Selasa, 31 Mei 2011

[Book Review] Wuthering Heights by Emily Bronte




Penulis: Emily Bronte
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6278-9
488 halaman

Sebenernya genre klasik bukan menu favorit saya, gak tau juga sih alasannya. Klasik, gak asik ah, hehehe. Tapi karena buku ini menjadi baca bareng sama teman-teman mau gak mau saya harus ngikut. Saya bacanya pun di akhir-akhir bulan, alias tidak terlalu antusias. Yang membuat saya sangat penasaran itu, ini buku sering menjadi acuan buku lain, maksudnya waktu saya baca Eclipse, Éclair, Mc Gregors (seri keberapa lupa) juga menyinggung sedikit tentang Wuthering Heights, kenapa buku ini sangat melegenda????

Sebenernya simple, kalau saja Mr. Earnshaw tua tidak memungut seorang gipsi kecil di pinggir jalan, maka kemelut keluarga yang sangat ruwet di buku ini tidak akan terjadi.

Awal baca bingung sama si pencerita. Diawali dengan kunjungan Mr. Lockwood ke Wuthering Heights sehubungan dengan Thrushcross Grage, rumah yang akan disewanya. Dia sangat penasaran akan penghuni rumah yang kelihatan suram dan kelam itu, mereka sama sekali tidak ramah, dia pun mengorek masa lalu mereka melalui Mrs. Dean,pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga tersebut. Si pencerita pun beralih ke Mrs. Dean, kembali ke masa lalu.

Mr. Earnshaw, ayah Hindley dan Cathy pulang dari Liverpool membawa seorang bocah gipsi yang kotor, compang-camping dan diberi nama Heathcliff. Hindley sangat membenci Heathcliff karena merasa dia telah merebut kasih sayang orang tuanya, sedangkan Catherine, dia awalnya juga membenci tapi lama kelamaan menjadi akrab karena merasa cocok, mereka hiperaktif dan nakal. Kebahagian Heathcliff tidak bertahan lama, setelah Earnshaw tua meninggal, Hidley pun menjadi ahli waris dan menjadikan Heathcliff sebagai pelayan dan penjaga kuda dirumahnya sendiri, Catherine tetap berteman dengannya, semakin akrab, saling menyayangi. Sampai suatu ketika karena kenakalan mereka Catherine cedera di rumah keluarga Linton dan dia harus menginap disana selama lima minggu. Heathciff merasa marah dan merasa Catherine telah melupakannya, menganggap kalau sekarang dia lebih memilih Edgar Linton. Catherine pun punya rencana sendiri, dia akan menikah dengan Edgar karena keluarganya kaya raya sehingga nanti dia bisa membantu Heathcliff berubah menjadi terpandang juga, tapi Heathciff malah menganggap kalau Catherine menghinanya, tidak mencintainya, dia pun kabur dari rumah dan berjanji akan menjadi lebih kaya.

2 tahun berlalu dan Heathciff pun kembali dengan penampilan yang sangat berbeda, lebih santun, kaya raya dan terlihat terpelajar, Catherine juga sudah menikah dengan Edgar. Sebenernya Edgar tidak suka dengan kehadiran Heathciff tetapi karena istrinya sangat bahagia melihat teman kecilnya kembali dia pun memperbolehkan orang yang dibencinya itu menjadi tamu tetap di Thrushcross Grage. Kalau Heathcliff menjadi kaya raya, lain lagi dengan Hindley, sejak istrinya meninggal hidupnya hancur, anaknya, Hereton sama sekali terlupakan, bodoh, menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Dia kecanduan judi dan terpaksa berhutang kepada Heathcliff. Dengan otaknya yang licik, Heathcliff mulai melancarkan balas dendam, dia menjadi pemilik Wuthering Heights setelan Hindley meninggak karena overdosis alcohol, menjadikan Hareton yang seharusnya menjadi ahli waris sebagai budak di rumahnya sendiri, dia kawin lari dengan Isabella Linton yang tergila-gila padanya walaupun sudah diperingatkan kakaknya dan Catherine kalau Heathcliff bukanlah pria yang seperti dibayangkannya, dia kejam, licik, kasar. Edgar Linton pun mengganggap Isabella bukan adiknya lagi dan melarang mereka menginjak Thrushcross Grage. Setelah menikah, Isabella menyadari bila ucapan kakanya ternyata benar, dia diperlakukan dengan kasar oleh penghuni Wuthering Heights, disuruh melayani dirinya sendiri. Dia pun berhasil melarikan diri dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Linton, ingin membuang kenangan Heathcliff dari kehidupannya. Catherine meninggal sewaktu melahirkan anaknya, Edgar sangat terpukul karena dia sangat mencintai istrinya, awalnya dia mengabaikan buah hatinya tapi sadar kalau dialah satu-satunya yang peninggalan istrinya, dia menamai anaknya itu seperti nama Ibunya dan dipanggil Cathy.

Isabella meninggal karena sakit dan meminta Linton agar diasuh oleh kakaknya. Edgar pun menjemput Linton dan Cathy sangat antusias karena dia akan mempunyai teman baru. Tapi kematian Isabella juga di dengar oleh Heathcliff, dia menuntut haknya atas perwalian Linton. Wuthering Heights sangat terlarang untuk Cathy, ayahnya dan Mrs. Dean selalu menyembunyikan keberadaanya, tapi Heathcliff punya cara lain untuk menarik Cathy agar pergi ke Wuthering Heights, dengan mengiming-iming kalau sepupunya yang sewaktu kecil ingin ditemuinya ada di rumah itu. Rencana Heathcliff adalah membuat dua sepupu itu jatuh cinta dan menguasai kekayaan dua keluarga itu.

Perasaan sewaktu membaca ini adalah kasihan dan jengkel. Bagaimana tidak? Sepanjang cerita isinya hanya dendam, dendam, dendam. Oh kisah cinta tentu ada walaupun juga diceritakan sangat tragis. Cinta Heathcliff kepada Catherine, sebenernya mereka saling mencintai tapi karena Heatchliff yang tidak mau bersabar dan merasa terhina karena miskin, ingin melancarkan balas dendam kepada Edgar yang sangat mencintai Catherine. Catherine kalau menurutku sangat egois, kalau sejak awal dia sudah mencintai Heathcliff seharusnya dia mengatakannya bukan malah menikahi orang lain demi meningkatkan derajadnya yang nantinya bisa merubah Heathcliff. Kalimat yang menurutku menunjukkan keegoisan Catherine ada di hal. 120, “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….” Tokoh favoritku adalah Hareton, orang yang paling sial kalau menurut ku, sebenarnya Hidley juga sangat menyayanginya tapi caranya salah, dia tidak dididik dengan baik, tidak ada pelayan perempuan seperti Mrs. Dean yang mengajarinya, dia menjadi bodoh dan sangat penurut kepada Heathcliff tapi aku mulai sangat menyukainya pada saat cerita akan berakhir, bagaimana dia mulai membuka hatinya untuk Cathy dan dia adalah orang yang paling berduka ketika kematian Heathcliff, tokoh paling saya sebali adalah Joseph, dia itu pelayan tapi omongannya kepada orang lain, terlebih lagi majikannya sangat tidak mencerminkan kesopanan, kata-katanya begitu kasar. Cathy sangat tegar, bagaimana dia menerima perlakuan Heathcliff sewaktu berusaha menemui ayahnya yang sedang sekarat, dia tidak pantang menyerah. Linton, dia sangat lemah dan sangat pengecut. Dan yang terakhir adalah Heathcliff, walaupun dia sangat kejam, tapi aku merasa kasihan padanya, ya kasihan, dia memang berhasil membalas dendam kepada keluarga Linton dan Earnshaw tapi lalu apa yang dia dapat setelahnya??? Tetap kesepian.

Adegan paling favorit adalah ketika Cathy mulai mendekati Hareton, dia cerdik, mengupayakan segala cara agar Hareton mau untuk memafkannya karena dia sering menyebut Hareton bodoh, memandanganya, untuk memberitahu kalau dia itu adalah sepupunya.

Kalimat yang paling kasar, kejam, kasihan, rasa cinta yang diutarakan Heathcliff adalah di hal. 415, “Akan kuceritakan kepadamu apa yang aku perbuat kemarin! Aku menyuruh penjaga kuburan yang sedang mengali kuburan Linton, untuk mengali timbunan tanah diatas peti mati Catherine, dan aku membukannya. Aku berpikir dulu aku pasti sudah tak mau berpindah dari situ: sewaktu aku melihat wajahnya lagi—masih tetap sama seperti dulu! – si penjaga kuburan harus bersusah payah menyuruhku pergi; tapi dia berkata mayatnya akan berubah kalau terkena udara, jadi aku memukul peti mati sampai terlepas, dan menutupinya: bukan sisi tempat makam Linton, persetan dia!  Andai saja dia dipatri dengan timah. Dan aku menyogok si penjaga kuburan untuk mengeluarkan mayatnya kalau aku sudah dikuburkan disana, dan mengeluarkan mayatku juga; akan kuatur demikian. Jadi, pada waktu Linton menemukan kami, dia takkan tahu yang mana aku, dan yang mana Catherine!” Singkat kata, dia dimakamkan ditengah-tengah makam Catherine dan Edgar.

Yang membuat cerita ini melegenda adalah banyak orang melihat hantu Heathcliff dan Catherine bergentayangan di dekat gereja, di padang rumput, dan tentu saja di Wuthering Heights. Mungkin mereka tidak berbahagia di dunia yang fana ini, tapi berbahagia di dunia entah apa itu, hehehe. Untuk pemula pembaca klasik, Wuthering Heights ternyata asik :D
4 sayap untuk kuda poni Cathy :D

Note: hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p

19 komentar:

  1. "hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p" >> ngakak baca catatan kakimu ini!Jadi akhirnya dari gak asyik, menjadi asyik yah? Gak kapok kan baca klasik??

    BalasHapus
  2. hahahaha, untuk pemula WH menarik, untung udah baca Let Me In sama Bees of Mist jadi gak kaget mb bacanya, kayaknya g kapok deh baca klasik :)

    BalasHapus
  3. Yay, ternyata Sulis nggak kapok sama buku klasik setelah baca WH *keplok2*Rasanya reviewmu yang paling 'ceria' klo dibandingin sama yg lain2 deh. Kmu nyebutin Joseph juga di dalam review (rasanya cm kmu sama Ally yg nyebut2 Joseph), yang buatku adalah tokoh WH paling mbencekno no.2 :DJadi, habis WH kamu mo baca klasik apa Lis? ;))))

    BalasHapus
  4. hehehe bukunya kan udah suran masak reviewnya ikutan suram XD, klasik selanjutnya adalah Daddy-Long-Legs :)

    BalasHapus
  5. hehe, ayo terus baca karya2 klasik,.. :)Di awal2 memang novel ini bikin boring sekaligus bingung memahaminya, tapi lama2 asik juga dan bikin emosiku kayaq roller coaster... naik turun dan punya niat pingin ngasih usul ke mbak Emily gm kl Heatcliff itu dibikin sengsara aja,,, hahaha, jahat bgt jadinya aku ya... wkwkwk

    BalasHapus
  6. jangan om, Heathcliff itu udah kasian banget jangan ditambah sengsara #proHeathcliff :)

    BalasHapus
  7. setuju banget sama sulis. Buat apa si ayahnya itu memungut Heathcliff!! tapi di atas semua itu, emang memorable banget ya ini novelnya...

    BalasHapus
  8. hohoho...nice repiumasuk keranjang antrian dulu ahh

    BalasHapus
  9. terimakasih, siap-siap memasuki dunia yang kelam dan penuh dendam :)

    BalasHapus
  10. horee dia gk kapok...kan ada banyak novel klasik lain. Abis baca ini coba berpindah ke novel klasik yang terang kayak 'The Yearling' deh atau malah novel klasik penuh inspirasi kayak 'A tree grows in Brooklyn'

    BalasHapus
  11. kemaren sempet pengen baca kedua buku itu, tapi kapan-kapan aja deh :)

    BalasHapus
  12. Daddy Long Legs bagus kok, n biarpun klasik tapi bener2 seger dibaca.

    BalasHapus
  13. oke, jadi tambah semangat :)

    BalasHapus
  14. Nggak nyesel kan bacanya. Eh kecepatan membaca dikau ternyata hebat banget yah. Di baca beberapa hari menjelang deadline, eh ternyata selesai jauh sebelum tanggal 31 datang. Sayang yah romance di dalamnya bukan romance yang biasa Sulis baca. XDDDAkhirnya bisa komentar juga. fiuhhh

    BalasHapus
  15. Hehehe susah ya kalo mau komen disini? Kalo suka sama bukunya biasanya bisa cepet lagian juga g ada kerjaan :) lumayanlah romancenya sebagai variasi heheoh ya lupa belum balas komen ana: buat memulai cerita an knapa ayahnya mungut Heathcliff :)

    BalasHapus
  16. Wiiih 4 bintang? Banyak bintangnya non :)Setuju dengan kalau Heathcliff ga dipungut, tapi ya cerita ini jadi g ada ya, hahaha. Iya, jangan kapok baca klasik, baca The Yearling yuk non. *ngajakbarengan*

    BalasHapus
  17. Yubs, karena buku ini sukses membuat ak penasaran dari pertama kali baca, boleh tuh The Yearling, kebetulan di quantum buku itu g ada yg pinjam hehehe

    BalasHapus
  18. bukan genre buku favorit tapi dikasih 4 bintang? waw buku ini pasti bagus banget ya kak :D
    udah masuk must-read-book dari dulu tp blm sempet tak beli u.u

    BalasHapus
  19. Setuju kalimat ini kejam “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….”

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...