Kamis, 28 Juni 2012

Khokkiri


Khokkiri: Kusimpan seuntai kenangan abadi tentangmu.

Penulis: Lia Indra Andriana

Penyunting: O Lydia Panduwinata

Penerbit: Haru

Cetakan: I, Juli 2011

ISBN: 978-620-98325-1-8

308 halaman




We don't remember days, we remember moments - Cesare Pavese


Yub, novel ini bercerita seputar kenangan yang akan membuat kita bertannya-tanya dari awal baca. Di bagian awal sempat bingung, terutama setting waktunya, coba ada pembeda tulisan atau apa mungkin bisa memudahkan saya mencerna, tapi semakin kebelakang lebih jelas kok.

Adriel Jo (Ji Ho): Seorang fotografer, tak sengaja menghina sebuah iklan dimana sang pembuat mendengarnya langsung. Tidak hanya itu, dia dengan tiba-tiba memberikan kamera dan buku tentang Teknik Fotografi Untuk Pemula, dia juga suka mengintai penulis tersebut di dunia maya.

Becca: Copywriter, penulis, menuliskan pengalaman yang tidak menyenangkan dimana hasil karyanya dihina di depan matanya di blog pribadinya, anehnya ada seseorang yang bernama TOP, yang rajin mengomentari hasil postingan tentang laki-laki Korea berambut panjang dan bergelombang itu.

Richard: Dokter gigi, mempunyai tunangan yang amat dicintainya, hidupnya kacau ketika si tunangan tiba-tiba lenyap dari kehidupannya.

Della: Penerjemah, ada banyak rahasia di dalam dirinya.

Lucie: Pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu masih kecil, dewasanya dia menjadi haus akan sex.

Ricard ingin menjerit frustasi! Dia tidak bisa menemukan tunangannya. Dia tidak mempunyai informasi yang banyak tentang Della, termasuk keluarga. Satu-satunya informasi yang ia dapatkan adalah berita tentang kecelakaan bus di kota Kumi, Korea, yang membawa mahasiswa Kyung Hee University. Tujuh korban yang tewas, salah satunya adalah Rebecca Linaryo. Tapi, sewaktu Idella Linaryo atau Della, saudara kembar Becca yang waktu itu juga satu bus sadar dari komanya, dia menyebut dirinya adalah Rebecca. Tidak ada yang tahu yang benar yang mana, ayah mereka pun tidak bisa membedakan karena begitu mirip. Richard pergi ke Korea untuk menemukan jawabannya langsung, dan menemukan fakta kalau tunangannya itu menderita D.I.D (Dissosiative Identity Disorder) atau kepribadian ganda.

Adriel sangat senang sekali karena dia akan memperkenalkan pacarnya, Becca kepada satu-satunya keluarga yang masih hidup, kakak tirinya, satu-satunya keluarga yang mengakui dirinya, keberadaanya. Kakaknya sudah gila! Begitulah perasaan Adriel ketika kakaknya melihat Becca dengan tatapan seperti ingin menerkamnya. Richard yakin kalau pacar adiknya itu adalah Della. Jelas Adriel tdak terima, tapi ketika Becca di hipnotis di sebuah acara infotainment dia mengaku kalau namanya adalah Della dan mempunyai tunangan bernama Richard, sewaktu sudah sadar, dia kembali menjadi Becca. Jadi, siapa yang sebenarnya yang asli dan masih hidup? Becca atau Della? Lalu siapa Lucie dan Lady Vampire?

Novel ini benar-benar "kaya," bukan novel romance biasa. Dari awal kita dibuat berputar-putar oleh penulis, seperti layaknya detektif, kita disuruh mencari jawaban dari bagian yang janggal di awal cerita. Kita akan disodori tentang D.I.D, cara penyembuhannya dengan hipnotis, menemukan alter-alter (kepribadian yang lain), pelecehan seksual sewaktu masih kecil yang berdampak ke kepribadian sewaktu dewasa apalagi yang menyebabkan oleh ayahnya sendiri, kita juga sepintas diajak berkeliling ke negeri gingseng dan mengenal sedikit bahasanya, negeri yang sepertinya di sukai oleh penulis. Di akhir cerita kita dikasih bonus mini komik yang unyu banget tentang si Lady Vampire dan Hangeul (aksara Korea). Typo masih ada beberapa, selain setting waktu di awal yang membuat saya bingung, saya agak tidak suka dengan nasip Adriel, mengantung dan seperti belum ada penyelesaiannya, dia juga tokoh favoritku, hehehe. Tapi, drama psikologi ini recomended banget bagi orang yang penasarannya tinggi  dan tentu saja bagi pecinta drama Korea :))

Adegan paling favorit ada di halaman 260,

"Bagaimana kalau aku lupa, Oppa? Kalau aku lupa malam ini? Kau tahu aku tidak pandai menginggat," tanya Becca gundah. Ia berbaring miring menatap Adriel.

"Kamu adalah Khokkiri. Gajah selalu ingat," ucap Adriel, membesarkan hati gadisnya.

Becca menggelengkan kepala tidak setuju, "Benarkah gajah selalu ingat?"

"Gajah terbang bisa melupakan semuanya dalam sekejap," bisik Becca

"Kamu tidak punya sayap. Aku tidak akan membiarkanmu terbang," tandas Adriel dengan keyakinan yang sangat terlihat.

"Aku... takut." Becca mengakui sambil mengenggam erat tangan Adriel.

Adriel terdiam sesaat. "Aku juga," bisiknya jujur. Ia membawa Becca dalam pelukannya. Bayangan kehilangan gadisnya menghantuinya. "Tapi kita akan selalu bersama, Becca. kamu dan aku punya ingatan yang baik. Kita akan selalu mengingat satu sama lain."

Endingnya jleb banget, sebuah kenangan yang menjadi inti cerita. Covernya juga keren, mencerminkan isi cerita dengan nuansa gelap dan ada gajah yang sedang membawa kamera.


Khokkiri adalah seekor gajah, hewan yang disebut-sebut sebagai makhluk dengan daya ingat tinggi.

3 sayap untuk sebuah kenangan yang tak terlupakan.

4 komentar:

  1. Pengen baca karya Kak Lia yg ini x(

    BalasHapus
  2. sempet dibikin bingung sama alur cerita novel ini ._.

    BalasHapus
  3. Baru tau kalo khokkiri adalah seekor gajah, hewan yang disebut-sebut sebagai makhluk dengan daya ingat tinggi.
    Penasaran dg hewan ini. Pengen mengetes daya ingatnya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...