Selasa, 14 Februari 2012

The Necromancer (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #4)


The_necromancer


Sinopsis:
Saat terjadi Litha semakin dekat.
Para Tetua Gelap semakin kuat.
Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke San Francisco, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London. Mereka menyadari bahwa ada lebih dari sekedar butiran kebenaran dari setiap mitos dan legenda. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, membuat keduanya bingung akan seluruh masa depan mereka. Si kembar belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah.
Sementara itu di London, Dr. John Dee, yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun, Dee memiliki rencananya sendiri untuk menguasai dunia.

Review
Kurang seru
Entah ya, buku keempat ini serasa biasa aja, efek kejutnya sedikit sekali, alurnya masih cepet, setting waktunya pun juga sama hanya berselang dua hari, Selasa 5 Juni dan Rabu 6 Juni. Sama seperti sebelumnya juga, jika ada musuh yang baru maka akan ada peran protagonis yang baru. Hanya saja menurut saya perpindahan tokoh ditiap bab jaraknya kadang terlalu lama sehingga "rasa" kejutannya mulai hilang. Adegan pertempurannya pun juga tidak terlalu seru. Saya akan menulisnya kejadian yang dialami tiap tokoh.
Nicholas dan Flamel kembali ke toko buku mereka Small Book Shop yang sudah porak poranda, mengambil senjata rahasia mereka yang tertinggal. Sedangkan Josh dan Sophie kembali ke rumah bibi Agnes, di sana mereka bertemu dengan Aoife sang bayangan, saudara kembar Scathach dan laki-laki Jepang bernama Niten, si Ahli Pedang, dikenal juga sebagai Miyamoto Musashi. Sophie "diculik" oleh Aoife dan Niten, sehingga Josh terpaksa meminta bantuan pasangan Flamel. Dengan mudah mereka mengetahui lokasi keberadaan Sophie, Aoife hanya ingin berbincang-bincang dengan Sophie tanpa ada gangguan, walau hubungannya dengan saudara kembarnya tidak akur, dia dapat merasakan kalau ada bahaya yang mengancam Scatty dan dia merasa kalau kembarannya "pergi". Oh ya, mereka juga menemui Prometheus, untuk membangkitkan sihir Api milik Josh. 
Dr. John Dee nasipnya terancam karena telah gagal menjalankan tugas dari para Tetua, dia menjadi buronan, sudah diadili, dia pun mengarungi Xibalba untuk melarikan diri, yang biasa dikenal dengan Persimpangan, Sarang rasa takut, salah satu Alam bayangan kuno, daerah netral yang digunakan saat para Tetua dan tetua Gelap dari berbagai Alam Bayangan perlu mengadakan pertemuan. Dee juga dikejar oleh para Cucubuth (sangat langka, keturunan vampire dan Torc Madra, tentara bayaran, pemburu, peminum darah) dan dua burung gagak raksasa, Huginn dan Muninn. Mereka tak hidup dan tak mati, berada diantaranya, kedua burung itu adalah makhluk abadi yang bisa bicara seperti manusia, diciptakan oleh Dewi Berwajah Tiga Hekate, sebagai hadiah bagi Tetua bermata satu Odin. Yub, Odin ingin balas dendam karena Dee telah membunuh Hekate. Pengejaran mereka untuk menangkap Dee tidaklah mudah karena dia mendapat sekutu, wanita dengan seruling mautnya, Virginia Dare.
Joan of Arc dan Schtach masih terjebak di zaman Pleistosen, melawan makhluk-makhluk buas dengan kekuatan yang tersisa. Saint-Germain pun meminta bantuan temannya, Ksatria Saracen atau Palamedes menemui Tetuanya agar bisa membawanya kembali pada istri tercintanya. Bersama Shakespeare, mereka pergi ke Hutan Sherwood untuk menemui Mater Tammuz, si Manusia Hijau, untuk mengirim ke masa lalu. Tapi, sang Tetua tidak bisa membawa mereka kembali, hanya bisa mengantarkan, hanya Cronos, sang Penguasa Waktu yang bisa membawa mereka kembali. Dan ketika mereka sampai ke masa lalu, Sait-Germain tidak hanya bertemu dengan Joan dan Scatty saja, dia bertemu dengan orang yang sudah mengajarinya mencuri sihir Api milik Prometheus dan yang mengajari Sang Alchemist menerjemahkan Codex, Lelaki bertudung yang mempunyai nama Marethyu, yang berarti kematian. Marethyu membawa mereka mengarungi dunia lain lagi, Danu Talis.
Nasip Marchiavellie dan Billy the Kid lebih mujur daripada Dee, walau gagal membunuh Perenelle, mereka ditugaskan untuk membangkitkan monster-monster yang terkurung di Alcatraz. Billy the Kid meminta bantuan temannya Ma-ka-tai-me-she-kia-kiak atau panggilan mudahnya adalah Elang Hitam. Elang Hitam membawa mereka pada seorang Tetua, Quetzalcoatl sang Ular Berbulu atau Kukulkan (saya sering sekali salah menyebutnya dengan kalkunkan :P) untuk membangkitkan monster tersebut. Ada perkataan Marchiavellie yang saya suka, begini bunyinya ketika Billy bertanya pada Marchiavelli:
"Apakah kau pernah terpikir untuk membunuh majikanmu?"
"Tidak pernah" jawab Marchiavelli.
"Mengapa tidak?" tanya Billy.
"Siapa tahu akan datang suatu hari saat aku menginginkan keabadianku dicabut, satu hari saat aku ingin menua dan mati."
Satu hal yang saya dapat dari buku ini adalah, bahwa keabadian itu tidak melulu menyenangkan.
Konflik di buku ini adalah ketika Dee meminta bantuan Mars Ultor untuk mempengaruhi Josh yang baru dibangkitkan sihir Apinya untuk berpihak pada Dee. Dee memberi iming-iming pada Josh bahwa dia akan mengajari sihir pembangkit mayat atau nama bekennya Necromancer. Dee ingin Josh memanggil seorang Archon, Coatlicue, Induk dari Segala Dewa, Coatlicue adalah vampire pertama, musuh para Tetua.
Apa yang sebenarnya direncanakan Dee, lalu kepada siapa Josh akan berpihak? Bagaimana nasip Scatty dan kawan-kawannya? Apakah Marchieavelli dan Billy the Kid berhasil membangkitkan para monster di Alcatraz? Apakah pasangan Flamel masih bisa bertahan hidup dengan sisa waktu yang dimiliki mereka? Banyak sekali pertannyaan yang belum terjawab.
Bagian yang paling seru dari buku ini ada di akhir cerita, ketika Josh memanggil Coatlicue. Yak, hanya itu yang paling seru. Biasanya diawal cerita penulis akan menyuguhkan aksi heroik tapi saya tidak menjumpainya, sedikit kejutan ketika kakak adik Newman bertemu dengan Aoife dan Niten. Mungkin karna terlalu cepat alurnya atau terlalu cepat berpindah tokoh, tiap bab tidak terlalu banyak sehingga kayak nangung. Empat pedang berkekuatan besar -Durendal, Joyeuse, Clarent dan Excalibur- tidak terlihat kehebatannya, saya berharap banyak akan ada aksi mencengangkan dari keempat pedang tersebut, tapi nihil juga. Josh kurang mempelajari sihir Udara dan Tanah, sedangkan Sophie tinggal sihir Tanah, oh ya ada satu sihir tambahan lagi deng yaitu sudah saya sebutkan direview buku sebelumnya :D. Saya juga berharap penulis tidak lupa untuk merampungkan penguasaan sihir yang dilakukan Newman bersaudara dan berharap kekuatan itu akan sangat berguna dan terlihat dibuku selanjutnya. Bagi yang sudah membaca pasti tahu gaya penulisan Scott yang membuat adegan "biasa" dari kekuatan tersebut dan ketika melawan para musuh.
Biacara soal cover, salah satu yang menarik dari buku ini. Saya masih penasaran dengan lambang-lambang atau apa namanya dari cover buku ini. Saya hanya bisa menabak-menabak kalau gambar tengkorak melambangkan "senjata rahasia" yang dimiliki Perenelle, bulatan kiri bawah melambang
kan cemeti punya Perenelle yang diberikan kepada Sophie, yang tebuat dari rambut Medusa, dan kanan bawah hufur Jepang yang tidak saya tahu artinya tapi memahami dengan munculnya tokoh dari mitologi Jepang, Miyamoto Musashi. Dan pancaran yang keluar dari mata tengkorak adalah lambang dari sihir api yang sukses dipelajari Josh, apakah benar? Hehehehe, saya hanya menebak dan hanya itu saja yang saya tahu, mungkin ada yang mau menjelaskannya kepada saya? :D
Untuk terjemahan sebenarnya tidak terlalu masalah, hanya saja saya melihat penerjemahnya berbeda-beda sehingga ada kata-kata yang berbeda pula. Di buku sebelumnya dituliskan sihir Udara sedangkan dibuku ini sihir Angin, nah jadi bingung kan?
Untuk tokoh, kali ini yang menjadi favorit saya adalah duo penjahat Marchiavelli dan Billy the Kid, hahahaha mereka sumpah kocak banget, obrolan mereka itu loh, coba baca sendiri bagian mereka, pasti akan paham apa maksud saya XD, mereka adalah penjahat fovorit saya.
Salut sama Dee, dia sebenarnya tidak terlalu kuat, mujur aja nasibnya, dia benar-benar penghasut ulung!.
Kali ini penulis menyisipkan sejarah tentang Alcatraz, tempat Perenelle disekap, tempat tinggal hantu de Ayala, tempat para monster mengerikan dipenjara.
Untuk melanjutkan buku setelahnya harus membaca buku ini dulu biar tidak bingung :D
3.5 sayap untuk tengkorak kristal.

The Necromancer (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #4)
penulis: Michael Scott
penerjemah: M. Baihaqqi
penerbit: Matahati
ISBN: 602859025-8
cetakan kedua, Februari 2011
484 halaman



1 komentar:

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...