Senin, 31 Oktober 2011

Hati Memilih

Hati Memilih
Penulis: Riawani Elyta
Editor: Dewi Fita & Syafial Rustama
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-009-1
Cetakan pertama, Agustus 2011
258 halaman

"Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"

Merasa  berhutang budi pada bibinya, Salma, Icha pun menyanggupi untuk merawat Camelia, keponakannya. Gadis kecil yang bersenyum manis dan polos, bocah cantik dan masih dini harus menanggung akibat dari kegagalan dan bobrok orangtuanya. Bibi Salma menyuruh Icha untuk memjemput Camelia sepulang sekolah sampai supir menjemputnya dan membawa pulang ke rumah bibi Salma. Ibunya, Aida, terjerat razia narkoba. Lalu, dimana ayahnya?

Keesokan harinya, ada laki-laki yang sudah menunggu mereka berdua di rumah Icha, Camelia menyebutkan namanya paman Haz, Hazri, yang ternyata adalah ayah Camelia? Kenapa gadis kecil itu memanggilnya paman? Kemana selama ini dia pergi? Anaknya kok nggak pernah diurusin. Mereka pun jadi sering bertemu, hampir setiap hari Hazri menenggok Camelia, tanpa sepengetahuan bibi Salma. Semakin membuat Icha bertanya-tanya, apakah dia tidak pernah bekerja? Sebenarnya ada apa dengan keluarga mereka? Dibalik sikap ketus dan memerintah, ternyata Hazri memiliki sikap yang lembut juga. Contohnya waktu ada butiran kacang di pipi Icha, Hazri dengan lembut mengusapnya dengan sapu tangan, lalu menaruh tangganya di punggung Icha #eaaaaa. Selain itu Hazri juga gampang banget cemas kalau Camelia kenapa-kenapa, waktu kesandung batu aja pengen cepet-cepet bawa dia ke rumah sakit #pffft.

Lalu ketika Erry, teman kantor Icha yang akhir-akhir ini ngebet banget pengen jadi pacarnya Icha bilang kalau ada chemistry diantara mereka berdua, ada sesuatu yang tersirat. Icha tidak menggubrisnya malah menjadi marah waktu erry menghina Hazri kalau dia adalah lelaki yang tak sudi merawat anaknya sendiri. Masalah itu menjadi pikiran Icha, dia juga kerap melihat Camelia yang sering menyendiri dan menagis waktu ada tugas menggambar kedua orang tuanya. Dia pun bicara pada hazri untuk berkata yang sebenarnya pada Camelia, mengaku kalau dia adalah ayahnya. Tanggapan Hazri malah sengit dan mereka malah marahan, tidak bertemu beberapa hari dan kun jungan Hazri menurun drastis.

Merasa hidupnya semrawut dengan berbagai masalah Hazri, yang setelah baikan Icha malah mendapati kalau ada laki-laki yang berwajah sangat mirip dengannya yang sering bolak-balik di sebuah club malam bersama cewek-cewek nggak bener dan setelah bertemu dengan Aida, ibu Camelia, rahasia yang selama ini tersimpan pun mleber terkuak. Icaha membawa Camelia untuk berlibur di kota kelahirannya, Tanjung Pinang. Sebelum berangkat, Hazri datang dan bilang kalau dia akan menjelaskan semuanya dan berkata, “Jangan kira kamu nggak berarti apa-apa buat aku! Bahkan, jauh lebih berarti daripada apa yang saat ini kamu pikirkan.”

Merasa damai setelah pulang? Hmmm selain tidak bisa mengenyahkan paerkataan Hazri dan binggung dengan pilihannya sendiri, di kampong halamannya dia malah bernostalgia dengan Azizi, teman kecilnya yang juga menaruh hati pada Icha. Hayo siapa yang nanti dipilih Icha? :D.
"Cinta bisa mengakar dari tunas yang mana saja dan kita tak pernah tahu kemana ia akan menjalar."
"Cinta... apa pun bentuknya, dan seperti apa wujud jalinannya, tak pernah memaksakan kehendaknya. Seperti air yang mengalir, maka ia akan menuju muaranya. Dan muara itu adalah keikhlasan. Jadi, jika ada dua orang yang mencintai, tapi merasa terpaksa, berarti itu bukan cinta, tetapi emosi, atau bahkan nafsu."
Bahasanya halus, sopan dan mengalir apa adanya. Walaupun banyak teka-teki cerita di sini mudah ketebak kok, hehe. Minim typo, enggak lo-gue ;p, dan suka banget sama karakter Camelia, kerasa banget betapa dia merindukan sosok orang tua, Icha pun begitu menyayanginya sampai mau kalau bibinya meminta bantuan lebih padanya. Hazri yang dari luar tampak sinis, garang dan cakep pun luluh kalau bersama Camelia. Fontnya  berbeda antara POV Icha dan Hazri, jadi nggak bingung, tapi diawal kayaknya ada yang kelewat deh :D. Eniwe, lumayan bukunya dan bagi yang binggung akan perasaannya, coba baca deh :D.
 "Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"
"Kenapa enggak? Cinta bukan sesuatu yang lahir dari rencana. Justru cinta yang kemudian menjadi alasan bagi manusia jadi munyusun berbagai rencana. Rencana untuk menikah, punya anak, mengubah penampilan, berperilaku lebih baik, dan sebagainya. Semua itu baru bisa bergerak dengan antusias saat cinta menjadi akar sebabnya."
3 sayap untuk sebuah cerita tentang rasa.

NB:
Tentang Penulis
Riawani Elyta lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang. Kompetesi yang pernah diikuti dan sukses menorehkan senyum bahagianya adalah:
  1. Pemenang I Resensi Buku Indiva (2008)
  2. Pemenang II Sayembara Cerber Femina (2008)
  3. Pemenang harapan  Sayembara Cerber Femina (2009)
  4. Pemenang Favorit Lomba Menulis Cerpen Remaja Rohti-Lip Ice (2010)
  5. Pemenang II Sayembara Novel Inspiratif Indiva (2010)
Karyanya terekam dalam novel duet berjudul (2009) dan 14 antalogi. Novel Hati Memilih ini adalah novel keduanya.
facebook: Riawani Elyta
email: tarapuccinogroup@yahoo.com
blog: tarapuccino.multiply.com

21 komentar:

  1. Eh mentang2 di buku font-nya beda, postingmu ini font-nya juga beda...

    BalasHapus
  2. Eh mentang2 ratunya romance, trus reviewnya nohok banget gini ,... cinta itu ihklas ya? nah kamu ikhlas ngak tentang kita? #eh gombal_pagi

    BalasHapus
  3. beberapa hurufnya masih salah ketik, Lis. buru-buru ya? :D

    BalasHapus
  4. hahaha, biar sama sama bukunya dong mb ;p

    BalasHapus
  5. bhahak! la kamu maunya gimana? *uhuk uhuk*

    BalasHapus
  6. ahaha, iya mb. baru tadi pagi buatnya ^^

    BalasHapus
  7. my eyes, my eyes, my eyes. Hijau covernya koq hijau stabilo gitu >.<
    Eh emang kenapa kalau elo-gue? nggak suka lis?
    untuk seorang nenek, nama Icha nggak pantes deh.uppss..koq jadi protes gini.
    hehehe

    BalasHapus
  8. bukannya nggak suka, agak jarang sekarang yg memakai aku-kamu, hehehe. eh salag Icha bukan neneknya, typo nih, bentar tak edit deh ;p

    BalasHapus
  9. "Cinta bisa mengakar dari tunas yang mana saja dan kita tak pernah tahu kemana ia akan menjalar." ooohhhhhhhh co cweeetttttt

    BalasHapus
  10. bwahahaha, menye-menye kan? ;p

    BalasHapus
  11. Kasian Camelia nya.. :( :( btw saya juga paling males kalo baca buku yang bahasanya lo-gue, hehe.. Tapi tag line nya bagus ya.. "Sebuah cerita tentang rasa"

    BalasHapus
  12. iya mb, selalu tersentuh kalo ada figur anak kecil di konflik orang dewasa :)

    BalasHapus
  13. Nggak tega kalo romancenya kayak gini, bawa-bawa anak kecil.. *tersentuh*

    BalasHapus
  14. emang mengharukan tapi kita jadi lebih tau gmn perasaan mereka, bisa ikut memahami jalan pikiran mereka :)

    BalasHapus
  15. hedeh, gak ada spasi antar paragraf euy, bikin mataku kudu ekstra keras buat baca @_@

    BalasHapus
  16. ehehe maaf, tadi nulisnya terburu-buru jadi masih byk typo, terima kasih atas sarannya :))

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. aku baru baca yang tarapuccino, menarik soalnya ada unsur detetifnya :D kalau yang ini sepertinya lebih ke romansa ya

    BalasHapus
  19. kayanya ceritanya campuran sedih tp liat kata2nya banyak adegan so sweet jg nih #sok tau XD

    BalasHapus
  20. kayaknya semua komentar udah terwakili sama komentar" diatas :))

    Agak OOT nih, gambar untuk twitter (follow me on twitter di sidebar kanan) kak Sulis lupa belum ditempeli link ya? :p

    BalasHapus
  21. "Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?" --> bener banget
    Quotenya bagus-bagus. Sukaaa

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...