Jumat, 06 Mei 2011

Last Tango In Paris


Pengarang: Robert Alley
Judul asli: Last Tango In Paris, terbitan Pan Books, London 1973
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Januari 2011
Karakter: Paul, Jeanne
256 halaman
goodreads: http://bit.ly/hMTvtU

Akhirnya beli juga kemaren. Apa yang mesti saya resensi dari buku ini?
“tampak dua orang melintasi jembatan, menuju arah yang sama, terjerembab dalam irama yang saling berbalas, mesti mereka tak pernah menduganya. Mereka sebelumnya tak pernah bertemu dan tak bisa menjelaskan momen aneh yang secara kebetulan mempertemukan mereka. Bagi keduanya, jembatan, hari itu, pemandangan kota Paris, serta kondisi keberadaan mereka memiliki makna yang sungguh berbeda.” Hal. 6.
Mereka pertama kali bertemu di jembatan itu kemudian saling melirik di sebuah apartemen yang dicari Jeanne untuk dirinya dan tunagannya. Ketika dia membuka sebuah kamar untuk melihatnya ternyata dia ada disana, Paul, pria berusia 45 tahun yang mempunyai wajah tampan tapi terkesan dingin, yang sangat menarik dimata Jeanne. Dengan pertemuan singkat mereka, kata yang sedikit terucap, mereka langsung melakukan “bobok bareng.” Di apartemen itu, telah menjadi saksi sejarah dua beban berat yang ingin dilepas oleh diri masing-masing, Paul yang tidak mengerti kenapa istrinya bunuh diri dan Jeanne dengan tunangannya yang terobsesi menjadi sutradara, dimana dia harus menjadi artisnya, dua kekecewaan menjadi satu, berusaha saling melepaskan.
Mungkin itu saja yang bisa saya katakan.
Tertarik baca ini karena pernah menjadi salah satu bacaan yang dipilih program baca bareng di goodreads tapi baru kesampaian baca kemarin. Melirik para review yang sudah ada, mereka menjelaskan kalau isi buku ini melulu soal sex. Memeng sih, Paul dan Jeanne selalu “bobok bareng” ketika mereka dengan sengaja ataupun tanpa sengaja pergi ke apartemen itu, tapi kalau menurutku tidak terlalu gimana ya, sedikit vulgar lah, soalnya masih banyak juga harlequin ataupun historical romance yang jauh lebih parah. Selain itu,kata-kata Paul disini juga sangat kejam dan kotor, gak habis pikir si Jeanne mau aja digituin apalagi di adegan itu (tidak mau menjelaskan ah), hmm dia memang sebenernya menolak sih hihihihi.
Berbicara sedikit tentang filmnya yang saya dapat dari lembar terakhir di buku ini, novel Robert Alley ini ditulis berdasarkan sebuah film drama romantic (yang seharusnya tragis) legendaris, Last Tango in Paris (1972—Ultimo Tango A Parigi). Film yang diproduseri oleh Alberto Grimaldi dan di sutradarai oleh sineas terkemuka Bernado Bertolucci berdasarkan scenario yang ditulisnya sendiri bersama Franco Arcalli dan Agnes Varda. Tokoh Paul di film ini diperankan oleh actor top saat itu, Marlon Brando. Sementara, Jeanne diperankan oleh Maria Schneider. Atas perannya di film ini, Brando dinominasikan meraih Oscar sebagai actor terbaik, sedangkan Bertolucci dicalonkan sebagai sutradara terbaik dalam ajang Academy Award 1973. Film ini juga menyulut kontroversi karena muatan seksualitasnya yang dianggap sangat eksplisit dan sempat berurusan dengan lembaga sensor diberbagai Negara. Namun, para kritikus mengganggapnya sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Hmmmm, cuman mikir tahun 1972 dan 2011 apakah kadar sensornya masih sama???? =))

3 sayap untuk akhir yang tragis.

8 komentar:

  1. Nggak sama kayaknya kalau di negeri barat, tapi kalo di Indo, sensornya bakal banyak banget ;))

    BalasHapus
  2. penasaran sm kata-kata 'di adegan itu' X)

    BalasHapus
  3. Jd kepengen baca, tapi kalo uda susah nyarinya..,, biasa buku yg difilmn bagus ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. paling udah masuk diskonan, berburu aja kalau ada book fair :D

      Hapus
    2. Di kota ku jarang ada bookfair mba.... ga terlalu banyak peminatnya

      Hapus
  4. Belum pernah baca buku dan nonton filmnya. How poor I'm

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...