Sabtu, 20 Agustus 2011

Rain Affair




Penulis: Clara Canceriana
Penerbit: Gagasmedia
339 halaman
cetakan: Mei 2010
ISBN: 9797804097


Cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang dipaksakan, apa gunanya sih punya pacar tapi rasanya seperti menjomblo? Itu adalah yang dirasakan Lea sekarang, merasa tak dianggap pacarnya, Noah, terlalu cuek, selalu terlambat jika menjemputnya bahkan kadang sampai berjam-jam menunggu, tak pernah menggandeng tangan bila berjalan beriringan. Sebenarnya Lea tahu kalau Noah tidak sepenuh hati mencintainya, Noah terlalu mencintai Rissa, kakak yang sangat dibencinya. Noah memacari Lea karena suruhan Rissa, dia terpaksa menuruti permintaan kakak pacarnya itu karena Rissa menjanjikan kalau dalam setahun masih tidak mencintai Lea, dia akan menerima Noah sebagai pacar. "Kesendirian" Lea mulai terisi dengan kedatangan Nathan, teman Noah yang juga satu apartemen dengannya. Nathan sangat perhatian pada Lea bahkan melebihi pacarnya sendiri, mengantar pulang, membuat bubur sewaktu sakit, mendengarkan celoteh Lea tentang pekerjaannya, bahkan dia rela berbohong bahwa dialah yang sebenarnya mendesain ulang apartemennya, padahal Lea meminta khusus ke Noah agar dia yang melakukannya, karena alasan sibuk, Noah malah melimpahkan tanggung jawabnya itu kepada Nathan, tapi Nathan bersungguh-sungguh mengerjakannya dan hasilnya sangat memuaskan Lea.

Di lain pihak Nathan bertemu kembali dengan gadis yang pernah ditemuinya di bawah kucuran air hujan yang cukup deras, gadis yang sudah menarik hatinya, tapi sayang dia tidak ingat kejadian itu. Nathan memanfaatkan sebaik mungkin waktunya bersama Lea, dia tahu kalau Lea sangat mencintai Noah dan tahu kebalikannya, tapi dia tetap bersabar dan selalu ada bila Lea membutuhkannya. Lea pun sedikit demi sedikit merasakan perasaannya yang mengganjal pada Nathan, seperti tidak asing lagi sosok yang sangat perhatian padanya, selain itu Rissa muncul kembali dan dia merasa was-was hubungannya dengan Noah akan bertambah parah, sanggupkah Lea bertahan menjaga hubungannya dengan Noah?

Ada beberapa kalimat favoritku, halaman 123


Ada orang lain yang akan mengetahui perasaan yang kita simpan sendiri. Kalau dia tulus membacanya dengan hati.

halaman 174


Le, kita nggak akan pernah bisa memilih sesuatu yang memang bukan untuk kita. Apa pun usaha lo, sekera apa pun usaha lo. Just wake up, dear

halaman 255


Le, perasaan simpatik atau kasihan bukan sesuatu yang buruk. kalau pun gue simpatik atau kasihan sama lo, itu karena gue peduli sama lo.

Dan adegan favoritku adalah waktu Nathan merawat Lea yang sakit karena kehujanan menunggu Noah yang nggak datang-datang dan di halaman 168, romatis ^^

Dia sedikit mendekatkan tubuhnya pada Lea, lalu menjulurkan tangannya perlahan, dia menyibak poni Lea dan menempelkan telapak tangannya di sana, Lea sedikit berjengit. Beberapa detik, Nathan merasakan suhu tubuh Lea. hanya beberapa detik, tapi dia terasa sudah melakukan itu berjam-jam

Sesuatu yang dipaksa itu memang tidak nyaman, apa lagi cinta. Itulah tema yang diambil penulis dalam novel yang bercover amat cantik ini. Kadang, kalau kita terlalu mencintai orang lain sedangkan dia tidak mempunyai perasaan apa-apa itu malah menyakitkan bagi diri sendiri. Kesedihan Lea terasa sekali, bagaimana dia dengan sabarnya menghadapi kecuekan Noah, dia tetap kekuh mencintainya. Begitu juga dengan Nathan, dia terpaksa melihat orang yang dicintainya menderita karena mencintai orang lain, dia sangat sangat sabar. Sebenernya pengen dia lebih tegas, lebih berani, merebut Lea misalnya, hehehehe tapi nggak apalah, mungkin penulis membuat karakter seperti itu. Typo masih ada beberapa, yang agak mengganggu itu di halaman 81 paragraf ke dua yang isinya ketika Nathan menyambut pesanannya yang dihidangkan, dia kembali tersenyum kepada Bapak penjual BUKU. Padahal diawal Lea keluyuran pada malam hari yang akhirnyaberhenti di warung BAKSO, dan disanalah kemudian dia bertemu dengan Nathan. Lumayan bagus kok walaupun agak nggak suka akan sikap Rissa yang  seenaknya sendiri, sangat egois, alasannya menyuruh Noah agar berpacaran  dengan Lea juga kurang menarik, penulis sukses membuat saya enek sama  Rissa.

3 sayap untuk payung di hujan yang deras

4 komentar:

  1. buku pertama mbak clara yg saya baca, dan langsung suka. tapi buku2nya yg baru malah menurutku kalah sama buku ini ._.

    BalasHapus
  2. Tema cinta seperti ini bagus ya... ga datar2 banget....sebel sama si Rissa, egoisss

    BalasHapus
  3. Cintanya bertepuk sebelah tangan. pukpukpuk

    BalasHapus
  4. Buku pertama Mbak Clara yang aku baca, tapi gak tau kenapa gak suka sama penulisan Mbak Clara ._.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...