Jumat, 20 Januari 2012

The Windflower



Sinopsis

Merry Wilding mendambakan petualangan...namun yang dia dapat malah penculikan dan dikirim ke kapal yang paling ditakuti di lautan.

Merry tak punya pilihan lain kecuali tunduk pada perintah pemilik kapal, sang bajak laut misterius berambut keemasan. Dan meskipun kata-kata setajam duri sering meluncur keluar dari sana, bibir itu juga mengenalkan gadis itu pada ciuman memabukkan yang tak akan pernah dia lupakan. Laki-laki itu tampak begitu berbahaya, sekaligus membuatnya hampir tak bisa bernapas karena dikuasai gairah.

Devon Crandall hanya bermaksud untuk merayu tawanannya itu sedikit dan mengorek informasi darinya. Tapi dia tak pernah menduga sepasang mata biru milik perempuan itu bisa membuatnya kehilangan kendali atas dirinya. Kepolosan Merry malah membuat Devon semakin menginginkannya.

Sang bajak laut dan tawanannya saling membujuk, saling mengoda...siapa akhirnya yang jadi pemenangnya?

Pemenang RAA Award untuk kategori 'Best Classic Historical Romance' (1994).


Review

Cerita bermula ketika Carl -seorang tentara- yang meminta adiknya, Merry untuk melukis seseorang penghianat yang menerima rahasia berupa tanggal keberangkatan kapal Amerika yang berusaha menembus blokade Inggris untuk berdagang di pelabuhan netral di Eropa. Carl memiliki teman di angkatan laut yang berpikir mungkin akan berguna jika mereka memberikan informasi yang salah dengan mengetahui kepada siapa informan itu dijual. Bersama dua sepupunya, Sally dan Jason, mereka menyamar ke kedai minum yang penuh dengan pria kasar. Merry berperan sebagai wanita hamil. Sialnya, kedatangan mereka hari itu juga bertepatan dengan datangnya perombak dari Black Jack. Ada satu perompak yang menarik hatinya, dia memiliki wajah tampan yang unik, terlihat arogan, wajahnya menyiratkan humor dan mulut yang eksotis. Merry merasa ada bara api panas yang membuatnya merasa bingung, mendamba dan takut, dan mata Lucifer itu juga memandang balik matanya #eaaaaa.

Sally dan Merry berusaha keluar dari kedai itu dengan dalih kondisi kehamilan Merry, permintaan mereka dikabulkan setelah memohon ke salah satu perompak. Sialnya lagi, sewaktu keluar, semua peniti dan bantal yang dijadikan kamuflase kehamilan Merry copot, mereka panik dan Sally memerintahkan Merry jangan kemana-mana dan bersembunyi di bawah tangga, dia akan mengambil peniti untuk memperbaiki kehamilan Merry. Karena sangat panik Merry menjadi bingung dan dia tidak punya kesempatan lari karena tangannya dicengkeram oleh perompak yang memperbolehkannya keluar tadi, Cat. Dia tidak sendirian, karena ada Devon yang sangat tertarik dengan Merry.

Beberapa bulan kemudian mereka bertemu lagi, Devon mendapati Merry di kabinnya, di kapal Black Jack.

Sebenaernya alurnya nggak terlalu lambat hanya saja saya merasa penulis terlalu berbelit-belit dengan banyaknya konflik dan tokoh sehingga membuat buku ini lumayan tebal dengan tulisan yang kecil-kecil. Mulai dari konflik antara Devon dan Merry sendiri, Cat, Rand Morgan, Raven sampai ke pelayan bibinya Henry Cork. Memang sih semua ada benang merahnya dan kita bisa mengenal lebih dekat dengan sosok Cat dan Raven yang sangat meyayangi Merry dan banyak membantu sewaktu menjadi tawanan Devon, hanya saja itu kepanjangen, hehehe. Mungkin lebih bagusnya dibuat seri sendiri kali ya untuk mereka #maunya. Suka banget sama tokoh Devon, dia orangnya nyantai banget dan humoris, suka menggoda Merry. Kalau Merry sih tipe-tipe malu tapi mau dan dia polos banget makanya Devon sering menggodanya. Untuk adegan hotnya nggak over deh, kasih 3 sayap deh paling ciuman dan grepe-grepe, nggak sampe detil kok :p.
Typo masih ada, terjemahannya bagus karena tidak ada yang membuat saya bingung, covernya juga manis, kayak lukisan yang mungin menggambarkan bunga windflower kali ya? :D

3.5 sayap untuk si perompak bibir seksi :p



The Windflower
penulis: Sharon and Tom Curtis
penerjemah: Endang Sulistyowati
cover: Dwi Anissa Anindhika
penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-514-X
cetakan pertama, 2011
625 halaman

7 komentar:

  1. ini masuk kategori Historical Romance ga mba?

    BalasHapus
  2. iya masuk :)

    BalasHapus
  3. sudah punya bukunya, tapi belum2 dibaca jg hehe

    BalasHapus
  4. ternyata suka menimbun juga :))

    BalasHapus
  5. sebenernya yang sayang dari cerita ini adalah TYPO!! Gila, banyak banget. Aku mpe menerka-nerka ini maksudnya kata apa.. Padahal ceritanya oke T_______T

    BalasHapus
  6. ak juga heran kenapa typo menjadi kesalahan gagas yang tersering, yub ceritanya oke tapi terlalu banyak konflik tiap tokoh yang dimunculkan :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...