Rabu, 30 November 2011

Bacaan Bulan November 2011


440357816

Gambar target buku untuk bulan ini, banyak yang meleset :(
Bulan ini masih gagal mencanangkan gerakan satu hari satu buku, ada sehari nggak baca sama sekali ada sehari yang habis dua buku, hehe. Bulan ini juga gagal namatin seri Mortal Instrumen, gara-gara di goda sama buku lain dan masih ada beberapa yang belum direview. Berikut data buku yang dibaca bulan ini (kalau nggak salah), ada satu buku yang nggak tamat dibaca :)
  1. Cinta Pertama by Ivan Turgenev
  2. Hold Me Closer, Necromancer by Lish McBride
  3. [baca ulang] Winter in Devil by Lisa Kleypas
  4. Where She Went by Gayle Forman
  5. [baca ulang] Blue-Eyed Devil by Lisa Kleypas
  6. [baca ulang] Smooth Talking Strangers by Lisa Kleypas
  7. [baca ulang] The Hunger Games by Suzane Collins
  8. Saraswati by Kanti W Janis
  9. [baca ulang] Cathing Fire by Suzane Collins
  10. Kedai 1001 Mimpi by Valian Budi
  11. Beastly by Alex Finn
  12. [baca ulang] Psyco Love by Syafrina Siregar
  13. To Kill a Mockingbird by Harper Lee
  14. LO Forever by Melanie Subono
  15. Life Traveler by Windy Ariestanty
  16. Senyum by Raina Telgemeier
  17. Empat Elemen by The Hermes & Friends
  18. Bittersweet by Danielle Steel
  19. Infinetely Yours by Orizuka
  20. Komik Naif #4 by Franki Indrasmoro
  21. Atas Nama Jiwa by Nova Riayanti Yusuf
Dan buku yang nggak selesai dibaca adalah Cinta Pertama by Ryonosuke Akutagawa. Bukan cangkir tehku saja, klasik :p

Liaison Officer Forever


10401685


by Melanie Subono

Thank to kak @adia311 yang sudah ngasih buku ini secara gratis (CD agnezmo masih tersegel, tapi sebelum akhir tahun akan di buka kok, ada voucher es krim gratis soalnya, hehehe), tetep ya bukunya nggak jauh-jauh dari musik :).
Saat elo menjadi seorang LO, lo nggak bisa menolak satu dan lain hal kalau itu bukan hal ilegal hanya atas dasar pendapat pribadi.
Pasti semua orang ngebayangin kalau menjadi orang di balik sebuah konser itu enak banget terlebih artis luar negeri, bisa ketemu langsung, foto-foto, peluk-pelukan, secara mereka cakep-cakep :p. Setelah membaca buku ini, ehmmm, pikir-pikir dulu deh.
Pertama-tama apa sih Liaison Officer (LO) itu? Jawabannya ada di buku pertama OUCH !! dan sayangnya saya belum baca dan pengen banget baca :(. Tapi, setelah membaca saya memahami LO adalah orang yang mengurus semua, mulai dari datang sampai pulang keperluannya si artis. Mereka yang bertanggung jawab penuh tentang si artis itu. LO ini mempunyai kitab suci, namanya Rider (daftar keperluan si artis selama berada di negara yang mereka kunjungi). Jenis Rider pun bermacam-macam, ada Production Rider (yang menggurusi alat musik), Security Rider dan Hospitality Rider. Di bab-bab awal kita akan lebih jauh mengerti tentang tugas-tugas mereka.

Nah, yang paling seru di buku ini adalah penulis membeberkan tingkah polah si artis di belakang panggung, jangan tanya gimana performa mereka di atas panggung, pasti spektakuler dong. Di balik semua itu, mereka sangat merepotkan bagi seorang LO. Mereka mempunyai keinginan, kesukaan, dan hobi yang berbeda-beda yang tidak jarang membuat seorang LO kewalahan. Contohnya, di buku pertama yang menjadi artis paling dasyat dan ribet, Mariah Carey alias si Mimi, dia meminta setiap karpet di kamar hotel-nya diganti dengan bulu-bulu pink, hihihi bulu domba siapa yang dicabut mb XD.

Di buku kedua ini, artis yang sering nonggol adalah Saosin, My Chemical Romance, Good Charlotte, BJORK, Brandon Boyd - Incubus, BEP, Flo Rida, Pit Bull, dsb. Banyak kemauan mereka yang sangat merepotkan LO, mulai dari barang bawaannya yang berjibun, makanan, baju, sampai kebiasaan yang aneh. Berikut apa saja kelakuan mereka :)):
  • Forever The Sichest Kids: mereka meminta menu makan yang yang spesifik, karena sebagian besar dari mereka adalah vegetarian murni.
  • Andrea Corrs: dia memesan bantal yang bukan dari bulu angsa, karena dia alergi.
  • Avenged Sevenfold: band cadas ini ternyata norak juga. Band yang terkenal dengan inisial A7X ini ternyata nggak jauh beda sama ABG alay, mereka suka banget foto, di mana saja.
  • Saosin: band yang hobi banget salaman sama fansnya, mereka juga nggak ribel masalah koper, satu koper untuk rame-rame, hehehe. Mereka juga suka makanan ekstrim.
  • BEP: mereka agak ngirit juga soal koper, mereka kan beberapa anggota, koper yang dibawa hanya 100. Fergie, kalau makan dia harus diterangkan apa saja komposisi makanannya (diet bok!)
  • BJORK: Dia menjadi saingan Mimi nih dalam soal heboh dan ribet, dia hanya satu orang dan koper yang dibawa kurang lebih ada 70 koper, setdah.
  • Westlife: Mereka membawa 5 pasang baju bengkel (ingat video Uptown Girl?), di punggung baju itu terdapat nama masing-masing personil, awalnya mb Mel seneng soalnya cucian mereka sedikit, ternyata setelah dikasih tau menager Westlife, tulisan nama mereka itu terbuat dari berlian asli, alhasil mb Mel mencuci pake tangan deh :D.
  • Brandon Boyd - Incubus: Dia jorok banget, nggak pernah ganti baju.
  • Benji dan Joel - Good Charlotte: Mereka suka barang KW. Band mereka juga suka banget sama makanan Indonesia, lebih tepatnya makanan anak kos, Indomie rasa soto.
  • Lost Prophet: Suka ngebungkus makanan kayak emak-emak yang habis pulang dari kondangan.
  • G-Way, vocalis My Chemical Romance: Gila, porsi makannya nyaingin akuh!
  • Flo Rida: Dia yang menggantikan award si Mimi di buku kedua ini, apa yang dilakukannya? Saya tidak bisa menjelaskan, baca tingkahnya aja melelahkan #piuh.
Itulah beberapa kebiasaan absurd band/penyanyi tersayang kita, masih banyak lagi terlebih penulis mengkategorikannya, contohnya jawara dari segi keanehan. Well, buku ini asik banget, kapan lagi coba kita mengetahui fakta tentang mereka? Paparazi malah kalah, yang jelas ini fakta karna si penulis alias si LO yang mengalaminya sendiri. Ada satu yang sangat menggangu di buku ini, TYPO! terlebih tanda bacanya. gaya penulisannya sih enak, nyantai, kayak kita cerita pengalaman kita ke temen-temen, lebih banyak kocaknya dari pada sedih, penulis bersenang-senang di atas penderitaan sendiri. Yah cuman itu sih kekurangannya, perlu seorang editor biar rapi dikit, hehehe. Saya rasa buku ini self publishing, soalnya saya tidak mendapati orang-orang dibalik buku ini selain penulisnya sendiri. Saya nggak bosan ngebacanya, ngakak terus, ditunggu kesengsaraan LO di buku selanjutnya, penasaran siapa yang menjadi The Next Bjork and Brandon Boyd =))
Dan kalau pun dari beberapa cerita ini lo menemukan hal-hal yang enggak banget, inget aja bahwa konser dan lagu-lagu mereka keren abis.

3 sayap untuk Inem si LO :p

Selasa, 29 November 2011

Infinitely Yours


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"

by Orizuka
editor: Andree & Gita Romandhona
sampul: Jeffri Fernando
penerbit: Gagasmedia
cetakan I: 2011
ISBN: 979-780-508-5
294 halaman
Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/infinitely-yours

Jingga dan Rayan, dua pribadi yang berbeda karakter menjalani sebuah tour bersama. bagaimana caranya dua orang yang tidak pernah cocok ini bertemu dan akhirnya menggelilingi negeri gingseng bersama?

Jingga, cewek nyentrik, periang dan cuek ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, bertemu kembali dengan native tour guide yang sukses mempesonanya di pertemuan sebelumnya, Kang Yun Jae.
Rayan, cowok serius, sinis, dan dingin ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, untuk menyelesaikan masalah, mencari jawaban kenapa pacarnya memutuskannya dan malah ingin menikah dengan pria Korea.
Jingga sangat menyukai negeri yang terkenal dengan operasi plastiknya ini dan Rayan sangat membenci negeri yang penuh dengan boyband ini.

Karna hanya satu tujuan Rayan, dia pun tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya seminggu di Korea untuk mencari Mariska. Dia memisahkan diri dari rombongan tournya, namun rencananya gagal untuk pergi sendirian karena Jingga tetap ngotot untuk ikut. Jingga beralasan dia tidak bisa meninggalkan rayan sendirian, karena dia adalah pasangan dalam rombongan, dia adalah tanggung jawabnya. Tentu Rayan sangat risih dengan kehadiran Jingga, hanya membuang nafas kalau melawan perkataannya, toh ada untungnya juga dia ikut, bisa sebagai penerjemah. Gara-gara mencari Mariska, mereka ketinggalan tour yang sudah terjadwal, Yun Jae pun berang lalu menyuruh mereka bertemu ke tempat yang sudah ditentukan.

Setelah menemukan jawaban yang dia cari, Jingga pun menghibur Rayan yang patah hati dengan mengajaknya berkeliling Korea, sebuah tour special, tour romantisme Korea.
Di mulai dari melihat puluhan ribu gembok cinta di N Seoul Tower, naik cabble car (kocak banget waktu Jingga menirukan adegan yang dilakukan Jun Pyo, tokoh Boys Before Flower XD), makan jajangmyeon (mi kecap kalau kata Rayan XD), membeli hoodie (kaos couple), membeli krim penghilang keriput untuk Rayan (karena dia jarang tersenyum), membeli couple ring, photosticker dengan gaya alay, menginap di Heartbeat Motel (karena rayan kehilanggan dompetnya, jadi menggunakan uang Jingga yang terbatas), ketinggalan rombongan tour lagi, dan menginap di rumah seorang pasangan kakek nenek yang mengira kalau Jingga dan Rayan adalah penggantin baru (banyak tips yang diberikan, hihihi). Seru dan kocak banget tour romantisme mereka. Gara-gara Jingga yang selalu ceria, perjalanannya pun ikut berwarna. Bahkan Rayan pun mulai tertular virus Jingga. bagaimana perjalanan mereka selanjutnya? Baca yuk :)

Mungkin novel ini memang untuk seneng-seneng, layaknya berwisata, kita ditunjukkan tempat yang jarang dikunjungi orang kalau berwisata ke Korea, Jingga menunjukkan sisi romantis yang ada di negeri yang mewajibkan setiap laki-laki melakukan wajib militer ini. Konfliknya simpel dan mudah ditebak, yang membuat seru itu adalah bagaimana Jingga membawa Rayan keluar dari kesedihannya, dengan tour romantisme itu. Serunya lagi, di tiap tingkah polah Rayan yang tidak biasa, Jingga mengabadikannya dengan memotret ekspresi Rayan dan membukukannya, penginggat semua hal yang terjadi selama di Korea. Karakter tokohnya nggak jauh beda sama yang biasa dibuat penulis, cowok yang sinis, dingin, cuek dan cewek yang ceria dan berkemauan keras. Bedanya, di sini si cowok nasipnya tidak mengenaskan seperti kebanyakan novel Orizuka, biasanya kan sengsara banget tuh, hehehe. Suka banget sama kemasan buku ini, mulai dari cover, ilustrasi di babnya, sampai daftar isi yang menggambarkan sebuah playlist berisi judul lagu yang sesuai sekali dengan isi tiap bab.
Bagian yang aku suka adalah ketika Rayan bilang, "Sekarang, kamu mau bayar pake apa?" LOL.

4 sayap untuk tour romantisme mereka. 

Empat Elemen


10496359



by The Hermes & Friends
penyunting: Jia Effendie
penerbit: The Hermes
cetakan I: Januari 2011
ISBN: 978-979-18103-6-4
205 halaman

Empedocles, seorang filsuf sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Perubahan terjadi karena elemen itu saling terpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan dan kematian dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya. - Pengantar Editor
Buku ini dipersembahkan untuk membantu para korban bencana alam di Mentawa dan Merapi. Berisi 29 cerpen/puisi/prosa dari 30 kontributor yang tiap cerita memiliki unsur api, air, tanah, dan air. Sesuai tema buku ini ditujukan, kebanyakan cerita berisi cerita-cerita tentang kepedihan, kehilangan, kesedihan dan pilu. Selain untuk membantu korban yang terkena musibah, buku ini juga berpesan agar kita mencintai lingkungan agar dia tidak marah dan rusak. Ada beberapa cerita yang saya mengerti, sedikit dan tidak sama sekali, hehehe. Maklum, saya tidak suka cerita yang berat-berat. Oke, review ini akan cukup panjang karena saya akan menjelaskan secara singkat komentar tentang cerita yang ada 29, siapkan tenagamu :)
  1. Demi Api Aku Mencintainya by @yuyaone: Suka, mengagetkan di akhir cerita. Bercerita tentang Shinta yang mencintai Rahwana yang mati di tangan Sri Rama. Kerasa sekali kesedihan Shinta, betapa dia mencintai Rahwana.
  2. Karnaval by @JiaEffendie: Agak binggung dengan ceritanya, mungkin ceritanya tentang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita mau, belajar ikhlas.
  3. Malam Itu, Saya Tak Membawa Api by @frezask: Sorry,saya tak mngerti apa maksud cerita ini.
  4. Buta by @rezaterpuji & @dinirahmi: Unik ceritanya, tapi saya binggung hehehe. Entah yang gila si ibu atau si pencerita.
  5. Gadis Api by @ksatria_cahaya: Sebuah puisi, saya tidak ahli dalam hal mencerna puisi, tapi cerita ini saya ibaratkan sebagai gunung berapi.
  6. Fluida dalam kandang by @mistchegeo: Saya mencerna si pencerita adalah air, apa lagi yang bisa menghidupkan baling-baling?
  7. Hujan dan Kedai Kopi by @seeska: Cukup ringan ceritanya, tidak mengandung pesan terselubung, hehe. Diputus oleh pacar lewat sms, tentang kenangan yang terhapus oleh hujan.
  8. Negeri Salju Abu-Abu by @9lights: Banyu, dia adalah para relawan bencana alam yang tidak pernah lelah mencari para korban yang hilang.
  9. Elegi Buat Seruni by @zeventina: seorang gadis yang sedih karena kehilangan, tapi ketika bertemu dengan anak jalanan, dia sadar ada kesedihan yang lebih mendalam di luar sana.
  10. Laila: Perempuan Berkekasihkan Ombak by @oijaw: Seorang perempuan yang merasa cintanya tak sebesar cinta selingkuhan pacarnya.
  11. Majimu by @danti25: Seorang ibu yang harus memilih menyelamatkan salah satu anaknya, dimana dua anaknya tertindih bongkahan kayu, hanya satu yang bisa diselamatkan. Aku suka cerita ini, harus memilih yang prioritas.
  12. Si Air Mungil by @iampandu: Tokoh utamanya adalah air, ia bisa menyamar jadi apa pun.
  13. Partitur Musim by @therendra: mengartikan empat elemen ke dalam empat musim.
  14. Selamat Pagi Jakarta! by @galoeh11: Jakarta yang kotor, panas, dan bau.
  15. Tiket by @tantehijau: Ibuu yang menyuruh anaknya untuk membuang tiket jackpot, karena dia tahu kalau menukarnya sama saja dengan bunuh diri.
  16. Membingkai Kenangan by @luckygs: Aku adalah anak gunung Krakatau, ceritanya unik, mengandung makna terselubung. Ternyata si pustakawati pandai merangkai kata juga :).
  17. Semua Hilang Dengan Hal-Hal Seperti Ini by @faridasusanty: Nah, muncul juga cerita dari penulis favorit saya, hehe. tetap ya ceritanya dark, seorang suami yang berselingkuh, ketika si selingkuhan ini mau membeberkan semua aksinya ke pada sang istri, si suami tidak akan membiarkan si selingkuhan mengambil apa yang dia punya.
  18. Pesan by @densapar: Bima menemukan kapsul waktu, dia menemukan kenangan Sophie, yang mencintainya.
  19. Air Mata by @arievrahman: Aku suka cerpen ini, simpel dan ngena. Mulai dari laki-laki yang melamar pacarnya, menikah, punya anak. Sampai suara lengkingan telepon yang merubah kehidupan Maria.
  20. Jika Cinta Jangan Mati by @ilaiana: Apa pun cara kita menghindari kematian, dia akan tetap selalu menang.
  21. Shunya by @putrafara: Lumayan juga cerita ini, walau sedikit membingungkan, gabungan empat elemen ke dalam satu cerita terbilang unik.
  22. Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu @sitttyasiah: Binggung, tentang kerinduan?
  23. Rindu by @myARTasya: seorang relawan yang mencari korban seorang anak tuna rungu di tengah letusan gunung yang sedang batuk.
  24. Sebuah Kotak dari Masa Depan by @piazakiyah: Binggung.
  25. Tanah Airku by @samdputra: Pak Darmo, tukang ojeg yang baik hati.
  26. Jiwa Ezra by @gembrit: Cukup binggung juga, reinkarnasi?
  27. Phoenix Api dan Keabadian by @aMrazing: Bara, sia api yang selalu membara, empat elemen dalam persahabatan empat orang.
  28. Senyawa by @rahneputri: Selain jago gombal, jago bikin puisi juga :)
  29. Fiksi Mini Dedi Rahyudi by @dedirahyudi: kumpulan beberapa fiksimini yang bertema empat elemen dari penulis.
Nah, kalau pengen lebih panjang lagi baca aja bukunya #pfft. Yak itulah penilaian subjektif dari saya, jadi belum tentu yang nggak saya suka berari jelek, cuman masalah selera aja. Masing-masing penulis punya ciri sendiri, ada yang penulisannya apa adanya, ada yang punya maksud terselubung di dalam cerita. saya sangat suka covernya! Buku ini bisa juga dibeli di www.hermesian.wordpress.com
3 sayap untuk tanah, air, api, dan udara

Petualangan Naif dan Mesin Waktu #4: Jerat-Jerat Waktu


Cover-komiknaif-4

by Franki Indrasmoro
story board & tinta: Suryo Nugroho & Joko Purwanto
penerbit: KPG
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-97-0388-8

Siapa sih yang nggak tahu sama grub band Naif? Band yang mengusung tema retro baik penampilan atau pun lagu-lagunya ini sudah tidak perlu lagi disangsingkan kalau di atas panggung. Nah, kalau di atas kertas bagaimana kiprah mereka? Saya baru tahu kalau Naif, atau lebih tepatnya Franki atau lebih dikenal dengan nama Pepeng, sang drummer, otak dibalik komik berseri ini yang tau-taunya udah seri keempat aja, hehe. Seneng banget waktu dikasih tau sama penerbit KPG kalau saya memenangkan buku ini, apalagi dipilih langsung sama penulisnya (lebih seneng lagi kalau ada tanda tanggannya) XD. Walau langsung lonjat ke komik keempat tidak membuat saya bingung, komik ini bisa berjalan sendiri walaupun lebih baik kalau membacanya secara urut. Cerita ini hanya fiksi belaka, jadi kalau ada kesamaan nama, tempat, waktu, abaikan saja :))

Cerita berawal dari Buya, manager Naif yang kelimpungan mencari anak asuhan mereka yang tiba-tiba menghilang, padahal konser mau segera dimulai. Akhirnya dia mencari naif gadungan, orang-orang yang mirip sama personel band Naif. Kocaknya, Naif gadungan ini tidak mengerti sama sekali tentang musik, yah walaupun tampangnya mirip XD. Lalu dimana Naif berada?

Jakarta, tahun 2024, David sang vocalis terlempar ke masa yang akan datang. Tau-taunya dia sudah berada di Heaven Devil Bar, tempat nongkrong anak Jakarta jaman besok, di sana dia mendapati keributan yang dilakukan oleh Jason, anaknya yang juga telah membuat sebuah band dengan nama Jasaon and The Ribs. Jason marah karena sang ayah melarangnya membentuk sebuah band, terjadilah konflik antara anak dan ayah. Setelah masalah selesai, David terlempar lagi di jaman bahulak.

Tahun 1933, David terlempar di masa penjajahan VOC. Di sana dia kembali bergabung dengan personil lainnya, Emil, Pepeng, dan Jarwo. Nggak taunya, Emil terlibat kisah cinta dengan Roekiyah, tapi sayang cinta tak terbalas. Setelah anggota band terkumpul semua mereka berencana pulang dengan radio antik yang membawa mereka melalang buana. Tapi, Emil tidak mau pulang karena ingin mengejar cintanya, terjadilah perkelahian antara Emil dan Pepeng, karena mereka harus pulang bersama-sama. Sewaktu bertengkar mereka tak sengaja menabrak radio antik dan tersedot ke masa jamannya Saung Kampret. Ada apa di sana? Baca deh :)

Seru, seru dan kocak. Selain disuguhkan dengan ilustrasi yang color full dan apik, kita juga dibawa ke masa yang bersejarah. Selain mendatangkan tokoh di masa itu, penulis juga memberi keterangan siapa mereka. Contohnya tentang Roekiyah dan Komik Saung Kampret (komik favorit penulis, buah tangan Dwi Koen). Lucunya lagi, waktu terlempar ke tempo doelu itu, bahasanya juga menggunakan ejaan van Ophuijsen, haha kocak deh pokoknya (tentu ada keterangan juga apa itu ejaan di buku). Kita nggak akan binggung waktu baca, selain bisa bikin ketawa, komik ini juga nambah pengetahuan juga, kan?

Kekurangannya? Terlalu tipis bukunya, hahaha. Nggak sampai setenggah jam saya sudah selesai bacanya. Selain itu konfliknya jadi cepet selesai, jadi yah berasa kurang, kurang tebel =))
Kita tunggu aja kelanjutannya, mau di bawa kemana lagi Naif menjelajahi waktu, baca-baca sih bakalan ada 5 seri. So, semoga lanjutannya lebih tebel dan cepet terbit :p
3 sayap untuk Jerat-jerat waktoe :)

NB: Tentang Penulis

Pepeng_naif
Franki Indrasmoro Sumbodo, lahir di Kudus 15 Januari 1976, ia lulusan D3 Fakultas Seni Rupa/Desain Grafis IKJ (1994-1999). Ketika berusia 17 tahun, pengoleksi action figure dan komik ini berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Menggambar Kobo-Chan (Elex Media Komputindo). Setelah itu Franki digaet majalah Hai sebagai Freelance Illustrator selama dua tahun (1993-1995).
Tahun 1995 ia banting setir ke dunia musik. Selain menjadi main talent video klip band Netral, "Walah", bersama David, Jarwo, Chandra, dan Emil, Franki mendirikan Band Naif yang masih eksis sampai sekarang (walau Chandra sudah mengundurkan diri pada tahun 2003). Di band tersebut, yang mempunyai panggilan akrab Pepeng, berperan sebagai drummer. Selain penulis lagu (Posesif), ia juga yang mendesain sampul kaset/CD beberapa album Naif dan memproduseri beberapa video klip Naif.
Franki juga membuat gebrakan baru dengan menjadi konseptor dan penulis komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Bisa mengenal lebih dekat lagi dengan Franki di www.frankiindrasmoro.com
Hmmm, dari sejarah dia dulu emang nggak jau-jauh dari nggambar ya :)

Bittersweet (Pahit Manis Kehidupan)

by Daniel Steel
alih bahasa: Ade Dina Sigarlaki
penerbit: Gramedia
desain sampul: Marcel A.W
cetakan I: Juni 2000
ISBN: 979-655-625-1
464 halaman

India Taylor, ibu rumah tangga yang memendam hasratnya untuk bekerja sebagai fotografer, profesinya sebelum menikah. Kehidupannya berubah total sejak menikah dengan Doug. Doug mengingginkan istrinya untuk mengurus rumah dan anak-anak, ingin keluarganya bahagia, terurus dengan baik. India mneuruti semua perinta Doug, mempunyaio empat anak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik selama 17 tahun.

India terpaksa menolak tawaran dari temannya untuk memotret sebuah peristiwa hebat, karena pada waktu meminta ijin ke Doug, dia malah memberi pilihan bererja atau becerai. Jelas India tidak mau mengorbankan pernikahannya, dia mencinai anak-anaknya. Sampai suatu ketika pada musim panas, dia bertemu dengan Paul Ward, laki-laki empat belas tahun lebih tua dari India, dia tampan, dewasa (idak hanya umurnya), ramah, memiliki kapal layar, kaya, dan dia menyukai Sam, anak terakhir India. Selama musim panas itu hubungan mereka menjadi akrab, saling curhat dan Paul mendukung akan mimpi India, tidak ada salahnya kalau dia bekerja. Merasa ada yang memperhatikan keinginannya, India lama-lama mempunyai rasa yang berbeda terhadap paul, sayangnya Paul sangat mencintai istrinya. India sudah lama tidak merasa dicintai, Doug terlalu cuek, dan mengganggap pernikahan mereka hanya rutinitas.

Musim panas berlalu, India kembali ke Westport, kembali ke rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Sampai dia mendengar kabar kalau istri Paul mengalami kecelkaan, India menghawatirkan keadaan Paul, dan benar Paul sangat sedih dan dia merencanakan berlayar dalam waktu yang tidak ditentukan untuk menghilangkan kesedihannya. Dengan telepon mereka saling berhubungan, saling mencurahkan kesedihan, saling mendukung. Berkat dukungan Paul, India akhirnya menerima tawaran temannya untuk memotret lagi, Doug jelas marah besar, tidak mau berbicara, dan lama-lama tidak seperti suami istri lagi. Doug juga marah karena India masih berhubungan dengan paul, mereka pun akhirnya memutuskan bercerai.

Ketika pulang dari pelayaran yang panjang, Paul ingin sekali bertemu dengan India, begitu sebaliknya, mereka sadar sudah saling mencintai satu sama lain. Mereka akhirnya memadu kasih selama seminggu. Kenapa cepat sekali? Paul masih dibayang-bayangi mendiang istrinya, dia binggung dnegan perasaannya sendiri, dia takut kalau sudah menghianati Serena, selain itu perbedaan usia, India yang mempunyai empat orang anak, jarak rumah mereka yang jauh juga menjadi rintangan. Keputusan diambil, Paul meninggalkan India dan kembali berlayar.

Awalnya sangat sangat membosankan, melulu tantang keegoisan Goug, tapi begitu India bertemu dengan Paul, mulai seru. Membaca ini kita jadi belajar tentang pernikahan, bagaimana sebaiknya mengambil sebuah keputusan yang tidak akan menghancurkan mahligai pernikahan #behhhh. Sebenarnya India sudah sangat baik sekali menjadi seorang istri dan ibu, dia dengan sepenuh hati melakukannya, sayangnya dia tidak mendapat penghargaan dari si suami, dia merasa dicuekin. Ditengah kebosanan itu dia kembali keingat mimpi kecilnya, menginggat kesukaannya yaitu memotret tapi Doug mengira kalau dia bekerja India jadi lupa akan tugas dia sebenarnya. Ketika dia bertemu orang yang mendukung pilihannya, perasaannya pun mulai goyang pada sang suami karena dia tidak mendapat dukungan itu. Pokoknya India tipe cewek yang kuat deh, suka sama karakternya, apalagi dia menghadapi kesedihan yang bertubi-tubi setelah perceraiannya. Jadi tahu kenapa covernya sebuah kapal layar, melihat endingnya cocok deh :)

3,5 sayap untuk ibu rumah tangga yang hebat


PSYCHO LOVE

by Syafrina Siregar
penerbit: Gramedia
cetakan I: Mei 2007
ISBN: 979-22-2879-9
224 halaman

[baca ulang]

Sinopsis
Amira Januari -- psikolog muda terkenal -- memiliki klinik yang selalu ramai, klien yang banyak, talkshow di radio dengan rating tinggi, dan mengasuh rubrik konsultasi di koran nasional. Masa depan yang cerah berada di genggamannya.
Hanya ada satu hal. Mira fobia pada publikasi dan pernikahan. bahkan Ardi, pengusaha sukses di usia tiga puluhan.
Hingga suatu hari, sebuah peristiwa menempatkan Mira sebagai pesakitan. Publikasi yang berlebihan menghancurkan masa depannya, karier, hidup, dan nama baiknya.
Satu-satunya jalan baginya adalah melarikan diri...

My Review
Dulu pas pertama baca suka banget, kasih empat sayap malah. Tapi, sewaktu membelinya dengan harga 10K saja di Gramedia Solo dan membaca ulang, penilaian agak berubah, hehe. Ceritanya cukup unik, mempermainkan konflik.

Mira mempunyaio klien yang ingin bercerai dengan suaminya dengan alasan sepele si suami melarang si istri bekerja, si istri tidak mau dikekang. Kakak si klien jelas geram dengan sikap kekanak-kanakan adiknya itu dan meminta iparnya untuk bicara baik-baik dengan si istri. Pusing menghadapi kemuelut rumah tangganya, si ipar nggak sengaja bertemu kembali dengan mantan pacarnya waktu kuliah dulu, dan setelah beberapa kali bertemu, ternyata rasa cinta yang dulu bersemi kembali. Di samping itu, si kakak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang perempuan yang cuek baik sikap maupun penampilan. Dia pun mencoba menggaet hati perempuan tersebut. Binggung? Baca aja deh soalnya ceritanya mudah ditebak.

Kenapa penilaian menurun? Dulu jatuh cinta banget sama tokoh Ardi, tapi sewaktu baca ulang sikap dia yang malah kekanak-kanakan, waktu Mira kena masalah dia malah ikut menyalahkan, membenci dan mencercanya. Dia juga seenaknya sendiri, tipe apa yang aku mau harus aku dapat. Selain itu, hubungan Mira dan Ardi terlalu cepat, cerita tentang mereka kurang banyak. Mira juga plin plan, binggung milih Putra atau Ardi. Yah, lumayan kok, nggak bosan untuk dibaca dan covernya keren! Sesuai dengan Mira yang pusing mengatasi masalah sendiri, padahal dia seorang psikolog :))

3 sayap untuk PSYCHO LOgiVE

Smile


11928863


by Raina Telgemeir
penerjemah: Indah S. Pratidina
editor: Dini Pandia
penerbit: Gramedia
cetakan I: Juni, 2011
ISBN: 978-979-22-7093-8
224 halaman

Pernah punya pengalaman seru dengan gigi? Gigi bolong, karatan, behelan mungkin? XD. Kalo iya, berarti kamu punya kesaman dengan Raina, gadis kelas enam ini hari-harinya selalu diidi tentang gigi, gigi, dan gigi. Keinget, dulu ada temen yang juga make kawat gigi, kepengen dan minta gigi dikawat juga tapi dulu ibu bilang, "untuk apa? Gigi kamu rata, udah bagus juga" XDD *pamer gigi*. Kalo di luar sana sih pake kawat gigi itu aib, kalo di sini kebanyakan buat gaya aja, hihihi *peace*.

Ok, beralih kecerita. Pada suatu malam, ketika Raina pulang dari perkumpulan pramuka dia diantar oleh teman-temannya, sewaktu mau menuju rumah dia membuat permainan siapa yang terakhir berarti telur busuk :p. Nah, waktu lari-lari untuk menjadi yang pertama, tiba-tiba Raina terjatuh dan dia mendapati giginya copot dua. Ibunya langsung membawa dia ke Orthodontis dan sang dokter menyuruh untuk merendam gigi yang copot tadi ke dalam susu selama 20 menit.

dr. Golden memasang kembali gigi yang copot tadi dengan gips untuk membantu gigi tetap di tempat selama masa penyembuhan. Tapi waktu diperiksa lagi, ternyata waktu giginya copot tulang atasnya juga rusak sehingga posisi dua gigi terdepan lebih tinggi (ngeri lihat rontgen-nya). dr. Golden pun meminta bantuan Endodontis untuk mencabut gigi, membersihkannya sampai ke akar, di bor, diisi semen lalu ditutup dengan alat yang panas membara. Lalu si dokter mencetak gigi Raina untuk mulai dipasang Bracket pada gigi depan lalu mengikatnya dengan geraham. Bebrapa hari kemudian, Rania disuruh memakai Headgear, kawat yang diikiat ke kepala guna mempercepat perbaikan overbite. Awalnya kawat menggunakan tekanan perlahan lalu sedikit-demi sedikit tekanan ditambah supaya gigi bergerak.

Smile2Smilegear

Sayangnya, setelah beberapa bulan memakai dua kawat tidak membuahkan hasil, gigi Raina tidak terlalu merespon perawatan karena gigi depan Raina melesak ke tulang rahang sehingga tidak dapat digerakkan dengan perawatan Orthodontik. Dokter pun menyarankan untuk ekstraksi atau mencabut kemudian membuat retainer dengan tempelan gigi bagus untuk mengisi celah. Dengan kawat penuh, bisa mengerakkan seluruh geligi atas ke bawah, proses ini membutuhkan waktu dua tahun.

Smile

Yah, setidaknya seperti itulah prosesnya sampai gigi asli berdekatan, selain itu Raina juga harus sering membawa karet gelang untuk mengoreksi rahang atas dan bawah yang tidak sejajar. Kait kecil ditempelkan ke kawat tertentu di gigi atas dan bawah, lalu karet gelang di rentangkan di antaranya. Merepotkan sekali, hehehe.

Bird-t_ca0-articlelarge

Apakah cuman tentang gigi saja? tentu tidak, saya perjelas tentang gigi ini karena saya suka tentang segi kesehatannya, soalnya dulu pas kuliah tidak terlalu mempelajari lebih dalam soal gigi, hehe. Masalah gigi ini juga berefek pada kondisi psikis Raina yang sedang beranjak remaja. Dia menjadi tidak pede, tidak boleh makan sembarangan, diolok-olok sahabatnya, mengalami gempa bumi sampai ke masalah percintaan. Dia takut dengan memakai kawat gigi dia disangka kutu buku dan tidak ada cowok yang akan meliriknya. Kawat gigi sudah menjadi bagian dari diri Raina.

Promo_smile_flatSmile1

Aku berhenti mengasihani diri dan memusatkan pada hal-hal yang ku gemari. Aku sadar telah membiarkan penampilan luarku mempengaruhi perasaan di dalam. Semakin aku fokus pada hal-hal yang kuminati, semakin banyak hal yang kusuka pada dirimku. Dan itu mempengaruhi cara orang lain memandangiku!
Seru, kita dimanjakan akan ilustrasinya yang full colour, tidak hanya itu, ilustrasinya pun kadang ada yang kocak, sedih sesuai sekali deh dengan ceritanya. Sayangnya, penjelasan tentang seluk beluk gigi tidak terlalu jelas, contohnya perbedaan Orthodontis dan Endodontis, Headgear, Blacket, dsb. Konfliknya sederhana, khas remaja. Awalnya ingin memberikan 3 sayap tapi setelah bukunya dibolak balik, menikmati lagi ilustrasinya, covernya yang simpel dan saya suka dengan karakter ibu Raina, di cepat tanggap, dan dia selalu memberi dukungan pada anaknya ketika mengalami kesusahan, salah satunya dia menghadiahi Raina ketika giginya luka parah, sebuah dukungan yang kadang sangat perlu. Penilaian pun berubah.
4 sayap untuk si kawat gigi :)

NB:
Tentang Penulis

5671304034_0730b47610
Raina Telgemeire tumbuh di San Fransisco, lalu pindah ke New York City, tempat dia memperoleh gelar sarjana ilustrasi di School of Visual Arts. Komiknya pernah mendapatkan nominasi Ignatz, Cybil, serta Eisner Award, dan muncul di Web, majalah, dan berbagai antologi. Dia mengadaptasi dan menggambar grafik novel The Baby-sitters Club, yang kemudian masuk daftar YALSA's Great Graphic Novels for Youth pada 2007. Karya terbarunya X-Men: Misfits, yang ditulisnya bersama suaminya, Dave Roman, diilustrasikan oleh Anzu dan masuk daftar bestseller New York Times. Untuk mengenal Raine lebih jauh, kunjungi websitenya di www.goRaina.com (website-nya keren banget loh).

Senin, 28 November 2011

Beastly

By: Alex Finn
penerjemah: Harissa Permatasari
penyunting: Prisca Primasari & Esti A. Budihabsari
penerbit: Mizan
cetakan I: Maret, 2011
ISBN: 978-979-433-612-0
409 halaman

Pernah nonton film Beauty and The Beast yang melegenda itu? kalu sudah tentu tidak asing dnegan novel Beastly, versi modern-nya, versi abad 21.

Kyle Kingsbury, cowok paling tajir, populer, di sayang guru di sekolahnya, ayahnya juga seorang pembawa acara berita ternama, mempunyai cewek cantik dan sexy, lengkap deh hidupnya. Sayangnya, semua anugrah itu telah membuat mata Kyle menjadi 'buta', dia menjadi angkuh, sombong dan suka meremehkan orang-orang tidak populer. Kyle merasa tersinggung ketika Kendra Hilferty, cewek gotik dimana dia keberatan dengan adanya surat suara pesta dansa kelas sembilan untuk memilih para bangsawan. Dia merasa tidak ada gunanya, kenapa mereka harus diperlakukan seperti itu? Berdasarkan apa? Hanya terpaku pada kecantikan fisik.
Merasa diremehkan, Kyle pun membuat sebuah rencana dimana nantinya akan sangat disesalinya. Dia mengajak Kendra untuk datang ke pesta dansa bersamanya, yang aslinya, Kyle membiarkan Kendra besar mulut dan pas pesta dansa berlangsung dia tetap akan pergi bersama pacarnya, Sloan Hagen. Hari H pun datang, Sloane marah kepada Kyle dan membuang korsase karena tidak sesuai yang diharapkannya bunga anggrek pesanannya, yang malah membawa mawar putih. Kyle memunggutnya dan memberikannya kepada gadis penjaga tiket dansa.
Sebenarnya, Kendra sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Kyle, dia hanya memberi kesempatan terakhir. Kendra ingin memberi pelajaran pada Kyle bagaimana rasanya menjadi jelek, buruk rupa. Kendra ingin Kyle belajar dari kesalahannya, maka Kyle baru bisa mematahkan mantra yang dibuat Kendra. Yub, Kendra adalah seorang penyihir, dan dia merubah Kyele menjadi makhluk buruk rupa.
Kendra memberi waktu dua tahun pada Kyle untuk menemukan seseorang yang bersedia menerima keadaan Kyle apa adanya, memandang Kyle di balik keburukan fisiknya tapi juga hatinya. Kyle harus mencari cinta sejati dan mengukuhkannya dengan sebuah ciuman agar kutukan tersebut bisa terangkat, kalau tidak, Kyle akan menjadi makhluk buruk rupa selamanya.
Berbagai upaya pun dilakukan Kyle dan ayahnya untuk merubah fifiknya, mulai dari ahli bedah plastik sampai cenayan tapi tentu saja nihil. Putus asa, ayah Kyle akhirnya membeli sebuah kastil besar untuk Kyle, ya, menjauhkannya dari dunia luar, ayahnya takut kalau kondisi fisik Kyle akan mempengaruhi profesinya. Kyle sangat sedih sekali, sewaktu mencari 'obat' Kyle merasa dekat dengan ayahnya dimana sebelumnya mereka tidak pernah sedekat ini, ayahnya terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Kyle tidak sendirian di 'istana' itu, dia ditemani oleh seorang pengurus rumah tangga yang setia dan tidak pernah mengolok-olok Kyle akan keadaannya, Magda, dan seorang tutor yang dibayar sangat mahal dan juga buta agar Kyle tidak ketinggalan pelajaran, Will Fratalli.
Berbulan-bulan Kyle hidup dalam kesendirian, kesepian, kesedihan, terasingkan. Hingga suatu malam dia memergoki seorang laki-laki paruh baya yang mengusik 'istananya'. Karena takut akan wujud Kyle dan masih tetap hidup, dia pun menawarkan Kyle seorang gadis untuk menjadi pacarnya, anaknya sendiri. Tentu itu sesuatu yang luar biasa bagi Kyle, dia sudah putus asa mencari cinta sejati guna mematahkan mantra Kendra. Dia pun mulai menyambut kedatangan gadis itu, memantaunya di cermin yang diberikan Kendra, menata kamar gadis itu sendiri, Kyle ingin membuat gadis itu senyaman mungkin di istananya, karena dia akanmenjadi tahanannya. Dia tak sabar menunggu kedatangan Linda Owens, gadis yang pernah diberi mawar putih di pesta dansa dulu.
Apakah Linda menerima saja sebagai tahanan Kyle? Apakah dia bisa merubah sifat Kyle dan membuatnya tulus mencintainya? Karena dongeng klasik, tentu mudah ditebak dong :)
"Orang-orang sangat mementingkan penampilan, tapi setelah itu, saat kau sudah mengenal seseorang dengan baik, kau bahkan tidak memperhatikan penampilannya lagi, ya kan? Karena begitulah penampilan mereka."

Awal baca absurd juga sih, kayak nggak cocok aja kalau dibuat versi modern, tapi memungkinkan juga soalnya sekarang pun banyak cerita aneh-aneh, hehehe. Makanya, kehidupan Kyle pun berjauhan dari dunia luar, dia selalu mengurung diri. Ada sih adegan waktu dia di kereta mau menyelamatkan Linda, dia kepergok manusia, dan ya gitu deh, lebay, hehehehe. Aku pikir di filmnya wujud si Kyle beneran penuh bulu, ternyata tidak, mungkin karena absurd tadi ya makanya diperhalus. Bosan? Tidak juga, aku malah sangat menikmatinya, ceritanya mengalir, kita bisa merasakan betapa kesepiannya Kyle, merasakan perubahan sifatnya sedikit demi sedikit, recomended deh buat yang suka baca cerita romance fantasy ringan. Apalagi waktu bacanya bayangin si Alex Pattifier yang jadi si Beast, sedapppp :))

Ini wujud mosternya
Ini versi tampannya



3 sayap untuk si makhluk buruk rupa.

Rabu, 16 November 2011

Identification Pass

District 2 with Cato :))

Senin, 14 November 2011

Catching Fire

Catching Fire (The Hunger Games #2)
by Suzanne Collins
Alih bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I: Juli, 2010
ISBN: 978-979-22-5981-0
428 halaman


Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....


Minggu, 13 November 2011

The Hunger Games

Hunger Games
by Suzanne Collins
alih bahasa: Hetih Rusli
penerbit: Gramedia Pustaka Utama
cetakan I: Oktober 2009
ISBN: 978-979-22-5075-6
408 halaman


Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Where She Went

Where She Went (If I Stay #2)
by Gayle Forman
alih bahasa: Poppy D. Chusfani
editor: Dini Pandia
penerbit: Gramedia Pustaka Utama
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-22-7650-3 
240 halaman

"Tiga tahun sudah berlalu sejak cinta Adam menyelamatkan Mia setelah kecelakaan yang memorakpandakan hidup gadis itu...
... dan tiga tahun sejak Mia pergi dari kehidupan Adam untuk selamanya."




Yub, lanjutan If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini) ini menceritakan kehidupan Mia dan Adam setelah kecelakaan yang membunuh orang tua dan adik lelaki Mia. Sudut pandang penceritanya dari Adam.

Menceritakan kehidupan Adam yang hancur setelah ditinggal Mia tanpa kabar dan pesan apa pun. Adam bingung dengan dirinya, salah apa? kenapa Mia meninggalkannya? Di tengah kepurukannya, Adam mencurahkan seluruh perasaanya dalam lima belas lagu dan tak disangka, lagu-lagu tersebut meledak di pasaran. Melalui album Collateral Demage yangmasuk tangga Billboars, Shooting Star, grup band Adam, menjadi bintang rock terkenal.

Menjadi terkenal, Adam mulia berubah, seperti yang dikatakan Mia, dia masuk kategori "cowok," orang brengsek, playboy, kecanduan obat, menjadi temperamental, hubungan dengan personil band lainnya pun tidak harmonis. Adam seperti kehilanga dirinya sendiri.
Menjadi terkenal, Adam kehilangan kehidupannya yang normal, merasa tertekan dengan banyaknya tur yang akan dijalani bandnya. Enam puluh tujuh malam, empat belas negara, tiga puluh tiga kota, beeberapa ratus jam dalam bus tur. Semua itu membuat Adam gila, terseret arus, masuk ke pusaran yang tidak tahu dimana muaranya. Ketika dia berjalan-lalan untuk menjernihkan pikirannya, tak sengaja dia melihat poster gadis yang selama ini selalu dirindukannya, poster itu bertuliskan SERIAL KONSER MUDA MEMPERSEMBAHKAN MIA HALL. Setelah bangkit dari koma, Mia benar-benar berjuang untuk hidup, berjuang agar tetap tegar dari kematian naas keluarganya, berjuang mewujudkan mimpinya menjadi pemain cello profesional. Cello memperbaiki suasana hati Mia. Setelah sembuh, dia berangkat ke Juilliard dan tidak pernah kembali lagi ke Adam.

Melawan perang batin, Adam pun memasuki Zankel Hall, bukan untuk melihat, hanya mendengarkan. Setelah konser selesai, Adam terkejut ketika petugas pintu masuk mengatakan kalau Mia ingin bertemu dengannya. Nah, ini adalah bagian yang paling saya tunggu-tunggu.
"Naluri pertamaku bukanlah memeluknya atau menciumnya atau meneriakinya. Aku hanya ingin menyentuh pipinya, yang masih merah setelah pertunjukkan tadi. Aku ingin menembus ruang yang memisahkan kami, yang hanya beberapa meter --bukan berkilo-kilo meter, bukan diseberang benua, bukan tahunan-- dan mengusapkan jemariku yang kapalan ke wajahnya. Aku ingin menyentuhnya untuk memastikan ini benar-benar dirinya, buka salah satu mimpi yang sering sekali menghantuiku setelah dia pergi, mimpi ketika aku melihatnya sejelas pada siang hari, siap menciumnya dan merangkulnya, lalu aku terbangun dan menyadari bahwa Mia berada di luar jangkauanku."
Jleb.
Setelah bertemu, Mia mengawali basa basi, sedangkan Adam banyak pertanyaan yang ingin dilontarkannya namun tak kunjung terucap. Kemana kau selama ini? Apakah kau prnah memikirkanku? Kau menghancurkanku. Apakah kau baik-naik saja? Merasa berlawanan arah, di mana Adam terbawa arus yang deras sedangkan Mia berada ditepian, Adam pun pergi meninggalkannya. Tak mau kehilangan kesempatan, Mia langsung mengejar Adam dan membawanya dalam perburuan rahasia kota New York. bagian ini menginggatkan saya seperti adegan dilm Before Sunrise/ Sunset, kedua tokoh utama berjalan-jalan mengelilingi kota dan saling bercerita tentang dirinya sendiri. Mia bercerita tentang Juilliard, tentang kehidupannya setelah sembuh, sedangkan Adam saling sahut menyahut dengan ceritanya Mia, berkunjung ke masa lalu. Misalnya ketika Mia berkata Adam berubah, maka akan flash back dimana dia mulai mengalami perubahan itu. Dan bagian dari acara jalan-jalan mereka yang aku sukai adalah:
"Berhenti tidak sulit. Memutuskan berhentilah yang sulit. Tapi, begitu kau sudah melakukan lompatan mental itu, sisanya mudah."
"Sungguh? Jadi begitukah caramu berhenti menghubungiku?"
Jleb. Jleb.
Menohok banget pertannyaan Adam ini buat Mia, bagaimana tidk/ sejak awal bertemu, mulut adam sudah gatal ingin menanyakan alasan kenapa Mia pergi meninggalkan dirinya. Untuk mengetahui jawabannya, bacalah sendiri, kau akan ikut terseret oleh arus yang deras bersama Adam.

Dia awal saya sudah menuliskan kalau sudut pandang penceritanya dari Adam, dan sangat sangat menyukainya. Saya ikut terseret oleh perasaan Adam, bagaimana dia hancur akan kehilangan Mia, terseret adam untuk melewati satu hari, hanya satu hari, satu periode dua puluh empat jam untuk kau lewati. Bagaimana perasaan Adam yang carut marut ketika bertemu dengan Mia lagi. Saya sangat suka dengan buku ini, penulis menyelesaikannya benar-benar tuntas tas. Awalnya saya berpikir setelah bertemu yaudah selesai, tapi saya puas dengan endingnya. Selain itu, dalam selingan tiap bab, penulis juga mencantumkan potongan lirik lagu dari album Collateral Demage, tambah dekat lagi kita dengan Adam. Saya kasih contoh dari lagu yang paling saya suka dan merupakan lagu kebangsaan Shooting Star, Animate:
"First you inspect me
Then you dissect me
Then youreject me
I wait for the day
That you'll resurrect me"
 Selain "lebih dekat" dengan Adam, kehidupan Adam mencerminkan kebanyakan artis yang sedang booming. Saya jadi sedikit memahami kenapa para artis tersebut setelah terkenal malah "rusak," bunuh diri, ketergantungan obat, depresi sehingga tidak sedikit artis yang masuk rehabilitasi. Mereka kehilangan diri sendiri, kehilangan privasi, tidak bisa menjalani kehidupan yang normal lagi, selalu ada kamera yang merekam tindak tanduk mereka. Pusing, tertekan, letih karena jadwal manggung yang padat. Karma, begitu kata Adam ketika seseorang mendapatkan ketenaran dan kekayaan.

Alurnya melompat-lompat, dari masa sekarang- masa lalu- dan kembali kemasa sekarang, cepat dan tidak membuat bingung karena benar-benar mengalir sesuai langkah Adam. Where She went adalah bukunya Adam, kita akan tahu semua tentang Adam sedangkan If I Stay adalah bukunya Mia. Jadi, kalau benar-benar ingin mendapatkan "feel" buku ini, ada baiknya membaca buku yang pertama karena sangat berhubungan. Perasaaan Mia juga tergambar, apa lagi di bagian akhir-akhir, yah seperti kalau kita makan harus ada makanannya bukan? sama seperti itu, Where She Went adalah minumannya sedangkan If I Stay adalah makanan pokoknya. Suka covernya, Adam banget! jauh lebih suka covernya daripada buku aslinya di mana menurut saya lebih cocok untuk buku pertama. Saya tidak begitu memperhatikan apakah ada typo atau tidak karena saya sudah ikut terhanyut oleh pusarannya Adam, bersama dirinya #eaaaaa.

Well, 5 sayap untuk Adam Wilde yang liar :p

Selasa, 08 November 2011

Saraswati

Sejak membaca karyanya yang kedua yaitu dimana cerita bergenre teenlit tapi dikemas dalam kisah klasik mistis, kemudian disusul karya ketiganya berupa kumpulan cerpen dalam judul , saya menjadi penikmat tulisannya. Tema yang diangkat sama penulis yang mempunyai darah Solo ini mungkin ada yang udah pasaran tapi diracik dengan bumbu yang berbeda. Saya pun penasaran dengan karya pertamanya, untung punyanya 'rahib' avaible for swap :)).
Sangat penasaran dengan sinopsis dibelakang sampul dimana tertulis "Secara tradisi biasanya kisah cinta hanya memiliki dua akhir penyelesaian. Apakah berakhir dengan 'happy ending' atau tragedi dan perpisahan. Dalam Saraswati, Kanti keluar dari jalur tradisi ini. Secara tidak terduga Kanti menawarkan klimaks alternatif yang baru." Bagi penggemar happy ending seperti saya tentu sangat penasaran dong, seperti apa endingnya yang nggak biasa itu.

Bercerita tentang Disam, seorang anak kecil berumur 10 tahun, peranakan Belanda yang muak akan kedua orang tuanya dimana tidak bosan-bosannya bertengkar, Disam pun lari dari rumah dengan membawa sepedanya. Karena kalut dia pun terjatuh dan ditolong oleh seorang gadis remaja berumur 15 tahun, gadis cantik yang jago melukis bernama Saraswati. Semenjak kejadian itu mereka pun menjadi sahabat tapi sayang, ketika orang tuanya bercerai, Rasty (panggilannya) malah meninggalkan Disam tanpa kabar.

Tujuh tahun berlalu, Disam menjadi cowok yang tampan rupawan yang berprofesi sebagai model dengan kehidupan yang cukup liar. Ketika dia pergi ke studio foto untuk mengambil hasil jebretannya, tidak sengaja dia melihat sosok gadis yang telah dicari-carinya selama ini. Karena penasaran, dia pun rutin ke tempat tersebut dan akhirnya tahu pola kedatanggan si gadis tersebut. Dan ternyata benar, dia adalah Saraswati. Rahasia perginya pun terungkap, tidak lama setelah kejadian orang tua Disam yang bertengkar hebat, kedua orang tua Rasty meninggal dalam kecelakaan, tanpa sempat berpamitan dia pun pindah ke Bali bersama Tuniang-nya (sebutan Nenek dalam bahasa Bali) dan baru beberapa bulan ini kembali ke Jakarta. Persahabatan mereka pun kembali terjalin, dan semakin erat. Disam tidak suka bila ada cowok lain yang mendekati Saraswati, dia malah posesif. Saraswati juga bingung akan perasaanya sendiri, Disam sudah seperti adik tapi ada perbedaan yang besar jika mereka menjalin hubungan, mulai dari perbedaan usia sampai agama. Selain itu Tuniang-nya juga sudah menjodohkan Saraswati dengan sesama orang Bali, Bisma. Lalu tindakan apa yang dipilih Saraswati?

Ya, temanya sudah pasaran bukan? sahabat menjadi cinta, tapi penulis menambahkan bumbu tentang perbedaan usia, pernikahan beda agama, terpaku akan adat istiadat yang mengharuskan orang Bali menikah dengan sesama Bali. Seperti yang saya kutip dari penulisoptimis.blogspot.com
"Janganlah mempermasalahkan hal-hal yang sudah melekat semenjak kita dilahirkan ke dunia, seperti suku, keluarga dan usia. Buat apa mempermasalahkan hal-hal yang sudah tidak bisa diubah."
Ide ceita tersebut sangat saya suka, tapi sayang saya kurang merasakan bumbu itu. Yang saya tangkap dari membaca buku ini adalah di mana Disam dan Saraswati enggan menggungkapkan cinta, berkali-kali Dimsam sudah menunjukkan rasa cintanya dengan cemburu bahkan mogok menggunjungi supaya Saraswati tahu akan perasaanya, kekanakan bukan? Sedangkan Saraswati yang galau akan pilihannya, memang alasan perbedaan-perbedaan tersebut yang melandasinya tapi saya merasa kurang, lebih banyak kebersamaan mereka. Endingnya juga, menurut saya sudah biasa, tidak ada klimak alternatif baru. Tapi saya sangat menikmati interaksi antara Disam dan Saraswati, bagaimana mereka pertama kali bertemu sampai endingnya. Alurnya cepet jadi bisa habis 'semalam baca'. Masih banyak typo, entah emang disengaja agar tulisannya tidak begitu formal atau emang salah, seperti Mao, Ngga, Sodara, dll. Eniwei, untuk sebuah karya yang pertama kali bagus kok, bahkan dengan buku ini menggantarkan penulis sebagai penulis berbakat khatulistiwa award 2007.
Oh ya, bisa juga mendapatkan ebooknya di www.papataka.com ini covernya.

3 sayap untuk si bule Dimsam.


Saraswati
by Kanti W Janis
Penerbit: Akoer
Cetakan I: September 2006
175 halaman

Jumat, 04 November 2011

13 Reasons Why




Coba bayangkan seandainya saja jika kau pulang dari sekolah dan menemukan kotak sepatu berisi 13 rekaman dalam 7 kaset yang direkam oleh gebetanmu, kaset yang berisi alasan kenapa dia bunuh diri dua minggu sebelumnya? Mungkin kau akan merasa seperti Clay Jensen, tidak percaya, ingin muntah dan bagaimana bisa? Terlebih dia menjadi salah satu alasan Hannah Baker bunuh diri. Setiap kaset memiliki nomor yang ditulis dengan cat kuku berwarna biru tua di sudut kanan atas, setiap sisi kaset memiliki nomor yang berbeda. Nomor satu dan dua di kaset pertama, nomor tiga dan empat di kaset kedua, dan seterusnya. Tugas bagi si penerima adalah mendengarkan dan mengedarkan. Setelah selesai dia harus mengirim ke orang berikutnya yang sudah terencana. Tidak hanya kaset itu, Clay juga mendapatkan peta kota dengan sekitar selusin bintang berwarna merah yang menandai tempat yang berbeda-beda di sekitar kota, peta yang akan mendukung kejadian yang dialami Hannah. Mungkin kalian sudah tidak sabar mendengarkan isi kaset tersebut bukan? aku ambil walkman dulu, dan, Play:


Kamis, 03 November 2011

Semburat Senyum Sore


11245819


Sinopsis belakang sampul:

Langit kini sedang cerah dan mendung-bahagia dan sedih. Akhirnya dia mendapat kesempatan untuk membuat film; selalu seperti yang diinginkannya selama ini. Namun, dia merasa tertekan karena mamanya memaksa Langit untuk cepat lulus kuliah. Dia juga mendapat kesempatan untuk dekat dengan Thyo, tapi cowok itu menyayangi cewek lain. Lagi pula, ada Arda yang mulai mendekati, membuat kekecewaan Langit kepada Thyo terobati.

Langit yang cuek terhadap hidup dan lingkungan sekitarnya berubah setelah dia mengenal Nenek Romlah. Wanita itu dan cucu laki-lakinya menyadarkan Langit bahwa semua hal yang dimilikinya saat ini patut disyukuri, termasuk orang-orang yang selama ini dianggap Langit tidak menyayanginya.

Reviewku:
Yub, sinopsis di atas udah sangat mewakili isi cerita (padahal lagi nggak bisa mikir ;p). Awal lihat covernya keren, suka banget nget, nget, trus tagline dibelakang sampul juga nendang, "Kalau enggak bisa dapet apa yang kita suka, lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet.." Trus setelah buka-buka dalemnya ada ilustrasi gambar yang oke punya, aku berpendapat sih karakter Langit ini mirip sama penulis sendiri, dia kan juga penyiar radio :). Konfliknya lumayan banyak, mulai dari keluarga langit yang nggak akur sama istri pamannya, keberadaan ayah tiri Langit, dimana Langit sepertinya belum bisa menerimanya, cowok yang disukainya ternyata suka cewek lain, ada juga cowok yang baik sama Langit ternyata mempunyai misi hanya memanfaatkannya saja. Tapi dia bersyukur bisa mewujudkan salah satu mimpinya menjadi seorang penulis skenario film berkat atasannya di Ganendra Radio dan bertemu Nenek Romlah, penjual tasbih di dekat tempat kerjanya, beliau mengajarkan Langit caranya sabar, ikhlas menjalani hidup, selain itu dia kaget cucunya Nenek Romlah, Wasis, ternyata pintar menggambar. Seperti yang dibilang Langit pada halaman 72, "Tuhan membuka mata hatinya untuk memberikan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkannya."

Karakter Langit yang easy going membuat kita betah membaca buku ini, dia itu orangnya santai banget, mungkin khas penyiar radio kali ya, ceplas ceplos, cerewet tapi nyenengin. Aku juga suka karakter Thyo, yang nggak berlarut-larut karena cintanya pupus. Hampir tangline di setiap bab aku suka,
Tuhan bukan mengabaikan harapan, tetapi mengguhkannya sampai tiba saat yang tepat untuk mengabulkan dan menjadikan kejutan.

tarik napas, buang... lalu tersenyumlah.

Jendela hati akan terbuka lebih lebar jika kita ingin mengenali rasa syukur lebih dalam.

Pada awalnya, keikhlasan memang selalu bertentangan dengan kehilangan.

Keberadaan mutiara tidak akan diketahui tanpa membuka kerangnya.

Hari ini adalah 'kelak' yang kemarin kita idam-idamkan.
Lah kenapa banyakan quotenya daripada ceritanya yak? hehe, untuk lebih jelasnya tentang lika-liku kehidupan Langit baca aja, lumayan asik kok. Sebenarnya ada yang mengganjal nih, cerita ini kisah nyata penulisnya nggak sih? :))
Tarik napas, buang... 3 sayap untuk kehidupan si penyiar radio.

Semburat Senyum Sore
by Vinca Callista
Penyunting; Jia Effendi
Ilustrasi: Rizki Nur Sidiq
Ilustrasi Sampul: Ykha Amelz
Desain Sampul: Aniza
Penerbit: Atria
ISBN: 978-979-024-484-9
Cetakan I: Mei 2011
244 halaman

Rabu, 02 November 2011

Nguping Jakarta


12679354


Gimana nulis reviewnya, ya? Hahahaha, oke aku mulai dari pecakapan absurd yang aku suka, here:
Buat Mereka yang Butuh Tantangan Lebih
Dosen: "Ada tiga profesi yang paling dicari di Australia. Peringkat ketiganya adalah orang di bidang IT. Kalian bisa tebak peringkat satunya?"
Mahasiswa: "Teroris, Pak!"
Kuliah jurusan Teknik Informatika, didengar satu kelas yang akan mengajukan pindah jurusan sesegera mungkin.

Ini Sudah Kehendak Yang di Atas
Siswa #1: (dari lantai 2 minta tolong dipanggilkan seseorang) "Eh, eh, panggilin dia, dong."
Siswa #2: (kepada orang yang dimaksud) "Eh, lo dipanggil yang di atas."
Sekolah di Halim, didengar siswa-siswa yang bergegas mengucapkan turut berduka cita.

Fleksibel Gitu Mungkin, Suaranya?
Mahasiswi #1: "Lo UKM apa di kampus?"
Mahasiswi #2: "Paduan suara."
Mahasiswi #1: "Suara lo apa? Salto, ya?"
Didengar oleh seseorang yang hampir tersedak dalam nada C minor-nya Vety Vera.

Sungguh Efek yang Aneh
Siswi #1: "Aduh kembung banget, gue mau bersanggama, nih..."
Siswi #2: "Hah?"
Siswi #1: "Iya, bersenggama!"
Siswi #2: "Sendawa!"
SMPN di Jakarta, didengar oleh semua pengunjung kantin yang berpikir minuman soda mangandung afrodisiak.

Kami Takut Kalo Semangat Nanti Bapak Ngapain Kita
Dosen: (frustrasi melihat mahasiswa tak bersemangat) "Aduh, kalian makin lemes semua, sih, saya jadi lemah syahwat, nih!"
Universitas di Depok, didengar oleh para mahasiswa yang serentak bangun dari kantuknya.

Untuk Variasi, Bolehlah Sekali-Sekali Ganti Posisi
Guru: "Jadi, rumus menghitung sex ratio adalah jumlah laki-laki per jumlah perempuan dikalikan 100."
Murid-murid: "..." (sibuk mencatat)
Guru: "ingat, ya, jadi laki-laki selalu dia atas posisinya..."
Murid-murid: "..." (sibuk cekikikan)
Didengar oleh satu kelas yang rasio antara laki-laki dan perempuan tidak seimbang.

Jangan Sungkan Memesan
Pelayan sambil memberikan menu: "Sialkan."
Restoran di jakarta, didengar oleh pengunjung yang merasa keberuntungannya langsung hilang selama tujuh tahun.

Jangan yang Indie, Saya Gak Ngerti
Cewek: (Dengan Lantang) "Mas, Pop Porn-nya dua, ya!"
Bioskop di transkota, didengar oleh pengunjung antrean makanan kecil yang ingin memesan benda yang sama.

Dikancingin Aja
Penjaga fotokopi: "Mbak, ini amplopnya mau direslitingin, gak?
Didengar oleh pengunjung lain yang langsung memeriksa celananya.
Yak, segitu aja ya contoh yang aku suka, sebenarnya masih banyak lagi tapi capek nulisnya, hehehe. Bagi yang sering nyantronin http://ngupingjakarta.blogspot.com/ pasti udah nggak asing lagi dong sama dialog-dialog yang bikin ngakak ini. Berhubung aku tahunya telat, aku baca bukunya terlebih dahulu baru kemudian mengikuti blognya. Lucuu, nggak jarang kita mendengar percakapan orang dengan tidak sengaja dan kemudian terpingkal-pingkal sendiri, bahkan kadang kita sendiri pun pernah mengalami hal absurd tersebut, pemahaman yang salah, salah mengucapkan perkataan, melontarkan plesetan, dsb yg bisa mengurangi kepenatan di keseharian yang semrawud. 

ngupingjakarta.blogspot.com lahir pada 4 September 2008. Diawali dengan kuping kanan (Rangga Sastrowardoyo) dan kuping kiri (Rey Saroso) yang tidak sengaja mendengar teriakan seorang anak kecil perempuan ke temannya, "I,m telling you, my mom is a lesbian!" yang sukses membuat mereka ngakak. Mereka juga sering membaca situs yang bernama Overheard In New York dan terpikir kenapa nggak buat versi lokalnya. Banyak hal absurd yang terucap di sekitar kita, sering lupa menceritakannya, butuh tempat untuk menampung semua itu, jadilah Nguping Jakarta.
Buku ini dibagi menjadi enam bagian:
  1. Cerahnya Dunia Pendidikan Kita
  2. Saat Kecepatan Suara Lebih Tinggi daripada Kecepatan Pikiran
  3. Gagap (Ngomong) Teknologi
  4. Tepuk Jidat Berjamaah
  5. Cerita Keluarga Tanpa Rencana
  6. Di Antara Kantor, Klien, dan Tenggat
Yang paling aku suka adalah bab satu dan dua.
Silahkan dibaca dan silahkan tertawa sepuasnya.
3 sayap untuk yang tidak bisik-bisik

Nguping Jakarta
by Kuping Kiri dan Kuping Kanan
Penyuntung: Isman H.S & Primadonna A.
Penerbit: B First (Bentang Pustaka)
ISBN: 978-602-8864-37-4
Cetakan I: Agustus, 2011
221 halaman

NB: bagi yang punya pengalaman NYATA seperti di atas, Kirim ke nguping.jakarta@gmail.com lengkap dengan siapa yang mendengar dan tempat kejadian.

Kening


12434677


Dulu saya berpendapat kalau seorang artis itu tidak akan sukses di luar profesinya. Tapi nyatanya salah bukan, lihat Dee yang sekarang menjadi penulis bestseller atau Indra Herlambang yang tulisannya setiap membacanya saya akan berkata, "benar juga ya." Begitu juga dengan Fitri Tropika atau biasa dikenal dengan nama beken Fitrop. Awalnya kaget juga, seorang Fitrop seorang pembawa acara yang lagi tenar, komedian, gayanya yang lebay buat buku? Tentang apa yang akan ditulisnya? Berhubung saya memfollow akun twitternya dan waktu itu gencar banget promosinya, saya pun penasaran. Ketika ada teman yang membelinya, saya langsung mengantri nomer satu. Ternyata, setelah membaca saya mengenal sosok Fitrop yang lain, tidak seperti yang selama ini saya lihat di tipi.

Sebenarnya saya bingung novel ini menceritakan apa, Kening, mungkin itu memang ciri khasnya fitrop tapi kok kayak nggak ada hubungannya sama isinya. Menurutku buku ini lebih mendominasi akan kisah cintanya (nggak tau ini nyata atau cuman fiksi, hanya Fitrop yang tahu XD) mulai dari pacar pertamanya yg menyisihkan uang jajannya seribu rupiah per hari di celengan, katanya buat biaya gedung kalo sudah besar dan mau menikah XD, pacar terlamanya (3 th) Agra, dan sama si Mr Ranchoddas Shamaldas Chanchad (artis arab yg suka Bollywood itu, Zacky). Kisah cinta tersebut berada di bab awal, di Hello Goodbye. Saya sangat menyukai bagian ini karena fitrop jauh berbeda sama yg ditipi (yah, kadang lebaynya muncul dikit). Berawal dari dia naksir teman waktu mewakili tempatnya kerja (di radio Ardan) menjadi reporter MTV, Owl namanya. Tapi sayang dia tinggal di Medan jadi fitrop nggak berharap banyak. Trus waktu denger kabar kalo dia mau kuliah di Bandung Fitrop seneng banget, ada harapan nih. Setelah mengenal cukup lama fitrop malah ilfill sama dia, dia terlalu pendiam, asik dg dunianya sendiri. Lain dengan Agra, dia malah perhatian, awalnya Fitrop ngira dia tengil abis, typical high school bad boy yang banyak ditaksir adek kelas, sadar kece lalu makin sok kece, hobi gonta-ganti pacar, bolos dan berantem, bukan kategori fave Fitrop deh. Tapi sewaktu berkenalan dengan cowok punk, temen Agra, dia tahu kalo Agra sosok cowok smart yang tahu banyak hal, suka baca buku dan paham akan ideologi-ideologi yang dipilihnya. Sejak itu dia menjadi sahabatnya. Fitrop mulai jengah ketika Agra suka curhat tentang mantan atau gebetannya, dia mulai merasakan perasaan yang lebih tapi dia takut mengutarakannya. Ternyata oh ternyata sebenarnya mereka saling suka tapi yaitu tadi Agra mengira kalo Fitrop masih suka sama Owl sedangkan Fitrop mikir Agra masih ngarep sama gebetannya. Mereka pun berpacaran selama 3 tahun. Hubungan mereka mulai renggang ketika fitrop sering bolak-baling Bandung-Jakarta demi mewujudkan mimpinya. "A hurt that hurts is a heart that works." Waktu baca part ini kerasa banget kalo Fitrop bener-bener suka, sayang sama Agra. Bahkan waktu berpacaran dengan Zacky dia masih kepikiran Agra, waktu putus pun sakitnya nggak sesakit sama Agra. Suka banget waktu Agra bilang ke fitrop, "kamu: semangatku." Sayang disini nggak dijelasin kenapa Fitrop putus sama Zacky, haha malah ngosip.
Bab selanjutnya ada Love Letter Untukmu, Dan Kamu surat buat kedua ortunya. Trus berikutnya ada Mendongeng, Jreng!, Mojang Macho, Kain Gaip, Pagi Manis Asam Asin yang hanya sekilas saya baca. Di bagian terakhir Trims berisi pertanyaan-pertanyaan dari followers fitrop di twitter dan dijawab dengan ngawur. "Why so serious anyway? Dunia di luar sana sudah begitu serius, kenapa di sini juga harus?"
 
Typo ada sedikit, tulisannya kecil-kecil, kertasnya apa terlalu tipis yak? Ada bagian yg sampe tembus tulisannya. Covernya keren. Kayaknya Fitrop berbakat deh jadi penulis romance, ditunggu karya selanjutnya :)

oh ya, mau ikutan Trims, dan pertannyaanya adalah: Gimana kabar Agra sekarang? :))
3 sayap untuk si Nong-Nong

Kening
by Fitri Tropica (Fitrop)
Penerbit: Terrantbooks
ISBN: 9793750448
Cetakan I: Juli 2011
194 halaman

Cinta Pertama


Selain Non Fiksi untuk baca bareng bulan November, para BBI-er juga mengusung tema #SavePustakaJaya, buku yang saya baca adalah Cinta Pertama karya penulis dari Rusia, Ivan Turgenev. Awal dapet buku ini, weh tipis kaleee, makanya disebut novelet, hehe. Sebenarnya berharap banyak sama buku ini, mengacu pada Wuthering Heights yang sama-sama klasik, saya berharap sebagus buku yang suram itu, yah, memang buku ini suram tapi kurang.

Jujur saja saya bingung sama isi ceritanya, dikarenakan terjemahannya yang sulit dicerna. Saya maklum kalau ini terbitan lawas, cetakan pertama saja tahun 1972, lah saya belum lahir itu. Pertama kali terbit tahun 1860, diterjemahkan oleh Rusman Sutiasumarga ke bahasa Indonesia memalui bahasa Belanda. Cinta Pertama juga pernah diterjemahkan ke bahasa Sunda, dimuat bersambung dalam Majalah Sunda tahun 1965 (dengan judul Baleg Tampele) Tapi buku yang saya beli ini terbitan tahun 2009 dan cetakan keempat, apakah tidak bisa diterjemahkan ulang sebelum dicetak lagi? Mungkin buat beberapa orang tidak masalah, tapi saya tidak dapat menikmatinya, tidak mendapatkan 'feel' ceritanya, alhasil saya berulang-ulang mencernanya sampai capek.

Inti yang saya dapat adalah cerita ini bersetting di Moskow pada tahun 1833, ada seorang laki-laki berusia 16 tahun, Vladimir Petrovitsy, yang jatuh cinta kepada tetangganya yang cantik jelita, perempuan itu lebih tua darinya, berusia 21 tahun, putri Zinaida Alexandrovna. Walaupun berdarah bangsawan, keluarga Zazekina termasuk miskin, rumah yang disewanya pun hampir roboh. Namun berkad kecantikannya banyak pemuda lain yang mengejar-ngejar demi mendapatkan hatinya. Vladimir pun memberanikan diri bertemu dengan Zinaida. Gadis yang terlihat angkuh itu tahu kalau pemuda yang malu-malu datang itu suka padanya, diapun memanfaatkannya sebagai pengawal. Apakah Vladimir akan mendapatkan cinta pertama yang tak terlupakan?

Selain terjemahannya, kisah ceritanya pun tidak banyak konflik, saya merasa Zinaida itu lebih menyukai ayah Vladimir (ini pemahaman saya waktu membacanya loh), Vladimir yang tidak dekat dengan ayahnya dan dia itu lembek, tidak gentle, tidak bisa membuat saya jatuh cinta pada karakternya. Tapi saya suka covernya, mencerminkan isi cerita. Ada perkataan ayah Vladimir yang saya suka walaupun saya bingung akan artinya:
"Hati-hatilah memelihara kecintaan seorang perempuan, hati-hatilah menjaga kebahagiaan yang beracun."
2 sayap untuk kebingunggan saya.

NB:

Tentang Penulis
Ivan Turgenev adalah pengarang Rusia pertama yang memberi gambaran gamblang tentang keadaan Rusia pada abad ke-19. Penulis prosa Rusia ini dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1818 di Oryol, rusia, sebagai anak seorang tuan tanah. Ia belajar di universitas Petersburg, kemudian di Berlin (1838-1844), tempat ia menetap seterusnya. Karyanya lebih mudah dipahami daripada Tolstoy dan Dostoyevsky. Pada mulanya ia menulis sejak 1834. Namun ia menjadi terkenal baru setelah menulis novelet Chorji dan Kalinstj tahun (1847) yang melukiskan dua tipe petani dengan segala kebebasan individunya. A Sportsman's Sketches (1852), merupakan dakwaan atas perbudakan. Kemudian terbit buku-buku romannya yang lain, berjudul Rudin (1855), A Nest of Gentlefolk (1858), On The Eve (1860), Father and Son (1861) yang pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Noer St. Iskandar dengan judul Peredaran Zaman, melukiskan pertentangan antara dua generasi. Turgenev meninggal tahun 1883 di Bougival dekat Paris, dan setelah ia meninggal barulah bukunya yng berjudul Sajak-sajak dalam Prosa terbit, berisi tinjauan tentang rakyat Rusia yang ditulis dalam gaya yang indah serta sempurna.

Cinta Pertama
by I.S Turgenev
Diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Rusman Sutiasumarga
Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya
Desain Sampul: Muhammad Roniyadi
ISBN: 978-979-419-354-9
Cetakan keempat, 2009
173 halaman

Hold Me Closer, NECROMANCER


11924777


Sinopsi belakang buku:

Perkenalkan Sam, cowok biasa yang sedang meniti karir di dunia makanan cepat saji. Muncullah Douglas, seorang necromancer yang kuat dan keji. Douglas segera mengetahui bahwa Sam juga necromancer--yang merupakan berita baru buat Sam-- dan dia sama sekali tidak senang memiliki pesaing di dunia paranormal yang sudah cukup sesak di Settle. Sekarang, Sam menyembunyikan temannya yang sudah menjadi mayat hidup dan tekurung bersama seorang gadis serigala. sam hanya mempunyai waktu seminggu untuk melarikan diri dari cengkraman Douglas. Hanya satu minggu untuk menemukan cara mengendalikan kekuatan misteriusnya yang terpendam.

Reviewku:
Agak nggak konsen bacanya sehingga harus 'baca cepat.' Lumayan fresh temanya, seorang pembangkit mayat. Seorang necromancer yang cukup kuat dan terlatih bisa bertindak sebagai duta antara dunia ini dan dunia maya. Dia bisa memanggil makhluk-makhluk yang lebih besar, membaca jiwa manusia bernyawa, dan mampu mempengaruhi mereka. Dia bisa membangkitkan mayat. Douglas mengetahu kekuatan besar Sam sehingga dia ingin sam menjadi muridnya untuk menguasai dunia. Yap, intinya itu, bagaimana Sam melawan Douglas, mengatasi 'kemampuan' barunya, menghadapi realita kalau keluarganya berusaha menyembunyikan kekuatannya, dan merasakan betapa anehnya dunianya sekarang cukup seru untuk diikuti apalagi penulis menambahkan bumbu humor di cerita ini. Saya kadang ngakak sendiri, contohnya bagian Brooke, teman kerja Sam. Waktu Sam mendapat sebuah paket dan dibuka ternyata isinya adalah kepala Brooke, ya hanya kepalanya saja reaksi Sam sih sama kebanyakan orang kalau melihatnya memekik dan menjatuhkannya, yang membuat lucu itu adalah si Brooke-nya, dia mengganggap kalau itu biasa saja dan meminta mereka tidak usah lebay =)). trus waktu Sam ditangkap Douglas dan dipenjara bersama si gadis serigala yang tidak memakai pakaian, Briddin atau Brid,

"Dengar, Briddin, kau mungkin gadis tercantik yang pernah kulihat, dan di antara itu ada dan perkataanmu barusan, sepertinya ada yang konslet."
...
"Terlebih lagi, kau bugil. Dan walaupun aku akan membenci diriku karena ini nanti, bisakah kau memakai bajumu? paling tidak untuk sementara waktu, agar aku bisa berpikir. Setelah itu, kau boleh langsung telanjang lagi. Semaumu. Aku sepenuhnya merestui."

Adegan yang paling aku suka =))

Selain necromancer, werewolf, ada juga zombie,  Harbinger (malaikat maut) yang bersepatu anak sekolahan, dan banyak lagi makhluk-makhluk aneh lainnya. Ceritanya lumayan menghibur, bagi yang suka fantasy dengan humor yang kental coba deh baca ini, pasti akan ikut terbawa juga akan karakter Sam yang konyol. Sebgai tambahan buku ini juga menyabet beberapa penghargaan, diantaranya: William C. Morris YA Debut Award Nominee (2011), YALSA Best Fiction for Young Adults (2011), ALA's Top Ten Best Books for Young Adults (2011)


3 sayap untuk si pembangkit mayat.
Hold Me Closer, Necromancer
by Lish McBride
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit; Atria
ISBN: 978-979-024-481-8
Cetakan I: Juni 2011
445 halaman

Selasa, 01 November 2011

Bacaan Bulan Oktober 2011

Bulan ini agak males, kebanyakan bercakap di dunia maya, ada yang udah direview, ada yg disembunyiin (karena males bikin review), ada yang nggak selesai dibaca. Berikut listnya:
  1. Penyamaran Sang Duchess (Duchess By Night #3) by Eloisa James
  2. Diary Wimpy Kid #5 by Jeff Kinney
  3. Promises, Promises by Dahlian
  4. After by Amy Enfaw
  5. Please Look After Mom by Kyung-Sook Shin
  6. Perawan Api by Tina Gerow
  7. Biarkan Hati Memilih by Johanna Lindsey
  8. Kening by Fitri Tropika
  9. Yang Terjadi di London by Julia Quinn
  10. Incarceron by Catherine Fisher
  11. Hati Memilih by Riawani Elyta
  12. 13 Reasons Why by Jay Asher
  13. Dead Until Dark by Charlainne Harris
  14. Nguping Jakarta by Kuping Kanan dan Kuping Kiri
  15. Blood Promise by Richeel Mead
  16. [baca ulang] Secreats of a Summer Night by Lisa Kleypas
  17. [baca ulang] It Happened One Autums by Lisa Kleypas
Udah itu aja, buku yang nggak selesai kebaca adalah Find Your Strongest Life yang ak swap ke bang Dion :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...