Senin, 31 Oktober 2011

Hati Memilih

Hati Memilih
Penulis: Riawani Elyta
Editor: Dewi Fita & Syafial Rustama
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-009-1
Cetakan pertama, Agustus 2011
258 halaman

"Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"

Merasa  berhutang budi pada bibinya, Salma, Icha pun menyanggupi untuk merawat Camelia, keponakannya. Gadis kecil yang bersenyum manis dan polos, bocah cantik dan masih dini harus menanggung akibat dari kegagalan dan bobrok orangtuanya. Bibi Salma menyuruh Icha untuk memjemput Camelia sepulang sekolah sampai supir menjemputnya dan membawa pulang ke rumah bibi Salma. Ibunya, Aida, terjerat razia narkoba. Lalu, dimana ayahnya?

Keesokan harinya, ada laki-laki yang sudah menunggu mereka berdua di rumah Icha, Camelia menyebutkan namanya paman Haz, Hazri, yang ternyata adalah ayah Camelia? Kenapa gadis kecil itu memanggilnya paman? Kemana selama ini dia pergi? Anaknya kok nggak pernah diurusin. Mereka pun jadi sering bertemu, hampir setiap hari Hazri menenggok Camelia, tanpa sepengetahuan bibi Salma. Semakin membuat Icha bertanya-tanya, apakah dia tidak pernah bekerja? Sebenarnya ada apa dengan keluarga mereka? Dibalik sikap ketus dan memerintah, ternyata Hazri memiliki sikap yang lembut juga. Contohnya waktu ada butiran kacang di pipi Icha, Hazri dengan lembut mengusapnya dengan sapu tangan, lalu menaruh tangganya di punggung Icha #eaaaaa. Selain itu Hazri juga gampang banget cemas kalau Camelia kenapa-kenapa, waktu kesandung batu aja pengen cepet-cepet bawa dia ke rumah sakit #pffft.

Lalu ketika Erry, teman kantor Icha yang akhir-akhir ini ngebet banget pengen jadi pacarnya Icha bilang kalau ada chemistry diantara mereka berdua, ada sesuatu yang tersirat. Icha tidak menggubrisnya malah menjadi marah waktu erry menghina Hazri kalau dia adalah lelaki yang tak sudi merawat anaknya sendiri. Masalah itu menjadi pikiran Icha, dia juga kerap melihat Camelia yang sering menyendiri dan menagis waktu ada tugas menggambar kedua orang tuanya. Dia pun bicara pada hazri untuk berkata yang sebenarnya pada Camelia, mengaku kalau dia adalah ayahnya. Tanggapan Hazri malah sengit dan mereka malah marahan, tidak bertemu beberapa hari dan kun jungan Hazri menurun drastis.

Merasa hidupnya semrawut dengan berbagai masalah Hazri, yang setelah baikan Icha malah mendapati kalau ada laki-laki yang berwajah sangat mirip dengannya yang sering bolak-balik di sebuah club malam bersama cewek-cewek nggak bener dan setelah bertemu dengan Aida, ibu Camelia, rahasia yang selama ini tersimpan pun mleber terkuak. Icaha membawa Camelia untuk berlibur di kota kelahirannya, Tanjung Pinang. Sebelum berangkat, Hazri datang dan bilang kalau dia akan menjelaskan semuanya dan berkata, “Jangan kira kamu nggak berarti apa-apa buat aku! Bahkan, jauh lebih berarti daripada apa yang saat ini kamu pikirkan.”

Merasa damai setelah pulang? Hmmm selain tidak bisa mengenyahkan paerkataan Hazri dan binggung dengan pilihannya sendiri, di kampong halamannya dia malah bernostalgia dengan Azizi, teman kecilnya yang juga menaruh hati pada Icha. Hayo siapa yang nanti dipilih Icha? :D.
"Cinta bisa mengakar dari tunas yang mana saja dan kita tak pernah tahu kemana ia akan menjalar."
"Cinta... apa pun bentuknya, dan seperti apa wujud jalinannya, tak pernah memaksakan kehendaknya. Seperti air yang mengalir, maka ia akan menuju muaranya. Dan muara itu adalah keikhlasan. Jadi, jika ada dua orang yang mencintai, tapi merasa terpaksa, berarti itu bukan cinta, tetapi emosi, atau bahkan nafsu."
Bahasanya halus, sopan dan mengalir apa adanya. Walaupun banyak teka-teki cerita di sini mudah ketebak kok, hehe. Minim typo, enggak lo-gue ;p, dan suka banget sama karakter Camelia, kerasa banget betapa dia merindukan sosok orang tua, Icha pun begitu menyayanginya sampai mau kalau bibinya meminta bantuan lebih padanya. Hazri yang dari luar tampak sinis, garang dan cakep pun luluh kalau bersama Camelia. Fontnya  berbeda antara POV Icha dan Hazri, jadi nggak bingung, tapi diawal kayaknya ada yang kelewat deh :D. Eniwe, lumayan bukunya dan bagi yang binggung akan perasaannya, coba baca deh :D.
 "Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"
"Kenapa enggak? Cinta bukan sesuatu yang lahir dari rencana. Justru cinta yang kemudian menjadi alasan bagi manusia jadi munyusun berbagai rencana. Rencana untuk menikah, punya anak, mengubah penampilan, berperilaku lebih baik, dan sebagainya. Semua itu baru bisa bergerak dengan antusias saat cinta menjadi akar sebabnya."
3 sayap untuk sebuah cerita tentang rasa.

NB:
Tentang Penulis
Riawani Elyta lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang. Kompetesi yang pernah diikuti dan sukses menorehkan senyum bahagianya adalah:
  1. Pemenang I Resensi Buku Indiva (2008)
  2. Pemenang II Sayembara Cerber Femina (2008)
  3. Pemenang harapan  Sayembara Cerber Femina (2009)
  4. Pemenang Favorit Lomba Menulis Cerpen Remaja Rohti-Lip Ice (2010)
  5. Pemenang II Sayembara Novel Inspiratif Indiva (2010)
Karyanya terekam dalam novel duet berjudul (2009) dan 14 antalogi. Novel Hati Memilih ini adalah novel keduanya.
facebook: Riawani Elyta
email: tarapuccinogroup@yahoo.com
blog: tarapuccino.multiply.com

Minggu, 30 Oktober 2011

Dead Until Dark


7726018


Sinopsis belakang sampul:

Sookie Stackhouse menikmati pekerjaannya sebagai seorang pramusaji di Merlotte, Bon Temps - Lousiana, kota yang memercayai vampir bukan sekedar legenda dan mereka membaur ditengah manusia. Dia cantik dan lucu, tetapi hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikiran-nya. Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Bill, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Bill adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Bon Temps dikejutkan dengan kasus pembunuhan, dan salah satu rekan kerja Sookie menjadi korban, Bill dan vampir lain yang ada di Bon Temps menjadi tersangka, dan dia takut dia adalah korban berikutnya.


Review:
Gara-gara banyak buku yang belum direview dan lupa apa aja  yang mau ditulis, gaya mereview saya pun agak mirip @miapras, hehehe. Ceritanya agak kebalikan dari Twilihgt, dimana kalau dibuku itu Edward yang bisa membaca isi hati orang lain, nah di sini Sookie yang mempunyai kemampuan itu. Sebenarnya nggak terlalu tertarik juga membaca buku ini karena membaca review dari goodreads mengatakan kalau buku ini di sensor habis, hanya saja penasaran seektrims apa sih? yah setelah membuktikan sendiri banyak sekali yang saya skip. Kalau dari segi ceritan sih menurut saya biasa, hanya saja karakter Sookie lebih berani, kuat dan cuek. Dia melawan sendiri "pasangan Tikus" waktu mencoba menguras habis darah Bill (di sini dijelaskan kalau darah vampir itu berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah). Nggak bisa suka sama Bill karena saya sudah mengitip review buku-buku lanjutannya dan ternyata nantinya Sookie akan berpacaran dengan Eric, ya, kalau di buku ini dia sedikit disinggung, vampire yang lebih tua dari Bill dan lebih tampan, otomatis saya pilih dia dong =)).
Berikut seri The Southern Vampire Mysteries:
  1. Dead Until Dark (Sookie Stackhouse, #1)
  2. Living Dead in Dallas (Sookie Stackhouse, #2)
  3. Club Dead (Sookie Stackhouse, #3)
  4. Dead to the World (Sookie Stackhouse, #4)
  5. Dead as a Doornail (Sookie Stackhouse, #5)
  6. Definitely Dead (Sookie Stackhouse, #6)
  7. All Together Dead (Sookie Stackhouse, #7)
  8. From Dead to Worse (Sookie Stackhouse, #8)
  9. Dead and Gone (Sookie Stackhouse, #9)
  10. Dead in the Family (Sookie Stackhouse, #10)
  11. Dead Reckoning (Sookie Stackhouse, #11)
Nah, banyak kalee serinya. Saya lebih tertarik untuk menonton serialnya True Blood daripada bukunya (jangan dicontoh), lebih suka cover aslinya :))
2 sayap cukup (kayak iklan KB aja) :).

Dead Until Dark
by Charlaine Harris
Penerbit: Kantera
Penerjemah: Pujia Pernami
ISDN: 978-979-1924-04-7
Cetakan I, 2010
400 halaman

Celebrity Wedding


Pernah nonton Full House? Yub, drama Korea yang dibintangi Rain dan Song Hye Kyo itu, metropop ini mengambil tema yang sama, kawin kontrak. Kalau korama itu bisa memikat hatimu, percaya deh kamu akan menemukan hal yang sama dalam novel ini :).
Inara, akuntan public yang tiba-tiba “dipaksa” untuk mengurusi keuangan Revelino Darby,musisi paling berbakat saat ini, Mr. Playboy of the year, and the most eligible bachelor in town, intinya cewe-cewek bakalan ngiler deh kalau lihat dia *usap* =)). Otomatis Inara jadi sebel sama Revel, kerjaan dia kan udah banyak lah ini malah ditambah lagi, anehnya Revel nggak mau kalau nggak Ina yang ngurusin duit perusahaanya, MRAM. Revel juga seenaknya sendiri kalau mau meeting, nentuin jam dan tempat tanpa berkrompomi dulu, padahal waktu meeting itu Ina harus menghadiri ultah keponakkannya. Revel tahu trus menebus kesalahannya dengan membuat kartu ucapan + tanda tangan (tentu Gaby, keponakan Ina girang banget idolanya ngucapin ultah). Setelah berbulan-bulan bekerja sama dengan hasil yang lancar tanpa saling mencampuri urusan pribadi, tidak sengaja Inara mendengar kalau Luna, mantan pacar Revel, hamil. Nah geger dong satu Indonesia, soalnya Luna ngaku sendiri kalau sudah hamil empat bulan. Revel tidak menggubris berita tersebut otomatis dia menjadi incaran para wartawan untuk dimintai kepastian. Selain image dan karir Revel hancur gara-gara gossip itu, rencana tur 18 kota di Indonesia dan peluncuran sigle terbarunya pun terancam batal. Davina, ibunya Revel, mempunyai satu-satunya cara untuk menyelamatkan karir Revel yang sedang menanjak yaitu Revel harus menikah, secepatnya.
Yang menjadi pahlawan untuk Revel? Tentu saja Inara. Revel terus membujuk Ina yang tentu saja tidak mau, Revel menjelaskan nikah mereka hanya pura-pura untuk meredakan gossip akan kehamilan Luna. Paling lama satu tahun, sigle terbaru launch, dan tur delapan belas kota selesai. Lucunya, permintaan Revel ke Ina itu nggak ada romantic-romantisnya, malah cenderung menghina Ina =)). Karena nggak tahan akan revel yang ngemis-ngemis, setujulah Ina, tapi dengan syarat mereka harus menandatangani pre-nup. Mau tahu serunya Revel dan Ina menyiapkan pernikahan mereka dan kehidupan mereka setelah menikah? Coba deh baca, kamu akan ikutan jatuh cinta sama Revel =))
Sukaaaa banget, setelah Crash Into You saya menjadi penggemar aliaZalea. Tema ceritanya sih sudah pasaran, tapi karakter Revel dan Ina menjadi magnet dari buku ini. Revel yang slegean, sok playboy, sok keren (emang keren ;p) dan Ina yang ingin mandiri, keras kepala, trus waktu mereka bertengkar, mulai saling jatuh cinta benar-benar tidak bisa dilewatkan. Mereka pun lebih mengenal satu sama lain setelah satu atap, dalam artian masalah yang tidak diketahui oleh orang lain. Revel yang tahu kalau Ina ingin menunjukkan bahwa dia mampu mengambil keputusan sendiri, mandiri di mata keluarganya. Ina yang tahu kalau Revel sebenarnya membenci ibunya, kenapa orang tua mereka bercerai, bahwa dia sangat menyayangi ayahnya, mereka saling menyembuhkan. Cuma itu masalahnya? Hmmm, nggak segampang itu karena Luna hadir kembali di kehidupan Revel dan mereka melupakan kontrak.

4 sayap untuk Revel yang rewel :D

Kamis, 27 Oktober 2011

Curhat Isi Buku

Ehmmm sebelum memulai #berkatngeblog atau sejarah awal mula saya ngeblog (ceileh) mau mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional yang biasa kita peringati pada tanggal 27 Oktober, ya hari ini :))


Tumblr_ltfns5rten1qzdiqvo1_500

Sejarah Ngeblog
Agak nggak pantas juga sih kalo dibilang sejarah, haha, karena saya bukan sejarahwati. Mungkin lebih tepatnya kapan saya mulai ngeblog kali ya? Nggak hapal juga tanggal lahirnya, dulu sih cuman coba-coba buat, nyoba situs ini situs itulah, bahkan ada yang nggak mudeng cara kerjanya sampe sekarang, hehe. Setelah memilah-milah, saya lebih aktif di kutubokek ini dan mabok baca. Seperti sudah menemukan dambaan hati lah =)).

Awalnya blog ini saya buat cuman iseng, terispirasi dari penulis favorit saya yang menulis khusus di blog yang dia buat untuk apa yang dia suka. Ikut-ikutlah saya. Menulis tentang musik, film, kesehatan, cerhat-curhat nggak penting, writingsession, dan yang terakhir review buku. Untuk yang terakhir itu awalnya saya sempet bingung, gimana caranya ya? Jujur saya bukan penulis review yang aktif, saya lebih suka membaca maraton, dalam artian selesai baca satu buku berlanjut ke buku berikutnya. Nglirik Goodreads sebentar untuk memasukkan buku yang sudah pernah saya baca, kalau sempet memberi komentar singkat tentang buku yang barusan saya baca itu. Kerap sekali saya mencari info tentang buku yang ingin saya baca atau yang mau saya beli, tapi tidak banyak yang menulis lengkap tentang isi buku tersebut. Bukan dalam artian mengingginkan spoiler, saya ingin tahu isi ceritanya tentang apa, apa sih keunggulan dan kelemahan menurut orang yang sudah membacanya terlebih dahulu, kadang sinopsis belakang sampul buku itu mengecoh, tentu tidak mau membeli kucing dalam karung dong.

Nah, kemudian suatu hari yang cerah (jiahhh), tidak sengaja di twitter saya berkenalan dengan orang-orang yang suka mereview buku (banyak sekaliiii, coba intin blog mereka di bagian sidebar sebelah kiri :D). Mereka mempunyai blog buku masing-masing. Kemudian ada beberapa teman yang menyarankan untuk menjadikan "rumah" saya ini sebagai book blogger. Agak ragu-ragu sih, soalnya ide awal membuat blog ini adalah tentang apa yang saya suka dan kalo buku saja nanti nggak banyak yang minat dong. Ternyata saya salah, blog buku kerap sekali menjadi acuan orang untuk "membeli kucing dengan mata telanjang," wah berarti itu yang saya cari-cari bukan? Saya penggemar berat romace, fantasy dan young adult, nyrempet-nyrempet genre itu lah. Saya sering kesusahan untuk mencari review buku yang saya inginkan, kemudian saya memikirkan tawaran teman-teman dan kenapa saya tidak membuat blog buku sendiri yang sering saya cari-cari itu? Bingung karena nggak terbiasa mereview, saya belajar dari mereka yang sudah ahli (Hei Blogger Buku Indonesia :D), intinya sering-sering blogwalking untuk memberi gambaran gimana sih caranya ngereview? Pengen yang paling mudah? Jadi diri sendiri. Ya, dengan menuliskan apa perasaan sewaktu membaca, apa yang kamu dapatkan, apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu 'sreg,' apa pun yang ingin kamu bagi, tuliskan, curhatkan, itu saja intinya. Walaupun saya belum rajin nulis review, karna penyakit lama itu tadi, selesai satu buku lari ke buku lainnya, penyakit malas yang sampe sekarang nggak ada obatnya dan rata-rata kalo membuat review itu saya agak lama nulisnya, mulai dari mana nih enaknya? Hehehe. Karena masih baru, dinikmati sajalah, toh lama-lama nanti juga terbiasa. Oh ya, bagi saya mereview itu sama dengan pengingat, ya, saya sering banget lupa sama buku yang sudah lama tidak saya baca, jadi saya berusaha untuk rajin, hehehe.


Tumblr_lti3syo8jp1r4jfmjo1_400
#BerkatNgeblog
  1. saya 'bertemu' dengan orang-orang yang mempunyai hobi yang sama
  2. wawasan tentang berbagai genre buku bertambah (terlebih klasik ;p)
  3. setiap bulan sekali mereview buku yang dibaca bareng (Hello @BBI_2011)
  4. sering mendapat buntelan, swap buku, atau saling pinjam buku
  5. seperti ada alarm yang menginggatkan saya untuk terus menulis, mereview buku-buku yang jarang di'sentuh' orang lain
  6. dan masih banyak lagi sampe bingung saya memikirkan dan mau menulisnya :)
Hal yang belum kesampaian untuk saat ini adalah bertemu langsung dengan mereka para blogger buku :D
Mungkin itu saja curhatan saya tentang blogger buku dan hari blogger, agak telat sih karena seharusnya jam sembilan pagi tadi posting bareng bersama @BBI_2011
keep writing, keep reviewing and keep reading
xoxo

Jumat, 21 Oktober 2011

Talkshow 99 Cahaya di Langit Eropa

Biar blog ini nggak monoton tentang review buku terus, aku mau nambahin postingan di luar itu. Masih tetap tentang buku kok tapi agak beda dikit, contohnya adalah kali ini saya akan membahas tentang talkshow yang hari ini saya datangi yaitu talkshow membahas buku non fiksi 99 Cahaya di langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang diterbitkan oleh Gramedia.

12252878


Awalnya saya ragu untuk ikut, pertama nggak ada temannya karena semua pada pulang kampung dan yang kedua saya belum membaca bukunya, ya, dateng ke talkshow dengan modal nekat. Bukannya tidak ingin baca, cukup penasaran juga sebenarnya karena ceritanya nggak biasa, berhubung non fiksi dan menurut saya cukup menguras pikiran, nanti dulu deh, ditambah lagi hutang baca saya masih banyak. Dari dulu saya sudah penasaran gimana sih ikut talkshow, bedah buku itu? Nggak tau apa emang jarang di Solo atau sayanya nggak tahu kalo ada. Demi mendapatkan pengalaman pertama kali, saya pun menawarkan kepada mbak @alvina13 kalo saya mau dateng ke talkshow tersebut dan mau minta tanda tangan nggak, mumpung ketemu penulisnya nih, hehehehe. Acaranya pukul 16.00 dan saya datang agak awal dikit, belum banyak yang datang tapi mb Hanumnya terlihat saling bertegur sapa dengan para pengunjung, Dia cantik dan ramah hehehe. Saya nyari tempat duduk yang sekiranya ada satu orang, biar ngobrol dan bisa kenalan juga, dapet temen baru juga nih namanya Susi, jadi nggak garing sendiian, sama-sama kesepian gitu :D. Ketika saya melihat ada orang yang minta tanda tangan, wah kesempatan nih sekalian aja. Lucunya dalam hati saya pengen ngakak ke diri sendiri, waktu minta mbak Hanumnya tanya namanya siapa, aku bilang Sulis tapi ini saya mau minta tanda tangan untuk teman saya, Alvina namanya, hahaha, mungkin biasanya yang minta itu untuk dirinya sendiri dan kalo ada yang nitip, sekalian, lah ini saya nggak minta untuk diri sendiri. Sebenarnya kesempatan besar tadi, di Togamas diskon 20%, yah apa daya namanya juga lagi bokek, duit yang saya bawa aja cuman 50rb dan denger-denger tadi ada yang bilang harga setelah diskon 55rb, nggak cukup kan, gak apalah pinjem namanya juga #kutubokek hehehe (malah curhat).

Acara pun nggak lama dimulai, dengan moderator bernama Sari (ya saya hafal namanya karena dibuat untuk pertanyaan kuis, dan saya gak menang, hiks) yang ternyata seangkatan sama mbak Hanum dan sama-sama sekolah di Muhammadiyah Yogja. Mbak Hanum pun mulai menceritakan awanya membuat buku ini, bermula dari suaminya yang mendapatkan beasiswa studi S3 di Austria (yang sayangnya nggak bisa datang, kata mbak hanum lagi nyari nafkah, hehe) trus kepikiran kenapa nggak jalan-jajan sekalian. Mereka pun terbesit untuk membuat sebuah buku travelling, tapi nggak sama pada umumnya, mereka ingin menceritakan Islam di negara-negara Eropa yang tentunya kita tahu kalau Islam menjadi minoritas di sana. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan oleh moderator, dia juga sudah membacanya dan tertarik dengan salah satu tokoh yang bernama Fatma, begitu banyak mukjizat waktu di Eropa, tiap kali kesusahan pasti ada yang membantu, suka dukanya menjadi kaum minoritas di sana, yang biasanya tiap hari dengar adzan dan di depan rumahnya saja ada masjid, lah ini kalo mau sholat 5 waktu atau sholat jumat agak susah. Selain itu mbak Hanum juga menceritakan ketika dia pertama kali memakai jilbab. Seru deh. Sesi tanya jawab pun dimulai, dan banyak sekali yang bertannya, pada antusias, saya saja sampe nggak kebagian. Ada yang tanya apakah buku ini mau difilmnkan dan mbak hanum menjawab belum kepikiran karena dia ingin memperkenalkan bukunya terlebih dahulu, bahkan ada yang menawarkan diri kalo semisal difilmnkan dia mau deh yang jadi Rangganya, LOL. Selain itu ada juga pertannyaan berapa lama membuat buku ini, ada rencana membuat buku lagi nggak, punya rencana membuat buku 99 Cahaya di Langit Indonesia (judulnya saya buat sendiri tapi intinya keliling di Indonesia, hehehe), buku apa saja yang pernah dibuat, bagaimana menjadi penulis atau cara untuk memulainya nah aku suka jawaban mbak Hanum yaitu menjadi diri sendiri, apa yang mau ditulis yaudah ditulis aja. Dan masih banyak lagi. Setengah jam tidak terasa. Sebenarnya pertanyaan yang ingin saya tanyakan adalah, "Buku ini kan nulisnya berdua, nah porsi pembagiannya gimana/ apakah ttiap bab, saling bergantian, atau gimana?" Sayang waktunya sudah habis, nggak pa-pa lah udah seneng karena pengelaman hidup saya bertambah #tsahhh.

Nggak cuman itu aja, setelah selesai mbak Hanum ngadain kuis berhadia dua bukunya, pertanyaan pertama siapa yang nama yang menjadi moderator dan pertanyaan kedua dimana suaminya sekolah. Saya ngacung untuk pertanyaan kedua, sayangnya saya nggak terpilih, padahal pengen banget punya bukunya dan bertanda tangan, ketemu langsung juga. Nggak pa-pa sekali lagi, ada dua teman saya yang punya buku 99 Cahaya di Langit Eropa, puas dengan modal "cumi" deh. Bukan orang Indonesia namanya kalo nggak narsis, foto-foto dulu dong ;p

Foto0409
Nggak cuma itu, setelah acara selesai pihak togamas dan Gramedia juga memberikan gift berupa buku, gimana nggak enak coba, udah acaranya gratis dapet buku gratis pula. Jujur sebenarnya saya nggak tahu berapa buku yang diberikan, kerena ada dua mas-mas yang menawarkan saya buku ya udah saya ambil, hehehe.

Yang jelas, saya nggak kapok dateng ke talkshow sebuah buku, kalo ada lagi saya pengen dateng :D

Kamis, 20 Oktober 2011

Incarceron



Yang satu di dalam, yang lain di luar. tapi keduanya sama-sama terpenjara.
Tagline yang begitu menggoda untuk dibaca ya, tapi benar adanya.
Claudia dan Finn, mereka sama-sama terpenjara. Claudia di dunia nyata yang penuh dengan bintang dan Finn terpenjara di Incarceron yang penuh dengan kegelapan, penuh dengan logam. Incarceron adalah penjara yang begitu luas sehingga tidak hanya berisi sel, tetapi juga kota, hutan logam, rimba raya, dan lautan. Incarceron bisa bergerak dan ada mata yang selalu mengawasi isinya. Penjara itu terkunci dari luar selama berabad-abad, dan hanya satu orang, menurut legenda, yang pernah lolos darinya dan tidak ada yang tahu bagaimana caranya, Sapphique.
Claudia merasa terpenjara oleh ayahnya sendiri, John Arlex, Sipir Incarceron. Sejak kecil dia sudah menetapkan berbagai macam peraturan, sampai pernikahan Claudia pun sudah dirancang. Ayahnya menenggap dirinya sebagai alat. Claudia akan menikah dengan orang yang dibencinya, mempunyai berbagai sifat buruk, minum-minum, narkoba, kekerasan, menghamili gadis-gadis pelayan, tidak tertarik dengan pendidikan, dialah Caspar, Earl of Steen, Putra Mahkota Kerajaan. Sebenarnya Claudia ditunangkan dengan Giles, putra mahkota yang meninggal ketika masih kecil dan terpaksa posisinya digantikan oleh adik tirinya. Claudia tidak tahan, dia ingin pergi dari kurungan ayahnya, mungkin Incarceron bisa menjadi pilihan. Dibantu oleh mentornya yang sakit-sakitan, Jared, Claudia mulai menyusun rencana untuk memasuki ruang kerja ayahnya, mencari jalan masuk Incarceron, dan dia menemukan sebuah kunci.
Finn merasa dirinya tidak berasal dari Incarceron, ada ingatan random yang selalu menghantui pikirannya, dia tidak tahu asal usulnya, tidak tahu siapa dirinya sebenarnya, tidak mempunyai masa lalu. Ketika dia bangun dia mendapati dirnya memakai baju terusan abu-abu dengan satu nama tercetak diatasnya dan juga angka. FINN, dengan angka 0087/2314. Hanya satu tanda yang mungkin bisa menjelaskan siapa dirinya sebenarnya, ada tato kecil bergambar burung bermahkota di pergelangan tangannya. Ketika dia menjebak seorang Maestra, perempuan itu pernah melihat tanda yang sama dengan tato di pergelangan tangan Finn, artefak kecil silindris dari kristal atau kaca tebal. Di dalam artefak itu terdapat hologram seekor elang dengan sayap mengembang. Dengan satu cakarnya elang itu mencengkeram sebuah bola. Di leher elang itu, terdapat sebuah makota seperti tato di tangan Finn. Finn tahu benda apa itu, kunci.
Bersama saudara angkatnya yang licik, berpenampilan necis, Keiro dan Gildas, seorang pria tua kaum Sapient yang menyebut Finn sebagai sang Penglihat Bintang kemudian selama perjalanan ditambah lagi seorang gadis yang menobatkan dirinya sebagai budak Finn, Attia, mereka semua mempunyai tujuan yang sama, ingin keluar dari Incarceron. Sedangkan di dunia, Claudia dan Jared selain mencari cara masuk ke Incarceron, mereka juga mencari kebenaran akan kematian Giles. Ketika secara bersamaan Claudia dan Finn menggosok kunci mereka masing-masing, mereka bisa saling berbicara, dan kalimat yang terlontar lirih dan terdengan putus asa dari Finn adalah, "Tolong. Kau harus menolongku keluar."
Selain tagline yang begitu membuat saya penasaran akan buku ini, ide ceritanya juga jenius. Coba bayangkan ada dua orang di dunia yang berbeda, mereka hanya bisa berkomunikasi dengan kunci, ya kunci. Salah satu dari orang tersebut meminta tolong untuk mengeluarkan dirinya dari penjara. Dulu bayangan saya adalah penjara itu sama kayak penjara pada umumnya, berada di dunia yang sama, hanya tidak bisa keluar karena ketatnya penjagaan, ternyata hampir benar, hehe. Jujur saya agak kesusahan untuk membayangkan penjara itu sendiri, gimana sih bentuknya? Selain itu, jenis kaum di buku ini dan setting waktunya pun cukup membuat saya membolak-balik halaman mencerna mereka seperti apa, saya menyimpulkan kalau setting waktunya jaman dulu, dengan clue pakaian Claudia. Adegan pertempurannya pun tidak terlalu seru dan tentang Giles saya bisa menebaknya. Romancenya sedikit sekali, karakter Claudia sepertinya lebih kuat, Finn menye-menye dan lemah, hahahaha menginggatkanku akan Katnis dan Peeta. Tapi buku ini sukses membuat saya penasaran akan seperti apa endingnya, dan ehmmm benar-benar menjebak, banyak sekali yang tak terduka. Pernah menonton City of Ember? Reaksi saya sama persis ketika selesai menonton film itu, HAH???
Ada kalimat yang aku sukai di halaman 480,
Tak satu pun dari kita yang tahu di mana kita berada. Mungkin seumur hidup, kita terlalu cemas akan tempat kita berada, sehingga tidak cukup cemas akan siapa diri kita.
Kita tunggu saja semoga buku selanjutnya sekaligus yang terakhir Sapphique (Incarceron, #2) segera terbit (ini aja baru terbit, haha)

4 sayap untuk si kunci.

Incarceron (Incarceron #1)
by Catherine Fisher
Penerjemah: Mery Riansyah & Febi E.S
Penerbit: Matahati
ISBN: 978-602-859-903-41
Cetakan: I, Agustus 2011
492 halaman

NB: Buku ini menyabet banyak penghargaan loh, nih daftarnya yang aku dapet dari goodreads :)
  1. Mythopoeic Fantasy Award Nominee for Children’s Literature (2011)
  2. A School Library Journal Best Book of the Year (2010)
  3. Cybils Award Nominee for Young Adult Fantasy & Science Fiction (2007)
  4. Booklist Top Ten Science Fiction/Fantasy Novels for Youth (2010)
  5. YALSA Best Fiction for Young Adults (2011)  
  6. Publishers Weekly's Best Children's Books of the Year for Fiction (2010

Kamis, 13 Oktober 2011

Please Look After Mom (Ibu Tercinta)



Setelah dia hilang, barulah keberadaanya terasa begitu nyata, seolah-olah kau tinggal mengulurkan tangan untuk menyentuhnya -- hal. 152.
Yubs, benar sekali, setelah kehilangan kita baru merasakan, penyesalan memang datang belakangan. Buku ini tidak seperti buku berbau Korea yang selama ini saya baca. Buku ini menceritakan tentang kehilangan, penyesalan dan rasa sayang. Terbagi menjadi 5 bab yaitu Tak Ada Yang Tahu, Maafkan Ibu, Hyong-chol, Aku Pulang, Perempuan Lain dan Epilog: Rosario dari Kayu Merah.

Ada sepasang suami istri yang hendak pergi ke kota untuk menemui anak mereka yang telah dewasa, mereka menggunakan kereta bawah tanah sebagi trasportasi. Tapi, setelah melewati beberapa stasiun si suami baru menyadari kalau istrinya tak ada, Istrinya masih tertinggal di Stasiun Seoul. Sudah seminggu tapi anak-anaknya tak kunjung menemukannya, mereka sudah berusaha mencari di daerah dimana ibunya menghilang, melapor polisi, menyebarkan selebaran yang berisi foto dan ciri-ciri ibunya, memberikan ibalan sebesar lima juta won bagi mereka yang menemukannya sampai rumah-rumah yang pernah mereka tempati. Sembari mencari, mereka menginggat kembali akan kenangan tentang ibu mereka. Saling menyalahkan.

Anak-anak yang menyesal kenapa sewaktu ibunya ada mereka malah melupakannya? menggagap kehidupan mereka sekarang tidak ada hubunggan dengan ibunya, melewatkan kata "ibu' dari daftar apa saja yang kau inginkan dalam hidup ini, dan yang terpenting adalah kapan kau menanyakan kabarnya dan terakhir bertemu dengannya?. Seorang suami yang baru menyadari kalau dia sangat mencintai istrinya, bukan hanya seorang sahabat, betapa sepi rumah tanpa kehadirannya. Seorang ipar yang menyesalkan kenapa dia begitu jahat? kalau saja mereka tidak membiarkan orang tua mereka pergi sendirian, kalau saja mereka menjemputnya, kalau saja...Pertannyaan terpenting pun muncul: Sedang apakah aku waktu itu?
Ada saat-saat yang bakal kita ingat-ingat lagi setelah suatu peristiwa terjadi, terutama kalau peristiwanya buruk. Pada saat-saat seperti itu, kita berpikir: seharusnya aku tidak bertindak begitu -- hal. 18
Berbagai penyesalan muncul, adik perempuan yang menyesal kenapa dia tidak cepat-cepat menikah sewaktu disuruh ibunya, Hyong-chol yang lebih memilih menjadi pengusaha daripada jaksa, profesi yang diinginkan ibunya, dia pun menginggat kembali masa-masa sekolah dimana ibunya selalu menyuruhnya belajar keras dan bilang kepada ibu kalau dia akan menjadi seorang jaksa. Ibunya tidak percaya kalau Hyon-chol tidak diterima di universitas manapun di Seoul, "kalau kau saja tidak lulus, lalu siapa yang bisa?" lalu waktu ada sekolah malam di bidang hukum di Seoul Hyon-chol mencoba mendaftar tapi tidak punya salinan ijasah. Ibunya mengetahuinya dan langsung naik kereta sendirian, pertama kali, bertanya ke orang asing bagaimana caranya pergi ke tempat anaknya berada.  Waktu mau masuk SMP, Hyong-chol tidak mengisi formulir tapi ibunya datang ke sekolah, gurunya pun memberikan formulir pendaftaran tersebut.

Sekitar waktu pembayaran uang pangkal, cincin emas yang biasa menghiasi jari tengah kiri Ibu, satu-satunya perhasan miliknya, lenyap dari tangannya. Yang tersisa di jarinya hanyalah lekukan bekas cincin yang telah bertahun-tahun dipakainya.

Geez, seorang ibu akan melakukan apa saja demi anaknya.
Sewaktu ibu mengunjungi anak-anaknya yang sudah jauh dari rumah, dia akan membersihkan tempat tinggal mereka, memasak makanan yang enak, Ibu menaruh sepotong daging semur ke masing-masing sendok anaknya, mereka menyuruhnya makan juga tapi ibu hanya berkata, "Ibu tidak lapar." Dan dia tidak akan menginap karena rumah mereka sempit dan beralasan kalau dia banyak pekerjaan di rumah, dia tidak mau anak-anaknya tidur berimpitan dan tidak bisa bergerak bebas. Ketika Hyon-chol mengentarkannya ke stasiun, ibu berpesan:
Di sini, di kota, kau mesti menjadi orang tua untuk adik-adikmu.
Kakak lelaki sulung mesti berwibawa. Mesti menjadi panutan. kalau kakak sulung mengambil jalan yang salah, adik-adiknya akan ikut-ikutan.
Ada juga bagian yang menceritakan kemarahan ibunya, kejengkelannya seperti ibu yang pergi dari rumah ketika ayah membawa perempauan lain. Hyon-chol tidak mau makan masakan perempuan tersebut dan mengancam adik-adiknya tapi dia malah mendapatkan sabilatan dari ibunya, dia harus makan. Kesedihan yang membuatnya hampir gila ketika adik suaminya yang tampan dan cerdas, yang sangat dekat dengannya, meninggal bunuh diri, "seharusnya dia sekolah," begitu kata ibu, dia meminta polisi untuk memenjarakannya saja. Waktu ibu menceritakan tentang betapa jenuhnya dia memasak, muak, dia pun melepaskannya dengan melempar toples sekeras mungkin ke tembok.
Bukan masalah senang atau tidak senang, Aku memasak karena seudah seharusnya. Aku mesti ke dapur supaya kalian semua bisa makan dan pergi ke sekolah. Mana bisa kita hanya melakaukan apa yang kita sukai? Ada hal-hal yang mesti dilakukan, entah suka atau tidak.
Kalau kau hanya melakukan apa-apa yang kau sukai, lalu siapa yang akan mengerjakan apa-apa yang tidak kausukai?
Ibu juga tegas sekali kepada anak-anaknya, waktu adik perempuan Hyon-chol membuang sepatunya ke sungai karena marah, ibu malah mengambil tongkat pengorek api dan bertanya kepada sang adik darimana dia bersikap begitu jahat.
Kubilang kau mesti minta maaf pada kakakmu. Disini kakak lelakimu adalah pengganti orangtua. kalau kau tidak memperbaiki kebiasaanmu yang suka langsung pergi dan menggangkuti barang-barangmu cuma dimarahi kakakmu, kebiasaan ini akan terus melekat sepanjang hidupmu. kalau kau udah menikah dan ada kejadian yang tidak sesuai keinginanmu, apa kau akan langsung menggangkuti barang-barangmu dan pergi?
Butuh konsentrasi tinggi untuk mencerna sudut pandang di buku ini, saya pun menilik review yang sudah ada dan mencoba mencari tahu dari sudut pandang siapa karena saya benar-benar bingung waktu membacanya. Ada yang mengatakan kalau buku ini memakai sudut pandang kedua. di bab pertama: Tak Ada yang Tahu diceritakan oleh anak perempuan yang menjadi penulis terkenal, bab kedua: Maafkan Ibu, Hyong-chol diceritakan oleh anak pertama, Hyong-chol seorang direktur pemasaran yang sukses, di bab ketiga: Aku Pulang diceritakan menurut sang suami, dan bab keempat: Perempuan Lain diceritakan menurut kakak ipar. Oke, saya bolak balik dan malah bingung, seriously. Menurut pemahaman saya setelah membaca sampai bab tiga, buku ini malah diceritakan menurut sudut pandang sang ibu, memang ada kalanya dia mencerirtakan kondisi anak-anak atau pun keluarga yang lain, atau anak-anaknya sebagai pencerita. Bodo ah, yang penting saya menyukai ceritanya dan mrebes mili waktu membacanya *ambil tissue*. Selain tentang pencerita, yang membuat saya masih bertannya-tanya setelah menutup buku ini adalah kemana dia selama 9 bulan menghilang atau lebih tepatnya dimana dia ....... (tidak mau spoiler).

Membaca buku ini kita akan mengetahui betapa sakitnya kehilangan seorang ibu, betapa besarnya rasa sayang seorang ibu kepada anaknya, cintanya tanpa pamrih. Mungkin tidak hanya mereka yang mengalaminya, banyak. Sewaktu kita besar dan jauh, kita mulai jarang menanyakan kabar atau bertemu, bahkan ada orang yang sukses dia tidak mau mnegurus orangtuanya yang tua renta, lebih memilih Panti Jompo untuk mengurusnya. Apa susahnya sih merawat orangtua sendiri, mereka tidak pernah protes. Membaca buku ini juga membuat saya bercermin, apakah saya sudah menjadi anak yang berbakti? Well, sebelum terlambat, tanyakan keadaan ibu mu setiap pagi, setiap hari, setiap waktu. Sering-seringlah menengok keadaannya, cium tangan dan pipinya, peluklah dia, itu saja sudah membuat seorang ibu sangat bahagia. Genggam tangganya kemanapun kalaian berjalan bersama, jangan pernah lepaskan, jangan sampai hilang.
4 sayap untuk ibu, ibu, dan ibu

Ibu Tercinta
by Kyung Sook Sin
Alih Bahasa: Tanti Lesmana
Desain Cover: Eduard Iwan Mangopang
ISBN: 978-979-22-7486-8
Cetakan: I, September 2011
296 halaman

NB: Tentang Penulis

Kyung-sook Shin telah menulis sejumlah karya fiksi. Dia merupakan salah satu novelis Korea Selatan yang karyanya paling banyak dibaca. Dia telah mendapatkan penghargaan Manhae Literature Prize, Dong-in Literature Prize,  dan Yi Sang Literary Prize serta Prix de I'lnapercu dari Prancis. Please Look After Mom adalah buku pertamanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan akan diterbitkan di 19 negara. Dia bermukim di Seoul.

Selasa, 11 Oktober 2011

After: Setelah Malam Itu



Fenomena 'bayi tong sampah' merupakan tragedi Amerika yang tidak kelihatan, kurang dipahami, dan jarang sekali diakui keberadaannya. Meskipun kebanyakan orang akan mengenggap perilaku ini tidak bisa dipahami dan tidak normal, kemunculannya justru cukup umum. Kira-kira satu bayi di buang ke tong sampah, setiap harinya, di Amerika Serikat, dan ketika ada anak Amerika yang dibunuh orangtuanya, 45% kejadian tersebut terjadi selama 24 jam pertama setelah waktu persalinan. Setelah mengetahui topik ini selama periode waktu sembilan tahun dari 1989 sampai 1998, Center for Disease Control and Prevention menyimpulkan bahwa 'tingkat pembunuhan pada hari pertama kehidupan setidaknya mencapai 10 kali lebih besar dibandingkan pada masa-masa lain.' -- catatan penulis
Waktu membaca catatan penulis di bagian akhir, saya begidik. Bayangkan ada dua pasangan mahasiswa Amy Grossberg/Brian Peterson yang tidak menikah, memiliki keadaan finansial yang sangat baik membunuh bayi laki-laki mereka begitu bayi itu lahir. Ada juga kisah mengejutkan tentang Melisa Dexer yang dijuluki media dengan sebutan "Prom Mom," remaja New Jersey ini melahirkan di bilik toilet pada acara prom SMA-nya, lalu kembali ke lantai dansa tak lama setelah membuang mayat bayinya di tempat sampah toilet. Walaupun budaya kita nggak sama seperti orang Amerika, tapi ada juga fenomena 'bayi tong sampah' yang pernah terjadi di Indonesia, tidak sedikit. Melalui After, kita akan melihat realita yang sebenarnya, yang dicoba diungkapkan penulis melalui riset yang dilakukannya.

Senin, 10 Oktober 2011

Promises, Promises


Setelah 13 tahun tidak bertemu, Fiona harus berurusan lagi dengan Evan sebagai desain interior rumah barunya, laki-laki yang pernah menjadi masa lalunya, laki-laki yang menorehkan luka sekaligus laki-laki yang menuangkan kebahagiaan, laki-lagi yang telah memberikan Kejora di kehidupannya. Fiona sudah mengubur dalam-dalam tentang Evan tapi dia tak punya pilihan, laki-laki itu menyusup lagi di kehidupan yang susah payah dibangunnya. Fiona kaget ketika mengetahui Evan sudah menikah, lebih tepatnya dalam proses percereian, dia menganggap Evan tidak pernah mencintainya.
 Evan kaget ketika mengetahui orang yang akan merenovasi rumah barunya adalah orang yang amat dicintainya, pacar SMA-nya, perasaannya kembali bangkit, dia mrasa jatuh cinta lagi, tapi sikap Fiona terhadap dirinya begitu ketus, tidak mau memandang matanya bila diajak berbicara, selalu menolak jika diajak makan bersama. Evan tahu kesalahan dimasa lampau amatlah besar, meninggalkan Fiona sendirian ketika dia hamil anaknya dan malah menyuruhnya menggugurkannya. Evan menyesal, dia tidak mendapatkan kebahagian dari perkawinannya dengan Bianca, dia bisa terima kalau Bianca tidak mau memiliki anak padahal Evan sangat menginginkannya, anak perempuan tapi tidak bisa menerima ketika istri yang pernah membuatnya bahagia selingkuh di rumahnya, di tempat tidurnya.
Evan merasa dia masih punya kesempatan ketika tahu kalau Fiona janda dan mempunyai anak perempuan yang sangat pandai, mempunyai hobi yang sama dengannya, membaca. Fiona tidak suka kedekatan Kejora dengan Evan, dia tidak ingin Evan tahu kalo gadis kecil itu anaknya, dia berbohong tentang identitas Kejora, tidak ingin Evan melukai hatinya lagi. Tapi Evan begitu dekat dengannya, Evan begitu menggoda.
Sukaaaaaaa, khasnya Dahlian, romantis abis. Ini karya Solo-nya yang kedua setelah Pilot’s Woman (belum baca, nggak nemu di quantum hiks). Biasanya dia familier berduet dengan Gielda Latifa, melalui Body Proposal karya mereka yang pertama saya sudah jatuh cinta dan selalu menunggu karya selanjutnya. Di novel ini sendiri bercerita tentang kesempatan kedua, dimana Evan ingin Fiona memaafkannya dan ingin mereka bersama lagi, tentu nggak semudah itu, konflik yang ditambahkan adalah adanya Kejora dan Bianca yang ingin membatalkan gugatan carai Evan. Alurnya lumayan cepet, dari bab awal Fiona udah dipertemukan dengan Evan trus tokoh figuran lainnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu menonjol, semua tentang Fiona dan Evan, hehehe. Sedikit nambah pengetahuan tentang desain interior, membaca novel ini jadi membayangkan betapa indahnya rumah Evan. Covernya juga manis banget.
Tokoh favorit tentu Evan dong, dengan kacamata tanpa bingkainya dia berhasil menghipnotisku, wakakakaka. Kebiasaan Fiona yang selalu kuingat dan mungkin favoritnya Evan adalah ‘menyelipkan seuntai rambut ke balik telinganya’ soalnya sering banget menemukan kalimat ini. Dan adegan paling berkesan adalah waktu di Pondok =)). Adegan yang mebuatku mewek ada di halaman 316:
“Rara nggak apa-apa kok Mom nggak punya Blackberry. Rara juga nggak apa-apa, nggak sekolah di international school. Rara Cuma pengen,” Kejora tercekat, “punya papa.”
Btw tentang nama pengarang, setahuku dia juga punya nama pena Fidriwida, nggak tahu yang asli yang mana, mungkin bertujuan untuk membedakan genre tulisannya?
4 sayap untuk ‘mencintaimu sekali lagi’

Penulis: Dahlian
Editor: Kinanti Atmarandy
Desainer sampul: Dhea
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-486-0
Cetakan pertama, 2011
354 halaman.

Jumat, 07 Oktober 2011

Diary si Bocah Tengil: Kenyataan Pahit


Buku kelima yang berwarna ungu ini menceritakan bagaimana Greg Heffley menghadapi masa pubertas, kocak? sudah pasti.

Di awal halaman kita akan mengetahui kalo Greg dan Rowley sudah tidak bersahabat lagi. Bahkan, orang tua Rowley membayar seseorang sebagai 'tokoh panutan' tentu hal ini membuar Greg keki, karena dia merasa adalah tokoh panutan terbaik untuk Rowley.

Ada juga bagian Greg bertekad untuk menjadi bintang iklan Peachy Breeze dengan alasan biar bisa mendapat es krim gratis dan sering bolos dari sekolah untuk memunuhi kewajiban sebagai juru bicara Peachy Breeze. Padahal bintang yang dicari itu harus imut-imut, sedangkan Greg tentu saja amit-amit =)). Greg beralasan kalo dia bisa mengambil hati para juri dan dia merasa kalau dialah satu-satunya peserta uji coba yang bisa membaca papan teks dialog. Tapi dia merasa kecewa ketika para juri mempersilahkan keluar tanpa menanyakan namanya, Greg merasa mendapat perlakuan tidak adil hanya gara-gara umur.
Ketika kamu masih anak-anak, tidak ada yang memperingatkan bahwa kamu memiliki tanggal kadaluwarsa. Pada suatu saat, kamu menjadi pujaan, saat berikutnya kamu cuma seonggok sampah.
Hahaha bener juga ya, waktu kecil kita pasti disayang semua orang, dicubit-cubit, digendong kesana kemari, setelah besar? Blah. Ini juga yang membuat Rodrick selalu uring-uringan, sudah lama tidak mendapat pusat perhatian, posisi itu sudah tentu ditempati Manny. Nah, pengen tahu cara mengukur pertumbuhan di keluarga Heffley? Mereka hanya perlu melihat foto-foto dari acara pesta pernikahan Paman Gary, karena pamannya udah menikah sampe tiga kali, bahkan Ibunya Greg tidak mau repot-repot mengganti foto pernikahan, dia hanya menempelkan foto kepala istri barunya di atas yang lama, goblosssss =)).

Waktu Ibu Greg memutuskan untuk mengasah otaknya kembali, pekerjaan rumah pun di handle oleh para kaum Adam, seperti apa hasilnya? Waktu makan malam, Manny bertugas membuat es teh, dia mengaduknya dengan tangan telanjang, Rodrick bertanggung jawab memasank daging, dia malah lupa membuka bungkus plastik sebelum memasukkannya ke dalam oven. Rodrick benar-benar sukses mengerjai Greg ketika dia berpesan sebagai penganti ibu :). Tugas Greg? mencuci pakaian :)).
Menurutku anak laki-laki seharusnya dilarang secara hukum untuk melipat pakaian dalam milik ibunya.
Masih banyak yang lucu lagi, seperti waktu Greg terlelap selama setengah detik, tangannya tergelincir dan tidak sengaja menyalakan alarm kebakaran, tentu seluruh sekolah jadi panik dong, sekolah terpaksa dievakuasi dan mobil pemadam kebakaran pun datang. Setelah mereka sadar tidak ada kebakaran, kepala sekolah mengatakan siapa pun yang menyalakannya akan dihukum dan orang itu harus menyerahkan diri.
Aku tidak tahu banyak hal. Namun, aku TAHU bahwa kita seharusnya jangan mengumumkan hukuman yang akan dijatuhkan SEBELUM kita menyuruh orang yang bersalah menyerahkan diri.
Goblosssss, tentu saja si Greg tetap tutup mulut =))
Trus waktu Ibunya akan mengaji orang untuk membersihkan rumah karena selama ditinggal mereka tidak bisa melaksanakan kewajiban, greg mencoba memanfaatkannya, berkali-kali dia menulis surat bernamakan ibunya agar Isabella mencuci pakaian Greg tapi 'asisten rumah tangga' tersebut selalu mencari alasan bahkan dia selama tidur siang di kamar Greg. Karena sebal dia menceritakan semuanya kepada ibunya untuk segera di pecat, tentu saja Ibunya tidak percaya.
Yang bisa aku katakan hanyalah: kalau saja menjadi pembantu cuma berarti menonton televisi sepanjang hari, menyantap makanan kecil, dan tidur siang di ranjangku; maka, aku rasa aku akhirnya berhasil menemukan karir yang bisa membuatku bersemangat.
Trus Greg iri waktu Rowley mendapatkan jerawat pertamanya dan memamerkannya, karena menurut ibunya Rowley, itu pertanda kalo dia sedang berubah menjadi pria dewasa. Greg bilangnya sih nggak iri, dia berujar kalo Rowley anak yang masih tidur sambil ditemani setumpuk boneka binatang setiap malam, merasa tidak masuk akal mengapa Rowley mendapatkan jerawat terlebih dahulu dibanding Greg. Sudah lama Greg menantikan saat mendapatkan jerawat atau mendapatkan kumis halus. Trus apakah persahabatan Greg dengan Rowley benar-benar sudah berakhir?
Masih lucu, Rodrick yang masih suka menindas, Manny yang masih menjadi anak emas, Rowley yang masih lugu, Mom yang masih otoriter, Dad yang aneh, semua masih sama seperti dulu, tetap asik dinikmati, tetap kocak. Untung kertasnya buram :)
3 sayap untuk masa pubertas yang dinanti-nanti ^^

Penerjemah: Ferry Halim
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Agustus 2011
ISBN: 978-979-024-474-0

Senin, 03 Oktober 2011

Bacaan Bulan Juli - September 2011

kyaaaa udah tiga bulan nggak ngelist bacaan, hehhe. Biasanya sih emang nggak pernah ngitung, habis selesai baca buku satu lanjut ke buku lainnya, tapi karena tahun ini menargetkan 200 buku dalam setahun mau nggak mau harus jeli, hihi. Alhamdulillah dalam bulan Oktober ini udah memasuki buku ke 150an, jadi lumayanlah masih beberapa bulan insyaallah target terpenuhi. Sayangnya ada juga buku yang unfinished yaitu nggak kebaca atau nggak selesai dikarenakan bener-bener nggak mood dan nggak ada feel untuk baca buku tersebut, daripada makan ati mending baca yang lainnya :). Berikut bacaan bulan Juli - September 2011 walau nggak semuanya kereview, nggak nggak nggak kuat bok :p
Juli
  1. Suddenly Supernatural by Elizabeth Cody Kimmel
  2. Dongeng Semusim by Sefriana Khairil
  3. Rindu by Sefriana Khairil
  4. Daddy Long Legs by Jean Webster
  5. Kepada Cinta by Penulis Gagasmedia
  6. Rain Affair by Clara Canceriana
  7. The Day of The Jackal by Frederick Forsyth
  8. Firelight by Sophie Jordan
  9. Your Job is Your Career by Rene Suhardono
  10. 9 Summers 10 Autums by Iwan Setyawan
  11. Semburat Senyum Sore by Vinca Callista
  12. Scones and Sensibility by Lindsay Eland
Agustus
  1. Madre by Dee
  2. The Prince of Pleasure by Kresley Cole
  3. Between The Devil and Disire by Lorraine Heath
  4. Angel by Johanna Linsey
  5. A Heart So Wild by Johanna Lindsey
  6. Angeel Creek by Linda Howard
  7. Rainwater by Sandra Brown
  8. Perfect Chemistry by Simone Elkeles
  9. Poconggg Juga Pocong by @Poconggg
  10. Ti Amo, Tia Amoria by Karla M Nashar
  11. Heart Aflame by Johanna Lindsey
  12. Bubble Love by Fei dan Lia Indra Adriana
  13. Antologi Rasa by Ika Natassa
  14. Melodia by Keshia Deisra
  15. Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale by Bunga Mega
September
  1. Till We Meet Again by Yoana Dianika
  2. Komik 5 cm by Donny Dhirgantoro
  3. Succubus Blues by Richel Mead
  4. The Present by Johanna Lindsey
  5. Satin Merah by Brahmanto Anindito
  6. Empat Musim Cinta by Penulis Gagas
  7. Hujan dan Teduh by Wulan Dewatra
  8. Heaven on Earth by kaka HY
  9. Khokkiri by Lia Indra Adriana
  10. It Had To Be You by Susan Elisabeth Phillips
  11. Fool for Love by Eloisa James
  12. Hairless by Ranti Hannah
  13. Letters To Sam by Daniel Gottlieb
  14. Celebrity Wedding by aliaZalea
  15. The Devil's Love by Julia London
  16. Desperate Duchesses by Eloisa James
  17. All I Need Is You by Johanna Lindsey
  18. Forever Mine by Cherry Zhang
  19. Love Eternal by J.R. Ward
  20. Embrace The Darkness by Alexandra Ivy
  21. When Darkness Comes by Alexandra Ivy
Dan buku-buku yang nggak kebaca, terpaksa diswap ataupun hasil pinjem antara lain:
  1. The Lovely Bonesby Alice Sebold (nonton filmnya aja tragis, gimana bukunya, nyerah tanpa tersentuh halaman awal)
  2. Mata Golem* by Jonathan Stround
  3. Gerbang Ptolemy* by Jonathan Stround
  4. The Magic Thief* by Sarah Prineas
  5. Thick Face, Black Heart (dapet buntelan dari perpuskeliling, isinya b.ingg dan motivasi, bukan cangkir tehku)
  6. Sebuah Masjid di Munich: Konspirasi NAZI, CIA, dan Ikhwanul Muslimin by Ian Johnson (bukunya berbau politik baru dapet beberapa halaman mandeg, bukan cangkir tehku)
* --> semuanya berbau sihir, sayangnya nggak ada yang bisa ngalahin Harry Potter.

Forever Mine


12327414

by Cherry Zhang
penerbit: Gradien Mediatama
cetakan: I, 2011
ISBN: 978-602-208-014-5
296 halaman

Livvy muak ketika mantan pacarnya, Maurice, hanya menginginkan sex dalam hubungan mereka, dari awal sebenarnya dia sudah tidak tertarik tapi karena laki-laki berkebangsaan Prancis itu ngotot, Livvy pun menerima undangan makan malam di apartemennya, makan malam itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

Bukan tujuan utama mendapatkan kisah cinta di negara Kangguru ini, Livvy bekerja mati-mayian, di dua tempat sekaligus sebagai waitress dan penjaga kasir, tidak punya waktu untuk yang lainnya. itu semua dilakukannya demi membantu biaya pengobatan ibunya. Lalu muncullah Xander Clayton, pria kaya asal Amerika yang mempunyai banyak usaha di Australia, laki-laki yang kaya raya. Dia adalah temannya Maurice, mendekati Livvy karena ingin membuktikan apakah perempuan muda  yang gila harta seperti yang dilihatnya ketika memutuskan Maurice. Tidak butuh wantu yang lamauntuk menaklukan hati Livvy, walau awalnya Livvy keras kepala, takut kalau Xander seperti Maurice, pria kaya kebanyakan yang hanya menginginkan sex, toh akhirnya dia jga jatuh cinta juga. Dia memberikan semua yang dimilikinya untuk Xander tapi Livvy tetap tidak menerima ucapan cinta dari pacarnya itu. hingga suatu waktu mereka berlibur di sebuah villa milik Xander, Livvy bertemu lagi dengan Maurice, laki-laki itu berkata bahwa Alex (nama aslinya Xander) telah memenangkan taruhan villa yang ditempatinya sekarang itu. Gerah, Livvy meminta putus, awalnya Xander tidak mau bahkan setelah menjelaskan alasannya tapi Livvy tetap ngotot minta putus, dengan marah Xander pun mengabulkannya.

Xander balas dendam dengan membawa gandengan baru ke kafe tempat Livvy bekerja, hati Livvy sakit sekali dan dia pun sering menyembunyikan air matanya. Belum ditambah kalau dirinya positif hamil. Berperang dengan perasaannya sendiri, Livvy terpaksa mendatangi apartemen Xander untuk mengabarkan hal penting tersebut, namun setelah tiba disana, Livvy malah marah-marah karena mengetahui ada perempuan lain yang sekarang tiba di apartemennya, dia pun lari pergi dan pingsan sebelum mencapai lift. Xander sangat marah mengetahui kalau Livvy hamil, dia merasa dibohongi Livvy dari awal. Dengan kilat dia melangsungkan pernikahan. Antara senang dan sedih mendapatkan kalau sekarang dia menikah dengan orang yang dicintainya dan anaknya akan mempunyai seorang ayah, sayangnya laiki-laki yang dicintainya itu tidak membalas perasaanya.

Wo-ho waktu baca sampul belakang bukunya ada label 'novel dewasa', jarang-jarang nih novel Indonesia. Waktu baca ceritanya emang romance abis, dari awal kita disuguhi cerita Xander dan Livvy terus, tokoh lainnya benar-benar jadi figura. Walaupun begitu, konfliknya cukup banyak sehingga tidak membuat bosan, adegan ciuman dan lainnya menututku biasa, tidak terlalu hot cuman sering XD. Setting ceritanya juga indah, mungkin di buku ini ingin lebih menonjolkan karakter kedua tokoh utama, Xander yang posesif dan sedikit kasar, dan Livvy yang tegar. Well, sebagai permulaan membaca buku romancenya Gradien (perdana bok ;p), saya ingin membaca cerita yang lainnya juga.

3 sayap untuk harlequinnya indonesia :))

Minggu, 02 Oktober 2011

Lover Eternal: Kekasih Abadi


Lanjutan dari buku sebelumnya Dark Lover (review di http://kutubokek.posterous.com/kekasih-misterius-black-dagger-brotherhood-1), buku ini menceritakan anggota Black Dagger Brotherhood, prajurit vampir yang terampil, yang melindungi species mereka dari Lessering Society (kaum pembantai yang disewa Omega untuk membasmi species vampir) yaitu si Hollywood atau si vampir tampan dan elegan, Rhage.

Karena kesalahannya dimasa lampau, Rhage dikutuk oleh Scribe Virgin (kekuatan mistis, berfungsi sebagai penasehar raja sekaligus penjaga arsip vampir & pengatur hak-hkl istimewa kaum vampir. Hidup di alam baka dan mempunyai kemampuan yang luar biasa. Memiliki kemampuan menciptakan, yang dilakukan saat menciptakan vampir), Rhage membuat marah sosok wanita mistis yang menjadi pemimpin ras mereka itu. Wanita itu pun tanpa ragu memberikan beban tambahan di atas beban yang harus dipikiulnya sejak lahir. Kalau Rhage tidak melampiaskan emosinya secara rutin. ia akan menjadi sosok makhluk buas dengan nafsu membunuh tinggi, seekor naga raksasa. Rhage harus bergantung dengan banyak wanita untuk menekan emosinya itu.

Mary Lane, cewek yang hampir sekarat karena kanker bertemu dengan pemuda bernama John. Laki-laki yang sedang kebingungan dan tidak bisa bicara itu sangat butuh bantuan Mary, kemudian tetangganya, Bella, mengetahui kalau John adalah vampir muda, akan mengalami masa transisi sebelum menjadi vampir sungguhan dan itu sangat berbahaya sekali. Kemudia Bella membawa John dan Mary (karena hanya Mary yang bisa menerjemahkan bahasa isyarat yang digunakan John) ke markas Black Dagger Brotherhood untuk menyiapkan John sepenuhnya. Disana Mary bertemu dengan pria tinggi, berambut pirang, berkaos hitam, bercelana kulit, wajahnya begitu menawan. Rahang persegi yang sempurna, bibir penuh, tulang pipi yang tinggi, dahi lebar, rambut tebal dan ikal. Tubuhnya sehebat wajahnya.Tubuh cowok itu limbung seperti orang mabuk dan terlihat sakit (karena Rhage habis berubah dari monster jahat), matanya yang berwarna biru kehijauan yang sangat cerah, menatap tajam pada Mary.

Setelah pertemuan itu, Rhage seharusnya menghilangkan ingatan Mary tentang dirinya dan dunia yang baru dijumpainya itu, dunia vampir yang sangat bahaya, tapi Rhage tidak bisa melakukannya, dia sudah jatuh hati pada Mary dan tidak ingin Mary melupakan dirinya. Rhage bertekad menandai wanita manusia itu sebagi miliknya, ia menjadi posesif dan protektif terhadap Mary ketika dia menjadi incara para Lesser (manusia yang jiwanya dicabut, yang menjadikan vampir target untuk dihancurkan sebagai persyaratan untuk menjadi anggota Lessing Sosiety. Omega menginisiasi mereka menjadi bagian dari Lessing Sosiety dengan cara merengut jantung mereka, lalu meletakkanya di guci keramik).

Tidak hanya itu, selain melindungi Mary dari para Lesser, Rhange ahrus melindungi Mary dari dirinya sendiri, dari si monster ganas yang ingin keluar ketika dia bersama dengan Mary.

Suka buku kedua ini daripada yang pertama, selain covernya yang jauh jauh lebih baik (cowok yang di cover bikin ngiler, hehe) karakter si Rhage juga menjadi alasannya, penyayang dan cool, keren deh pokoknya. Masih sama seperti buku yang pertama, banyak actionnya walaupun menurutku porsi romancenya lebih mendominasi. Karakter si Mary yang lemah cocok banget kalo disandingkan dengan Rhange. Kita tunggu aja buku selanjutnya yang menceritakan Zsadist yang kejam dan muka penuh luka (sesuai dengan namanya ya, hehe) dengan Bella, ayo-ayo cepet terbit ^^

4 sayap untuk si monster buas.


by J.R. Ward

alih bahasa: Hanna Francis & Dharmawati

penerbit: Gramedia

cetakan: I. Agustus 2011

ISBN: 978-979-22-7450-9

600 halaman



Forever Mine




by Cherry Zhang
penerbit: Gradien Mediatama
cetakan: I, 2011
ISBN: 978-602-208-014-5
296 halaman



Livvy muak ketika mantan pacarnya, Maurice, hanya menginginkan sex dalam hubungan mereka, dari awal sebenarnya dia sudah tidak tertarik tapi karena laki-laki berkebangsaan Prancis itu ngotot, Livvy pun menerima undangan makan malam di apartemennya, makan malam itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

Bukan tujuan utama mendapatkan kisah cinta di negara Kangguru ini, Livvy bekerja mati-mayian, di dua tempat sekaligus sebagai waitress dan penjaga kasir, tidak punya waktu untuk yang lainnya. itu semua dilakukannya demi membantu biaya pengobatan ibunya. Lalu muncullah Xander Clayton, pria kaya asal Amerika yang mempunyai banyak usaha di Australia, laki-laki yang kaya raya. Dia adalah temannya Maurice, mendekati Livvy karena ingin membuktikan apakah perempuan muda  yang gila harta seperti yang dilihatnya ketika memutuskan Maurice. Tidak butuh wantu yang lamauntuk menaklukan hati Livvy, walau awalnya Livvy keras kepala, takut kalau Xander seperti Maurice, pria kaya kebanyakan yang hanya menginginkan sex, toh akhirnya dia jga jatuh cinta juga. Dia memberikan semua yang dimilikinya untuk Xander tapi Livvy tetap tidak menerima ucapan cinta dari pacarnya itu. hingga suatu waktu mereka berlibur di sebuah villa milik Xander, Livvy bertemu lagi dengan Maurice, laki-laki itu berkata bahwa Alex (nama aslinya Xander) telah memenangkan taruhan villa yang ditempatinya sekarang itu. Gerah, Livvy meminta putus, awalnya Xander tidak mau bahkan setelah menjelaskan alasannya tapi Livvy tetap ngotot minta putus, dengan marah Xander pun mengabulkannya.

Xander balas dendam dengan membawa gandengan baru ke kafe tempat Livvy bekerja, hati Livvy sakit sekali dan dia pun sering menyembunyikan air matanya. Belum ditambah kalau dirinya positif hamil. Berperang dengan perasaannya sendiri, Livvy terpaksa mendatangi apartemen Xander untuk mengabarkan hal penting tersebut, namun setelah tiba disana, Livvy malah marah-marah karena mengetahui ada perempuan lain yang sekarang tiba di apartemennya, dia pun lari pergi dan pingsan sebelum mencapai lift. Xander sangat marah mengetahui kalau Livvy hamil, dia merasa dibohongi Livvy dari awal. Dengan kilat dia melangsungkan pernikahan. Antara senang dan sedih mendapatkan kalau sekarang dia menikah dengan orang yang dicintainya dan anaknya akan mempunyai seorang ayah, sayangnya laiki-laki yang dicintainya itu tidak membalas perasaanya.

Wo-ho waktu baca sampul belakang bukunya ada label 'novel dewasa', jarang-jarang nih novel Indonesia. Waktu baca ceritanya emang romance abis, dari awal kita disuguhi cerita Xander dan Livvy terus, tokoh lainnya benar-benar jadi figura. Walaupun begitu, konfliknya cukup banyak sehingga tidak membuat bosan, adegan ciuman dan lainnya menututku biasa, tidak terlalu hot cuman sering XD. Setting ceritanya juga indah, mungkin di buku ini ingin lebih menonjolkan karakter kedua tokoh utama, Xander yang posesif dan sedikit kasar, dan Livvy yang tegar. Well, sebagai permulaan membaca buku romancenya Gradien (perdana bok ;p), saya ingin membaca cerita yang lainnya juga.

3 sayap untuk harlequinnya indonesia :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...