Kamis, 16 Februari 2012

The Warlock (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #5)


Warlock

Sinopsis:
Scathach, Joan of Arc, Palamedes, Saint-Germain, dan Shakespeare terjebak di waktu dan tempat yang sangat luar biasa. Mereka ada di Danu Talis, sebelum pulau tersebut mengalami kehancuran. Mereka berlima, serta beberapa Tetua, mengemban misi yang luar biasa penting bagi kelangsungan hidup seluruh alam bayangan.

Sementara itu si kembar dalam legenda telah terpisah, salah satunya lebih memercayai Dr. John Dee, dan siap membantu sang Doktor dalam mencapai tujuannya -menghancurkan dunia. Bersama Virginia Dare, Niccolo Machiavelli, dan Billy the Kid, mereka berencana melepaskan monster-monster buas ke San Francisco, untuk menghancurkan humani.
Namun, dua dari lima orang ini akhirnya berubah pikiran, dan menyatakan diri sebagai Warlock - pengingkar janji.

Nicholas Flamel sendiri sedang sekarat. Dia mungkin tak akan sanggup melewati hari ini, padahal pertarungan pamungkas sudah di depan mata. Mampukah Perenelle Flamel mempertahankan suaminya?

Review
Kembali ke kata seru :D
Menemukan kembali efek kejut ditiap ending bab. Setelah adem ayem di buku keempat, saya merasakan kembali semangat membaca buku ini. Yah, walaupun tidak banyak tokoh baru yang muncul, semua pertanyaan dari buku pertama mulai terkuak. Setting waktunya cuman berlangsung sehari Rabu 6 Juni, sama sekali tidak terasa.

Sophie sangat terluka dengan penghianatan saudara kembarnya, atau malah sebaliknya?
Mars Ultor telah dibebaskan kembali, oleh istrinya Zephaniah untuk melawan Dee. Dia juga bertemu kawan lama, Isis dan Osiris. Zephaniah bilang kalau dunia memerlukan kehadiran Warlock lagi. Tidak hanya Mars Ultor saja yang ingin membunuh Dee, dengan alasan karena dia telah mencoba membangkitkan Coatlicue yang dahulu kala telah banyak membunuh teman Mars Ultor, ada juga Odin dan Hel yang juga mempunyai dendam kusumat pada Dee. Selain itu Isis dan Osiris telah menyatakan Dee sebagai Utlaga, menawarkan keabadian, kesejahteraan, dan pengetahuan yang tak terhitung kepada siapa pun yang berhasil membawa Dee hidup-hidup. Setelah sampai di  Brodway dan Scott Street dia dijemput oleh Rajawali Hitam, yang sebelumnya telah diperintahkan oleh Tetuanya Kulkukan untuk menjemput Odin dan Hel, membawa mereka kekediaman Tsagaglalal sang Pengawas.

Nicholas sekarat, dia akan mati, Perenelle mengunakan sisa hidupnya untuk membuat suaminya bertahan hidup, untuk mati bersama-sama. Bersama Niten, Prometheus dan Sophie, pasangan Flamel mengajak mereka untuk menemui Tsagaglalal, selain alam bayangan Prometheus akan runtuh. Di sana Perenelle meminta bantuan Sophie untuk memberikan sedikit auranya guna menyalurkan ke tubuh Nicholas melalui scarab, sebuah ukiran kumbang yang apabila disentuh akan berpendar, berdenyut dengan cahaya hijau hangat. Mars Ultor, Odin, Hel dan Rajawali Hitam sampai dikediaman Tsagaglalal dan bereuni dengan Prometheus dan Niten. Prometheus, Niten dan Pasangan Flemel akan menghadapi Lotan yang akan menghancurkan kota, sedangkan Mars Ultor, Odin dan Hel akan pergi ke Alcatraz untuk melawan Dee yang akan menghancurkan dunia dengan diantar oleh Rajawali Hitam. Lalu Sophie yang ingin sekali bertemu dengan saudara kembarnya apakah bisa bertemu kembali dan menyadarkannya?

Dee, Dare dan Josh pergi ke Alcatraz untuk membangkitkan monster jahat. Dee berhasil menciptakan gerbang ley dengan menggunakan pedang-pedangnya. Mereka bertiga berhasil ke Alcatraz dan bertemu dengan Marchiavelli dan Billy the Kid. Dee meminta Nereus untuk membangkitkan Lotan dengan menghisap darahnya agar dia mematuhi perintah Dee, melepaskan binatang buas pemakan daging dan peminum aura untuk menghancurkan kota. Haha, ngakak waktu Billy bilang, "Bodoh adalah nama tengahku." Dia masih saja kocak. Ada satu lagi bagian yang saya suka, ada di halaman 64:

"Billy," ujarnya cepat, "aku akan menjadikanmu murid dan mengajarimu semua yang aku tahu - dengan satu syarat, " lanjutnya.
"Apa?" tanya Billy hati-hati.
"Kau harus menutup mulutmu selama sepuluh menit ke depan."
Bahkan saat Marchiavelli belum berhenti berbicara, bau busuk menyengat dari ikan dan gangang busuk menyerbu masuk ke dalam terowongan.
Dan sesosok monster muncul dari keremangan.
Billy the Kid tanpa sadar melangkah mundur. "Astaga, jelek sekali--"
"Billy!"

Hahahaha, Billy memang cerewet sekali, tidak bisa diam, suka deh :))
Dengan melalui tiga belas gerbang Alam bayangan, Scathach, Joan of Arc, Saint-Germain, Palamedes, William Shakespeare dan Marethyu (laki-laki bertangan kait) sampai di Danu Talis, sebelum mengalami keruntuhan. Apa sebenarnya tujuan mereka? Temukan sendiri XDD. Perjuangan mereka tidaklah mudah karena mereka harus melawan Anpu yang berada di dalam Vimana atau piring terbang terbesar, mereka ditangkap dan dipenjara di atas gunung berapi aktif. "Tidak ada satu pun penjara di dunia ini yang bisa menawanku" kata Scatty. Bahkan Scatty yang selalu bisa meloloskan diri kehilangan ide untuk mempertahankan gelarnya tersebut.

Kasih bocoran sedikit deh, Sophie berhasil menguasai sihir Tanah dan Josh juga sudah menguasai sihir Udara, lalu siapa yang membangkitkannya? Baca sendiri.

Oh ya, selain Mars Ultor yang mempunyai julukan sebagai Warlock, akan ada tambahan tiga orang lagi yang akan mempunyai gelar itu, satu tokoh di masa lalu, dan duanya di masa sekarang, tambah penasaran kan? :D
Catatan penulis dalam buku ini adalah tentang Vimana dan Pesawat, pengen tahu dong "asal usul" piring terbang.

Banyak rahasia yang mulai terbongkar, ramalan-ramalan, kisah masa lalu, semua mulai terkuak di sini. Hanya saja ada yang kurang, mungkin bisa dibilang perasaan saya ketika membaca buku ini sama halnya dengan apa yang dipikirkan Sophie, bingung dengan keadaan yang menimpanya. Setelah selesai membaca pun saya masih bertanya-tanya, ini akhirnya akan gimana? Saya benar-benar tidak bisa menebak bagaimana akhir dari seri Nicholas Flamel ini, memang ada yang bisa saya tebak, seperti siapa sebenarnya Isis dan Osiris yang mengacu pada identitas Tsagaglalal di dunia para humani. Asiknya buku ini adalah kejeniusan penulis mengobrak abrik tokoh dunia, sejarah yang ada, mencampurkannya menjadi cerita yang kaya akan pengetahuan. Jujur saja, sebelum baca seri ini pengetahuan saya tentang mitologi dunia nol besar, saya tidak suka dengan sejarah, sukanya ya dari membaca buku fiksi seperti ini :D. Selain para tokohnya, buku ini menawarkan rasa yang berbeda, bagian yang seharusnya menegangkan dibuat konyol seperti membangkitkan elemen yang saya menganggap biasa saja, sampai adegan pertarungan yang seharusnya heboh dengan makhluk buas pun tidak ada baunya. Penjahat yang tidak terlihat jahat, yub duo Marchiavelli dan Billy the Kid adalah penjahat favoritku, haha mereka konyol sekali.
Harga dari cinta adalah apa pun... sekaligus segalanya.
Untuk cover, lingkaran yang mengelilingi kotak saya artikan sebagai lambang Mars Ultor (kiri atas), Codex (kanan atas), lelaki bertudung/laki-laki bertangan kait/ Marathyu (kiri bawah), yang kanan bawah nggak tahu artinya, hehe, kayaknya sih berbau mitologi mesir, tapi apa? Kemudian ada kumbang hijau yang menceritakan penyaluran aura yang dilakukan Perenelle untuk suaminya agar tetap hidup. Yah, hanya itu saja yang saya tahu :p.

Untuk terjemahannya, saya merasa tidak konsisten, di buku sebelumnya nama Rajawali Hitam adalah Elang Hitam, buku Abraham Sang Mangus menjadi Abraham Sang Magi, dan bunyi ramalan menjadi "Dua yang satu harus menjadi satu yang semua. Satu untuk menyelamatkan dunia, satu untuk menghancurkannya." Agak membingungkan kan dari ramalan yang saya tulis di buku pertama?
Di samping kesalahan yang sedikit itu, buku ini tetap wajib dibaca buat penggemar seri Nicholas Flamel, bisa dibilang buku ini adalah pintu masuk untuk menuju ruang utama.
Sangat berharap  The Enchantress (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel, #6) segera terbit, udah nggak sabar nunggu endingnya T.T

4.5 sayap untuk sang pengingkar janji.

The Warlock (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #5)
penulis: Michael Scott
penerjemah: Mohammad Baihaqqi
penerbit: Matahati
ISBN: 602859039-8
cetakan pertama, Januari 2012
471 halaman.

4 komentar:

  1. *ngintip review The Warlock* huwaaa aku kepengen baca.. Fiuhhh,,bersambung lagi ya >.<

    BalasHapus
  2. Samantha Agatha18 Februari 2012 09.10

    lho yang warlock udah diterbitkan di Indonesia???

    BalasHapus
  3. Semenjak membaca buku yang pertama (alchemyst), gak sabar terus untuk menanti buku berikutnya. Dari buku #empat ke buku #llima ini memang ada jeda waktu yang cukup lama. Tapi terbayar sudah penantian tersebut setelah membacanya. Mantapppp...Masih menunggu buku yang keenam, yang walaupun sudah ada sampulnya, tapi isinya gak tau bakalan sedahsyat apa...

    BalasHapus
  4. Suka dg kalimat berikut "Harga dari cinta adalah apa pun... sekaligus segalanya".

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...