Minggu, 03 April 2011

If I Stay

Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh musik dan pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya.


Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya---keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.


"Amat sangat menyentuh." --Publishers Weekly, starred review

"Brutal sekaligus indah." --School Library Journal, starred reviewa commands.



Temanya gak asing sih, jiwa yang keluar dari tubuh yang koma. Diawali dengan kisah keluarga yang bahagia, berencana mengunjungi sahabat orang tua mereka Henry dan Willow. Menyisiri Oregon yg bersalju. Tiba" mobil hancur berantakan, hantaman truk pick up empat ton, pintu" terlepas, hancur berantakan. Potongan" otak ayahnya, biru di bibir dan mata ibunya yg merah, lalu dia menemukan dirinya, darah merembes dibajunya, kaki terpuntir, dan dia seorang yg punya harapan hidup.

Ceritanya flash back, mencampurkan kisah bahagia keluarga dengan kondisi comanya. Menceritakan ayahnya yg dulu drumer, ibunya yg bergaya lady rocker, kakek dan neneknya yg berharap dia masuk ke Juilliard, awal mulanya dia bermain cello, kisah lucu adiknya Teddy yg tidak mau dianggap baby, dan tentang pacarnya Adam, sahabatnya Kim. Yang membuat aku berkaca-kaca adalah ketika Willow datang dan itu menandakan kalau Teddy juga ikut meninggal, berharap sekali kalau dia punya harapan hidup, ak suka sekali ikatan antara Mia dan Teddy, dia tidak hanya adik tp sudah ku anggap anak, begitu katanya, kemudian dia berpikir "untuk apalagi hidup kalo ak sendirian."

Tapi perjuangan Adam dan Kim agar bertemu Mia, padahal mereka tidak cocok, menimbulkan semangat baru. Kim, dia bercerita siapa saja yg menjenguk, menjelaskan bahwa mereka keluargamu, "kau masih punya keluarga," Adam, dia sambil mengengam tanganya meminta untuk tinggal, di hal. 192 "... Aku sanggup kehilangan kau seperti itu asalkan ak tidak perlu kehilangan dirimu hari ini. Aku akan melepasmu. Jika kau tetap hidup."


Ceritanya lumayan menyentuh, betapa sakitnya kehilangan keluarga yg selama ini bahagia bersamamu, kalau jadi Mia mungkin akan berpendapat yg sama, untuk apa hidup lagi jika kau sendirian di dunia ini. Tapi sesekali kita harus melihat sekeliling, ada teman, sahabat, keluarga jauh, dan kekasihmu yg berharap kau untk tinggal, memberi kesempatan padamu untuk merasakan bahagia lagi.
Aku tidak sabar menunggu kelanjutanya.
4 sayap untuk novel ini.

If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini)
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, 8 Februari 2011
ISBN13: 9789792266603
200 halaman

5 komentar:

  1. covernya keren ya :)

    Kisahnya juga kayaknya bagus, tapi masih banyak wishlist yang mesti dipenuhi :))

    BalasHapus
  2. Cover tidak sekeren isinya. Maaf. Gayle Forman kurang bisa menyihir saya ketika membaca novel ini. Gayle Forman membikin pembaca mengantuk ketika membacanya. 1 sayap dari saya.

    BalasHapus
  3. Tumben mbak gak ada sinopsisnya langsung reviewnya?
    eh tapi kisahnya bagus sih :)

    BalasHapus
  4. Aku suka buku ini :') minjem persewaan buku dulu....

    BalasHapus
  5. Keluarga musik
    iya nih gak ada sinosisnya mbak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...