Jumat, 17 Juni 2011

Say Thanks

Pernah nggak sih kepikiran kalau orang-orang disekitarmu yang tidak kamu kenal sangat berjasa, menginspirasi untuk terus maju? Banyak. Ya, banyak sekali pekerjaan yang mendapatkan label "berjasa," seperti tukang cukur rambut, abang tukang becak, penjual makanan, dan masih banyak lagi. Ada satu pekerjaan yang merasa berkah buat saya, dia melakukan "Pekerjaan Kotor." Jangan negative thinking dulu ya, pekerjaan yang saya maksud disini adalah Tukang Sampah, orang yang bekerja memunguti sampah yang berada di komplek kos saya. Kenapa saya menyebut " Pekerjaan Kotor?" dari salah satu katanya saja sudah mencerminkan kotor, Sampah.

Saya tidak pernah mengenal beliau, beliau laki-laki yang saya tafsir usianya berkisar 60 tahunan ke atas. Tapi beliau masih sangat bugar, masih sangat bersemangat mencari nafkah untuk keluarganya, untuk sesuap nasi. Beliau tidak malu akan pekerjaan yang mungkin banyak orang tidak ingin memiliki pekerjaan seperti itu. Coba kalian ingat waktu kecil kalau ditanya cita-cita kalian, kalaian akan menjawab apa? Kebanyakan anak kecil pasti menjawab dokter, polisi, insinyur, pilot dan pekerjaan-pekerjaan terpandang lainnya. Mungkin bapak itu dulunya juga tidak bercita-cita menjadi tukang sampah bahkan mungkin bercita-cita lebih tinggi, ingin menjadi presiden ataupun astronot mungkin, tapi keadaan berkata lain, beliau harus berurusan dengan kotor, menghidupi keluarganya dari sampah.

Saya tidak hapal berapa kali seminggu beliau mengambil sampah yang ada di kos saya, sampah-sampah yang berserakan, tidak tertata rapi di depan kamar saya yang jelas sewaktu saya bangun tidur tempat sampah itu sudah bersih. Beliau bekerja pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan saya kalau bangun seringnya membuat ayam malas melakukan ritualnya berkokok karena hewan berkaki dua itu selalu gagal membangunkan saya. Sudah berurusan dengan kotor, pagi buta pula kerjanya, siapa yang mau?
Yah, mungkin masih banyak lagi kelemahan pekerjaan kotor itu, tapi ada satu hal yang bisa saya petik dari beliau yaitu dibutuhkan oleh orang lain. Saya ingin berguna, saya ingin sekali melakukan pekerjaan yang nantinya bermanfaat untuk orang lain. Pekerjaan yang hasilnya bisa dinikmati banyak orang. Bukan berarti saya ingin juga menjadi tukang sampah, setidaknya saya bisa mendapatkan lebih baik, sesuai dengan minat saya. Saya sangat bersyukur ada bapak tukang sampah itu, beliau sangat berjasa untuk saya, kalau bukan beliau lalu siapa yang akan mengurusi sampah yang tiap hari menumpuk? Siapa yang akan memilih sampah yang nantinya bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi? Siapa yang berani berurusan dengan kotor? pernah baca Bocah Penjinak Angin? Ada quote yang sesuai dan sangat saya sukai,
Orang Afrika menggunakan semua keterbatasan yang mereka miliki untuk mencapai keinginannya. Dengan menggunakan kreativitas, mereka mengatasi tantangan-tantangan di Afrika. Kalau orang lain melihat suatu benda sebagai sampah, orang Afrika mendaur ulang benda itu. Kalau orang lain melihat suatu hal sebagai benda rongsokan, orang Afrika melihat kelahiran kembali benda itu
Kalau kata iklan, kalau nggak kotor itu nggak belajar.
Saya belajar dari bapak tukang sampah itu. Kerja keras, percaya diri dan tidak mudah menyerah.
Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada beliau tapi belum terlaksana sampai sekarang karena kami jarang bertemu. saya ingin mengucapkan terima kasih.

NB: ditulis untuk #olliebday

3 komentar:

  1. bagus lis tulisannya =) kadang kita suka lupa dengan org2 paling berjasa di sekitar kita ya...yang kebanyakan orang2 "kecil"...

    BalasHapus
  2. makasih kakak, iya bahkan kadang kita jarang berterimakasih sama mereka :(

    BalasHapus
  3. Orang berjasa memang banyak di sekitar kita
    Aku juga ingin mengucapkan "say thanks for them"
    Moga jasamu dibales tuhan di akhirat :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...