Kamis, 21 April 2011

A Golden Web

Goldenweb
A Golden Web
Penulis: Barbara Quick
Penerbit: Atria
274 halaman

Alhamdulillah dapet ni buku dari atria :D 
Selesai jam 3.30 waktu setempat, rekor karena jam bacaku itu mentok sampe jam 3 saja. 

Agak diluar bayangan dan harapanku sih sebenarnya ini cerita. Tentang Alessandra Gilliani seorang remaja yang berotak cemerlang yang sayangnya pada masa itu tradisi tidak memperbolehkan seorang wanita menjadi pandai, hanya boleh menjadi seorang ibu rumah tangga dan seorang biarawati. Bakatnya mulai terlihat ketika Fra Giuseppe seorang pendeta mesum sekaligus guru Nicco, kakaknya Alessandra yang mengalami henti napas karena keselek daging, semua menganggap dia mati tapi Alessandra malah menyuruh Nicco untuk menginjak di bagian atas perut Fra Giuseppe dan Alessandra merogoh mulutnya dan mengeluarkan daging yang menyumbat tersebut. Sampai pada usianya menginjak 14 tahun, dimana ibu tirinya Ursula memutuskan kalo Alessandra harus dipingit, dijaga dari semua lelaki muda termasuk kakaknya, padahal dia belajar dunia alam bebas dari kakaknya dan belajar menggambar dari Giorgio, pegawai ayahnya, dia tidak pernah berhenti belajar walaupun dilakukan secara diam-diam. Sebelum menikah yang sebelumnya sudah direncanakan ayahnya, dia pindah ke biara tapi dengan bantuan Nicco dan Giorgio, Alessandra beserta pengasuhnya Emilia melarikan diri ke Bologna, menyamar sebagai lelaki bernama Sandro seorang mahasiswa kedokteran yang terkenal cerdas dan misterius. Di universitas itu dia juga bertemu dengan seorang pemuda yang pandai, kaya dan tampan bernama Otto yang secara unik sangat berhubungan dengan masa depan Alessandra.

Tidak sesuai bayanganku, aku berharap akan seperti serial Jewel In The Palace yang bercerita tentang tabib perempuan pertama di Korea yang membuat aku sangat terinspirasi waktu menontonnya, aku tidak mendapatkan semangatnya di sini. Cerita di buku ini lebih menjelaskan perjalanan Alessandra sendiri ke Bologna untuk mengejar cita-citanya. Yang aku harapkan ada di bagian mau akhir waktu Alessandra mempelajari anatomi hewan dengan membedahnya dan menggambar isinya, juga waktu membedah mayat untuk mengetahui sistem kerja jantung dan paru-paru, aku ingin kisah yang seperti itu lebih banyak lagi, kejeniusannya hanya digambarkan bukan diceritakan. Tapi cukup terhibur dengan kisah romansa Alessandra sehingga mengobati rasa kecewaku. Menurut catatan penulis, kisah Alessandra Gilliani ini nyata, melakukan riset walaupun data tentang dirinya tidak terlalu banyak. Cocok kok untuk dibaca bagi perempuan yang sama-sama memiliki semangat besar untuk meraih cita-cita, apalagi sebentar lagi hari Kartini, pas kan :D

Ada kata-kata yang aku suka di buku ini, di hal. 159 
"Mengapa Tuhan memberinya hasrat dan benak yang selalu bertanya-tanya jika Tuhan tidak menghendaki dia menggunakannya? Mengapa dunia dan seluruh Alam terhampar bagaikan sebuah buku terbuka, menunggu untuk dibaca dan dipahami, jika Sang Pencipta tidak menginginkannya mengungkap rahasia-rahasia dan memahami kebijaksanaan di dalamnya? Bukankah ini suatu pembuktian rasa hormat, untuk berusaha memperbaiki kualitas makhluk yang telah Tuhan berkati dengan kecerdasan dan akal sehat, yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk lainnya? Perempuan diciptakan terakhir, setelah semua hewan dan Adam sendiri. Mengapa Tuhan melakukan itu jika Dia bermaksud menciptakan perempuan sebagai sesosok makhluk yang lebih rendah? Jika memang begitu, mengapa Dia tidak menciptakan perempuan tepat setelah hewan-hewan dan sebelum Adam?"

3 sayap untuk kegigihan Alessandra :D


1 komentar:

  1. Baru tau ada cerita anak yg bertemakan pemberdayaan perempuan. Keren keren

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...