Jumat, 23 Desember 2011

Just The Sexiest Man Alive

Sinopsis
Ketenangan Taylor Donovan tak pernah terusik. Di ruang sidang, ia tak pernah membiarkan pihak lawan membuatnya gugup. Dalam kehidupan pribadi, ia tak pernah membiarkan pria mana pun membuatnya terguncang-termasuk perselingkuhan mantan tunangannya.

Jadi ketika ia ditugasi membantu ‘Lelaki Terseksi Di Dunia’ versi majalah People mempersiapkan peranan dalam film thriller hukum laris barunya, ia menolak terjatuh dalam pesona sang playboy Hollywood tersebut. Bahkan meski aktor itu adalah Jason Andrews. 


My Review
Satu kata, seruuuuuu. Saya suka banget Julie James menciptakan karakter Taylor dan Jason, argumen mereka, sarkasme mereka bikin ngakak. Ceritanya Taylor Donovan disewa selama musim panas untuk menjadi pengacara di Los Angels untuk menangani kasus pelecehan seksual, Taylor bersemangat sekali karena dia tidak pernah kalah, pikirannya tercurah akan kasus itu. Sayangnya, atasanya, Sam memberikan tugas lain, dia disuruh melatih seorang aktor yang akan memulai pembuatan film bertema thriller hukum. Aktor tersebut meminta bekerja sama dengan salah satu litigator untuk memahami bagaimana pengacara sungguhan bertindak di ruang sidang, mengajari bagaimana cara bersikap, di mana harus berdiri, dsb. Akan berbeda kalau yang bakal dilatihnya adalah pria tampan, aktor terhebat di Hollywood, setiap gerakannya selalu diikuti paparazzi, selalu dikelilingi wanita cantik, dan dijuluki sebagi lelaki terseksi di dunia, siapa lagi kalau bukan Jason Andrews.

Taylor cukup tegang juga berhadapan dengan Jason, dia tidak mau jadi 'pemuja' seperti kebanyakan cewek di kantor. Dia adalah orang yang bekerja secara profesional dan selalu berusaha menerapkannya. Dia geram ketika janji pertemuan yang sudah ditetapkan tapi jason tidak datang dan malah asik berjudi dan berpesta di Las Vegas. Taylor tidak sudi lagi membantunya.
Seminggu kemudian, dengan entengnya dan merasa tidak terjadi apa-apa, Jason memasuki pengadilan ketika Taylor baru saja menyelesaikan pekerjaanya, tau apa yang dia bilang sebagai alasannya? "Kau tentunya mengerti... aku orang yang sibuk, Nona Donovan." Dan meminta Taylor untuk segera memulai sesi latihan mereka. Dan balasan adalah, "Tapi sekarang aku sedang sibuk, Tuan Andrews." Hahaha, Jason tidak berkutik, baru kali ini ada wanita yang menolaknya.

Merasa berbeda dengan wanita lainnya yang gila akan publisitas bila berdekatan dengan Jason, Taylor malah sebaliknya tidak suka bila bersamanya, menjauh kalau ada paparazzi dan menolak jika ditraktir, menjadikan Jason sangat penasaran. Setelah urusan mereka selesai pun Jason mencari-cari alasan untuk bertemu lagi. Salah satu caranya adalah mengundang Taylor ke pesta di rumahnya, Jason membuat strategi, membuat cemburu Taylor. Hasilnya adalah Jason yang kebakaran jenggot, saingannya dalam dunia perfilman, Scott juga tertarik dengan Taylor, dia malah bisa mengajak pengacara muda itu kencan. Hah, tentu membuat Jason bligsatan, dia mencoba mengambil hati Taylor lagi. Lalu siapa yang akan dipilih Taylor?
  
Seperti yang saya bilang tadi, buku ini seru, kocak, saya melahap hanya dalam semalam saja. Alurnya cepat, terjemahannya bagus dan nggak kaku, selain itu interaksi antara Taylor dan Jason tidak bisa dilewatkan, ketika mereka adu argumen, saling cekcok, saling merasakan perasaan yang berbeda membuat saya tidak sabar membuka lembar demi lembar demi menemukan ujung cerita. Karakter kedua tokoh juga yang menjadi magnet di buku ini. Taylor yang cerdas, mandiri, berani dan Jason yang sok tampan (emang bener :p), tidak mau ditolak, ambisius, cemburuan, kombinasi yang pas banget, apalagi kalo bertengkar :)). Oh ya, si tampan Jason ini nggak pandai berbohong, soalnya dia akan memutar-mutar jam tangan kalau sedang berbohong dan lucu kalau lagi ngambek :p
cover aslinya
Untuk masalah cover, versi Indonesia juga bagus kok, malah ceweknya mirip Taylor Swift, hehe. Di buku ini minim sekali adegan 'hot' bahkan ciuman saja tidak terlalu banyak, entah disensor semua atau memang begitu adanya, saya tidak tahu karena tidak membaca versi aslinya. Well, harapannya sih jangan disensor, wakakakaka. Tapi buku ini tetap enak dinikmati, karena sayang sekali kalau melewatkan sarkasme kedua tokoh utama ini. Saya jadi suka sama tulisan Julie James, semoga Elexmedia menerbitkan buku lainnya dan jangan disensor kalau perlu #eh :p

4 sayap untuk lelaki terseksi di dunia.


Just The Sexiest Man Alive
by Julie James
alih bahasa: Eka Budiarti
penerbit: PT Elex Media Komputindo
cetakan I, 2011
ISBN: 978-602-00-1404-3
432 halaman

Kamis, 22 Desember 2011

Pangeran Langit


Sinopsis:
"Apakah engkau percaya bahwa sebelum kita lahir telah dituliskan oleh Tuhan siapa jodoh kita kelak? aku tak percaya. Karena aku percaya Tuhan menciptakan manusia bukan sebentuk boneka."
Langit, wanita berusia hampir 30 tahun, yang mempertanyakan tentang jodoh dan takdir. Masa lalu telah memicunya untuk terbang menggapai mimpi sekaligus meninggalkan ketakutan menjalin cinta.
Namun sekarang, setelah dua adiknya menikah, setelah teman-temannya menikah, setelah sebegitu banyaknya pertanyaan menyudutkan tentang status kelajangannya, ia mengakui bahwa ada sisi hati yang mengingginkan dan mencari cinta.

Langit tak ingin menikah hanya sebagai 'status'. Dia ingin laki-laki yang seperti dalam impiannya: yang mencintainya dan dia cintai, tampan, dan mapan. Nyatanya, hal itu seperti mimpi kosong. Apakah dia tercipta bukan dari tulang rusuk laki-laki manapun? Ataukah Tuhan alpa memberi jodoh untuknya? Atau mungkin harapannya terlalu tinggi dan saatnya 'menurunkan harga'?

My Review

Temanya udah nggak asing lagi, tentang cewek yang sudah waktunya nikah tapi belum menemukan Mr. The Right One. Langit yang begitu putus asa ingin mendapatkan jodoh, dimana dia ingin sekali mendapatkan pasangan seperti sahabatnya, Setya, yang dengan mudah bergonta-ganti pacar. Menjadi beban juga ketika adiknya mau menikah tapi dia belum juga memberikan sinyal, orang dulu percaya pamali kalo melangkahi kakak yang belum menikah tanpa persetujuannya. Bukan karena nggak laku tetapi luka masa lalunya yang membuat Langit benar-benar menjadi pemilih, tidak ingin gagal lagi. Akhirnya dia mau saja ketika teman sekantornya menawarkan seseorang yang mungkin akan cocok dengan Langit. Tapi, semuanya tentu bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita, tetap Tuhan yang merancang siapa jodoh kita.

Walaupun temanya udah pasaran tapi cara penulis menuturkan kegalauan Langit sedikit berbeda. Buku ini bisa dibilang tidak ada cinta-cintaan, sedikit sih tapi lebih fokus mengulas bagaimana perasaan Langit yang seret dapat jodoh. Berbagai hal sudah diusahakan, bahkan sahabatnya sampai membawa dia ke 'orang pintar', padahal dia nggak jelek-jelek amat dan mapan secara finacial. Betapa susahnya dia bisa klik sama orang yang mencoba mendekatinya, selalu ada saja yang lecet, tidak sesuai dengan tipe Langit. Buku ini terlihat real, bahwa keadaan Langit memang begitu adanya, bahkan mungkin perasaan Langit ini juga sama seperti perempuan diusia yang matang tidak juga cepat menikah. Covernya pas, seperti menunggu jodoh Langit dari langit, minim typo. Sebenarnya saya merasa ada yang kurang dari buku ini, merasa belum tuntas, saya pengen ada tambahan bab untuk penyelesaian masalah Langit, saya ingin lebih banyak lagi penulis mengulas tentang Surya :)

3 sayap untuk pangeran dari Langit

Pangeran Langit
penulis: Aveus Har
editor: Benedicta Rini W
cover: dan_dut
penerbit: Sheila
ISBN: 978-979-29-1729-1
cetakan I, 2010
172 halaman

Curcol Kantor


Curcol_kantor

Curcol Kantor: Asal Usil Anak Kantoran
by Anjar Oktaviani
editor: Anwar Syafrani & Mahir Pradana
cover: Gita Mariana
ISBN: 602-220-001-6
cetakan I, Juli 2011
242 halaman

... Padahal tau gak? Kita semua tuh bikin akun baru, khusus buat si Bos. Masing-masing nge-add si Boss. Dia nggak ngeh kalo invite-an dia dicuekin trus malah di-add pake akun baru sama kita-kita. Dan dengan riang gembira ngeklik tombol accept atas friend request kita.
Lagian nggak seru amat, kalo besok-besok mau update status harus mikir-mikir dibaca sama Bos apa nggak ya...
Kalo gini kan bebas berekspresi di ruang publik tanpa takut ancaman somasi, hehe...
Status facebook boongan gue hari ini: "Kerjaan hari ini memang banyak. tapi harus semangat biar hasilnya maksimal. Kalo perlu nanti dibawa pulang! Caiyo..."
Dan status tersebut berbuahkan sebuah jempol gede dari si Bos tanda dia like sama status gue.
Status Facebook asli gue hari ini: "Dasar Bos gila! Kerjaan yang kemaren aja belum selesai dan nyuruh ngerjain yang lain...!!!!"
Dan status jujur tersebut menggondol puluhan jempol dari temen-temen yang senasib dan sepenanggungan...
Cuplikan di atas adalah salah satu bagian yang membuat saya terkikik.
Buku ini termasuk PELIT (Personal Literature) yang tercetak di covernya, awalnya maksudnya apa tuh? Ternyata kisah nyata dari si penulis, boleh juga nih kalo ada cerita lucu dikehidupan kita bisa dibuat buku komedi :). Mungkin sebagian orang yang sudah bekerja pernah mengalami hal yang sama seperti penulis membeberkan pengalamannya di buku ini (nggak tau dia pake nama samaran beneran atau nggak). Dijadiin 'babu', takut sama yang sudah lama bekerja atau senior di kantor, nggak berkutik akan perintah Bos yang nyebelin banget, teman-teman kantor yang bikin emosi mendidih, dsb. Selain bercerita tentang kesehariannya di kantor, penulis juga menceritakan orang-orang sekantornya (yang tentu saja disamarkan), Onyet, cs-an penulis yang usil banget, si Bos yang pede banget, suka narsis kalo foto dan seenaknya saja kalo nyuruh, Mbak Ayu yang gila kerja dan nggak bisa jauh dari kerjaannya, Ari si pakar komputer yang apa-apa harus telpon istri barunya dulu, Krisna yang 11-12 kayak si Bos yang narsis dan jutek, dan beberapa tokoh figuran lainnya.

Awal baca buku ini agak jenuh tapi makin kebelakang lumayan lucu juga, cerita di tiap bab nggak terlalu banyak sehingga nggak garing dan nggak berbelit-belit, ada beberapa typo tapi nggak terlalu bermasalah dan covernya lucu. Ceritanya mengalir, enak, sayangnya saya nggak suka pada bab pertama dimana penulis menyinggung autis sebagai bahan bercandaan, saya kurang suka kalo kekurangan seseorang dijadiin 'guyon'. Selebihnya oke kok, buat yang jenuh akan pekerjaannya dan sebel sama si Bos bolehlah membaca buku ini, mumpung ada temannya :)
2.5 sayap untuk si Cumi

Rabu, 21 Desember 2011

Life Traveler


Life_traveler


Life Traveler: Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
by Windy Ariestanty
editor: Alit T. Palupi
cover: Jaffri Fernando
penerbit: Gagasmedia
ISBN:979-780-444-5
cetakan I, 2011
382 halaman

"Semua orang bisa pergi ke Vietnam, Paris bahkan Pluto. Tapi, hanya beberapa saja yang memilih pulang membawa buah tangan yang mampu menghangatkan hati. Windy berhasil menyulap perjalanan yang paling sederhana sekalipun jadi terasa mewah. Bahkan, celotehannya dalam kesendirian terdengar ramai. Ramai membuat nyaman." - @vabyo
Sekilas buku ini tidak jauh berbeda dengan buku traveling lainnya, tapi yang membuat special adalah penulis bukan hanya membawa kita ke Ha Noi (Viet Nam), Kamboja, Amerika Serikat, Czech Republic, Jerman, Swiss, Prancis, Belanda dengan traveler's tip, traveler's note, traveler's trick, traveler's fact yang sangat bermanfaat kalau kita berkunjung kesana tetapi penulis juga mengamati orang asing yang ditemuinya, bertemu dengan orang asing yang tidak membuatnya asing di negeri orang, menemukan rumah. Sederhana, ya, kisah perjalanannya sederhana, tidak membeberkan berapa total bujet yang harus dikeluarkan, mengunjungi semua tempat yang terkenal, dengan mengamati segala sesuatu disekitarnya dan menikmati perjalanannya, kisah ini begitu mewah.
Saya tidak akan menulisakan keindahan dari kota/negara yang dikunjungi penulis, kisah cinta yang penulis temui atau alami dan siapa saja yang membuat dia menemukan keluarga di luar rumah, saya akan menulisankan pemikiran penulis tentang perjalanan menurut versinya, agak banyak karena tulisan dia benar-benar indah :)

Saya ingin menemukan cerita untuk ditulis. Cerita tentang apa saja selama perjalanan ini. Saya mengamati setiap orang yang saya temui. Mencoba menemukan kisah mereka. Menjelajah setiap sudut tempat yang saya kunjungi. Menangkap pesan yang tersembunyi. Atau bahkan isyarat yang tak saya pahami. Saya seperti si pemungut remah yang mengumpulkan remah yang tercecer di sepanjang jalan.

Kisah tentang mereka yang hanya ingin menjauh sejenak untuk bisa menemukan jalan pulang. A way to go home, finding themselves.


..keanehan selalu menjadi awal untuk sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan. Something that you do not expect bring a surprise to your life. I called it 'friends'.

Buat saya, hidup sendiri adalah sekumpulan daftar mana yang penting dan mana yang kurang penting. Dan kita harus bergerak cepat.

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home.

Kadang, kita menemukan 'rumah' di tempat yang tidak kita duga. Menemukan teman, sahabat, saudara. mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan 'rumah' itu untuk kita, apa pun bentuknya.  Tapi yang paling menyenangkan  dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri.

Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki. Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki dalam sebuah perjalanan, tetapi apa yang bisa saya temukan dalam perjalanan.

Dalam sebuah perjalanan, ketika merasa tak ada seorang pun mengenalnya, manusia bisa lebih leluasa mengekspresikan diri. Lebih leluasa menjadi dirinya sendiri. Dan kadang, batas mengekspresikan diri ini menjadi kabur. Meniadakan keberadaan yang lain.

Saya percaya, ada bahasa yang tak bersuara. Ada aksara yang tak memerlukan kata-kata. Dan itu cinta.
Cinta adalah sebuah perjalanan yang tak bisa ditempuh dalam satu atau dua hari. Tidak juga dalam sebulan atau satu tahun. Tak ada peta untuk menemukan tempat bernama cinta. Tak ada buku panduan traveling yang bisa menuntun kita ke sana. Mana ada pula panduan menghemat bujet untuk tiba di sana.
Cinta adalah perjalanan panjang, ia tumbuh tua bersama waktu dan manusia. Dan ia, tak pernah benar-benar jauh. Selalu memeluk manusia dengan erat. Mengisi celah yang mungkin hanya sejengkal itu. Memberi kita alasan untuk selalu pulang.

Untuk menguasai Bahasa Dunia ini hanya dibutuhkan satu hal: keberanian untuk memahami.
Ada bahasa yang tumbuh besar bersama manusia tanpa membutuhkan kamus, bahasa 'memahami'.

Semua tahu mereka butuh 'pulang'. Butuh rehat. Butuh mencari hangat. Bukan dari sinar matahari, bukan dari nyala api di tungku, atau hawa panas yang dikeluarkan mesin penghangat. Mereka mencarinya dari sebuah kebersamaan. Keintiman yang menjauhkan mereka dari keterasingan.

Menunggu memang seperti jebakan . Bersembunyi di antara sela-sela waktu yang tak terduga. Ketika saya ingin bergegas, ia justru membuat saya harus memelankan langkah. meminta saya melihat sesuatu lebih jeli. Memberi saya sedikit ruang untuk menarik napas dan menikmati apa pun tanpa tergesa.

Waktu memang tak pernah menunggu. Ia membuai. Membuat kita lelap. Entah di sudut mana, ia meninggalkan kita dalam rasa sesal karena kehabisan waktu. Padahal, waktu tak pernah habis. Ia hanya terus bergulir. Dengan iramanya yang konstan, ia meninabobokan kita hingga lupa untuk bergegas.
Kehidupan ini ibarat sebuah penutup botol sampanye yang jauh di sungai dan terbawa oleh aliran air. Supaya bahagia, kita hanya  harus  mengkuti alirannya. - Auguste Renoir

Home is a place where you feel more comfortable. Home is a place where you can be and find yourself.
Selain tulisannya yang indah, buku ini dilengkapi dengan foto-foto yang mendukung kisah perjalanannya dan ilustrasi yang apik di tiap bab-nya. Ada dua bonus kisah perjalanan sahabat penulis yang lumayan seru juga. Cover dan pembatas bukunya suka banget. Bagian yang saya suka adalah bab 5 tentang A Sleeping Beauty On the Sleeping Bus, saya benar-benar ingin merasakan tidur di sleeping bus dan ikut mengamati beragam ekspresi dari penumpang lainnya, melihat pemandangan Viet Nam hanya dengan tiduran, benar-benar terlihat seru.
Buku ini menjadi berbeda dengan buku traveling lainnya, kita akan memahami bahwa walaupun kita berada sangat jauh dari rumah, kita tetap akan bisa menemukan 'rumah' itu dan kita tetap akan bisa menjadi diri sendiri.
4 sayap untuk perjalanan yang tidak biasa

Senin, 19 Desember 2011

Kedai 1001 Mimpi


Cover-kedai-1001-mimpi


Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
penulis: Valiant Budi
editor: Alit Tisna Palupi
Cover: Jeffri Fernando
ISBN: 979-780-497-6
Cetakan I: 2011
444 halaman

Sinopsis
Valiant Budi adalah seorang penulis yang tergila-gila dengan dunia Timur Tengah. Salah satu ambisinya yaitu menulis sebuah buku travel dari belahan bumi 1001 mimpi ini. Kesempatan datang, ia akhirnya tinggal di Saudi Arabia sambil bekerja di salah satu kedai kopi international. Ternyata, terjun langsung sebagai TKI membuatnya menemukan berbagai peristiwa ganjil yang tak pernah ia ingin ketahui, apalagi ikut merasakannya. Ambisinya terkubur, berubah menjadi keinginan kuat untuk kembali tinggal di tanah air tercinta. Buku ini berdasarkan pengalaman Valiant Budi dan beberapa rekan TKI yang bertahan hidup di Saudi Arabia dan selalu rindu Indonesia.

My Review
Waktu kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia, salah satu caranya adalah dengan bekerja di luar negeri. Nggak tahu sih dimana tepatnya, yang jelas impianku itu bisa terwujud. Lalu waktu kuliah ada dosen yang bilang kalau di Timur Tengah, profesi saya banyak yang dibutuhkan. Tapi, setelah membaca buku ini, saya akan membelokkan pesawat ke timur lagi menuju Korea atau Jepang saja, di sana banyak boy band unyu :p.
Buku ini bercerita tentang kisah nyata Vibi ketika menjadi TKI, percaya atau tidak. Melalu proses panjang akhirnya, pada pertengahan Mei 2009 impiannya mulai terwujud, sayangnya dia tidak di tempatkan di kota yang sebelumnya sudah terjadwal, dia nyasar ke kota bernama Dammam - Kingdom of Saudi Arabia
Begitu sampai culture shock mulai menyerang dan lama-lama meradang. Mulai dari cuaca, bahasa, sampai perilaku aneh orang-orang yang ditemuinya. Singkat cerita selama bekerja di Sky Rabbit, selma tinggal beberapa bulan di Arab banyak pengalaman yang mungkin banyak orang tidak akan percaya. Dimulai dari dituduh maling ponsel, kontrak akomodasi yang kacau, dikira orang Filipini, menjadi tukang pel dan lap meja, bos berkepribadian ganda, ditawar dan dikejar-kejar om-om tengah malam, sakit dan mendapati rumah sakit yang aneh, bertemu keluarga dengan kisah yang menakjubkan, bekerja bersama dengan orang yang berperilaku menjijikan jika tidak senang dengan pembeli, dipaksa berbuat curang dalam bekerja.
Aku mungkin binal dan begundal, tapi ada hal-hal yang tetap aku junjung tinggi sebagai prinsip hidup.
Banyak hal yang sangat membuat saya terkejut, ternyata di negara yang kata orang paling suci, negar surga ternyata tidak sesuci yang saya bayangkan. Di sana ada juga homo, pelacuran, makanan haram yang dicari, berbuat curang dalam bekerja pun dilakukan, bahkan katanya kalau datang ke arab itu sia-siap juga untuk di perkosa. Miris sekali bukan, negara yang setiap tahunnya berjuta-juta orang untuk naik haji, untuk lebih dekat denganNya, tenryata membawa juga sejuta derita.
Menyedihkan membaca buku ini? Ya. Apa sampai membuat berlinang air mata? TIDAK. Kenapa? saya kasih contoh ya:
Ouuh jiwa terasa melayang, ketombeku pada terbang. Hari yang dinanti telah datang! Badai pasir kuadang, pohon kaktus kutebang, demi iqama-ku sayang.
LOL, saya malah banyak ngakaknya baca buku ini, tiap kali mau ikut sedih dengan pengalaman atau cerita yang didapatkannya Vibi disana, ga jadi. Karena tiap kali dia nulis mengharu biru, berikutnya dia akan membuat kaliamat yang membatalkan kesedihan kita. Kocak abis deh gaya lebay-nya.
Bagian paling favorite dari buku ini adalah Botol Kecap dan Kue Apem. Awalnya heran kok nggak nyambung gini judulnya, ternyata XD. Di bagian ini saya merasakan kelegaan Vibi ketika dia bertemu 'keluarga' yang senasip dengannya, meluangkan waktu untuk bertemu dan saling bercerita, menjaga dia tetap waras diantara orang yang sinting.
Ada baiknya para TKI berpikir ulang kalau mau bekerja di luar (ada baiknya lagi baca buku ini sebagai pengalaman), kalau memang ingin dan terpaksa sebaiknya dipersiapkan lebih, mulai dari mental, ketrampilan dan bahasa. Banyak kasus yang sudah terjadi yang berakhir mengenaskan, jangan sampai terulang lagi.
Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain.
4 sayap untuk sang barista kita, Pibi :)

Jumat, 16 Desember 2011

To Kill a Mockingbird


To_kill_a_mockingbird


penulis: Harper Lee
penerjemah: Femmy Syahrani
penerbit: Qanita
cetakan I: Oktober 2010 (Edisi Gold)
ISBN: 978-602-8579-34-6
536 halaman

Sinopsis
Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih.
Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan tahun dari Maycomb, Alabama, novel ini menunjukkan betapa prasangka sering kali membutakan manusia. Dan sebuah keadilan hanya dapat dilahirkan dari rasa cinta yang tak membedakan apa pun latar belakang seseorang. Harper Lee telah berhasil menyuguhkan sebuah novel menawan yang amat berkesan dan tak lekang oleh zaman.

My Review
Saya sangat penasaran sekali dengan buku ini karena banyak sekali yang bilang bagus dan wajib baca. Setelah selesai saya tahu alasannya. Awalnya agak binggung, buku ini kan bercerita tentang ketidakadilan, rasis, tapi kenapa hanya ada tingkah beberapa anak kecil yang selalu menganggu para tetangganya?
Scout dan Jem, dua bersaudara yang sangat usil, bersama teman musim panasnya, Dill, mereka sangat penasaran dengan salah satu tetangganya, Boo Radley, yang tidak pernah keluar rumah seumur hidupnya. Mereka beramsumsi tentang Boo dengan pikiran anak-anak yang akhirnya membuahkan beberapa tantangan untuk memancing dia keluar. Di bab awal cerita ini, si kecil Scout banyak menceritakan tentang tetangga, perilaku, kebiasaannya, dsb.

Konflik buku ini adalah tentang rasis, perjuangan seorang ayah, seorang pengacara dalam membela orang yang tidak bersalah. Tom Robinson, orang kulit hitam yang dituduh melakukan pelecehan pada orang kulit putih. Atticus mencurahkan segala waktu, pikiran, tenaga untuk membelanya, menuntuk keadilan, menghadirkan saksi dan menggunakan kejeniusannya untuk membebaskan Tom. Tapi semua orang tahu, itu adalah perbuatan yang sia-sia, di mata semua orang, orang kulit hitam tak akan bisa berada di atas kulit putih. Percuma saja, Atticusa malah mendapat cemooh dai warga Maycomb.
...Ada sesuatu di dunia kita yang membuat orang kehilangan akal -- mereka tak bisa adil meskipun sudah berusaha. Dalam pengadilan kita, ketika kesaksian orang kulit putih di pertentangkan dengan kesaksian orang kulit hitam, orang kulit putih selalu menang. Ini buruk, tetapi inilah fakta kehidupan.
Mungkin bagian yang paling menengangkan dari buku ini adalah ketika Tom mulai diadili, saya sangat bersabar sekali untuk sampai pada bagian itu karena kasus tersebut berada pada bagian dua, hampir dari setengah halaman lebih baru muncul. Tapi setelah menemukan apa yang saya cari-cari, biasa saja. Saya tidak mendapatkan perasaan seperti ketika membaca After saya tidak ikut deg-degan ketika Atticus mendatangkan para saksi. Saya lebih menyukai tentang keluarga Finch, karakter Scout, Jem, dan Atticus. Mereka adalah magnet yang membuat saya betah membaca buku ini.

Scout, gadis kecil dengan rasa tahu sangat tinggi, polos, rela berperilaku seperti laki-laki agar bisa bermain dengan kakaknya. Walaupun polos, kadang pemikirannya lebih dewasa daripada dengan orang yang merasa telah dewasa, dia sangat mencontoh kakaknya.

Jem, dia keras kepala, selalu mencoba untuk dewasa, dia ingin seperti ayahnya. Dia selalu berusaha untuk melindungi adik dan ayahnya, terlebih ketika ayahnya menghadapi kasus yang sulit, dia ingin tahu apa saja yang dilakukannya, dia tidak ingin ada orang yang menyakiti ayahnya.
Atticus, harus bilang apa lagi? Dia adalah sosok ayah yang sangat bijaksana, dia tidak pernah melihat orang dari luarnya saja, dia adalah orang yang sangat adil dan bertanggung jawab. Kalau kata ikal, "ayah juara satu seluruh dunia."

Ada bagian dimana aku terkagum-kagum akan sosok Atticus, contohnya adalah ketika Scout dihukum oleh pamannya, Jack. Dia bilang kalau Jack tidak adil, pamannya tidak memberi kesempatan pada Scout untuk membela diri ketika bertengkar dengan sepupunya, bercerita dari sisinya. Kata Scout, ketika dia dan Jem bertengkar maka Atticus tak pernah hanya mendengar cerita Jem, tapi mendengarkan ceritanya juga. Saya sangat suka sekali cara Atticus mendidik anaknya yang bandel, dia selalu berusaha untuk jujur dan terbuka. Contohnya, ketika Scout bertanya dengan polosnya apa itu wanita jalang, memerkosa,
Kalau seseorang anak bertanya sesuatu, jawablah, demi Tuhan. Jangan berlebihan. Anak-anak adalah anak-anak, tetapi mereka tahu kalau kau menghindar, mereka tahu lebih cepat daripada orang dewasa, dan menghindar hanya akan membingungkan mereka.
Walaupun single parent, Atticus sangat sukses membesarkan kedua anaknya, dia tidak pernah memberi aturan-aturan, dia membebaskan anak-anaknya dengan kebebasan, kebebasan berpikir, bertindak, kebebasan untuk menjadi dewasa sesuai apa yang diinginkan mereka. Tapi, ketika mereka melakukan kesalahan, sesuatu yang tidak baik dan merugikan orang lain maka Atticus akan tegas menghukum. Bukan sesuatu yang buruk, contohnya ketika Jem geram ketika setiam melewati rumah Mrs. Dubose dia mendengar teriakan-teriakan yang tidak mengenakkan kuping, bilang kalau Jem dan Scout adalah anak yang bengil, dan tidak akan menjadi siapa-siapa ketika besar nanti. Atticus menghibur dan bilang, "Tenanglah, nak. Dia sudah tua dan sakit-sakitan. Angkatlah kepalamu dan jadilah lelaki terhormat. Apa pun yang dikatakannya kepadamu, tetangmu adalah tidak membiarkan dia membuatmu marah." Tapi kesabarannya habis ketika wanita yang selalu membawa senapa itu menghina Atticus tak lebih baik daripada nigger dan sampah yang dibelanya. Jem dengan marhnya membabat habis tanaman Mrs. Dubose, Apa yang dilakukan Atticus akan pembelaan anaknya? Dia tetap menghukum karena bagaimanapun perbuatan itu salah. Cara dia menghukum? Meminta Jem kembali ke rumah wanita tua itu dan meminta maaf, menyanggupi apa saja permintaanya, membersihkan perbuatannya dan menyanggupi ketika Mrs. Dubose untuk mengurus halaman sampai tumbuh kuncup lagi dan membaca keras-keras selama dua jam.

Banyak sekali point yang bisa diambil dari cara Atticus mendidik anak-anaknya. Selain itu saya sangat sangat sangat menyukai hubungan mereka, bagaimana saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain. Kita juga akan mempelajari apa itu arti keadilan, perbedaan-perbedaan yang dibuat manusia dan mengintip pemikiran-pemikiran mereka. Ada kalimat yang sangat menohok sekali yang diucapkan Scout,
Tidak, Jem, kukira hanya ada satu jenis manusia. Manusia."
Buku ini wajib dibaca oleh semua orang tua, semua pengacara, semua kulit hitam, semua kulit putih, semua anak-anak, semua orang.
Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya dan mencoba menjalani hidupnya - Atticus.
4,5 sayap untuk burung Mockingbird

NB: Tentang Pengarang

1825
Harper Lee lahir di Monroeville, Alabama, pada 28 April 1926. Dia adalah putri bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang pengacara dan editor surat kabar setempat. Semasa kecil dia sangat akrab dengan teman
sekolah yang juga tetangganya, Truman Capote. Pernah sekolah di Huntington College of Montgomery, dia kemudian meneruskan kuliah hukum di University of Alabama. Di kampus itulah, dia mengasah bakat menulisnya dengan bergabung menjadi editor di majalah humor kampus, Ramma-Jamma.
Harper Lee adalah salah satu penulis yang paling membuat penasaran dalam sejarah kepenulisan pada abad ke-20. To Kill a Mockingbird adalah satu-satunya novel yang ditulisnya. Berkat kisah indah tersebut yang memenangi Pulitzer Award 1961, Harper Lee dianugerahi Presidential Medal of Freedom 2007, The Hingest Civilian Honor USA. Sekarang dia tinggal di New York, dia cenderung menutup diri dan tidak mau menulis novel lagi.

Selasa, 13 Desember 2011

Satsuki Sensei


13074860


Satsuki Sensei dan kisah-kisah lain tentang cinta dan harapan
by Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia
Cover: maryna_design@yahoo.com
ISBN: 978-979-22-7759-3
Cetakan I: November 2011
216 halaman

Mbak Donna adalah penulis yang sangat rajin menulis, buku ini adalah karya beliau yang kesembilan belas, mengagumkan bukan? Awal-awal baca Teelit, karya beliau juga lah yang nagkring di kamar menemani masa remaja saya #tsahh. Semenjak saya beranjak dewasa, saya berganti haluan dengan bacaan yang dewasa juga, saya menjadi pemilih kalau mau baca genre Teenlit, salah satu pilihannya adalah buku dari penulis yang sudah dari dulu saya ikuti karyanya, setidaknya saya sudah familiar dengan gaya dia bercerita. Satsuki Sensei adalah kumcernya yang ketiga setelah Ratu Jeruk Nipis dan cerita-cerita lain yang asam-manis dan Katakan Cinta dengan Warna. Saya sangat suka dengan kumcer Katakan Cinta dengan Warna, walaupun kebanyakan bercerita tentang penyesalan dan sad ending saya sangat menikmatinya, ibaratnya adalah kopi pahit, apabila diresapi kita akan menemukan rasa manis. Nah, sedangkan Satsuki Sensei dan Kisah-Kisah Lain Tentang Cinta dan Harapan ini saya ibaratkan adalah kopi manis, kita tidak perlu mencari-cari rasa manis karena ketika kita mulai membaca, kita akan langsung mendapatkan rasa yang memanjakan lidah itu :)

Buku ini berisi 10 kumcer yang saling mempunyai benang merah, berikut sedikit ulasannya:

Rahasia Debora
Debora terpaksa pasrah di peras oleh Venna, temannya yang sangat licik karena dia mempunyai bukti yang akan menghancurkan keluarganya, Venna mempunyai surat yang berisikan kalau Debora sebenarnya adalah anak haram, dia bukan anak dari ayahnya yang sekarang ini, ayah yang sangat mencintai Debora. Karena takut rahasia tersebut akan terdengar ayahnya, Deborah pun menggunakan kekayaan ayahnya untuk menyumpal mulut Venna.
Di cerita ini kita akan memahami betapa pentingnya berterus terang, terlebih kepada keluarga sendiri.

Objet d'Art
Nino merasa bosan karena beristirahat terus menerus akibat kecelakaan yang dialaminya, hanya ada satu yang tidak membuat dia bosan, melihat gadis yang sering berlalu lalang di depan rumahnya, dia pun mendapatkan ide untuk melukis gadis tersebut.
Memafkan seseorang itu tidak susah kok.

Bintang dan Lazuardi
Bintang sangat sedih ketika diputus dengan tidak hormat oleh pacar pertamanya yang ternyata cuma memanfaatkannya, selingan sampai mantannya yang dulu kembali. Dia mencoba menahan amarah dan berjanji akan mencari cowok lebih baik dari mantan barunya itu, seseorang yang akan membuat semua orang iri, cowok yang lebih tinggi, lebih dewasa, dan menyukai Bintang apa adanya. Dan ketika dia bertemu dengan cowok impiannya, yang sayangnya salah satu melenceng dari persyaratan, lebih muda dari Bintang, apakah Bintang bisa menerima dia apa adanya?
Kenapa sih harus peduli dengan pendapat orang lain? Cinta nggak mengenal perbedaan usia :p

Satsuki Sensei
Satsuki gondok ketika dia harus piket bareng Evan, cowok yang sering usil dan sering menggoda Sansuki dengan sebutan Cewek Jagoan, Cewek Perkasa, dan yang membuat tenar nama Satsuki Sensei, Evan menyebut Satsuki seperti itu karena dia dulu pernah kalah dala pertandingan Judo dengan Satsuki. Yang lebih menyebalkan lagi Evan tidak mau bekerja sama dalam piket! Evan akan membantu Satsuki dengan syarat mereka harus melakukan pertandingan Judo. Apabila Evan yang menang, berarti Satsuki harus menjadi pacarnya. Apakah Satsuki akan mengalahkan Evan lagi?
Nggak ada salahnya kok kalau cewek lebih kuat dari cowok :)

Transformasi Sita
Sita kecewa ketika sahabatnya Bintang dan Satsuki tidak merespon akan perubahan yang dilakukan pada dirinya, memakai make up. Mereka cenderung mengejek, hanya ada satu orang yang selalu mendukungnya, yang mengajarinya menjadi lebih cantik, Leoni. Ketika Leoni genjar mendekati Eko, pacarnya. Sita tidak tahu siapa sebenarnya yang telah menikamnya dari belakang.
Kita memang harus jeli memilih sahabat, ada kalimat yang aku sukai di cerpen ini:
Di depan sahabat, tidak perlu pura-pura.
Di antara teman sejati, wajah aslimu tetap akan dihargai dan disayangi.
Kalau kau tersandung, mereka akan mengulurkan tangan. Meski kau menampik, mereka akan menanti, sabar, memberi pertolongan kalau kau memintanya.
Dewi Inspirasi
Dewi hanya bisa diam saja, pasrah ketika Leoni menjadi tenar akan ide-idenya yang sangat bermanfaat untuk sekolah. Memangnya bisa apa Dewi? Dia hanya anak ibu kantin, penjual gorengan, dia hanya lulusan SMP. Tidak ada yang tahu kalau sebenarnya ide itu muncul dari isi kepala Dewi, hanya ada satu orang yang mengetahui rahasia itu, Debora.
Bau bangkai lama-lama akan tercium juga bukan?
Tuhan akan memberikan petunjuk. Meski kadang kamu harus membabat duri dan semak yang menghalangi, sebelum bisa menemukan jalan setapak.
Kopdar
Hmm, mungkin judul ini nggak asing buat yang sering aktif di dunia maya lalu ingin aktif juga di dunia nyata, yap dengan Kopdar atau Kopi Darat kita akan bertemu langsung dengan orang yang sebelumnya hanya bercengkrama di internet. Aini juga mengalaminya, atau lebih tepatnya Aquamarine, dia sedang menunggu teman yang dikenalnya di dunia maya dengan id Rocket. Bgaimana kalau wujud Rocket jauh dari bayangan Aini selama ini? Walaupun orangnya asik tapi kalau fisiknya jelek apakah Aini masih mau berteman dengannya lagi?
 Kadang hati lebih utama daripada fisik.

Kabarnya...
Kabarnya, kalau ingin permintaanmu terkabul, letakkan apel terhijau yang kaumiliki di bawah pohon beringin pada malam hari. Esok harinya apelmu akan diganti dengan sesuatu yang berguna. Mungkin nggak akan secara langsung berkaitan dengan dirimu, tapi (kabarnya lagi) benda itu akan membantumu mewujudkan keinginanmu.
Bagaimana jadinya kalau awalnya hanya iseng tapi terjadi sungguhan? Apakah kita akan mensyukurinya atau malah menyesalinya?

Surat Cinta
Gimana sih rasanya mendapatkan surat cinta dari orang yang misterius? Apakah takut atau malah senang? Farah mencoba menyelidiki siapa orang yang menjadi secret admirer-nya, dan ketika asumsi terakhirnya jatuh pada Calvin, TIDAK MUNGKIN!

Devon, Itu Nama Gue
Devon, itu nama gue. Keren, itu nama tengah gue.
Cakep-cakep profesinya sopir, iya, sopir untuk adiknya, Evan, yang belum punya SIM jadi kemana-mana harus dianter sekaligus mengawasinya dan pacarnya, Bintang. Dia jadi sering senewen karena waktunya habis untuk sang adik apalagi kalau lagi belanja, kapan giliran dia punya pacar kalau kerjaannya jadi baby sitter terus?

Keseluruhan saya suka banget sama buku ini, covernya keren, di setiap bab ada kalimat yang indah, apalagi ceritanya. Awalnya cerita favoritku jatuh pada Bintang dan Lazuardi tapi setelah memasuki bab terakhir dan selesai membacanya, i'm falling in love with Devon. Di cerita Bintang dan Lazuardi udah ada sih sedikit tentang Devon, nggak taunya saya dikasih kejutan di cerita terakhir, mbak Donna bikin buku khusus Devon dong, ya ya ya, hehehe. Yang bikin menarik adalah ada benang merah di setiap cerita, ibaratnya (lagi) adalah sebuah puzzle yang tercecer, ketika disatukan kembali hasilnya, sempurna!
4 sayap untuk si kopi manis
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...