Sabtu, 30 Juli 2011

Dongeng Semusim


6943559
By Sefryana Khairil
Pernebit:Gagasmedia
Cetakan: I, 2009
ISBN: 979-780-369-4
260 halaman.

“Adakah yang lebih sakit daripada kehilangan?”

Pernah berpikir kalau sewaktu pacaran dan menikah apakah lebih bahagia atau malah sebaliknya? Apakah kita akan lebih bahagia setelah menikah? Di novel ini Sefry menyuguhkan cerita dimana pasangan yang baru menikah menghadapi masalah yang kadang muncul di awal pernikahan, tidak siap mengalami perubahan, tidak siap mempunyai seorang anak.

Sarah sangat bahagia bisa menikah dengan Nabil, laki-laki yang sangat dicintainya dan juga mencintainya, laki-laki yang rela membuat dia pindah agama, rela menentang ayahnya. Tapi, bayangan pernikahan yang indah akan sebuah pernikahan tidak sepeti yang diharapkannya, Sarah menemukan sosok Nabil yang tidak pernah dia kenal sebelumnya, marah sewaktu Sarah memakai jilbab, mengaji, menghindar kalau ditanya apakah sudah sholat dan tidak ingin membahas masalah anak di pernikahan mereka yang baru seumur jagung.

Dilain pihak, Nabil merasa Sarah berubah, selalu memutuskan sesuatu tanpa meminta persetujuannya dulu, Nabil tidak suka bila ada yang merecoki kehidupannya, dia hanya ingin hidup sesuai dengan keinginannya, ia hanya ingin having fun! Perubahan Nabil mulai terlihat ketika Sarah hamil, dia merasa belum siap akan kehadiran seorang anak yang identik dengan nagis, ganti popok, ngasih susu, bangun malam, apa yang menarik dari pernikahan kalau begitu? Sejak itu rumah tangga mereka benar-benar berubah. Nabil sangat cuek dengan kehamilan Sarah, tidak pernah menanyakan keadaan anaknya, sering pulang malam untuk menghindar, pertengakaran pun mulai mengiasi rumah mereka. Apakah Nabil benar-benar jodoh Sarah?

Membaca novel ini saja jadi berpikir nikah itu ternyata nggak gampang, hahahaha. Apakah indahnya waktu pacaran akan terus berlanjut setelah menikah? Apakah kehadiran seorang anak akan menambah kebahagiaan atau malah menghancurkannya? Saya suka cerita yang bertemakan pernikahan dan aku sangat suka karya-karya Sefryana Khairil, dia meramu cerita pernikahan yang mungkin sering muncul di sekitar kita dengan masalah-masalah yang menarik untuk diceritakan, meramu kalau pernikahan itu tidak selalu indah. Ada bagian yang menurut kita akan lebih bahagia tapi malah menghancurkannya, contohnya adalah kehadiran seorang anak. Ketidaksiapan Nabil akan perubahan Sarah setelah menikah membuat dia kacau, dia merasa tidak akan bisa bersenang-senang lagi kalau punya anak dan marah karena Sarah tidak meminta persetujuannya akan keputusan yang diambil Sarah. Saya jadi paham kalau dalam pernikahan itu membutuhkan keterbukaan, baik pikiran maupun sikap, saling mengerti, apalagi memiliki anak, kita bener-benar harus siap.

Kalau nggak romantis bukan Sefry namanya, hehehhe. Banyak kalaimat maupun sikap Nabil yang sangat romantis,  dalam hal sepele pun. Walaupun kadang egois, Nabil akan membayarnya dengan perhatian yang akan membuat Sarah klepek-klepek #eaaaa.

Adegan favoritku ada di halaman 46 waktu Sarah bilang,
“Anak itu seperti warna pada gambar, Sayang.” Kata Sarah. “Pernah nggak, sih, kamu berpikir kalau hidup kita itu seperti sketsa-sketsa? Ada goresan, guratan dan arsiran. Pasti nggak lengkap tanpa warna. Seperti raga tanpa jiwa, sketsa juga membutuhkan warna.”
Lalu dia bertanya pada Nabil, “Kenbapa aku?”
Lalu Nabil bilang, “ Ya…. Karena kamu. Jawabannya gampang, kan?”

Kerasa banget kesabaran Sarah, bagaimana dia menghadapi keegoisan Nabil, bagaimana dia ingin menunjukkan betapa inginnya mempunyai anak, Sarah benar-benar kuat, aku suka karakter dia :D.
Berikut quotes favorit ku,
Cinta punya banyak sisi untuk melihat, karena itu cinta bisa memahami.
Mungkin gue yang nggak tahu dari sisi mana cinta melihat, Ky. Gue cuma tahu cinta yang dilihat oleh mata gue sendiri.
Hazelnut itu memiliki rasa gurih. Sementara itu, blueberry terasa manis asam. Campuran gurih, manis, dan sedikit asam itu seperti hidup. Kadang-kadang kita merasa hidup itu gurih, tapi penuh dengan asam dan manis.
Itu hanya beberapa quotes favoritku, masih banyak lagi karena kata-kata yang di tulis Sefry benar-benar romantis, baca sendiri deh dan temukan sendiri quotes favoritmu, hehehehe.

4 sayap untuk Sarah yang kuat.


NB: dianjurkan bagi mereka yang mau menikah untuk membaca novel ini, biar tahu gurih, manis, dan asamnya pernikahan XD.

1 komentar:

  1. Karya Sefryana Khairil memang menarik seputar pernikahan. Bikin mupeng
    Aku paling suka quote ini "Hazelnut itu memiliki rasa gurih. Sementara itu, blueberry terasa manis asam. Campuran gurih, manis, dan sedikit asam itu seperti hidup. Kadang-kadang kita merasa hidup itu gurih, tapi penuh dengan asam dan manis".

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...