak bola, impiannya terkabul. Dari cerita tersebut Langit ingin menunjukkan kalau dia mempercayai mimpi sebagai prerogatif setiap orang yang mereka dapatkan sejak lahir. Seperti jodoh, seperti cinta.

Biru bercerita tentang Faris, teman SMA-nya. Faris termasuk anak yang populer  di sekolah, yang selalu dibayang-bayangi oleh kakaknya, semua orang selalu membanding-bandingkan mereka. Biru nyaris begitu dekat dengan cinta yang tulus dengan jiwa yang kuat. Dia tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.

Langit bercerita tentang Jendra atau Jedi, sewaktu kuliah di Kairo dia menjalani hubungan jarak jauh dengan Zahra, tapi dia tidak tahan ketika musim dingin harus sendirian, tidak ada yang tahu tentang hubungan Jendra dan Jasmine.

Langit bercerita tentang Zie dan Egit, sahabatnya sewaktu kuliah yang saling mencintai yang sayangnya karena cita-cita hubungan mereka menjadi tidak utuh lagi.
Butuh keberanian untuk memperjuangkan apa yang kita percayai.
Di dunia ini, ada orang-orang yang sangat tidak verbal. yang sangat tidak pandai mengungkapkan pikiran atau perasaan mereka dengan kata-kata. Aku tidak pandai.
Langit bercerita tentang Attar, yang mencintai Rein, seorang gadis yang selalu menunggu kabar pacarnya.
Jarak adalah sesuatu yang powerful.
Mereka bilang, bila ada sesuatu yang tidak bisa dikalahkan oleh cinta, maka itu adalah jarak. 
Biru bercerita tentang Julian dan papanya. Di mana dia ingin bisa mengambil keputusan sendiri, baik kisah cintanya juga impiannya.

Langit bercerita tentang Wolf dan Rara, bagaimana kisah cinta mereka, bagaimana se'nakalnya' Wolf tetap selalu menuruti perintah ibunya. Oh ya, Rara juga turut menjadi PoV dibuku ini, menceritakan kisah masa lalunya sebelum dia menikah dengan Wolf. Dan ada Medina juga yang membantu mengungkapkan perasaan Bunda.
"Hanya waktu sajalah yang tahu, berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu."
Bingung dengan banyaknya tokoh? Sebenarnya tidak juga, ceritanya mengalir dan mudah dicerna walau tidak dijelaskan dengan rinci, malah membuat buku ini lebih berwarna. Ditambah kalimat-kalimat Morra benar-benar indah dan romantis, sehingga banyak quote bertebaran. Dengan banyaknya tokoh yang diceritakan dari Langit, terlebih saudara-saudaranya (Wolf atau Rasya, Attar, Langit, Jendra, dan Medina) membuat porsi Langit lebih banyak. Cerita mereka pun sangat menarik, terlebih Wolf dan Attar (ahh, jadi pengen punya pacar kayak mereka :p), waktu penulis siaran di Proresensi saya bertanya apakah cerita mereka akan berdiri sendiri atau dibuat sekuelnya? Dan penulis menjawab belum ada rencana. Yah, walau singkat, melalui buku ini cerita mereka bisa dikatakan sudah tamat.

Suka setiap kali penulis mengakhiri cerita di tiap bab, menjelaskan kenapa dia mendatangkan banyak tokoh pembantu di buku ini, karena setiap cerita mereka berkaitan dengan cerita Langit dan Biru, ada benang merahnya. Sayangnya, dengan banyaknya tokoh membuat hubungan Langit dan Biru tidak kerasa, saya merasa kurang mengenal mereka, chemistry mereka kurang, hanya perasaan rindu yang amat kuat yang saya rasakan diantara mereka. Dan untuk endingnya, waktu siaran penulis mengatakan kalau sama halnya dengan Forgiven, penulis membuat open ending, biar pembaca yang menentukan. Saya tidak masalah, tapi sewaktu membaca bagian epilog, saya ingin menyobek bagian itu. Sungguh sangat dipaksakan, padahal sebelum epilog saya sudah membayangkan hubungan mereka akan seperti apa. Yah, kembali ke open ending, tiap pembaca punya pemikiran sendiri-sendiri.

Bagian yang paling saya suka adalah ketika orang lain mengatakan amin untuk Langit dan Biru :D

Buku ini cocok untuk kamu yang punya nasip kayak Biru, yang jauh dari pacar dan cocok juga untuk kamu yang ingin tahu gimana sih rasanya LDR itu :p

3.5 sayap untuk Langit yang Biru :D

Believe
Karena Cinta Aku Percaya
penulis: Morra Quatro
penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-526-3
cetakan pertama, 2011
210 halaman

3 komentar:

  1. nama tokohnya Langit dan Biru? huwooo.. bikin penasaraan.. *

    BalasHapus
  2. cocok lagi :)

    BalasHapus
  3. Setuju dg paragraf awal. Makanya banyak-banyak mengucapkan aamiin
    Buku ini keren deh berasa di Mesir dan banyak quote nya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...