Senin, 02 Mei 2011

Silver Stone


10566924



Author: Ardina Hasanbasri, Jia Effendi
Published February 12th 2011 by Penerbit Atria
ISBN13: 9789790244689
characters: Alyssa, Damon, Troy, Pasque, Mirabel


Akhirnya selesai juga.
Cerita fantasy dalam negeri yang saya baca setelah Aerial dan Magical Seiranya Sitta Karina, tapi yang ini bener-bener fantasy, kalo yang Sitta Karina masih dicampur kehidupan sekarang. Awalnya pesimis ini cerita bakalan sesuai harapan saya gak nih, soalnya gak terlalu suka cerita dongeng, saya lebih memilih nonton filmnya, tapi waktu memasuki bagian Alyssa bertemu teman-temannya untuk memulai perjalanan, saya sangat menikmati ceritanya.

Prolognya ada dua kakek tua yang saling menyombongkan kekuatannya, merasa dirinya penyihir terhebat, Maximus mengeluarkan batu perak dan Hanz mengeluarkan tongkat emas. Kemudian mereka bertaruh, benda siapa yang dapat menghasilkan keajaiban paling hebat, dialah yang menang.
Di buku ini dibagi menjadi beberapa bagian, ada Sang Putri, Sang Penyihir, Anak Tukang Kayu, Sang Pangeran, Para Monster, Naga, Batu dan Sang Kesatria.
Alyssa, gadis yang tidak bisa diam, tidak suka aturan kerajaan, dan dia sudah cukup umur menikah. Karena merasa belum siap dan takut kalau tidak bisa menjadi teladan yang baik, dia takuu akan terkurung di istana demi menjalankan tugas-tugas keputrian yang membosankan, takut tidak bisa lagi melgat dunia luar dan bertualang, dan takut mengecewakan keluarganya terutama ayahnya, dia kabur untuk mencari petualangan bersama pelayan tuanya Pasque. Ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan peramal tua, Maxim dan Hanz. Dengan bola kristalnya, Maximus memberitahukan kalau ada sebuah batu perak yang dapat menjawab pertanyaan Alyssa, mencari takdirnya sendiri sebelum menikah. Dan peramal satunya juga mengatakan kalau ada tongkat yang sangat hebat. Bersama pelayan setianya, Alyssa mulai mencari batu dan tongkat tersebut. Musuhnya? Tentu saja sang penyihir. Mari saya perkenalkan, Mirabel, penyihir yang berpakaian elegan, bernuansa mistis, muda dan segar. Tinggal di sebuah gua yang telah dia dekorasi menjadi rumah impiannya, dia tinggal bersama Tartum, goblin hijau yang mirip katak raksasa yang tidak suka perjalanan dengan cahaya, mendaki awan dan kerap sekali sial. Lalu Tartum membawa sebuah surat dari Mamanya Mirabel, dia bertanya apakah yang dimaksud rencana hebatnya adalah menculik putri kerajaan? Lalu kakaknya datang Ronda yang juga menjadi sainganya, karena tidak ingin dikatakan cuma omong besar, dia mengakui kalau dia yang menculiknya dan akan membuat istana heboh. Kemudian dia membuat rencana untuk menangkap sang putri. Waktu Alyssa dan Pasque dihadang penjahat, mereka ditolong oleh Troy, anak tukang kayu yang badannya kerempeng, yang sering tidak dianggap oleh keluarganya sendiri. Karena ingin mendapatkan pengalaman baru, Troy mengikuti Adel (nama samaran agar tidak diketahui dia seorang putri yang sedang kabur) dan Pasque. Waktu mereka terjebak di gubuk hitam gara-gara rencana Ronda, dia bertemu dengan pangeran, Damon yang sedang mencari tunangannya yang hilang, dia pun ikut terjebak dalam petualangan si putri untuk mencari batu dan tongkat dan dia merasa sial ikut rombongan itu.

Ceritanya tidak bisa ditebak, lolos semua dari yang kubayangkan, contohnya waktu mereka tertangkap monster rawa, yang namanya monster pasti menakutkan kan? La ini si monster yang bernama Swapy menangkap mereka hanya untuk menemani makan biskuit dan malah menghidangkan teh, lalu ada naga yang pengecut, Gordo. Waktu kepergok Damon dan Alyssa dia malah menyerahkan diri dan bilang jangan bunuh saya, lalu kemana semburan bau napasnya hah? Ditambah lagi si penyihir Mirabel yang plin plan dan Tartum yang selalu sial menambah konyol cerita ini. Lalu berhasilkah rombongan ini menemukan batu dan tongkat? Apakah batu itu bisa menjawab pertanyaan Alyssa? Apakah putri yang dicari Damon itu Alyssa? Ceritanya benar-benar tidak bisa ditebak =))

Buku ini lumayan lama saya baca, dari bulan Februari sampai awal Mei, ya karena itu, seperti diawal yang saya utarakan agak pesimis sama cerita ini, kalau kata lagu sih mau dibawa kemana cerita ini #tsahhh tapi terbayar dengan petualangan Alyssa yang konyol. Ada typo satu kalo g salah tapi gak terlalu mencolok, covernya lumayan tapi kenapa hanya putri, pangeran dan naga saja? Mana Troy dan Pasque yang setia dari awal menemani petualangan mereka? Endingnya juga bikin mesam mesem. Ada kalimat favoritku, hal. 270, "Ada satu cara untuk mengatasi ketakutan, yaitu dengan memikirkan sesuatu yang patut diperjuangkan."

3,5 sayap deh untuk rombongan pencari batu perak :))




3 komentar:

  1. wiii lamooo banaaa dari februari sampe mei. hihihi.. tapi jarang lho penulis indo yang nulis fantasi. salut deh :)

    BalasHapus
  2. makanya itu, awalnya agak males tpi makin kebelakang bagus juga kok, ceritanya gak gampang ditebak

    BalasHapus
  3. Menarik nih bukunya karena ceritanya tidak bisa ditebak
    wishlist deh

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...