Jumat, 30 September 2011

Letters to Sam


Penulis: Daniel Gottlieb
Penerjemah: Windy Ariestanty
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISBN: 979-780-510-7
218 halaman

Aku tak sanggup memikirkan hal ini, tetapi aku tahu, suatu hari nanti, kau akan mendengar seseorang berkata, 'Dia Autis.' Kalau hal itu terjadi, aku khawatir, kau akan menyadari bahwa ketika orang melihatmu, mereka tak melihat seorang Sam. Mereka melihat sebuah diagnosis. Sebuah masalah. Sebuah pengelompokan. Bukan seorang manusia. -- hal. 65
Buku ini bercerita tentang surat-surat yang dikirim oleh seorang laki-laki berumur 53 tahun yang menderita kelumpuhan selama 20 tahun karena kecelakaan kepada cucunya, Sam yang lahir pada 25 Mei 2000 dimana ketika dia berusia kurang dari 2 tahun, keluarga menemukan bahwa Sam menunjukkan gejala autisme, setelah melakukan tes kecerdasan, penilaian perilaku, dan ujian fisik, hasilnya menyatakan kalau Sam menderita PDD -- Pervasive Deveplomental Disorder, (Gangguan Perkembangan Pervasif). Dia berhenti berceloteh dan sepenuhnya membisu, menghantamkan kepalanya ke lantai bilamana merasa frustasi, berteriak ketika mendengar suara-suara tertentu. Dengan mengabaikan kekuranngan yang diderita cucunya, Gottlieb percaya kalau pesan yang penuh cinta itu akan tersampaikan. Dia ingin cucunya belajar memahami artinya 'berbeda' dari orang lain, memberitahu Sam tentang cinta, dimana memberikan cinta adalah jauh lebih penting daripada menerimanya, dan memberitahu apa artinya menjadi manusia.
Surat-surat yang ditulis lebih banyak menceritakan tentang pengalaman penulis. Walaupun begitu, ada kalanya dia menceritakan orang-orang terdekatnya, seperti di bagian kedua yang berisi "Tentang Keluargamu." Kita juga dikenalkan dengan Sam, 'kesempurnaannya' sampai masa depannya, bagaimana dia harus menghadapi perbedaan. Penulis ingin mempersiapkan semuanya, menghadapi masa depan, berjuang menghadapi ketidakadilan. Sayangnya, menurutku cerita tentang Sam terlalu sedikit, saya ingin lebih mengenal dia bukan hanya garis besarnya saja, bagaimana dia tumbuh, bagaimana dia menjalani terapi, saya ingin tahu perjuangannya. Tapi, rasa sayang seorang kakek kepada cucunya terasa jelas melalui surat-surat tersebut, selain itu banyak kata-kata Gottlieb yang saya suka, filosofinya tentang hidup, disetiap bab selalu bermakna, covernya cantik. Berikut adalah bagian yang paling saya suka.
Ayahmu dan Ayahku, menceritakan kehebatan para ayah. Sam pasti bangga sekali dengan laki-laki yang ada di keluarganya :)
Kemudian, ketika ayahmu tahu tentang autisme yang kau derita, dia mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan. 'Kalau Sam tidak bisa belajar di sekolah,' katanya kepadaku, 'aku akan berhenti kerja dua tahun, kami akan berlayar berkeliling dunia. Aku akan mengajarinya segala sesuatu yang perlu dia ketahui dalam dua tahun itu.'
Berikan Kesempatan untuk Berbuat Baik, dibagian ini kita mengenal sisi lain dari kerapuhan. Kerapuhan, kelemahan justru mendorong keluarnya kebaikan orang lain. Nggak ada salahnya kalau kita tak berdaya :)
Terkadang, keadaan memaksa kita untuk berpura-pura kuat dan berani, padahal sebenarnya kita merasakan yang sebaliknya. Tapi itu jarang sekali. Pada umumnya, akan lebih baik kalau kita tak usah berpura-pura kuat ketika sedang merasa lemah, atau berpura-pura berani padahal merasa takut. Aku percaya, dunia akan menjadi tempat yang lebih aman kalau setiap orang merasa lemah menggunakan flasher dan berkata, 'Aku punya masalah. Aku lemah dan sedang berusaha semaksimal mungkin.'
Bagian yang paling saya suka adalah Melihat Seorang Manusia, di bagian ini penulis menceritakan perempuan bernama Norma, sahabatnya, seseorang yang mengidap skizofrenia.
Akankah aku menyerahkan anak perempuanku yang masih bayi kepada 'seorang skizofrenik'? Tentu saja tidak. Namun aku mempercayakannya kepada Norma. Penyakit yang diderita Norma menyerang otaknya, tetapi jiwanya tetap utuh.

Sam, selama bertahun-tahun aku mendapati bahwa aku bukanlah seorang tunadaksa. Aku memang memiliki kelumpuhan. Kau bukan penderita autis. Kau memiliki autisme. karena label yang diletakkan pada kita, beberapa orang takut mendekati kita. Beberapa yang lain menjadi berhati-hati ketika berbicara atau memberikan kepercayaan kepada kita. Dengan cedera tulang belakangku dan autisme yang kau miliki, kita terlihat berbeda dan bertindak berbeda. tapi, kita juga bisa mengajari orang lain, sebagaimana Norma telah mengajariku, bahwa apa pun yang terjadi dengan tubuh atau pikiran kita, jiwa kita tetap untuh.
Di bagian Menyembuhkan Luka, kita dikenalkan cara penyembuhan yang ampuh, bahwa penyembuhan terjadi dengan cara dan waktunya sendiri.
Bagaimana penyembuhan terjadi? Luka sembuh dengan cara yang ajaib. Secara tak terelakan, dia sembuh dengan caranya sendiri. Apa yang harus kita lakukan hanyalah tidak membiarkan ego kita kelaparan menuntut rasa sakit agar segera lenyap dalam jangka waktu tertentu. kita membutuhkan keyakinan bahwa kelak rasa sakit itu akan pergi. Bagaimanapun, rasa sakit hanyalah sebuah emosi. tak ada satupun emosi yang abadi.
Buku ini penuh cinta, penuh makna hidup. Mungkin masih banyak lagi kalimat pamungkas di buku ini, temukan sendiri :))
Sedikit cerita, DULU saya sangat bodoh, DULU saya termasuk golongan orang yang membeda-bedakan 'si lumpuh' atau 'si autis', sempat menganggap kekurangan orang menjadi bahan olok-olokan. Setelah saya membaca beberapa blog tentang STOP menggunakan kata autis untuk bahan ejekan saya SADAR, saya membayangkan bagaimana saya menjadi orang tua tersebut, tidak mudah, pasti, kita harus mempunyai pasokan sabar yang amat besar, karena autis bukan penyakit sehingga tidak ada obatnya. Salah satu link yang 'menyadarkan' saya adalah http://sillystupidlife.com/2009/04/time-to-speak-out/ yang ditulis oleh   seorang ibu yang memiliki dua anak dengan autis. Melalui twitnya juga, saya belajar banyak tentang autisme. Ada twit beliau yang sangat jleb, kalau nggak salah begini bunyinnya: Dia nanya, "Am I autistic mom?".. I said, "No dear, you're just different, but you're special. One day you gonna make everybody proud of u."
Ahhhh, anaknya pasti bangga banget punya ibu yang hebat seperti beliau :))
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  1. interaksi sosial,
  2. komunikasi (bahasa dan bicara),
  3. perilaku-emosi,
  4. pola bermain,
  5. gangguan sensorik dan motorik
  6. perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme untuk lebih jelasnya).
3 sayap untuk cinta kakek kepada cucunya :)

NB: Tentang Penulis
Daniel Gottlieb, psikolog dan terapis keluarga yang menjadi pembawa acara di Voice in the Family di radio WHYY, afiliasi dari Philadelphia's National Public Radio. Seorang kolumnis untuk Philadelphia Inquirer, penulis tiga buku, Learning from the Heart, Voice in the Family, dan kompilasi kolom Voices of Conflict; Voices of Healing. Dia adalah ayah dari dua putri, dan Sam adalah cucu satu-satunya. Royalti penulis akan disumbangkan untuk kepentingan organisasi kesehatan anak-anak dan amal. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi http://www.drdangottlieb.com/ :))

Sabtu, 17 September 2011

-Bubble Love-


12394500


Penulis: Fei & Lia Indra Andriana
Editor: Benedicta Rini W
Penerbit: Sheila, Andi Publisher
Cetakan: I, 2011
ISBN: 978-979-29-2612-5
158 halaman

Sebenernya baca ini duluan daripada Khokkiri tapi nulis reviewnya belakangan. hehehehe. Terimakasih banyak kepada mbak @artikamaya yang udah ngasih #buntelan ini dan saya suka! :))
Masih berbau Korea, cerita dimulai dari perubahan drastis seorang Vivian, si gadis lugu dan pemalu menjadi seorang wanita dewasa yang seksi dalam balutan baju mini. Dia melakukan semua itu untuk balas dendam kepada Seon-Ho, pacar yang berdarah Korea yang tiba-tiba saja memutuskannya secara sepihak dan mlah pacara sama gadis SMA. Vivian juga berpacara dengan Andros Riviera, playboy paling cakep dan tajir. Dia melakukan semua perubahan itu untuk menarik perhatian Seon-Ho, ingin membuat mantannya itu cemburu, ingin tahu kenapa dia memutuskannya karena sebernarnya dia masih sangat mencintai Seon-Ho. Perubahan Vivian juga berdampak buruk bagi persahabatannya dengan Sinae, seorang guru Bahasa Korea. Sinae tidak suka akan perubahan Vivian yang berdandan menor dan berbaju minim, apalagi waktu datang kerumahnya pada tengah malam Vivian mabuk berat, tidak Vivian yang biasanya, selain itu, yang membuat Sinae marah besar adalah dia sekarang berpacaran dengan Andros, laki-laki yang diam-diam dicintainya.
Dilain pihak, sebenarnya Seon-Ho masih sangat mencintai Vivian juga, tapi dia harus wajib militer, dia tidak ingin Vivian terus memikirkannya, menunggu untuk waktu yang sangat lama, jadi dia berpikir lebih baik kalau mereka berpisah dan Vivian mencari penggantinya, mendampingi dan menjaganya setiap saat. Awalnya dia menolak tawaran Minnie untuk menjadi pacar gadungannya, gadis SMA itu ingin membuat cemburu adik sepupunya, Park Tae-Sik yang cuek, tapi dia malah membuat alasan tersebut untuk putus dengan Vivian. Pada waktu Vivian menunjukkan perubahannya pertama kali, Seon-Ho kena batunya sendiri, dia shock dan sadar kalau tidak bisa kehilangan Vivian, tapi Andros tidak mau melepaskan cewek yang sudah diincarnya dari dulu itu, dia sudah terlanjur cinta mati. Nah lo, siapa yang bakal dipilih Vivian? :))
Covernya keren, lucu imut, walaupun banyak banget kebetulan, dimana hubungan tokoh satu dengan yang lainnya, tapi nggak membuat bingung kok, malah bisa ketebak. Sebenarnya suka banget sama karakter Andros, tipikal playboy yang tobat, katanya sih meraka malah jauh lebih setia kalau udah nemu cinta sejatinya, nggak tau yang bener yang mana, wakakaka, sayangnya di cerita dia dibuat menjadi jahat. Eh tapi Tae-Sik boleh juga loh ;p. Dari segi cerita udah biasa, bedanya disini disisipin unsur Korea, bahasa Korea yang berseliweran, dikenalkan dengan sedikit budaya Korea yaitu wajib militer yang harus dilakukan selama dua tahun bagi laki-laki dan lock of love di Namsam yang lebih tepatnya terletak di Seoul Tower, dimana dipagari banyak sekali gembok yang dipasang di pinggiran teras sebagai lambang cinta abadi bagi pengunjung Seoul Tower. Ini gambarnya:

455-locks-of-love-at-n-seoul-towerTumblr_l1hzssrzmn1qzgc8bo1_500
Ahhh jadi pengen kesana, romantis banget yah :))
Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian yang aku suka dan menurutku romantis abis, di halaman 104 waktu Tae-Sik nembak Minnie :))
I Love You (Love You)
I Want You (Want You)
I Need You (Need You)
'Cause I choose you (Choose you)
Minnie mendengarkan reff lagu I Love You sambil menatap Tae-Sik dengan bingung. Tae-Sik menarik napas dan mendekat, ia berbisik, tepat ditelinga Minnie. Ia mengucapkan satu kalimat lanjutan dari lagu, "ijeya gaseumeseo haneunmal, neoreul mannagoya paenmal."
Satu tarikan napas panjang lagi, Minnie bisa merasakan telinganya terbelai desahan napas Tae-Sik. "I love you, Minnie. Be my girlfriend.."
Bisa ditiru tuh untuk yang mau nembak :))
Quote favorit:
Cinta itu seperti gelembung sabun, cinta itu ringkih sehingga kita harus menjaganya baik-baik. Dan yang terpenting, cinta itu harus transparan karena jika kamu perhatikan baik-baik, di permukaan transparan gelembung sabun itu terdapat percikan warna pelangi yang sangat indah.

Let's make our love just like a bubble love. Let's make it transparent so that we can see the rainbows in our love. And i swear that this bubble love in the most precious love that i will never pop.
3 sayap untuk si gelembung cinta :))

Bubble Love


Penulis: Fei & Lia Indra Andriana

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: I, 2011

ISBN: 978-979-29-2612-5

158 halaman



Sebenernya baca ini duluan daripada Khokkiri tapi nulis reviewnya belakangan. hehehehe. Terimakasih banyak kepada mbak @artikamaya yang udah ngasih #buntelan ini dan saya suka! :))

Masih berbau Korea, cerita dimulai dari perubahan drastis seorang Vivian, si gadis lugu dan pemalu menjadi seorang wanita dewasa yang seksi dalam balutan baju mini. Dia melakukan semua itu untuk balas dendam kepada Seon-Ho, pacar yang berdarah Korea yang tiba-tiba saja memutuskannya secara sepihak dan mlah pacara sama gadis SMA. Vivian juga berpacara dengan Andros Riviera, playboy paling cakep dan tajir. Dia melakukan semua perubahan itu untuk menarik perhatian Seon-Ho, ingin membuat mantannya itu cemburu, ingin tahu kenapa dia memutuskannya karena sebernarnya dia masih sangat mencintai Seon-Ho. Perubahan Vivian juga berdampak buruk bagi persahabatannya dengan Sinae, seorang guru Bahasa Korea. Sinae tidak suka akan perubahan Vivian yang berdandan menor dan berbaju minim, apalagi waktu datang kerumahnya pada tengah malam Vivian mabuk berat, tidak Vivian yang biasanya, selain itu, yang membuat Sinae marah besar adalah dia sekarang berpacaran dengan Andros, laki-laki yang diam-diam dicintainya.

Dilain pihak, sebenarnya Seon-Ho masih sangat mencintai Vivian juga, tapi dia harus wajib militer, dia tidak ingin Vivian terus memikirkannya, menunggu untuk waktu yang sangat lama, jadi dia berpikir lebih baik kalau mereka berpisah dan Vivian mencari penggantinya, mendampingi dan menjaganya setiap saat. Awalnya dia menolak tawaran Minnie untuk menjadi pacar gadungannya, gadis SMA itu ingin membuat cemburu adik sepupunya, Park Tae-Sik yang cuek, tapi dia malah membuat alasan tersebut untuk putus dengan Vivian. Pada waktu Vivian menunjukkan perubahannya pertama kali, Seon-Ho kena batunya sendiri, dia shock dan sadar kalau tidak bisa kehilangan Vivian, tapi Andros tidak mau melepaskan cewek yang sudah diincarnya dari dulu itu, dia sudah terlanjur cinta mati. Nah lo, siapa yang bakal dipilih Vivian? :))

Covernya keren, lucu imut, walaupun banyak banget kebetulan, dimana hubungan tokoh satu dengan yang lainnya, tapi nggak membuat bingung kok, malah bisa ketebak. Sebenarnya suka banget sama karakter Andros, tipikal playboy yang tobat, katanya sih meraka malah jauh lebih setia kalau udah nemu cinta sejatinya, nggak tau yang bener yang mana, wakakaka, sayangnya di cerita dia dibuat menjadi jahat. Eh tapi Tae-Sik boleh juga loh ;p. Dari segi cerita udah biasa, bedanya disini disisipin unsur Korea, bahasa Korea yang berseliweran, dikenalkan dengan sedikit budaya Korea yaitu wajib militer yang harus dilakukan selama dua tahun bagi laki-laki dan lock of love di Namsam yang lebih tepatnya terletak di Seoul Tower, dimana dipagari banyak sekali gembok yang dipasang di pinggiran teras sebagai lambang cinta abadi bagi pengunjung Seoul Tower. Ini gambarnya:


Ahhh jadi pengen kesana, romantis banget yah :))

Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian yang aku suka dan menurutku romantis abis, di halaman 104 waktu Tae-Sik nembak Minnie :))

I Love You (Love You)

I Want You (Want You)

I Need You (Need You)

'Cause I choose you (Choose you)

Minnie mendengarkan reff lagu I Love You sambil menatap Tae-Sik dengan bingung. Tae-Sik menarik napas dan mendekat, ia berbisik, tepat ditelinga Minnie. Ia mengucapkan satu kalimat lanjutan dari lagu, "ijeya gaseumeseo haneunmal, neoreul mannagoya paenmal."

Satu tarikan napas panjang lagi, Minnie bisa merasakan telinganya terbelai desahan napas Tae-Sik. "I love you, Minnie. Be my girlfriend.."

Bisa ditiru tuh untuk yang mau nembak :))

Quote favorit:


Cinta itu seperti gelembung sabun, cinta itu ringkih sehingga kita harus menjaganya baik-baik. Dan yang terpenting, cinta itu harus transparan karena jika kamu perhatikan baik-baik, di permukaan transparan gelembung sabun itu terdapat percikan warna pelangi yang sangat indah.




Let's make our love just like a bubble love. Let's make it transparent so that we can see the rainbows in our love. And i swear that this bubble love in the most precious love that i will never pop.

3 sayap untuk si gelembung cinta :))

Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale


Penulis: Bunga Mega

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: Maret, 2011

ISBN: 978-979-29-1714-7

280 halaman



3 cerita tantang 3 sahabat dengan jalan yang berbeda untuk menemukan kehahagiaan sejati.

Ilya, si pencari komitmen.

Seorang fashion & lifestyle editor majalah metropolitan terkenal di Jakarta. Mempunyai pacar putus-nyambung seorang anak basket dan si Womanizer, Wahyu. Hubungan mereka sebenarnya tidak disetujui para sahabatnya karena Wahyu terkenal playboy, Ilya pun sebenarnya juga menyadari kalau dia sering dibohongi dan diselingkuhi tapi mau bagaimana, dia sudah terlanjur cinta sama Wahyu. Ada juga Adam yang datang membawa angin sejuk di kehidupannya, pemilik sebuah cafe yang dulu pernah di liput Ilya, sejak saat itu Adam tertarik dan berusaha untuk bertemu dengan Ilya lagi. Ilya butuh komitmen, Ilya ingin segera menikah, siapa yang mampu memberikannya?

Donna, si tak peduli komitmen.

Seorang Pramugari yang mempunyai jam terbang tinggi dan juga pengalaman percintaan yang tak diragukan lagi, waktu kecil diadopsi oleh orang tua yang gay membuat dia tidak peduli dengan pernikahan. Tapi waktu Galih menawarkan komitmen Donna langsung menyetujuinya, padahal mereka baru berpacaran beberapa minggu. Para sahabat pun heran, seorang Donna memutuskan untuk menikah, Donna merasa capek dengan hidup yang dijalaninya selama ini, dia ingin ada kisah yang seru dihidupnya. Setelah menikah, dia tahu sisi lain Galih, suka memandangi baju-baju dan make-up Donna, dia freak. Apakah Donna mendapatkan pernikahan yang seru?

Shiva, si takut komitmen.

Berprofesi sebagai MC dan penyiar radio membuat pandangan dia tentang dunia entertainment itu semu sehingga dia tidak bisa memutuskan akan berjalan kmana hubungannya dengan Rasha, seorang anak band yang sedang tenal. Shiva juga fobia pernikahan, dia mengganggap pernikahan adalah judi terbesar dalam hidupnya. Dia takut kalau nanti menikah membuatnya bertanggung jawab, dia ingin bersenang-senang, takut salah pilih pasangan, takut kalau ada laki-laki di luar sana yang sedang menunggunya tapi dia terlanjur dengan laki-laki lain, dia ingin bebas. Tapi Rasya rajin sekali menghubunginya, sangat perhatian, dia juga sering memberikan tanda kalau serius dan ingin berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu pernikahan. Lalu datanglah Ernesto Kavy Rayendaz, seorang Program Director Musikita yang baru di tempat kerjanya, laki-laki yang sangat tampan, yang berhasil membuat Shiva bingung akan perasaannya sendiri, kadang Ernes bersifat baik dan menunjukkan rasa tertarik, kadang dia bersifat judes. Shiva pun tambah bingung dengan dua laki-laki yang menghampiri hatinya itu, siapa yang akan menjadi pangeran berkuda putih yang selama ini dimimpikannya itu?

30 tahun, usia kritis, jam biologis, masalah yang biasanya dihadapi oleh para wanita (terutama di kota besar) untuk segera mencari jodoh, itulah yang sedang dicari ketiga sahabat tersebut. Mengharuskan mereka bersaing dengan cewek bertubuh Barbie yang wara wiri disejitar mereka. Walaupun sekses dengan karier tapi mereka tidak mudah menemukan pasangan yang tepat, sewaktu mau mendapatkannya, masalah pun dating sebagai ujian, demi mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan, mereka terus mencari.

Udah pernah baca tema yang serupa, wanita yang memasuki usia krisis yang mengharuskannya cepat-cepat cari jodoh, bedanya adalah penulis mencoba mengenalkan makna cinta dari sudut pandang yang berbeda. Ilya dengan Wahyu yang psiko, bertindak kekerasan kalau keinginannya tidak dipenuhi, orang tua Donna yang gay, dan Donna sendiri yang menikah dengan laki-laki yang kepengen menjadi perempuan, membuat pandangan akan cinta menjadi luas. Sayangnya yang nggak aku suka dari buku ini adalah ending dari cerita Ilya, padahal berharap banget dia sama yang itu (ups, nggak mau spoiler :D) dan bagian Shiva dengan pangeran punggungnya, menurutku bagian itu nggak realistis aja. Porsi Shiva disini juga lebih banyak daripada Ilya dan Donna. Yang aku suka dari buku ini adalah gaya bahasanya yang enak, kadang ada joke yang diselipin, karakter ketiga tokoh yang berbeda dan mempunyai khas sendiri yang ditulis dari sudut pandang mereka masing-masing, pandangan tentang cinta yang luas, selain itu covernya suka! :D

Bagian yang membuat terharu itu ketika Galih minta Donna untuk kembali, di halaman 263:

"Maafin aku, sayang... maafin aku... maafin aku... Pleaseeee... I love you, much.. Aku.. tahu aku salah.. tapi aku bakalan lebih salah lagi kalau aku sampai kehilangan kamu," suara Galih bergetar, matanya merah dan berkaca-kaca.

Dannnn, quote yang paling aku sukai adalah yang ini :))


Sejelek-jeleknya sandal jepit kiri, pasti diciptakan berpasangan dengan sandal jepit kanan.

3 sayap untuk mereka yang mengalami Quarter life's crisis.



NB: Tentang Penulis
Bunga Mega, lahir di Jakarta 27 tahun lalu, tepatnya 19 Agustus 1983. Hobinya travelling dan bercita-cita menjadi backpaker berkeliling dunia. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, mulai menyukai dunia menulis sejak duduk di SMP, namun baru ditekuni dengan serius ketika lulus kuliah. Cerpen-cerpennya sempat dimuat di beberapa majalah.

Prestasi yang pernah diraih penulis yang sangat menyukai warna hijau dan coklat ini cukup banyak:


  • finalis gosh dancing girl 2002

  • semifinalis miss point break 2003

  • the winner VJ urban campuss 2002

Untuk bidang menulis:


  • Sempat masuk dalam jajaran 50 ide cerita terbaik LA Light Indifest Movie 2007 regional Jakarta

  • Kumpulan Cerpen Terbaik Escaeva-BukuKita.Com “Antologi Bukit Tembang Kapur” dengan cerpen berjudul “Aku Seorang Junkie Kasih Sayang” , Desember 2007

  • Kumpulan Cerpen KitadanKata, melalui Nulisbuku.com (Self-Publishing), dalam rangka pemecahan Rekor MURI #99writers , November 2010

  • Kumpulan Cerpen “Be Strong Indonesia” #Buku 1, dalam rangka Penulis Peduli Bencana Indonesia, Januari 2011

  • Novel “Tic Toc Tic Toc : Quarter Life’s Tale” ,  penerbit Andi Publisher (Maret,2011)  yang telah diterima dengan baik  oleh masyarakat , terbukti dengan menjadi local best seller di beberapa  toko buku. 

Dia juga pendiri komunitas www.cewequat.com (@cewequat) dan GengsIndonesia (@gengsindonesia)

Twitternya: @bungamega





Senin, 12 September 2011

Hairless



Penulis: Ranti Hannah
Editor: Resita Wahyu Febiratri
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I. 2011
ISBN: 979-780-488-7
298 halaman

Ranti Astria Hannah. 24. Doctor. Wife. Mother. Daughter. Cancer Patient.
Kita boleh merencanakan segala sesuatu sesuai dengan harapan kita, tapi tetap saja Tuhan yang memutuskan.
Di buku ini kita akan membaca memoar atau kisah nyata dari pengalaman penulis menghadapi kanker payudara, dimana sewaktu dia didiagnosa penyakit tersebut, perempuan yang berprofesi sebagai dokter itu sedang hamil 7 bulan. Tentu menjadi berita yang sangat kejam, baru berusia 24 tahun, setahun menikah, dan sebentar lagi memiliki momongan, kebahagian yang awalnya tak terkira tiba-tiba saja hancur. Walaupun awalnya shock, penulis tidak menyerah, tetap tegar, dia berjuang demi anak, suami, keluarga dan teman-temannya untuk memerangi penyakit yang menjadi momok bagi seorang wanita. Karena hamil, penulis hanya bisa melakukan USG, padahal yang dibutuhkan adalah Mammografi (pemeriksaan payudara menggunakan sinar-x yang berbahaya bagi janin). Disamping kesedihan yang mendera, ketakutan tidak bisa memberikan ASI Eksklusif, ada kebahagiaan yang membuncah ketika Rania Aiesha Budhiman. 3200 gr. 49 cm, lahir dengan sehat sempurna.
Setelah sang "kakak" lahir, penulis tidak buang waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Singapura. Mulai dari USG sampai mammografi. Pemeriksaan mammografi dilakukan untuk melihat adanya mikrokalsifikasi, pemeriksaan ini cukup akurat untuk mendeteksi adanya kanker payudara stadium dini. Penulis menyebut the pancake machine karena pada pemeriksaan jaringan payudara harus dibuat menyebar supaya masa asing di payudara bisa jelas terlihat karakteristiknya. Untuk menyebarkan jaringan payudara, caranya adalah dengan menekan dan memipihkan payudara tadi antara dua pelat tersebut. Payudara menjadi gepeng sekitar lima sentimeter tebalnya, lalu, di potret dengan sinar-X. Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, penulis positif terkena kanker payudara stadium II. Mastectomy (pengangkatan seluruh payudara) pun segera dilakukan agar sel kanker tidak menyebar. Selanjutnya, penulis melakukan pengobatan yang menjadi momok penyakit kanker, Kemoterapi. Cairan yang dimasukkan lewat selang infus, cara kerjanya membunuh sel-sel yang membelah cepat. Salah satu efek sampingnya adalah menghambat pembelahan sel-sel folikel rambut, sekarang jelaskan kenapa buku ini diberi judul Hairless?
Selain menceritakan suka dukanya, yang saya suka dari buku ini adalah penulis juga menuliskan informasi kanker payudara dengan detail, mulai dari sejarah timbulnya penyakit sampai pengobatannya. Karena saya juga lulusan di bidang kesehatan (ehem), saya tertarik dan penjelasan dr. Ranti Hannah (hehehe, soalnya suka pusing kalau baca sendiri dari buku literatur yang ada di perpus) benar-benar mudah dimengerti dan tidak njlimet, apalagi waktu dia melakukan presentasi sendiri ke keluarganya tentang kanker payudara, benar kata penulis, penyakit ini bukan hanya miliknya tapi seluruh keluarganya. Langkah awal yang dilakukan juga begitu cerdas, berbekal pengetahuan, berbekal tahu, sepele tapi sangat penting. Keluarga atau orang terdekat kita jadi tidak "buta" tentang kanker karena merekalah yang selalu ada bersama kita, jadi penting bagi mereka untuk mengetahui kondisi kita. Tidak hanya itu, support dari orang-orang terdekat pun bisa membuat kita menjadi lebih kuat, yang paling mengharukan tentu saja di buku ini adalah pengertian suami penulis, Pandu Surya Budiman. Walaupun dari penampilan kocak, ada beberapa bagian yang membuat saya ikut teriris, di halaman 52,
"Ssshh...," bisik Pandu sambil membenamkan mukanya dileherku. Pelukannya semakin erat. Pikiran saya terasa kosong. rasa tidak enak itu menjelma menjadi awan hitam yang menyelimuti dada dan perut, mengimpitnya, membuat saya sulit bernapas.
Lama kami terdiam dari posisi itu. Saya biarkan awan hitam menguasai saya. Tidak berdaya rasanya mencoba melawan. Setelah beberapa saat isakan tangis saya berangsur-angsur surut. Napas saya perlahan-lahan kembali normal. Saya merasa sendirian.
Saat itu saya baru menyadari bahwa leher saya basah. Merasakan air mata Pandu di leher dan pundak saya. Anehnya, justru membuat saya merasa jauh lebih lega. Akhirnya ia mengerti. Awan hitam itu sedikit menipis. And I'm longer alone in it."
kemudian, waktu membaca halaman 224 ini, menjadikan saya Anggota fanclub Pandu-si-suami-teladan, saya beneran terharu dan mrebes,
But then the horror strarted. Berjumput-jumput rambut saya berjatuhan begitu tangan saya membasuh kepala. Setiap kali saya menyentuh kepala, rambut-rambut menempel di telapak tangan. Rambut saya terus berjatuhan hinga lantai shower kami terlihat seperti dilapisi karpet hitam. Dan ini tak kunjung berakhir.
.....
"Pap, ternyata banyak banget, ya," ujar saya sambil sibuk membersihkan rambut yang menempel di leher sambil membelakanginya.
Pandu tidak menjawab.
Saya menoleh tepat saat Pandu mengangkat mukanya untuk memandang saya. matanya merah. Keceriaan yang biasanya selalu menghiasi mukanya lenyap sama sekali. Ia akhirnya tidak kuat lagi. Pandu memandang saya dan menagis sejadi-jadinya. Tangisannya yang meraung-raung membuat saya serasa beku. hati saya remuk jadinya. Benarkah saya semenyedihkan itu?
Betapa beruntungnya mbak Ranti memiliki suami seperti Om Pandu, keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungnya berjuang agar tetap sehat. Selain mendapatkan pengalaman yang berharga dari mbak Ranti, kita juga bisa belajar melalui buku ini, mengenal lebih dekat dengan kanker.
3 sayap untuk Ranti Astria Hannah. Doctor. Wife. Mother. Daughter. Cancer Survivor.

Jumat, 09 September 2011

Hujan dan Teduh


Penulis: Wulan Dewatra

Editor: Jenny Jusuf

Penerbit: Gagasmedia

Cetakan: I, 2011

ISBN: 979-780-498-4

250 halaman



Juara pertama lomba 100% Roman Indonesia, sebagus apa ceritanya? well see :)


Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Sewaktu SMA, Bintang mencintai orang yang salah, menurut sebagian besar orang. Dia mencintai teman sebangkunya, gadis cantik berponi pagar, Kaila. Karena hubungan sejenis yang dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat, mereka bersembunyi di belakang "pacar asli." Kaila sering cemburu jika Bintang dekat laki-laki, contohnya Daniel, teman sekelas yang duduk di belakang Bintang, yang jago menggambar. Begitu juga sebaliknya, Bintang tidak suka jika Kaila terlalu mesra dengan Reno. Sampai suatu ketika, flash disk Kaila di bawa Reno, dia lupa kalau di dalam sana banyak sekali foto mesra dengan Bitang. Sejak itu, Kaila menghindari Bintang. Bintang sendiri bingung dengan perubahan sikap Kaila, tidak pernah mau jika diajak bicara dan parahnya adalah pindah tempat duduk. Tidak terima dicuekin, Bintang selalu menguber-uber Kaila untuk meminta penjelasan, Reno tidak terima Bintang terus menganggu pacarnya, dia pun menyebar foto mesra mereka di fb. Selanjutnya, Kaila mati bunuh diri.

Memasuki awal kuliah, lebih tepatnya waktu di sebuah perkemahan penerimaan mahasiswa baru, Bintang jengkel dengan para laki-laki yang tidak mau membantu mendirikan tenda, dia pun melempar asal lumpur ke arah mereka, dan tepat mengenai muka laki-laki yang sedang memegang gitar, Noval. Setahun berlalu, Bintang dan Noval tidak pernah bertegur sapa. Waktu Bintang hendak menghadiri sebuah seminar, tiba-tiba saja Noval meminta Bintang menggantikan gitaris bandnya yang sedang mudik, mulai dari situ hubungan mereka berjalan lancar dan berlanjut ke pacaran. Setelah pacaran, Bintang menemukan sifat Noval yang sebenarnya, dia sangat protektif dan pencemburu. Tidak hanya itu, dia menginginkan hubungan yang "lebih." Bintang pun hamil, seperti kebanyakan laki-laki yang belum siap mempunyai anak, Bintang menuruti. Bintang rela melakukannya karena Noval adalah laki-laki yang bisa membuatnya jatuh cinta, satu-satunya. Tapi, sifat Noval mulai berubah, dia agak cuek dan mulai melirik perempuan lain, apakah Noval sudah puas dengan Bintang setelah mendapatkan segalanya?

Sebenarnya ceritanya selang-seling flash back ke masa SMA Bintang, biar mudah dan urut ceritanya aku tulis seperti yang diatas. Nggak heran jadi juara yang pertama, temanya walaupun pernah ada yang nulis sama, tetap aja tema di buku ini agak jarang ditemui. Penulis berani menceritakan kisah cinta yang tidak biasa dan sex bebas. Aku suka tokoh Bintang, walaupun cuek dia benar-benar perempuan yang tegar, setelah apa yang dilakukan Noval kepadanya, selalu minta ini itu, menuruti segala kemauannya, dia tetap mencintai dan memaafkannya. Ada kalimat yang saya suka dan mencerminkan novel ini banget, ada di halaman 187:


Cintailah laki-laki. agar lo nggak perlu bersembunyi untuk mencintai seseorang.



3 sayap untuk Hujan dan Teduh.





Rabu, 07 September 2011

Madre


Penulis: Dee
Penyunting: Sitok Srengenge
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan; I, Juni 2011
ISBN: 978-602-8811-49-1
162 halaman

Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, ada beberapa yang pernah saya baca di blognya. Belum menjadi penggemar Dee sih sebenarnya karena baru baca Perahu Kertas dan Recto Verso saja, jadi saya tidak tahu bagaimana khasnya, tapi di buku ini ada dua cerpen yang sangat saya suka, sewaktu selesai membacanya saya masih terbayang-bayang betapa indah ceritanya. Ke-13 cerita fiksi itu diantaranya adalah:

Satin Merah


Satin_merah


Penulis: Brahmanto Anindito & Rie Yanti
Penyunting: Widyawati Oktavia
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2010
ISBN: 979-780-443-7
314 halaman

Ceritanya unik! Jarang-jarang nemu kayak gini, dapat tambahan tentang sastra sunda lagi (walau nggak tau beneran atau nggak).

Awal cerita kita disuguhi gundukan berukur 1 x 2 meter yang berisi mayat seorang pria dewasa, berkumis tebal, kepala agak botak dan mata serta mulutnya terbuka. Berita tersebut sampai ke telinga Lina Inawati, dosen Sastra Sunda Universitas Padjajaran dimana orang yang terbunuh adalah mantan muridnya, selain itu paman dan sahabatnya juga ikut terbunuh. Cerita flash back dari asal mulanya kejadian nahas tersebut.

Empat Musim Cinta


Penulis: Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotman Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke 'Sepatumerah', Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti.

Editor: Kinanti Atmarandy

Penerbit: Gagasmedia

Cetakan: Ketiga, 2011

ISBN: 979-780-450-X



Ada 16 cerita yang ditulis oleh 8 orang penulis berbakat, masing-masing menuliskan dua buah cerita, berikut sedikit review dari masing-masing cerpen

Dimsum by Adhitya Mulya

Satu-satunya cerpen yang saya suka di buku ini, masih khasnya Adhitya Mulya kalau nulis, kocak dan lebay. Diceritakan Ule yang mempunyai pacar bernama Guti, sang pacar ini ngefans berat sama artis yang lagi naik daun Dimas Sumitro, yang disingkat Dimsum atau kadang dipanggilnya dengan sebutan Tukang Siomay, hahaha, ada-ada saja. Mendekati hari Valentine, Ule ingin membuat sang pacar bahagia, yaitu mempertemukan Guti dengan Malin Kundang (sebutan lain Ule ke Dimsum ;p). Usahanya untuk bertemu dengan sang aktor terkenal ternyata tidaklah mudah, bertemu mbak Pipit yang"SAKIT", di bus pertama Ule menduduki kursi yang ternyata baru diompoli anak kecil, di bus kedua terpaksa ikut dorong karena mogok, dalam mikrolet dipalak anak STM yang tiga tahun lebih muda tapi 30 kali lebih banyak, di bus ketiga ada nenek-nenek muntah dipangkuannya, di mikrolet kedua dia dai palak lagi sama anak STM yang tadi, di bus keempat terpaksa "menggadaikan" jam tangan karena uangnya habis dipalak dua kali oleh anak STM, di bus kelima ketemu sama anak STM itu lagi, dan kalau ketemu sekali lagi sama mereka, bakal buat milis, LOL, ngenes juga perjalan ke kampus si Dimsum. Mungkin saking cintanya kali ya, rela berkorban segitunya =))

Scene 40 Yang Bermasalah Itu by Adhitya Mulya

Entah ya, saya nggak ngerti cerita ini ngomong apaan, perseteruan Sutradara dan si Pocong? Trus cintanya dibagian mana?

Sepotong Senja by Andy F. Yahya

Andien kembali ke kota yang penuh dengan kenangan masa lalunya itu tapi sekembalinya itu dia malah mendapati alasan sebenarnya kenapa kekasihnya dulu, Ray, pergi meninggalkannya.

dia, aku, dan kamu by Andy F. Yahya

Tokoh utama cewek mempunyai teman yang rata-rata jadi selingkuhan orang, dia pun suka membuat cerita yang terinspirasi dari kehidupannya.

Atas Nama Cinta by Hotman Juniarti

Abak bawang, begitu orang-orang memanggilnya. Dia mencari sesuap nasi dengan "menari". Sampai ketika dia berkenalan dengan Harris, kehidupannya mulai berubah.

Jalan Takdir by Hotman Juniarti

Seorang ayah yang sangat menyayangi putri-putrinya, terlebih kepada putri bungsunya, karena hanya dialah yang tersisa diamana ketiga putri-putrinya yang lebig dewasa telah menikah tanpa seijin ayahnya, dialah yang selalu patuh dengan perintah sang ayah. Ketika Mas Handoyo, tetangga sekaligus teman main catur sang ayah melamar si bungsu, ayah menolak. Lumayan suka sebenernya cerpen ini, apalagi waktu sang ayah bilang, " Bapak tahu isi hatimu. Kamu pasti tidak akan tega menolak lamaran Nak Handoyo. Biarlah dia membenci Bapak. Asal jangan membenci kamu."

Cerita Dua Hati by Andy Fauziah Yahya

Mantan yang mencoba merengkuh hati kekasihnya yang dulu.

Sepasang Kupu-Kupu by Andy Fauziah Yahya

Ini sebenarnya juga lumayan bagus, awalnya aku kira lesbi, hahaha habis nggak jelas tokohnya, bercerita tentang cinta terlarang, seorang kakak yang mencintai adiknya sendiri.

Pernah Jadi Aku? by Okke 'Sepatumerah'

Udah pasaran ceritanya, ada cewek gendut dan sahabatnya sempurna, trus si gendut masuk rumah sakit gara-gara diet, di sempurna menasehati kalau itu nggak perlu, yang penting sehat. Si gendut marah karena selama ini orang-orang terdekatnya nggak ada yang tulus, suka ngolok-ngolok kelemahannya sebagai bahan becandaan.

Uji Setia by Okke 'Sepatumerah'

Kayak really show H2C, si pacar ikut sebuah program untuk menguji kesetiaan pacarnya, dia meminta pendapat sahabatnya karena dia mendapat feeling jelek akan pacarnya itu, padahal di belakang si sahabat adalah selingkuhan pacarnya sendiri.

Mimpi Dari Ujung Kalimantan by Rizky Pandu Permana

Bram Muller jauh-jauh dari Belanda untuk mencari informasi tentang kaket buyutnya karena misteri itu selalu datang di mimpinya.

Saya, Dia dan Samuel Morse by Rizky Pandu Permana

Agak bingung, seperti baru saja bermimpi indah dan sewaktu bangun mimpi tersebut berlanjut ke dunia nyata.

Pilihan Lamoreng by Z.A.S Al-Fansyour

Suami istri yang mempunyai pendapat berbeda akan gubernur pilihannya, bertengkar dan suami pun meninggalkan rumah. Masalah sepele bisa menjadi besar.

Sekeping Hati Yang Tersisa by Z.A.S Al-Fansyour

Seorang laki-laki yang sedang mencari seorang wanita yang tidak tahu namanya. Di lain pihak, wanita yang bertemu dengan laki-laki yang mirip dengan senior yang suka menggodanya waktu SMA dulu merasa kaget, mirip sekali bedanya ada bekas luka di kening cowok tersebut. Ceritanya lumayan juga.

Eva Mencari Hati by Veronica Kusuma Wijayanti

Seorang pelacur yang mungkin sudah muak dengan pekerjaannya, dia ingin mencari hati. Dimulailah pencarian hatinya ke berbahagai tempat, apakah dia menemukannya?

Menjemput Mempelai by Veronica Kusuma Wijayanti

Magi, manta pekerja kotor yang sekarang mengidap Syphilis dan tubuhnya penuh dengan borok, tidak ada tempat yang mau menerima dia, kecuali satu, mungkin lelaki di sebrang sungai yang dilihatnya mau menampung dirinya.



Cuman satu cerita yang benar-benar saya suka yaitu Dimsum-nya Adhitya Mulya, entahlah yang lain terasa biasa walau ada beberapa yang lumayan dan ditulis dengan unik, tapi ya itu cuman Dimsum menarik, saya masih nggak ngerti maksud dari judulnya tentang empat musim cinta itu apa ya? tapi overall bagus kok.

2 sayap untuk covernya yang keren dan Dimsum yang kocak.

Heaven on Earth




Penulis: Kaka HY
Editor: Kinanti Atmarandy & Christian Simamora
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISBN: 979-780-465-8
256 halaman



Oke, jujur aja, saya sebenarnya bingung dengan buku ini. Dari sinopsisnya saya menangkap kalau dalam setiap kesedihan si tokoh utama ada orang di belakangnya yang akan menopang, memberi semangat, tapi sewaktu makin jauh saya membaca buku ini, Mana?

Menurutku ceritanya juga nggak fokus, ini tokoh utamanya siapa? Clara atau Lorent? Atau malah keduanya? Cerita isinya tentang mereka berdua. Clara, merasa sebel karena ditugasi oleh ibunya untuk menjaga adik semata wayangnya, Alon, yang sumpah lucu banget. Di Sekolah dia juga ngefans sama Naga, cowok yang jago Taekwondo, menurutku si Clara yang lebih agresif, dia mencari info tentang cowok itu dan ingin berkenalan dengannya, usahanya membuahkan hasil, ternyata mereka sama-sama suka (walau saya merasa si cowok tidak begitu proaktif), masalah mulai timbul karena dia kerepotan kalau mau kencan, ada si monster kecil yang selalu mengganggu ketenangannya. Sedangkan si Lorent, sahabatnya Clara, dia sebel karena ayahnya akan menikah lagi, padahal dia ingin sekali kedua orang tuanya rujuk, dia pun membuat rencana agar ayahnya bisa kembali ke mamanya tersayang.

Yub, inti ceritanya gitu, masih ngak nagkep setelah selesai baca apa hubungannya dengan tagline di sampul "Hanya kau yang paling mengerti.." Apakah yang dimaksud si Naga yang nggak masalah selalu direcoki Alon? Menurutku malah Alon yang membuat saya bertahan membaca buku ini, dia unyuuuuu banget. Pengen punya adik kayak dia, walau sedikit nakal dan cerewet tapi kalau dinasehati dia nurut. Satu lagi, covernya super duper keren, tapi hubungannya dengan cerita apa ya?

2 sayap untuk cover yang keren dan Alon yang unyu banget.

Selasa, 06 September 2011

-Antologi Rasa-


12290008
Penulis: Ika Natassa
Editor: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Agustus 2011
ISBN: 978-979-22-7439-4
344 halaman

Keara
We're both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe. How can we be so different and feel so much alike, Rul? Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Three years of my wasted life loving you.

Ruly
Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

Harris
Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that i love." That's probably as close as i can get to hearing that she loves me.


Komik 5 cm


12416280

Penulis: Donny Dhirgantoro, Is Yuniarto
Penerbit: Grasindo
cetakan: I, 15 Agustus 2011
ISBN13: 9789790815926
176 halaman

Numpang baca di gramed solo hihihi.
Waktu di Gramedia awalnya saya cuman bolak-balik isi buku nggak niat beli karena nggak suka sama novelnya, karena penasaran kenapa sampai dibuat komiknya dan kabarnya akan ada filmnya saya pun membaca versi lain dari novel 5 cm. Yang paling bikin penasaran lagi saya lupa artinya 5 cm itu sendiri, saya tidak ingin langsung membaca di bagian belakang, ceritanya saja saya sudah lupa. Ok, karena komik dan biasanya cepat di baca saya pun nangkring di tempat duduk yang disediakan toko buku tersebut (Thank God! nggak perlu berdiri kesemutan).

Nggak begitu suka sama novelnya, nggak selesai bacanya, terlalu berbelit-belit, waktu mau tamat saya langsung ilfil karena Riani ternyata sukanya sama Zafran, hahaha, egois memang. Dari awal saya sudah berharap Genta bisa meraih tujuannya, salah satu tercapai tapi tidak dalam urusan cinta.
Komentar pertama saya waktu membolak-balik halaman adalah Keren! saya suka sekali ilustrasinya, saya benar-benar dimanjakan, banyak yang benar-benar kocak, inti ceritanya pun dengan jelas tergambar. Jauh lebih suka dari bukunya, nggak berbelit-belit. Nggak sabar dong untuk melihar gambar masing-masing tokoh, saya pun langsung melahap nggak sampai satu jam.

Inti ceritanya tentang lima sahabat yang bertahun-tahun bersama, salah satu dari mereka, Genta, mengusulkan agar mereka tidak bertemu selama tiga bulan agar tidak jenuh dan dia akan merencanakan pertemuan yang tidak akan terlupakan.Kehidupan pribadi mereka pun terurai satu per satu.
Sebuah kehormatan bagiku, Genta, mendaki Mahameru bersama sahabat di tanah air tercinta ini.
Aku Riani, hari ini aku sekali lagi jatuh cinta pada negeri ini.
Saya Arial, Seseorang yang sangat mencintai tanah ini. Saya berjanji akan melindunginya dengan segenap kekuatanku.
Gue Ian, yang berani nyela Indonesia, rubut sama gue!!!
Aku Zahfran, kebanggaan ini akan terpatri di hati ini sampai kapan pun.
Bagian yang paling bikin ngakak adalah waktu Ian lagi konsul skripsi BAB 1 kalau nggak salah sama dosennya, kira-kira begini dialognya:
"Ian, kamu SD berapa tahun?"
"Yaa enam tahun Pak! Emang kenapa?"
"Kalau kamu nylesein kuliah enam tahun juga, berarti otakmu... Otak anak enam SD"
LOL saya mringas mringis baca di tobuk.

Dan quote favoritku tentu saja arti dari 5 cm tersebut,
"Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita. Jangan menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening, supaya dia tidak terlepas dari mata kita."
3 sayap untuk ilustrasi yang keren










Till We Meet Again


Till We Meet Again: Menjemput Cinta di Austria

Penulis: Yoana Dianika

Penerbit: Gagasmedia

Editor: Rayina

Cetakan: I, 2011

ISBN: 979-970-500

294 halaman



Juara ketiga dalam kompetisi 100% Roman Indonesia yang diadakan oleh Gagas media, penasaran dong kenapa bisa menang :)

Elena kecil sedang binggung mencari benda yang sangat berharga bagi dirinya, kalung berliontin biola, satu-satunya peninggalan ibunya yang paling berharga. Sewaktu mencari, dia bertemu dengan anak laki-laki berambut pirang dan bermata kelabu. Dia menggunakan kaos oblong berwarna putih dan celana pendek bermodel tiga perempat. Ingin mengibur gadis kecil yang sedih itu, anak laki-laki tersebut menyodorkan Kaiserschmarrn, wangi tubuhnya pun seperti penekuk khas Wina dimana bertekstur lembut yang terbuat dari adonan telur yang terbuat dari adonan telur yang dipanggang dengan olesan mentega, lali disajikan dengan saus cranberry. Tapi sayang, perjumpaan mereka harus berakhir karena Elena harus kembali ke Indonesia.

Beberapa tahun pun berlalu dan Elena akhirnya bisa kembali ke Wina, kota kelahirannya, kota kelahiran ibunya untuk kuliah. Di apartemen barunya dia mempunyai sahabat baru dan unik, Dupent, wanita Prancis yang memiliki selera fashion yang elegan dan Kimiko, wanita jepang yang mempunyai gaya harajuku. Tidak hanya mereka berdua, di depan kamar apartemennya terdapat dua orang laki-laki yang akan mengisi hatinya. Christian Von Schwind yang tidak bisa tertebak dan Hans laki-laki playboy yang memiliki mata kelabu? Lalu diantara mereka berdua siapakah Mr. Kaiserschmarrn yang sebenarnya?

Awalnya saya sempat terkecoh, tapi makin kebelakang tebakan saya hampir benar. penulis mendeskripsikan kota Wina dengan indah dan banyak catatan kaki yang menambah pengetahuan saya, cara penulis mendeskripsikan tiap tokoh juga benar-benar lengkap dan jelas. Sayangnya banyak sekali kebetulan di cerita ini. Ada typo yang cukup mengganggu, yaitu di halaman 129, Chris menggeleng kepala, "sudah banyak yang menggambil tema itu." Padahal waktu itu Elena sedang bersama dengan Hans.

Quote favoritku adalah


Cinta memang membinggungkan. Dua laki-laki mencintai satu wanita = musibah. Satu laki-laki mencintai dua wanita = luar biasa. Satu laki-laki mencintai satu wanita = jodoh.

Dan adegan romantis yang saya suka di buku ini ada di halaman 27, dimana pertama kali Elena bertemu dengan laki-laki bermata kelabu itu,

"Aku sudah bilang kalau membuat Keiserschmarrn itu dengan penuh cinta," ulangnya pendek.

"Jadi, orang pertama yang mencicipi Keiserschmarrn buatanku ini adalah orang pertama yang menerima cintaku," tambahnya sambil menahan tawa.

Ihhh, kecil-kecil udah jago ngombal =))

3 sayap untuk Mr. Keiserchmarnn.

NB: Ini dia penekuk khas Wina yang nagkring di buku ini, nyammmm :))


(sumber: forum.kulinar.bg, alpinenblog.de)



Antologi Rasa


Penulis: Ika Natassa
Editor: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Agustus 2011
ISBN: 978-979-22-7439-4
344 halaman


Keara

We're both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe. How can we be so different and feel so much alike, Rul? Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Three years of my wasted life loving you.

Ruly

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

Harris

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that i love." That's probably as close as i can get to hearing that she loves me.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...